Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN KONSELOR TEMAN SEBAYA BAGI SISWA SMPN 22 PESAWARAN UNTUK MENCEGAH PENGARUH NEGATIF LINGKUNGAN Sri Murni1. Dharlinda Suri2. Aty Nurdiana3. Aini4. Lulu Atul Mardiah5 STKIP PGRI Bandar Lampung 3srimurni0905@gmail. com ,2dharlindas@yahoo. com@gmail. atynurdiana6311@gmail. com, 4aini05@gmail. com, 5atullulu01@gmail. Abstrak: Remaja biasanya mulai mengalami perubahan fisik dan psikologis pada masa ini, serta mengeksplorasi seksualitas mereka dan membentuk hubungan baru (Santrock. Tujuan dari sebaya konseling adalah untuk membantu individu dalam mengatasi hambatan, membantu individu dalam mengembangkan orientasi individu untuk memahami sepenuhnya sistem dan prosedur sekolah, membantu individu dalam membentuk dan memperkuat hubungan dan tema baru yang berkaitan dengan sebaya dan personal sekolah, dan melakukan peyusuaian sosial bagi induvidu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Pelatihan Konselor Sebaya Bagi Siswa SMPN 22 Pesawaran Untuk Mencegah Pengaruh Perilaku Negatif Lingkungan. Kegiatan ini juga sukses dilaksanakan untuk mencegah atau mengurangi perilaku yang tidak baik . di lingkungan sekitar yang terjadi dikalangan peserta didik di SMPN 22 Pesawaran. Kata kunci: Konselor sebaya, lingkungan negatif Abstract: Teenagers typically start going through physical and psychological changes during this time, as well as exploring their sexuality and forming new relationships (Santrock, 2. The purpose of peer counseling is to assist individuals in overcoming obstacles, assist individuals in developing individual orientation to fully understand school systems and procedures, assist individuals in forming and strengthening new relationships and themes related to peers and school personnel, and carry out social adjustments for individuals. Community service activity entitled Peer Counselor Training for SMPN 22 Pesawaran Students to Prevent the Influence of Negative Environmental Behavior. This activity was also successfully implemented to prevent or reduce bad . behavior in the surrounding environment that occurred among students at SMPN 22 Pesawaran. Keywords: Peer counselor, negative environment PENDAHULUAN Remaja merupakan suatu tahapan yang ada didalam kehidupan seseorang. Pada tahapan ini ialah tahap krisis atau tahapan pergantian dari anak kecil ke dewasa (Santrock, 2. Masa Remaja merupakan untuk masa pergantian dari masa kecil dan masa dewasa yang dimulai dari usia 10-13 tahun dan 18-22 tahun yang dimana dicirikan dengan adanya perbedaan biologis, psikologis dan perubahan lingkungan sosial (Notoatmodjo, 2. Masa yang berawal dari bangku pendidkan pada saat siswa di sekolah menengah pertama dengan umur 12-14 tahun yang biasa dikatakan tahapan remaja pertama. Masa remaja ialah masa yang sangat ditakutkan atau krisis karena pertumbuhan emosi serta Pelatihan Konselor Teman Sebaya Bagi Siswa SMPN 22 Pesawaran untuk Mencegah Pengaruh Negatif Lingkungan tingkah laku yang kurang stabil (Soetjningsih, 20. Masa remaja ialah tahap peralihan dari kecil ke dewasa, yang dimana pada tahapan ini remaja bisa dicirikan dengan adanya perbedaan seperti: fisik, psikis, dan psiko-sosial. Pada masa ini biasanya remaja mulai bergabung dengan adanya membangun hubungan baru dengan cara memberikan ekspresi dengan perasaan seksual (Santrock, 2. Masa remaja juga ialah masa perubahan, yang dimana akan mengalami permasalahan dan perlawanan (Munandar dalam Tania. Hasil . alam Lestari, 2. menambahkan bahwa masa ini bisa diihat sebagai tahapan serta stress (Storm and stress vie. Tingkah perbedaan sosial yang pada awalnya tidak bisa menyamankan dengan lingkungannya serta langkah yang diambil kurang disetujui oleh masyarakat biasanya atau sekelompok orang yang bermasalah ialah nama lain dari tingkah laku yang tidak baik yang berarti perilaku yang menyimpang dari hal yang biasanya yang menganggu masa remaja awak atau membantu mengatasi remaja dalam perubahan selanjutnya. Menurut Andani (Fitrianisa, 2. , remaja yang akan berubah akan dilihatkan tingkah laku yang baik dan tingkah laku yang tidak baik bukan merupakan tanda-tanda dalam perubahan masa remaja yang seperti Dan disitulah, tenaga pendidik mempunyai manfaat yang sangat berguna untuk membantu permasalahan perilaku yang tidak baik yang dilaksanakan oleh peserta didik . Ada juga menurut (Yuhana & Aminy, 2. terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tingkah laku, baik yang berasal didalam diri dan juga yang berasal dari luar diri . yang akan diambil dari faktor keluarga dan faktor lingkungan ialah semua hal yang akan diambil diri sendiri dari faktor Dari hal itu, terdapat beberapa jumlah perpaduan yang berkaitan dengan bawaan, pendidikan dan lingkungan peserta didik yang mempunyai perbedaan yang sangat berbeda terhadap tingkah laku sosial Kelompok sebaya ialah kelompok topik untuk memiliki komponen emosi yang lebih besar serta memungkinkan peserta didik untuk bekerja sama, pergaulan, saling bercerita dan juga mengasihkan dampak positif pada kehidupan sosial dan pribadinya (Usman & Irvan, 2. Kedekatan memberikan wawasan baik dan buruk (Santrock, 2007: . Adanya tim sebaya yang mempunyai orang-orang positif akan mempengaruhi baik tidaknya Berkenaan dengan hal tersebut di atas, mungkin terdapat kelemahan yang akan diatribusikan pada kelompok orang yang bergantung pada latar dan konteks, yang menyatakan bahwa kelompok orang yang remaja mengacu pada kelompok orang yang berada dalam lingkungan sosial. referensi, dan sekelompok orang yang menjadi teman. Saat ini banyak sekali siswa yang terkena dampak dari lingkungan yang negatif, sehingga menyebabkan banyak menyelesaikan sitasi dan tugas. Oleh karena itu, perilaku negatif atau buruk yang berdampak negatif pada diri sendiri atau orang lain dapat dipahami sebagai perilaku negatif yang menimbulkan Hal ini menggambarkan bagaimana siswa yang berperilaku negatif dapat menghambat proses belajar mengajar hingga menularkan energi negatif kepada sesama siswa jika tidak mampu belajar dengan cepat. Konselor sebaya ialah tenaga pendidik dari tutor sebaya yang dimana berfungsi untuk mempunyai keterlibatan dan pemberian masukan yang baik dalam Sri Murni. Dharlinda Suri. Aty Nurdiana. Aini. Lulu Atul Mardiah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. mengasihkan konseling untuk kelompok siswa sebaya, yang sudah bergabung pelatihan/orientasi (BKKBK, 2. Konsep ini bertujuan dalam membentukpeserta didik dalam menyelesaikan masalah dan menghindari dampak buruk dari hubungan teman Peluang untuk mendukung pertumbuhan remaja mungkin timbul dari keintiman, cinta, dan rasa memiliki takdir bersama yang berkembang di kalangan Konseling teman sebaya memberi siswa alat yang mereka butuhkan untuk membantu remaja kemandirian dan pengendalian diri yang bermakna (Wahid, 2. Tujuan dari sebaya konseling adalah untuk membantu individu dalam mengatasi hambatan, membantu individu dalam mengembangkan tujuan diri sendiri dalam memahami sepenuhnya peraturan dan prosedur persekolahan, memberikan bantuan diri sendiri dalam keterkaitan dengan sebaya dan personal sekolah, dan melakukan peyusuaian sosial bagi induvidu. Lain dari itu, membantu perbaikan serta membantu membuat perilaku, tanggapan, bagaimana cara berpikir, kepercayaan dan juga perspektif peserta didik yang tidak logis serta salah yang membuat cara berpikir mereka sesuai dan benar dalam mengembangkan dirinya, memberikan tingkat yang sebaik mungkin dalam hal aktualisasi diri lewat perilaku pemikiran dan emosi yang baik. Menurut Hartanto . Teknik