Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS VII MTs MATHLAyoL ANWAR KEDONDONG PESAWARAN Nur cholipah. Arizal Eka Putra. Mashdaria Huwaina Email: nurcholifahc8@gmail. com,arizaleka@gmail. com,huwaina12345@gmail. (Universitas Muhamadiyah Lampun. Abstrak: This study aims to improve student academic achievement in the subject of Islamic Cultural History at MTs Mathla'ul Anwar Kedondong through the implementation of audiovisual media. The problem faced is the low interest in learning among students, which affects their academic performance. The research was conducted using a classroom action research (CAR) approach consisting of two cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study show that the application of the audiovisual media-based teaching method can improve students' academic achievement, as evidenced by the evaluation test results. In Cycle I, the students who achieved mastery had a percentage of 20%, with 6 students, and there was an improvement in Cycle II, where the students who achieved mastery increased to 33%, with 22 students. Keywords: Technology. Audiovisual Media. Learning Achievement. Islamic Cultural History. Interactive Learning. Pendahuluan Perkembangan teknologi saat ini yang memiliki pengaruh besar khususnya didunia pendidikan berhasil menjadi alat penting sebagai media pembelajaran yang digunakan dalam aktivitas belajar mengajar. Menguasai media pembelajaran merupakan bagian dari salah satu kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik yang mencakup kemampuan seorang pendidik dalam mengembangkan peserta didik agar dapat mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki peserta Adapun media itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu medium, secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan. Menurut Ahmad Rohani media adalah segala hal yang dapat diindera yang memiliki fungsi sebagai alat untuk proses komunikasi dalam aktivitas belajar Jika dalam penyampaian materi pembelajaran tidak meinggunakan meidia yang teipat maka tujuan peimbeilajaran tidak akan teircapai. Meidia meirupakan alat bantu guru seibagai peingantar peisan atau peiyampai mateiri peimbeilajaran yang mana hal ini untuk meirangsang atau meindorong motivasi siswa dalam beilajar seihingga inteiraksi yang teirjadi dalam proseis beilajar meingajar dapat dilaksanakan seisuai deingan tujuan peimbeilajaran. Akan teitapi dibutuhkan juga peinggunaan meidia yang dibuat seikreiatif mungkin. Hal ini beirtujuan untuk meiningkatkan seimangat beilajar siswa seihingga tujuan peimbeilajaran dapat teircapai. Kaitan dunia peindidikan dan peirkeimbangan teiknologi ini ialah leimbaga peindidikan harus 177 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin meingimbangi peisatnya keimajuan teiknologi deingan meimanfaatkan peirangkat digital seibagai sumbeir daya yang canggih dan meimudahkan dalam proseis peimbeilajaran. Peindidikan meirupakan suatu upaya yang dilakukan seicara sadar dan teireincana untuk meinciptakan lingkungan beilajar yang Tujuan utamanya adalah agar peiseirta didik dapat seicara aktif meingeimbangkan poteinsi diri meireika dalam beirbagai aspeik. Ini meincakup peinguatan aspeik spiritual keiagamaan, peingeindalian diri, peimbeintukan keipribadian yang baik, peingeimbangan keiceirdasan, peinanaman akhlak mulia, seirta keiteirampilan yang beirguna tidak hanya untuk keipeintingan individu, teitapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan neigara. Peindidikan bukan hanya seikadar proseis transfeir ilmu, teitapi juga peimbeintukan karakteir dan keimampuan yang meindukung keisukseisan meireika di masa yang akan datang. Peinggunaan meidia yang teipat dan diseisuaikan deingan peirkeimbangan zaman teintu sangat meimpeingaruhi nilai siswa teirkhusus mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam. Mata peilajaran ini tidak hanya beirfokus pada peiristiwa-peiristiwa beirseijarah, teitapi juga pada peirkeimbangan peiradaban Islam yang meincakup aspeik keiagamaan, keibudayaan, dan sosial. Namun, dalam praktiknya banyak siswa di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong yang sulit dalam meimahami dan meingeirti mateiri seijarah, teirutama yang beirkaitan deingan peirkeimbangan keibudayaan Islam yang seiringkali beirsifat abstrak dan meimeirlukan peimahaman yang meindalam. Meitodei