Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Pemberian Salad Buah Berpengaruh terhadap Penuruanan Tekanan Darah Pasien Stroke dengan Hipertensi Risya Ahriyasna. Framsiliza Fauzi*. Tika Dwita Adfar Universitas Perintis Indonesia. Sumatera Barat. Indonesia Article Information : Received 21 March 2022. Accepted: 29 June 2022. Published online 30 June 2022 *Corresponding author : framsilizafauzi@gmail. ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyakit degeneratif penyebab kecacatan nomor satu dan kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Prevalensi Hipertensi juga mengalami kenaikan setiap tahunnya dan menjadi penyumbang 17,5 juta kasus stroke di dunia. Data Riskesdas menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 adalah 34,11%, dan di Provinsi Sumatera Barat sebesar 25,16%. Penderita hipertensi antara lain merokok, diet rendah serat, konsumsi garam berlebih, kurang aktifitas fisik, berat badan berlebih, konsumsi alkohol, dan dislipidemia. Konsumsi kalium memiliki efek terhadap tekanan darah. sumber kalium bisa didapatkan pada konsumsi sayur dan buah Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian salad . isang, alpukat, pepaya, yogur. terhadap perubahan tekanan darah pasien stroke dengan hipertensi. Penelitian ini bersifat eksperimen semu . uasi eksperime. dengan desain one group pretest posttest. Sampel penelitian adalah pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Otak DR. Drs. Hatta Bukittinggi. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling, jumlah responden didapatkan sebanyak 30 orang responden. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Data yang dikumpulkan adalah data tekanan darah responden sebelum dan sesudah intervensi dengan menggunakan alat ukur tensimeter. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, umur 40-64 tahun dan IMT normal, tingkat pendidikan SMA. Sebagian besar responden perempuan bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sebagian besar responden mendapatkan diet rendah garam I. Rata-rata tekanan darah responden sebelum intervensi adalah 165,67/95 mmHg. Rata-rata tekanan darah setelah intervensi adalah 131/80,33 mmHg. Ada perbedaan yang signifikan setelah pemberian salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. terhadap perubahan tekanan darah responden p < 0,05 Kata Kunci : salad buah, stroke, hipertensi, pisang, alpukat, pepaya ABSTRACT Stroke is one of the number one degenerative diseases that cause disability and death number three in the world after heart disease and cancer. The prevalence of hypertension also increases every year and contributes to 17. 5 million stroke cases in the world. Riskesdas data shows the prevalence of hypertension in Indonesia in 2018 was 34. 11%, and in West Sumatra Province at 25. This study aims to see of giving salads . A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 avocado, papaya, yogur. on changes in blood pressure of stroke patients with hypertension. This research is quasi experiment with the design of one group pretest posttest. The samples were patients in the inpatient room of Rumah Sakit Otak DR. Drs. Hatta Bukittinggi. Sampling was conducted by Purposive Sampling, the number of respondents was obtained as many as 30 respondents. Data processing is done with the Wilcoxon test. The data collected is the blood pressure data of respondents before and after the intervention using a tensimeter measuring device. The results showed most of the respondents were male, aged 40-64 years and normal BMI, high school education level. Most of the female respondents worked as housewives and most of the respondents got a low-salt diet I. The average blood pressure of respondents before the intervention was 67/95 mmHg. The average blood pressure after intervention was 131/80. 33 mmHg. There was a significant difference after giving fruit salads . ananas, avocado, papaya, yogur. to changes in respondents' blood . < 0,. Keywords : fruit salad, stroke, hypertension, banana, avocado, papaya PENDAHULUAN Stroke adalah salah satu contoh penyakit degeneratif yang merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke adalah kerusakan pada otak yang muncul mendadak, progresif, dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak non Gangguan tersebut secara mendadak menimbulkan gejala antara lain kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas . , perubahan kesadaran, gangguan Gangguan menelan, dan lainlain (Kemenkes RI, 2013. Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah mengakibatkan naiknya tekanan darah diatas normal yaitu diatas 140/90 mmHg (Endang Triyanto, 2. Hipertensi atau tekanan darah tinggi mengakibatkan adanya gangguan aliran darah dimana diameter pembuluh darah akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang. Dengan berkurangnya aliran darah ke otak, otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa, lama kelamaan jaringan otak akan mati (Neneng Getreda Sufmela, 2. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa setiap tahunnya terdapat 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5 juta menyebabkan kematian. Sekitar 70% kasus stroke dan 87% kematian dan disabilitas akibat penyakit stroke terjadi pada negara berpendapatan rendah dan menengah (Kemenkes RI. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 kejadian stroke pada penduduk umur Ou15 tahun di Indonesia adalah 10,8% atau diperkirakan 326 orang. Prevelensi penyakit stroke di Sumatera Barat adalah sebesar 12,2% . 200 oran. Data WHO menunjukkan prevalensi hipertensi secara global adalah 22% dari total penduduk dunia. Sedangkan untuk wilayah Asia Tenggara di urutan ketiga dengan prevalensi 25% dari total penduduk (Kemenkes RI, 2. Data Riskesdas menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 adalah 34,11%, dan di Provinsi Sumatera Barat kejadiaan hipertensi terjadi sebesar 25,16%. Berdasarkan data pasien stroke rawat inap di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M Hatta Bukittinggi pada tahun 2020 sebanyak 2425 orang, dengan persentase stroke iskemik 80,98% . 4 oran. dan stroke Hemoragic sebesar 19,01% . Menurunkan tekanan darah dapat dilakukan dengan mengurangi asupan garam, memperbanyak serat meperbanyak asupan kalium. Buah dan sayur yang mengandung kalium tinggi dan natrium rendah akan mampu mempertahankan tekanan darah pada batas normal . Kandungan kalium dalam 100 gr antara lain pisang 450 mg, alpukat 278 mg dan pepaya 221 mg. Kalium Penyajian buah dan sayur dapat dilakukan dalam bentuk segar atau olahan seperti salad. Selain konsumsi buah dan sayuran yang tinggi kalium, pengaturan menu untuk menurunkan tekanan darah juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi yogurt (Mustofa et al. , 2. Peptida bioaktif pada yogurt dapat menghambat Enzim Konversi Angiotensin (EKA) A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 sehingga peningkatan tekanan darah dapat dihambat sehingga jumlah angiotensin II yang dihasilkan akan menurun (Charisma et al. , 2. Hasil penelitian Pratiwi tahun 2019 menunjukkan ada pengaruh pemberian puding AuPIKAYAAy yang mengandung kalium dan serat terhadap perubahan tekanan darah sampel, dengan perbedaan tekanan darah sampel sebelum dan setelah intervensi 20,33/13,67 mmHg. Penelitian Charisma . tentang pemberian yogurt 250 ml selama 14 hari pada ibu hamil didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tekanan darah setelah diberi yogurt . %). Penelitian Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian yogurt terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan i dengan hipertensi. Sariningsih . menyatakan bahwa buah pokat berpotensi mencegah dan mengurangi hipertensi (Sariningsih. , 2018. Yusra 2. Hasil penelitian Yulianti . menyatakan bahawa pisang berpengaruh terhadap tekanan darah lansia hipertensi (Yulianti, 2. Beda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah memberikan intervensi salad buah . epaya, pisang, alpukat, yogur. pada pasien Stroke. Diet stroke pada Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M Hatta Bukittinggi pada saat ini masih difokuskan pada diet rendah garam yaitu dengan mengurangi asupan natrium yang terdapat dalam makanan pasien dan belum asupan kalium. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian salad buah . epaya, pisang, alpukat, yogur. terhadap perubahan tekanan darah pasien stroke dengan hipertensi. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat eksperimen semu . uasi eksperime. dengan desain one group pretest posttest. Pengukuran tekanan darah pasien dilakukan sebelum dan sesudah diberikan salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. Pemberian salad buah dilakukan selama 5 hari. Pengukuran tekanan darah pasien dilakukan pada pagi hari sebelum pemberian salad buah hari pertama dan pada siang hari pada hari ke 5 setelah diberikan salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. Selama penelitian responden hanya mengkonsumsi diet yang diberikan dari rumah sakit yaitu diet rendah garam I dan rendah garam II dalam bentuk makanan lunak dan makanan biasa dengan jumlah kalori yang sama. Populasi dari penelitian ini adalah jumlah pasien stroke rawat inap bulan September sampai Desember 2021, dan sampel diambil menggunakan rumus analitis kategoriknumerik berpasangan (Dahlan, 2. Berdasarkan didapatkan sampel sebanyak 30 orang yang merupakan pasien stroke dengan Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mempertimbangkan kriteria bersedia menjadi responden. Usia 30 Ae 64 tahun, pasien stroke dengan hipertensi yaitu dengan tekanan darah Ou 140/90 mmHg, mengkonsumsi jenis obat hipertensi dan dosis obat yang sama, mendapatkan diet rendah garam I dan rendah garam II, tidak menderita penyakit lain. Data disajikan secara deskriptif untuk melihat gambaran umum responden, tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Uji normalitas terhadap data tekanan darah sebelum dan berdistribusi tidak normal sehingga uji statistik dilakukan menggunakan wilcoxon sign rank test dengan p < 0,05. Penelitian ini telah disetujui secara etik oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Perintis Indonesia No. 164/KEPK. F1/ETIK/2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum responden dilihat berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 1. Grafik 1 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden . ,3 %) berjenis kelamin laki-laki. Hasil ini sejalan dengan faktor risiko hipertensi dimana jenis kelamin laki-laki mempunyai risiko sekitar dibandingkan dengan perempuan karena laki-laki diduga memiliki gaya hidup yang A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 cenderung meningkatkan tekanan darah (Kemenkes RI, 2013. Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat pada grafik 2. Jenis Kelamin Palembang Tahun 2017 diketahui bahwa responden yang menderita hipertensi dengan kategori umur tua . %) dan jenis kelamin laki laki sebanyak 53,3%. Gambaran umum responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada grafik Tingkat Pendidikan Laki-laki Laki-laki Perempuan Grafik 1. Jenis Kelamin Pasien Stroke dengan Hipertensi Grafik 2 menunjukkan bahwa pada umur 30 Ae 49 tahun lebih banyak responden berjenis kelamin perempuan . ,4 %) dan kategori umur 50 Ae 64 tahun lebih banyak berjenis kelamin laki-laki . ,9 %). Dengan bertambahnya umur, risiko terkena hipertensi menjadi lebih besar. Kejadian hipertensi banyak terjadi pada kelompok usia lanjut > 55 tahun. Pada usia lanjut hipertensi terutama ditemukan hanya berupa kenaikan tekanan darah sistolik. Kejadian ini disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar (Kemenkes RI, 2013. Kategori Umur Rendah Laki-laki Tinggi Grafik 3. Tingkat Pendidikan Pasien Stroke dengan Hipertensi Grafik 3 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden berjenis kelamin lakilaki rendah . ,5 %) dan tingkat pendidikan responden berjenis kelamin perempuan adalah tinggi . ,8 %). Tingkat pendidikan secara tidak langsung juga mempengaruhi Tingkat berpengaruh terhadap gaya hidup yaitu pola makan yang salah, merokok, konsumsi alkohol dan aktivitas fisik (Kemenkes RI. Gambaran umum responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Perempuan Perempuan Jenis Pekerjaan 30 - 49 tahun 50 - 64 tahun Grafik 2. Kategori Umur Pasien Strok dengan Hipertensi Hasil penelitian (Aristoteles, 2. korelasi umur dan jenis kelamin dengan penyakit hipertensi di emergency center unit Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Laki-laki Perempuan 20 10,5 5,3 1 5,30 Grafik 4. Jenis Pekerjaan Pasien Stroke dengan Hipertensi Grafik pekerjaan responden berjenis kelamin laki- A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 laki