Vol 3 No. 1 Februari 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 109 Ae 120 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/e6948s39 PENGARUH PERTUMBUHAN PENJUALAN. UKURAN PERUSAHAAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP KINERJA KEUANGAN Masyitaha*. Achmad Uzaimi b. Teddy Haryadi c 2104010065@student. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kepulauan Riau. Tanjungpinang b Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim / Akuntansi, uzaimiahmad@gmail. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kepulauan Riau. Tanjungpinang c Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim / Akuntansi, teddyharyadi@umrah. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kepulauan Riau. Tanjungpinang * Penulis Korespondensi: Masyitah a Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim / Akuntansi. ABSTRACT This study examines the determinants influencing the financial performance of food and beverage subsector companies in the post-pandemic economic recovery period. Using a quantitative approach, this research analyzes the impact of sales growth, firm size, and tax planning on Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE). Data were obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021Ae2023 period, with 60 observations selected through purposive sampling criteria. Multiple linear regression analysis indicates that sales growth, firm size, and tax planning have a significant positive effect on financial performance, both partially and simultaneously. This demonstrates that effective operational management and tax strategy implementation directly enhance corporate profitability and market competitiveness. Keywords: Sales Growth. Firm Size. Tax Planning. Financial Performance. ROA. ROE. Abstrak Penelitian ini mengkaji determinan yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman pada periode pemulihan ekonomi pascapandemi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis dampak dari pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak terhadap Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2021Ae2023, dengan 60 observasi yang dipilih melalui kriteria purposive sampling. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen operasional yang efektif dan penerapan strategi perpajakan secara langsung meningkatkan profitabilitas perusahaan dan daya saing pasar. Kata Kunci: Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan. Perencanaan Pajak. Kinerja Keuangan. ROA. ROE. PENDAHULUAN Persaingan industri yang kian ketat akibat digitalisasi mengharuskan perusahaan untuk terus berinovasi demi menjaga keberlangsungan bisnis. Pertumbuhan PDB industri nonmigas yang kini menyentuh 4,69% merupakan sinyal positif bagi kinerja keuangan sektor swasta. Dengan kontribusi sebesar 80% terhadap ekonomi nasional, sektor nonmigas menjadi motor penggerak permintaan domestik yang mampu meningkatkan omzet perusahaan. Tren positif ini terlihat nyata pada subsektor makanan dan minuman yang pulih paling cepat pasca-pandemi. kondisi ini memungkinkan perusahaan di sektor tersebut untuk mencatatkan kenaikan penjualan serta margin laba yang lebih optimal. Naskah Masuk 27 Desember 2025. Revisi 30 Desember 2025. Diterima 2 Februari 2026. Terbit 3 Februari Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Industri makanan dan minuman menunjukkan stabilitas pertumbuhan pada level 2,54% di tahun 2021, yang kemudian mengalami akselerasi signifikan pada 2022 . ,90%) dan 2023 . ,47%). Meskipun pertumbuhan penjualan ini secara teoritis mendorong kinerja keuangan, performa emiten di BEI terpantau cukup beragam (BPS, 2. Dua perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan progresif adalah ICBP dan MYOR. Penjualan ICBP tercatat terus merangkak naik dari Rp56,80 triliun menjadi Rp67,91 triliun sepanjang periode 2021Ae2023. Di sisi lain. MYOR juga menunjukkan ketangguhan bisnis dengan peningkatan pendapatan yang konsisten, berawal dari Rp27,90 triliun pada 2021 hingga mencapai Rp31,49 triliun di Terdapat perbedaan signifikan dalam skala aset antara ICBP yang menyentuh angka ratusan triliun rupiah dengan FKS yang membukukan aset sebesar Rp1. 