AuResilience picture Women Prisoners and Detention Class IIB BangkalanAyThesis. Devi Yeni Dikarini Alifah Rahma Wati Program Studi Psikologi Psychology Studiy Program. Faculty Of Social and Cultural Sciences. University of Trunujoyo. Madura Email: deviyeni_dikarini@yahoo. rahmawati_alifah99@yahoo. Abstract This study aims to describe the resilience of women prisoners of Jail Class IIB Bangkalan. Thisstudy uses descriptive qualitative method on each subject that has been determined by purposive sampling, this study uses method of collecting data semi-structured interviews. Subjects in this study are a woman prisoner who experienced abuse cases that led to deaths and homicides. Female prisoners experience conflict sourced from within the jail and sourced outside of the jail, resulting in feelings of sadness, regret, depressed, even feel does not want anymore and crash. The results of this study indicate that women prisoners are able to overcome the problems faced in which these problems can lead to adversity and suffering every day. The ability of the female prisoners is the ability to To achieve the Traffic resilience of women prisoners also passed the seven dimensions: women prisoners are able to regulate negative emotions owned into a positive activity, impulse control women prisoners are able to withstand the desire arising from within himself, female inmates have a feeling of optimism for passing sentence at the jail and after coming out of the jail, clausal analyze the female inmates were able to analyze the causes of the problem either cause prisoners Imprisoned and during serving his sentence at the jail, women prisoners are able to empathize with a fellow inmate and able to empathize with the families left behind, self efficacy inmates have the ability to override the problems faced by the various ways that do, reaching out female prisoners were able to take the positive aspects or to take lessons from the problems faced. In addition to the seven dimensions of women prisoners to support the ability for resilience also supported by three factors: individual, family, neighborhood. So that each subject was able to achieve resilience and change the situation is better than before, and can take lessons from the events experienced. Keywords: Resilience. Women prisoners GAMBARAN RESILIENSI NARAPIDANA WANITA RUTAN KELAS IIB BANGKALAN Devi Yeni Dikarini Alifah Rahma Wati Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura Email: deviyeni_dikarini@yahoo. rahmawati_alifah99@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi narapidana wanita RUTAN Kelas IIB Bangkalan. Penelitain ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif pada masing-masing subjek yang telah di tentukan berdasarkan purposive sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur. Subjek dalam penelitian ini narapidana wanita dengan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian dan kasus pembunuhan. Narapidana wanita mengalami konflik yang bersumber dari dalam RUTAN maupun yang bersumber dari luar RUTAN, sehingga mengakibatkan perasaan sedih, menyesal, tertekan, bahkan merasa tidak di inginkan lagi dan mengalami keterpurukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa narapidana wanita mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi yang mana permasalahan tersebut dapat mengakibatkan keterpurukan dan penderitaan sehari-hari. Kemampuan yang dimiliki narapidana wanita merupakan kemampuan melakukan resiliensi. Untuk mencapai kemapuan resiliensi narapidana wanita juga melewati ketujuh dimensi yaitu: narapidana wanita mampu meregulasi emosi negatif yang dimiliki menjadi kegiatan yang positif, impuls kontrol narapidana wanita mampu menahan keinginan yang timbul dari dalam dirinya, narapidana wanita memiliki perasaan optimis untuk melewati hukumannya di dalam RUTAN dan setelah keluar dari RUTAN, clausal analys yakni narapidana wanita mampu untuk menganalisa penyebab permasalahannya baik yang menyebabkan narapidana masuk RUTAN dan selama menjalani hukuman di dalam RUTAN, narapidana wanita mampu berempati terhadap sesama narapidana dan mampu berempati terhadap keluarga yang di tinggalkan, self efficacy narapidana memiliki kemampuan untuk mengatsi permasalahan yang dihadapi dengan berbagai cara yang dilakukan, reaching out narapidana wanita mampu untuk mengambil aspek positif atau mengambil hikmah dari permasalahan yang dihadapi. Selain ketujuh dimensi tersebut narapidana wanita untuk mendukung kemampuan untuk resiliensi juga didukung oleh ketiga faktor yaitu: individu, keluarga, lingkungan. Sehingga setiap subjek mampu mencapai resiliensi dan mengubah