Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 Menjaga Kesehatan Usaha UMKM dengan Menerapkan Tertib Pelaporan Keuangan Entis Haryadi1. Rita Wiji Wahyuningrum2. Denardo3. Rahmat4. Ngatono5. Saleh Dwiyatno6 1Keuangan dan Perbankan. Vokasi. Universitas Seragn Raya Jl. Raya Cilegon Drangong Serang - Banten Km. Taman. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 42162 2,4Manajemen Informatika. AMIK Serang Jl. KH Abdul Fatah Hasan No. Sumurpecung. Kec. Serang. Kota Serang. Banten 42118 3Politeknik Krakatau. Komplek Bonakarta Blok B07 Lantai 3. Jl. SA. Tirtayasa No. Masigit. Kec. Jombang. Kota Cilegon. Banten 42414 5,6Sistem Komputer. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Drangong Serang - Banten Km. Taman. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten Email entis_haryadi@yahoo. ABSTRAK Perkembangan jaman mengharuskan setiap pelaku UMKM untuk semakin kreatif dalam proses pelaksanaan usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Sumber Daya Manusia (SDM) UMKM dalam mengembangkan usahanya, memberikan informasi-informasi terkait dengan informasi bisnis dan manajemen kewirausahaan, menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor serta pemasaran melalui proses mentoring dan pembelajaran pembukuan sederhana. Pelatihan pembukuan sederhana diadakan di Rumah Bangkit Fafin Kota Serang Banten dengan jumlah peserta 36 orang. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian ini mendapat respon yang positif baik dari dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Serang maupun dari pelaku UMKM, karena telah mendapat pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahanya melalui pembukuan / pencatatan sederhana yang mudah diaplikasikan, ditambah dengan pemberian pelatihan aplikasi excel untuk membuat pembukuan sederhana kepada para peserta dari para mentor. Implikasi dari kegiatan PKM melalui mentoring pembukuan sederhana bagi UMKM adalah adanya kemampuan untuk memahami substansi berwirausaha dengan memperhatikan tata kelola yang baik, diantaranya adalah tata kelola keuangan dengan melakukan pengumpulan bukti transaksi, pencatatan serta menggolongkannya secara sistematis sehingga memudahkannya didalam mengetahui perkembangan usahanya. Kata kunci: Kewirausahaan. Pembukuan. UMKM. Sumber Daya Manusia ABSTRACT The development of the times requires every UMKM actor to be more creative in the process of business This activity aims to equip MSME Human Resources (HR) in developing their business, providing information related to business information and entrepreneurial management, facing business competition with competitors and marketing through the process of mentoring and learning simple bookkeeping. Simple bookkeeping training was held at Rumah Bangkit Fafin in Serang City. Banten with 36 participants. The results obtained in this service activity received a positive response from both the Cooperative and Micro Business Office of Serang City and from MSME actors, because they had gained knowledge and skills in running their business through simple bookkeeping / recording that was easy to apply, coupled with the provision of excel application training to make simple bookkeeping to the participants from the mentors. The implication of PKM activities through simple bookkeeping mentoring for MSMEs is the ability to understand the substance of entrepreneurship by paying attention to good governance, including financial governance by collecting transaction evidence, recording and classifying it systematically so that it makes it easier to know the development of their business. Keywords: Bookkeeping. Entrepreneurship. Human Resources. UMKM. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi dan penuntasan jumlah pengangguran, sekaligus juga dapat mendorong percepatan pembangunan daerah (Asep Risman & Mustaffa, 2. (Rusnawati. Rusdi. R, 2. (Suras et al. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menunjukan bahwa jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2019 adalah lebih kurang 66 juta unit, sedangkan jumlah usaha besar adalah 5. 