Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 15-24 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Available online at: https://journal. org/index. php/JASIRA Pengaruh Edukasi Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui (Metode LATCH) pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip-Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon Annisa Nurhayati Hidayat1*. Husnul Khotimah2. Indah Nurfazriah3 1,2,3 Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Faletehan Serang. Indonesia fannisa13@gmail. Alamat: Jl. Raya Cilegon No. Km. Pelamunan. Kec. Kramatwatu. Kabupaten Serang. Banten 42161,Indonesia *Korespondensi penulis Abstract. Breastfeeding success often faces various challenges, one of which is the infantAos anatomical condition, such as a lip tie. Successful breastfeeding can be achieved if mothers and infants develop good breastfeeding skills, including correct LATCH technique. This study aims to determine the effect of breastfeeding education on breastfeeding effectiveness using the LATCH method among postpartum mothers with infants with lip tie at Krakatau Medika Hospital Cilegon. The research design was a quasi-experiment with a one-group pretestAe posttest approach. The study population included all breastfeeding mothers with infants diagnosed with lip tie, with a total sample of 29 participants selected through accidental sampling. The results showed that the rate of effective breastfeeding with good attachment before the education was 13. 8% and increased to 41. 4% after the education, with the mean breastfeeding effectiveness score rising from 4. 86 to 6. The paired t-test revealed a significant difference between LATCH scores before and after the education . < 0. It is recommended that Krakatau Medika Hospital develop a standard operating procedure (SOP) for breastfeeding education using the LATCH method. Keywords: Breastfeeding education. LATCH method, lip tie, postpartum mothers Abstrak. Keberhasilan menyusui sering kali menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kondisi anatomi bayi seperti Lip Tie. Keberhasilan menyusui dapat dicapai jika ibu dan bayi dapat mengembangkan keterampilan menyusui yang baik, termasuk teknik LATCH yang benar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menyusui terhadap efektivitas menyusui menggunakan metode LATCH pada ibu nifas dengan bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi dengan kondisi Lip Tie dengan jumlah sampel sebanyak 29 orang Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektifitas menyusui sebelum diberikan edukasi menyusui pada perlekatan baik sebesar 13,8% dan meningkat setelah dilakukan edukasi sebanyak 41,4% dengan rata-rata tingkat keefektifan menyusui dari 4,86 meningkat menjadi 6,97. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor LATCH sebelum dan sesudah diberikan edukasi . < 0,. Saran untuk RS Krakatau medika agar membuat SOP edukasi menyusui dengan metode LATCH. Kata kunci: Edukasi menyusui, metode LATCH, lip tie, ibu nifas LATAR BELAKANG Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Pemberian ASI eksklusif memberikan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal (WHO, 2. Artikel Masuk : 16 Agustus , 2025. Revisi: 20 September, 2025. diterima: 21 Oktober, 2025. Tersedia online: 02 November, 2025 Pengaruh Edukasi Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui (Metode LATCH) pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip-Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama kesehatan suatu negara. Angka kematian bayi di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Infeksi, malnutrisi, dan diare adalah penyebab utama kematian bayi. Pemberian ASI eksklusif, yang merupakan proses alami yang bermanfaat bagi ibu dan bayi, dapat mencegah dan mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi ini. Tanpa ASI eksklusif, bayi lebih rentan terhadap berbagai penyakit yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas (Muslimah, 2. Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari Sedangkan pada tahun 2023 berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) proporsi ASI Eksklusif 0-5 bulan secara nasional naik sebesar 68,6%. (SKI, 2. Sedangkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon tahun 2021, cakupan bayi usia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Ekslusif sebesar 63,7%. Persentase ini berada dibawah capaian Nasional yang tahun ini menyentuh angka 69,7% (Dinas Kesehatan Kota Cilegon, 2. Dampak yang ditimbulkan apabila tidak memberikan ASI pada bayi sebagian besar terkait dengan faktor nutrisi yaitu sebesar . %). Beberapa penyakit yang timbul akibat malnutrisi antara lain pneumonia . %), diare . %), dan perinatal . %) (Kemenkes, 2. Menurut Maryunani, kesehatan bayi terutama dipengaruhi oleh kurangnya ASI. Anak-anak yang tidak pernah disusui memiliki risiko penyakit gangguan pernapasan dan pencernaan pada empat tahun pertama kehidupannya dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI selama enam bulan atau lebih. Selain itu, pemberian ASI yang tidak eksklusif menyumbang 11,6% dari angka kematian anak di bawah usia lima tahun (Niar, 2. Usaha untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas dalam menyusui dapat dimulai dari pemberian edukasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap ibu nifas yang menyusui. Edukasi atau pendidikan kesehatan merupakan solusi yang tepat untuk ibu postpartum karena edukasi kesehatan merupakan suatu proses pemberian informasi yang bertujuan untuk merubah perilaku individu sehingga dapat mengurangi kegagalan pemberian ASI ekslusif (Riska, 2. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk teknik yang benar, dukungan sosial dan emosional, serta kondisi fisik ibu dan bayi (Suryani, 2. Teknik menyusui yang benar adalah dasar untuk kesuksesan ibu dalam menyusui bayinya. menguasai teknik menyusui yang benar, ibu dapat memberikan posisi dan perlekatan menyusui yang tepat sehingga ibu dan bayi dapat menyusui dengan nyaman dan tenang tanpa rasa sakit. Keberhasilan menyusui dapat dicapai jika ibu dan bayi dapat mengembangkan keterampilan menyusui yang baik, termasuk posisi yang nyaman, teknik LATCH yang benar, dan ritme yang sesuai antara ibu dan bayi (Suryani, 2. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 15-24 Salah satu teknik menyusui yang digunakan adalah metode LATCH yang terfokus pada perlekatan mulut dan payudara ibu. Beberapa metode atau tenik LATCH yang umum di ajarkan adalah Metode Asimetri / Deep LATCH dan metode C-Hold (Mohrbacher & Kendall-Tackett. Metode ini merujuk pada cara atau teknik yang membantu bayi menempel dengan benar pada payudara ibu agar proses menyusui berlangsung efektif, nyaman dan tidak menyakitkan. Metode LATCH ini mempunyai alat untuk menilai seberapa efektif metode ini digunakan yaitu LATCH scoring. Metode ini menilai lima komponen penting dalam proses menyusui yang merupakan akronim dari kata LATCH itu sendiri, yaitu: L (LATCH/perlekata. A (Audible swallowing/suara menela. T (Type of nipple/jenis putin. C (Comfort/kenyamanan ib. , dan H (Hold/posisi menyusu. Penilaian dengan metode LATCH membantu tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. Studi menunjukkan bahwa skor LATCH yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan keberhasilan menyusui dan penurunan nyeri puting pada ibu (Taj. Kausar. Naz. Manzoor, & Zareef, 2. Beberapa penelitian (Nurhidayah, 2. menunjukkan bahwa metode LATCH efektif dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah menyusui, termasuk pada bayi dengan kondisi Lip Tie. Namun di Indonesia, masih terbatas penelitian yang secara spesifik mengkaji hubungan antara metode LATCH dan keberhasilan menyusui pada bayi dengan Lip Tie. Keberhasilan menyusui sering kali menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kondisi anatomi bayi seperti Lip Tie. Lip Tie terjadi ketika frenulum labialis superior . aringan yang menghubungkan bibir atas dengan gus. terlalu pendek atau kaku, sehingga membatasi pergerakan bibir atas bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menyusui, seperti perlekatan yang buruk, bayi mudah lelah saat menyusu, nyeri pada puting ibu, serta penurunan berat badan pada bayi (Prastiwi, 2. Penelitian mengenai dampak Lip Tie terhadap keberhasilan menyusui masih terbatas. Beberapa studi menunjukkan bahwa Lip Tie dapat mempengaruhi proses menyusui, namun bukti ilmiah yang mendukung intervensi seperti frenotomi masih kurang dan memerlukan penelitian lebih lanjut (Carnino. Walia. Lara. Mwaura, & Levi, 2. Lip Tie dapat menyebabkan berbagai masalah pada bayi, terutama terkait proses menyusui, antara lain. Kesulitan Mengisap ASI di Payudara Ibu. Susah Menyedot Susu dari Botol. Sering Menelan Udara Berlebih. Masalah Pertumbuhan Gigi. Kesulitan dalam Berbicara (Prasanda, 2. Penyebab pasti dari Lip Tie belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor yang diduga berkontribusi meliputi. Faktor Genetik. Banyak ahli percaya bahwa Lip Tie muncul sebagai variasi perkembangan bibir dan rongga mulut saat janin dalam kandungan yang Pengaruh Edukasi Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui (Metode LATCH) pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip-Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon dipengaruhi oleh faktor genetik (Fuadah, 2. Sindrom Tertentu. Beberapa kondisi genetik seperti Sindrom Kindler. Sindrom Opitz, dan Sindrom Van der Woude diketahui memiliki keterkaitan dengan keberadaan Lip Tie pada lidah dan bibir (Subitmele, 2. Data spesifik mengenai prevalensi Lip Tie di Indonesia masih terbatas. Namun, berdasarkan data yang ada mengenai kondisi serupa seperti tongue tie, pada tahun 2019 796 kasus tongue tie pada bayi di Indonesia, dengan 52,6% di antaranya menjalani prosedur frenotomi. Meskipun data spesifik mengenai Lip Tie belum tersedia, angka tersebut memberikan gambaran bahwa kelainan frenulum cukup umum terjadi (Kurniasari. Maharani, & Juwariyah, 2. Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon sebagai salah satu fasilitas kesehatan di wilayah Banten seringkali menangani kasus ibu dan bayi dengan kendala menyusui, termasuk yang berkaitan dengan kelainan anatomi seperti Lip Tie. Namun, hingga saat ini belum ada data atau penelitian yang secara khusus meneliti efektivitas metode LATCH terhadap keberhasilan menyusui pada bayi yang mengalami Lip Tie di rumah sakit tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai dasar intervensi yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan menyusui, khususnya dalam manajemen laktasi pada bayi dengan Lip Tie. Data internal dari Ruang Asoka Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon pada awal tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 70% bayi mengalami Lip Tie, dengan 18,3% di antaranya juga disertai Tongue Tie. Sementara itu, hanya 20% bayi yang tidak mengalami Lip Tie maupun Tongue Tie. Tingginya angka kejadian ini menandakan bahwa Lip Tie merupakan kondisi yang cukup umum dan penting untuk ditangani secara tepat, khususnya dalam mendukung keberhasilan menyusui. Dampak yang sering terjadi pada bayi dengan Liptie yang umum terjadi di ruang Asoka RS Krakatau Medika adalah lecet puting. Hal ini akan berpengaruh pada keberhasilan pemberian ASI, antara lain dampak psikologi ibu yang membuat menyusui jadi tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendukung seperti metode LATCH, yang merupakan metode penilaian perlekatan menyusui secara sistematis, untuk membantu ibu menyusui meningkatkan efektivitas menyusui pada bayi dengan kondisi Lip Tie. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Asoka . awat gabun. Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon dan waktu penelitian pada bulan Mei 2025 sampai dengan Juni tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi dengan kondisi Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 15-24 Lip Tie dan dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika dengan sampel yang berjumlah 29 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menyusui terhadap efektifitas menyusui (Metode LATCH). Uji yang digunakan adalah uji statistik parametrik yaitu Dependen Sample T-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Nilai Rata-Rata Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Tabel 1. Analisis Nilai Rata-Rata Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Sebelum dan Sesudah diberikan Edukasi Menyusui Pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon Tingkat Efektifitas Sebelum Edukasi Sesudah Edukasi . (%) . (%) Perlekatan Baik Perlekatan Sedang Perlekatan Buruk Jumlah Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa tingkat efektifitas menyusui sebelum diberikan edukasi menyusui pada ibu nifas dengan bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon yaitu perlekatan baik 4 orang . , perlekatan sedang sebanyak 17 orang . ,6%) dan perlekatan buruk 8 orang . ,6%). Sedangkan setelah diberikan edukasi menyusui terdapat kenaikan pada perlekatan baik sebanyak 12 orang . ,4%) dan ada penurunan pada perlekatan buruk sebesar 2 orang . ,9%). Hasil Analisis Perbedaan Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Tabel 2. Analisis Perbedaan Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi Menyusui Pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon Kenaikan Skor LATCH Mean p-value MeanASD Pre test 4,89 2,475 Post test 6,97 2,096 2,103A1,718 0,001 Berdasarkan table 2 tersebut dapat diketahui bahwa tingkat skor LATCH sebelum diberikan edukasi menyusui rata-rata 4,89A2,475 dan setelah diberikan edukasi menyusui ratarata 6,97A2,096 atau mengalami Kenaikan sebesar 2,103A1,718. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor LATCH sebelum dan sesudah diberikan edukasi . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Pengaruh Edukasi Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui (Metode LATCH) pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip-Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon edukasi yang diberikan berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan menyusui pada Analisis Nilai Rata-Rata Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektifitas menyusui sebelum diberikan edukasi menyusui pada ibu nifas dengan bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon pada perlekatan baik sebesar 13,8% dan meningkat setelah dilakukan edukasi sebanyak 41,4% dengan rata-rata tingkat keefektifan menyusui dari 4,86 meningkat menjadi 6,97. Hasil ini sejalan dengan penelitian Titis Wahyuni . tentang Pengaruh Teknik Pemberian ASI dengan Metode Score LATCH Terhadap kemampuan Ibu Menyusui