keadaan lebih baik dari sebelumnya, serta dapat mengambil hikmah dari kejadian yang dialami. Kata Kunci: Resiliensi. Narapidana Wanita Daftar Pustaka: 1981-2015 yang telah PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk sosial yang mana antara manusia yang satu dengan berinteraksi, dan bersosialisasi, sehingga dapat dikatakan bahwa sejak lahir sudah disebut (Akhdhiat Marliani, 2. Adanya pandangan bahwa manusia merupakan makhluk sosial maka dituntut untuk saling mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, sehingga untuk saling menjalin hubungan tersebut perlu mempelajari norma-norma sosial sesuai dengan di mana individu tersebut berada supaya mendapatkan pengakuan dari orang lain. Manusia selain makhluk individual yang memiliki kepentingan dan kegiatan yang bersifat individu, inilah yang membentuk berbagai macam masalah apabila ada perilaku individu yang menentang ataupun berbeda dengan kegiatan sosial, hal tesebut akan menyebabkan perselisihan sosial dan masyarakat cenderung menganggapnya sebagai perilaku menyimpang. Kartono . mengatakan bahwa perilaku menyimpang ialah perilaku atau tingkah laku seseorang yang berbeda dengan karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan atau populasi. Sanksi-sanksi akan diberikan kepada seseorang ataupun kelompok yang berperilaku menyimpang dan melanggar norma dalam lingkungan Sanksi-sanksi tersebut berupa cibiran, dikucilkan, hingga pengusiran. Akhdhiat Marliani . mengatakan ada beberapa macam norma yang harus ditaati yaitu: . Norma agama. Norma . Norma kesopanan. Norma . Norma hukum. Indonesia berpayung hukum, maka seluruh kehidupan bermasyarakat diatur berdasarkan hukum yang Memberi hukuman bagi yang bersalah dan juga memberi binaan bagi mereka yang melanggar hukum atau melakukan tindak Pihak kepolisian akan mengadakan proses penyelidikan terhadap laporan yang diterima, laporan tersebut akan memasuki proses penyelidikan polisi untuk mencari serta Penyidik melakukan penangkapan kepada tersangka (Samosir, 2. Proses penyelidikan, penuntutan dan pemeriksaan dilakukan di pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan mahkamah agung. Tahanan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) yang di dalamnya dibedakan berdasarkan jenis kelamin, umur, tingkat pemeriksaan yang disebutkan dalam KUHP Pasal 19 Ayat 1. Pemisahan tersebut Kelas IIA Wanita Malan. mengatakan bahwa dilakukan untuk memudahkan petugas dalam narapidana wanita dalam menjalani sanksi pengontrolan dan pembinaan terhadap para pidananya Setelah proses pemeriksaan selesai penderitaan dan lama hukuman telah ditetapkan maka kehilangan kepribadian, identitas diri, akibat status sebagai tahanan akan berganti sebagai peraturan dan tatacara hidup yang selalu diawasi, narapidana selalu dalam pengawasa Costanzo . , mengatakan bahwa petugas sehingga merasa dicurigai, kehilangan laki-laki pada kemerdekaan hakikatnya sama, tetapi narapidana laki-laki melakukan hobi, selain itu kebebasan untuk cenderung melakukan tindak agresifitas, dan berkomunikasi ide-idenya. Sedangkan wanita kreatifitasnya, cenderung lebih menggunakan perasaan dalam imajinasinya, bahkan juga impian dan citamenyikapi permasalahan, sehingga jarang citanya tidak dapat dikembangkan secara terjadi tindak kekerasan secara fisik. Tetapi pada narapidana wanita lebih cenderung maksimal selama menjadi narapidana. Menjalani kehidupan di dalam RUTAN obat bukanlah dibandingkan narapidana laki-laki. Semua beradaptasi dengan orang-orang yang memiliki narapidana pria dan wanita memiliki hak dan berbagai macam latar belakang dan bermacamkewajiban yang sama, tetapi menurut Gussak macam kasus kejahatan. Merujuk pada hasil . alam penelitian Ardila 2. mengatakan penelitian Meilina . diatas dan hasil bahwa narapidana wanita lebih rentan untuk wawancara awal dengan informan . eorang stres, hal tersebut terjadi karena menjalani narapidana wanita di RUTAN Kelas IIB status sebagai narapidana merupakan sumber Bangkala. mengungkapkan bahwa, situasi terjadinya stres yang disebabkan perannya dan lingkungan di dalam penjara berbeda sebagai ibu, untuk menjaga konflik dalam dengan lingkungan di luar penjara, kegiatan keluarga, dan menjaga keharmonisan keluarga. yang bisa dilakukan sesuka hati seorang Hasil penelitian Meilina . dengan individu di luar dapat berubah drastis setelah ia judul Dampak Psikologis Bagi Narapidana berada di dalam RUTAN. Kegiatan yang Wanita (Studi di Lembaga Pemasyaraatan peraturan-peraturan diterapkan oleh petugas serta keterbatasan intelegensi baik dan aktif. Keluarga, bertemu dengan keluarga, baik anak, suami, resiliensi bisa ditingkatkan dengan