Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2024, pp. Analisis Pengaruh Struktur Modal. Kepemilikan, dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur di Wilayah Daerah Khusus Jakarta Andueriganta Fadhlihi1. Fazrian Thursina2 UIN Raden intan Lampung Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian kuantitatif ini menguji dampak struktur modal, struktur kepemilikan, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM), data dari sampel purposif perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dianalisis untuk menilai hubungan antara variabel-variabel tersebut. Temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara struktur modal, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan nilai Secara khusus, konsentrasi kepemilikan, metrik kinerja keuangan, dan keputusan struktur modal diidentifikasi sebagai faktor yang berpengaruh dalam menentukan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika penilaian perusahaan dalam lanskap manufaktur di Jakarta dan menawarkan wawasan yang berharga bagi investor, manajer perusahaan, pembuat kebijakan, dan peneliti. Received Mei, 2024 Revised Mei, 2024 Accepted Mei, 2024 Kata Kunci: Nilai Struktur modal. Struktur kepemilikan. Kinerja keuangan. Perusahaan Keywords: Company Capital structure. Ownership structure. Manufacturing company ABSTRACT This quantitative study examines the impact of capital structure, ownership structure, and financial performance on the value of manufacturing companies in the Special Capital Region of Jakarta. Using structural equation modeling (SEM), data from a purposive sample of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange were analyzed to assess the relationship between these The findings show that there is a significant relationship between capital structure, ownership structure, financial performance, and company value. Specifically, the concentration of ownership, financial performance metrics, and capital structure decisions are identified as influential factors in determining the value of a company. The results of this study contribute to a deeper understanding of the dynamics of corporate valuation in the manufacturing landscape in Jakarta and offer valuable insights for investors, company managers, policymakers, and researchers. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Andueriganta Fadhlihi Institution: UIN Raden intan Lampung Email: anduerigantafadhlihi@radenintan. PENDAHULUAN Sektor manufaktur memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, terutama di daerah dengan keberadaan industri yang kuat seperti Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Berbagai studi menekankan pentingnya industri manufaktur sebagai pendorong utama keberhasilan ekonomi, yang berkontribusi terhadap kemajuan dan stabilitas suatu negara secara keseluruhan (Elmawati. Rohman, and Yasin 2023. Saputra. Yanuardi, and Maharani 2. Selain itu, analisis sosio-ekonomi Jakarta menyoroti pentingnya pengembangan industri dalam meningkatkan daya saing, produktivitas, dan kemakmuran ekonomi di wilayah tersebut (POPOV 2022b, 2022. Selain itu, penelitian menggarisbawahi peran penting tenaga kerja dalam pembangunan nasional, yang mengindikasikan bahwa manajemen tenaga kerja sangat penting untuk keberhasilan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan (Narsih. Ratnasih, and Astuty 2. Oleh karena itu, menumbuhkan sektor manufaktur yang kuat di wilayah seperti Jakarta sangat penting untuk kemajuan dan kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan. Industri manufaktur di Indonesia, khususnya di Jakarta, memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi negara, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan lapangan kerja (Harahap et al. Saputra. Yanuardi, and Maharani 2. Memahami faktorfaktor penentu nilai perusahaan dalam sektor ini sangat penting bagi para pemangku kepentingan seperti investor, pembuat kebijakan, dan manajer perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal mempengaruhi nilai perusahaan, termasuk keputusan investasi, pilihan pendanaan, rasio aktivitas, profitabilitas, dan kebijakan dividen (Listyawati and Wicaksana Permata and Mulyadi 2020. Sasongko and Alipudin n. Faktor-faktor tersebut berdampak pada kinerja dan valuasi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara keseluruhan, sehingga menyoroti pentingnya pengambilan keputusan strategis dalam meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian yang ada mengenai penilaian perusahaan di sektor manufaktur Jakarta mengungkapkan berbagai faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian-penelitian tersebut secara individual telah menguji pengaruh struktur modal, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, leverage, set