Vol. No. Mei 2024, hal, 89-93 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Efektivitas Penggunaan Metode Sam'iyah Syafawiyah di TPA An-Nur dalam Pembelajaran Al-Qur'an Ilham Dani. Alfin Barkah Awaludin. Andy Fahmi Halim. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Metode Penerapan SamAoiyah syafaiyah Email Koresponden : Ilhamdhn123@gmail. alfinarkah336@gmail. fahmi@stai-ali. ABSTRAK Dengan memahami isi kandungan Al-quran seorang muslim dapat mengamalkan apa yang terkandung dalam AlqurAoan. Tetapi tidak sedikit kaum muslimin yang tidak mampu untuk membaca Alquran dan memahami isi kandungan Alquran, ini disebabkan karena kurangnya belajar. Menjawab permasalahan diatas penulis berusaha untuk memberikan solusi dengan cara memberikan metode pembelajaran samAoiyah syafawiyah. TPA yang menjadi objek metode pembelajan yaitu TPA Annur. Observasi dilakukan dengan cara menguji para murid dengan membaca iqroAo atau al-quran pada bagiannya masing-masing, didapati mayoritas murid TPA Annur memiliki kekurangan yang sama yaitu dalam membedakan makhorijul huruf dan kurangnya cermat dalam membaca panjang pendeknya huruf. Mayoritas murid TPA annur diberikan drill pada iqroAo 3 karena iqroAo 3 terfokuskan pada panjang pendek, tasydid, ketepatan membaca, dan pembiasaan pengucapan huruf, para murid di instruksikan untuk mendengarkan terlebih dahulu bacaan guru, kemudian para murid menirukan bacaan guru, murid mengulangi bacaan guru tidak terbatas, dalam artian murid mengulangi baacaan guru hingga bacaannya benar dari sisi panjang pendek, tasydid, ketepatan pengucapan ( makhorijul huruf ). Metode samAoiyah syafawiyah dalam pengajaran iqroAo di TPA Annur gumawang dapat digolongkan berhasil tetapi belum sempurna. Tingkat keberhasilannya dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam mengucapkan makhorijul huruf dan tajwidnya dengan baik. PENDAHULUAN Alquran adalah pedoman hidup bagi umat muslim, sebagai umat muslim seharusnya dapat membaca dan memahami apa yang terkandung dalam alqurAoan, dengan membaca alquran seorang muslim akan mendapatkan pahala, dan dengan memahami isi kandungan Alquran seorang muslim dapat mengamalkan apa yang terkandung dalam alquran. Tetapi tidak sedikit kaum muslimin yang tidak mampu untuk membaca Alquran dan memahami isi kandungan Alquran, ini disebabkan karena kurangnya belajar. (Nasution, 2. Menjawab permasalahan diatas penulis berusaha untuk memberikan solusi dengan cara memberikan metode pembelajaran samAoiyah syafawiyah. TPA yang menjadi objek perubahan metode pembelajaran yaitu TPA Annur. Alasan penulis memilih TPA Annur sebagai objek pengabdian adalah karena guru TPA tersebut hanya berjumlah 3 yaitu pak saryoto, pak fajaruddin dan bu ratna yang tergolong lanjut usia, hal ini tentu memberikan pengaruh terhadap kualitas bacaan Al-Quran murid TPA Annur, saat kami ditugaskan untuk mengajar di TPA tersebut hal yang dicurigai benar adanya, mayoritas murid TPA Annur memiliki kualitas yang kurang bagus dalam membaca AlQuran. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ilham Dani. Alfin Barkah Awaludin. Andy Fahmi Halim Berdasarkan hasil wawancara guru yang mengajar di TPA Annur, ditemukan fakta bahwasanya mereka kesulitan mengajar karena factor SDM. Saat ini jumlah murid di TPA sekitar 25 murid, dan hal itu tentu mempengaruhi kualitas kemampuan membaca Alquran para murid, kami memilih menggunakan metode samAoiyah syafawiyah karena metode ini sangat cocok untuk pemula yang menekankan kepada indra pendengaran dan lisan. Berdasarkan analisis kami, hal yang murid butuhkan yaitu pembiasaan dalam mengucapkan huruf dan rangkaian kalimat dalam Bahasa arab, sehingga berdasarkan hal tersebut kami memilih metode samAoiyah syafawiyyah dalam metode pembelajaran di TPA Annur. METODE PENGABDIAN Observasi dilakukan pada pekan pertama KUKERTA, observasi dilakukan dengan cara menguji para murid dengan membaca IqroAo atau Al-Quran pada bagiannya masing-masing, didapati mayoritas murid TPA Annur memiliki kekurangan yang sama yaitu dalam membedakan makhorijul huruf dan kurang cermat dalam membaca Panjang pendeknya huruf. Berdasarkan analisa yang dilakukan metode yang tepat untuk murid-murid TPA Annur adalah metode SamAoiyah Syafawiyah. Implementasi metode samAoiyah syafawiyah pada murid TPQ Annur dilakukan pada Hari ke 5, halaqoh terpecah menjadi 3, setiap halaqoh terdiri dari 7/9 murid supaya pengajaran metode samAoiyah syafawiyah efektif dan tidak memerlukan tenaga terlalu banyak. Langkah berikutnya, setiap pengampu halaqoh memberikan drill doa-doa dengan metode samAoiyah syafawiyah ini bertujuan sebagai pemanasan dan pembiasaan awal dalam menerapkan metode ini. Setelah memberikan pemanasan berupa drill doa-doa, para pengampu mengarahkan muridmurid untuk membuka jilid iqro atau alquran sesuai batas akhir yang dibaca, dan salah satu problem dalam mengajarkan metode samAoiyah syafawiyah TPA Annur adalah murid- murid yang telah sampai pada Al-Quran atau Iqro jilid 4-6 tidak mau untuk mengulang bacaannya meskipun masih belum layak untuk lanjut ke jilid berikutnya. Gambar iqroAo jilid 3 Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penggunaan metode samAoiyah syafawiyah di TPA An-nur Setelah melakukan pertimbangan, mengembalikan semua murid TPA Annur pada Iqro jilid awal bukan Langkah yang tepat karena itu akan membuat mental mereka jatuh, jadi langkah yang diambil untuk menerapkan metode samAoiyah syafawiyah adalah dengan tetap di batas IqroAo dan AlQuran masing-masing tetapi sebelum itu semua murid harus membaca terlebih dahulu Iqro jilid awal sebagai bentuk penerapan metode samAoiyah syafawiyah. Mayoritas murid TPQ Annur diberikan drill pada iqro 3 karena iqro 3 terfokuskan pada Panjang pendek, tasydid, ketepatan membaca, dan pembiasaan pengucapan huruf, para murid diinstruksikan untuk mendengarkan terlebih dahulu bacaan guru, kemudian para murid menirukan bacaan guru, murid mengulangi bacaan guru tidak terbatas, dalam artian murid mengulangi bacaan guru hingga bacannya benar dari sisi Panjang pendek, tasydid, ketepatan pengucapan . akhorijul Penerapan SamAoiyyah Syafahiyah Setelah penerapan metode samAoiyah syafawiyah dilakukan para murid melanjutkan bacaan Alquran dan Iqro masing-masing supaya mereka tidak merasa mengulangi bacaan Alquran dan IqroAo. Evaluasi terhadap penerapan Metode samAoiyah syafawiyah di TPA Annur adalah, waktu yang kurang dalam mengajar, di TPA Annur waktu aktif untuk kegiatan belajar mengajar adalah dari jam 16:0017:00 dan itupun terkadanag tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan mayoritas murid Annur menginginkan pulang lebih awal dan ini membuat suasana kegiatan belajar mengajar tidak kondusif. Tidak tetapnya murid dalam belajar di suatu halaqoh menjadi bahan evaluasi selanjutnya, telah dijelaskan sebelumnya halaqoh di TPA Annur terbagi menjadi 3 dan itu tidak bersifat terikat, jadi mereka bisa berpindah-pindah halaqoh sesuka hati mereka, ini juga akan meghambat keefektifan penerapan metode samAoiyah syafawiyah. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ilham Dani. Alfin Barkah Awaludin. Andy Fahmi Halim Evaluasi berikutnya adalah murid-murid TPA Annur memiliki mental yang kurang kuat dalam belajar, para pengajar TPQ Annur kurang memberikan motivasi supaya memiliki semangat juang dalam menuntut ilmu khususnya belajar membaca Al-Quran, akibatnya murid-murid di TPA annur tidak menginginkan keterengan membaca Al-Quran atau Iqro di buku catatanya bertuliskan AumengulangAy, jika tulisan ini ada di buku catatan mengaji mereka, maka semangat belajar mereka akan Tahap penelitian, implementasi, evaluasi Metode penelitian dengan komposisi 8Ae 10 % dari total halaman artikel. sekaligus Mempermudah bahasa dengan pelatihan istimak dan kalam. Kelebihan dan kekurangan. Siswa memiliki pelafalan yang bagus namun kurang memerhatikan ujaran spontan, membuat siswa lebih aktif namun ini mengurangi kreatifitas dan inesiatif siswa karena guru yang mengontrol keadaan kelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari analisis yang penulis lakukan pada penelitian tentang metode samAoiyah syafawiyah dalam pengajaran Iqro di TPA Annur gumawang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Yang pertama adalah aplikasi metode samAoiyah syafawiyah dalam pengajaran Iqro di TPA annur gumawang dapat digolongkan berhasil tetapi belum sempurna. Tingkat keberhasilannya dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam mengucapkan makharijul huruf dan tajwidnya dengan baik. Sedangkan siswa yang belum berhasil adalah belum lancar mengucapkan makharijul huruf dan tajwidnya dengan baik. (Noviani, 2. Yang kedua adalah faktor pendukung aplikasi metode samAoiyah syafawiyah di TPA annur Gumawang, yaitu : faktor materi yang menggunakan buku Iqro dan berupa drill doa- doa. guru bahasa Arab yang berkompetensi. media yang masih dalam proses. keberanian untuk mengucapkan meskipun salah . menulis sesuai apa yang diperintahkan oleh pengajar. (Departemen agama RI, 2. Sedangkan faktor penghambat aplikasi metode samAoiyah syafawiyah di TPA Annur gumawang yaitu: faktor latar belakang orang tua dan pendidikan siswa yang beragam sehingga kemampuan memahami makharijul huruf dan tajwidnya juga beragam. kurangnya media pembelajaran. (Ramayulis, 2. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penggunaan metode samAoiyah syafawiyah di TPA An-nur SIMPULAN Berdasarkan hasil dari observasi dan penerapan metode samAoiyyah syafawiyyah maka penulis dapat menyimpulkan bahwa metode samAoiyah syafawiyyah berawal dari Sejarah. Metode samAoiyah syafawiyyah berawal dari pandangan para tokoh yang menganggap bahwa bahasa itu bukan sekedar bahasa tulisan namun bahasa adalah alat untuk merealisasikan komunikasi yang diawali dengan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pemahaman materi teori metode samAoiyah syafawiyyah adalah cara belajar yang lebih menekankan pada cara mendengar dan berbicara. Tujuan metode ini adalah Memberi bekal terhadap pelajar untuk bisa berbahasa arab, menyempurnakan keterampilan bahasa arab yang lain dengan mendengar maka bisa untuk berbicara dan bisa untuk menuliskan. DAFTAR PUSTAKA