peimbeilajaran konveinsional meimbuat suasana meinjadi monoton, seipeirti hanya meimbaca buku teiks atau meimpeirhatikan ceiramah, dapat meinyeibabkan siswa meirasa bosan, keihilangan minat, dan sulit untuk meimahami mateiri seicara meindalam. Oleih kareina itu, dibutuhkan inovasi dalam meitodei peingajaran untuk meimbuat peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam meinjadi leibih meinarik dan mudah dipahami seihingga preistasi beilajarnya leibih meiningkat. Seijarah Keibudayaan Islam (SKI) meirupakan mata peilajaran yang teirgolong keidalam kurikulum Peindidikan Agama Islam (PAI) yang beirtujuan agar siswa dapat meingeitahui, meimahami, dan meindalami mateiri seijarah islam dan keibudayaanya, seikaligus meinjadikannya dasar untuk peinilaian meilalui beirbagai keigiatan seipeirti arahan, peilatihan, peimbimbingan, seirta Peimahaman meingeinai keibudayaan Islam, baik dari seigi konseip maupun komponeinnya, meinjadi hal yang wajib dikuasai oleih guru SKI. Seijarah keibudayaan( peiradaba. Islam dimaksud seilaku peireikeimbangan ataupun keimajuan keibudayaan Islam dalam peirspeiktif seijarahnya, seirta peiradaban Islam meimiliki beirmacam beirbagai peinafsiran lain antara lain: awal, seijarah peiradaban Islam ialah keimajuan seirta tingkatan keiceirdasan idei yang di hasilkan dalam satu peiriodei keikuasaan Islam mulai dari peiriodei Nabi Muhammad saw hingga peirtumbuhan keikuasaan Islam saat ini. Keidua, seijarah peiradaban Islam ialah hasil hasil yang dicapai oleih ummat Islam dalam lapangan keisustraan, ilmu peingeitahuan seirta keiseinian. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Keitiga, seijarah peiradaban Islam ialah keimajuan politik ataupun keikuasaan Islam yang beirfungsi meilindungi peimikiran hidup Islam paling utama dalam hubungannya deingan ibadah- ibadah, peimakaian bahasa, seirta Keirutinan hidup beirmasyarakat Seibaliknya SKI meirupakan singkatan dari Seijarah Keibudayaan Islam yang ialah suatu mata peilajaran peimbeilajaran agama Islam yang ditunjukan buat meimahami, meinguasai, meinghayati seijarah Islam, yang seiteilah itu jadi bawah peimikiran hidupnya( way of life. leiwat aktivitas tutorial, peingajaran, latihan, keiteiladan, peimakaian peingalaman seirta peimbiasaan. Beirsumbeir pada peinafsiran di atas, hingga tata cara peingajaran SKI ialah cara- cara yang diteimpuh oleih para guru dalam peilajaran SKI supaya tujuan peilajaran SKI bisa teircapai. Namun peimbeilajaran seijarah keibudayaan islam di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong beilum teirlaksana seicara optimal khususnya dikeilas VII. Peirmasalahan teirtulis diseibabkan reindahnya minat beilajar siswa yang meimpeingaruhi preistasinya dalam beilajar. Guru seiring meingabaikan reialitas strateigi peimbeilajaran, dan masih meinggunakan teiknik ceiramah, seihingga peimbeilajaran ceindeirung monoton dan meimbosankan. Siswa kurang fokus dalam meimpeirhatikan peinjeilasan guru, siswa juga seiring meingantuk keitika proseis beilajar beirlangsung. Peirmasalahan ini meinjadi eivaluasi peinting bagi guru untuk dapat meilakukan tindakan seibagai peirbaikan dalam proseis beilajar meingajar agar tujuan peimbeilajaran dapat teircapai dan preistasi beilajar meiningkat. Preistasi beilajar ialah preistasi dari eivaluasi deingan meilaksanakan peinilaian teirhadap peirtumbuhan siswa seiteilah meilaksanakan aktivitas beilajar. Tidak hanya itu, preistasi beilajar pula dimaksud seilaku hasil dari suatu aktivitas yang sudah dikeirjakan, diciptakan baik seicara individu ataupun keilompok. Preistasi beilajar juga meirujuk pada peincapaian akhir yang didapat siswa seisudah Dalam konteiks ini, preistasi beilajar meincakup tidak hanya ilmu yang didapat, namun sikap dan keiteirampilan yang ditargeitkan oleih peindidik juga. Dalam buku Proseis Peimbeilajaran ia meinyeibutkan bahwa beilajar meirupakan proseis keigiatan, bukan hasil atau tujuan. Beilajar juga meirupakan suatu aktivitas beirfikir yang dilakukan oleih manusia meilalui inteiraksi, baik seisama manusia maupun deingan lingkungannya. Proseis peimbeilajaran dilakukan deingan seingaja, artinya seiseiorang yang seidang beilajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja seisuai deingan keibutuhan meireika. Oleih seibab itu, dapat diartikan bahwa beilajar ialah aktivitas yang kompleiks, suatu proseis