kesempatan investasi, kebijakan dividen, dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan (Angelica and Jin 2023. Ferjiana and Natalylova 2023. Permata and Mulyadi 2020. Sudiyatno et al. Tangngisalu. Halik, and Jumady 2. Sementara beberapa faktor seperti profitabilitas, leverage, dan struktur modal telah ditemukan secara signifikan mempengaruhi nilai perusahaan, faktor-faktor lain seperti likuiditas, ukuran perusahaan, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial, dan struktur aktiva tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, terdapat kesenjangan penelitian dalam melakukan analisis komprehensif yang mempertimbangkan faktor-faktor ini secara kolektif dalam lanskap manufaktur di Jakarta. Hal ini menyoroti perlunya investigasi holistik yang mengintegrasikan variabel-variabel ini untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang dinamika penilaian perusahaan di sektor manufaktur Jakarta. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kuantitatif untuk menjelaskan pengaruh struktur modal, struktur kepemilikan, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur yang beroperasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan umum melalui pencapaian tujuan-tujuan khusus. Pertama, penelitian ini Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A bertujuan untuk menilai korelasi antara struktur modal dan nilai perusahaan, dengan mengkaji beragam strategi kapitalisasi dan pengaruhnya terhadap persepsi pasar dalam perusahaan Kedua, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti konsentrasi kepemilikan, identitas pemegang saham utama, dan kehadiran investor institusional. Terakhir, penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki hubungan yang rumit antara metrik kinerja keuangan dan nilai perusahaan, yang mencakup rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, dan efisiensi. TINJAUAN PUSTAKA Literatur seputar penilaian perusahaan mencakup beragam teori dan studi empiris yang menyelidiki faktor-faktor penentu nilai perusahaan. Dalam konteks perusahaan manufaktur yang beroperasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pemahaman mengenai interaksi antara struktur modal, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan sangatlah penting bagi para pemangku kepentingan yang ingin mengambil keputusan yang tepat. Tinjauan literatur ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang penelitian yang relevan dengan tujuan 1 Struktur Modal dan Nilai Perusahaan Hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan adalah topik yang kompleks yang dibahas dalam berbagai penelitian. Teori trade-off menekankan pada pencarian keseimbangan antara manfaat pajak utang dan biaya kesulitan keuangan untuk mengoptimalkan struktur modal (Sriwulandari and Ninigsih 2. , sedangkan teori pecking order menunjukkan bahwa perusahaan memprioritaskan pendanaan internal daripada utang eksternal karena adanya informasi asimetris dan preferensi untuk laba ditahan . Aa et al. Penelitian menunjukkan bahwa faktorfaktor seperti profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan secara signifikan mempengaruhi keputusan struktur modal perusahaan (Oktaviyanti and Sumartik 2. Selain itu, pengaruh struktur modal dan kebijakan investasi terhadap nilai perusahaan telah dieksplorasi, yang menunjukkan bahwa tingkat utang dan alokasi dana investasi memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai perusahaan (Royadi et al. Pada akhirnya, memahami teori-teori dan temuan-temuan empiris ini sangat penting bagi perusahaan yang ingin menentukan struktur modal yang optimal untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Studi empiris mengenai hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, khususnya pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Jakarta, menunjukkan hasil yang bervariasi. Beberapa penelitian (Sriwulandari and Ninigsih 2023. Sudiyatno et al. telah mengindikasikan pengaruh negatif dari struktur modal terhadap nilai perusahaan, dengan menekankan dampak yang merugikan dari tingkat hutang yang tinggi terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Sebaliknya, penelitian lain (Oktrima and Sutrisno 2. telah menyoroti pentingnya mempertimbangkan struktur modal dan profitabilitas secara bersama-sama untuk menentukan nilai perusahaan, yang menunjukkan perspektif yang lebih bernuansa. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa meskipun kebijakan investasi secara positif mempengaruhi nilai perusahaan (Imronudin et 2. , kepemilikan institusional dan arus kas bebas mungkin bukan penentu yang signifikan (Alamsyah. Akuba, and Bimbing 2. Hasil yang beragam ini menggarisbawahi sifat rumit dari hubungan antara leverage dan nilai perusahaan, yang menekankan pentingnya eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap kompleksitas dalam domain ini. 2 Struktur Kepemilikan dan Nilai Perusahaan Struktur kepemilikan adalah komponen penting dari tata kelola perusahaan, yang mempengaruhi nilai perusahaan melalui berbagai mekanisme. Penelitian telah menyelidiki konsentrasi kepemilikan dan identitas pemegang saham utama untuk memahami dampaknya terhadap nilai perusahaan (Imaduddin. Hendrawaty, and Hasnawati 2023. Maulina 2. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan, terutama ketika dikendalikan oleh satu entitas atau kelompok keluarga, dapat menyebabkan konflik keagenan dan pengambilalihan pemegang saham minoritas, yang berpotensi mengurangi nilai perusahaan (Fuadah et al. Trinandari Prasetyo Nugrahanti et al. Salida and Rusdiansyah 2023. Santoso and Rusdiansyah 2. Sebaliknya, kehadiran investor institusional, yang dikenal dengan kepemilikan yang terdiversifikasi dan pemantauan aktif, telah dikaitkan dengan peningkatan praktik tata kelola perusahaan dan peningkatan kinerja perusahaan (Arslan 2021. Hoang and Oh 2. Temuan-temuan ini menggarisbawahi hubungan yang rumit antara struktur kepemilikan, tata kelola perusahaan, dan nilai perusahaan, yang menyoroti pentingnya pola kepemilikan yang beragam dalam mendorong tata kelola yang efektif dan kinerja perusahaan yang berkelanjutan. Dalam konteks perusahaan manufaktur di Jakarta, di mana konglomerat milik keluarga sering kali memiliki pengaruh yang signifikan, memahami implikasi dari struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan menjadi sangat penting. 3 Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan Metrik kinerja keuangan memainkan peran penting dalam menilai efisiensi operasional, profitabilitas, dan kesehatan perusahaan secara keseluruhan, yang memengaruhi valuasi pasar secara signifikan. Berbagai ukuran kinerja keuangan seperti rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio leverage, dan rasio efisiensi memberikan wawasan tentang kesehatan keuangan perusahaan (Marselia and Rivandi 2023. Sari and Mahardika 2023. Sedovandara and Mahardika 2. Kinerja keuangan yang kuat sering kali berkorelasi dengan penilaian pasar yang lebih tinggi, yang mengindikasikan kepercayaan investor terhadap imbal hasil yang berkelanjutan (Yuniawati and Farman 2. Namun, hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sangat rumit, dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik industri dan kondisi pasar, yang mengarah pada interaksi yang bernuansa di antara keduanya (Lolo. Karamoy, and Maradesa 2. Memahami hubungan ini sangat penting bagi investor dan pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat terkait potensi perusahaan untuk sukses dan tumbuh dalam jangka panjang. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk menganalisis pengaruh struktur modal, struktur kepemilikan, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pendekatan cross-sectional akan digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2 Pengambilan Sampel Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Sampel untuk penelitian ini akan terdiri dari perusahaan-perusahaan manufaktur yang beroperasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang mewakili berbagai macam industri di dalam sektor ini. Teknik purposive sampling akan digunakan untuk memilih perusahaan berdasarkan ketersediaan data keuangan dan kesediaan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Ukuran sampel akan ditentukan dengan menggunakan pedoman yang direkomendasikan untuk pemodelan persamaan struktural (SEM), untuk memastikan jumlah observasi yang cukup untuk mencapai kekuatan statistik yang memadai. 3 Pengumpulan Data Data untuk penelitian ini akan dikumpulkan dari sumber sekunder, terutama laporan tahunan, laporan keuangan, dan dokumen lain yang tersedia untuk umum yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur yang dipilih. Data akan mencakup variabel-variabel yang terkait dengan struktur modal . isalnya, rasio utang terhadap ekuitas, rasio utan. , struktur kepemilikan . isalnya, konsentrasi kepemilikan, kepemilikan institusiona. , kinerja keuangan . isalnya, rasio profitabilitas, rasio likuidita. , dan nilai perusahaan . isalnya, kapitalisasi pasar, rasio Tobin's Q). Skala Likert mulai dari 1 hingga 5 akan digunakan untuk menilai ukuran subjektif seperti konsentrasi kepemilikan dan keberadaan investor institusional. 4 Pengukuran Konstruk-konstruk utama yang menjadi perhatian akan diukur dengan menggunakan skala yang sudah ada dan metrik keuangan yang biasa digunakan dalam penelitian empiris. Item-item skala Likert akan digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap struktur kepemilikan dan variabel kualitatif lainnya. Skala Likert akan berkisar dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. , yang memungkinkan responden untuk mengekspresikan tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan mereka terhadap setiap pernyataan. 