dukungan dan sanak keluarga lainnya, merupakan orang tua yang hangat, hubungan antara orang beberapa contoh dari hal-hal yang harus tua dan anak yang harmonis dan menghargai Ardila . tugas-tugas sosial. Lingkungan yaitu menyatakan bahwa seseorang yang telah lingkungan yang berada di luar keluarga. mengalami keterpurukan ataupun berada dalam Sepertihalnya lingkungan RUTAN. keadaan tidak nyaman seharusnya memiliki Menurut Reivich & Shatte . alam kemampuan untuk bisa bangkit dari kondisi Nasution, 2. resiliensi bukanlah sifat tersebut dengan mempunyai pendangan diri bawaan dan faktor genetis, tetapi resiliensi yang positif, dukungan keluarga terdekat yang merupakan diberikan secara terus-menerus, memiliki sikap menganalisa kejadian-kejadian yang menimpa penyenangan diri terhadap lingkungan baru dirinya akan memiliki efek yang sangat besar yaitu lingkungan di dalam RUTAN, dan juga terhadap negatifnya merespon suatu situasi dinamakan thinking menjadi pelajaran positif dalam hidupnya. Resiliensi Thinking style menentukan resiliensi kemampuan seseorang beradaptasi terhadap kejadian yang berat atau seseorang menginterpretasi adversity yang Mengatasi maksudnya kemampuannya bertahan dalam keadaan tertekan, bahkan adversity secara sukses. berhadapan dengan kesengsaraan adversity Selanjutnya Reivich & Shatte . alam atau trauma yang dihadapi dalam kehidupan. Nasution, 2. menyatakan beberapa dimensi Maanfaat yang didapatkan apabila seseorag yang memiliki resiliensi yaitu mampu bangkit dari kemampuan resiliensi yaitu: regulasi emosi, adversity yang bisa menyebabkan depresi atau impuls kontrol, optimisme, clausal analiys, kecemasan . alam Desmita, 2. empati, self efficacy, reaching out. Lingkungan Faktor-faktor yang dapat mendukung juga memiliki pengaruh dalam membentuk terbentuknya resiliensi menurut (Desmita: variasi individu seperti adanya dukungan 2. yaitu: . Individu memiliki kemampuan sosial, merupakan dukungan atau bantuan yang yang baik, empatis, rasa humor, berasal dari orang lain seperti teman atau keluarga. Individu yang memiliki resiliensi Narapidana yang baik mampu bangkit dari kondisi resiliensi akan bangkit dari permasalahan yang terpuruk ataupun kondisi tidak nyaman yang dihadapi, baik permasalahan yang timbul dari mereka alami sehingga mereka diharapkan diri sendiri maupun lingkungan di dalam untuk mampu menurunkan resiko kecemasan RUTAN dan lingkungan di luar RUTAN. dan depresi dan mereka dapat mengubah Tidak keadaan menjadi lebih positif dan mencapai memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi situasi buruk tersebut. Mereka tidak tahu Narapidana memiliki bagaimana cara menghadapi dan bagaimana kemampuan untuk beresiliensi akan menjalani cara untuk keluar dari kondisi tidak nyaman kehidupan tidak nyaman selama berada di dan terpuruk, namun meski demikian ada dalam RUTAN, karena tidak mampu untuk beberapa narapidana yang memiliki keberanian keluar dari permasalahan dan tekanan yang untuk melawan rasa ketakutannya dan mampu Narapidana di tempatkan di dalam keluar Sehingga RUTAN dengan tujuan agar setelah kembali ke narapidana yang bisa keluar dari keadaan tengah-tengah masyarakat atau di bebaskan adversity dan bisa menerima keadan yang tidak dapat diterima dan berbaur kembali ke dalam nyaman bisa dikatakan dapat beresiliensi. lingkungan Narapidana wanita yang mendekam di dalam Seseorang yang tidak beresiliensi RUTAN diharuskan berjauhan dengan dunia pada luar yaitu para teman-teman, dan keluarga. permasalahannya dan tidak bisa optimal untuk Berdasarkan pendapat Gusak . alam penelitian tengah-tengah masyarakat. Ardila, sehingga resiliensi di butuhkan oleh setiap memikirkan keutuhan keluarga serta menjaga konflik yang Resiliensi individu karena apabila seseorang tidak dapat berdasarkan peran yang akan dilakukan oleh resiliensi akan terpuruk dan tidak bisa bangkit wanita yaitu mendampingi suami dan anakdari permasalahan yang dihadapi, karena anak dalam kehidupan sehari-hari, apabila resiliensi merupakan kemampuan individu sosok ibu tidak ada di rumah dan mendekam di untuk bisa bangkit dari keterpurukan yang dalam rutan maka di dalam keluarga akan yang dihadapi. Sehingga peneliti lebih memfokuskan penelitian ini pada narapidana wanita. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian Berdasarkan latar belakang yang telah ini adalah purposive sampling. Purposive diuraikan dalam penelitian ini, maka peneliti sampling merupakan teknik pengambilan akan melakukan penelitian dengan judul sampel/sumber data dengan pertimbangan AuGambaran Resiliensi Narapidana Wanita di tertentu, misalnya orang tersebut yang RUTAN Kelas IIA BangkalanAy. dianggap paling tahu tentang apa yang peneliti harapkan, atau mungkin sebagai penguasa sehingga akan memudahkan METODE PENELITIAN Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah (Sugiyono. Dalam menggunakan wawancara semi terstruktur yaitu jenis wawancara yang dilakukan Tujuan wawancara jenis ini adalah menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pendapatdan ide-idenya, kemudian dalam Adapun jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Bertujuan untuk menggambarkan dan meringkas berbagai situasi, kondisi, atau berbagai fenomena. Format deskriptif kualitatif pada umumnya dilakukan pada penelitian dalam bentuk studi kasus yakni penelitian yang berpusat satu unit tertentu objek/situasisosial yang diteliti (Sugiyono, 2. digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian memungkinkan studi ini dapat bersifat AumenusukAy penelitian (Bungin, 2. mendengarkan secara teliti dan mencatat (Sugiyono, 2. Analisis data yang digunakan dalam Miles Huberman. Miles dan Huberman . alam Herdiansyah, 2. mengemukakan bahwa teknik analisis data model interaktif terdiri atas empat tahapan yang harus dilakukan. Tahapan pertama adalah tahap pengumpulan data, tahapan kedua adalah tahap reduksi data, tahapan ketiga adalah tahap penyajian data. Resiliensi individu untuk bisa bertahan dan mengatasi dan tahapan keempat adalah tahap penarikan dari permasalahan yang dihadapi, yang mana kesimpulan atau tahap verifikasi. permasalahan tersebut menyebabkan perasaan Dalam penelitian ini tehnik triangulasi data yang digunakan adalah triangulasi sumber seseorang tidak dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber permasalahan yang dihadapi dan akan terus dalam penelitian ini adalah peneliti melakukan menerus Pada wawancara kepada teman-teman narapidan dan penelitian ini peneliti akan membahas tentang RUTAN, dengan resiliensi pada narapidana wanita di RUTAN menyesuaikan hasil wawancara yang diperoleh Triangulasi penelitian ini Kelas IIB Bangkalan, yang mana narapidana dalam wanita tersebut saat memasuki RUTAN akan melakukan bertemu orang-orang wawancara dengan subjek penelitian dengan pengalaman baru yang tidak menyenangkan wawancara yang dapat mengakibatkan rasa stres dan Anggraini . mengatakan bahwa narapidana yang mengalami frustrasi dan penderitaan apabila tidak diatasi dan dikelola HASIL PENELITIAN Analisis Gambaran Resiliensi Narapidana Wanita RUTAN Kelas IIB Bangkalan Werner . alam Desmita, penderitaan yang berkepanjangan. Narapidana wanita RUTAN Kelas IIB 2. Bangkalan memiliki berbagai permasalahan yang dapat menyebabkan keterpurukan selama kemampuan beradaptasi terhadap kejadian berada di dalam RUTAN, permasalahan yang yang berat atau masalah yang terjadi dalam dirasakan Permasalahan beradaptasi beragam. maksudnya adalah bertahan dalam keadaan timbul dari dalam RUTAN seperti halnya tertekan, bahkan ketika berhadapan dengan perbedaan pendapat dengan sesama narapidana . eadaan nyama. atau trauma yang dihadapi. tidak yang dapat menyebabkan konflik sehingga membuat narapidana merasakan tidak nyaman bahkan bisa menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan. Hal tersebut seiring dengan yang akan melindungi keluarganya. Perasaan Toch dan Adams . alam Coztanzo, 2. bersalah dan merasa tidak berguna lagi akan pertama: narapidana akan dipisahkan dengan dunia luar, dipisahkan dari orang-orang dan Seseorang yang mengalami tekanan dan lingkungan yang disayangi. Kedua: narapidana menjadi kebiasaan dalam menjalani hidupnya tidak memiliki kekuasaan untuk memutuskan maka akan merasakan keterpurukan, apabila aspek-aspek Ketiga: dalam keterpurukan seseorang tidak diatasi dan tidak penjara yang kejam dan opresif. Keempat: tersebut maka akan mengalami penderitaan kekurangan ekstrim dalam privasi. Kelima: ada yang berkepanjangan. Seseorang yang mampu ancaman atau realitas kekerasan dari sesama bangkit dan keluar dari permasalahannya maka Keenam: waktu dikatakan kosong dan rutinitas yang dipaksaakan. Seperti yang dikatakan Revich dan Narapidana wanita juga memiliki Shatte . alam Nasution, 2. memaparkan luar terdapat tujuh dimensi yang dapat membentuk RUTAN, seperti pada kasus pembunuhan yang kemampuan resiliensi yaitu: regulasi emosi wanita adalah kemampuan untuk tetap tenang dalam yang menghadapi tekanan. impulse control adalah menyebabkan kematian. Kasus tindak pidana kemampuan individu untuk mengendalikan yang berakibat pada kematian orang lain akan keinginan, dorongan, kesukaan, serta tekanan yang yang muncul dari dalam diri. optimisme adalah korban ketika melihat bahwa masa depan kita yang cemerlang. clausal analiys adalah kemampuan individu