Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA PENGARUH CASH FLOW. GROWTH OPPORTUNITIES. DAN LEVERAGE TERHADAP CASH HOLDING Theresia Yosita Jasim* dan F. X Kurniawan Tjakrawala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: theresia. 125190227@stu. Abstract: This study aims to determine the effect of cash flow, growth opportunities and leverage on cash holding in consumer cyclicals and consumer non cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. The technique for selecting the sample in this study used a purposive sampling technique and 234 data were selected from 270 In this study the method used to analyze the data was multiple linear regression analysis to test the hypothesis and used SPSS software version 21 and Microsoft Excel 365 as the data processing application for this study. The results of this study indicate that cash flow has a significant positive effect on cash holdings. Growth opportunities have no significant negative effect on cash holdings. Meanwhile, leverage has a significant negative effect on cash holdings. Keywords: Cash Flow. Growth Opportunities. Leverage. Cash holding Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cash flow, growth opportunities dan leverage terhadap cash holding pada perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017-2021. Teknik dalam pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan data yang terpilih sebanyak 234 data dari 270 data. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah menguji hipotesis analisis regresi linear berganda serta penggunaan dalam Software SPSS versi 21 dan Microsoft Excel 365 sebagai aplikasi pengolahan data penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa cash flow berpengaruh positif secara signifikan terhadap cash Growth opportunities berpengaruh negatif secara tidak signifikan terhadap cash holding. Sedangkan leverage berpengaruh negatif secara signifikan terhadap cash Kata kunci: Cash Flow. Growth Opportunities. Leverage. Cash Holding Pendahuluan Pada perkembangan perekonomian yang meningkat telah menciptakan persaingan antar perusahaan yang ada di Indonesia dalam bidang perindustrian. Tujuan utama dalam perusahaan adalah mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Menurut Ashhari & Faizal . Perusahaan harus membuat keputusan yang baik dalam memegang kas agar dapat menyeimbangkan biaya dan manfaat untuk memastikan kegiatan operasi untuk bisa bertahan pada waktu yang lebih lama. Kas digunakan untuk menunjang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA kegiatan operasional sehari Ae hari perusahaan serta dapat melindungi perusahaan terhadap kekurangan kas. Maka dari itu, untuk menghindari resiko kekurangan kas, salah satu usaha yang dapat dilakukan perusahaan adalah penahanan kas (Cash Menurut Levina & Sha . Memegang uang tunai sangat penting dalam bisnis, terutama dalam aktivitas perdagangan dan operasi bisnis. Menyimpan uang tunai yang banyak dapat mendatangkan berbagai keuntungan bagi sebuah bisnis, salah satunya adalah untuk membiayai pengeluaran yang tidak terduga. Salah satunya terkait dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), mencapai penjualan sebesar Rp 1. pada semester I 2022. Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan sebesar Rp 827,04 m pada semester I 2022 dibandingkan tahun yang sama pada tahun lalu. Rp 674,32 m. Biaya umum dan administrasi meningkat dari Rp 125,03 m menjadi Rp 141,06 m pada semester pertama 2022 sama tahun lalu. Beban keuangan turun menjadi Rp 13,86 m pada paruh pertama tahun 2022 sebesar Rp 19,97 m pada tahun yang sama pada tahun Perusahaan mengalami kerugian pertukaran Angka ini naik menjadi Rp 5,07 m pada semester pertama 2022, dibandingkan Rp 3,06 m pada tahun yang sama pada tahun lalu. Satu miliar. Kerugian induk usaha sebesar Rp 76,31 m pada semester Situasi ini berbeda dengan pada tahun yang sama pada tahun lalu yang merugi Rp 20,06 m. Perusahaan menghasilkan laba per saham Semester I 2022 Rp 35, rugi Rp 9. Perusahaan membukukan ekuitas Rp1,09 m per 30 Juni 2022, dari Rp1,01 t per Desember 2021. Total utang bertambah dari Rp1,22 t pada Desember 2021 menjadi Rp1,23 t pada semester pertama 