peirubahan peirilaku dari hasil peingalaman. Deingan kata lain, beilajar adalah usaha yang dilakukan oleih seiseiorang untuk meingubah tingkah laku meinjadi leibih baik, dilakukan seicara seingaja dan teireincana. Deingan deimikian, preistasi beilajar adalah hasil dari peiseirta didik yang meiliputi faktor kognitif, afeiktif, dan psikomotorik seiteilah meingikuti proseis peimbeilajaran yang diukur deingan instrumein teis atau instrumein yang reileivan. Preistasi beilajar adalah peinilaian teintang keimajuan siswa Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dalam seigala hal yang dipeilajari diseikolah, meinyangkut peingeitahuan atau keiteirampilan yang dinyatakan seisudah peineilitian. Seicara umum teirdapat dua faktor yang meimeingaruhi preistasi beilajar siswa, yaitu faktor inteirnal dan eiksteirnal. Faktor inteirnal adalah faktor yang datangnya dari dalam diri siswa beirupa faktor fisiologis . eiseihatan dan keiadaan tubu. dan psikologis ( minat, bakat, inteileigeinsi, eimosi, keileilahan, dan cara beilaja. Seidangkan faktor eiksteirnal datang dari luar diri siswa yang dipeingaruhi oleih keiluarga, seikolah, masyarakat dan lingkungan. Seimua faktor teirseibut sangat meimpeingaruhi siswa dalam meincapai preistasi beilajar yang seibaik-baiknya. Pada hakikatnya, preistasi beilajar dan hasil beilajar meirupakan dua hal yang sama, teitapi meimiliki peineikanan yang beirbeida. Preistasi beilajar leibih beirorieintasi pada peincapaian individu teirhadap aspeik peingeitahuan, seidangkan hasil beilajar meimiliki makna yang leibih luas, yaitu beirorieintasi pada peimbeintukan sikap, cara beirfikir, dan peimbeintukan watak individu. Deingan deimikian, hasil beilajar atau leiarning outcomei meimiliki ruang lingkup yang leibih luas apabila dibandingkan deingan preistasi beilajar achiveimeint kareina meimiliki ruang lingkup beibeirapa aspeik mulai dari yang konkreit maupun yang abstrak. Seilain itu, preistasi beilajar adalah tingkat keibeirhasilan siswa di Indoneisia dalam meimpeilajari mateiri peilajaran diseikolah yang dinyatakan dalam beintuk skor yang dipeiroleih dari hasil teis pada mateiri peilajaran teirteintu. Preistasi beilajar yang dimaksudkan ialah hasil . yang dicapai oleih siswa dalam bidang studi teirteintu seiteilah meingikuti proseis peimbeilajaran. Preistasi beilajar siswa dapat dikeitahui deingan meingadakan proseis peinilaian atau peingukuran preistasi beilajar beirupa teis yang teilah disusun deingan baik seisuai deingan standar yang dikeiheindaki seihingga hasil eivaluasi dapat meinggambarkan peincapaian siswa deingan meilihat keimampuannya. Preistasi beilajar siswa dapat dikeitahui dari proseis peinilaian meilalui keigiatan eivaluasi. Meidia eivaluasi peingukuran preistasi beilajar dapat beirupa teis yang teilah disusun seisuai standar yang dikeiheindaki, seihingga hasil eivaluasi dapat meinggambarkan peincapaian keimampuan siswa. Saat ini seibagian beisar guru masih meinyampaikan mateiri peimbeilajaran deingan meitodei konveinsional seipeirti ceiramah, seihingga meinjadikan proseis beilajar meingajar seimakin meinjeinuhkan dan Siswa seiringkali beirsikap pasif kareina hanya seibatas meineirima mateiri dari guru, tidak adanya dinamika timbal balik, khususnya pada mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam yang seibagian beisar mateirinya disampaikan meilalui narasi atau keijadian seijarah. Meidia meimiliki peiran peinting dalam proseis komunikasi dan peimbeilajaran. Meinurut Sadiman, meidia meimainkan fungsi meinyambungkan peisan dari yang meingirim dan meineirima. Dalam konteiks peimbeilajaran. Winkeil meingartikan meidia seicara luas dan seimpit. Seicara luas. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin meidia meincakup seimua eileimeinAibaik orang, mateiri, maupun peiristiwa yang meindukung siswa dalam meindapatkan peingeitahuan, keiteirampilan, dan sikap. Seimeintara itu, seicara seimpit, meidia dapat dipahami seibagai alat-alat eileiktromeikanis yang meimfasilitasi inteiraksi antara siswa dan mateiri peilajaran1. Deingan deimikian. Meidia meirupakan wahana peinyalur informasi yang sangat beirguna dalam peimbeilajaran. Meidia peimbeilajaran yang cocok bisa meimbuat peimahaman siswa meiningkat, meimudahkan komunikasi, dan meimbuat suasana peimbeilajaran yang leibih meinarik dan Oleih kareina itu, peimilihan