untuk mengidentifikasikan penyebab Rasa bersalah narapidana wanita yang dari permasalahan yang mereka hadapi. nyawa adalah kemampuan individu untuk membaca seseorang maka narapidana akan merasa tanda-tanda kondisi emosional dan psikologis dari orang hancurnya keluarga, dan merasa bahwa dirinya kemampuan individu untuk mempresentasikan tidak berguna lagi karena tidak bisa memenuhi sebuah tugasnya sebagai orang tua dan sebagai sosok memecahkan masalah yang kita alami dan mencapai out lingkungan sosial. Permasalahan yang kerap ia kemampuan individu untuk meraih aspek alami di dalam RUTAN adalah ia sering kali positif dari kehidupan setelah kemalangan dijadikan bahan gunjingan narapidana lainnya, yang menimpa. salah satu hal yang paling dibenci oleh Selain ketujuh dimensi yang dimiliki oleh narapidana wanita adalah apabila dirinya narapidana wanita untuk memiliki kemampuan menjadi bahan gunjingan, sehingga ia akan beresiliensi narapidana wanita juga memiliki murka apabila ia mengetahui ada orang lain dukungan dari keluarga, lingkungan dan yang menggunjing dirinya. Regulasi emosi dikatakan Revich dan Shatte . alam Nasution, menghabiskan banyak waktu di musholla agar Dari hasil analisis pada BAB IV tidak mendengar gunjingan tentang dirinya dan sebelumnya, maka dapat dipaparkan gambaran menghindari konflik dengan para penggunjing resiliensi narapidana wanita RUTAN kelas IIA tersebut. Kini ia lebih memilih diam dan Bangkalan berdasarkan teori resiliensi yang menghindar diungkapkan oleh Werner . alam Desmita, menggunjing dirinya. Pembahasan tersebut 2. sebagai berikut: didukung oleh pernyataan Reivich dan Shatte . alam Nasution, 2. Seseorang Regulasi emosi Berdasarkan telah kurang memiliki kemampuan mengatur emosi dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa akan mengalami kesulitan dalam membangun setiap narapidana wanita yang masuk RUTAN dan menjaga hubungan pertemanan. Regulasi memiliki perasaan sedih, tertekan, bersalah, emosi yang dilakukan narapidana wanita jenuh, bahkan merasa dirinya sudah tidak Perasaan tersebut dapat bersumber dukungan dari lingkungan sosial juga menjadi dari luar RUTAN yaitu rasa bersalah pada faktor penentu menjadi keberhasilan dalam keluarga dan konflik yang terjadi antara meregulasi emosi yang dilakukan narapidana sesama narapidana di dalam RUTAN. wanita dalam penelitian ini. Saat datang Narapidana wanita tidak serta merta dapat amarahnya narapidana wanita memilih untuk Kemampuan untuk berdiam diri di musholla dan mengaji, serta meregulasi emosi terbentuk dari pengalaman- narapidana wanita juga mengikuti kegiatan pengalaman yang mereka alami di luar dan di pengajian yang didakan di RUTAN, selain hal dalam RUTAN dan juga dukungan dari tersebut narapidana wanita juga bercerita terhadap petugas RUTAN yang membuat karena merasa takut anaknya merasa sedih dan mereka lebih tenang. akan membenci dirinya. Perilaku narapidana untuk mengendalikan Impuls control Kedua subjek narapidana wanita sama- keinginan yang timbul dari dalam dirinya, dan sama memiliki keinginan yang sangat kuat keingianan tersebut terkadang tidak sesuai untuk kabur dari RUTAN. Usaha-usaha yang dengan keadaan yang sebenarnya. Seperti yang dilakukan oleh narapidana wanita adalah diungkapkan berusaha untuk melarikan diri dari RUTAN. Nasution. Revich Shatte . alam tatapi ketatnya penjagaan di dalalam RUTAN merupakan maupun di luar area RUTAN membuat mengontrol dorongannya, menunda pemuasan narapidana urung melakukan usaha pelarian kebutuhannya, diri dan harus mengendalikan keinginannya keinginannya yang muncul dari dalam diri RUTAN. Kedua individu tersebut. menyadari bahwa usaha mereka untuk kabur akan sia-sia. Keinginan Penderitaan dan keterpurkan yang dialami narapidana wanita di atas membuat narapidana oleh wanita pesimis terhadap kehidupannya di narapidana wanita dalam penelitian ini adalah Optimisme dalam RUTAN karena telah dijauhi oleh sesama narapidana lainnya, dan merasa pesimis setelah Untuk menjalin hubungan baik RUTAN tersebut tidak mudah, karena narapidana membencinya sehingga narapidana wanita wanita harus menahan keinginannya untuk tidak memiliki tujuan setelah keluar dari marah apabila terjadi perbedaan pendapat RUTAN. Pembahasan tesebut seiring dengan antara sesama narapidana. Duffy . alam Ghufron Keinginan yang sangat kuat yang dimiliki Risnawita, 2. yang mengatakan bahwa narapidana wanita dalam penelitian ini adalah individu yang kurang memiliki kepastian untuk keinginannya untuk berkata jujur kepada memandang masa depan dan selalu hidup anaknya yang masih berumur lima tahun dalam keadaan ketidakpastian dan merasa bahwa dirinya telah membunuh