e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 48 - 52, 2024 Persepsi Guru Mengenai Pemecahan Masalah Matematis Pada Soal Cerita Bangun Datar Siswa Kelas V SD 2 Jojo Bintang Cahyani1. Putri Maharani2. Yunita Nor Hidayah3. Lovika Ardana Riswari4 1,2,3,4Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muria Kudus . Jawa Tengah. Indonesia Diterima 10 Juli 2024, disetujui untuk publikasi 30 November 2024 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi guru tentang kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun datar. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Fenomenologi-Kualitatif, dengan subjek penelitian adalah guru wali kelas V SD N 2 Jojo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SD N 2 Jojo memiliki minat terhadap pelajaran matematika, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengubah soal cerita menjadi bentuk matematika yang sesuai. Kesulitan ini utamanya terjadi pada tahap memahami konteks soal dan menerjemahkannya ke dalam model matematika. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang berorientasi pada praktik nyata dan kontekstualisasi soal cerita. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu siswa memahami masalah secara lebih mendalam. Guru disarankan agar menggunakan metode pembelajaran berbasis simulasi atau permainan interaktif yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami soal cerita. Selain itu, perlu diadakan pelatihan khusus untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan materi soal cerita. Oleh karena itu, perbaikan strategi pembelajaran menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis cerita. [PERSEPSI GURU MENGENAI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA SOAL CERITA BANGUN DATAR SISWA KELAS V SD 2 JOJO] (Jurnal Fibonaci, 05. : 48 - 52, 2. Kata Kunci: Pemecahan Masalah. Soal Cerita. Bangun Datar Pendahuluan Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di setiap tingkat pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi (Riswari & Ermawati, 2. Matematika merupakan ilmu yang universal dan memiliki manfaat untuk manusia, serta menjadi dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Oleh karena itu, pemahaman dan penguasaan yang mendalam tentang matematika diperlukan mengembangkan teknologi di masa depan. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika adalah pemahaman konsep. Dengan memahami konsep, siswa dapat memecahkan masalah matematis dengan aturan yang didasarkan pada konsep matematika yang mereka ketahui. Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan Pada kurikulum matematika sekolah istilah problem atau masalah telah digunakan dalam kurun waktu yang lama. Pemecahan masalah merupakan proses untuk mencari solusi atas kesulitan yang dihadapi, sehingga masalah tersebut bisa diselesaikan. Pemecahan masalah matematika memiliki peran yang sangat krusial, namun sering kali siswa menghadapi kesulitan dalam proses ini. Kesulitan ini disebabkan oleh kecemasan siswa yang didasarkan pada anggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami. Siswa diharapkan mampu konsep-konsep dipelajari agar dapat menguasai konsepkonsep lainnya. Oleh karena itu, asumsi mengenai kesulitan ini sangat melekat pada matematika, yang tidak terlepas dari karakteristik intrinsik mata pelajaran tersebut (Riswari. Nugroho, et al. , 2. Kemampuan memecahkan masalah matematika melibatkan Bintang Cahyani. Putri Maharani. Yunita Nor Hidayah. Lovika Ardana Riswari konsep-konsep penerapan strategi yang tepat, serta berpikir logis dan kreatif. Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka. (Rahmawati, 2. Persepsi adalah proses di mana panca indra menerima, memilih, mengorganisir, memberikan respons terhadap informasi untuk mendapatkan data (Huda 2017:. dalam (Khotijah et al. , 2. Persepsi juga diartikan mengidentifikasi sesuatu melalui indera. Karena itu, persepsi menjadi dasar dari seluruh bentuk komunikasi. Guru memandang pentingnya pemahaman konsep dan strategi pemecahan masalah dalam mengajarkan soal cerita tentang bangun datar, sehingga mereka berusaha memanfaatkan beragam media pembelajaran inovatif untuk mendukung siswa dalam mengembangkan kemampuan analitis dan kritis. Tingkat kelas lima siswa sudah mampu menyelesaikan soal cerita yang melibatkan bangun datar. Pada level ini, mereka sudah menguasai berbagai macam bentuk geometri datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, dan trapesium dalam kurikulum pembelajaran mereka. Soal cerita merupakan aktivitas mencari solusi dari masalah yang berkaitan dengan literasi matematika. Untuk menjawab soal cerita, siswa harus mampu memahami isi soal dengan baik, karena jika penyelesaiannya juga akan keliru. Selain itu, siswa juga perlu memahami konsep-konsep matematika agar dapat menyelesaikan soal pemecahan masalah tersebut dengan tepat (Riswari. Mukti, et al. , 2. Dalam proses ini, semua pengetahuan matematis yang dimiliki menyelesaikan masalah dalam situasi yang Dalam menyelesaikan masalah matematika, kita dapat menggunakan langkahlangkah Polya, yaitu: . Memahami masalah yang dihadapi . Membuat rencana penyelesaian . Melaksanakan rencana tersebut hingga menemukan solusi . Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Meninjau kembali solusi yang telah diperoleh (Febriani & Najibufahmi, 2. Bangun datar merupakan materi yang diajarkan dalam matematika yang mempelajari berbagai bentuk suatu bidang dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. Bangun datar mencakup berbagai jenis bentuk seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, dan lain-lain. Setiap bentuk ini memiliki karakteristik dan sifat khusus yang dipelajari untuk memahami lebih dalam tentang konsep luas, keliling, dan sifat-sifat geometris lainnya (Unaenah et al. , 2. Hasil belajar harus dicapai untuk materi tersebut. Dalam kenyataannya, hasil belajar pada awal pengamatan masih belum jelas. Untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan, peneliti mencari pendekatan pemecahan Menggunakan model pembelajaran yang menarik bagi siswa dan mampu meningkatkan hasil belajar mereka adalah salah satu metode pemecahan masalah yang disebutkan di atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada soal cerita yang berkaitan dengan bangun datar. Siswa menghadapi kesulitan dalam mengubah soal cerita ke dalam bentuk matematis. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita matematika (Riswari & Ermawati, 2. Oleh karena itu, menyelesaikan masalah matematika, terutama yang berkaitan dengan soal cerita. Siswa harus membaca soal cerita dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka memahami isi bacaan dengan baik. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan bentuk pendekatan Fenomenologi-Kualitatif, dengan Fenomenologi berhubungan dengan persepsi individu terhadap suatu peristiwa atau keadaan. Pemahaman ini tidak hanya berasal dari sudut pandang peneliti, tetapi yang lebih penting adalah memahami gejala dan fakta yang diamati dari perspektif Persepsi Guru Mengenai Pemecahan Masalah Matematis Pada Soal Cerita Bangun Datar Siswa Kelas V SD 2 Jojo Analisis Data (Miles dan Huberm. subjek yang diteliti. (Marcelina et al. , 2. Menurut pandangan manusia, pengetahuan muncul dari pengalaman sadar. Dalam konteks membiarkan segala sesuatu tampak sesuai dengan kenyataannya. Penelitian kualitatif adalah dalam meneliti pelaku peneliti akan bergabung menjadi satu dengan objek yang akan diteliti, sehingga peneliti akan paham dengan permasalahan dan persoalan dari sudut pandang si objek yang diteliti (Subandi. Artinya penelitian yang berdasarkan pada sudut pandang objek yang akan diteliti dengan cara berbaur di lingkungannya, sehingga mendapatkan informasi perihal masalah atau persoalan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan pada guru wali kelas V SD Negeri 2 Jojo yang berinisial KN. Subjek penelitian ini dilibatkan dalam kegiatan penelitian yang berlangsung dari tanggal 30 Mei 2024 hingga 6 Juni 2024. Lokasi penelitian bertempat di SD Negeri 2 Jojo. Instrumen yang semiterstruktur, observasi kelas, dan analisis Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan secara mendalam temuan terkait peran dan strategi guru dalam Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Bagan teknik ini adalah sebagai berikut: Reduksi Data Penyajian Data Penarikan Kesimpulan Sumber: Miles and Huberman (Huberman. Hasil dan Pembahasan Persepsi dapat didefinisikan sebagai kesan atau tanggapan individu terhadap suatu peristiwa yang diamati, dirasakan, dan Sebagai suatu respons, persepsi cenderung lebih stabil dibandingkan dengan sensasi yang bersifat sementara (Rosyidah et al. Persepsi guru merujuk pada pandangan keyakinan, dan pemahaman mengenai berbagai pembelajaran dan lingkungan pendidikan. Persepsi ini meliputi pandangan terhadap siswa, lingkungan kelas, kebijakan sekolah, serta hasil Berdasarkan wawancara yang dilakukan Bersama KN selaku guru kelas V SD 2 Jojo, hasil analisis menunjukkan dalam pembelajaran matematika pada materi bangun datar penyelesaian soal cerita, siswa masih mengalami kesulitan dalam pemecahan konsep maslah Aspek yang diamati dalam penelitian ini meliputi pemahaman konsep, strategi, tantangan, dan penilaian. Setiap indikator tersebut dianalisis melalui serangkaian soal atau kegiatan yang dirancang untuk menggali masingmasing aspek secara spesifik, sehingga setiap soal atau kegiatan difokuskan pada satu indikator tertentu untuk memastikan pengukuran yang lebih terarah dan mendalam. Pemahaman konsep sangat penting untuk mengukur pengetahuan seseorang tentang suatu materi (Jhahro et al. , 2. Siswa kelas V SD 2 Jojo memiliki minat pada pembelajaran matematika karena siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan dan pendekatan mengajar yang menyenangkan oleh guru. Dari hasil wawancara mengenai aspek pemahaman konsep, siswa kelas V SD 2 Jojo sudah menguasai Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Bintang Cahyani. Putri Maharani. Yunita Nor Hidayah. Lovika Ardana Riswari perhitungan dasar pengurangan, perkalian, dan pembagian yang diaplikasikan ke dalam materi bangun datar namun dalam bentuk soal cerita siswa masih perlu bimbingan dari guru dalam menganalisis soal tersebut. Adapun tantangan yang dihadapi guru wali kelas V dalam mengajarkan materi bangun datar pada soal cerita yaitu siswa kesulitan dalam menganalisis kalimat pada soal cerita karena dipengaruhi oleh keterbatasan Bahasa dan kemampuan membaca. Siswa yang memiliki keterbatasan Bahasa sering kesulitan memahami soal cerita matematika atau menginterpretasika instruksi dengan benar (Argista et al. , 2. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan pembelajaran yang pengembangan kemampuan bahasa matematis siswa, termasuk penggunaan istilah-istilah yang tepat dan memberikan kesempatan untuk berlatih berkomunikasi secara matematis dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. Dari hasil wawancara dengan KN mendapatkan hasil bahwa. siswa kelas V cenderung mengandalkan hafalan rumus pemahaman yang mendalam tentang konsep. Akibatnya mereka kesulitan menghadapi masalah yang berbeda dari contoh yang telah Tanpa pemahaman konsep siswa tidak dapat menyesuaikan rumus dengan situasi baru atau memecahlan masalah yang memerlukan pemikiran kritis dan analitis (Setiani et al. , 2. Hal ini menyebabkan pemahaman matematika mereka menjadi menurun dan mengurangi kreativitas serta inovasi dalam pemecahan Siswa yang cenderung memiliki kepribadian pemalu dan takut untuk aktif bertanya sehingga ketika guru memberikan soal cerita mengenai materi bangun datar, siswa masih kesulitan Hal ini dapat menghambat proses pembelajaran di kelas karena siswa tidak mendapatkan penjelasan yang mereka butuhkan untuk memecahkan masalah secara efektif (Rifa & Suryana, 2. Akibatnya, kemampuan siswa dalam memahami konsep, struktur dan solusi dari bangun datar dapat terganggu. Untuk mendukung pembelajaran pemecahan masalah yang efektif, guru harus menciptakan lingkungan kelas yang mendukung di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan meninjau pertanyaan mereka. Selain itu, guru perlu mendorong diskusi yang konstruktif dan menyediakan sumber daya yang membantu agar siswa dapat lebih memahami materi yang Dengan begitu, siswa akan lebih termotivasi dan percaya diri dalam proses belajar Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 KN selaku guru kelas V mengungkapkan bahwa tantangan lain yang dihadapi yaitu kurangnya media digital seperti tablet, proyektor dan keterbatasan jaringan wifi sehingga guru kesulitan dalam melakukan pembelajaran dan menggunakan alternatif lainnya. Penggunaan perangkat elektronik dan akses jaringan wifi sangat penting untuk diterapkan di sekolah dalam era modern saat ini (Maritsa et al. , 2. Wifi memungkinkan guru dan siswa untuk mengakses sumber daya digital penting seperti video pembelajaran, simulasi interaktif, dan lingkungan belajar online yang dapat membantu siswa memahami konsep pemecahan masalah matematis khususnya pada soal cerita bangun datar (Safitri, 2. Dengan adanya bantuan dari memvisualisasikan dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Penutup Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa siswa kelas V SD 2 Jojo memiliki ketertarikan terhadap matematika, tetapi masih menghadapi kesulitan dalam memecahkan soal cerita, khususnya pada materi bangun datar. Masalah utama yang dihadapi guru wali kelas V adalah kemampuan siswa yang terbatas dalam menganalisis kalimat dalam soal cerita, ditambah sifat pemalu yang menghambat mereka untuk bertanya. Untuk mengatasi tantangan ini, guru menerapkan pendekatan, strategi, dan metode yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran berbasis interaksi dengan lingkungan sekitar, pengukuran pada objek nyata. Strategi yang dilakukan mencakup penggunaan media digital, seperti tablet. Chromebook, dan proyektor, untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan Metode yang diadopsi adalah kolaboratif, di mana siswa diajak bekerja sama dalam tim untuk meningkatkan pemahaman dan keberanian mereka dalam bertanya. Dengan memadukan pendekatan, strategi, dan metode tersebut, diharapkan siswa dapat mengatasi kesulitan mereka dalam menyelesaikan soal cerita, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi bangun datar. Daftar Pustaka