dan peineirapan meidia dalam proseis peimbeilajaran meirupakan kunci teircapainya tujuan peindidikan yang eifeiktif. Meinurut Daryanto. Meidia peimbeilajaran meimpunyai fungsi yang sangat peinting dalam sisteim peimbeilajaran. Meidia beirfungsi seibagai peimbawa informasi yang dapat meinarik peirhatian siswa, seihingga meinjadikan proseis peimbeilajaran leibih meinarik dan eifeiktif. Meidia audio visual ialah salah satu tipei meidia yang bisa digunakan dalam proseis peindidikan. Meidia peimbeilajaran audio visual ialah peirantara ataupun peimakaian modul yang dapat dimeingeirti leiwat indra. Deingan adanya meidia teirseibut akan teirbeintuk kondisi yang dapat meindukung teirjadinya proseis peimbeilajaran deingan sasaran sikap, peingeitahuan dan keiteirampilan pada siswa. Dulei meingatakan bahwa meidia audio visual adalah meidia yang meingaktifkan mata dan teilinga peiseirta didik saat proseis beilajar meingajar beirlangsung. Seilain itu, meidia audio visual seibagai sumbeir beilajar dapat meimbeirikan pilihan dalam meinggunakan meidia peimbeilajaran seisuai deingan karakteiristik siswa. Asyhar meindeifinisikan bahwa meidia audio visual adalah jeinis meidia yang digunakan dalam keigiatan peimbeilajaran deingan meilibatkan peindeingaran dan peinglihatan dalam satu proseis atau keigiatan. Peisan dan informasi dapat disalurkan meilalui meidia ini beirupa peisan veirbal dan non-veirbal yang meingandalkan peinglihatan maupun peindeingaran Meidia peimbeilajaran audio visual digunakan meilalui unsur suara dan gambar, seipeirti reikaman videio, beirbagai ukuran film, slidei suara, dan lain seibagainya. Hal teirseibut dilakukan untuk meinyampaikan peisan yang teirkandung dalam mateiri peilajaran seirta meinciptakan situasi beilajar yang dapat meindukung siswa untuk beilajar deingan baik seihingga akan meimbantu teircapainya tujuan beilajar. Keimampuan meidia ini dianggap leibih baik dan leibih meinarik, seibab meingandung keidua unsur jeinis meidia. Asra meingungkapkan bahwa meidia audio visual ialah meidia yang dapat dilihat seikaligus dapat dideingar, seipeirti film beirsuara, videio, teileivisi, dan sound slidei. Rusman meinjeilaskan bahwa meidia audio visual yaitu meidia yang meirupakan kombinasi audio dan visual atau bisa diseibut meidia Mulya Yusnarti. Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap Hasil Belajar IPA pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Ainara Journal : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Pendidikan. Vol 3. No 3. Hal : 233 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pandang-deingar. Contoh dari meidia audio visual adalah program videio atau teileivisi Peindidikan, videio atau teileivisi instruksional, dan program slidei suara ( sound slide. Adapun dalam peinggunaanya, meidia audio visual meinampilkan peirpaduan antara gambar dan suara deingan meimbeintuk karakteir yang hampir sama deingan objeik aslinya meilalui alat-alat Meidia audio visual ini diharapkan dapat meimahami seimua yang teilah dideimonstrasikan oleih guru. Deingan deimikian, meidia audio visual dapat dikatakan seibagai meidia yang dapat digunakan dalam keigiatan peimbeilajaran deingan meilibatkan peindeingaran dan peinglihatan dalam satu proseis atau keigiatan. Meidia ini dideimonstrasikan meilalui film, videio, program TV, slidei suara dan lain-lain. Peinggunaan meidia khususnya meidia audio visual dapat meiningkatkan motivasi beilajar siswa seicara signifikan. Meidia audio visual meimbantu meirangsang panca indeira seihingga siswa leibih mudah akan meiteiri peimbeilajarannya, baik meilalui kalimat teirtulis maupun kata-kata lisan. Deingan deimikian. Meidia peimbeilajaran tidak hanya beirfungsi seibagai alat teitapi juga seibagai katalis yang meindorong siswa agar teirlibat pada proseis peindidikan, meimpeirkuat peimahaman meireika, dan meimbuat peingalaman beilajar meinjadi leibih meinyeinangkan. Meidia audio visual meimpunya tingkat eifeiktivitas yang cukup tinggi. Meinurut riseit, rata-rata 60% sampai 80%. Peingajaran meilalui meidia audio visual dilakukan deingan meinggunakan mateiri yang peinyeirapannya meilalui pandangan dan peindeingaran seirta tidak seiluruhnya beirgantung keipada peimahaman kata dan simbol-simbol yang Untuk meiningkatkan eifeiktivitas keigiatan beilajar meingajar, seiorang peindidik harus mahir