sebagian besar adalah petani . ,8 %) dan responden berjenis kelamin perempuan sebagai Ibu rumah tangga . ,8 %). Distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori IMT dapat dilihat pada grafik 5. Grafik 5 menunjukkan bahwa kategori IMT responden adalah normal dengan laki-laki . ,9 %) dan perempuan . ,6 %). Kategori IMT Laki-laki Perempuan 5,3 9,1 Normal Overweight Obesitas Grafik 5. Kategori IMT Pasien Stroke dengan Hipertensi Diet responden pada penelitian ini dikelompokkan berdasarkan tekanan darah sistolik awal pasien yakni, diet rendah garam II dengan tekanan darah 150 mmHg, dan diet rendah garam I dengan tekanan darah Ou 160 mmHg dapat dilihat pada grafik Grafik 6 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden . %) mendapatkan diet rendah garam I. Jenis diet Rendah Garam II Rendah Garam I Grafik 6. Jenis Diet Pasien Stroke dengan Hipertensi Sebelum pemberian intervensi kepada responden terlebih dahulu dilakukan pengukuran tekanan darah. Hasil rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum intervensi dapat dilihat pada tabel Tabel 1 menujukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik responden sebelum intervensi 165,67 mmHg dengan standar deviasi 16,121 dan rata-rata tekanan darah diastolik responden sebelum intervensi 95 mmHg dengan standar deviasi 7,768. Menurut Joint National Committee on Prevention. Detection. Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC) rata Ae rata tekanan darah responden sebelum intervensi termasuk kategori hipertensi stadium II (Kemenkes RI, 2013. Tekanan pemberian intervensi merupakan tekanan darah yang diukur pada hari terakhir penelitian, yaitu pada hari ke lima setelah pasien mengonsumsi salad buah. Tekanan Darah Responden Setelah Intervensi dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik responden setelah intervensi sebesar 131 mmHg dengan standar deviasi 10,28 dan rata-rata tekanan darah Tabel 1 menunjukkan bahwa ratarata tekanan darah sistolik responden setelah intervensi sebesar 131 mmHg dengan standar deviasi 10,28 dan rata-rata tekanan darah diastolik responden setelah intervensi sebesar 80,33 mmHg dengan standar deviasi 6,149. Menurut JNC rata Ae rata tekanan darah responden setelah intervensi termasuk kategori hipertensi prehipertensi (Kemenkes RI, 2013. Selama menghabiskan salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. 100%, karena peneliti mengkonsumsi salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. Selain itu selama penelitian responden mendapatkan diet rendah garam dan tidak mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit. Responden mengkonsumsi obat anti hipertensi yang sama yaitu, amlodipine dosis 10 mg. Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik responden setelah pemberian salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. lebih rendah dari tekanan darah sistolik sebelum pemberian intervensi dengan median tekanan darah sistolik sebelum 160 mmHg menjadi 130 mmHg. Tekanan darah diastolik responden juga mengalami penurunan dari sebelum dilakukan intervensi dengan median A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 Tabel 1. Rata-Rata Tekanan Darah Pasien Stroke dengan Hipertensi Sebelum dan Sesudah Intervensi . Variabel Mean Median Min Max Sebelum Intervensi Tekanan darah sistolik . 165,67 16,121 Tekanan darah diastolik . 7,768 Sesudah Intervensi Tekanan darah sistolik . 10,28 Tekanan darah diastolik . 80,33 6,149 tekanan darah diastolik sebelum 100 mmHg menjadi 80 mmHg. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 . < 0,. maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sistolik sebelum dan setelah Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 . < 0,. maka dapat disimpulkan juga terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan setelah Penelitian (Ina MutmaAoinah. Mohammad Jaelani, 2. hasil adanya pengaruh tekanan darah sistolik pada responden yang diberikan smoothies kombinasi buah dan sayur yabg diberikan selama 23 hari dengan p = 0,025. Pengukuran tekanan darah pasien dilakukan pada pagi dan siang hari. Pengukuran tekanan darah sebelum intervensi dilakukan 30 menit setelah responden mengkonsumsi sarapan pagi dan obat. Pengukuran tekanan darah mengkonsumsi