2022. Kekayaan yang tercatat Rp 2,32 t di semester I 2022, padahal sudah Rp 2,24 m. (Melani, 2. Oleh karena itu untuk meningkatkan tingkat likuiditas suatu perusahaan adalah dengan menggunakan metode penahanan kas . ash holdin. Memiliki kas merupakan hal penting bagi suatu bisnis karena penyimpanan kas juga berkontribusi terhadap likuiditas perusahaan sehingga perusahaan dapat bertahan dalam kegiatan operasi, investasi, dan pembiayaan (Gao & Li, 2. Kajian Teori Trade-off Theory. Pertama kali dicetuskan oleh Modigliani & Miller . Teori ini menyatakan bahwa ada tingkat optimal dari kepemilikan kas. Kepemilikan kas yang optimal dapat dicapai dengan menyeimbangkan biaya dan manfaat. Menurut Diaw . Teori Pertukaran (Trade-Off Theor. mengasumsikan bahwa perusahaan akan menyeimbangkan kepemilikan kas pada perusahaannya dengan tujuan agar tidak terlalu banyak memegang uang kas untuk biaya peluang dan tidak terlalu sedikit memegang uang tunai yang dapat mengakibatkan biaya kesulitan keuangan. Teori ini menjelaskan bahwa pendanaan internal seperti penahanan kas dapat lebih mudah didapatkan dibandingkan pendanaan eksternal maupun pasar modal yang menghabiskan lebih banyak biaya serta lebih sulit untuk didapatkan. Pecking Order Theory. Pertama kali dikemukan oleh Myers & Majluf . berpendapat bahwa tidak ada penyimpanan yang ideal, tetapi kas menunjukan tindak sebagai penyangga dalam profitabilitas serta permintaan investasi. Pada pecking order theory adalah kebijakan struktur modal di mana perusahaan memprioritaskan pembiayaan yang lebih aman terlebih dahulu, dan jika itu tidak cukup, perusahaan menggunakan pembiayaan yang lebih berisiko. Dalam Pecking order theory ada dua sumber pendanaan perusahaan yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Pendanaan internal merupakan sumber pendanaan yang utama dan berperan sebagai Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA penyangga antara laba ditahan dengan kebutuhan investasi. Apabila pendanaan internal tidak cukup, maka perusahaan akan melakukan pendanaan dari eksternal. Cash Holding. Menurut Levina & Sha . cash holding adalah uang tunai yang di berada pada bisnis dan uang tunai yang siap untuk penanaman modal dalam aset dan dibagikan kepada orang yang menanamkan modalnya. Selain untuk pembiayaan investasi serta dibagikan sebagai dividen, cash holding digunakan untuk cadangan kas yang diperlukan perusahaan untuk melindungi perusahaan dari hal-hal yang tidak terduga, serta menjauhi terjadinya likuiditas asset. Perusahaan dengan cash holding yang optimal berarti mempunyai tingkat likuiditas yang baik. Cash Flow. Menurut Edward & Tundjung . cash flow adalah pernyataan yang menjelaskan bagaimana bisnis menerima dan menggunakan uang tunai dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama periode waktu tertentu. Akibatnya, perusahaan dengan arus kas yang tinggi dapat mengurangi kebutuhan mereka untuk memegang kas. Sebaliknya, bisnis dengan arus kas rendah mempersulit bisnis untuk meminjam modal dari luar dan bisnis akan memilih untuk menyimpan sejumlah besar uang. Growth Opportunties. Pada penelitian Angkawidjaja & Rasyid . growth opportunities dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar kapasitas perusahaan untuk dapat bertahan dalam pertumbuhan ekonomi yang ada. Growth opportunities yang besar meningkatkan perusahaan untuk mengakumulasi lebih banyak kas agar menghindari biaya kebangkrutan dan kesulitan keuangan yang dapat terjadi. Perusahaan dengan growth opportunities yang tinggi akan lebih banyak menggunakan modal likuiditasnya untuk investasi. Leverage. Menurut Ibadin & Ogbomo . perusahaan dapat menggunakan pinjaman sebagai pengganti memegang uang tunai karena leverage dapat bertindak sebagai kemampuan perusahaan dalam menerbitkan utang dan sumber biaya yang digunakan untuk berinvestasi. Namun, leverage akan berbahaya jika perusahaan tidak menerima pendapatan dari penggunaan aset sebanyak biaya tetap yang harus Jika jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan rendah, maka jumlah kas yang dimiliki perusahaan akan banyak, yang dapat digunakan perusahaan jika kesulitan keuangan mengancam. Kaitan Antar Variabel Cash Flow terhadap