Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PERENDAMAN JUS KEMASAN TERHADAP KEKASARAN DAN KEKERASAN RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID IMMERSION OF BOTTLED JUICE ON ROUGHNESS AND HARDNESS OF NANOHYBRID COMPOSITE RESIN Salsabila Anjani1. Melaniwati2. Ade Prijanti Dwisaptarini3,Rosita Stefani4 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia Departemen Konservasi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Jakarta. Indonesia Email korespondensi: melaniwati@trisakti. ABSTRAK Latar belakang: Resin komposit nanohybrid merupakan kombinasi antara nanopartikel dan microhybrid,yang memiliki banyak kelebihan. Resin komposit nanohybrid memiliki kekurangan yaitu absorpsi cairan. Bahan makanan atau minuman yang mengandung asam dapat berpengaruh pada kekasaran dan kekerasanresin komposit nanohybrid. Jus jambu biji kemasan mengandung asam dan mempunyai nilai pH yang rendah yaitu 4,3. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perendaman jus jambu biji merah kemasan terhadap kekasaran dan kekerasan resin komposit Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan rancangan post test with control group design dengan jumlah sampel sebanyak 24 sampel resin komposit nanohybrid yang dibentuk menggunakan stainless steel mold berdiameter 10 mm dan ketebalan 2 mm . ampel dibagi menjadi 2 kelompok. kelompok perlakuan dan kelompok kontro. Kelompok kontrol direndam selama 24 jam dalam saliva buatan, sedangkan kelompok perlakuan direndam selama 6 jam dalam jus jambu biji merah kemasan dilanjutkan dengan perendaman dalam saliva buatan selama 18 jam. Perendaman sampel dilakukan selama 4 hari dalam inkubator dengan suhu 37AC. Uji kekasaran permukaan menggunakan surface roughness tester dan uji kekerasan menggunakan micro vickers hardness. Hasil: Berdasarkan uji analisa one way ANOVA, kekasaran permukaan . : 0,. dan kekerasan . : 0,. menunjukkan perbedaan perubahan bermakna . <0,. Kesimpulan: Perendaman menggunakan jus jambu biji merah kemasan setelah direndam 6 jam selama 4 hari terjadi peningkatan kekasaran dan penurunan Kata kunci: Jus kemasan. Resin komposit nanohybrid ABSTRACT Background: Nanohybrid composite resin is a combination of nanoparticles and microhybrid, which has many advantages. Nanohybrid composite resin has the disadvantage of liquid Acidic food or beverages can affect the roughness and of nanohybrid composite Packaged guava juice contains acid and has a low pH value of 4,3. Objective: To determine the effect of soaking packaged red guava juice on the roughness and hardness of nanohybrid composite resin. Methods: This study was a laboratory experimental with a post test with control group design with a total sample size of 24 nanohybrid composite resin samples formed using a stainless steel mold with a diameter of 10 mm and a thickness of 2 mm . amples were divided into 2 groups. treatment group and control grou. The control group was immersed for 24 hours in artificial saliva, while the treatment group was immersed for 6 hours in packaged red guava juice followed by immersion in artificial saliva for 18 hours. Sample soaking was carried out for 4 days inan incubator at 37AC. Surface roughness test using surface roughness tester and hardness test using micro vickers hardness. Results: Based on One way ANOVA analysis test, surface roughness . : 0. and hardness . : 0. showed significant differences in changes . <0. Conclusion: Immersion using packaged red guava juice after 6 hours immersion for 4 days increased roughness and decreased hardness. Keywords: Bottled juice. Nanohybrid composite resin. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Menjaga kebersihan mulut merupakan hal yang penting dilakukan agar dapat terhindar dariberbagai macam penyakit, salah satunya yaitu karies atau gigi berlubang. Karies merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yaitu email,dentin, dan sementum sehingga gigi menjadirapuh dan berlubang. Restorasi gigi adalah tindakan yang bertujuan untuk mengembalikanfungsi gigi yaitu, mastikasi, fonetik, estetik, dan perlindungan terhadap jaringan pendukung 2Resin nanohybrid merupakan kombinasi antara nanopartikel dan microhybrid, yang memiliki kelebihan mudah dipoles, estetika permukaan,dan compressive strength tinggi. Kekurangan dari resin komposit nanohybrid absorpsi cairan memengaruhi kekasaran dan kekerasan resin komposit. Peningkatan kekasaran permukaan di atas batas, akan meningkatkan akumulasi plak, meningkatkan risiko karies dan inflamasi 4 Kekerasan pada resin komposit merupakan sifat restorasi yang paling penting, yang memengaruhi sifat fisiokimia seperti kekuatan tekan dan ketahanan abrasi. Jambu biji merah (Psidium Guajava Linn. sering dikonsumsi masyarakat secara rutin karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko kanker, meredakan flu dan batuk,memperkuat daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta mencegah diabetes. 