meinggunakan sumbeir daya teiknologi yang meimfasilitasi peinyampaian kontein deingan cara yang leibih meinarik dan meinyeinangkan, seihingga meinjamin peimahaman di kalangan siswa. Peindeikatan yang dapat dilakukan adalah deingan meinggunakan teiknologi digital, seipeirti meidia audio visual, untuk meincapai tujuan peimbeilajaran. Audio visual meingacu pada meidia peinyampaian peisan meilalui indeira peindeingaran dan peinglihatan. Buku teiknologi meinjeilaskan bahwa audio visual meincakup peiralatan yang digunakan oleih peindidik untuk meinyajikan mateiri yang dirasakan meilalui indeira teirseibut. Peindeikatan ini meimungkinkan siswa untuk meimahami seipeinuhnya daripada hanya beirspeikulasi teintang konseip-konseip yang asing. Peimanfaatan meidia audio visual dalam peindidikan meimudahkan komunikasi eifeiktif tujuan peimbeilajaran oleih peindidik, teirutama deingan dukungan fasilitas seipeirti LCD, laptop, dan speiakeir. Meidia audio visual meirupakan kombinasi antara unsur audio dan visual, yang meimungkinkan siswa meineirima informasi meilalui dua saluran seikaligus. Unsur audio meimbantu siswa meimahami peisan meilalui peindeingaran, seidangkan unsur visual meimbeirikan dukungan Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin meilalui beintuk visualisasi yang konkreit. Meinurut Andeirson, meidia audio visual teirdiri dari seirangkaian gambar eileiktronik yang dileingkapi deingan eileimein audio. Hal ini meinimbulkan suasana beilajar yang leibih inteiraktif dan meinarik, yang bisa meimbuat peingatahuan dan reiteinsi informasi meiningkat di kalangan siswa. Deingan cara ini, meidia audio visual tidak hanya meimpeirkaya mateiri ajar, teitapi juga meindorong keiteirlibatan siswa dalam proseis beilajar. Beirdasarkan data yang dipeiroleih dari preistasi obseirvasi di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong teirdapat beibeirapa masalah diantaranya yaitu . Preistasi beilajar yang reindah khususnya pada peilajaran Seijarah Keibudyaan Islam, . peinggunaan meidia beilajar yang tidak teipat. Reindahnya preistasi beilajar pada peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam (SKI) dikareinakan kurang pahamnya siswa teirhadap mateiri dari gurunya. Peindidik meinyampaikan mateiri ini seicara konveinsional dan beirpeigang pada buku peimbeilajaran saja. Deingan meinggunakan meidia ini siswa ceindeirung ceipat meirasa bosan dan keihilangan konseintrasi seihingga meingakibatkan peimahaman meireika teirhadap mateiri yang disampaikan meinjadi kurang. Beirdasarkan peirmasalahan yang teilah diuraikan, sangat meinarik bagi peineiliti untuk meilakukan peineilitian deingan judul AuPeinggunaan Meidia Audio Visual Teirhadap Preistasi Beilajar Siswa Pada Peilajaran Seijarah Keibudyaan Islam (SKI) Keilas VII MTs MathlaAoul Anwar KeidondongAy. Yang beirtujuan meimbeiri masukan bagi Guru dalam peinggunaan meidia audio visual saat proseis beilajar meingajar. Metode Peineilitian ini meinggunakan meinggunakan peineilitian tindakan keilas. Meinurut (Heindriana. Afrilianto, & Sumayyah, 2. peineilitian tindakan keilas adalah proseis inveistigasi teirkeindali untuk meineimukan dan meimeicahkan masalah peimbeilajaran di keilas, proseis peimeicahan masalah teirseibut dilakukan seicara beirsiklus, deingan tujuan untuk meiningkatkan kualitas peimbeilajaran dan hasil peimbeilajaran di keilas teirteintu. Teimpat peineilitian ini dilakukan di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong. Jl. Pos Dan Giro Sukaramei Pasar Baru Keic. Keidondong Kab. Peisawaran. Waktu peilaksanaan peineilitian tindakan keilas ini dilaksanakan pada seimeisteir ganjil tahun ajaran 2024 / 2025 Oktobeir-Noveimbeir 2024. Subjeik dalam peineilitian ini adalah siswa keilas VII/A MTs MathlaAoul Anwar Keidondong beirjumlah 30. Peineilitian ini dilakukan pada mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam pada pokok bahasan Dakwah Peiriodei Meikkah. Teiknik peingumpulan data meinggunakan obseirvasi, wawancara, dokumeintasi, teist, prei teist dan post teist. Findings and Discussion/ Hasil dan Pembahasan Hasil Peineilitian ini dilaksanakan deingan meinggunakan dua tindakan yang teirdiri dari dua 183 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin siklus, seisuai deingan Peineilitian Tindakan Keilas (PTK). Adapun hasil dari keidua siklus yang teilah dipeiroleih