Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. PENGARUH MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN. SANKSI PERPAJAKAN. DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SAMARINDA ULU Mat Juri Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl Dr. Cipto Mangunkusumo Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimantan Timur Indonesia, 75131 Email: matjuri120368@gmail. Khairil Akbar Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl Dr. Cipto Mangunkusumo Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimantan Timur Indonesia, 75131 Email: hairil_a60@yahoo. Nur Fajriyatil Falah* Jurusan Akuntansi Prodi Akuntansi Manajerial Politeknik Negeri Samarinda Jl Dr. Cipto Mangunkusumo Kampus Gunung Lipan. Samarinda. Kalimantan Timur Indonesia, 75131 Email: arba806@gmail. Correspondance ABSTRAK This research aims to determine the effect of Modernization in Taxation Administration System. Tax Penalties, and Service Quality on Compliance of Individual Taxpayers. The method in this research is using quantitative research method while sampling technique in this research is random sampling technique to registered taxpayers in KPP Pratama Samarinda Ulu at 113 Primary data collection method is by questionnaire. The analytical method used is simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis by SPSS version 20. The results of this study indicate that partially the Modernization in Taxation Administration System. Tax Penalties, and Service Quality has a positive and significant effect on the Compliance of Individual Taxpayers. Simultaneously the Modernization in Taxation Administration System. Tax Penalties, and Service Quality has a positive and significant effect on the Compliance of Individual Taxpayers. Keywords: Compliance. Modernization. Penalties. Quality. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. PENDAHULUAN Setiap negara pasti memiliki sumber penerimaan yang menjadi penerimaan utama yang digunakan untuk kepentingan negaranya masing-masing. Penerimaan yang didapatkan oleh suatu negara digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan. Penerimaan negara yang memadai dapat membantu program pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana demi kesejahteraan rakyatnya, seperti akses dari suatu daerah ke daerah lainnya, layanan kesehatan, dan pendidikan. Di Indonesia, penerimaan pajak berperan penting sebab kontribusi pajak lebih besar dibandingkan sektor lainnya. Tabel 1. 1 Realisasi Penerimaan Pajak di KPP Pratama Samarinda Ulu Tahun Target Realisasi Persentase Rp 466. 000 Rp 423. 438 91% Rp 1. 000 Rp 1. 559 91% Rp 1. 000 Rp 1. 585 94% Sumber: KPP Pratama Samarinda Ulu, 2021 Tabel 1. 1 menjelaskan bahwa realisasi penerimaan pajak tidak mencapai target sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Hal ini tentunya berkaitan dengan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Kepatuhan wajib pajak merupakan pemenuhan kewajiban perpajakan yang dilakukan oleh pembayar pajak dalam rangka memberikan andil bagi pembangunan negara yang diharapkan di dalam pemenuhannya dilakukan secara sukarela dan menyampaikan surat pemberitahuan tahunannya dengan benar dan lengkap. Kepatuhan wajib pajak menjadi aspek penting mengingat sistem perpajakan Indonesia menganut sistem self assessment, dimana dalam prosesnya mutlak memberikan kepercayaan kepada wajib pajak. Tabel 1. 2 Realisasi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Samarinda Ulu Tahun WP Orang Realisasi Persentase Pribadi Wajib 31. SPT Kepatuhan SPT Sumber: KPP Pratama Samarinda Ulu, 2021 Tabel 1. 2 menunjukkan bahwa jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun 2018 sampai tahun 2020 terus-menerus meningkat, namun pada kenyataannya jum lah pelaporan SPT terus mengalami penurunan yang tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak orang pribadi efektif. Bahkan pada tahun 2020, persentase kepatuhan merosot sebanyak 8%. Untuk meningkatkan kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi wajib pajak di antaranya adalah modernisasi sistem administrasi Modernisasi sistem administrasi perpajakan diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh bagi pengelolaan perpajakan sebagai dasar pendapatan negara yang baik dan berkelanjutan, dimana bertujuan untuk melaksanakan good corporate governance dan pelayanan yang bermutu Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. bagi masyarakat. Good corporate governance dalam perpajakan menghasilkan efektivitas, efisiensi, dan nilai tambah melalui penggunaan sistem teknologi yang andal dan mutakhir. Sanksi perpajakan merupakan alat pencegahan . dari tindakan pelanggaran norma perpajakan yang berlaku (Mardiasmo, 2. Pengenaan sanksi perpajakan juga mengharuskan wajib pajak untuk mematuhi peraturan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, sehingga penggunaan teknologi yang memudahkan wajib pajak serta kelonggaran perpajakan yang diberikan kepada wajib pajak tidak melalaikan mereka dari kewajiban perpajakan. Selain itu, secanggih apapun struktur, sistem, teknologi informasi, metode, dan alur kerja suatu organisasi, tidak akan dapat berjalan dengan optimal tanpa didukung pelayanan yang baik kepada wajib pajak. Oleh karena itu, petugas pajak berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang baik terhadap wajib pajak. Dalam hal ini, petugas pajak harus meningkatkan pelayanannya dan berkompetensi dalam kebijakan perpajakan, administrasi perpajakan serta peraturan perundang-undangan perpajakan. TINJAUAN PUSTAKA Kepatuhan Wajib Pajak Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK. 03/2018, kepatuhan wajib pajak dapat berupa: kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT). kepatuhan pelunasan pajak terutang. kebenaran SPT Masa Pajak. Bagian Tahun Pajak, dan Tahun Pajak sebelum-sebelumnya. Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Modernisasi sistem administrasi perpajakan berperan penting dalam hal manajemen Menurut Rahayu . , modernisasi perpajakan adalah perubahan menyeluruh pada tiga bidang pokok yaitu tata kelola perpajakan, undang-undang perpajakan, dan pemeriksaan Sanksi Perpajakan Menurut Pasal 7 Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyatakan bahwa sanksi perpajakan merupakan sanksi yang dikenakan apabila SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau batas waktu perpanjangan penyampaian SPT. Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan merupakan ketentuan, prosedur, dan aktivitas perpajakan yang terarah guna meningkatkan kesadaran perpajakan wajib pajak. Hipotesis H1 : Diduga modernisasi sistem administrasi perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan kepatuhan wajib pajak orang pribadi H2 : Diduga sanksi perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. orang pribadi H3 : Diduga kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib orang pribadi H4 : Diduga modernisasi sistem administrasi perpajakan, sanksi perpajakan, dan kualitas pelayanan simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Adapun perusahaan yang dijadikan objek penelitian adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu yang beralamat di Jalan MT. Haryono No. Air Putih. Kec. Samarinda Ulu. Kota Samarinda. Kalimantan Timur 75124. Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Samarinda Ulu. Penentuan besarnya sampel agar mempermudah proses penelitian baik dalam penentuan kesahihan maupun perhitungan dalam analisisnya sebesar 113 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner . Analisis data penelitian menggunakan. uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier berganda yang menampilkan uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R. HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Objek Penelitian Nama Perusahaan : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Alamat : Jl. MT. Haryono No. Samarinda Telepon : . Faks : . ANALISIS DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif Tabel 5. 3 Analisa Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Sanksi Perpajakan Kualitas Pelayanan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Minimum Maximum Mean 24,20 14,83 20,97 24,89 Std. Deviation 2,483 1,329 2,422 2,848 Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Valid N . Sumber: data primer diolah, 2021 Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Tabel 5. 4 Hasil Uji Validitas Variabel Item Nilai Pearson Correlation Modernisasi Sistem X1. 1 0,605** Administrasi X1. 2 0,555** Perpajakan (X. X1. 3 0,613** X1. 4 0,659** X1. 5 0,640** X1. 6 0,651** X1. 7 0,616** Sanksi Perpajakan (X. X2. 1 0,717** X2. 2 0,677** X2. 3 0,751** X2. 4 0,746** Kualitas Pelayanan X3. 1 0,603** (X. X3. 2 0,725** X3. 3 0,829** X3. 4 0,790** X3. 5 0,826** X3. 6 0,631** Kepatuhan Wajib Pajak Y. 1 0,701** Orang Pribadi (Y) 2 0,719** 3 0,791** 4 0,827** 5 0,763** 6 0,733** 7 0,546** Sumber: data primer diolah, 2021 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pada tabel 5. 11 terlihat bahwa seluruh item pernyataan memiliki koefisien validitas yang lebih besar dari 0,3, sehingga item-item tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam Uji Reliabilitas Tabel 5. 5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Sanksi Perpajakan Cronbach's Keterangan Alpha 0,733 Reliabel 0,695 Reliabel Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Kualitas Pelayanan 0,830 Reliabel Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi 0,839 Reliabel Sumber: data diolah dari SPSS versi 20, 2021 Tabel 5. 12 di atas menunjukkan bahwa nilai cronbachAos alpha > 0,6 untuk masing-masing variabel dalam penelitian ini. Hal ini berarti bahwa variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Kualitas Pelayanan, dan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi andal untuk mengukur variabelnya. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: data primer diolah, 2021 Gambar 5. 1 Grafik Normal P-Plot Tabel 5. 6 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Kolmogorov-Smirnov Z ,698 Asymp. Sig. -taile. ,715 Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 5. 13 menunjukkan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov yang diperoleh adalah 0,698 dan tingkat signifikansi pada 0,715 yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola distribusi terdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 5. 7 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model (Constan. Modernisasi Perpajakan Sistem Collinearity Statistics Toleran VIF Administrasi ,542 1,845 Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Sanksi Perpajakan ,733 1,364 Kualitas Pelayanan ,523 1,912 Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan tabel 5. 14, hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai tolerance kurang dari atau sama dengan 0,1. Hasil perhitungan VIF juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai VIF lebih dari atau sama Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Tabel 5. 8 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients Std. Beta 1 (Constan. 