Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kompetensi Pekerja di Era Digital pada Kelompok UMKM Pemula KEDU EMAS di Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Augus Hasanudin Harapan1. Tantri2. Tito Arrya Gaotama3. Adam Miftahul Fahri4. Reza Kiki Ananda5. Mukrodi6. Wahyudi7 Universitas Pamulang. Indonesia augusbb88@gmail. com1, tantri10969@gmail. com2, titoarga. edu@gmail. miftahul@gmail. com4, kikireza18@gmail. com5, dosen00560@unpam. dosen00716@unpam. Submitted: 12th April 2024 | Edited: 24th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Harapan. Tantri. Gaotama. Fahri. Ananda. Mukrodi, , & Wahyudi. Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kompetensi Pekerja di Era Digital pada Kelompok UMKM Pemula KEDU EMAS di Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 294-303. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberika judul AuPenerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kompetensi Pekerja di Era Digital pada Kelompok UMKM Pemula KEDU EMAS di Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Provinsi BantenAy. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2024 dan diikuti oleh 22 orang mahasiswa dan 6 orang dosen pendamping Universitas Pamulang. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan ilmu manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki dalam era digital saat ini di UMKM KEDU EMAS. Kecamatan Kelapa Dua. Metode yang diterapkan antara lain survey, penyampaian materi langsung, serta konsultasi dan diskusi mengenai penerapan dan pengelolaan sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM KEDU EMAS mengenai pengelolaan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam upaya mengembangkan usaha masyarakat Kecamatan Kelapa Dua. Kata Kunci: Manajemen. Manajemen Sumber Daya Manusia. UMKM. KEDU EMAS. Kecamatan Kelapa Dua ABSTRACT This community service activity is entitled AuApplication of Human Resource Management in Improving Worker Competencies in the Digital Age at the KEDU EMAS Starter MSME Group in Kelapa Dua District. Tangerang Regency. Banten ProvinceAy. This activity was carried out on Sunday. July 14, 2024 and was attended by 22 students and 6 Pamulang University assistant The general objective of this community service activity is the application of human resource management knowledge to improve competencies in the current digital era in KEDU EMAS MSMEs. Kelapa Dua District. The methods applied include surveys, direct material delivery, as well as consultation and discussion regarding the application and management of human resources. This community service activity succeeded in providing an understanding to KEDU EMAS MSME players regarding the management, training and development of human resources in an effort to develop community businesses in Kelapa Dua District. Keywords: Management. Human Resource Management. UMKM. KEDU EMAS. Kelapa Dua Sub-district Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Sumber daya manusia adalah kekayaan dan aset utama suatu perusahaan, dan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan Maka pendapat (Dewi et al. , 2. Manajemen sumber daya manusia (HRM) yang relevan dengan pengelolaan SDM di berbagai organisasi, dari rekrutmen, seleksi, pengembangan, hingga kompensasi dan evaluasi kinerja. Bagaimanapun majunya teknologi pada saat ini yang mampu menggantikan peran tenaga kerja manusia, sumber daya manusia masih sangat penting karena manusia yang berkedudukan sebagai karyawan, buruh atau pekerja. Karenanya (Hamsal et , 2. berpendapat, sumber daya manusia perlu dikelola berdasarkan aspek - aspek penting seperti pelatihan dalam pemanfaatan digital dalam sebuah usaha UKM dikarenakan dapat meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugasnya dan terdorong dalam memberikan kemampuan terbaik yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Pelatihan yang diarahkan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang tugas dan keterampilan yang diperlukan yang akan meningkatkan kemampuan operasional dan menciptakan kepuasan. (Tanjung & Arifudin, 2. , menjelaskan pelatihan sebagai proses yang bertujuan memberikan meningkatkan keterampilan, perilaku, pengetahuan, dan kemampuannya. (Alomoush & Alkhozahe, 2. pelatihan adalah adalah cara memotivasi dan meningkatkan keterampilan kerja, termasuk nasihat dengan pemberian konseling pada perilaku karyawan dan menindaklanjuti dengan adanya pengadaan training. (Wang et al. , 2. pelatihan ialah aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam mengembangkan kompetensi serta keahlian pegawai, guna mencapai keberhasilan organisasi atau instansi tersebut. (Merdiani, 2. Pelatihan adalah fasilitas yang atau lembaga untuk mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan atau individu terkait pekerjaan. Digital representasi data dalam bentuk angka atau digit, yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks, mulai