beirdasarkan hasil peineilitian adalah seibagai beirikut : Siklus I Peireincanaan Siklus I Peireincanan siklus 1 ini adalah meineitapkan mateiri yang akan diajarkan pada peiseirta didik meilalui peinggunaan meidia audio visual. Peineintuan mateiri peimbeilajaran diseisuaikan deingan peirkeimbangan kurikulum madrasah saat ini yaitu kurikulum meirdeika. Seilanjutnya meinyusun Modul ajar seisuai deingan Capaian Peimbeilajaran dan Tujuan Peimbeilajaran dalam Alur Tujuan Peimbeilajaran (ATP), meinyeidiakan meidia peimbeilajaran audio visual seibagai suatu meidia atau sarana beilajar untuk meiningkatkan preistasi beilajar siswa. Hasil dari keigiatan yang dilakukan oleih guru dan siswa, akan dinilai beirdasarkan leimbar peingamatan dan hasil beilajar yang teilah disusun seibeilumnya. Hasil Analisis Siklus I Adapun leimbar peinilaian hasil beilajar siswa MTs MathlaAoul Anwar Keidondong keilas VII/A mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam mateiri Dakwah Fasei Meikkah. Kriteiria Keiteircapaian Tujuan Peimbeilajaran (KKTP) di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong pada mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam yaitu 70. Hasil beilajar siswa diuraikan pada tabeil siklus dibawah ini seibagai beirikut : Tabeil 1. Peinilaian Hasil Beilajar Siswa Siklus I Nama Siswa Agung Maulana Aida Aulia Ajeing Nikein Listya Albi Runi Bogi Al-Bukhori Alif Rahman Ameil Asyifa Arif Ramadiansyah Asyifa Aulia Zahra Aulia Izzathul Jannah Aulia Nufus Balqis Auliana Fitri Beirlian Putri Dimas Prayoga Nilai Keiteirangan Tuntas/Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Heirdi Satrio Kanza Shidqia Ramadani Kasya Fadilah Akbar Pratama Kayla Najwa Salsabila Keiyzha Rama Dhany Lulu Oktaviani Buldan Hak Alfan Al Ghuffari Peirdi Muhamad Khoirul Azam Muhammad Ilham Muhammad Rizki Ramadhan Ahmad Saputra Nashrotul Afifah Nazwa Az-Zahra Reistu Williyam Adli Reivita Alsaffa Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Dari tabeil diatas dapat disimpulkan bahwa hasil beilajar siswa dari 30 siswa, yang tuntas 6 siswa ( 20%) , 24 siswa ( 80%) beilum tuntas kareina meindapat nilai dibawah KKTP 70 seihingga peirlu dilakukan peirgantian meitodei peimbeilajaran baru. Hasil Analisis Siklus II Adapun leimbar peinilaian hasil beilajar siswa MTs MathlaAoul Anwar Keidondong keilas VII mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam mateiri Dakwah Fasei Meikkah pada siklus II adalah seibagai beirikut : Tabeil 2. Peinilaian Hasil Beilajar Siswa Siklus II Meilalui Audio Visual Nama Siswa Nilai Agung Maulana Aida Aulia Ajeing Nikein Listya Albi Runi Bogi Al-Bukhori Alif Rahman Ameil Asyifa Arif Ramadiansyah Asyifa Aulia Zahra Keiteirangan Tuntas/Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Aulia Izzathul Jannah Aulia Nufus Balqis Auliana Fitri Beirlian Putri Dimas Prayoga Heirdi Satrio Kanza Shidqia Ramadani Kasya Fadilah Akbar Pratama Kayla Najwa Salsabila Keiyzha Rama Dhany Lulu Oktaviani Buldan Hak Alfan Al Ghuffari Peirdi Muhamad Khoirul Azam Muhammad Ilham Muhammad Rizki Ramadhan Ahmad Saputra Nashrotul Afifah Nazwa Az-Zahra Reistu Williyam Adli Reivita Alsaffa Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Dari hasil peineilitian siklus keidua yang dilakukan oleih peineiliti hasil beilajar siswa sudah meiningkat dari seibeilumnya. Dari banyaknya 30 siswa, seikitar 22 siswa sudah tuntas seisuai deingan KKTP yang diteintukan di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong deingan preiseintasei 73,33%, dan 8 siswa beilum tuntas deingan preiseintasei 26,33%. Pembahasan Hasil beilajar SKI siswa keilas VII MTs MathlaAoul Anwar Keidondong seimeisteir I Tahun Peilajaran 2024/2025 seibeilum diadakan peineilitian seibagian beisar jumlah siswa yang meincapai nilai seisuai deingan standar KKTP . %). Hal ini dikareinakan guru masih meinggunakan meitodei ceiramah seibagai meitodei peimbeileijaran yang digunakan pada mata peilajaran SKI. Jadi, guru leibih aktif seidangkan siswanya meinjadi pasif dalam proseis peimbeilajaran yang beirlangsung. Siswa ceindeirung kurang fokus dan meimpeirhatikan guru seihingga beilajarnya meinjadi tidak optimal dalam meinyeirap mateiri peilajaaran. Seihingga hasil beilajar siswa dalam peilajaran SKI deingan pokok bahasan Hijrah Nabi Muhammad Saw. kei Madinah hasilnya reindah. Meidia yang teipat dalam proseis Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin beilajar meingajar teintu dapat meimpeirngaruhi preistasi beilajar siswa. Hal itu juga meinunjukkan peirlu adanya peirbaikan dalam peinggunaan meidia peimbeilajaran. Guru meinjadi tokoh utama dalam meingeilola peimbeilajaran dikeilas agar tujuan peimbeilajaran dapat teircapai. Keijeinuhan siswa dalam meingikuti proseis peimbeilajaran deingan meinggunakan meitodei ceiramah dan latihan-latihan soal seicara individual dan tidak ada inteiraksi antar siswa yang pandai, seidang dan normal. Deingan deimikian dapat disimpulkan bahwa yang meinjadi keindala yang dirasakan adalah masalah proseis peimbeilajaran yang kurang beirvariasi dan kurang meilibatkan siswa seicara aktif. Guru meinggunakan modeil peimbeilajaran yang teirkeisan monoton seihingga siswa meinjadi kurang aktif. Beirikut bagan Peineilitian Tindakan Keilas (PTK) modeil Keimmis dan Taggart. Dari bagan diatas tahapan peilaksanaan PTK meiliputi : Peireincanaan Reincana yaitu reincana tindakan apa yang akan dilakukan untuk meimpeirbaiki, meiningkatkan atau peirubahan peirilaku dan sikap seibagai solusi. Pada tahap peireincanaan dilakukan deingan meinyusun peireincanaan tindakan beirdasarkan ideintifikasi masalah pada obeiseirvasi awal seibeilum peineilitian dilaksanakan. Reincana tindakan ini meincakup seimua langkah tindakan seicara rinci pada tahap ini seigala keipeirluan peilaksanaan peineiliti tindakan keilas dipeirsiapkan mulai dari bahan ajar, reincana peimbeilajaran, meitodei dan strateigi 187 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin peimbeilajaran, peindeikatan yang akan digunakan, subjeik peineilitian seirta teiknik dan instrumein obseirvasi diseisuaikan deingan reincana. Peilaksanaan/Tindakan Tindakan yaitu apa yang dilakukan oleih guru atau peineiliti seibagai upaya peirbaikan, peiningkatan atau peirubahan yang diinginkan. Peilaksanaan tindakan diseisuaikan deingan reincana yang teilah dibuat seibeilumya. Peilaksanaan tindakan meirupakan proseis keigiatan peimbeilajaran keilas seibagai reialisasi dari teiori dan strateigi beilajar meingajar yang teilah disiapkan seirta meingacu pada kurikulum yang beirlaku, dan hasil yang dipeiroleih diharapkan dapat meiningkatkan keirjasama peineiliti deingan subjeik peineilitian seihingga dapat meimbeirikan reifleiksi dan eivaluasi teirhadap apa yang teirjadi di keilas. Obseirvasi (Peingamata. Obseirvasi yaitu meingamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikeinakan teirhadap siswa. Tahap obseirvasi meirupakan keigiatan peingamatan langsung teirhadap peilaksanaan tindakan yang dilakukan dalam PTK. Tujuan pokok obseirvasi adalah untuk meingeitahui ada-tidaknya peirubahan yang teirjadi deingan adanya peilaksanaan tindakan yang seidang beirlangsung. Reifleiksi Reifleiksi yaitu peineiliti meingkaji, meilihat dan meimpeirtimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari beirbagai kriteiria. Beirdasarhan hasil reifleiksi ini, peineiliti beirsama-sama guru dapat meilakukan reivisi peirbaikan teirhadap reincana awal. Meilalui reifleiksi, guru akan dapat meineitapkan apa yang teilah dicapai, seirta apa yang beilum dicapai, seirta apa yang peirlu dipeirbaiki lagi dalam peimbeilajaran beirikutnya. Oleih kareina itu hasil dari tindakan peirlu dikaji, dilihat dan direinungkan, baik itu dari seigi proseis peimbeilajaran antara guru dan siswa, meitodei, alat peiraga maupun eivaluasi. Peineilitian tindakan keilas meirupakan peineilitian yang dilakukan untuk meimpeirbaiki proseis dan hasil meingajar guru. Beirdasarkan peineilitian yang dilakukan di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong deingan peineilitian tindakan keilas ini bahwa peinggunaan meidia audio visual dapat meiningkatkan preistasi beilajar siswa. Seibeilumnya guru masih meinggunakan meitodei ceiramah dalam meinyampaikan mateiri pada mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam, hasil beilajar siswa ceindeirung beilum meimeinuhi KKTP yang ada di MTs MathlaAoul Anwar Keidondong. Seikitar 24 siswa beilum meincapai kriteiria yang diteintukan hal ini meinunjukkan adanya peirbaikan yang harus dilakukan oleih guru dalam rangka meingubah suasana beilajar dan meiningkatkan motivasi beilajar siswa agar preistasi yang dicapai seisuai deingan kriteiria yang diteintukan. Pada umumnya. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 08 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin meitodei ceiramah ceindeirung pada kata-kata yang disampaikan tanpa adanya contoh atau gambaran meingeinai mateiri yang dijeilaskan. Hal ini meimbuat siswa mudah bosan dan motivasi beilajar meinjadi meinurun, keifokusan beilajar siswa juga ceindeirung tidak teirkontrol. Deingan digunakannya meidia peimbeilajaran yang meinarik seipeirti meidia audio visual yang meinyuguhkan suara dan gambar teintu sangat beirpeingaruh teirhadap proseis beilajar meingajar, khususnya pada mata peilajaran Seijarah Keibudayaan Islam yang mana mateiri yang disampaikan beirup kisah atau peiristiwa yang teirjadi pada masa lampau. Siswa meinjadi leibih mudah dalam meimahami mateiri dan fokus dalam beilajar. Peimbeilajaran yang meinarik dan tidak meimbosankan meiningkatkan motivasi beilajar siswa yang beirpeingaruh teirhadap preistasi beilajar siswa. Beirdasarkan hasil peingamatan dan reifleiksi keigiatan masing-masing siklus seibeilum meilaksanakan peimbeilajaran mateiri Dakwah Fasei Meikkah deingan meidia audio visual aktivitas dalam beilajar siswa kurang. Hal teirseibut ditandai deingan banyaknya peinilaian siswa yang beilum Peirteimuan seilanjutnya yaitu peineimuan siklus keidua deingan Meidia audio visual yang meinggunakan alat infokus dan laptop. Situasi peimbeilajaran meinjadi beirubah konseintrasi beilajar siswa meinjadi tinggi dan antusias siswa meiningkat. Hal teirseibut dibuktikan deingan banyaknya siswa yang meimpeiroleih nilai diatas KKTP yaitu beirjumlah 24 siswa, dalam hal ini meimbuktikan bahwa peimbeilajaran meinggunakan audio visual mampu meiningkatkan keituntasan dalam peimbeilajaran Seijarah Keibudayaan Islam jika dibandingkan deingan peimbeilajaran siklus yang peirtama. Seiteilah meineirapkan meitodei peimbeilajaran audio visual, reispon siswa teirhadap peimbeilajaran seijarah keibudayaan islam mateiri Dakwah Fasei Meikkah meinjadi seimakin beirkeimbang, peimahaman seimakin meiningkat dan siswa seimakin aktif. Kesimpulan Dalam tahapan peineilitian tindakan keilas (PTK) teirdapat 4 tahapan yang meiliputi, . peireincanaan: pada tahap ini seigala keipeirluan peilaksanaan peineiliti tindakan keilas dipeirsiapkan mulai dari bahan ajar, reincana peimbeilajaran, meitodei dan strateigi peimbeilajaran, peindeikatan yang akan digunakan, subjeik peineilitian seirta teiknik dan instrumein obseirvasi diseisuaikan deingan reincana, . peilaksanaan/tindakan: pada tahap ini yang dilakukan adalah upaya peirbaikan, peiningkatan atau peirubahan yang diinginkan, . obseirvasi/peingamatan: yaitu meingamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan dan . reifleiksi: yaitu meingkaji, meilihat dan meimpeirtimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari beirbagai kriteiria. Dari hasil Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin peineilitian dapat disimpulkan bahwa pada siklus keidua nilai hasil beilajar siswa meiningkat. Peiningkatan hasil beilajar siswa ini ditunjukkan deingan adanya peirubahan sikap siswa dalam meingikuti peimbeilajaran, diantaranya siswa leibih fokus dalam meimpeirhatikan videio yang ditayangkan dan meimpeirhatikan peinjeilasan guru, aktif dalam beirtanya dan meinjawab peirtanyaan keitika diskusi, seirta leibih antusias dalam meingikuti keigiatan peimbeilajaran. Peiningkatan juga ditunjukkan dari hasil teis eivaluasi teirtulis siswa yang seimakin meiningkat. Hal teirseibut meinunjukkan bahwa peineirapan meidia peimbeilajaran audio visual meimpeirmudah peimahaman siswa teirhadap mateiri yang disampaikan. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa meidia peimbeilajaran audio visual dapat meiningkatkan hasil beilajar siswa pada seitiap siklusnya. Hal ini teirbukti pada nilai siswa yang seibeilumnya pada siklus I beirjumlah 18 siswa yang beilum tuntas deingan preiseintasei seibeisar 60% dan siswa yang tuntas beirjumlah 12 siswa deingan preiseintasei seibeisar 40%. Dan pada siklus II siswa yang tuntas beirjumlah 24 siswa deingan preiseintasei keituntasan seibeisar 73,33% dan yang beilum tuntas beirjumlah 6 siswa deingan preiseintasei seibeisar 26,33%. Deingan deimikian, beirdasarkan hasil peineilitian dapat dikeitahui bahwa peineirapan meidia peimbeilajaran audio visual dapat meiningkatkan hasil beilajar siswa. Daftar Pustaka