Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 4. April 2025 ISSN: 27342488 PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI Aldiana Fasyiyah1. Nurhidayati Hanifah2. Muhammad Zakwan3. Said Mch Kamal4. Eva Iryani5. Helty6 Email: aldianafasyiyah@gmail. com1, nurhidayatihanifah3@gmail. mzakwan23092001@gmail. com3, sayyidkamal888@gmail. Universitas Jambi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Metodologi yang digunakan terdiri dari melakukan tinjauan literatur. Tinjauan literatur melibatkan pengumpulan dan analisis sistematis dari berbagai sumber yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi karena dengan literasi digital siswa atau guru dapat mengelolah atau menggunakan teknologi dengan bijak, aman dan terhindar dari pengunaan teknologi yang tidak baik seperti dalam penyebaran berita hoak, memainkan game berlebihan, menonton yang tidak senonoh. Selain itu, penggunaan litarasi digital dalam teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Akan tetapi kualitas pembelajaran berbasis teknologi ini memiliki dua kemungkinan yang berdampak pada masing-masing siswa yang menggunakannya adapun dampak negatif dan positif, dampak negatif berupa banyaknya pelajar yang kurang mempelajari literasi digital yang memungkinkan akan berdampak buruk terhadap pelajar tersebut berupa rentan terpapar informasi palsu, kecanduan gadget dan terganggunya kesehatan fisik, adapun dampak positif dari kualitas pembelajaran berbasis teknologi meliputi meningkatkan minat belajar siswa, kemandirian dalam mencari informasi, dan kemampuan berpikir kritis. Siswa juga menjadi lebih kreatif, mampu berkolaborasi jarak jauh, serta lebih siap menghadapi tantangan di era Kata Kunci: Literasi Digital. Tantangan. Kualitas Pembelajaran. ABSTRACT This study aims to clarify the importance of digital literacy in improving the quality of technologyenhanced learning. The research methodology utilised is a literature study, entailing the systematic gathering of various references and literature from relevant sources, such as books, scientific journals, articles, and other pertinent documents related to the research topic. The results of the study indicate that digital literacy is very important in improving the quality of developing technologybased learning because with digital literacy students or teachers can manage or use technology wisely, safely and avoid the use of bad technology such as in spreading hoax news, playing excessive games, watching indecent things. The application of digital literacy in technology enables the customisation of learning experiences to meet the specific needs of individual students. Digital learning platforms can be customised to meet the varied learning styles of students, allowing for progression at individual paces and in accordance with personal preferences. This improves understanding of the material and promotes increased independence in students' learning processes. The incorporation of technology in education entails various challenges, such as the need for adequate infrastructure and the imperative for educators to undergo training to effectively utilise the A comprehensive approach is necessary to ensure that the integration of technology in education effectively improves the quality of learning in a significant manner. Keywords: Digital Literacy. Challenges. Learning Quality. PENDAHULUAN Revolusi digital, yang disebut sebagai era Industri 4. 0, memungkinkan akses informasi secara instan dan cepat tanpa memandang lokasi dan waktu. Mesin pencari memfasilitasi pencarian referensi sebagai hasil dari digitalisasi informasi dan interaksi media yang Friedman . alam Afandi dkk. , 2016. Friedman, 2007. Naufal, 2. menggambarkan fenomena ini sebagai "dunia yang datar," menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi telah meniadakan batasan geografis dan waktu. Kemajuan teknologi informasi dan internet telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam aksesibilitas sumber daya informasi digital (Kurnianingsih et al. , 2. Perkembangan ini menunjukkan sifat ganda, yang menunjukkan dampak menguntungkan dan merugikan bagi Di era