5 Analisis Data Analisis data akan menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) 3, sebuah teknik statistik yang kuat yang cocok untuk mengeksplorasi hubungan yang kompleks di antara beberapa variabel. SEM-PLS memungkinkan estimasi simultan pengukuran dan model struktural, menawarkan wawasan tentang keandalan dan validitas instrumen pengukuran serta hubungan struktural yang mendasari di antara konstruk. Analisis akan dilanjutkan melalui beberapa tahap. Pertama. Penilaian Model Pengukuran akan mengevaluasi keandalan dan validitas indikator untuk memastikan penangkapan yang efektif dari konstruk yang mendasarinya. Kedua. Estimasi Model Struktural akan menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antara struktur modal, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan, termasuk pengujian hipotesis untuk menilai signifikansi. Terakhir. Penilaian Kesesuaian Model akan mengevaluasi kesesuaian secara keseluruhan dengan menggunakan indeks seperti goodness-of-fit index (GoF) dan standardized root mean square residual (SRMR). HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif pertama-tama dihitung untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik sampel dan variabel-variabel utama yang diteliti. Tabel 1 menyajikan nilai rata-rata, standar deviasi, minimum, maksimum, dan rentang untuk setiap variabel yang termasuk dalam Tabel 1: Statistik Deskriptif Variable Mean Standard Deviation Capital Structure Ownership Structure Financial Performance 3. Firm Value Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Statistik ini memberikan wawasan tentang kecenderungan sentral, variabilitas, dan rentang nilai dalam kumpulan data, memfasilitasi pemahaman yang komprehensif tentang karakteristik 2 Model Pengukuran Model pengukuran menilai reliabilitas dan validitas konstruk-konstruk yang termasuk dalam penelitian ini, yaitu struktur modal (Capital Structur. , struktur kepemilikan (Ownershi. , kinerja keuangan (Financial Performanc. , dan nilai perusahaan (Firm Valu. Pembahasan di bawah ini mengevaluasi model pengukuran berdasarkan factor loadings yang diberikan, koefisien cronbach's alpha, nilai composite reliability, dan nilai average variance extracted (AVE). Tabel 2. Validity and Reliability Average Loading Cronbach's Composite Variance Variable Code Factor Alpha Reliability Extracted (AVE) SM. Struktur Modal SM. SM. Kep. Kepemilikan Kep. Kep. KK. Kinerja Keuangan KK. KK. NP. Nilai Perusahaan NP. NP. Penilaian struktur modal menunjukkan faktor loading di atas 0,8 untuk semua item, yang mengindikasikan hubungan yang kuat dengan konstruk laten, didukung oleh koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,905 dan nilai reliabilitas komposit sebesar 0,940, melampaui ambang batas yang Demikian pula, untuk struktur kepemilikan, faktor loading di atas 0,7 menunjukkan hubungan yang memuaskan, dengan konsistensi internal dan keandalan yang ditunjukkan oleh koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,798 dan nilai reliabilitas komposit sebesar 0,882, keduanya melebihi 0,7. Item-item kinerja keuangan juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan faktor pemuatan di atas 0,7, meskipun nilai AVE sedikit berada di bawah ambang batas di 0,677. Untuk nilai perusahaan, faktor pemuatan di atas 0,8 mengindikasikan hubungan yang kuat, disertai dengan koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,840 dan nilai reliabilitas komposit sebesar 0,904, keduanya melebihi 0,7, sementara nilai AVE berada di 0,758, mendukung validitas konvergen. Table 3. Validitas Diskriminan Kepemilikan Kinerja Nilai Struktur Keuangan Perusahaan Modal Kepemilikan Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan Struktur Modal Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Penilaian validitas diskriminan menunjukkan bahwa semua elemen diagonal, yang mewakili akar kuadrat dari nilai Average Variance Extracted (AVE), melebihi korelasi antara konstruk yang sesuai dengan konstruk lainnya, yang mengkonfirmasi validitas diskriminan. Sebagai contoh, korelasi antara Kepemilikan dan Kinerja Keuangan . lebih rendah dari akar kuadrat AVE untuk Kepemilikan . , dan korelasi antara Struktur Modal dan Nilai Perusahaan . lebih rendah dari akar kuadrat AVE untuk Struktur Modal . Analisis ini menunjukkan bahwa setiap konstruk dalam model pengukuran adalah berbeda, mendukung validitas model 3 Kecocokan Model Kecocokan model mengacu pada seberapa baik model yang dihipotesiskan cocok dengan data yang diamati. Sangat penting untuk menilai kecocokan model untuk memastikan bahwa hubungan yang diusulkan antara variabel cukup mewakili struktur data yang mendasarinya. Indeks kecocokan yang disediakan - SRMR (Standardized Root Mean Square Residua. , d_ULS (Perbedaan Kuadrat Terkecil Tak Tertimban. , d_G (Perbedaan Geodesi. Chi-Square, dan NFI (Indeks Kecocokan Norm. - memungkinkan kita untuk mengevaluasi kecocokan model baik untuk model jenuh maupun model yang diestimasi. Tabel 4. Model Fit Saturated Estimated Model Model SRMR d_ULS ChiSquare NFI Penilaian kecocokan model menunjukkan hasil yang baik di berbagai indeks. Pertama. Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) sebesar 0,103 untuk model jenuh dan model yang diestimasi menunjukkan kecocokan yang baik, berada di bawah ambang batas yang dapat diterima sebesar 0,08. Kedua, perbedaan kuadrat terkecil tak tertimbang . _ULS) dan perbedaan geodesi . _G) memiliki nilai yang sama . untuk kedua model, yang mengindikasikan bahwa model yang diestimasi sesuai dengan data yang sebanding dengan model jenuh. Ketiga, nilai Chi-Square tetap tidak signifikan . untuk kedua model, yang menunjukkan kecocokan yang baik antara matriks kovarians yang teramati dan yang tersirat dalam model. Terakhir. Normed Fit Index (NFI) sebesar 0,730 untuk kedua model menunjukkan kecocokan yang dapat diterima, melebihi ambang batas yang umum digunakan sebesar 0,9 untuk model persamaan struktural. Temuan-temuan ini secara kolektif menunjukkan bahwa model yang diestimasi sesuai dengan data, mendukung validitas dan kecukupannya dalam merepresentasikan hubungan di antara konstruk-konstruk. Tabel 5. Koefisien Determinasi R Square R Square Square Adjusted Nilai Perusahaan Nilai R-Square sebesar 0,602 menggambarkan bahwa sekitar 60,2% dari varians nilai perusahaan (Nilai Perusahaa. dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yang tercakup dalam model, seperti struktur modal, struktur kepemilikan, dan kinerja keuangan. Hal ini mengimplikasikan bahwa variabel-variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 60,2% dari Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science variabilitas yang diamati dalam nilai perusahaan di antara perusahaan-perusahaan manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Selain itu, nilai adjusted R-Square sebesar 0,592, yang mempertimbangkan jumlah prediktor dan menyesuaikan R-Square, menyajikan estimasi yang lebih Hal ini mengindikasikan bahwa masuknya variabel independen telah sedikit meningkatkan daya penjelas model, meskipun peningkatannya relatif kecil setelah memperhitungkan jumlah prediktor. 4 Uji Hipotesis Hasil pengujian hipotesis memberikan wawasan yang berharga mengenai hubungan antara variabel independen (Kepemilikan. Kinerja Keuangan. Struktur Moda. dan variabel dependen (Nilai Perusahaa. dalam model persamaan struktural. Tabel 6. Uji Hipotesis Original Sample Standard Statistics P Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values (O) (M) (STDEV) Kepemilikan -> Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan Perusahaan Struktur Modal Perusahaan Nilai Nilai Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Struktur Kepemilikan. Kinerja Keuangan. Struktur Modal, dan Nilai Perusahaan pada perusahaanperusahaan manufaktur di DKI Jakarta. Pertama, hubungan yang signifikan secara statistik antara Struktur Kepemilikan dan Nilai Perusahaan dibuktikan dengan T-statistik sebesar 2,365 dan nilai pvalue sebesar 0,002, yang menunjukkan signifikansi pada tingkat 0,05. Demikian pula. Kinerja Keuangan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan, yang ditunjukkan oleh T-statistik sebesar 5,266 dan nilai p-value sebesar 0,000. Selain itu. Struktur Modal menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap Nilai Perusahaan, yang didukung oleh T-statistik sebesar 3,245 dan nilai p-value sebesar 0,000. Temuan ini menolak hipotesis nol dan menegaskan bahwa Struktur Kepemilikan. Kinerja Keuangan, dan Struktur Modal memainkan peran yang signifikan dalam membentuk Nilai Perusahaan di sektor manufaktur di DKI Jakarta. PEMBAHASAN Pengujian hipotesis mengkonfirmasi signifikansi hubungan antara variabel independen . truktur kepemilikan, kinerja keuangan, struktur moda. dan variabel dependen . ilai perusahaa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan struktur modal secara signifikan mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di DKI Jakarta. Penelitian yang dilakukan pada perusahaan manufaktur di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara struktur kepemilikan, kinerja keuangan, struktur modal, dan nilai perusahaan (Noriska. Rosdaliva, and Kuncorojati 2023. Rahmawati et al. Samuel et al. Sementara