3,627 1,543 Error Modernisasi Sistem -,116 ,068 -,216 Administrasi Sanksi Perpajakan ,124 ,109 ,123 Perpajakan Kualitas Pelayanan -,052 ,071 -,094 Dependent Variable: Abs_RES Sumber: data primer diolah, 2021 Sig. 2,350 -1,711 1,138 -,732 ,021 ,090 ,258 ,466 Pada tabel 5. 15 menunjukkan bahwa nilai signifikansi masing-masing variabel lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi adanya heterokedastisitas pada model regresi. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Uji Linearitas Tabel 5. 9 Hasil Uji Linearitas Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan ANOVA Table Sum of df Mean Sig. Squares Square Kepatuhan Betwe (Combine. 367,502 10 36,750 6,92 ,000 Wajib Pajak en Linearity 341,370 341,370 ,000 Orang Pribadi * Group Deviation 26,132 2,904 ,547 ,837 Modernisasi Sistem Within Groups 541,223 10 5,306 Linearity Administrasi Total 908,726 Perpajakan Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 5. 10 Hasil Uji Linearitas Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Sanksi Perpajakan ANOVA Table Sum of df Mean Sig. Squares Square Kepatuhan Between (Combine. 270,051 67,513 11,416 ,000 Wajib Groups Linearity 233,651 233,651 39,510 ,000 Pajak Deviation 36,400 12,133 2,052 ,111 Orang Pribadi * Within Groups Linearity 638,675 108 5,914 Sanksi Total 908,726 Perpajakan Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 5. 11 Hasil Uji Linearitas Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Kualitas Pelayanan ANOVA Table Sum of df Mean Sig. Squares Square Kepatuhan Between (Combine. 388,781 48,598 9,721 ,000 Wajib Groups Linearity 316,089 316,089 63,225 ,000 Pajak Deviation 72,692 10,385 2,077 ,052 Orang Pribadi * Within Groups Linearity 519,944 104 4,999 Kualitas Total 908,726 Pelayanan Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan tabel 5. 16 sampai 5. 18 pada baris Deviation from Linearity, diketahui bahwa Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,837. Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Sanksi Perpajakan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,111, dan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Kualitas Pelayanan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,052. Nilai-nilai signifikan tersebut lebih dari 0,050. Maka dapat diasumsikan bahwa Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. mempunyai hubungan yang linier. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Tabel 5. 12 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana untuk Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Nilai t Adjusted R2 Sig. Konstanta . Koefisien . t hitung t tabel 0,370 8,172 1,98157 0,000 7,874 0,703 Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dengan demikian, hipotesis pertama yang menyatakan bahwa AuDiduga modernisasi sistem administrasi perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadiAy, diterima. Pengaruh Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Tabel 5. 13 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana untuk Pengaruh Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Nilai t Adjusted R2 Sig. Konstanta . Koefisien . t hitung t tabel 0,250 6,198 1,98157 0,000 8,774 1,087 Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Sanksi Perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dengan demikian, hipotesis kedua yang menyatakan bahwa AuDiduga sanksi perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadiAy, diterima. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Tabel 5. 14 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana untuk Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Nilai t Adjusted R2 Sig. Konstanta . Koefisien . t hitung t tabel 0,342 7,694 1,98157 0,000 10,345 0,694 Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dengan demikian, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa AuDiduga kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadiAy, diterima. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan. Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Mat Juri. Khairil Akbar. ArbaAoatin NisaAo Nur Fajriyatil Falah Activa: Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perbankan Vol. No. Website: https://ejurnal. id/index. php/activa E-mail: activajurnal@polnes. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Secara Simultan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Tabel 5. 15 Hasil Uji Regresi Linier Berganda untuk Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Secara Simultan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Nilai F Variabel Adjusted R2 Sig. Konstanta . Koefisien . Independen F hitung F tabel Modernisasi 0,392 Sistem 32,904 2,69 0,000 1,865 Administrasi 0,461 Sanksi 0,491 Perpajakan Perpajakan Kualitas 0,299 Pelayanan Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pibadi Sumber: data primer diolah, 2021 Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Dengan demikian, hipotesis keempat yang menyatakan bahwa AuDiduga modernisasi sistem administrasi perpajakan, sanksi perpajakan, dan kualitas pelayanan secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadiAy, diterima. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan Variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Artinya, hipotesis pertama diterima. Variabel Sanksi Perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Artinya, hipotesis kedua diterima. Variabel Kualitas Pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Artinya, hipotesis ketiga Variabel Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan. Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Artinya, hipotesis keempat diterima. DAFTAR PUSTAKA