Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Perancangan Sistem Informasi Laboratorium (SILAB) dengan Metode Prototype di Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember Mochammad Choirur Roziqin1. Erna Selviyanti2 . Dony Setyawan Hendyca Putra3. Selvia Juwita Swari4. Gamasiano Alfiansyah5. Aini Lolita Ari Yuanita6. Rosinta Firdaus7 . Sabran8 Program Manajemen Informasi Kesehatan. Politeknik Negeri Jember E-mail: *1irul@polije. Abstrak Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember memiliki laboratorium yang berguna untuk berbagai keperluan penting dalam praktikum dan pembelajaran, mendukung penelitian klinis, simulasi kasus klinis, penelitian dan pengembangan sistem, pelatihan profesional dan pelayanan Terdapat sembilan belas laboraturium di Jurusan Kesehatan. Namun, laboratorium masih menghadapi tantangan dalam menyajikan profil mereka secara efektif kepada masyarakat, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Laboratorium di Jurusan Kesehatan sering kali menghadapi kendala dalam menyediakan informasi yang komprehensif dan mudah diakses tentang layanan yang ditawarkan, teknologi yang digunakan, serta prestasi dan keunggulan yang Keterbatasan dalam penyajian profil laboratorium dapat menghambat kemampuan laboratorium untuk menarik klien baru, menjalin kemitraan dengan industri terkait dan mempromosikan penelitian dan pengembangan terbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah Sistem Informasi yang akan membantu laboratorium dalam menyajikan informasi secara efektif kepada berbagai pemangku kepentingan, meningkatkan visibilitas dan citra laboratorium, serta mendukung pertumbuhan dan pengembangan laboratorium secara Metode yang digunakan dalam mengembangkan sistem informasi (SILAB) adalah metode prototyping, metode ini melibatkan pembangunan prototipe sistem secara bertahap yang memungkinkan pengguna untuk memberikan umpan balik secara terus-menerus. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat diwujudkan dalam sebuah sistem informasi laboratorium berbasis website guna untuk kemandirian laboratorium. Kata kunci: Sistem. Informasi. Laboratorium. Polije Abstract Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember has a laboratory that is useful for various important purposes in practicum and learning, supporting clinical research, clinical case simulations, research and system development, professional training and health services. There are nineteen laboratories in the Jurusan Kesehatan. However, laboratories still face challenges in presenting their profile effectively to the public, business partners and other stakeholders. Laboratories in the Jurusan Kesehatan often face obstacles in providing comprehensive and easily accessible information about the services offered, the technology used, and their achievements and Limitations in presenting a laboratory profile can hinder the laboratory's ability to attract new clients, establish partnerships with related industries and promote the latest research and development. The aim of this research is to develop an Information System that will help laboratories present information effectively to various stakeholders, increase the visibility and image of the laboratory, and support the growth and development of the laboratory as a whole. The method used in developing information systems (SILAB) is the prototyping method, this method involves building a system prototype in stages that allows users to provide continuous It is hoped that the results of this design can be realized in a website-based laboratory information system for laboratory independence. Keywords: System. Information. Laboratory. Polije Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Selanjutnya, penelitian . Merancang PENDAHULUAN sistem layanan laboratorium (SILALA) Setiap laboratorium harus memiliki sistem yang dapat meningkatkan secara maksimal untuk menyimpan semua data yang layanan laboratorium sehingga sesuai berhubungan dengan peralatan dan dengan kebutuhan mahasiswa untuk administrasi laboratorium. Selama ini hal menunjang pembelajaran mereka. Penelitian tersebut masih dilakukan secara manual di ini menggunakan metode Research and Development. Sistem layanan laboratorium laboratorium Jurusan Kesehatan. Hal ini dibuat berbasis web dengan menggunan dapat menghabiskan waktu lama dan JavaScript dan CSS. Terakhir, penelitian . kemungkinan dapat menyebabkan kesalahan dalam proses pencatatan dan pencarian data. Sistem Perancangan ini nantinya dapat membantu PHP HTML tim developer untuk diwujudkan dalam menggunakan text editor PHP Strom dan Sistem Informasi Berbasis Website. Ada dua MySQL. Dibangunnya sistem informasi tingkatan pengelola/user terhadap sistem ini laboratorium komputer pada Politeknik yaitu kepala laboratorium / admin, dan client Bisnis Indonesia dengan tingkatan hak akses yang berbeda. Beberapa penelitian sebelumnya telah mempermudah kinerja staff laboratorium dilakukan diantaranya . Penelitian ini komputer dan Kepala laboratorium membahas perancangan sistem informasi komputer Pada Politeknik Bisnis Indonesia. laboratorium berbasis web yang bertujuan Dari menyimpulkan bahwa penulis akan untuk memudahkan pengelolaan data, meningkatkan efisiensi, dan menyediakan pengembangan sistem informasi (SILAB) akses informasi yang cepat. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem laboraturium Jurusan Kesehatan. Selain itu adalah metode prototyping, yang melibatkan penulis akan menggunakan metode umpan balik dari pengguna selama proses prototyping: metode ini melibatkan Penelitian sebelumnya juga pembangunan prototipe sistem secara pernah dilakukan oleh . Penelitian ini bertahap yang memungkinkan pengguna untuk memberikan umpan balik secara menjelaskan manfaat prototype dalam terus-menerus. Pemilihan metode dilihat pengembangan sistem informasi, termasuk dari beberapa faktor yaitu, kebutuhan peningkatan partisipasi pengguna kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan spesifik laboratorium, tingkat kompleksitas. Dari penelitian sebelumnya penulis sumber daya yang tersedia dan referensi tim melakukan penelitian terkait Sistem Informasi Laboratorium yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah Sistem METODE PENELITIAN Informasi yang khusus dirancang untuk laboratorium di Jurusan Kesehatan. Sistem Metode yang digunakan dalam penelitian ini akan membantu laboratorium dalam adalah prototyping, sebuah pendekatan menyajikan informasi secara efektif kepada dalam pengembangan sistem informasi di mana prototipe atau model awal dari sistem yang akan dibangun, dikembangkan, dievaluasi dan dimodifikasi secara iteratif berdasarkan umpan balik dari pengguna laboratorium secara keseluruhan. Penelitian Pendekatan ini memungkinkan sebelumnya sudah ada yang membahas masalah pengembangan sistem informasi pemahaman yang lebih baik tentang laboraturium sebagai berikut: Penelitian . kebutuhan dan preferensi pengguna, serta Hasil menyebutkan fitur berjalan dengan memungkinkan untuk melakukan perbaikan baik serta penggunaan metode agile scrumb dan penyesuaian lebih awal dalam siklus menjadi lebih akurat dan lebih efisien dalam pengembangan . pengembangan yang telah dilakukan. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Gambar 1. Diagram Prototype Berikut adalah langkah-langkah umum dalam metode prototyping: A Identifikasi Kebutuhan: Tahap awal dalam prototyping adalah mengidentifikasi kebutuhan dan persyaratan produk atau sistem yang akan dikembangkan. Melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna dan tujuan utama dari produk atau A Perancangan Prototipe: Berdasarkan kebutuhan yang diidentifikasi, tim pengembangan menciptakan prototipe awal. Prototipe ini seringkali berupa model yang sederhana atau perwakilan kasar dari produk atau sistem akhir, yang mencakup fitur-fitur utama yang A Pengujian Prototipe: Prototipe kemudian diujicobakan oleh pengguna yang diwakili atau pemangku kepentingan lainnya. Pengujian bertujuan untuk mendapatkan umpan balik tentang fitur-fitur prototipe, antarmuka pengguna, dan fungsionalitas umum. A Evaluasi dan Revisi: Berdasarkan umpan balik dari pengujian, prototipe direvisi dan Revisi ini dapat melibatkan penambahan atau penghapusan fitur. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perancangan website Sistem Informasi Laboratorium (SILAB) meliputi: Flowchart Perubahan Jadwal Gambar 2. Flowchart Perubahan Jadwal Dari diagram flowchart diatas dapat dijelaskan bahwa user dapat memilih pemesanan yang akan dirubah, ketika pemesanan dirubah user dapat memilih jadwal baru. Apabila jadwal baru tersebut tersedia maka permintaan perubahan jadwal dikirimkan kepada Kepala Laboratorium (Kala. Kalab dapat pemesanan tersebut disetujui atau tidak disetujui beserta alasannya. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Flowchart Pembatalan Pemesanan Gambar 3. Flowchart Pembatalan Pemesanan kepada Kepala Laboratorium (Kala. Kalab Diagram flowchart diatas dapat dijelaskan dapat memvalidasi pemesanan tersebut bahwa user dapat membatalkan pemesanan. disetujui atau tidak disetujui beserta Ketika pemesanan dapat dibatalkan maka permintaan perubahan jadwal dikirimkan Flowchart Pembayaran Gambar 4. Flowchart Pembayaran Diagram flowchart diatas menjelaskan setelah user melakukan pemesanan, user mendapatkan invoice untuk selanjutnya dilakukan pembayaran. Setelah dilakukan pembayaran user dapat mengunggah bukti Kalab memverivikasi bukti pembayaran tersebut. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Flowchart Pemesanan Laboratorium Gambar 5. Flowchart Pemesanan Laboratorium Diagram flowchart diatas menjelaskan bahwa untuk melakukan pemesanan user dapat login terlebih dahulu. Setelah login laboratorium dan menambahkan Kalab dalam hal ini hanya meninjau pesanan untuk disetujui atau tidak Flowchart Pengecekan Ketersediaan Laboratorium Gambar 6. Flowchart Pengecekan Ketersediaan Laboratorium Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Diagram flowchart diatas menjelaskan bahwa ketika user setelah login, user dapat memastikan terlebih dahulu terkait ketersediaan laboratoriu dan layanan. Sistem Flowchart Login User akan memberikan informasi terkait ketersediaan laboratorium dan layanan. Gambar 7. Flowchart Login User Gambar flowchart diatas menjelaskan login terlebih dahulu agar dapat diketahui sebelum melakukan pemesanan tehadap apa user tersebut sudah terdaftar atau tidak. laboratorium beserta layannya. User dapat Flowchart Pendaftaran User Baru Gambar 8. Flowchart Pendaftaran User Flowchart diatas menjelaskan terkait website sebelum melakukan pemesanan pendaftaran user baru. User dapat laboratorium dan layanya. Sistem akan melakukan registrasi terlebih dahulu pada Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 memverifikasi terkit isian form yang diisi oleh user Diagram Konteks Gambar 9. Diagram Konteks Pada diagram konteks diatas terdapat dua entitas terdiri dari Admin/Kepala Lab dan User/Client. User pemesanan, pendaftaran dan pembayaran DFD Level 1 admin/Kepala Lab dapat menyetujui pemesanan dan verifikasi pembayaran yang dilakukan oleh user/client. Gambar 10. DFD level 1 Pada gambar DFD level 1 diatas dapat dijelaskan bahwa masing-masing entitas mempunyai peranan atau hak akses masingmasing. User dapat membuat pemesanan, pendaftaran dan pembayaran pada sistem infromasi sedangkan admin/Kepala Lab dapat menyetujui pemesanan dan verifikasi DFD Level 2 Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Gambar 11. DFD Level 2 Pada gambar diatas adalah proses DFD level DFD level 2 ini adalah proses secara detail terkait aktivitas masing-masing entitas yang mempunyai hak akses pada sistem informasi Entity Relationship Diagram Gambar 12. Entity Relationship Diagram Pada gambar diatas menjelaskan terkait ERD pada tabel database yang akan dibuat. Dimana terdapat primery key dan foreign key pada tabel yang memiliki keunikan. Tabel-tabel tersebut berelasi sesuai dengan kebutuhan sistem. Tujuan relasi pada database ini agar pengguna tidak berulang kali mekalukan input data. KESIMPULAN DAN SARAN Pembuatan manajemen laboratorium (SILAB) yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode prototype. Metode prototype dapat mempersingkat waktu dan akurat serta dapat memperoleh feedback dari pengguna/user yang memungkinkan prototype tersebut dapat diperbaiki kembali. Sistem Informasi Manajemen Laboratorium ini terdiri atas beberapa perancangan sistem yaitu Flowchart. Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Pada bagian flowchart dapat dilihat bahwa Sistem informasi yang dirancang terdapat beberapa fitur, antara lain: Fitur Pendaftaran user. Login user. Pengecekan ketersediaan Laboratorium. Pemesanan laboratoirum. Pembayaran. Pembatalan pesanan dan Perubahan jadwal. Saran dalam penelitian ini adalah keberlanjutan dari proses Sistem Informasi Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) E-ISSN: 2865-6583 Vol. 9 No 2. April 2025 P-ISSN: 2868-6298 Laboratorium (SILAB) yaitu proses DAFTAR PUSTAKA