makan siang dan sebelum mengkonsumsi obat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi bias hasil pengukuran tekanan darah responden. Perubahan tekanan darah sistolik pasien pada pagi hari pertama sampai hari kelima mengalami perubahan yaitu dari 165,67 mmHg menjadi 132 mmHg, tekanan darah diastolik pasien juga mengalami perubahan dari hari pertama sampai hari kelima yaitu dari 95 mmHg. Pada pengukuran siang hari, perubahan tekanan darah pasien naik sistolik dan diastolik juga mengalami perubahan. Rata-rata tekanan darah sistolik pasien pada hari pertama pengukuran 159 mmHg menjadi 131 mmHg pada hari kelima dan rata-rata tekanan darah sistolik pada siang perubahan dari 91,33 mmHg menjadi 80,33 mmHg. Angka Kecukupan Gizi (AKG) asupan kalium untuk dewasa yaitu 4700 mg/ hari. Salad buah . isang, alpukat, yogur. diharapkan dapat menurunkan tekanan darah karena bahan makanan yang digunakan mengandung kalium sebesar 531 mg. Dimana satu porsi dari salad buah yang dikonsumsi pasien sudah dapat memenuhi 11% kebutuhan kalium pada dewasa 30 Ae 60 tahun. Selama 5 hari penelitian responden mengahabiskan salad buah . isang, alpukad alpukat, pepaya, yogur. yang diberikan, dan hanya mengkonsumsi makanan yang diberikan dari rumah sakit. Pengaturan diet rendah garam dan pemberian salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. pada responden diharapkan dapat membantu penurunan tekanan darah. Pembatasan konsumsi natrium dan peningkatan asupan kalium dapat mempengaruhi penurunan tekanan Penelitian (Febby Endra Dwi Anggara, 2. menunjukan kejadian hipertensi lebih banyak diderita oleh responden yang sering mengkonsumsi asupan natrium . ,3%) dan responden dengan asupan kaliumnya jarang . ,7%). Penelitian (Atun et al. , 2. bahwa asupan natrium tinggi, rasio kalium dan natrium tingginya tekanan darah. Kandungan kalium yang terdapat di dalam salad buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. memiliki efek terhadap tekanan Mekanisme kerja kalium dalam menurunkan tekanan darah yaitu kalium menyebabkan vasodilatasi sehingga terjadi meningkatkan curah jantung, kalium juga sebagai diuretik sehingga pengeluaran natrium dan cairan meningkat, kalium menghambat pelepasan renin sehingga angiotensin, kalium dapat mengatur saraf perifer dan sentral yang mempengaruhi A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 9 . 2022 : 53-60 Tabel 2. Pengaruh Pemberian Salad Buah (Pisang. Alpukat. Pepaya. Yogur. Terhadap Perubahan Tekanan Darah . Variabel Tekanan darah Sebelum Sistolik Sesudah Sebelum Tekanan darah Diastolik Sesudah MedianASD 160A17,905 130A10,289 100A7,768 80A6,149 tekanan darah (Ramadhian & Hasibuan. Hasil penelitian Candra Karisma & Wahyu Wakhida responden yang mengkonsumsi yogurt secara teratur dan mau megatur pola nutrisi . iet gara. dapat menurunkan tekanan darah lebih cepat dibandingkan dengan responden yang mengkonsumsi yogurt tidak teratur dan tidak didampingi diet Hasil penelitian Pratiwi . pemberian pudding AuPIKAYAAy sebanyak 135 gr yang diberikan selama 7 hari berturut-turut kepada responden dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan Selain itu penelitian Harmiati . menunjukkan bahwa terdapat hubungan pemeberian buah dan sayur terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi Harmiati . KESIMPULAN Gambaran umum responden berjenis kelamin laki-laki, berumur 50 Ae 64 tahun, responden laki-laki pendidikan terakhir SMP, responden perempuan pendidikan terakhir SMA, responden laki-laki bekerja sebagai petani dan responden perempuan bekerja sebagai ibu rumah tangga, kategori IMT normal dan diberikan diet rendah garam I. Rata-rata tekanan darah responden sebelum diberikan salad buah buah . isang, alpukat, pepaya, yogur. adalah termasuk dalam hipertensi stadium II dan rata-rata tekanan darah setelah diberikan salad buah buah . isang, alpukat. Ada signifikan setelah pemberian salad buah buah . isang 40 gr, alpukat 60 gr, papaya 60 gr, yogurt 20 g. dengan nilai gizi kalium sebanyak 539,2 mg selama 5 hari pemberian terhadap perubahan tekanan darah responden. Salad buah . isang, alpukat, pepaya dan yogur. dapat diberikan kepada pasien stroke dengan Min Max p value 0,000 0,000 membantu meningkatkan asupan kalium. REFERENSI