teknologi, literasi digital krusial untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain memperluas akses siswa pada informasi dan sumber belajar, literasi digital juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan mandiri, sehingga menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan di dunia digital. Indonesia, kebutuhan akan literasi digital juga semakin mendesak seiring dengan penerapan teknologi pendidikan di berbagai tingkat, termasuk sekolah dalam pembelajaran berbasis (Devi & Winangun, 2. Data dari Kemendikbud RI menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal literasi digital siswa dan guru (Kemendikbud, 2. Hambatan literasi digital dalam dunia pendidikan antara lain terbatasnya akses dan infrastruktur teknologi yang tidak memadai seperti komputer, internet dan platfrom pembelajaran digital, kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan teknologi atau perangkat digital, tantangan disiplinnya dalam pembelajaran dikarenakan sudahnya terbiasa peserta didik menggunakan teknologi tanpa pengawasan yang akan mengakibatkan kencanduan teknologi tersebut, dan kurangnya kebijakan dalam memahami terlebih dahulu literasi digital yang jelas sebelum menggunakan teknologi digital. Perubahan dalam sistem pembelajaran pada tantangan atau permasalah dalam fasilitas teknologi adalah Adopsi teknologi dalam pembelajaran, khususnya yang berfokus pada literasi digital, berpotensi meningkatkan hasil belajar (Rediansyah, 2. Namun, keberhasilannya bergantung pada terciptanya lingkungan belajar yang kondusif untuk mencetak generasi yang siap menghadapi era global (Astawayasa et al. , 2. dan dalam pembelajaran ini literasi digital juga memiliki dampak positif meliputi dapat memudahkan mengakses Sumber Daya yang lebih luas tentang Pendidikan seperti dalam mengakses sumber pembelajaran dalam e-book, vidio tutorial dan artikel ilmiah, meningkatan Keterampilan Teknologi, dapat membentuk Pembelajaran yang Lebih Fleksibel dan Personal. Kolaborasi Global seperti dalam berkomunikasi antar daerah, kota ataupun negara. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menerapkan studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis buku, jurnal, artikel, dan dokumen relevan. Analisis ini menghasilkan pemahaman mendalam tentang teori, konsep, dan temuan penelitian sebelumnya, memperkuat landasan teori, dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasilnya, argumen penelitian menjadi lebih terstruktur dan kaya perspektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi Revolusi digital telah mengubah dunia pendidikan secara drastis. Proses belajar mengajar kini melampaui batasan ruang kelas konvensional, memasuki ranah digital yang menawarkan peluang dan tantangan baru. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut literasi digital sebagai keahlian fundamental bagi siswa dan guru agar dapat beradaptasi dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. UNESCO menginterpretasikan, menghasilkan, menyampaikan, menghitung, dan memanfaatkan materi cetak dan tertulis untuk mencapai tujuan, meningkatkan pengetahuan dan potensi, serta berpartisipasi penuh dalam komunitas dan masyarakat (A'yuni, 2. Martin . mendefinisikan literasi digital sebagai integrasi dari literasi informasi, literasi komputer, literasi visual, dan literasi komunikasi. Gilster . alam A'yuni, 2015. Gilster, 1997. Naufal, 2. menekankan pentingnya pemahaman dan pemanfaatan informasi dalam berbagai format sebagai komponen inti dari literasi digital. Terdapat enam keterampilan dasar dalam literasi digital yaitu : . Literasi Baca Tulis, . Literasi Numerasi, . Literasi Sains, . Literasi Digital, . Literasi Finansial dan . Literasi Budaya dan Kewargaan (Sulianta, 2020. (Hasanah & Sukri, n. ) Dengan adanya enam keterampilan ini penggunaan teknologi akan lebih digunakan dengan bijak dan mudah. Kemampuan berinteraksi di era modern menuntut pemahaman literasi digital yang setara pentingnya dengan penguasaan ilmu-ilmu lain. Generasi milenial, yang dibesarkan dengan akses tak terbatas terhadap teknologi, menunjukkan pola pikir yang berbeda dari generasi Individu memikul