ayahnya, hidup tidak berguna merupakan individu yang namun keinginan tersebut ia pendam kuat-kuat pesimis. Perasaan pesimis yang muncul pada kemampuan narapidana wanita tidak berlangsung lama, penyebab permasalahannya, seiring dengan karena narapidana wanita memiliki dukungan pendapat Revich dan Shatte . alam Nasution. Pembahasan RUTAN. clausal analiys menunjukkan bahwa oleh seseorang yang memiliki kemampuan untuk pernyataan Nasution . yang menyatakan mengidentifikasi penyebab masalah secara seseorang bergantung pada hubungan dengan akurat. Jika orang lain untuk melewati minggu-minggu mengidentifikasi penyebab masalah secara pertama kondisi adversity. Keyakinan untuk kesalahan yang sama secara terus menerus. Kedua narapidana wanita dalam penelitian berada di dalam RUTAN dan kehidupannya ini selalu mendoakan arwah orang yang telah setelah keluar dari RUTAN juga seiring oleh mereka pernyataan Rvich dan Shatte . alam Nasution, pengampunan kepada Allah agar mengampuni 2. menyatakan bahwa seseorang yang segala kesalahan mereka. Kesadaran tersebut optimis yakin bahwa kondisi dapat berubah membuat narapidana wanita berfikir terlebih menjadi lebih baik. Mereka memiliki harapan dahulu sebelum melakukan suatu tindakan ke masa depan dan yakin bahwa mereka dapat karena mereka merasa takut akan konsekuensi bagian-bagian kehidupan dari tindakan yang dilakukan secara impulsif seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Clausal analiys Empati Narapidana wanita juga menyadari bahwa Kedua narapidana wanita dalam penelitian mereka menghuni RUTAN bukan karena ini sama-sama bisa memahami perasaan tidak kesalahan dari orang lain, tetapi karena nyaman yang dirasakan oleh narapidana baru, kesalahan mereka sendiri dan mendapatkan karena kedua narapidana wanita sama-sama hukuman dari Allah. Jadi mereka menghuni mengalami keterpurukan dan penderitaan saat RUTAN merupakan pembalasan yang telah baru mereka lakukan sebelumnya. Narapidana yang RUTAN. Pengalaman menjadi narapidana mampu menyadari atas semua kesalahannya wanita baru yang pernah dialami membuat dan mengetahui mengapa mereka sampai narapidana RUTAN merupakan berempati terhadap narapidana wanita baru lainnya, mereka berinisiatif memberikan saran masyarakat karena memiliki seorang ibu yang bagaimana cara mengatasi kesedihan karena berstatus pembunuh. Kedua narapidana wanita terpisah dengan keluarga , cara berinteraksi terhadap perasaan malu yang dialami oleh dengan narapidana yang lain, dan bagaimana anak-anak mereka, bahkan narapidana wanita beradaptasi dengan peraturan RUTAN. Kedua dalam penelitian ini juga mampu berempati dapat dan memahami rasa benci, termasuk ketika memahami amarah dan kebencian keluarga salah satu anak dari narapidana wanita yang korban kepada mereka, narapidana wanita membenci dirinya karena anak-anak tersebut dalam penelitian ini juga mampu berempati menjadi bahan gunjingan masyarakat yang dialami menyatakan bahwa ibunya telah membunuh keluarga korban. Narapidana wanita dalam mertuanya. penelitian ini mampu berempati terhadap Kemampuan narapidana wanita dapat kesedihan dan kehilangan yang dirasakan merasakan perasaan orang lain sejalan dengan keluarga korban, narapidana wanita dalam pendapat Revich & Shatte . alam Nasution, penelitian ini juga merasakan kesedihan dan Empati kehilangan karena berpisah dengan keluarga seseorang mampu membaca sinyal-sinyal dari dan anak-anaknya. Narapidana wanita dalam orang lain mengenai kondisi kondisi psikologis penelitian ini memahami bagaimana rasa rindu dan yang luar biasa terhadap orang yang dikasihi nonverbal, untuk kemudian menentukan apa dan juga bagaimana sakitnya tidak dapat yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. bertemu dengan orang-orang terkasih. Empati sangat berperan dalam hubungan sosial Salah satu hal yang paling di benci di mana seseorang ingin dimengerti dan narapidana wanita dalam penelitian ini menjadi dihargai. Self efficacy Bandura . alam Ghufron dan Risnawita, mendekam di dalam sel tikus karena tidak 2. mengatakan bahwa self efficacy . fikasi yang dir. merupakan keyakinan individu mengenai disebabkan menjadi bahan gunjingan orang kemampuan dirinya dalam melakukan tugas Anak-anak narapidana wanita dalam atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai gunjingan hasil Narapidana penelitian ini memiliki keyakinan bahwa Kayakinan dan kemampuan narapidana wanita tamping dalam penelitian ini dalam membujuk anaknya . amping adalah narapidana yang bisa keluar membuahakan hasil, karena meskipun anaknya dari blok wanita, untuk menghubungi petugas yang ada di luar blo. Keyakinan tersebut mendengarkan nasehat dari