dan Prosedur yang dilaksanakan pada saat konseling sebaya dijadikan untuk pengajaran secara baik dan aktif, . merubah bagaimana cara fikir yang irasional, . mengasihkan tugas untuk peserta didik dalam mencoba dalam melaksanakan perlakuan tertentu untuk suasana yang baru. Oleh karena itu, konseling sebaya memberikan nasehat kepada siswa yang memiliki kecenderungan negatif untuk membantu mereka dalam menghadapi permasalahan pribadi. Kepemimpinan individu, kelompok, dan diskusi, pertimbangan serta seluruh kegiatan antarpribadi individu lainnya dalam untuk mendukung serta mendorong orang Menurut Sujarwo terdapat langkahlangkah dalam pengembangan konselor sebaya diantaranya yaitu: Pemungutan suara dari calon AukonselorAy teman sebaya yaitu pemungutan suara calon konselor teman sebaya yang berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut yaitu: mempunyai keinginan dalam menyelesaikan permasalahan, bisa di terima oleh orang lain, menghargai perbedaan system penilaian dan secara cuma-cuma mau menyelesaikan permasalahan orang lain serta penilaian diri sendiri yang paling baik seperti berkuasa dalam hal kemampuan yang diperlukan oleh calon Tujuan dari pelatihan AukonselorAy sebaya di masa depan ialah dalam individu yang mempunyai serta dapat menerapkan kemampuan seperti empati dan mendengarkan secara efektif untuk membantu orang lain. Pelaksanaan dan pengorganisasian Konseling ketika konselor sebaya menghadapi tantangan dan memiliki kapasitas terbatas untuk menawarkan layanan dukungan, konselor sebaya dapat meminta nasihat dari konselor Berdasarkan pengamatan di atas, alasan perlunya konseling sebaya (Carr,1981: 5Ae. menunjukkan bahwa ada sembilan faktor yang mendukung kebutuhan ini, khususnya: Pelatihan Konselor Teman Sebaya Bagi Siswa SMPN 22 Pesawaran untuk Mencegah Pengaruh Negatif Lingkungan Hanya menerapkan hal ini dan siap untuk segera berbicara dengan seorang Lebih sering menjadikan temanya menjadi teman curhat, dan siswa meminta dukungan temantemannya mengalami kesulitan. Ketika harus mengambil keputusan pribadi, memutuskan cara memberikan lanjutan dunia pendidikan formal, individu teman-temannya. Macam-macam kemampuan yang berkaitan untuk membantu secara detail dalam mempelajari bahkan karena individu biasanya sekalipun, yang dimana juga dilakukan oleh para profesional (Carkhuff, 1. , dapat dikuasai oleh siswa sekolah (Carr. McDowell an McKee, 1. , siswa sekolah menengah atas (Carr dan Sauners, 1. , dan juga dilakukan peserta didik sekolah dasar (Bowman dan Myrick, 1. Sejumlah penelitian berulang kali menunjukkan bahwa di kalangan remaja, kesepian atau kebutuhan akan teman adalah salah satu dari lima masalah utama. Penggunan tindakan pencegahan menginspirasi siswa untuk membantu satu sama Peserta diidk yang mempunyai diperlukannya sebuah kepinteran . ukan akademik tetapi mengetahui . enjadi terhorma. serta berharganya diri . enjadi makna serta bisa dimengert. Sebuah isu pemegang kunci pada tahap remaja ialah kemandirian. Biasanya penelitian-penelitian yang dilaksanakan dalam hal pengaruh turor sebaya. Memberikan tingkatan keahlian dalam membantu dirinya sendiri atau sekelompok yang bisa menyelesaikan juga ialah tahapan konseling sebaya. Walaupun permasalahan individu dimana makin meningkat serta tidak semua bisa diatasi melalui layanan biasa, layanan profesional terkadang menjadi lebih mahal, sehingga tidak terjangkau oleh sebagian remaja. Konseling sebaya berbeda dengan Melainkan sekelompok orang . yang menawarkan dukungan kepada orang lain dengan Menurut Tindall, konselor sebaya harus memiliki kemampuan berikut: perhatian, empati, meringkas. Question, genuiness, asertiveness. Confrontation, dan problem solving. Mengasihkan (Attendingresponde. Ketika berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada konselor melalui komunikasi verbal dan nonverbal, perilaku ini terkait erat Melakukan empati . Secara umum, empati adalah Merangkum . Dapat menyimpulkan berbagai pertanyaan konseli menjadi satu Pertayaan terbuka (Questio. Yaitu teknik untuk memancing pengalaman dan pemikiranya. Sri Murni. Dharlinda Suri. Aty Nurdiana. Aini. Lulu Atul Mardiah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Prinsip-prinsip konseling teman sebaya yaitu sebagai berikut: Bersifat pribadi. Menghormati menghargai nilai, hak, aspirasi, dan kelebihan klien. Penilaian . konseling teman sebaya tidak ada. Dalam terapi sebaya, berbagi informasi merupakan salah satu sedangkan memberikan nasihat tidak termasuk. Konseli bebas membuat pilihan, termasuk kapan akan mengakhiri Dalam berdasarkan rasa kesetaran dan kesukaralean . Jika konseling sebaya tidak mampu dibutuhkan konselor. Konseli memerlukan informasi yang jelas tentang topik penelitian, serta tujuan, prosedur, dan teknik yang digunakan dalam penelitian, agar dapat cepat dipahami. Diperlukannya suatu tahapan dalam pemerosesan bimbingan dan konseling yang terbaru dalam memberikan bantuan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan pada dirinya. Diantara beberapa tahapan penyelesaian yang bisa berguna ialah dengan membangun kelompok konselor sebaya (Shohib, 2016: . Hal diatas bisa dimaksud dalam periode remaja adalah periode yang bisa memperdekat dengan peer membutuhkanpengenalan diri yang bisa membantu menambahkan harga dirinya (Hurlock. Hal memungkinkan didasarkan oleh sebuah tingkah laku remaja yang lebih ungkapan dalam hati kepada teman sebaya daripada kepada orangtya. Yang dimana teman sebaya serta bahasa khas sebaya yang lebih bisa diterima oleh Dalam pemberian layanan bimbingan dan . pemahaman, yaitu sebagai hal untuk mengetahui serta memahami diri dan juga lingkungannya, . pencegahan, yaitu sebagai membantu siswa untuk bisa menghindari diri dari lingkungan yang dirasa kurang baik yang bisa menghambat untuk kemajuan diri, . yaitu sebagai untuk membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, . pemeliharaan dan dukungan bagi siswa dalam memelihara dan meningkatkan beragam keterampilan mereka (Shohib, 2016:. Hal ini tidak sama dengan pengajaran di kelas, di mana konselor sebaya biasanya membantu dalam memberikan konseling kepada remaja mengenai isu-isu termasuk perilaku, persahabatan, dan hubungan Namun pada akhirnya, konselor anak-anak seumuran dengan klien mereka yang belum berpengalaman. Oleh sebab itu, maka digunakannya pendamping oleh orang yang berumur lebih tua. METODE Pelatihan konselor sebaya pada siswa/i SMP 22 Pesawaran pada bulan februari dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada siswa/i terpilih sebagai tenaga konselor dengan memberikan beberapa materi pelatihan yang terdapat dalam metode pelatihan. Kegiatan pelatihan yang dilakukan adalah sebagai Tahap Persiapan Tahapan persiapan dalam kegiatan pelaksanaan ini adalah penyusunan pre Persiapan modul pelatihan ini yaitu berisi mengenai tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi remaja. IMS. ISR. HIV/AIDS, penyalahgunaan NAPZA dan perilaku hidup sehat serta teknik konseling bagi konselor sebaya. Pelatihan Konselor Teman Sebaya Bagi Siswa SMPN 22 Pesawaran untuk Mencegah Pengaruh Negatif Lingkungan Tahap Pelaksanaan Tahap Pelaksanaan Perkenalan Peserta dengan pelaksana. Pre Test Pre Test Sebelum sesi berlangsung, hal mengetahui seberapa besar pengetahuan peserta mengenai Pelatihan Penyampaian materi dengan alat bantu modul pelatihan, diskusi interaktif dan role Post Test Post Test dilakukan untuk peserta tentang materi yang telah disampaikan setelah dilakukan pelatihan. Simulasi dan Latihan Pada tahap ini peserta didik mencoba menghadapi masalah yang ada dikehidupan yang nyata dengan menjadi konselor dan salah seorangnya menjadi Refleksi Kegiatan ini ialah salah satu bagian dari kegiatan yang bertujuan untuk melihat kemampuan siswa. Pendampingan Kelompok Lewat dampingan kelompok ini diharapkan dapat bisa ditindak lanjuti serta dapat dilakukannya yang didasarkan oleh pengalaman yang ada selama pendampingan berlangsung. Kegiatan berikutnya merupakan role play, ialah merupakan kegiatan berbasis game yang dirangkai serta disusun untuk suatu rangkain kegiatan dalam mengasihkan kesempatan untuk siswa dalam melaksanakan suatu peran tertentu untuk mencapai pengalaman tidak simbolik semata saja. Untuk itu kegiatan role play dilaksanakan untuk siswa bisa dituntut bisa memerankan peran dengan baik, berani melakukan serta memiliki feeling yang sesuai dengan perannya maka dari itu peserta didik bisa paham dan memiliki gambaran aplikasinya. Tujuan dari skenario ini adalah untuk memberikan peserta pengalaman segar dan otentik dalam proses konseling sebaya dengan menempatkan mereka dalam peran sebagai konselor dan konseli. Kegiatan simulasilingkungan yang akan terjadi mampu membuat lingkungan yang busa ditemui para siswa dimasa depan. Sementara siswa bertindak sebagai peserta lain yang nantinya akan berpartisipasi dalam proses simulasi, yang lain akan diminta untuk melakukan suatu tindakan yang menjadi akhir dalam waktu yang singkat. Langkah-langkah untuk melakukan pelatihan ini terbagi menjadi lima langkah dimana sebagai berikut: koordinasi bersama mahasiswa untuk pelatih dan juga yang tersebut dilaksanakan. Sosialisasi dilakukan terkait kegiatan yang akan dilakukan serta metode pendampingan dan pengawasan kelompok konseling sebaya yang akan datang. pelatihan dasar, siswa yang telah mendaftar untuk menjadi konselor sebaya akan assessment berdasarkan motivasi, ciri kepribadian, dan Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dan pemahaman sebagai calon konselor sebaya mereka harus bisa melakukan pelatihan konseling dasar. Pelatihan dasar ini bukan hanya dilaksanakan Sri Murni. Dharlinda Suri. Aty Nurdiana. Aini. Lulu Atul Mardiah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. hanya satu saja, tetapi ada tiga kegiatan pertemuan dengan micro teacinguntuk pelatihan terakhir dari semua kegiatan. Seluruh siswa akan memiliki sertifikat sudah melakukan kegiatan pelatihan konselor sebaya pengaplikasian pada teman sebaya. pelatihan lanjutan, tujuannya adalah untuk membentuk keterampilan dan konselor sebaya, materi pelatihan akan disesuaikan dengan siswa dari berbagai evaluasi pasca pelatihan dan praktek lapangan. pendampingan, dilakukan untuk konselor sebaya ketika melakukan proses konseling yang akan dilakukan pada teman sebaya mereka. bekerjasama dengan tim konselor konseling sebaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim PKM SMPN 22 bahasawaran diperoleh hasil sebagai berikut: Siswa Memperoleh Wawasan Baru Terkait Pentingnya Pelatihan Konselor Sebaya Untuk Mencegah Pengaruh Negatif Lingkungan . Siswa Mempunyai Kawasan Yang Dapat Merefleksikan Perilakunya Untuk Melihat Apakah Sudah Sesuai Dengan Karakter Yang Seharusnya . Tetap Mengajar Sepakat Untuk Memberikan Dukungan Terkait Pelatihan Konselor Teman Sebaya Kepada Siswa Smpn Pesawaran Untuk Mencegah Pengaruh Negatif Lingkungan Guna Meningkatkan Kualitas Karakter Siswa Di Smpn 22 Pesawaran Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, terdapat antusiasme dari para peserta termasuk mahasiswa peserta didik tenaga pengajar terkait. Diharapkan semua pihak terkait dapat terus berkolaborasi dalam menerapkan materi dan kegiatan yang telah diberikan, sehingga mencapai tujuan pelatihan konselor teman sebaya bagi siswa SMPN 22 pesawaran untuk mencegah pengaruh negatif di SMPN 22 pesawaran. DAFTAR PUSTAKA