tanggung jawab atas penggunaan teknologi dalam interaksi dan komunikasi sehari-hari. Konten media yang berisi informasi yang salah, narasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, atau ideologi ekstremis dapat berdampak besar pada lingkungan digital dengan membentuk persepsi pengguna. (Restianty, 2. Gilster menjelaskan bahwa literasi melampaui kemampuan membaca. ia menekankan pemahaman dan interpretasi yang bermakna. Literasi digital, karenanya, lebih kepada penguasaan konsep dan ide daripada sekadar keterampilan teknis. (Naufal, 2. Gilster menekankan pentingnya proses berpikir kritis dalam berinteraksi dengan media digital, memposisikannya sebagai keterampilan mendasar dalam literasi digital, melebihi pentingnya kompetensi teknis. Dia menggarisbawahi pentingnya menilai secara kritis informasi yang ditemukan di media digital, daripada berkonsentrasi secara eksklusif pada keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengakses media tersebut. Seseorang yang berliterasi digital perlu mengembangkan kemampuan untuk mencari serta membangun suatu strategi dalam menggunakan search engine guna mencari informasi yang ada serta bagaimana menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan informasinya. Selain itu kemampuan penggunaan tekologi dan informasi dari perangkat digital membantu agar efektif dan efesien dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akademik, karir, dan kehidupan sosial. Jimoyiannis dan Gravani . menekankan pentingnya literasi digital dalam kurikulum pendidikan. Tujuannya adalah untuk mendukung siswa dalam mencapai hal-hal berikut: memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis untuk menggunakan media digital secara efektif. menggunakan media digital untuk mengatasi tantangan sehari-hari. implikasi dan efek sosial dari media digital dalam masyarakat modern. dan menumbuhkan sikap positif terhadap media digital sambil mempersiapkan mereka untuk memenuhi tuntutan zaman saat ini (Anggeraini et al. , 2019. Perilaku daring yang tidak sehat, seperti penyebaran informasi yang salah, ujaran kebencian, dan intoleransi di platform media sosial, menjadi tantangan yang signifikan bagi berbagai pemangku kepentingan. Hal ini sangat relevan bagi lembaga pendidikan dan pendidik, yang mengemban tugas penting untuk mempersiapkan generasi mendatang dengan ketahanan dan kompetensi literasi digital yang (Haq et al. , 2. Dalam dunia pendidikan, literasi digital memiliki peran penting dalam memperluas wawasan siswa dan peserta didik. Dengan kemampuan ini, mereka dapat menggali informasi dari berbagai sumber yang kredibel serta menyeleksi referensi dengan lebih kritis. didik juga diharapkan lebih kreatif dalam memahami, mengelola, dan menyampaikan suatu informasi dengan cara yang benar. Namun, dalam mencari referensi, tetap diperlukan pengawasan dari guru agar dapat mencegah kesalahan serta meminimalisir kesalahpahaman dalam pemanfaatan informasi. Salah satu indikasi negatif dari literasi digital yang kurang bijak adalah kebiasaan menyalin dan menempel . opy-past. tanpa memahami isi informasi yang digunakan. Untuk memastikan literasi digital berjalan dengan baik, diperlukan dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, termasuk dari orang tua, sekolah, dan masyarakat. Hal ini penting karena masih banyak informasi dan berita yang menyebar luas tanpa kejelasan Oleh karena itu, peserta didik harus mampu membedakan informasi yang valid dengan bimbingan dari guru atau orang tua. Pengembangan literasi digital dalam Pendidikan, juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang menghubungkan pelajar dengan media digital. Dengan pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang baik, peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung pembelajaran dan kehidupan sehari-hari (Ivari et al. , 2. Literasi digital menawarkan beragam manfaat signifikan, seperti yang dikaji oleh Sumiati & Wijonarko . Pertama, literasi digital meningkatkan efisiensi waktu. Penggunaan media sosial, internet, dan teknologi canggih memungkinkan pekerjaan dan aktivitas dilakukan secara efektif, kapan pun dan di mana pun. Pandemi COVID-19 telah menjadi contoh nyata, dengan pekerjaan jarak jauh (WFH) menjadi norma baru. Perusahaan tetap beroperasi dan berkembang tanpa pertemuan tatap muka, dan hal serupa terjadi dalam pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh. Meskipun tanpa interaksi langsung, proses belajar mengajar tetap berjalan efektif. Kedua, literasi digital mempercepat proses belajar. Akses mudah ke informasi dari berbagai platform digital memberikan siswa materi pembelajaran yang lebih beragam dan konkret dibandingkan dengan sumber daya terbatas dari guru. Situs pencarian, basis data faktual, dan berbagai teori ilmiah daring memudahkan pemahaman materi secara lebih cepat dan efektif. Kemampuan untuk mengakses dan memproses informasi dari berbagai sumber ini merupakan kunci keberhasilan dalam pembelajaran modern. Manfaat yang signifikan dari literasi digital adalah potensi pengurangan biaya. Siswa yang membutuhkan bahan referensi pembelajaran dapat memperolehnya tanpa harus mengunjungi perpustakaan umum atau membeli salinan fisik dari toko buku. Mengakses materi penting melalui jaringan digital dapat dilakukan, tergantung pada tingkat literasi digital seseorang. Dalam konteks ekonomi, penjualan online juga menjadi contoh yang Tanpa perlu mendirikan toko fisik atau mencari tempat usaha, penjual online dapat memasarkan barang dagangannya lewat media sosial dan platform digital. Toko online dapat didirikan, dan berbagai strategi promosi yang inovatif dapat digunakan untuk menarik pembeli, asalkan penjual memiliki keterampilan literasi digital yang memadai. Manfaat keempat adalah meningkatkan keamanan. Jika seseorang memiliki keterampilan dalam literasi digital dan mampu memanfaatkan jaringan digital dengan bijak, data, usaha, dan informasi yang disimpan di media sosialnya akan lebih terlindungi dari ancaman peretasan. Kelima, literasi digital memastikan akses informasi terkini. Pengguna aktif jejaring digital selalu mendapatkan informasi dan tren terbaru. Pengguna Instagram, misalnya, secara otomatis mengikuti berbagai berita, penting maupun tidak, melalui platform Keenam, literasi digital memfasilitasi konektivitas. Misalnya, dua sahabat yang berjauhan tetap dapat menjaga hubungan dan silaturahmi melalui media sosial berkat kemampuan literasi digital mereka. Jarak fisik bukan lagi penghalang untuk tetap terhubung. Ketujuh, literasi digital meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan. Pemahaman menyeluruh yang diperoleh dari data spesifik dalam domain digital akan menghasilkan keputusan yang lebih terukur dan tepat. Poin kedelapan adalah literasi digital memperluas spektrum peluang kerja yang dapat diakses. Di era industri 4. 0, keterampilan literasi digital sangat diminati, baik oleh perusahaan kecil maupun besar. Sumber daya manusia yang melek teknologi dan up-to-date menjadi aset berharga, terutama mengingat banyak pekerjaan yang bergantung pada internet dan jejaring digital. Manfaat kesembilan literasi digital adalah menghilangkan kebosanan. Misalnya, seseorang yang merasa bosan di rumah dapat terhibur dan bahagia dengan menonton TikTok. YouTube, atau menggunakan aplikasi media sosial lainnya. Terakhir, literasi digital berpengaruh pada peradaban. Contohnya, pencipta Facebook, berkat kecakapan literasi digital dan keahlian teknologi internetnya, telah menciptakan aplikasi yang berdampak signifikan pada peradaban manusia di seluruh dunia. (Nurjannah, 2. Peningkatan literasi digital dan penguatan karakter dapat dioptimalkan melalui peran keluarga, masyarakat, dan sekolah. Keluarga, sebagai lingkungan belajar pertama, memegang peran kunci dalam membentuk dasar literasi digital anak. Upaya ini kemudian diperkuat melalui peran masyarakat dan program literasi digital di sekolah. Tujuan akhir dari upaya terintegrasi ini adalah menciptakan masyarakat yang memiliki kemampuan literasi digital yang tinggi. Dalam dunia Pendidikan meningkatkan literasi digital pada siswa. Meliputi beberapa srategi seperti: 1. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Literasi Digital Dengan memasukkan materi pembelajaran tentang berbagai aspek literasi digital, menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis permainan, dan pembelajaran berbasis diskusi dan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial yang edukatif untuk mendukung proses pembelajaran literasi digital. Peningkatan Kapasitas Guru dan Pendidik Melakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru dan pendidik di bidang literasi digital. Pelatihan ini dapat membantu guru dan pendidik untuk memahami konsep literasi digital dan mengintegrasikan literasi digital ke dalam proses pembelajaran. Memberikan contoh yang baik kepada siswa. Guru dan pendidik dapat menunjukkan kepada siswa bagaimana mereka menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Pemantauan dan Evaluasi Dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program literasi digital secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dan melakukan penyesuaian dan perbaikan terhadap program literasi digital berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi. (Salsabila et al. , 2. Integrasi teknologi dalam pendidikan telah menjadi kemajuan penting di era digital saat Evolusi teknologi telah secara nyata mengubah metodologi yang digunakan oleh para pendidik dan proses pembelajaran siswa, memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi serta meningkatkan efektifitas pembelajaran dari yang konvensional menjadi lebih interaktif dan berbasis digital, dengan litarsi digital seseorang dapat menggunakan teknologi dengan keterampilan optimal dalam mengakses, memahami menggunakan teknologi secara efektif dan dimanfaatkan secara bijak dalam proses pembelajaran, literasi digital ini sangat berperan penting dalam pendidikan seperti dalam meningkatkan aksesibilitas, meningkatkan ketertiban siswa, mendukung pembelajaran mandiri, dan meningkatkan efisiensi dan literasi digital yang baik juga dapat berpengaruh. Literasi digital memberdayakan siswa dan pendidik untuk mahir menavigasi lingkungan digital yang terus berubah, sehingga memungkinkan penggunaan teknologi yang efektif untuk meningkatkan dan memperkaya pengalaman belajar. Penggabungan literasi digital yang efektif dalam lembaga pendidikan akan menumbuhkan generasi yang mudah beradaptasi, analitis, dan siap untuk menavigasi lingkungan yang kompetitif di masa depan. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Teknologi pada awalnya memungkinkan akses yang lebih efisien dan cepat terhadap informasi. Siswa dapat mengakses materi pelajaran, terlibat dengan e-book, melihat video pendidikan, dan mendaftar di kursus online sesuai keinginan mereka, terlepas dari lokasi atau waktu. Hal ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi siswa di daerah terpencil, di mana akses terhadap sumber daya pendidikan yang berkualitas mungkin terbatas. Selain itu, teknologi memungkinkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang unik dan kemampuan yang berbeda. Dengan teknologi, guru dapat merancang materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Memanfaatkan aplikasi pembelajaran adaptif memungkinkan siswa untuk maju dengan kecepatan mereka sendiri sambil menerima umpan balik langsung untuk meningkatkan pemahaman mereka. Ketiga, teknologi meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Metode pendidikan tradisional sering kali tidak menunjukkan keragaman yang memadai, yang dapat mengakibatkan ketidakterlibatan siswa dan penurunan motivasi. Namun, dengan penggunaan teknologi seperti permainan edukatif, simulasi interaktif, dan platform kolaborasi daring, pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Siswa dapat belajar sambil bermain, berkolaborasi dengan teman-teman mereka, dan mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif. Jadi pada literasi digital ini memiliki peran penting dalam pembelajaran bagi pendidik ataupun siswa Dengan menggunakan teknologi digital seperti platform pembelajaran daring dan aplikasi kolaborasi, siswa dapat bekerja sama secara efektif dalam menyelesaikan tugas dan proyek. Misalnya, platform seperti Google Classroom dan Microsoft Teams memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dalam dokumen, berbagi ide, dan berkomunikasi dalam waktu nyata. Hal ini meningkatkan pengalaman belajar mereka dan mendorong pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang penting untuk masa depan Pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi juga memungkinkan siswa untuk terhubung dengan rekan-rekan mereka dari berbagai latar belakang dan lokasi. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan multikultural, yang memungkinkan siswa untuk memperoleh wawasan dari berbagai perspektif dan meningkatkan pemahaman mereka tentang isu-isu global. Melalui proyek internasional dan kegiatan lintas sekolah, siswa dapat merasakan langsung manfaat dari kolaborasi global atau berkomunikasi jarak jauh Tantangan atau kendala yang dihadapi dalam menerapkan literasi digital di pembelajaran berbasis teknologi Penggabungan literasi digital ke dalam kerangka kerja pendidikan menghadirkan tantangan yang signifikan bagi siswa dan pengajar. Keterbatasan akses ke perangkat digital yang sesuai dan konektivitas internet menimbulkan tantangan yang cukup besar, terutama di daerah terpencil dan di antara siswa dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung. Kesenjangan digital menghambat akses yang adil terhadap literasi digital, karena teknologi sangat penting untuk mengakses informasi dan sumber daya pembelajaran digital. Akses yang terbatas menghalangi siswa untuk secara efektif memanfaatkan literasi digital dalam pendidikan mereka, yang mengakibatkan ketidaksetaraan dalam pengalaman pendidikan (Achmadi et al. , 2. Namun, penggabungan teknologi dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan. Kesenjangan digital menghadirkan tantangan yang cukup besar, yang mengarah pada kesenjangan akses teknologi di antara para siswa. Di beberapa daerah, infrastruktur teknologi masih terbatas, dan banyak siswa yang tidak memiliki perangkat elektronik atau akses internet yang memadai. Satu lagi masalah dalam mengadopsi literasi digital adalah kurikulum yang perlu diubah karena belum sepenuhnya mendukung penggabungan literasi digital ke dalam pembelajaran. Hal ini dapat mengakibatkan kesenjangan dalam kualitas pembelajaran antara siswa di daerah perkotaan dan pedesaan. Kesiapan dan kompetensi pendidik dalam menggunakan teknologi merupakan tantangan yang penting. Beberapa pendidik tidak memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam pengalaman pendidikan. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan dan pengembangan profesional bagi para pendidik sangat penting untuk memastikan integrasi teknologi yang efektif dalam proses pendidikan. Tantangan ini juga mencakup para pendidik yang menghadapi tekanan yang terkait dengan literasi digital. Olsson dan Edman-Styulbrant . mengidentifikasi beberapa kompetensi penting yang diperlukan bagi seorang pelatih guru: . Kemampuan untuk memilih alat digital yang sesuai dengan konten mata pelajaran dan mendukung presentasi daring, . Kapasitas untuk mengidentifikasi alat dan metodologi digital yang dapat meningkatkan kualitas mata pelajaran, . Keahlian untuk menilai biaya yang terkait dengan berbagai penilaian digital untuk memastikan bentuk penilaian yang paling efektif berdasarkan tujuan dan pedoman, dan . Kemahiran untuk mengartikulasikan dan menyoroti isu-isu pengajaran dan pembelajaran bagi siswa terkait alat dan metode digital yang dipilih. Dalam lingkungan digital saat ini, sangat penting bagi para pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, selain kompetensi mengajar inti, sangat penting untuk mengintegrasikan berbagai keterampilan tambahan dalam diri pendidik untuk meningkatkan keefektifan mereka sebagai fasilitator pembelajaran. Sharma . mengidentifikasi lima kompetensi penting bagi pendidik yang berperan sebagai fasilitator pembelajaran dalam konteks pembelajaran digital: keterampilan berjejaring, keterampilan komunikasi, keterampilan kognitif, keterampilan pendampingan, dan manajemen (Anggeraini et al. , 2019b. Salsabila et al. , 2. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan promosi kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah harus mengalokasikan sumber daya tambahan untuk meningkatkan infrastruktur teknologi di lembaga pendidikan, terutama di daerah terpencil yang kurang terlayani. Sekolah perlu menyediakan program pelatihan yang memadai bagi guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam penggunaan teknologi. Sektor swasta dapat berkontribusi melalui kerjasama dan dukungan dalam bentuk penyediaan perangkat teknologi dan akses internet yang terjangkau. Integrasi literasi digital di sekolah menengah atas menghadirkan beberapa tantangan bagi siswa, terutama karena kurangnya penggabungan yang memadai dalam kurikulum mengenai penggunaan teknologi untuk tujuan pendidikan. Meskipun ada upaya terus menerus untuk memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum, sering kali literasi digital hanya menjadi komponen opsional atau diperlakukan sebagai segmen terpisah yang berbeda dari kurikulum inti. Hal ini mengakibatkan keterbatasan dalam pengembangan keterampilan literasi digital yang komprehensif dan berkelanjutan di berbagai disiplin ilmu. Sumber Daya Terbatas Beberapa siswa mungkin menghadapi keterbatasan dalam akses mereka ke teknologi yang memadai dan pengembangan profesional yang diberikan kepada para pendidik untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam kerangka kerja Kurangnya pemahaman dan panduan yang memadai untuk peserta didik dan pengajar Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, serta instruksi yang tidak memadai mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, menimbulkan kesulitan bagi para pengajar dan peserta didik dalam meningkatkan literasi digital. (Sena Kurniawan & Yuni Siti Sarah, 2. Kualitas pembelajaran berbasis teknologi Sejak awal abad ke-21, perkembangan teknologi telah melaju dengan cepat, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, penggunaan teknologi dalam pendidikan telah menjadi agenda utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (Azzahra, 2. Teknologi telah memperluas proses pembelajaran di luar keterbatasan ruang kelas fisik tradisional. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran dari berbagai sumber online, berinteraksi dengan teman sebaya dan pendidik melalui platform digital, dan terlibat dalam pengalaman pendidikan yang lebih interaktif dan merangsang. Kapasitas teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan sangat besar. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pembelajaran dapat menjadi lebih fleksibel, personal, dan menarik. Selain itu, teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Platform pembelajaran digital dapat disesuaikan untuk memenuhi berbagai gaya belajar siswa, memungkinkan mereka untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan preferensi masing-masing. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam proses belajar. Namun, implementasi teknologi dalam pembelajaran juga menghadapi tantangan, seperti kebutuhan akan infrastruktur yang memadai dan pelatihan bagi pendidik untuk menguasai teknologi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk memastikan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara Untuk meningkatkan literasi digital di pendidikan menengah, para pendidik dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran. Pertama, guru memerlukan pelatihan komprehensif tentang literasi digital dan penerapannya dalam pengajaran, termasuk pemahaman tentang privasi, keamanan, dan etika digital. Kedua, kerja sama dengan perpustakaan sekolah dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan riset dan evaluasi sumber daya digital, serta meningkatkan kesadaran akan sumber daya digital yang Ketiga, integrasi literasi digital di berbagai mata pelajaran akan memfasilitasi pemahaman siswa tentang pentingnya dan relevansinya dalam pengalaman mereka seharihari. (Sena Kurniawan & Yuni Siti Sarah, 2. litersi digital memiliki kualitas pembelajaran berbasis teknologi meliputi Aksesibilitas dan Ketersediaan Sumber Belajar. Personalisasi Pembelajaran. Kolaborasi dan Interaktivitas. Peningkatan Kinerja Guru yaitu dengan efisiensi Pengelolaan Kelas. Pengembangan Profesional. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja. Dalam kualitas ini memiliki tantangan tersendiri berupa Tantangan Implementasi dalam Kesiapan Infrastruktur dan Akses Teknologi. Kompetensi dan Motivasi Guru serta Adaptasi Kurikulum. Meskipun pembelajaran berbasis teknologi memiliki kualitas intrinsik, kami akan mengadopsi pendekatan sistematis untuk mencapai kualitas tersebut. Hal ini akan memerlukan strategi termasuk program sosialisasi masyarakat dan inisiatif pendidikan untuk mahasiswa, yang menekankan pada pengenalan dan pemahaman media sosial dan implikasinya. Peningkatan literasi digital dapat dicapai melalui inisiatif sosialisasi masyarakat atau dengan mendidik siswa di lembaga pendidikan, sehingga membiasakan mereka dengan media sosial dan memberi tahu mereka tentang implikasinya. dengan program sosialisasi atau pembelajaran pada siswa-siwa ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada Masyarakat ataupun siswa tentang pengenalan, manfaat ataupun dampak dalam menggunakan media sosial ataupun teknologi modern dalam system pembelajaran. Meningkatkan literasi digital siswa berdampak positif pada beberapa kemampuan Pertama, literasi digital yang baik meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Siswa dapat secara kritis menilai dan menganalisis informasi, memungkinkan mereka untuk membedakan antara argumen yang valid dan membuat keputusan berdasarkan data yang Selain itu, literasi digital meningkatkan proses penelitian. Siswa dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber daya digital yang relevan dan dapat diandalkan untuk tugas-tugas mereka. Ketiga, literasi digital meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan lingkungan kerja modern, membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan masa depan. Keempat, literasi digital memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi digital. berpartisipasi dalam diskusi online, siswa dapat berbagi ide, dan bekerja efektif dalam tim virtual. (Sena Kurniawan & Yuni Siti Sarah, 2. KESIMPULAN Literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis Dengan literasi digital yang baik, peserta didik dapat mengakses berbagai sumber belajar secara luas, memilah informasi yang kredibel, serta menggunakan teknologi secara efektif untuk mendukung pemahaman mereka. Guru juga dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik, seperti melalui presentasi digital, simulasi, video edukatif, serta platform pembelajaran daring. Integrasi teknologi meningkatkan kemampuan beradaptasi, keterlibatan, dan personalisasi dalam pengalaman belajar untuk setiap siswa, sehingga meningkatkan efektivitas dan retensi konten pendidikan yang disampaikan. Selain itu, literasi digital berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dengan mendorong keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta komunikasi berbasis Siswa yang memiliki literasi digital menunjukkan otonomi yang lebih besar dalam pencarian dan pemrosesan informasi, berpartisipasi aktif dalam diskusi online, dan berkolaborasi secara efisien dalam proyek-proyek berbasis teknologi. Keterampilan ini memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang materi dan secara bersamaan mempromosikan kemampuan pemecahan masalah dan kreatif yang penting yang relevan dengan konteks dunia nyata. Selain itu, memahami etika digital sangat penting bagi siswa untuk terlibat dengan teknologi secara bertanggung jawab, sehingga mengurangi konsekuensi negatif seperti plagiarisme dan penyebaran informasi yang salah. Untuk memastikan bahwa pembelajaran berbasis teknologi benar-benar berkualitas, diperlukan strategi peningkatan literasi digital yang menyeluruh. Sekolah dan lembaga pendidikan harus menerapkan program pelatihan untuk guru dan siswa yang menekankan pada penggunaan teknologi secara efektif. Selain itu, penting untuk menjamin akses yang adil terhadap perangkat digital dan internet. Langkah-langkah ini akan menjamin bahwa literasi digital akan meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, sekaligus mendorong lingkungan belajar yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan. Hal ini akan menghasilkan generasi yang lebih siap untuk menghadapi tantangan global melalui kompetensi digital yang DAFTAR PUSTAKA