ibunya dan urung terbukti dengan terpilihnya narapidana wanita untuk mencabut ijin prakteknya sebagai Bidan. dalam penelitian ini menjadi tamping di dalam Narapidana wanita dalam penelitian ini blok wanita RUTAN kelas IIB Bangkalan. yakin terhadap kemampuan yang dimiliki Keyakinan narapidana untuk memiliki kemampuan untuk memenuhi syarat narapidana, serta kemampuan yang dimiliki yang ditentukan untuk menjadi tamping, yaitu tersebut dapat membuat narapidana wanita tidak melakukan pelanggaran dan mengikuti dalam penelitian ini mencapai hasil yang peraturan yang ada dalam blok maupun yang diinginkan. ada di dalam RUTAN, serta mampu untuk Narapidana wanita juga mengikuti lomba menjadi perantara yang baik, seperti halnya penataan blok yang diadakan oleh RUTAN dan yang narapidana membesuk, maka tampinglah yang berperan berusaha untuk menggali kreatifitasnya agar untuk menyampaikan ke dalam blok, dan dapat memenangkan lomba tersebut. Usaha apabila ada keluhan tentang kesehatan di dalam blok yang tidak diketahui petugas maka tersebut membuahkan hasil, karena narapidana tamping juga yang akan mengkomunikasikan wanita dalam penelitian ini mendapatkan juara dengan petugas. pertama dalam lomba tersebut. Salah satu hal yang membuat narapidana Narapidana wanita dalam penelitian ini wanita dalam penelitian ini merasa terpuruk mampu melaksanakan tugas dan menghasilkan adalah masalah anak pertamanya yang akan mencabut ijin prakteknya sebagai Bidan. permasalahnnya dapat dikatakan memiliki Kemampuan dalam kemampuan self efficacy, menurut Revich dan penelitian ini untuk meyakinkan anaknya Shatte . alam Nasution, 2. self efficacy dengan cara membujuk dan memberikan menggambarkan perasaan seseorang tentang pengertian bahwa anak petamanya yang akan seberapa efektifnya ia berfungsi di dunia ini. menggantikan peran dari kedua orang tuanya. Hal itu menggambarkan keyakinan bahwa kita dapat dapat Aspek positif yang didapatkan oleh narapidana mengalami dan memiliki keberuntungan dan wanita dalam penelitian ini membuat dirinya kemampuan untuk sukses. lebih rajin dalam melakukan piket hingga Reaching out mendapatkan penghargaan sebagai penata blok Reaching out merupakan kemampuan terbaik. individu untuk meraih aspek positif dari Aspek kehidupan mereka setelah kemalangan yang narapidana wanita yaitu lebih dekat dengan (Revich Shatte. Allah dan rajin dalam melakukan sholat wajib Narapidana ini dan mengalami kemalangan karena keterpurukan Penjelasan yang dialami, dimana keterpurukan tersebut penelitian ini mampu untuk mengambil aspek yang positif masuk Narapidana RUTAN. permasalahannya, di mana masalah tersebut Aspek positif yang dapat di ambil yaitu dapat menjadi tekanan, bahkan merasa trauma karena anak-anak narapidana wanita lebih terhadap permasalahan yang dihadapi dapat sering mengunjungi dan membuat hubungan dikatakan memiliki kemampuan reaching out, saling seiring dengan pendapat Revich dan Shatte memberikan dukungan. alam Nasution, 2. Resiliensi bukan Narapidana wanita dalam penelitian ini sekedar kemampuan mencapai aspek positf juga mengalami penderitaan selama menjalani RUTAN, dalam hidup. Resiliensi merupakan sumber karena daya untuk mampu keluar dari kondisi sulit ini . eching semenjak dirinya menghuni RUTAN suaminya seseorang untuk bisa keluar dari Auzona amanAy tidak pernah membesuk. Hal tersebut membuat yang Individu-individu narapidana wanita dalam penelitian ini merasa memiliki kemampuan reaching out tidak mau menetapkan tidak kemampuan-kemampuan yang mereka miliki. dan Mereka dalam rutinitas, mereka memiliki rasa ingin tahu dan penelitian ini dijauhi oleh narapidana lainnya. ingin mencoba hal-hal baru, dan mereka mampu untuk menjalin hubungan dengan Allah agar merasa lebih tenang. Narapidana orang-orang baru dalam lingkungan kehidupan juga memiliki keinginan selama berada di dalam RUTAN, seperti keinginan untuk bebas dan keinginan untuk melampiaskan kemarahan SIMPULAN DAN SARAN apabila ada permasalahan, tetapi narapidana SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan pada mampu bab sebelumnya, maka dapat ditemukan keinginan tersebut, karena adanya sanksi dan wanita peraturan. RUTAN Kelas IIB Bangkalan. Hasil penelitian Werner Narapidana . alam optimis bahwa dirinya mampu melewati Desmita, 2. mengatakan bahwa resiliensi kehidupan di dalam RUTAN, dan memiliki merupakan kemampuan beradaptasi terhadap kejadian yang berat atau masalah yang terjadi masyarakat setelah keluar dari RUTAN, dalam kehidupan, mengatasi dan beradaptasi Sehingga narapidana wanita memiliki rencana maksudnya adalah bertahan dalam keadaan untuk melanjutakan kehidupannya setelah