6,7 Buah jambu biji merah dapat dikonsumsi secara langsung, dijadikan jus, dan jus dalam bentuk kemasan. Dalam menjaga pola makan sehat, masyarakat tertarik dengan produk buah yang dapat disajikan dalam waktu singkat, bersifat praktis, dan dapat disimpan dengan waktu yang lama sehingga banyak yang memilihjus Penelitian Backer et al. empat belas contoh dari masing-masing resin komposit (Lava Ultimate dan Paradigm MZ. , hasilnya menunjukkan bahwa asam yang diuji dalam studi ini mengubah kekasaran permukaan komposit resin tetapi tidak kekerasannya. 9 Tujuan penelitian Roque et al. , menentukan pengaruh asam klorida terhadap kekasaran permukaan resin komposit yang diuji dengan sikat. Enam puluh sampel berukuran 2 mm tebal x 6 mm diameter disiapkan dan digunakan sebagai unit Hasilnya menunjukkan bahwa pada kehadiran asam klorida, resin komposit mikrohibrid dan nanofilled menunjukkan nilai kekasaran permukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nanohybrid. Asam klorida memengaruhi kekasaran permukaan resin komposit yang diuji dengan sikat. Jus jambu biji merah kemasan memiliki kandungan vitamin C, sukrosa, dan asam sitrat yang dapat menyebabkan suasana rongga mulut menjadi asam. Jus jambu biji merah kemasan itusendiri memiliki pH yaitu 4,3 yang termasuk kategori asam. Bahan makanan dan minuman yang mengandung asam dapat berpengaruh padakekasaran dan kekerasan resin komposit nanohybrid. 11,12 Jus jambu biji merah kemasan mengandung asam dan mempunyai nilai pH yang rendah. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti apakah jus jambu biji merah kemasan dapat berpengaruh terhadap kekasaran dan kekerasan resin komposit nanohybrid. METODE PENELITIAN Jenis laboratorium dengan rancangan post test with control group design untuk melihat pengaruh jus jambu biji merah kemasan terhadap kekasaran dan kekerasan resin komposit nanohybrid. Penelitian ini dilakukandari bulan maret hingga mei 2024. Sampel pada penelitan ini adalah resin komposit nanohybrid berbentuk silinder dengan diameter 10 mm dan ketebalan 2 mm. sampel minimal yang dibutuhkan pada setiap kelompok yaitu 10 dan ditambah 20% menjadi 12 sampel. Pada penelitian ini, jumlah kelompok yang digunakan yaitu 2 Kelompok 1 sebagai kontrol dan kelompok 2 sebagai perlakuan. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 24 Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah resin komposit nanohybrid yang memiliki ukuran diameter 10 mm dan ketebalan 2 mm dengan permukaan yangrata, halus, dan tidak ada fraktur. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah resin komposit yang terkontaminasi dengan kotoran setelah dilakukan penyinaran. Kekasaran permukaan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 merupakan ketidakteraturan dari permukaan resin komposit yang disebabkan oleh degradasi jaringan polimer matriksnya. Kekasaran diukur menggunakan Surface Roughness Taylor Hobson Tester Surtonic S100 Series. Satuan yang dipakai adalah AAm dan variabel menggunakan skala rasio. Kekerasan merupakan sifat kekuatan tekan pada resin komposit. Kekerasan diukur menggunakan Vickers Hardness Tester. Satuan yang digunakan adalah VHN dan variabel menggunakan skala rasio. Sampel dibuat menggunakan stainless steel mold berdiameter 10 mm dengan ketebalan 2 mm, lalu dilakukan penyinaran light cure. Kelompok I sebagai kontrol, 12 sampel resin komposit nanohybrid direndam di dalam 10mL saliva buatan 24 jam selama 4 hari pada inkubator dengan suhu 37AC. Saliva buatan diganti setiap hari. Perlakuan kelompok II sebagai kelompok perlakuan, 12 sampel resin komposit nanohybrid direndam dalam 10 mL jus jambu biji merah kemasan selama 6 jam/hari dan diulang selama 4 hari. Perendaman