850,00 miliar pada 2023 setelah tumbuh 1,29%. Dalam konteks bisnis, ukuran perusahaan sering dikaitkan dengan kapabilitas dalam mengamankan permodalan dan efisiensi negosiasi. Dannisya & Lestari 2024 . Dampak ukuran ini terhadap kinerja keuangan menjadi perdebatan akademis melihatnya sebagai pendorong profitabilitas melalui efisiensi aset, sedangkan Annisa & Yulazri 2024 . , menemukannya berpengaruh negatif. Ketidakmampuan aset besar dalam menjamin laba yang lebih tinggi sering kali disebabkan oleh kompleksitas operasional dan besarnya biaya perawatan aset serta beban tenaga kerja yang harus ditanggung perusahaan. Perusahaan dituntut untuk mengelola perpajakan secara efektif guna mencapai kinerja keuangan yang optimal, mengingat pajak merupakan komponen biaya yang besar di samping kepemilikan aset. Strategi perpajakan yang tepat tidak hanya mendorong efisiensi keuangan tetapi juga mendongkrak laba bersih perusahaan dalam koridor hukum. Referensi dari Nailufaroh & Maulana 2019 . menunjukkan adanya korelasi positif antara efisiensi pajak dengan penguatan laba bersih setelah pajak. Namun, realitasnya bisa bervariasi sebagaimana diungkapkan oleh Vino Febryanto 2024 . , yang mengamati bahwa kontribusi perencanaan pajak terhadap kinerja finansial sering kali bersifat temporer dan mengalami fluktuasi yang signifikan setiap tahunnya. TINJAUAN PUSTAKA Teori Keagenan Jensen dan Meckling . mendefinisikan hubungan keagenan sebagai suatu kesepakatan kontraktual di mana pihak prinsipal memberikan mandat kepada agen untuk melakukan layanan tertentu, yang mencakup penyerahan sebagian otoritas pengambilan keputusan kepada agen tersebut. Kinerja Keuangan Wiratna . mengemukakan bahwa kinerja keuangan merupakan representasi dari hasil evaluasi atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Dalam prosesnya, capaian tersebut ditinjau secara berkala dengan membandingkan hasil aktual terhadap standar atau kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. 3 Return on Assets (ROA) Rasio ini menilai laba bersih dibandingkan dengan keseluruhan aset yang dimiliki dikelola yang dimiliki oleh entitas usaha, jika nilai ROA meningkat, ini menunjukkan bagaimana manajemen berhasil menggunakan aset untuk menghasilkan keuntungan, secara implisit kenaikan nilai ini secara progresif baik suatu entitas menggunakan sumber dayanya serta mencapai kinerja keuangan yang baik Annisa & Yulazri, 2024. 4 Return on Equity (ROE) Rasio ini ditunjukkan dalam bentuk persentase dan menunjukkan seberapa baik laba bersih yang diraih dapat memberikan pengembalian yang proporsional terhadap modal yang diinvestasikan oleh pemilik bisnis Amalia & Lanjarsih, 2020 . 5 Pertumbuhan Penjualan JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 109 - 120 Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Rasio ini merepresentasikan kompetensi entitas dalam menjaga kondisi serta persaingan ekonominya di tengah dinamika perkembangan industri dan kondisi ekonomi makro Tasmil et al. , 2019 . 6 Ukuran Perusahaan Total aktiva yang dimiliki oleh suatu entitas digunakan sebagai basis penentuan ukuran perusahaan, yang berfungsi sebagai instrumen pengelompokan skala bisnis baik dalam kategori besar maupun kecil Christian et al . , 2022 . firm size= Ln (Total Ase. 7 Perencanaan Pajak Tingkat efektivitas perencanaan pajak dapat diidentifikasi melalui rasio laba bersih terhadap laba sebelum Angka ini merefleksikan kecakapan manajemen dalam meminimalisir beban pajak demi mengoptimalkan perolehan laba akhir perusahaan Nailufaroh & Maulana, 2019 . TRR = Laba Bersih Laba Sebelum Pajak 8 Kerangka Pemikiran Bersumber pada perihal tersebut, maka dapat dibuat kerangka berfikir: Gambar 1 Kerangka Pemikiran Dari gambar diatas diajukan adalah: H1a & H1b: pertumbuhan penjualan mempunyai