AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 STRATEGI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN (Studi kasus di MTS Nurul Islam Airbakoma. Ahmad Sayuti Institut Agama Islam An-Nur Lampung Email: ahmasdayuti903@gmail. Informasi Naskah Diterima: 3 Maret 2021 Revisi: 02 April 2021 Terbit: 19 April 2021 Abstrak Manajemen kurikulum adalah kegiatan pengaturan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi agar program pendidikan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dari latar belakang diatas penulis merumuskan judul AuStrategi Manajemen Kurikulum Dalam Peningkatan Kualitas Pendidika. Ay Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana problem manajemen kurikulum dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MTS Nurul Islam Airbakoman dan bagaimana strategi manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTS Nurul Islam Airbakoman. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa datadata yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat Hasil dari penelitian yang penulis lakukan diketahui bahwasanya problem manajemen kurikulum dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MTS Nurul Islam Airbakoman adalah kurangnya alokasi waktu, jumlah siswa dalam satu kelas terlalu banyak, dan kurangnya sarana prasarana pendidikan. Kata Kunci: Strategi, manajemen, kurikulum. Kualitas pendidikan PENDAHULUAN Manajemen dalam arti mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, teratur dan tuntas merupakan hal yang sangat penting karena suatu hal apapun tanpa proses manajemen maka hasilnya juga akan kurang baik, sebaliknya sesulit dan sebesar apapun suatu hal apabila diproses dengan manajemen yang baik maka bisa dipastikan akan berhasil dengan baik, efektif dan efisien. Telah dijelaskan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional 2003 bahwa yang dimaksud pendidikan adalah AuUsaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan Wahyu Bagja Sulfemi. AManajemen Kurikulum Di SekolahA, 2019. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan atas pernyataan tujuan pendidikan diatas, untuk mencapai suatu pendidikan yang baik dan berkualitas sebagaimana yang tersurat dalam UUSPN tersebut maka perlu adanya sebuah manajemen yang baik terutama dalam bidang kurikulum yang akan diajarkan kepada anak didik baik mengenai tujuan, isi atau bahan ajar, pelaksanaan serta evaluasi dari kurikulum. Manajemen kurikulum adalah kegiatan pengaturan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pelaksanaan, dan pengawasan atau evaluasi agar program pendidikan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah Karena sifat-sifatnya yang tidak formal dan tidak mempunyai rancangan yang konkrit dan adakalanya tidak disadari, maka Manajemen dalam bidang pendidikan di lembaga sekolah memang sangat urgen dan perlu ditingkatkan profesionalismenya agar proses pendidikan berjalan lancar dan berhasil sesuai dengan cita-cita masyarakat dan Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang, mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan kurikulum formal yang bersifat tertulis. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak, hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Kurikulum adalah niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah. Dan melihat pengertian diatas kurikulum merupakan program pendidikan yang telah diatur dan direncanakan secara sistematis dan mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan. KERANGKA TEORI Manajemen Kurikulum Pengertian Manajemen Kurikulum Manajemen kurikulum merupakan salah satu bagian dari manajemen pendidikan. Sebelum lebih jauh berbicara tentang manajemen kurikulum, maka terlebih dahulu akan dijelaskan tentang pengertian manajemen itu sendiri. Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Manajemen bisa diartikan sebagai seni, ilmu dan profesi. Follet mengartikan Aumanajemen sebagai seni, karena untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, seorang manajer harus bisa mengatur dan menggerakkan orang untuk melakukan tugas-tugasnyaAy. Dikatakan sebagai ilmu oleh Gulick karena Aumanajemen dipandang sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami dan bagaimana orang Dikatakan suatu profesi karena untuk menjadi manajer seseorang membutuhkan keahlian khusus dan profesionalAy Pandangan yang lebih umum tentang pengertian manajemen menurut Johnson adalah bahwa Aumanajemen adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuanAy. Yang dimaksud sumber-sumber disini adalah mencakup orang-orang, alat, media, barang. Awaluddin Tjalla. APotret Mutu Pendidikan Indonesia Ditinjau Dari Hasil-Hasil Studi InternasionalA, 2010. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 uang dan sarana yang akan diserahkan dan dikoordinasikan agar terpusat dalam rangka penyelesaian tujuan. Pengertian diatas memberikan gambaran bahwasanya manajemen merupakan bagian yang cukup penting dalam pendidikan karena didalamnya terdapat sebuah proses memadukan sumber-sumber belajar yang terdiri dari berbagai aspek mulai dari guru sebagai fasilitator, peserta didik, bahan pelajaran, buku maupun media sebagai alat bantu yang digunakan untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Rangkaian Proses Manajemen Kurikulum Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi manajemen kurikulum adalah meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan atau Maka rangkaian proses manajemen kurikulum di lembaga pendidikan cakupannya hampir sama dengan cakupan manajemen secara umum Para ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang fungsi dari manajemen. Namun pada dasarnya fungsi dari manajemen adalah: perencanaan . , pengorganisasian . , penggerakan . , dan pengawasan . Kualitas Pendidikan Kata kualitas menurut Dahlan Al-Barry dalam kamus modern bahasa Indonesia adalah AkualitetA . AmutuA . baik buruknya suatu barang. Seperti halnya yang dikutip oleh Quraish Shihab bahwasanya kualitas adalah Aubaik buruknya sesuatu atau mutu sesuatuAy Kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dan faktor-faktor input agar mendapatkan output yang setinggi-tingginya. Jadi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar sehingga dapat mengikuti bahkan menjadi pelopor dalam pembaharuan dan perubahan dengan cara memberdayakan sumbersumber pendidikan secara optimal melalui pembelajaran yang baik dan kondusif. Sekolah yang mampu menanamkan wawasan lingkungan dan sistem nilai yang merefleksi sosial kultural religius yang khas Indonesia yang bermuatan pada pemahaman konsep diri atau percaya diri. Sekolah yang mampu menjalin kelangsungan hubungan kemitraan yang harmonis dan sehat antara kepala sekolah yang accountable secara administratif dan akademik. Peningkatan kualitas pendidikan sangat penting artinya bagi kehidupan manusia khususnya dilingkungan pendidikan itu sendiri, untuk Mengimbangi perubahan dan kemajuan di berbagai bidang misalnya: bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, sosial budaya dan lain sebagainya. Peningkatan kualitas pendidikan terjadi karena adanya pengaruh yang saling memperkuat yang akhirnya melahirkan sesuatu yang baru. Peningkatan pendidikan yang terjadi karena adanya suatu yang mendorong yang berasal dari masyarakat itu sendiri, tetapi dapat pula dari luar misalnya karena adanya pengaruh kebudayaan asing. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan perubahan pendidikan yang berdasarkan atas usaha-usaha sadar, terencana dan berpola dalam pendidikan untuk mengarahkan sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi dan tuntutan zamannya. Ibrahim Nasbi. AManajemen Kurikulum: Sebuah Kajian TeoritisA. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1. Andi Warisno and Z A Tabrani. AThe Local Wisdom and Purpose of Tahlilan TraditionA. Advanced Science Letters, 24. , 7082Ae86. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Dalam kerangka berpikir ini tugas peningkatan kualitas pendidikan adalah memecahkan masalah- masalah yang dijumpai dalam dunia pendidikan itu sendiri dengan Titik pangkal peningkatan kualitas pendidikan adalah masalah pendidikan yang aktual yang secara sistematis akan dipecahkan secara inovatif. Cara yang inovatif dimaksudkan adalah segala cara pemecahan yang terpilih dan secara nyata mampu memecahkan masalah yang timbul. Salah satu hal yang sedikit banyak mempengaruhi kemajuan pendidikan adalah masyarakat, terutama orang tua siswa, sebab tanpa adanya bantuan dan kesadaran dari masyarakat sulitlah kiranya peningkatan kualitas pendidikan itu akan terwujud. Strategi Manajemen Kurikulum Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Secara umum strategi mempunyai suatu pengertian suatu garis-garis besar atau haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam rangka peningkatan mutu atau kualitas pendidikan, perlu dilakukan berbagai strategi diantaranya adalah : Eo Pengembangan kurikulum termasuk cara penyajian pelajaran dan sistem studi pada umumnya. Eo Pengadaan buku-buku pelajaran pokok untuk murid serta buku pedoman guru sekolah dasar dan sekolah-sekolah lanjutan, buku-buku pelajaran kejuruan dan tehnik untuk sekolah-sekolah yang memerlukannya dan buku-buku perpustakaan dalam berbagai bidang studi pada pendidikan tinggi. Eo Pengadaan alat-alat peraga dan alat-alat pendidikan lainnya pada sekolah dasar (SD). TK, dan SLB, laboratorium IPA dan SMP&SMA, fasilitas dan perlengkapan latihan dan praktik pada sekolah-sekolah kejuruan dan tehnik serta laboratorium untuk berbagai bidang ilmu pendidikan untuk perguruan tinggi. Eo Penataran guru-guru dan dosen. Eo Pengadaan buku bacaan yang sehat dan bermutu melalui perpustakaan sekolah6 Manajemen atau administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses penyelenggaraan kegiatan dibidang pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. 40 Diantara komponen pokok sistem pendidikan, yaitu berupa masukan sumber, proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dengan tercapainya proses pendidikan yang bermutu, maka dipastikan pula dapat menghasilkan output yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, seperti yang terdapat dalam UUSPN No 20 Tahun 2003 Pasal 3 yang berbunyi : AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat. Andi Warisno. APengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Mutu Lulusan Pada Lembaga Pendidikan Islam Di KabupatenA. RiAayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 3. , 99Ae113. Nasbi. Sulfemi. Muhammad Fadhli. AManajemen Peningkatan Mutu PendidikanA. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 1. , 215Ae40. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy Tujuan ini kemudian dioperasionalkan dalam setiap jenjang pendidikan. ciri atau profil lulusan Pendidikan Menengah Umum adalah sebagai berikut: Memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki etika . opan santun dan berada. Memiliki penalaran yang baik . alam kajian materi kurikulum, kreatif, inisiatif serta memiliki tanggung jawa. dan penalaran sebagai penekanannya. Kemampuan berkomunikasi/sosial . ertib, sadar aturan dan perundangundangan, dapat bekerjasama, mampu bersaing, toleransi, menghargai hak orang lain, dapat berkomprom. Dapat mengurus dirinya dengan baik. Untuk itu pemanfaatan pengetahuan manajemen oleh para pengelola . epala sekolah, administrator, supervisor, tata usah. dan pendidik di sekolah merupakan keharusan organisatoris yang tidak hanya dilihat dari segi kepentingan organisasi tapi juga dari pelayanan terhadap pelanggan pendidikan . iswa, orang tua, masyarakat, dan pengguna lulusan sekola. yaitu dunia industri, pemerintah dan lain sebagainya. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang mampu menjadi pelopor pembaharuan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya. PEMBAHASAN Dalam tahap pengorganisasian ini waka kurikulum di MTS Nurul Islam Airbakoman bertugas membuat jadwal mengajar guru. Pembagian tugas mengajar guru. Penyusunan jadwal pelajaran diupayakan agar guru mengajar maksimal 5 hari dalam satu Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwasanya kegiatan belajar mengajar dilaksanakan mulai pukul 07. 00 WIB dan pulang pada pukul 50 WIB dengan dua kali istirahat, dan siswa siswi juga dibiasakan untuk untuk melaksanakan sholat dhuha berjamaah dimasjid madrasah dan juga mengikuti istighosah setiap sabtu pagi sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru dan kepala sekolah dalam memahami dan membantu perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. 74 Evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya, kemampuan unjuk kerja guru, kemampuan dan kemajuan siswa, sarana, fasilitas dan sumber-sumber belajar lainnya. Pelaksanaan evaluasi ini tidak hanya ditujukan untuk siswa saja, akan tetapi juga pada guru yaitu bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar dikelas apakah sudah efektif apa belum, metode yang digunakan sesuai atau tidak, kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan silabus, kemudian media dan sarana prasarana apa yang dirasakan kurang, dari semua problem diatas itu maka akan dimusyawarahkan untuk dicarikan solusi pemecahannya, karena semua itu akan mendukung proses belajar mengajar untuk yang akan datang. Warisno. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan karena tidak hanya berkaitan dengan permasalahan teknis, tetapi mencakup berbagai persoalan yang sangat rumit dan kompleks, baik yang menyangkut perencanaan, pendanaan, maupun efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan sistem sekolah. Dalam rangka peningkatan mutu atau kualitas pendidikan, perlu dilakukan berbagai strategi diantaranya adalah : Pengembangan kurikulum termasuk cara penyajian pelajaran dan sistem studi pada umumnya Pengadaan buku-buku pelajaran pokok untuk murid serta buku pedoman guru sekolah dasar dan sekolah-sekolah lanjutan, buku-buku pelajaran kejuruan dan tehnik untuk sekolah-sekolah yang memerlukannya dan bukubuku perpustakaan dalam berbagai bidang studi pada pendidikan tinggi Pengadaan alat-alat peraga dan alat-alat pendidikan lainnya pada sekolah dasar (SD). TK, dan SLB, laboratorium IPA dan SMP&SMA, fasilitas dan perlengkapan latihan dan praktik pada sekolah-sekolah kejuruan dan tehnik serta laboratorium untuk berbagai bidang ilmu pendidikan untuk perguruan tinggi Penataran guru-guru dan dosen Pengadaan buku bacaan yang sehat dan bermutu melalui perpustakaan MTS Nurul Islam Airbakoman juga mempunyai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, strateginya antara lain adalah: Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajar pembiasaan diorganisasikan sepenuhnya oleh madrasah, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, mengadakan kegiatan rombongan belajar, pengadaan buku pedoman bagi guru dan siswa, melaksanakan kegiatan remidi, kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan diluar kelas, misalnya perpustakaan, masjid dan lain-lain, mengenalkan teknologi kepada siswa yaitu komputer agar siswa bisa menggunakan dan memanfaatkannya. Strategi peningkatan kualitas pendidikan yang ada di MTS Nurul Islam Airbakoman tidak hanya pada manajemen kurikulumnya saja akan tetapi juga dari segi yang lain, . Dari segi guru . Dari segi siswa atau peserta didik . Dari segi sarana prasarana Karena pada akhirnya pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang mampu menjadi pelopor pembaharuan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya baik di masa sekarang maupun yang akan datang. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dilapangan tentang pelaksanaan manajemen kurikulum sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di MTS Nurul Islam Airbakoman Kec. Pulau Panggung Tanggamus. Peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Problem manajemen kurikulum di MTS Nurul Islam adalah kurangnya alokasi waktu, terlalu banyaknya siswa dalam satu kelas, dan kurangnya sarana prasarana pendidikan. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Strategi manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan meliputi: Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran diorganisasikan sepenuhnya oleh madrasah. Penjelasan teknis pendekatan tematik diatur dalam pedoman tersendiri. Madrasah dapat menambah atau mengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, madrasah atau yayasan. Melaksanakan rombongan belajar. Satu jam pelajaran dilaksanakan selama 40 menit. Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan materi pelajaran. Melaksanakan kegiatan remidi. Pelaksanaan proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan dikelas akan tetapi bisa juga di perpustakaan, di serambi masjid dan lain-lain. Pengadaan bukubuku pedoman bagi guru dan siswa. Mengadakan rapat atau musyawarah untuk saling bertukar informasi mengenai metode pengajaran dan juga hal-hal lain yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Madrasah dapat memberikan mata pelajaran bahasa inggris dan bahasa arab dengan menggunakan laboratorium. Mengadakan les dan try out untuk menghadapi ujian nasional bagi kelas tiga. Mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai kemampuan misalnya komputer. Melengkapi sarana prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Strategi peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya terbatas pada manajemen kurikulumnya saja akan tetapi dari segi yang lain yaitu meningkatkan profesionalisme guru. Meningkatkan kedisiplinan siswa, dan juga melengkapi sarana prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar disekolah agar pendidikan yang berkualitas dapat tercapai. REFERENSI