dengan waktu6 jam selama 4 hari mensimulasikan konsumsi minuman jus jambu biji merah kemasan selama 4 menit setiap hari selama 12 bulan. Setiap pergantian jus, sampel dibilas menggunakan air mengalir selama 10 detik. Perendaman sampel dilakukan dalam inkubator dengan suhu 37AC. Hari ke-4, seluruh sampel dilakukan menggunakan Surface Roughness Tester dan dilanjutkan dengan pengujian kekerasan menggunakan VickersHardness Tester. Pada penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan kurang dari 50 buah sehingga data kemasan dapat dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Hasildata uji normalitas normal . >0,. dilanjutkan dengan uji parametrik one way ANOVA untuk menentukan apakah ada atau tidaknya perbandingan yang signifikan dari kelompok Tabel 1. Rata-rata. Standar Deviasi Kekasaran Resin Komposit Nanohybrid xE Kekasaran Saliva Buatan 0,39 AAm SD Kekasaran 6,803 AAm Jus Jambu Biji Merah Kemasan 0,49 AAm 6,922 AAm Tabel 2. Rata-rata. Standar Deviasi Kekerasan Resin Komposit Nanohybrid xE Kekasaran Saliva Buatan 82,10 VHN SD Kekasaran 0,066 VHN Jus Jambu Biji Merah Kemasan 72,27 VHN 0,050 VHN Berdasarkan uji normalitas data diketahui bahwa seluruh data terdistribusi normal, sehinggauji perbandingan dilakukan dengan menggunakan metode uji one way ANOVA. Uji perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang bermakna atau perbedaan yang signifikan pada data hasil pengukuran kekasaran dan kekerasan resin komposit nanohybrid pada setiap kelompok. Tabel 3 merupakan hasil uji one way ANOVA yang diperoleh. HASIL Hasil rata-rata yang didapat, dapat diartikan bahwa perendaman saliva buatan lebih halus dan lunak dibandingkan dengan perendaman jus jambu biji merah kemasan. Hasil dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Rata-rata. Standar Deviasi PEMBAHASAN Jambu biji merah memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat dikonsumsi langsung atau sebagai jus, termasuk jus kemasan yang praktis dan tahan lama. Kandungan vitamin C Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 . sam askorba. dari sari buah jambu biji merah dan sari buah pir serta asam sitrat menimbulkan rasa asam pada jus jambu biji Resin nanohybrid merupakan kombinasi antara nanopartikel dan microhybrid, yang memiliki partikel kecil berukuran 0,04 AAm. 3,14 Matriks pada resin komposit nanohybrid terdiri dari Bis-GMA. UDMA. Bis-EMA TEGDMA, dan PEGMA. Resin komposit nanohybrid memiliki permukaan halus, kekuatan lebih besar, dan penyusutan minimal. 12 Penelitian Archegas etal. mengatakan bahwa Bis-GMA adalah monomer yang paling mudah larut karena memiliki sifat absorpsi cairan. 3,15,16 Penyerapan air oleh matriks resin komposit nanohybrid merupakan proses hidrolisis, di mana molekul airbergerak melalui ruang antar molekul dan mengisi celah antar rantai Hal ini menyebabkan degradasi, dimana terjadi desakan pada matriks resin, mendorongnya ke samping dan memicu ketidakstabilan ikatan antara filler dan 17 Lemahnya ikatan antara matriks dan filler menyebabkan ruang-ruang kosong di antara matriks polimer bertambah banyak, sehingga sejumlah monomer residual keluar dan cairan mudah masuk. 3 Perubahan rantai polimer akibat penyerapan cairan yang berlebihan dapat menurunkan kualitas resin komposit, dimana terjadi peningkatan kekasaran permukaan dan penurunan kekerasan resin komposit. Dilihat dari hasil rata-rata perendaman saliva buatan memiliki nilai kekasaran yaitu 0,39 AAm dan kekerasan 82,10 VHN, pada perendaman jus jambu biji merah kemasan memiliki rata-rata nilai kekasaran yaitu 0,49 AAm dan kekerasan 72,27 VHN. Hasil rata-rata menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kekasaran dan penurunan kekerasan pada sampel yang direndam jus jambu biji merah Hal ini dapat terjadi karena pH jus jambu biji merah kemasan pada penelitianini memiliki nilai dibawah nilai pH kritis (<5,. yaitu 4,3. Berdasarkan rata-rata hasil dapat diartikan bahwa paparan pH asam kekasaran dan penurunan kekerasan resin Poggio et al menjelaskan bahwa prosespenurunan kekerasan permukaan resin komposit akibat derajat keasaman . H) menunjukkan hasilbahwa berbagai pH akan kekerasan, dan kekasaran dari resin Larutan asam akan menyebabkan perluasan sehingga memisahkan rantai polimer dan hilangnya ikatan antara resin matriks dengan filler. Senyawa asam seperti asam sitrat dan asam askorbat pada jus jambu biji merah kemasan dapat merusak resin komposit nanohybrid karena mengandung banyak ion H . Ion H dapat menyebabkan ketidakstabilan ikatan kimia pada rantai rangkap pada matriks resin komposit Gangguan stabilitas ini terjadi karena terbentuknya ikatan crosslink antara ion H dan polimer matriks, sehingga menyebabkanputusnya ikatan rangkap pada 20 Hasil penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa minuman dengan kandungan asam berpotensi menurunkan kekerasan resin komposit yaitu penelitian oleh Zain & Harniati, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk minuman kemasan asam jawa (Tamarindus indic. terhadap kekerasan permukaan resin Hasil analisis data menunjukkan normal dan homogen . >0,. , tetapi nilai signifikasi uji parametrik p= 0,194 . <0,. Resin komposit nanohybrid mengalami penurunan kekerasansetelah direndam dalam produk minuman kemasan asam jawa tetapi tidak signifikan. Sebelum dilakukan pengujian, seluruh sampelresin komposit nanohybrid direndam dalam saliva buatan selama 24 jam pada suhu 37AC. Perendaman ini bertujuan mengurangi kandungan monomer sisa yang tertinggal dari proses polimerisasi resin komposit dan mencegah efek negatif dari monomer sisa, seperti ketidakstabilan struktur resin. Saliva buatan yang digunakan pada penelitian memiki pH netral yaitu 7. Saliva memiliki kemampuan buffer yang dapat menetralisir keasaman pada rongga mulut. Saliva buatan, dibuat untuk meniru fungsi saliva alami dalam rongga mulut. Beberapa komponen utama ditemukan dalam saliva buatan termasuk air, elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan fosfat, serta enzim seperti amilase. Selain itu,saliva buatan juga mengandung protein seperti musin yang membantu meningkatkan viskositas dan Komponen-komponen memiliki berbagai pengaruh, terutama dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Elektrolit Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 menyeimbangkan pH saliva, yang penting untuk mencegah kondisi asam yang bisa merusak email gigi. Kalsium dan fosfat membantu proses remineralisasi, yaitu pengembalian mineral pada email gigi yang hilang akibat asam, sehingga mencegah terjadinya karies. Musin dalam saliva buatan membantu melindungi dan melumasi jaringan mulut. Penggunaan saliva buatan dapat memberikan dampak positif dalam pengendalian lingkungan rongga mulut, mencegah demineralisasi gigi, dan menjaga kestabilan pH, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan oralyang lebih baik. Perendaman jus jambu biji merah kemasan pada penelitian ini dilakukan selama 6 jam/hari selama 4 hari yang mensimulasikan konsumsi jus jambu biji merah kemasan selama 4 menit setiap hari selama 12 bulan. Meminum minuman yang asam yaitu jus jambu biji merah kemasan dalam waktu yang lama dan terus menerus akan menyebabkan peningkatan kekasaran dan penurunan kekerasan pada resin komposit nanohybrid Penelitian Jessica Kamadi juga mengatakan bahwa sampel yang direndam jus tomat 75% selama 12 hari lebih kasar dan lunak dibandingkan sampel yang direndam 10 hari. Perendaman selama 12 hari mensimulasikan mengkonsumsi jus tomat selama 12 bulan atau 1 tahun dan perendaman selama 10 hari mensimulasikan konsumsi selama 10 bulan. Berdasarkan penelitian ini, mengkonsumsi jus jambu biji merah kemasan dapat memberikan efek baik untuk kesehatan namun, jus jambu biji merah kemasan dapat memengaruhi kekasaran dan kekerasan bahan restorasi gigi yang digunakan. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi risiko rusaknya resin komposit nanohybrid dari paparan cairan pH asam yang dihasilkan jus jambu biji merah kemasan yaitu, menggunakan sedotan untuk mengurangi paparan langsung dengan restorasi gigi dan meminum air putih yang memiliki pH netral setelah meminum jus jambu biji merah kemasan untuk membantu menetralkan pH rongga mulut. menurunkan kekerasan pada resin komposit Hal tersebut dapat terjadi apabila dikonsumsi setiap hari selama 4 menit dalamjangka waktu 12 bulan. Saran dari penelitian ini yaitu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jus jambu biji merah kemasan terhadap kekasaran dan kekerasan menggunakan jenis resin komposityang berbeda dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jus kemasan menggunakan atau menambah varian buah lainnya. DAFTAR PUSTAKA