Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Volume. No. Desember 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/pentagon. Available online at: https://journal. id/index. php/Pentagon Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X SMA Negri 2 Gowa Dzul Fahmi1*. Hilmi Hambali2. Muh Wajdi3 Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia dzulf730@gmail. com 1* Alamat: Jl. Sultan Alauddin No. Gn. Sari. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 90221 Korespondensi penulis: dzulf730@gmail. Abstract. This research aims to determine the influence of the Problem Based Learning Model on Students' Critical Thinking Ability on Ecosystem Material for Class X Students of State High School 2 Gowa. This type of research uses a quasi-experimental type of research or also called quasi-experiment with a "random pretest posttest control group" design model. There are two data collection techniques in this research, namely, test and non-test, then the data collected is analyzed using descriptive analysis and inferential test analysis. The research results show that the average critical thinking ability students in the experimental class who were taught using the Problem Based Learning learning model were in the very good category with an average score of 78. 52 and students' critical thinking abilities, while in the control class who were taught using the lecture method were adequate with an average score 52. Inferential analysis in hypothesis testing shows significant results with a sig value of 0. 000 > 0. 05 so that there is an influence of the Problem Based Learning learning model on students' critical thinking abilities in ecosystem material. This is also reinforced by the results of observations regarding student activity increasing. Keywords: Critical Thinking ,Problem Based Learning. SMA Negri 2 Gowa Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X Sma Negri 2 Gowa. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperiment atau disebut juga eksperimen semu dengan model desain Aurandom pretest posttest control groubAy. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua yaitu, tes dan non-tes, kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 78,52 dan kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan pada kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan metode ceramah yaitu cukup dengan skor ratarata 52. Analisis inferensial pada uji hipotesis menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai sig 0,000 > 0,05 sehingga ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi tentang aktivitas siswa mengalammi Kata kunci: Berpikir Kritis,Problem Based Learning. SMA Negri 2 Gowa LATAR BELAKANG Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengebangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyrakat, bangsa dan negara. Hal tersebut selaras dengan tujuan pendidikan nasional indonesia bahwa tujuan pendidikann nasional suatu upaya untuk mencerdaskan kehidupan Received: Oktober 02, 2024. Revised: Oktober 17, 2024. Accepted: Oktober 31, 2024. Online Available: November 04, 2024. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA bangsa dan negara. proses belajar mengajar dalam penerapanya di dalam kelas atas dasar efisiensi, cenderung pendidik lebih memilih gaya belajar yang metodenya ceramah, diskusi dan penugasan serta cenderung lebih bersifat teoritis, atau lebh dikenal dengan system pendidikan tradisonal atau pendidikan konvensional. Model pendidikan konvensional menganggap peserta didik adalah obejek pendidikan. Sebagai objek pendidikan pesrta didik kebiasa yang dibentuk yaitu pesrta didik selalu menunggu arahan untuk bergerak hal inilah sehingga belum mampu membuat pesrta didik memecahkan masalahnya sendiri apalagi masalah yang terjadi Hal terebut terjadi karena kurangnya nalar kritis pada peserta didik sehingga peserta didik tidak mampu merefleksi tindakannya sendiri. Kemampua berpikir kritis yang harus dimiliki setiap pesrta didik dalam melihat fenomena yang terjadi didunia nyata,jadi kemampuan berfikir kritis dalam pemecahan masalah tidak cukup sekedar mengerjakan soasoal dan mendengarkan materi yang abstrak maka proses pemebelajaran dalam memperoleh kemampuan berpikir kritis harus terus mengkaji dunia dan bertekad untuk merubah. salah satu masalah besar yang luput dari pendekatan kritis adalah masalah ekosistem. Mata pelajaran Biologi salah satu disiplin ilmu yang mengkaji persoalan ekosistem terutama pada semester ganjil kelas X, namun dalam kajian teorinya masih pada wilayah difinisi, bagian, dan dampak kerusakan ekosistem. Tidak adanya refleksi secara kritis kenapa kerusakan ekosistem semakin lama semakin banyak dan kompleks terutama di daerah-daerah yang subur. Jika terus seprti itu dalam mengkaji ekosistem yang hanya tahu seputar teori dan tidak adanya refleksi kritis pengetahuan tersebut tidak terimplementasi. Agar ekosistem tetap terjaga supaya kehidupan di bumi tetap berlangsung maka perlunya kemampuan berpikir kritis terhadap ekosistem. untuk membntuk kemmpuan berpikir kritis pada peserta didik di perlukan model dan metode pemebelajaran yang cocok. Satu model pembelajaran yang berfokus pada penyelesaian masalah adalah model pembelajaran problem based learning yang menghadapkan peserta didik dengan masalah yang ada di dunia nyata. problem based learning berfokus pada pembelajaran bagaiaman pesrta didik melihat masalah dan berusaha untuk menyelesaikannya. Terkait dengan uraian diatas peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui apakah model pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa terkait denga relasinya dengan alam. Oleh karena itu,peneliti akan melakukan penelititan dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Prblem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas X SMA Negri 2 PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. KAJIAN TEORITIS Problem Based Learning (PBL) merupakan proses pembelajaran dalam suatu lingkungan pekerjaan yang diawali dari masalah-masalah yang ditemukan dilingkungan Metode ini menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Metode ini dalam kegiatan pembelajaran juga berfokus pada keaktifan peserta didik (Betri, 2. Model PBL sendiri memiliki beberapa keuntungan dalam penerapannya. Dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan suatu masalah, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Dapat membantu siswa belajar untuk belajar bekerja sama. Membantu siswa untuk melatih kemampuan berargumentasi berdasarkan bukti yang valid (Aryanto 2. berpikir kritis adalah proses berpikir secara mendalam agar dapat menghsilkan pengetahuan yang relevan dan dapat dipertanggung jawabkan (Amalia, 2. Dapat di tarik suatu hipotesis berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir diatas bahwa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peseta didik terkait dengan masalahmasalah dan keterampilan untuk menyelesaikan suatu permasalahan di perlukan model dan metode tertentu salah satunya Problem Based Learning (PBL) yang diharapkan dalam membentuk kesadaran kritis terhadap ekosistem pada siswa kelas X SMA Negri 2 GOWA. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji satu pihak yaitu pihak kanan, dengan kriteria pengujian, terima Ha jika thitung > ttabel dan tolak Ha jika thitung O ttabel, pada taraf signifikan 0,05. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperiment atau disebut juga eksperimen semu dengan model desain Aurandom pretest posttest control groubAy. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas X IPA SMA Negri 2 Gowa. sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Sampel dalam peneltian ini berjumlah 69 orang. 35 siswa (X. sebagai kelas eksperimen dan 33 siswa (X. sebagai kelas kontrol. model penelitian dapat dilihat tabel pada tabel 1 Tabel 1 Mpodel Penelitian Group Eksperimen Pretest Perlakuan Posttest Kontrol Sumber: Sugiyono . PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA Kontrol pre test Frekuensi Frekuensi Eksperimen pre test Kategori Kategori Diagram 1. Diagram Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Kelas Eksperimen Dan Kontrol Instrumrn yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu tes dan non tes, instrument tes berupa soal-soal esai sebayak 10 poin soal yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Sedangkan teknik non tes meliputi lembar observasi. RPP, dan LKPD. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisis data hasil penelitian ada dua jenis uji, yaitu uji analisis deskriptif dan uji analisis inferensial. Analisis Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil pretest-posttest dan Skor ternormalisasi, kemudian menggambarkan persentase hasil belajar siswa berupa nilai minimum, maksimum, rentang nilai, rata-rata dan standar deviasi. Untuk menganalisis nilai-nilai tersebut digunakan program SPSS. Analisis Statistik inferensial merupakan komponen atau bagian dari ilmu dalam bidang statistik yang memiliki tujuan untuk menelaah bagaimana cara penarikan kesimpulan tentang keseluruhan data dari sebuah populasi yang berlandaskan dari hasil penelitian dalam sampel yang diteliti. Uji analisis statistik inferensial terbagi menjadi beberapa antara lain, uji normalitas, homogenitas, dan uji-T sebagai prasyarat uji hipotesis. Uji normalitas dengan SPSS melalui uji Shapiro-Wilk sebagai uji prasyarat untuk uji normalitas yang digunakan yaitu Kolmogrov-Smirnov dengan menggunakan SPSS 20 for windows. Jika nilai signifikan Kolmogrof-Smirnov lebih dari . ig>0,. maka Ho diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa data terdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji statistik parametrik . isalnya uji t. Anava. Anacova ) benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok. Pengujian keefektifan metode pembelajaran problem based learning yang dgunakankan di uji peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan uji N-Gain yang didasarkan dari nilai pretest dan postest. Hasil belajar siswa PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. dikatakan meningkat jika perolehan gain ternormalisasi tergolong pada kriteria minimal sedang atau 0,3 O . < 0,7. Uji hipotesis inidilakukan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang telah dicapai pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji satu pihak yaitu pihak kanan, dengan kriteria pengujian, terima Ha jika thitung > ttabel dan tolak Ha jika thitung O ttabel, pada taraf signifikan 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Deskripsi Hasil Kognitif Siswa dari Pretest dan Posttest Deskripsi Hasil Kognitif Biologi Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sebelum Diterapkan Model Pembelajaran ( Pretest ). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa pada saat tes awal yang telah diberikan. pada siswa di kelas eksperimen yang bejumlah 34 siswa dan kelas kontrol yang berjumlah 35 siswa yang dilaksanakan di SMAN 2 Gowa pada mata pelajaran biologi materi ekosistem sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Setelah dilakukan penelitian terhadap sampel penelitian maka diperoleh hasil berpikir kritis dengan nilai rata-rata siswa kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan yaitu 50,91 dengan nilai tertinggi 72 dan terendah 37 termasuk dalam kategori cukup dalam berpikir kritis, yang dimana diperoleh nilai yang berparian sedangkan nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol yaitu 42,63 dengan nilai tertinggi 57 dan terendah 32 termasuk kategori rendah dalam berpikir kritis, yang diperoleh nilai yang bervarian. Kategori tesebut dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2 Statistik Hasil Berpikir Kritis Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretes. Statistik Kelas Eksperimen Ukuran sampel Skor ideal Skor maksimum Skor minimum Rentang skor Skor rata-rata 50,91 (Sumber data : Aplikasi SPSS) Kontrol Tabel 3 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Berpikir Kritis Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sebelum Diberi Perlakuan(Pretes. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA EksPerimen Kontrol Interval Kategori Frekuensi Frekuensi 76 Ae 100 Tinggi 52 Ae 75 Cukup 26 Ae 50 Rendah 0 Ae 25 SangatRendah Jumlah Berdasarkan tabel distribusi frekuensi dan persentase setelah digolongkan berdasarkan interpretasi tingkat kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran biologi materi ekosistem maka dapat diketahui bahwa hasil kognitif siswa pada kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan, frekuensi tertinggi masuk dalam kategori cukup. sedangkan pada kelas kontrol hasil kognitif siswa sebelum diberikan perlakuan juga memiliki frekuensi tertinggi dalam kategori Deskripsi Hasil Berpikir Kritis Siswa Pada Kelas Eksperimen dan Kontrol Setelah Diberi Perlakuan (Posttes. Setelah dilakukan proses pembelajaran terjadi perubahan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas kontrol dengan metode ceramah. Perubahan tersebut dapat diketahui melalui hasil kognitif siswa yang datanya diperoleh setelah diberikan tes akhir (Posttes. Data tersebut dapat dilihat pada tabel 4 Tabel 4 Statistik Hasil Berpikir Kritis Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Setelah Diberikan Perlakuan (Posttes. Kelas Statistik Eksperimen Kontrol Ukuran sampel Skor ideal Skor maksimum Skor minimum Rentang skor Skor rata-rata (Sumber data : Aplikasi SPSS) Berdasarkan tabel maka diperoleh hasil berpikir kritis dengan nilai rata-rata siswa kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan penerapan modelpembelajaran Problem based learning skor rata-rata 72,52 dengan nilai tertinggi 80 dan terendah 62 temasuk kategori tinggi PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. dalam berpikir kritis sedangkan nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol yaitu 52. 55 dengan nilai tertinggi 72 dan terendah 37 termasuk kategori baik dalam berpikir kritis. Adapun skor hasil kognitif . emampuan berpikir kriti. dikelompokkan ke dalam lima kelas interval skor, maka diperoleh distribusi dan frekuensi hasil kognitif siswa setelah diberi perlakuan seperti ditunjukkan pada tabel 5 Tabel 5 Distribusi Frekuensi dan Presentase Hasil Berpikir Kritis Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Setelah Diberi Perlakuan (Posttes. Eksperimen Kontrol Kategori Frekuensi Frekuensi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Jumlah Setelah nilai digolongkan berdasarkan interpretasi tingkat kemampuan berpikir kritis Interval 75 Ae 100 56 Ae 75 26 Ae 50 0 Ae 25 pada mata pelajaran biologi materi ekosistem maka dapat diketahui bahwa hasil kognitif siswa pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan, frekuensi tertinggi masuk dalam kategori sangat baik. Uji N-Gain dilakukan dengan tujuan mendapatkan hasil peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6 Hasil Uji Analisis Normalitas Gain (N-Gai. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Eksperimen posttest n-gain Nilai Rata-Rata 50,91 72,52 0,32 Jumlah Siswa Kelas Kontrol posttest n-gain Nilai Rata-Rata 0,132 Jumlah Siswa Hasil lembar observasi Kategori Sangat baik Kategori Cukup Observasi aktifitas siswa dan guru dilakukan untuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model problem based learning pada kelas eksperimen dan konvensional pada kelas control. Selama proses pembelajaran berlangsung observasi dilakukan oleh observer berdasarkan lembar observasi. Hasil observasi aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel 7 dan 8 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA Tabel 7 Deskripsi Persentase Hasil Aktivitas Siswa Pertemuan i Persentase Jumlah Eksperimen Rata-rata Kriteria Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Tabel 8 Deskripsi Persentase Hasil Guru Eksperimen Persentase Jumlah Rata-rata Kriteria Baik Sangat Baik i Sangat Baik Pada hasil observasi kegiatan guru dan siswa mengalami peningkatan bertahap pada Pertemuan pertemuan 1 sampai pertemuan 3 didapat hasil observasi dengan persentase 85% pada guru dan pada siswa di dapat hasil persentase 82%. Hal tersebut menunjukan bahwa pembelajaran di kelas eksperimen dengan model PBL ternyata juga efektif untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. Karena, model PBL menyajikan permasalahan yang menarik untuk membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam pembelajaran. Analisis Statistik Inferensial Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui distribusi data normal atau tidak yang dilakukan pada dua buahata dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berupa data hasil pretest dan posttest dengan menggunakan uji pada program SPSS. Adapun program SPSS ini memiliki taraf sig = 0,05 yaitu > maka data tersebut dinyatakan normal sedangkan jika nilai analisis data < maka data tersebut dinyatakan tidak normal. Uji normalitas pada penelitian ini disajikan pada tabel 9. Tabel 9 Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Statistik Pretest 0,156 Posttest 0, 082 Kelas Kontrol Pretest Posttest 0, 167 Sig Tingkat Sig () 0,05 Berdasarkan tabel uji normalitas maka dapat disimpulkan bahwa data hasil statistik yang terdapat pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki nilai signifikasi Pretest dan Posttest lebih besar dari 0. 05 sehinga data tersebut dapat dinyatakan berdistribusi normal. PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Uji Homogenitas Berdasarkan data hasil perhitungan yang telah diperoleh maka uji selanjutnya yang digunakan adalah uji homogenitas pada kedua data kelas eksperimen dan kelas control. Hal ini digunakan untuk mengetahui apakah varians dan data yang diperoleh homogen atau tidak Cara untuk melakukan ini dengan melakukan ui one-way anova pada aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil uji homogenitas menggunakan aplikasi SPSS data kemampuan berpikir kritis based on mean memperoleh nilai signifikan. data yang diperoleh menunjukkan 149 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar 0. 05 yang menunukkan bahwa data yang diperoleh itu homogen. Uji-T Uji hipotesis digunakan untuk menjawab hipotesis yaitu apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan software SPSS dengan uji Independent Sample Test. Dengan taraf signifikansi 0,05 . %). Jika nilai Sig. -taile. < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika nilai Sig. -taile. > 0,05 maka hipotesis ditolak. Adapun uji hipotesis pada penelitian ini disajikan dalam tabel Tabel 10 Uji T Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Statistik Sig . -taile. Tingkat Sig () Pada tabel uji-T Independent Sample T-test yang menggunakan program Independent Sample T-test dapat diketahui bahwa nilai hasil uji kurang dari 0. 