dampak positif dengan kienerja perusahaan yang diukur lewat ROA dan ROE. H2a & H2b: Ukuran perusahaan diyakini memberikan pengaruh positif terhadap efisiensi aset (ROA) serta pengembalian ekuitas (ROE). H3a & H3b: Perencanaan pajak dianggap memiliki hubungan positif dengan profitabilitas perusahaan (ROA dan ROE). H4a & H4b: Secara bersamaan, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, serta perencanaan pajak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA & ROE). METODOLOGI PENELITIAN 1 Populasi Objek studi dapat diklasifikasikan sebagai emiten subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Secara keseluruhan, terdapat 95 entitas bisnis yang ditetapkan sebagai populasi berdasarkan kriteria identifikasi penelitian. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan dan Perencanaan Pajak Terhadap Kinerja Keuangan (Masyita. Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 2 Sampel Penentuan sampel pada pertimbangan studi metode purposive sampling diterapkan dalam pemilihan Emiten di subsektor makanan dan minuman yang tidak melakukan delisting dan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang analisis. Emiten merilis laporan keuangan berbasis komprehensif serta tersedia kontinue sepanjang periode Entitas yang laporan keuangan ini didasarkan pada satuan mata uang pelaporan Rupiah (IDR) Entitas mencatatkan tren pertumbuhan penjualan yang positif selama jangka waktu penelitian. Perusahaan yang berhasil membukukan kenaikan laba bersih secara konsisten selama periode 3 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini mengandalkan jenis data sekunder dihimpun dari laporan tahunan yang telah diaudit. Seluruh dokumen tersebut diakses melalui portal laman resmi Bursa Efek Indonesia yang masuk dalam daftar 4 Metode Analisis Data Seluruh data yang telah dihimpun diolah secara komputasi melalui perangkat lunak SPSS 26. 0 untuk menjalankan serangkaian pengujian regresi dan uji asumsi klasik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 Hasil Uji Statistik Deskriptif ROE Hasil pengolahan statistik deskriptif mengungkap bahwa variabel Pertumbuhan Penjualan memiliki distribusi nilai antara -0,13 dan 6,60, nilai rata - rata 0,2670 dan simpangan baku 0,85738. Ukuran perusahaan diproksi logaritma natural total aset, mencatat nilai rata - rata 29,3980, minimum 26,37 dan maksimum 32,86, serta simpangan baku 1,55976. Variabel Perencanaan Pajak memperoleh nilai rata-rata 0,7537 dengan fluktuasi antara 0,36 dan 0,99 . impangan baku 0,12. Kinerja Keuangan (ROA) tercatat 0,01 hingga 0,27, nilai rata - rata 0,1038 dan simpangan baku 0,07128. Kinerja Keuangan (ROE) tercatat 0,01 hingga 0,86, nilai rata - rata 0,1739 dan simpangan baku 0,15433. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 109 - 120 Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Uji. Asumsi. Klasik 1 Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas ROA Tabel 4 Hasil Uji Normalitas ROE Seluruh data dalam kajian ini terbukti berdistribusi secara normal. Fakta ini didasarkan selama perolehan (Asymp. Sig 2-taile. sebesar 0,200 melalui metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov, yang mana nilai tersebut secara statistik melebihi tingkat signifikansi 0,05 yang disyaratkan. Uji. Multikolinearitas Tabel 5 Hasil Uji Multikolonieritas ROA Pengaruh Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan dan Perencanaan Pajak Terhadap Kinerja Keuangan (Masyita. Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Tabel 6 Hasil Uji Multikolonieritas ROE Uji multikolinearitas terhadap variabel-variabel independen dalam model ROA dan ROE menghasilkan nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10. Mengingat seluruh variabel memenuhi ambang batas tersebut, jadi bisa dinyatakan mengindikasikan tidak terdapat indikasi multikolinearitas. 