dari teknologi informasi, komunikasi, hingga industri dan seni. Menurut (Colbert et al. , 2. Era digital adalah zaman yang serba digital, dimana setiap orang bisa saling melakukan komunikasi dengan makin dekat walaupun terhalang (Basu et al. , 2. , (Febriyantoro & Arisandi, 2. Teknologi Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. mengubah dimensi dan sektor seperti komunikasi, pendidikan, pekerjaan, politik, budaya, administrasi, bisnis, dan sains. (Colbert et al. , 2. Teknologi digital membentuk kembali strategi bisnis tradisional untuk memungkinkan pekerjaan dilakukan melintasi batas waktu, jarak, dan fungsi. (Jayabalan et al. , 2. Teknologi digital memainkan peran yang semakin menonjol. UMKM adalah manajemen efisien pada setiap Perusahaan membutuhkan sistem manajemen yang sesuai dengan konteks dan lingkungannya. UMKM perlu merumuskan alat ukur yang baik / efektif untuk mencapai kinerja yang diinginkan. Alat ukur tersebut dilakukan melalui sistem manajemen kinerja dalam sebuah siklus berkesinambungan. Maka menurut (Respatiningsih, 2. pelu adanya langkah - langkah yang perlu dilakukan seperti menetapkan rencana strategis, menetapkan indikator kinerja. Serta pendapat (Febriyantoro & Arisandi, 2. , (Nurman et al. , 2. dan (Syarifah et al. , 2. UMKM di Indonesia terus didorong oleh pemerintah, agar mampu terus berkembang dan menembus bukan hanya pada pasar nasional tetapi juga pasar internasional. Di tengah kemajuan teknologi merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan modern, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu Setiap inovasi diciptakan untuk membawa manfaat positif, menawarkan banyak kemudahan dan cara baru dalam beraktifitas dari sudut pandang kehidupan Khususnya di bidang teknologi, masyarakat telah menikmati banyak manfaat dari inovasi-inovasi yang lahir dalam satu dekade terakhir. Manfaat internet semakin dirasakan oleh para penggunanya yang tidak lepas dari dunia internet ini. Misalnya, pemasar online, blogger, dan sekarang toko online semakin banyak di mata konsumen yang mencari produk tertentu. UMKM juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan usaha besar yaitu inovasi yang mudah terjadi dalam pengembangan produk, kemampuan menyerap tenaga kerja cukup banyak, fleksibilitas dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang cepat lebih baik dibandingkan usaha besar. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominf. mengumumkan jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 82 juta orang. Dengan pencapaian tersebut. Indonesia menduduki peringkat ke-8 dunia (Kominfo, 2. Perkembangan teknologi saat ini telah menunjukkan banyak kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dalam bidang kehidupan yang diuntungkan dengan adanya teknologi ini sendiri Kehadirannya telah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. mempengaruhi kehidupan masyarakat secara signifikan dari berbagai perspektif dan Begitu pula dengan teknologi komunikasi, yang merupakan perangkat keras struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan orang mengumpulkan, mengolah, dan bertukar informasi. Salah satu kekuatan ekonomi yang menopang perekonomian negara dan kekuatan ekonomi daerah Indonesia adalah keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di era digital ini, peluang bagi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang semakin terbuka lebar. Pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Namun, masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk mengembangkan usahanya. Hal ini menyebabkan daya saing UMKM masih rendah dan belum mampu menembus pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan UMKM KEDU EMAS untuk meningkatkan daya saing serta pelayanan yang baik. Upaya pemberdayaan ini dapat dilakukan melalui berbagai program, seperti : Pelatihan dan edukasi tentang pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan kualitas pelayanan produk melalui pelatihan serta pendampingan. Dari analisis situasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan peningkatan kompetensi UMKM KEDU EMAS sangat dibutuhkan agar dapat diterapkan pada usaha yang sedang dijalankan. METODE Kami melakukan segala persiapan yang terkait dengan materi, bahan dan alat sesuai dengan tema secara baik. Hasil persiapan tersebut dimaksudkan agar materi tersampaikan dengan mudah dimengerti serta dipahami oleh Kelompok UMKM KEDU EMAS di Kecamatan Kelapa Dua. Kabupaten Tangerang. Provinsi Banten. Untuk melaksanakan program PKM ini, prosedur kerjanya prosedur kerja yang dilakukan sebagai berikut : Tahap Persiapan Tahap persiapan yang dilakukan meliputi : Survei awal. Pada tahap ini dilakukan survei lokasi pada Kelompok UMKM KEDU EMAS yang berlokasi di Kecamatan Kelapa Dua. Kabupaten Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Observasi. Setelah survei maka ditentukan pelaksanaan dan sasaran peserta Rapat Koordinasi Tim. Pada tahap ini rapat mengenai pembagian tugas, membuat jadwal pelaksanaan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai evaluasi dan penyusunan laporan. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi merupakan penilaian setelah rangkaian kegiatan dilakukan oleh pelaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Evaluasi ini bisa berupa perbaikan atau saran untuk pelaksanaan kegiatan lebih baik lagi dan kelanjutan menjadi binaan kampus Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan Program Partisipasi mitra dalam pelaksanaan program PKM ini sangat kooperatif dengan memberikan ijin kepada tim untuk melaksanaankan pengabdian pada Kelompok UMKM KEDU EMAS, memberikan keterangan baik berupa informasi atau data-data yang dibutuhkan sampai rencana pelaksanaan berupa kegiatan pelatihan/pendampingan dapat berjalan. Realisasi Pemecahan Masalah Realisasi pemecahan masalah dalam Pengabdian Kepada Masyarakat di pelaku UMKM Pemula KEDU EMAS. Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang - Banten ini, mengahasilkan beberapa hal yang dapat di laksanakan oleh para Mahasiswa pasccasarjana antara lain: Dari tiga puluh empat peserta pelaku UMKM yang datang telah diketahui kebutuhan kompetensinya untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Kedepannya mungkin dapat dilakukan pemenuhan akan kompetensi-kompetensi tersebut untuk dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan pada kelompok UMKM KEDU EMAS Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang - Banten. Pada Pengabdian Kepada Masyarakat selanjutnya akan dipantau kelanjutan akan pengembangan kompetensi masing-masing pelaku UMKM apakah akan terus melakukan perencanaan pengembangan kompetensi bagi diri sendiri dan Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dalam Pengabdian Kepada Msyarakat ini adalah Kelompok UMKM KEDU EMAS yang berada di wilayah Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Banten. Kami berharap dengan adanya pelatihan dan pendampingan terkait Pengembangan Kompetensi di era Digital ini akan memberikan pengetahuan kepada para pelaku UMKM tentang pentingnya Pengembangan Kompetensi pada era digital termasuk proses prencanaan pengembagan kompetensi yang sederhana di era digital. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku UMKM pengembagan kompetensi yang nantinya akan berimbas kepada terpenuhinya kompetensi para pelaku UMKM pada Kelompok UMKM KEDU EMAS yang berada di wilayah Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Banten. Tempat Waktu Tempat. Sasaran dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan adalah sebagai berikut : Tempat Kegiatan : Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Banten Sasaran Kegiatan : Kelompok UMKM KEDU EMAS Hari/Tanggal : Minggu / 14 Juli 2024 Waktu : Jam 08. 00 Ae 13. PEMBAHASAN Selama program pengabdian masyarakat yang dilakukan pada kelompok UMKM KEDU EMAS di Kecamatan Kelapa Dua. Tangerang. Banten, dilakukan beberapa langkah identifikasi, evaluasi, dan intervensi terkait kompetensi pelaku UMKM dalam pelayanan terhadap konsumen, perencanaan pelatihan, serta dampak pendampingan dan pelatihan terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Berdasarkan data yang ditemukan, mayoritas pelaku UMKM di kelompok ini mengelola produk makanan dan minuman, dengan beberapa yang menjual souvenir kerajinan kayu. Pelaku UMKM KEDU EMAS menunjukkan beragam tingkat kompetensi dalam pelayanan konsumen. Sebagian besar memiliki dasar kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan dan memahami kebutuhan pelanggan, namun ada kesenjangan dalam dimensi keandalan . dan daya tanggap . Contoh konkret ditemukan pada pelaku UMKM yang belum konsisten dalam merespons keluhan atau pertanyaan pelanggan dengan cepat dan akurat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemahaman tentang pentingnya pelayanan, implementasi praktisnya belum optimal. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dari hasil wawancara dan tanya jawab, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan secara sistematis. Mereka cenderung mengikuti pelatihan yang tersedia tanpa analisis kebutuhan spesifik. Berdasarkan temuan ini, dilakukan workshop untuk membantu pelaku UMKM mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang relevan dengan profil usaha mereka dengan menggunakan tools sederhana untuk merencanakan pelatihan yang mereka butuhkan. Dalam workshop ini, pelaku UMKM dilatih untuk melakukan analisis SWOT sederhana (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. guna mengenali kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal yang mempengaruhi usaha mereka sehingga dapat mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan dan dituangkan dalam sebuah form perencanaan pengembangan kompetensi. Selain itu para pelaku UMKM juga bertanya terkait risiko yang bisa timbul dalam dunia bisnis, bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber dengan menjelaskan bagaimana bisa mengatasi risiko dalam bisnis, dimana memerlukan pemahaman yang baik tentang potensi risiko dan cara mengelolanya. Pelaku UMKM diajarkan tentang pentingnya diversifikasi produk, menjaga kualitas, serta membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan pemasok. Selain itu, disarankan untuk membuat rencana cadangan . ontingency pla. untuk menghadapi situasi darurat. Dalam hal peningkatan pelayanan bagaimana cara untuk bisa lebih dalam memberikan pelayanan, untuk meningkatkan pelayanan, pelaku UMKM harus fokus pada dimensi kualitas pelayanan seperti yang dijelaskan oleh Parasuraman. Zeithaml, dan Berry . Pelaku UMKM diajarkan untuk meningkatkan keandalan dalam memenuhi janji kepada pelanggan, meningkatkan daya tanggap dengan merespons permintaan pelanggan secara cepat dan tepat, serta memastikan bahwa semua interaksi dengan pelanggan penuh dengan jaminan dan empati. Implementasi teknologi seperti penggunaan sistem CRM (Customer Relationship Managemen. juga dapat membantu dalam memantau dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Setelah dilakukan evaluasi, hasilnya menunjukkan bahwa pelaku UMKM KEDU EMAS memiliki kompetensi dasar dalam pelayanan konsumen, tetapi perlu pengembangan lebih lanjut dalam hal keandalan dan daya tanggap. Mengacu pada teori kualitas pelayanan oleh Parasuraman. Zeithaml, dan Berry . , ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat dimensi reliability dan responsiveness. Pelaku UMKM Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. harus dilatih untuk menjaga konsistensi dalam memenuhi janji kepada pelanggan dan meningkatkan kecepatan serta ketepatan dalam merespons permintaan pelanggan. Pelaku UMKM KEDU EMAS merencanakan dan menyusun program pelatihan yang terstruktur. Sebagaimana dijelaskan oleh McConnell . , analisis kebutuhan pelatihan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan menentukan prioritas Hasil workshop menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, pelaku UMKM mampu melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan menyusun rencana pelatihan yang sesuai dengan profil usaha mereka. Perencanaan yang sistematis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelatihan. Pelaksanaan pendampingan dan pelatihan telah memberikan hasil positif, tetapi keberlanjutan dan konsistensi dalam penerapan hasil pelatihan adalah tantangan yang harus dihadapi. Berdasarkan teori pembelajaran sosial oleh Bandura . , konsistensi dalam penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan sangat penting untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, program monitoring dan evaluasi harus diterapkan untuk memastikan pelaku UMKM tetap konsisten dalam menerapkan hasil pelatihan. Implementasi sistem evaluasi berkala akan membantu memantau kemajuan dan memberikan umpan balik yang diperlukan untuk KESIMPULAN Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat pada Kelompok UMKM Pemula KEDU EMAS kecamatan Kelapa Dua. Tangerang Banten dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut: Pelaku UMKM KEDU EMAS telah menunjukkan kemampuan dasar dalam Namun, menunjukkan adanya kesenjangan dalam dimensi keandalan . dan daya tanggap . Keterampilan ini sangat penting untuk memberikan pelayanan yang konsisten dan cepat tanggap, yang mana merupakan indikator utama dari kualitas pelayanan yang baik. Berdasarkan temuan, sebagian besar pelaku UMKM belum secara sistematis mengidentifikasi kebutuhan pelatihan mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. banyak pelatihan yang diikuti tidak selalu relevan dengan kebutuhan spesifik Melalui workshop yang dilakukan, pelaku UMKM diajarkan untuk melakukan analisis SWOT sederhana guna mengenali kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal yang mempengaruhi usaha mereka. Pendekatan ini membantu mereka merencanakan pelatihan yang lebih terfokus dan efektif. Pendampingan dan pelatihan yang diberikan selama program pengabdian ini telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan pelaku UMKM. Setelah mengikuti pelatihan, banyak pelaku UMKM melaporkan peningkatan dalam kemampuan merespons pelanggan dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, pemanfaatan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan dan mempromosikan produk mereka telah meningkat, yang secara langsung berdampak pada perluasan jangkauan pasar Meskipun pendampingan dan pelatihan memberikan hasil yang positif, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan keberlanjutan dan konsistensi dalam penerapan hasil pelatihan. Tanpa adanya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, hasil pelatihan dapat menjadi kurang efektif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan program monitoring dan evaluasi yang sistematis untuk memastikan pelaku UMKM tetap konsisten dalam menerapkan hasil DAFTAR PUSTAKA