05 sehingga sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Direct Instruction untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, oleh karna itu dapat dinyatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Pembahasan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di sekolah SMAN 2 GOWA pada kelas X5 sebagai kelas eksperimen dan X4 sebagai kelas kontrol, maka dapat diketahui bahwa model pembelajaran yang diterapkan pada siswa dikelas memiliki pengaruh terhadap keberhasilan belajar khususnya pada kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas eksperimen menyebabkan hasil berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA tersebut dapat dilihat pada tabel 4. 1 dan 4. 3 dimana statistik hasil kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut disebabkan karena model pembelajaran Problem Based Learning yang digunakan pada kelas eksperimen memusatkan pembelajaran pada siswa dalam pemecahan masalah sehingga siswa bisa lebih memahami materi dan dapat mengembangkan pengetahuannya yang dapat berdampak kepada kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan pada kelas kontrol pembelajaran yang digunakan berpusat pada guru sebagai fasilitator sehingga membuat siswa kurang aktif dalam belajar. Tahapan pembelajaran Problem Based Learning membuat siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan teman-teman kelompoknya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS. Siswa mencari dan menggali informasi terkait masalah yang disajikan. Selain dari pada itu pada proses pembimbingan baik individu maupun kelompok guru menjelaskan apa yang menyebabkan masalah tersebut terjadi dan bagaimana dampak yang akan terjadi apabila masalah tersebut berlanjut serta bagaimana cara penyelesaiannya. Masalah yang disajikan dalam pembelajaran yang relevan dengan lingkungan dan keseharian membantu siswa dalam mengumpulkan informasi lalu disesuaikan dengan sumber relevan seperti buku. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Problem based learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi mengenai masalah yang terkait dengan materi pelajaran. Informasi yang diperoleh langsung oleh siswa tentu akan lebih berkesan dan tersimpan lebih lama di dalam memori, sehingga pada saat ujian siswa dapat melaluinya dengan baik. Hal tersebut seperti penelitian (Fitriyyah et al. bahwa problem based learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah, hal ini membuat siswa untuk berpikir, melakukan analisa menemukan solusi dari masalah tersebut. Penerapan Problem BasedLearning membantu siswa dalam mensistesiskanmasalahmasalah dan mengambil suatu bentuk keputusan dan kemudian mengevaluasi kembali idi-ide yang telah di peroleh. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakkan oleh Agnesa . dalam penelitiannya bahwa Problem Based Learning memfokuskan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menghadapkan mereka pada permasalahan yang belum terstruktur untuk mendorong siswa berkolaborasi membangun pengetahuannya. PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarakan rumusan masalah, hipotesis serta hasil yang diperoleh dari analisis data dan pengujian hipotesis pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Yang membuktikan bahwa pengaruh suatu model pembelajaan berpengaruh terhadap kemepuan berpikir kritis siswa dan keaktifan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang menunjukka hasil uji N-Gain kemampuan berpikir kritis siswa yang sebelum diterapkan perlakuan termasuk dalam kategori cukup, setelah diterapka perlakuan kemampuan brpikir kritis siswa mengaalami peningkatan menjadi sangat Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut :Bagi penelitian selanjutnya diharapakan untuk mengkaji lebih banyak referensi dan lebih kritis dalam penerapan pengaruh model Problem based Learning terhadap kemampuan berfikir kritis siswa khususnya pada pelajaran biologi. Bagi guru, sebaiknya menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning ini sebagai referensi dalam proses belajar mengajar,Bagi siswa, sebaiknya lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran sehingga meningkatkan hasil berpikir kritisnya. DAFTAR REFERENSI Aini. Zainuddin. , & Mahardika. Pengembangan Materi Ajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Berorientasi Lingkungan Lahan Basah. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 6. Agnesa. Sandra & Rahmadana. Model Problem-Based Learning sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Biologi. Jurnal On Teacher Education. Afiq Fiqri Almas. Sumbangan Paradigma Thomas S. Kuhn dalam Ilmu Dan Pendidikan (Penerapan Metode Problem Based Learning dan Discovery Learnin. Yogyakarta:AtTaubah Aryanto Sudirman Rizky,dkk. Problem Based Learning and Argumentation Sebagai Solusi dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMK. Surabaya: Jurnal Kependidikan. Amalia. Aini. , & Makmun. Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Ditinjau Dari Tingkat Kemamampuan Matematika. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 8. , 97 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS X SMA NEGRI 2 GOWA Ardiansyah. Riswanda. , & Armanda. Pengaruh model PBL dengan pendekatan stem terhadap kompetensi kognitif peserta didik pada materi sistem pencernaan kelas XI di SMA/MA. Bioilmi: Jurnal Pendidikan, 7. :46-51. Betri. Lisa. , & Yusmarni. Musamus Jurnal of Mathematics Education. Musamus Jurnal of Mathematics Education, 2(Apri. , 79Ae88. Djonomiarjo Triono, 2019. Pengaruh Model Problem Based LearningTerhadap Hasil Belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan Non Formal. Farisi. Hamid. , & Melvina. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning TerhadapKemampuan Berpikir Kritis Dalam Meningkatkan Hasil BelajarSiswa Pada Konsep Suhu Dan Kalor. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika, 2. , 283Ae287. Fadillah Nur, dkk. Integrasi STEM-Problem Based Learning melalui Daring Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi. Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar Makassar. Indonesia. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA, 2. , 283Ae287. Fitriyah. , & Ghofur. Pengembangan E-LKPD Berbasis Android dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Peserta Didik. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 1957Ae1970. Fitriyyah. Sri. , & Wulandari. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Berpikir Kritis Siswa SMP pada Pembelajaran Biologi Materi Pemanasan Global. BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biolog. , 12. Indrawan Fahri. Anisa. Hilmi Hambali H. Pengaruh penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada konsep ekosistem. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains. Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar. Indonesia. Vol. (No1. ) . Kurniahtunnisa. Dewi. , & Utami. AuPengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi. Ay Jurnal Of Biology Education 5. Kurniawan. Rokhmat. , & Ardhuha. Perbedaan Hasil Belajar melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Komik Fisika dengan Pembelajaran Konvensional pada Siswa Kelas Vi SMPN 1 Labuapi Tahun Ajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 1. , 123Ae128. Mangunsong. Syahbana. , & Nopriyanti. Pengaruh Model Pembelajaran Novick terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa. Jurnal Math-Umb. Edu, 7. , 1Ae8. NafiAoah. Priyono. , & Prasetyo. Analisis Kebiasaan Berpikir Kritis Siswa Saat Pembelajaran Ipa Kurikulum 2013 Berpendekatan Scientific. Unnes Journal of Biology Education, 4. , 50229. PENTAGON- VOLUME. NO. DESEMBER 2024 e-ISSN : 3062-8652. dan p-ISSN : 3048-1732. Hal. Ilmi,M. Lagiono. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA SMAN 2 Kandangan Pada Konsep Ekosistem. Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Hayati. Prasetyo. , & Kristin. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 5 SD. DIDAKTIKA TAUHIDI: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7. , 13. https://doi. org/10. 30997/dt. Putri. Pursitasari. , & Rubini. Problem based learning terintegrasi STEM di era pandemi covid-19 untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 4. :193-204. Rosy. , & Pahlevi. Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Memecahkan Masalah. Prosiding Seminar Nasional, 160Ae175. Rusman. Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pairs Share (TPS). Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 3. , 67Ae79. Setiana. , & Purwoko. Analisis kemampuan berpikir kritis ditinjau dari gaya belajar matematika siswa. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 7. , 163Ae177. Sri Hariati. Rohanita. , & Safitri. Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Respon Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Pada Materi Operasi Bilangan Bulat. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma (Jpm. , 6. , 18Ae22. Syam. & Efwinda. Analisis keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan menerapkan model problem-based learning (PBL) pada mata kuliah fisika dasar di FKIP Universitas Mulawarman. Prosiding Seminar Nasional Fisika PPs Universitas Negeri Makassar, 2018, p.