Cash Holding. Dalam penelitian ini telah dijelaskan mengenai pengaruh cash flow terhadap cash holding yang menunjukan bahwa cash flow bersih yang positif akan meningkatkan cash flow yang tersedia dalam perusahaan. Sehingga perusahaan yang memiliki tingkat cash flow yang tinggi akan mengumpulkan kas yang lebih besar. Growth Opportunities terhadap Cash Holding. Growth opportunities yang tinggi dapat meningkatkan perusahaan untuk mengakumulasi lebih banyak kas agar menghindari biaya kebangkrutan dan kesulitan keuangan yang dapat terjadi. opportunities tinggi lebih memilih penggunaan yang lebih besar dari aset likuid perusahaan dalam pembiayaan investasi. Sehingga hasil growth opportunities dalam penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan-perusahaan pada penelitian ini mengeluarkan lebih banyak uang tunai untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang dianggap penting dan juga akan menghasilkan pengembalian yang tinggi dengan risiko yang tinggi. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA Leverage terhadap Cash Holding. Pada penelitian ini leverage dihubungkan dengan tingkat utang dalam perusahaan, dimana utang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Utang yang meningkat akan mengakibatkan beban utang perusahaan akan meningkat dan meningkatkan tingkat risiko dalam perusahaan. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi cenderung lebih banyak memiliki jumlah pada uang tunai, sehingga perusahaan dapat terhindar dari kesulitan keuangan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini Cash Flow (X. Growth Opportunities (X. Cash Holding (Y) Leverage (X. H1: Cash Flow memiliki pengaruh positif terhadap Cash Holding. H2: Growth Opportunities memiliki pengaruh negative terhadap Cash Holding. H3: Leverage memiliki pengaruh negative terhadap Cash Holding. Metodologi Metodologi penelitian dalam penelitian ini menggunakan populasi yang digunakan dalam perusahaan yang bergerak di sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2017-2021. Pemilihan sampel yang digunakan dengan memakai teknik purposive sampling, dimana proses pada pemilihan sampel terdapat beberapa kriteria yang ditentukan. Kriteria Ae kriteria tersebut adalah sebagai berikut: . Perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang secara konsisten terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2021. Perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang menyajikan laporan keuangan secara lengkap yang berakhir pada tanggal 31 Desember selama periode 2017-2021. Perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang melaporkan laporan keuangan dalam Rupiah selama periode 2017-2021. Perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang tidak mengalami kerugian selama periode 2017-2021. Dalam penelitian ini variabel dependen yang digunakan yaitu cash holding serta variabel independent seperti. cash flow, growth opportunities, dan leverage yang diukur dalam rasio: Menurut Sumartha dan Tjakrawala . mengatakan bahwa Cash Holding dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Cash Holding = Menurut Maulana. Cheria. Halim. Gea, & Afiezan . cash flow diproksikan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA CF = Menurut Sumartha dan Tjakrawala growth opportunities diproksikan sebagai: MTB = Menurut Levina dan Sha leverage diproksikan sebagai: LEV = Untuk meyakinkan kebenaran dari hipotesis, ikatan antar variabel dalam riset diperlukan analisis serta beberapa pengujian. Data kuantitatif akan digunakan sebagai data yang akan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 21. Teknik pada penelitian ini dengan pengolahan data yang menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi (Adjusted R. , uji koefisien korelasi (R), uji statistik F, dan uji statistik t. Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Cash holding sebagai variabel dependen dalam penelitian ini yang menunjukan nilai Minimum sebesar 0,0000 oleh Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) pada tahun 2017 dan nilai Maksimum sebesar 0,6323 pada tahun 2018 oleh Delta Djakarta Tbk. (DLTA). Nilai Mean cash holding pada penelitian ini sebesar 0,124748 dan nilai standar deviasi pada cash holding sebesar 0,1363434. Cash flow sebagai variabel independen pertama pada penelitian ini menunjukan nilai Minimum sebesar 0,0294 oleh Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) pada tahun 2020 dan nilai Maksimum sebesar 0,9567 oleh PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA). Nilai Mean cash flow pada penelitian ini sebesar 0,302300 dan nilai standar deviasi pada cash flow sebesar 0,1647757. Growth opportunities sebagai variabel independen kedua memiliki nilai Minimum sebesar -0,1993 oleh Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) pada tahun 2019 dan nilai Maximum sebesar 0,4266 oleh Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) pada tahun 2017. Nilai Mean growth opportunities pada perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang menjadi sampel pada penelitian ini sebesar 0,085929 dan nilai standar deviasi pada growth opportunities sebesar 0,100894. Leverage sebagai variabel independen ketiga dari penelitian ini yang menunjukan nilai Minimum sebesar 0,0665 oleh Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) pada tahun 2019 dan nilai Maximum sebesar 0,8108 oleh Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) pada tahun Nilai Mean leverage pada perusahaan sektor konsumen primer dan konsumen non primer yang menjadi sampel pada penelitian ini sebesar 0,396606 dan nilai standar deviasi pada leverage sebesar 0,1898656. Uji Asumsi Klasik. Sebelum uji regresi linier berganda pada model regresi penelitian dilakukan, adanya terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik merupakan Teknik pengujian yang dilakukan dengan menguji asumsi dasar dalam analisis regresi linear. Uji normalitas pada penelitian ini menunjukan hasil uji normalitas dengan analisis Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai pada Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200. Nilai Asymp. Sig . -taile. bernilai lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji pada penelitian ini terdistribusi normal. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA Uji multikolinearitas menunjukan nilai VIF untuk variabel cash flow sebesar 1,000 dan nilai tolerance sebesar 1,000. Pada variabel growth opportunities menunjukan nilai VIF sebesar 1,004 dan nilai tolerance sebesar 0,996. Pada variabel leverage menunjukan nilai VIF sebesar 1,004 dan nilai tolerance sebesar 0,996. Dan dapat disimpulkan dari hasil uji multikolinearitas diatas bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas antar variabe pada model regresi dalam penelitian ini. Uji heteroskedastisitas, uji Park digunakan untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas, hasil dari nilai signifikansi untuk variabel cash flow adalah sebesar 0,542. Pada nilai signifikansi untuk variabel growth opportunities adalah sebesar 0,170 dan nilai signifikansi untuk variable leverage adalah sebesar 0,110. Nilai signifikansi pada uji heteroskedastisitas dengan metode uji Park dari variable independen yang telah diuji seluruhnya > dari 0,05 oleh karena itu tidak terdapat terjadinya heteroskedastisitas pada model regresi yang telah diuji. Uji autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson untuk mendeteksi apakah adanya gejala autokorelasi, hasil uji Durbin-Watson menunjukkan nilai sebesar 0,764 dimana hasil nilai uji Durbin-Watson di antara -2 sampai 2 atau -2 < 0,764 < 2 yang mencerminkan bahwa tidak adanya autokorelasi pada penelitian ini. Analisis Regresi Linear Berganda. Memberikan informasi mengenai hubungan antara variabel yang digunakan. Tujuan dari melakukan teknik pengujian analisis regresi linear berganda pada penelitian ini untuk menunjukan nilai apakah terdapat masalah dari uji asumsi klasik. Tabel 2. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. X1_Cf X2_GO X3_Lev Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: SQRT_Y_CH Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dijabarkan hasil persamaan regresi berganda pada penelitin ini adalah sebagai berikut: Persamaan regresi linear berganda diatas menunjukkan nilai yaitu 0,430 sehingga cash holding (Y) akan bernilai 0,430 jika ketiga variabel independen yang digunakan yaitu cash flow (X. , growth opportunities (X. , dan leverage (X. bernilai sama dengan nol. Maka cash holding akan meningkat seiring dengan peningkatan yang terjadi pada nilai cash flow, growth opportunities, dan leverage. Pada nilai koefisien regresi cash flow adalah 0,148 yang menunjukkan asumsi growth opportunities dan leverage bernilai konstan sehingga terjadi peningkatan pada cash holding yaitu 0,148 ketika cash Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA flow mengalami ada kenaikan satu satuan. Sebaliknya, cash holding akan mengalami penurunan 0,148 jika cash flow mengalami penurunan pada satu satuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cash flow berhubungan positif dengan cash holding pada penelitian Nilai koefisien regresi pada growth opportunities yaitu -0,015 yang menunjukkan bahwa asumsi cash flow dan leverage yang bernilai konstan akan terjadi penurunan pada cash holding sebesar 0,015 ketika variabel growth opportunities mengalami naik sebesar satu satuan. Sebaliknya, cash holding mengalami naik sebesar 0,015 ketika growth opportunities mengalami penurunan sebesar satu satuan. Dan dapat disimpulkan bahwa growth opportunities memiliki hubungan yang negative dengan cash holding pada penelitian ini. Leverage memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0,427 yang menunjukkan bahwa asumsi cash flow dan growth opportunities bernilai konstan maka yang terjadi akan mengalami penurunan dalam cash holding sebesar 0,427 ketika leverage mengalami naik sebesar satu satuan. Sebaliknya, cash holding akan mengalami naik sebesar 0,427 jika leverage mengalami penurunan sebesar satu satuan. Maka dapat disimpulkan bahwa leverage memiliki hubungan negative dengan cash holding yang digunakan pada penelitian ini Uji Koefisien Determinasi Berganda (Adjusted R. Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda (Adjusted R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. X3_Lev. X1_Cf. X2_GO Dependent Variable: SQRT_Y_CH Nilai Adjusted R2 adalah sebesar 0,311 atau 31,1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen (X) dalam penelitian ini yaitu cash flow, growth opportunities dan leverage memberikan pengaruh terhadap variabel dependen (Y) yaitu cash holding sebesar 31,1%. Sedangkan sisanya sebesar 68,9% dapat dijelaskan variabel independen lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Uji Koefisien Korelasi (R). Nilai R sebesar 0,470 atau 47% menyatakan terdapat nilai korelasi yang memiliki tingkat hubungan sedang, sehingga dari interpretasi uji koefisien korelasi menurut Sugiyono . dari hasil tabel 4. 9 bahwa tingkat interval korelasi bertingkat 0,40 Ae 0,599. Hal ini menyatakan bahwa ketiga variable independen (X) yang terdiri dari cash flow, growth opportunities, dan leverage memiliki hubungan tingkat sedang terhadap variabel dependen (Y) atau cash holding pada penelitian ini. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1064-1074 Jasim dan Tjakrawala: Pengaruh Cash Flow. Growth Opportunities. Dan LeverageA Uji Statistik F Tabel 4. Hasil Uji Statistik F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: SQRT_Y_CH Predictors: (Constan. X3_Lev. X1_Cf. X2_GO Uji statistik f menunjukan nilai Sig. sebesar 0,000. Sehingga hasil nilai dari signifikansi dari hasil uji F pada penelitian ini memiliki nilai < dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima dimana variabel independen (X). Uji Statistik t (Uji . Tabel 5. Hasil Uji Statistik t Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. X1_Cf X2_GO X3_Lev Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: SQRT_Y_CH Hasil signifikansi dari cash flow (X. pada uji statistik t adalah sebesar 0,021. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sig. cash flow (X. < dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha Hasil signifikansi dari growth opportunities (X. sebesar 0,889. Hal ini menunjukan bahwa nilai sig. growth opportunities (X. > 0,05 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Nilai sig. leverage (X. pada uji statistik t adalah sebesar 0,000. Hal ini menunjukan bahwa nilai signifikansi pada leverage (X. < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Diskusi