3 Uji. Heteroskedastisitas Tabel 7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ROA Tabel 8 Hasil Uji Heteroskedastisitas ROE Hasil uji korelasi SpearmanAos Rho mengungkapkan bahwa nilai signifikansi ( Sig ) nilai setiap variabel terikat melampaui batas ambang 0,05. Hasil ini konsisten dalam kedua spesifikasi model regresi, baik dengan dependen ROA maupun ROE. Sehingga dapat dinyatakan bahwa model terbebas dari kendala heteroskedastisitas, asumsi homoskedastisitas / kesamaan varians residual telah terpenuhi. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 109 - 120 Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Uji. Autokorelasi Tabel 9 Hasil Uji Autokorelasi ROA Tabel 10 Hasil Uji Autokorelasi ROE Pengujian autokorelasi menggunakan metode Durbin-Watson bahwa nilai ini terbebas dari masalah korelasi antar-residual. Dengan kriteria dU sebesar 1,688 dan 4 - dU sebesar 2,311, nilai DW untuk variabel ROA . dan variabel ROE . terbukti masuk dalam zona aman dU < DW < 4 - dU. Temuan ini mengatakan tidak ada gejala autokorelasi dalam model kinerja keuangan, baik yang diukur melalui ROA maupun ROE. Uji. Analisis. Regresi. Linear. Berganda Model. regresi penelitian: Y = y1X1 y2X2 3X3 u Keterangan: : Return on Asset / Return on Equity (Kinerja Keuanga. : Konstanta 1 Ae 2 Ae 3 : Koefisien regresi : Pertumbuhan Penjualan 2LN : Ukuran Perusahaan 3TRR : Perencanaan Pajak : Error Tabel 11 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ROA Model regresi penelitian: Y = y1X1 y2X2 3X3 u ROA = 0. 098(SG) 0. 031(L. 154(TRR) u Pengaruh Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan dan Perencanaan Pajak Terhadap Kinerja Keuangan (Masyita. Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Interpretasi dari koefisien regresi pada model ROA: Konstanta. Merupakan nilai dasar kinerja keuangan (ROA) ketika faktor pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak ditiadakan dari model. Dampak Pertumbuhan Penjualan. Kenaikan pada sektor penjualan berdampak positif terhadap profitabilitas, di mana setiap peningkatan satu unitnya akan menambah ROA sebesar 0,098. Dampak Ukuran Perusahaan: Skala perusahaan yang lebih besar memberikan dampak positif terhadap ROA, dengan proyeksi kenaikan sebesar 0,031 untuk setiap penambahan satu satuan ukuran. Dampak Perencanaan Pajak: Variabel perencanaan pajak menunjukkan pengaruh paling signifikan dalam model ini, di mana peningkatan satu unit pada variabel ini diprediksi menaikkan ROA sebesar 0,154. Tabel 12 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ROE Y = y1X1 y2X2 2X3 u ROE = 0,346 0,030 (SG) 0,007 (L. 0,139 (TRR) u. Interpretasi dari koefisien regresi pada model ROE: Konstanta. Merupakan nilai dasar kinerja keuangan (ROE) ketika faktor pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak ditiadakan dari model. Dampak Pertumbuhan Penjualan. Kenaikan pada sektor penjualan berdampak positif terhadap profitabilitas, di mana setiap peningkatan satu unitnya akan menambah ROE sebesar 0,030. Dampak Perencanaan Pajak: Variabel perencanaan pajak menunjukkan pengaruh paling signifikan dalam model ini, di mana peningkatan satu unit pada variabel ini diprediksi menaikkan ROE sebesar 0,0139. Uji. Parsial. ( Uji. Tabel 13 Hasil Uji Parsial ROA Ringkasan hasil uji t pada model ROA mengonfirmasi bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dapat terbukti kebenarannya: H1a (Pertumbuhan Penjuala. : Diterima, karena t -hitung signifikansi ( 0,043 ) memenuhi syarat < 0,05. ( 2,704 ) > t -tabel. dan nilai H2a (Ukuran Perusahaa. : Diterima secara signifikan dengan t-hitung 4,082 dan nilai p-value 0,000, merujuk pengaruh positif terhadap ROA H3a (Perencanaan Paja. : Diterima, di mana nilai t-hitung 3,121 melampaui nilai kritis tabel dan tingkat signifikansinya mencapai 0,003, membuktikan pengaruh positif pada ROA JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 109 - 120 Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 Tabel 14 Hasil Uji Parsial ROE Berdasarkan hasil pada model regresi ROE, seluruh hipotesis yang diajukan terbukti diterima dengan rincian sebagai berikut: H1b ( Sales Growth ): Diterima