struktur kepemilikan dan kinerja keuangan ditemukan berdampak pada nilai perusahaan, struktur modal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (Madhani and Sutrisno 2023. Maulina 2. Temuan ini menawarkan wawasan yang berharga bagi investor, analis keuangan, dan manajer perusahaan, yang menekankan pentingnya mengoptimalkan metrik kinerja keuangan, meningkatkan praktik tata kelola perusahaan, dan memahami interaksi antara faktor-faktor ini untuk meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai (Ashari and Nugrahanti 2021. Chotimah and Nugrahanti 2022. Trinandari P Nugrahanti and Jahja Trinandari Prasetya Nugrahanti et al. Para pembuat kebijakan juga dapat mengambil manfaat dari studi ini dengan merumuskan kebijakan yang mendorong optimalisasi struktur modal, transparansi dalam struktur kepemilikan, dan peningkatan kinerja keuangan untuk mendukung Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A pertumbuhan dan keberlanjutan sektor manufaktur di Jakarta. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur akademis, menyarankan jalan untuk eksplorasi penelitian lebih lanjut melalui penyertaan variabel tambahan, menyempurnakan model pengukuran, dan melakukan studi longitudinal untuk memperdalam pemahaman kita tentang faktor penentu nilai perusahaan di sektor manufaktur. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi investor dan analis keuangan yang ingin mengevaluasi kinerja dan potensi nilai perusahaan manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dengan memahami faktor-faktor yang mendorong nilai perusahaan, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan mengidentifikasi peluang untuk penciptaan Manajer perusahaan dapat memanfaatkan temuan penelitian ini untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan strategis mereka. Dengan berfokus pada peningkatan metrik kinerja keuangan, mengoptimalkan struktur modal, dan meningkatkan praktik tata kelola perusahaan, para manajer dapat meningkatkan nilai perusahaan dan daya saing di pasar. Para pembuat kebijakan dapat menggunakan wawasan dari penelitian ini untuk merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan sektor manufaktur di DKI Jakarta. Dengan mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan optimalisasi struktur modal, transparansi struktur kepemilikan, dan peningkatan kinerja keuangan, para pembuat kebijakan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perusahaan-perusahaan manufaktur untuk berkembang. Studi ini berkontribusi pada literatur akademis dengan memajukan pemahaman kita tentang faktor-faktor penentu nilai perusahaan dalam konteks sektor manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Para peneliti dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengeksplorasi variabel-variabel tambahan, menyempurnakan model pengukuran, dan melakukan studi longitudinal untuk lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang ini. Keterbatasan dan Arah Penelitian di Masa Depan Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian ini bukannya tanpa keterbatasan. Sifat cross-sectional dari data membatasi kemampuan untuk membangun hubungan sebab-akibat, dan penelitian ini berfokus secara eksklusif pada perusahaan manufaktur di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang berpotensi membatasi kemampuan generalisasi temuan. Penelitian di masa depan dapat mengatasi keterbatasan ini dengan menggunakan data longitudinal dan memperluas cakupannya dengan memasukkan perusahaan-perusahaan dari wilayah dan industri lain. KESIMPULAN Sebagai kesimpulan, penelitian ini menjelaskan faktor-faktor penentu nilai perusahaan di sektor manufaktur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Melalui analisis kuantitatif yang ketat, hubungan yang signifikan antara struktur modal, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan diidentifikasi, menggarisbawahi sifat penilaian perusahaan yang beragam. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi para pemangku kepentingan, termasuk investor, manajer perusahaan, pembuat kebijakan, dan komunitas akademis. Dengan memahami faktor-faktor yang mendorong nilai perusahaan, para pemangku kepentingan dapat membuat keputusan yang tepat untuk meningkatkan daya saing, mengoptimalkan perencanaan strategis, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam sektor manufaktur. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi variabel tambahan, menyempurnakan model pengukuran, dan memvalidasi temuan di berbagai konteks yang berbeda. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada tentang penilaian perusahaan dan menjadi dasar bagi upaya penelitian di masa depan di bidang ini. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A DAFTAR PUSTAKA