tertekan, bahkan ketika berhadapan dengan . eadaan keluar dari RUTAN yaitu ingin membiayai tidak pengobatan nyama. atau trauma yang dihadapi. Penelitian anaknya. Narapidana wanita juga menyadari ini membuktikan bahwa narapidana wanita bahwa memiliki konflik yang timbul dari dalam memikirkan akibatnya dapat mengantarkan RUTAN luar RUTAN. Namun narapidana narapidana wanita pada kehidupan RUTAN, wanita dalam penelitian ini mampu mengatasi jadi narapidana memikirkan sebab permasalahan tersebut, dan mampu bangkit akibatnya sebelum melakukan tindakan. dari keterpurukan yang di alami. Rasa optimis yang dimiki narapidana Narapidana wanita dapat mengatasi untuk diterima kembali oleh masyarakat juga permasalahan seperti rasa bersalah terhadap di iringi dengna usaha yang akan dilakukan anak-anaknya yang menyebakan kesedihan dan oleh narapidana yaitu narapidana akan berbuat cara baik kepada masyarakat. Narapidana juga mengalihkan pada kegiatan yang ada di dalam memiliki keinginan untuk menjadi tamping. RUTAN, seperti halnya menyulam, melakukan keinginan tersebut di iringi dengan usaha yang penataan blok, dan mendekatkan diri kepada dialakukan yaitu tidak melakukan pelanggaran dan mengikuti aturan di dalam RUTAN, narapidana, b. keluarga, narapidana masih dengan usaha dan kemampuan yang dimiliki memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya, narapidana membuat narapidana terpilih untuk dan salah satu narapidana memiliki hubungan menjadi tamping blok blok wanita. baik dengan salah satu saudaranya yang selalu Setelah menjalani kehidupan di dalam memberikan RUTAN mampu narapidana memiliki hubungan baik dengan seperti narapidana lainnya dan para petugas RUTAN. narapidana yang baru masuk RUTAN jika Narapidana wanita dalam penelitian ini merasakan memiliki kemampuan resiliensi kerena telah Narapidana wanita juga mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh dan menjadi tekanan sehari-hari, sehingga karena narapidana wanita dalam penelitian ini mampu perbuatannya keluarga yang menjadi korban mengambil sisi positif dari permasalahan yang sebagai bahan gunjingan masyarakat. dihadapi, baik itu yang bersumber dari dalam Permasalahan mengakibatkan RUTAN maupun yang bersumber dari dalam kesedihan RUTAN. penyesalan dan merasa tidak di inginkan, berusaha untuk dapat keluar dari pemaslahan tersebut dengan cara melakukan kegiatan yang baru, dan berdampak positif untuk dirinya. Narapidana permasalahan yang dihadapi ada hikmah untuk dirinya, selama berada di dalam RUTAN narapidana wanita lebih rajin dalam beribadah. Kemampuan wanita juga di dukung oleh beberapa faktor Individu,narapidana kemampuan sosial yang baik yaitu dengan adanya interaksi dengan petugas dan sesama SARAN Bagi subjek penelitian Diharapkan subjek dalam penelitian ini mampu untuk menerima statusnya sebagai narapidana pembunuhan dan mampu untuk menjalani kehidupan di dalam RUTAN dengan beresiliensi dengan cara mampu menghadapi dan mengatasi permasalahannya dengan cara yang positif. Bagi masyarakat Diharapkan masyarakat dapat menerima narapidana setelah keluar dari RUTAN, serta tidak memberikan stigma negatif terhadap Bungin. PenelitianKualitatif: Ekonomi, narapidana yang keluar dari RUTAN. KebijakanPublik, danIlmuSosialLainnya. Jakarta: Bagi RUTAN Kelas IIB Bangkalan Kencana. Diharapkan RUTAN dapat Coztanzo. Mark. Aplikasi Psikologi dalam Sistem Hukum. Yogyakarta: memberikan fasilitas terhadap narapidana Pustaka Belajar. wanita agar Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. memberikan kegiatan agar narapidana tidak Herdiansyah, merasa jenuh. MetodologiPenelitianKualitatifuntukIl mu-ilmuSosial. Jakarta: Bagi keluarga SalembaHumanika. Memberikan dukungan dan semangat Ghufron. Nur. & Risnawati. Rini. Teori-Teori Psikologi. Yogjakarta: Arkepada narapidana wanita agar mampu Ruzz Media. permasalahannya selama berada di dalam Kartono. Kartini. Patologi Sosial Jilid 1. Jakarta: Rajawali Pers. RUTAN. Moleong. Lexy. MetodePenelitianKualitatifEdisiRevisi. Bagi peneliti selanjutnya Bandung: RemajaRosdakarya. Pada penelitian yang berjudul Augambaran Nasution. Sri Mulyani. Resiliensi: Daya Pegas Menghadapi Trauma Kehidupan. Medan: USU Press. resiliensi pada narapidana wanita di RUTAN BangkalanAy keterbatasan yaitu hanya mampu menemukan Samosir. C Djisman. Segenggam Tentang Hukun Pidana. Nusa Aulia subjek dengan kasus pembunuhan yang tidak Sehingga tidak dapat mengungkap Sugiyono. MetodePenelitianKuantitatifKualitatifd tentang gambaran resiliensi pada narapidana an R&D. Bandung: Alfabetacv. wanita dengan kasus pembunuhan yang Winarca. Hari. Selayang pandang Rumah Tahanan Negara Kelas IIB DAFTAR PUSTAKA