secara signifikan t- hitung 3,240 > t- tabel 1,672 serta sig. 0,002 , menunjukkan pengaruh positif . H2b ( Logaritma Natural ): Terbukti berpengaruh secara searah dan meyakinkan terhadap ROE, dibuktikan t-hitung 2,464 dan signifikansi 0,01. H3b (Tax Retention Rat. : Menunjukkan dampak positif signifikan pada ROE dengan nilai t Ae hitung 2,319 serta nilai sig . memenuhi syarat di bawah 0,05. Uji. Simultan. (Uji. Tabel 15 Hasil Uji Simultan ROA Tabel 16 Hasil Uji Simultan ROE Hipotesis H4a terdukung berdasarkan hasil yang menunjukkan nilai F_hitung 9,679 > F_tabel 2,690 dan sig 0,000 untuk model ROE menunjukkan nilai f hitung 7,249 > ftabel 2,770 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Data ini memvalidasi pada kombinasi antara pertumbuhan penjualan, skala perusahaan, dan strategi perencanaan pajak secara kolektif berpengaruh signifikan dalam menjelaskan variasi pada Return on Assets (ROA), sehingga model regresi ini dianggap memenuhi kualifikasi ketepatan model. Koefisien Determinasi (RA) Tabel 17 Hasil Uji Koefisien Determinasi ROA Variabel independen dalam model ini menyumbangkan pengaruh senilai 30,6% terhadap perubahan ROA Pengaruh Pertumbuhan Penjualan. Ukuran Perusahaan dan Perencanaan Pajak Terhadap Kinerja Keuangan (Masyita. Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 (Adjusted R Square = 0,. Sementara itu, 69,4% fluktuasi kontribusi dari variabel eksternal yang tidak Tabel 18 Hasil Uji Koefisien Determinasi ROE Kombinasi variabel independen dalam model ini mampu menjelaskan 24,1% variasi pada ROE (Adjusted R Square = 0,. , sedangkan 75,9% lainnya diterangkan oleh faktor eksternal di luar lingkup penelitian Pembahasan. Pengaruh SG berpengaruh positif terhadap ROA Dengan nilai t sebesar 2,704 dan signifikansi 0,043. Pertumbuhan Penjualan (SG) terbukti memiliki pengaruh searah dan terukur terhadap (ROA) secara parsial. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pertumbuhan penjualan dan efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan laba. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Yuliani 2021 . dan Annisa & Yulazri 2024 . , di mana pertumbuhan penjualan dikaitkan dengan kemandirian modal perusahaan. Pengaruh. SG berpengaruh positif. terhadap ROE Hipotesis H1b didukung oleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05, dan nilai t yang dihitung adalah 3,240 > dari nilai t tabel . Penelitian ini menemukan bahwa meningkatkan pertumbuhan penjualan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham. Studi Napitupulu 2024 . menemukan bahwa pertumbuhan penjualan yang konsisten menunjukkan bahwa manajer dapat memaksimalkan sumber daya mereka untuk meningkatkan nilai perusahaan. Pengaruh. LN berpengaruh positif. terhadap ROA. Hipotesis H2a diterima secara signifikan t-hitung 4,082. Sig. , mendukung teori Lisa & Sulistyowati 2023 . , bahwa aset besar menciptakan keunggulan kompetitif dan efisiensi melalui skala ekonomi. Meskipun Annisa & Yulazri 2024 . menyoroti risiko inefisiensi pada perusahaan besar, temuan ini membuktikan bahwa sampel penelitian berhasil mengelola biaya operasional dengan efektif sehingga ukuran perusahaan tetap menjadi pendorong utama kinerja keuangan. Pengaruh. LN berpengaruh positif. terhadap ROE Hipotesis H2b yang menyatakan pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap ROE terbukti valid (Sig. 0,017 < 0,. Hasil ini mendukung argumen Aida Meiyana et al. bahwa perusahaan berskala besar memiliki kapabilitas pendanaan dan manajemen profesional untuk memenuhi ekspektasi investor. Efisiensi operasional yang dihasilkan dari keunggulan sumber daya tersebut menjadi pendorong utama dalam mengoptimalkan performa kinerja keuangan perusahaan berbasis ekuitas Pengaruh TRR berpengaruh positif terhadap ROA. Hipotesis H3a didukung oleh t-hitung 3,121, yang lebih besar dari 1,672, dan tingkat signifikansi 0,003, yang lebih rendah dari 0. Hasil ini menunjukkan bahwa pajak perencanaan dengan pajak tingkat retensi (TRR) memiliki dampak