637 unit. Pada periode tahun 2018-2019 menunjukan bahwa ada peningkatan jumlah unit usaha sebesar 1,98%, sedangkan persentase kenaikan untuk usaha besar hanya 1,58%. (Indonesia, 2018-2. Data tersebut menunjukan bahwa jumlah UMKM lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah usaha besar yang ada di Indonesia. Data ini membuktikan UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya menyumbangkan jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup tinggi (Novila Sari et al. , 2. Perkembangan jaman mengharuskan setiap pelaku UMKM untuk semakin kreatif dalam proses pelaksanaan usaha. Selain memperbaiki sistem penjualan. UMKM harus mempertimbangkan untuk mengembangkan produk baru sesuai kebutuhan konsumen (Muttaqien et al. Sebagaimana yang kita ketahui keberadaan UMKM sangatlah beragam di Indonesia termasuk juga di Kota Serang. Pengelolaan ketersediaan produk juga mudah karena banyaknya bahan baku di Indonesia (Setiyo Pemberdayaan terhadap UMKM di Kota Serang bergantung pada pemerintah. Peran pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah dalam hal pengembangan UMKM dilakukan dalam berbagai aspek, antara lain. Pendanaan. Fasilitas Sarana Dan Prasarana. Informasi Usaha. Kemitraan. Perijinan Usaha. Kesempatan Berusaha. Promosi Dagang Serta Dukungan Kelembagaan. Dari hasil diskusi dengan UMKM Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. HOFA. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot, salah satu permasalahan yang dialami oleh pelaku UMKM adalah belum adanya pelaporan keuangan dan pembukuan Karea itu sangat tepat jika UMKM di Kota Serang mendapatkan program mentoring atau pembelajaran pelaporan keuangan untuk memperjelas rencana keuangan bagi pelaku usaha mikro, mengendalikan saat terjadi perubahan, menghindari kesalahan penggunaan dana usaha dan pribadi, menyimpan keuangan, melakukan pengawasan atas biaya, menetapkan kebijaksanaan harga serta meramalkan rencana laba yang akan Gambar 1 menyajikan tim PkM berdiskusi dengan UMKM. Gambar 1. Tim PkM berdiskusi dengan UMKM Dalam menjalankan suatu bisnis, keuangan adalah ujung tombak usaha. Oleh sebab itu, pengelolaan keuangan, biaya dan anggaran yang bijak menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan Jika keuangan tidak dikelola dengan cermat, pemasukan dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan kebangkrutan. Manajemen dipelajari bagi pelaku UMKM yang ingin menggunakan uangnya seefektif dan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 Karena pergerakan transaksi bisnis selalu ditinjau dari segi finansial. Manajemen pengelolaan keuangan sangat menentukan langkah kedepan yang harus diambil oleh para pelaku UMKM. Pembukuan atau pelaporan keuangan usaha merupakan alat untuk mengetahui kesehatan usaha yang dijalankan dan untuk melihat kelayakan dan dasar pemberian kepercayaan kepada konsumen (Putri et al. , 2. Kesehatan usaha yang baik pasti memiliki manajemen keuangan yang tertib dan teratur disertai dengan disiplin dari pelaku UMKM. Tantangan ke depan akan semakin kompleks dan pelaku UMKM dituntut dapat menguasai dan memahami laporan akuntansi usaha, pengembangan produk hingga identifikasi pasar dan komunikasi pelanggan . Mentoring pelaporan keuangan bagi UMKM meningkatkan sumber daya manusia UMKM di Kota Serang. Harapannya pelaku usaha terlatih dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangan, dapat menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang sehat dan handal sehingga mampu mengembangkan usaha yang dikelolanya dan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha. Pembukuan atau pelaporan keuangan yang sistematis memiliki manfaat-manfaat, yaitu dapat memberikan informasi kas yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan usaha pada saat tertentu. Dengan kata lain, pembukuan penting untuk mendapatkan informasi keuangan Misalnya berapa laba yang diperoleh, berapa biaya yang digunakan untuk produksi, dan juga sebagai syarat bagi pelaku usaha untuk memperoleh pendanaan dari luar yaitu dari kredit perbankan atau lembaga non perbankan. UMKM rata-rata masih belum menerapkan pembukuan atau pencatatan. Hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan pelaku UMKM masih dibawah standard, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang akuntansi, adanya persepsi bahwa pembukuan tidak penting, dan persepsi bahwa pembukuan terlalu rumit untuk dilaksanakan. Para pelaku UMKM Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot ygan berlokasi di Kota Serang juga belum melakukan pembukuan atau pencatatan karena belum menyadari arti pentingnya manfaat pembukuan dan belum menyadari memungkinkan akan berkembang dengan baik jika mereka melakukan proses Berkaitan permasalahan tersebut, maka salah satu solusi yang dapat diberikan adalah mentoring Pembukuan Sederhana pada UMKM di Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot. Kegiatan membekali Sumber Daya Manusia (SDM) UMKM dalam mengembangkan usahanya, memberikan informasi-informasi terkait dengan informasi bisnis dan managemen kewirausahaan, menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor serta pemasaran pembelajaran pelaporan keuangan. METODE PELAKSANAAN Metode kegiatan PkM ini tersaji pada Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 Gambar 2. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM Alur metode yang tersaji pada gambar 1 dapat di jelaskan sebagai berikut: Tahap persiapan, merupakan tahapan yang memiliki tujuan mempersiapkan kegaitan agar mencapai tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Sistematis dari tahap ini telah diberikan pada gambar alur di atas, dimana semua tahapan saling terkait dan diakhiri dengan penyusunan usulan kegiatan. Tahap pelaksanaan, merupakan tahapan inti dari kegiatan PkM. Pada tahapan ini berisi penyampaian materi yang relevan Tahap pelaporan, merupakan tahapan akhir dari kegiatan ini dimana disusunnya laporan kegiatan yang selanjutnya dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh orang lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Mengembangkan usaha menjadi lebih besar dan maju merupakan impian pelaku UMKM. Dibalik semua tujuan dari para pewirausaha, hal yang terpenting ialah untuk membuat strategi perencanaan yang baik, pencatatan transaksi agar dapat diketahui keluar masuk arus kas. Hasil yang diperoleh dalam pelatihan pelaporan keuangan bagi pelaku UMKM Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. HOFA, dan Zahratul Bontot adalah masyarakat dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memisahkan keuangan pribadi dengan usaha. Para pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya melalui pelaporan keuangan yang baik dan Sebab dana / uang dan atau manajemen keuangan bagi pelaku UMKM adalah jantungnya usaha, dimana dalam menjalankan usaha menjadi salah satu kesuksesan suatu usaha (Setiyo et al. Dengan manajemen yang baik maka akan diperoleh laba . yang jelas, dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat. Pelaporan keuangan yang sistematis memiliki beberapa manfaat, yaitu dapat memberikan informasi terkait kas keluar masuk dan menjadi sarana bagi kepercayaan pihak lain seperti perbankan dan lembaga akses permodalan lainnya, mitra bisnis maupun pemerintah selaku pemegang otoritas utama pelaksanaan program pemberdayaan UMKM. Materi yang disiapkan dalam pelatihan pelaporan keuangan, yaitu . Motivasi kewirausahaan, perlunya mengetahui siklus usaha dan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan usaha agar pelaku usaha mudah menganalisis hasil . Metode pencatatan, mulai dari laporan arus kas yang menjelaskan tentang jumlah penerimaan dan pengeluaran uang, laporan laba rugi yang menjelaskan informasi tentang aktivitas bisnis usaha misalnya penjualan, beban, dan laba atau rugi, laporan perubahan modal yang berfungsi menggambarkan peningkatan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 atau penurunan aktiva / kekayaan selama periode akuntansi pelaku usaha yang bersangkutan. Neraca yang berfungsi menjelaskan nilai asset, kewajiban dan modal usaha pada suatu tanggal tertentu. Latihan soal praktek pembukuan Selain itu, kegiatan mentoring ini terjadi dua arah dengan adanya sesi diskusi. Secara khusus hasil kegiatan mentoring dapat memberikan nulai-nilai manfaat sebagai berikut: Pelaku UMKM lebih termotivasi dan sangat membutuhkan para mentor bisnis sehingga dapat membantu dalam menertibkan pencatatan / pembukuan yang pada akhirnya dapat merubah sikap dan perilaku pelaku UMKM dalam hal pentingnya pelaporan keuangan dalam proses bisnis. Jika dilakukan dengan senang dan penuh tanggung pembukuan sederhana tidak mengalami Dengan diberikannya materi dan menggunakan aplikasi Ms Excel pada kegiatan mentoring akan memudahkan pelaku UMKM dalam inputing datadata dari bukti-buti transaksi keuangan sehingga menambah semangat pelaku UMKM untuk belajar lebih lanjut. Pembukuan mudah dilakukan meskipun tidak memiliki pengetahuan tentang sistem akuntansi. Peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif untuk pengeluaran usaha serta memahami bahwa harta pribadi harus dipisahkan dari harta usaha, sehingga hasil dari usaha dapat diketahui dengan segera mengendalikan penggunaan atas uang tunai dan harta perusahaan secara tidak pencatatan / pembukuan. Informasi-informasi tersebut mulai di pahami pelaku UMKM pada proses mentoring dimana peserta langsung praktik membuat pelaporan keuangan secara sederhana dari usaha pribadinya Pada sesi diskusi berjalan sangat santai dan penuh antusias secara berkelompok membuat catatan-catatan keuangannya dengan soal yang telah diberikan mentor. Tahapan dalam kegiatan mentoring sebagai berikut: Tahap I Ae Persiapan Pada tahap ini dimulai dengan tahap persiapan yang merupakan pra kegiatan. Tahap Persiapan koordinasi dengan UMKM Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. HOFA. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot sekaligus dilakukan pengamatan terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Pengamatan dimulai dengan melihat potensi problematika UMKM dalam tata kelola bisnis pada saat penanaman dasar-dasar kewirausahaan. Kegiatan persiapan tersaji pada gambar 3. Gambar 3. Diskusi persiapan kegiatan implementasi pelatihan pelaporan Pada tahap persiapan ini dilaksanakan observasi, dan wawancara secara langsung dengan pelaku UMKM Rumah Bangkit Fafin. Akar Pinang. HOFA. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot, hal ini permasalahan inti pada pelaku UMKM. Persiapan mengumpulkan bahan materi yang akan disampaikan kepada para pelaku UMKM keuangan serta hal apa saja yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan mentoring agar menjadi lebih efektif. Tahap II Ae Pelaksanaan Pada tahapan ini dilakukan mentoring diaplikasikan oleh pelaku UMKM Rumah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 Bangkit Fafin. Akar Pinang. HOFA. Sambel Pecel Bu Lina, dan Zahratul Bontot. Pada proses pelaksanaan ini diharapkan para peserta dapat mengetahui pentingnya pencatatan / pembukuan serta memahami cara pencatatan yang benar dengan cara manual agar pelaku UMKM dapat memahami substansi penyelesaian sistem pelaporan yang dapat dipertanggung jawabkan, memiliki persepsi yang tepat terkait perbedaan pelaporan keuangan dengan sistem akuntansi. Pada tahap ini, peserta diberikan modul dan materi tentang pencatatan keuangan sederhana yang seharusnya dilakukan para pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk keuangan usaha mereka agar tidak tercampur antara keuangan pribadi / keluarga dengan keuangan usaha sehingga dapat mengetahui potret perkembangan Pelatihan pelaporan keuangan diadakan di Rumah Bangkit Fafin dengan peserta 36 Dalam proses pelaksanaan para peserta diberikan modul yang berisikan materi latihan pelaporan keuangan yang diawali dengan penyampaian tujuan dan motivasi berwirausaha, dan praktek melaksanakan pembukuan usaha dari soalsoal yang diberikan mentor. Kegiatan pelatihan pelaporan keuangan tersaji pada Tahap i Ae Pelaporan Pada tahap pelaporan sekaligus dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan mentoring pelaporan keuangan bagi pelaku UMKM yang telah selesai diadakan di Rumah Bangkit Fafin, maka tim pelaksana PkM melakukan monitoring presentasi para peserta yang telah mengerjakan soal atau tugas kelompok. Pada gambar 6 tersaji kegiatan peserta pelatihan sedang mengerjakan soal-soal latihan pelaporan keuangan yang diberikan oleh mentor. Gambar 4. Kegiatan pelatihan pelaporan keuangan UMKM Gambar 5. Kegiatan peserta pelatihan sedang mengerjakan soal-soal latihan Para peserta menyelesaikan soal-soal pembukuan, dengan membuat jurnal dari transaksi-transaksi, laporan rugi laba dan Pada tahapan ini mentor melakukan monitoring dan evaluasi atas persepsi dan pemahaman peserta dalam Dengan kesimpulan bahwa peserta telah mengikuti dengan semangat dan memahami terhadap substansi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN: 3063-4849 kegiatan, permasalahan dan bagaimana membuat solusi atas permasalahan dalam bidang pelaporan keuangan dengan melaksanakan pembukuan sederhana, pembukuan sederhana dari mentor. Selanjutnya mendengarkan cerita dari pelaku UMKM mengenai hambatan dan kesulitan yang KESIMPULAN Pelaporan keuangan merupakan pencatatan transaksi keuangan yang Pencatatan keuangan yang sistematis memiliki manfaat untuk mengetahui posisi keuangan pelaku UMKM pada periode pengumpulan bukti-bukti transasksi sehingga dapat memberikan informasi keuangan dari hasil usaha peserta kegiatan yang telah menjalankan fungsi sebagai pewirasuaha, akan tetapi masih dalam tahapan tata kelola keuangan yang konvensional. Dalam kegiatan PkM yang mengambil tema mentoring pelaporan keuangan bagi UMKM ini sangat memberikan kontribusi yang sangat baik bagi pengembangan usaha UMKM. Kegiatan PkM ini mendapat respon yang positif dari pelaku UMKM, karena telah mendapat pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahanya melalui pelaporan keuangan yang mudah diaplikasikan, ditambah dengan pemberian insentif software pembukuan sederhana kepada para peserta dari para mentor. Implikasi dari kegiatan PKM melalui mentoring pelaporan keuangan bagi UMKM adalah adanya kemampuan untuk memahami substansi berwirausaha dengan memperhatikan tata kelola yang baik, diantaranya adalah tata kelola keuangan dengan melakukan pencatatan serta menggolongkannya perkembangan usaha. Berdasarkan kesimpulan di atas, tim PkM masih meningkatkan motivasi pelaku UMKM untuk tetap disiplin dalam tata kelola keuangan usaha. Hal ini dikarenakan tata kelola keuangan menjadi unsur penting untuk mengetahui progress usaha UMKM. Ibarat tubuh manusia. Aujantungnya usahaAy dimana jika modal usaha sudah berhenti dan tidak Proses pencatatan keuangan usaha akan memperjelas perkembangan usaha yang dijalankan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada LPPM Universitas Serang Raya. LPPM AMIK Serang dan LPPM Politeknik Krakatau, serta Kelompok 25 KKM UNSERA 2025 atas support dan dukungannya dalam kegiatan PkM ini. DAFTAR PUSTAKA