di Siloam Hospital Lippo Village didapatkan hasil Kemampuan ibu menyusui sebelum mendapatkan edukasi teknik pemberian ASI dengan metode score LATCH sebagian besar kurang 65,1%, sesudah mendapatkan edukasi sebagian besar baik 74,4%. Hasil ini diperkuat oleh Prameswari. D . tentang efektivitas edukasi teknik LATCH terhadap skor keberhasilan menyusui pada ibu postpartum didapatkan hasil rata-rata skor LATCH meningkat dari 5,6 menjadi 8,1 setelah Dalam konteks menyusui LATCH merujuk pada posisi bayi saat menyusu dengan mulutnya melekat pada payudara ibu, memastikan bayi mendapatkan ASI secara efektif. Pada sebagian ibu yang baru melahirkan, perlekatan ini sering di anggap hal yang alamiah. Padahal jika perlekatan tidak adekuat dapat menyebabkan berbagai masalah menyusui, salah satunya adalah bayi tidak mendapat cukup ASI dan putting lecet pada ibu. Perlekatan (LATCH) yang baik adalah kunci untuk sukses menyusui, membantu bayi mendapatkan ASI dengan nyaman dan efektif, serta mencegah masalah seperti puting lecet. (International, 2. Berdasarkan data dilapangan meningkatnya tingkat efektifitas menyusui setelah diberikan edukasi menyusui pada ibu nifas dengan bayi Lip Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon menandakan pelaksanaan edukasi teknik menyusi dengan metode LATCH berhasil karena dengan adanya edukasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman tentang suatu masalah atau kondisi terkait bayi Lip Tie sekaligus dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir dan teknik menyusui melalui metode LATCH. Analisis Perbedaan Keefektifan Menyusui (Metode LATCH) Berdasarkan hasil penelitian, tingkat skor LATCH sebelum diberikan edukasi menyusui rata-rata 4,89A2,475 dan setelah diberikan edukasi menyusui rata-rata 6,97A2,096 atau mengalami Kenaikan sebesar 2,103A1,718. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 3. NOMOR, 4 NOVEMBER 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 15-24 perbedaan yang signifikan antara skor LATCH sebelum dan sesudah diberikan edukasi . = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan menyusui. Hasil ini sejalan dengan penelitian Wulandari . tentang pengaruh edukasi menyusui terhadap peningkatan skor LATCH di RSUD Dr. Soetomo Surabaya didapatkan edukasi menyusui secara langsung meningkatkan rata-rata skor LATCH dari 6,3 menjadi 9,2. Intervensi edukasi terbukti efektif secara statistik . < 0. Diperkuat dengan penlitian lainnya bahwa ada pengaruh edukasi teknik pemberian ASI dengan metode score LATCH terhadap kemampuan ibu menyusui di Siloam Hospital Lippo Village (Titis Wahyuni, 2. Keberhasilan menyusui sering kali menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kondisi anatomi bayi seperti Lip Tie. Lip Tie terjadi ketika frenulum labialis superior . aringan yang menghubungkan bibir atas dengan gus. terlalu pendek atau kaku, sehingga membatasi pergerakan bibir atas bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam menyusui, seperti perlekatan yang buruk, bayi mudah lelah saat menyusu, nyeri pada puting ibu, serta penurunan berat badan pada bayi (Prastiwi, 2. Metode LATCH dalam proses menyusui memiliki tujuan utama untuk memastikan pelekatan yang efektif antara mulut bayi dan payudara ibu, sehingga proses menyusui dapat berlangsung dengan optimal. Keberhasilan menyusui dapat dicapai jika ibu dan bayi dapat mengembangkan keterampilan menyusui yang baik, termasuk posisi yang nyaman, teknik LATCH yang benar, dan ritme yang sesuai antara ibu dan bayi (Suryani, 2. Berdasarkan data dilapangan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor LATCH sebelum dan sesudah diberikan edukasI menurut asumsi peneliti pelekatan (LATCH-o. pada puting ibu efektif dalam mengoptimalkan pengeluaran ASI sehingga tercapainnya kemampuan menyusui yang baik. Puting harus diletakkan dengan benar agar tidak menempel pada langitlangit bayi yang keras dan masuk ke tenggorokan bayi serta membuat suara menelan yang kuat . udible of swallowin. Teknik pemberian ASI dengan metode LATCH efektif terhadap kemampuan menyusui pada ibu postpartum. metode pengukuran dan edukasi tentang LATCH sebagai bentuk komunikasi dapat membantu tenaga medis menilai keterampilan dan pengetahuan ibu tentang menyusui. KESIMPULAN DAN SARAN Tingkat efektifitas menyusui sebelum diberikan edukasi menyusui pada perlekatan baik sebesar 13,8% dan meningkat setelah dilakukan edukasi sebanyak 41,4% dengan rata-rata Pengaruh Edukasi Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui (Metode LATCH) pada Ibu Nifas dengan Bayi Lip-Tie di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon tingkat keefektifan menyusui dari 4,86 meningkat menjadi 6,97. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor LATCH sebelum dan sesudah diberikan edukasi . = 0,. Saran untuk RS Krakatau medika agar membuat SOP edukasi menyusui dengan metode LATCH. UCAPAN TERIMA KASIH