positif pada Return on Assets (ROA). Hasil menunjukkan bahwa tingkat kerusakan yang disebabkan oleh aset tertentu berkorelasi positif dengan kemampuan sebuah organisasi untuk melindungi anggota dari pajak yang merugikan. Dengan menggunakan strategi ini, perusahaan dapat meningkatkan pajak penghematan untuk operasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan laba bersih. Menurut penelitian Santoso 2021 . , efektivitas biaya melalui pengawasan pajak adalah alat strategis untuk mengelola keuangan perusahaan. Pengaruh TRR berpengaruh. terhadap ROE. Hipotesis H3b diterima, seperti yang ditunjukkan oleh fakta bahwa nilai t hitung 2,319 lebih besar dari nilai t tabel . , dan nilai signifikansi 0,024 lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mendukung penelitian Nailufaroh & Maulana 2019 . yang menyatakan bahwa efisiensi pajak memberikan kontribusi positif pada performa finansial. Dalam perspektif teori keagenan . gency theor. , hasil ini mengindikasikan bahwa manajemen telah melakukan pengambilan keputusan strategis yang bertanggung jawab melalui JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Februari 2026, pp. 109 - 120 Masyitah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 109 Ae 120 penghematan beban pajak secara legal, yang pada akhirnya meningkatkan kemakmuran pemegang saham melalui peningkatan nilai pengembalian ekuitas. Pengaruh. SG, . LN dan TRR secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA. Dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, nilai F-tabel adalah 2,770, sedangkan nilai F-hitung adalah 9,679. Hasil ini menunjukkan bukti empiris bahwa hipotesis H4a diterima karena pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan perencanaan pajak secara keseluruhan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Hubungan searah ini menunjukkan bahwa optimalisasi ketiga komponen ini secara keseluruhan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset bisnis sehingga menghasilkan laba Pengaruh SG, . LN dan TRR secara bersama - sama berpengaruh terhadap ROE. Nilai F hitung adalah 7,249, lebih besar dari F tabel . , dengan signifikansi 0,000 < 0,05, berdasarkan hasil uji simultan. Hasilnya menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak dan signifikan untuk menjelaskan bagaimana variabel berinteraksi satu sama lain. Hipotesis H4b diterima karena variabel (SG), (L. , dan tingkat retensi pajak (TRR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap (ROE). Pemanfaatan ekonomi skala . konomi skal. , perluasan pangsa pasar, dan manajemen pajak untuk optimalisasi struktur biaya menghasilkan efisiensi operasional. Bisnis lebih mampu memaksimalkan pengembalian bagi pemegang saham jika komponen strategis ini digabungkan. KESIMPULAN DAN SARAN Impact pada ROA: Peningkatan penjualan, ukuran bisnis, dan pajak perencanaan semua berdampak Selaras dan signifikan pada ROA. Pada saat yang sama, peningkatan penjualan, ukuran bisnis, dan pajak perencanaan semua berdampak positif dan signifikan pada ROA. Impact on ROE: Peningkatan penjualan, ukuran bisnis, dan pajak perencanaan semua berdampak elaras dan signifikan pada ROE. Pada saat yang sama, peningkatan penjualan, ukuran bisnis, dan pajak perencanaan semua berdampak positif dan signifikan pada ROE. SARAN Penelitian ini membuka peluang bagi kajian di masa depan untuk mengembangkan model penelitian yang lebih komprehensif. Upaya generalisasi hasil dapat ditingkatkan dengan memperluas cakupan objek pada berbagai sektor industri di Bursa Efek Indonesia, tidak terbatas hanya pada subsektor makanan dan Selain itu, penambahan variabel strategis seperti tingkat leverage, struktur biaya, serta efisiensi manajerial sangat direkomendasikan untuk memperkuat daya jelas model regresi. Dengan melibatkan faktor internal dan eksternal yang lebih luas, diharapkan penelitian mendatang dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika kinerja keuangan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA