Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 4. Agustus 2025 e-ISSN : 3031-8343 p-ISSN : 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpai Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan pada Siswa di SMP-T Darul AoAmal Siti Qomariyah 1*. Tedi Tedi 2. Toha Suryana 3. Emat Muslihat 4 Institut Madani Nusantara. Indonesia Jl. Lio Balandongan 74 Citamiyang kota Sukabumi. Jawa Barat. Indonesia Email : stqomariyah36@gmail. com 1*, teddyazmy@gmail. com 2, tohasuryana6@gmail. Abstract. This study aims to analyze the role of the Tahfidzul QurAoan teacher in improving the quality of QurAoan memorization among students at SMP-T Darul AoAmal. The background of this research highlights the importance of tahfidz education as an integral part of Islamic character development, which emphasizes not only the quantity of memorization but also the quality of internalizing QurAoanic values in studentsAo daily lives. The objective is to examine how tahfidz teachers carry out their roles in the QurAoan learning process and how this impacts studentsAo memorization abilities and religious attitudes. The research employs a qualitative approach using a case study design, with data collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation of teaching The findings reveal that the role of tahfidz teachers is highly significant in guiding students through methods such as talaqqi . irect transmissio. , structured murajaAoah . , discipline development, and spiritual motivation. The learning environment created by these teachers also fosters a conducive and religious The study concludes that the success of improving QurAoan memorization quality greatly depends on the teacherAos competence, emotional connection with students, and the teaching strategies applied. These elements collectively contribute to shaping a generation that loves the QurAoan, upholds strong morals, and demonstrates a sense of responsibility. Keywords: Islamic Education. Qualitative. QurAoan Memorization. SMP-T Darul AoAmal. Tahfidzul QurAoan Teacher Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Tahfidzul QurAoan dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-QurAoan pada siswa di SMP-T Darul AoAmal. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya pendidikan tahfidz sebagai bagian integral dari pengembangan karakter Islami, yang tidak hanya menekankan pada pencapaian kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam kehidupan seharihari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana guru tahfidz melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran Al-QurAoan dan dampaknya terhadap kemampuan hafalan serta sikap religius siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru tahfidz sangat signifikan dalam membimbing siswa melalui metode talaqqi, murajaAoah terstruktur, pembinaan kedisiplinan, serta pemberian motivasi spiritual. Lingkungan belajar yang dibangun oleh guru tahfidz juga mendorong terbentuknya suasana yang kondusif dan religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan peningkatan kualitas hafalan Al-QurAoan sangat ditentukan oleh kompetensi, kedekatan emosional, dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru tahfidz, yang secara keseluruhan berkontribusi pada pembentukan generasi yang cinta Al-QurAoan, berakhlak, dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Guru Tahfidzul QurAoan. Hafalan Al-QurAoan. Kualitatif. Pendidikan Islam. SMP-T Darul AoAmal. LATAR BELAKANG Pendidikan Tahfidz Al-QurAoan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan Islam yang tidak hanya bertujuan mencetak generasi penghafal Al-QurAoan, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berdisiplin tinggi, dan memiliki kedekatan spiritual dengan Kitabullah. Di tingkat menengah pertama, fase di mana siswa mengalami perkembangan kognitif, emosional, dan spiritual yang signifikan, pendidikan tahfidz memiliki urgensi tersendiri. Usia remaja merupakan masa transisi kritis dalam pembentukan karakter Received: Juni 15, 2025. Revised: Juni 30, 2025. Accepted Juli 27, 2025. Online Available: Juli 29, 2025 Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan pada Siswa di SMP-T Darul AoAmal dan jati diri, sehingga penanaman nilai-nilai Al-QurAoan melalui proses menghafal menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan integritas, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap SMP-T Darul AoAmal sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu, berkomitmen untuk membentuk generasi QurAoani yang tidak hanya menguasai hafalan secara tekstual, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, peran guru tahfidz menjadi sangat vital. Guru tidak hanya bertugas sebagai penyampai materi hafalan, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual, motivator, serta teladan dalam akhlak dan kedisiplinan. Keberhasilan hafalan siswa tidak lepas dari sejauh mana guru mampu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, membangun kedekatan emosional, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kualitas hafalan Al-QurAoan siswa seringkali masih bervariasi. Sebagian siswa mampu menghafal dengan baik, sementara yang lain mengalami kesulitan dalam menjaga hafalan atau memahami maknanya. Kondisi ini menuntut kajian lebih dalam mengenai peran guru tahfidz dalam meningkatkan kualitas hafalan, baik dari aspek teknik pembelajaran seperti talaqqi, tahsin, dan murajaAoah, maupun pendekatan afektif yang membangun motivasi dan komitmen siswa terhadap hafalannya. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis peran guru Tahfidz Al-QurAoan dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-QurAoan pada siswa di SMP-T Darul AoAmal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi, pendekatan, serta faktorfaktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran tahfidz. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan model pendidikan tahfidz yang lebih efektif, kontekstual, dan berkelanjutan di tingkat SMP. KAJIAN TEORITIS Konsep Tahfidz Al-QurAoan dalam Pendidikan Islam Tahfidz Al-QurAoan merupakan proses menghafal Al-QurAoan secara sistematis dan berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan pada aspek kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas dalam pengucapan, pemahaman, dan penghayatan terhadap isi kandungan ayat-ayat suci. Dalam Islam, aktivitas menghafal Al-QurAoan merupakan amal mulia yang sangat dianjurkan, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW, salah satunya: AuSebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-QurAoan dan mengajarkannya. Ay (HR. Bukhari : 4. JBPAI Ae VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3031-8343 p-ISSN : 3031-8351. Hal. Proses tahfidz memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, serta spiritualitas. Dalam konteks pendidikan formal seperti di SMP-T Darul AoAmal, tahfidz bukan hanya aktivitas ibadah individual, tetapi menjadi bagian dari pembentukan kepribadian dan identitas religius siswa. Peran Guru dalam Pembelajaran Tahfidz Guru tahfidz memiliki posisi sentral dalam proses pembelajaran menghafal Al-QurAoan. Peran guru tidak hanya sebagai pengajar . uAoalli. , tetapi juga sebagai motivator, pembimbing spiritual, teladan . swah hasana. , dan manajer pembelajaran yang menciptakan suasana belajar yang kondusif. Menurut Sudrajat . , keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran tahfidz, guru berperan membimbing siswa melalui metode seperti talaqqi, tasmiAo, murajaAoah, dan tahsin, serta menerapkan pendekatan yang bersifat personal untuk memahami kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa. Keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran tahfidz sangat bergantung pada kompetensinya, baik dalam aspek keilmuan Al-QurAoan, kemampuan pedagogis, maupun kecakapan membangun hubungan emosional yang positif dengan siswa. Dalam perspektif psikologi pendidikan, kedekatan guru dengan siswa mampu meningkatkan motivasi intrinsik dan komitmen terhadap proses belajar (Santrock, 2. Kualitas Hafalan Al-QurAoan Kualitas hafalan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ayat yang dihafal, tetapi juga bagaimana siswa mampu menjaga hafalan tersebut . urajaAoa. , membacanya dengan tartil sesuai tajwid, serta memiliki pemahaman dasar terhadap makna dan nilai-nilainya. Quraish Shihab . menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan agar hafalan tidak sekadar bersifat verbal, tetapi juga menjadi bagian dari kepribadian dan perilaku seharihari. Dalam konteks pendidikan menengah seperti SMP, indikator kualitas hafalan mencakup: Ketepatan lafadz dan hukum tajwid . Kestabilan hafalan dalam jangka waktu panjang . Kemampuan menyambung ayat . Konsistensi dalam murajaAoah . Tumbuhnya kecintaan terhadap Al-QurAoan dan nilai-nilainya Strategi Pembelajaran Tahfidz yang Efektif Strategi pembelajaran tahfidz yang efektif harus mencakup pendekatan yang komprehensifAimelibatkan aspek kognitif . enguasaan lafad. , afektif . otivasi dan keikhlasa. , dan psikomotor . emampuan praktik hafalan secara konsiste. Menurut Majid . , pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan pada Siswa di SMP-T Darul AoAmal informasi, tetapi mampu membentuk sikap dan kebiasaan. Adapun strategi umum yang digunakan dalam pembelajaran tahfidz meliputi: Metode Talaqqi dan TasmiAo: Siswa membaca hafalan langsung di hadapan guru, dan guru memberikan koreksi serta bimbingan. MurajaAoah Terprogram: Mengulang hafalan lama secara berkala untuk menjaga daya ingat. Target Bertahap: Hafalan dibagi dalam bagian-bagian kecil yang realistis dan terukur. Pendekatan Motivasi Spiritual: Menguatkan niat dan orientasi ibadah dalam proses tahfidz. Pembelajaran Kontekstual: Mengaitkan nilai-nilai Al-QurAoan dengan kehidupan siswa sehari-hari agar hafalan menjadi bermakna. Dari kajian teoritis di atas, dapat disimpulkan bahwa peran guru tahfidz sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan kualitas hafalan siswa. Guru bukan hanya menyampaikan ayat, tetapi menjadi penggerak utama dalam membentuk lingkungan belajar yang QurAoani. Pemahaman yang mendalam terhadap fungsi guru, strategi pembelajaran yang kontekstual, serta pemaknaan kualitas hafalan menjadi dasar kuat bagi relevansi penelitian ini di SMP-T Darul AoAmal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran guru tahfidz Al-QurAoan dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa di SMP-T Darul AoAmal. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti mengeksplorasi realitas pembelajaran tahfidz secara alamiah, sesuai dengan konteks sosial dan budaya yang terjadi di lingkungan sekolah. Teknik Analisis Data Setelah data terkumpul, proses analisis dilakukan melalui tahapan yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman . ang dikutip dalam Sugiyono, 2. , yaitu: Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui teknik observasi langsung terhadap proses pembelajaran tahfidz, wawancara mendalam dengan guru tahfidz dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran . isalnya jadwal murajaAoah, daftar capaian hafalan, catatan evaluas. Teknik ini digunakan untuk menangkap dinamika peran guru tahfidz secara menyeluruh dan kontekstual. Reduksi Data Data yang telah dikumpulkan kemudian direduksi, yaitu disaring dan dipilah berdasarkan fokus penelitian. Informasi yang relevan dengan peran guru tahfidz, strategi JBPAI Ae VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3031-8343 p-ISSN : 3031-8351. Hal. pembelajaran, serta pengaruhnya terhadap kualitas hafalan siswa disimpan dan diklasifikasikan menurut tema tertentu. Penyajian Data Data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menjelaskan pola-pola interaksi, metode pembelajaran, serta dampak yang dihasilkan terhadap capaian hafalan siswa. Penyajian ini dirancang agar mudah dipahami dan menunjukkan hubungan logis antar temuan. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Setelah data disajikan, peneliti menarik kesimpulan sementara, yang kemudian diverifikasi ulang melalui triangulasi sumber dan metode. Kesimpulan akhir dirumuskan berdasarkan konsistensi data dan penguatan informasi yang diperoleh dari berbagai sudut Uji Keabsahan Data Untuk menjamin validitas dan keandalan temuan, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan dan memverifikasi data dari berbagai sumber dan metode: Triangulasi Sumber: Membandingkan informasi dari guru tahfidz, siswa, dan pihak manajemen sekolah . epala sekolah atau koordinator tahfid. Triangulasi Metode: Menggabungkan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi temuan. Triangulasi Waktu: Mengamati pembelajaran tahfidz dalam waktu yang berbeda untuk melihat kesinambungan peran guru. Selain itu, peneliti juga menggunakan member check, yaitu mengonfirmasi kembali hasil temuan kepada informan untuk memastikan akurasi interpretasi. Untuk memperkuat kredibilitas, uji transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas juga diterapkan dalam proses analisis dan penyusunan laporan HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Dalam Pengajaran Hafalan Al-QurAoan Metode Repetisi / MurojaAoah Metode murojaAoah, yang secara bahasa berarti AumengulangAy (A)IA, merupakan salah satu strategi utama dalam pembelajaran tahfidz Al-QurAoan yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas hafalan siswa. Dalam konteks pengajaran Al-QurAoan di SMP-T Darul AoAmal, metode murojaAoah diaplikasikan melalui pengulangan berkala terhadap ayat atau surah yang sudah dipelajari. Tujuan utama dari metode ini adalah memperkuat daya ingat dan Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan pada Siswa di SMP-T Darul AoAmal memastikan hafalan siswa tidak mudah terlupakan (Al-Faruqi, 2. Pengulangan yang sistematis dan terjadwal memungkinkan siswa untuk memperbaiki kesalahan bacaan sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap ayat yang dihafal (Sulaiman, 2. Di SMP-T Darul AoAmal, guru menetapkan jadwal murojaAoah rutin pada waktu-waktu tertentu seperti pagi setelah salat Subuh, sore setelah salat Ashar, dan malam hari agar siswa dapat menjaga konsistensi hafalan mereka (Darul AoAmal, 2. Hal ini sesuai dengan temuan Fahmi . yang menyatakan bahwa repetisi berkala adalah kunci keberhasilan dalam mempertahankan hafalan Al-QurAoan jangka panjang. Metode Sorogan Metode sorogan juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran tahfidz di SMP-T Darul AoAmal. Metode ini mengacu pada praktik dimana guru membaca ayat Al-QurAoan dengan benar dan siswa menirukan bacaan tersebut secara langsung, kemudian menyetorkan hafalan mereka satu per satu kepada guru (Qasim, 2. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan koreksi secara real time terhadap bacaan siswa, khususnya dalam hal tajwid dan makhraj huruf (Rahman & Azizah, 2. Melalui metode sorogan, guru dapat memantau tingkat ketepatan hafalan setiap siswa sehingga kesalahan yang ditemukan dapat segera diperbaiki sehingga kualitas hafalan menjadi lebih baik (Fahri & Aziz, 2. Di SMPT Darul AoAmal, sorogan digunakan secara terjadwal dan sistematis sebagai metode evaluasi sekaligus pembinaan hafalan. Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Siswa Guru tahfidz di SMP-T Darul AoAmal memiliki peran strategis dalam membimbing siswa agar dapat mencapai kualitas hafalan yang optimal. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek mengajar, melainkan juga mencakup pembimbingan spiritual, motivasi, dan pengawasan yang berkelanjutan (Kholil, 2. Sebagai pembimbing, guru bertugas memberikan arahan dalam membaca dan mengulang ayat-ayat Al-QurAoan dengan tajwid yang benar serta menanamkan pemahaman makna ayat agar hafalan siswa tidak hanya bersifat mekanis (AlQarni, 2. Kajian Fahri dan Aziz . menguatkan bahwa bimbingan intensif guru secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan hafalan siswa. Guru tahfidz juga bertindak sebagai motivator utama yang mendorong semangat belajar siswa, terutama saat menghadapi kesulitan atau rasa jenuh dalam menghafal (Mustafa & Nurlaila, 2. Motivasi ini sangat diperlukan agar siswa mampu bertahan dan terus berusaha memperbaiki hafalan mereka. Selain itu, guru harus menjadi teladan yang mengimplementasikan nilai-nilai QurAoani dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa terinspirasi dan memiliki role model yang positif JBPAI Ae VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3031-8343 p-ISSN : 3031-8351. Hal. (Nasir & Putri, 2. Peran teladan ini penting untuk menumbuhkan kecintaan dan kedekatan siswa terhadap Al-QurAoan. Dalam penerapan metode, guru di SMP-T Darul AoAmal menggunakan berbagai teknik seperti metode talaqqi . uru membaca dan siswa mengikut. , simaAoan . iswa mendengarkan dan mengulang. , tikrar . engulangan intensi. , serta murojaAoah secara rutin (Rizki, 2. Penilaian dan evaluasi berkala menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran, bertujuan untuk memastikan siswa menghafal dengan benar dan dapat mempertahankan hafalan (Arifin. Tidak kalah penting, guru juga berperan sebagai pembimbing rohani yang menanamkan nilai-nilai etika dan spiritual Al-QurAoan, sehingga hafalan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar kewajiban akademik (Said, 2. Dengan memahami perbedaan kemampuan siswa, guru menerapkan pendekatan individual yang sesuai untuk tiap siswa, misalnya memberikan dorongan tambahan pada siswa yang kurang motivasi atau lebih banyak latihan tajwid bagi siswa yang masih kurang tepat bacaan (Hidayat, 2. Evaluasi berkala melalui ujian hafalan, koreksi tajwid, serta penguatan hafalan dilakukan untuk memantau perkembangan siswa secara menyeluruh (Darul AoAmal, 2. Komunikasi efektif dengan orang tua siswa juga merupakan bagian dari tanggung jawab guru tahfidz. Orang tua diajak bekerja sama untuk mendukung siswa di rumah dengan menyediakan waktu dan suasana kondusif agar proses hafalan berjalan maksimal (Mubarak & Hanifah, 2. Dukungan lingkungan keluarga terbukti mempercepat kemajuan hafalan siswa (Fatimah, 2. Faktor Penghambat dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Proses tahfidz tentu tidak lepas dari hambatan, terutama dalam hal motivasi dan kondisi psikologis siswa. Masa remaja yang rentan dengan perubahan suasana hati dan konsentrasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga fokus dan disiplin menghafal (Zahra, 2. Ibrahim . juga mengungkapkan bahwa rentang perhatian siswa yang pendek dan mudah bosan kerap menjadi penghambat proses hafalan. Selain faktor internal, hambatan eksternal seperti masalah keluarga, perselisihan dengan teman, dan tekanan sosial turut mempengaruhi minat siswa untuk rutin tadarus dan menghafal (Mahmudah & Sari, 2. Ketika siswa tadarus secara kelompok, kondisi yang kurang kondusif seringkali membuat mereka kehilangan fokus karena tergoda berbicara atau bercanda (Darul AoAmal, 2. Kondisi ini membutuhkan peran aktif guru dalam mengelola kelas agar tetap kondusif dan memotivasi siswa untuk konsisten. Peran Guru Tahfidz Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan pada Siswa di SMP-T Darul AoAmal KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan kajian mengenai metode pengajaran hafalan Al-QurAoan dan peran guru tahfidz di SMP-T Darul AoAmal, dapat disimpulkan bahwa guru tahfidz memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar yang mentransfer bacaan dan teknik menghafal Al-QurAoan, tetapi juga sebagai motivator dan pembimbing spiritual yang menguatkan semangat serta membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai QurAoani. Metode pengajaran yang diterapkan, seperti metode repetisi . urojaAoa. , sorogan, talaqqi, dan tikrar, terbukti efektif dalam membantu siswa memperbaiki bacaan, menjaga konsistensi hafalan, dan memperdalam pemahaman makna ayat yang dihafal. Pendekatan yang sistematis dan terjadwal ini mendukung siswa untuk mempertahankan hafalan jangka panjang serta meningkatkan ketepatan tajwid dan kefasihan bacaan. Selain aspek teknis, guru tahfidz teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai QurAoani sehari-hari sehingga siswa termotivasi tidak hanya menghafal secara mekanis, tetapi juga menginternalisasi makna dan etika Islam. Dukungan intensif dari guru dalam bentuk bimbingan, evaluasi berkala, dan komunikasi dengan orang tua turut mempercepat perkembangan kualitas hafalan siswa di SMP-T Darul AoAmal. Saran Untuk Guru Tahfidz Guru tahfidz di SMP-T Darul AoAmal dianjurkan untuk terus mengembangkan dan memvariasikan metode pengajaran tahfidz agar lebih inovatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penerapan metode yang interaktif dan pembimbingan spiritual yang konsisten akan meningkatkan motivasi dan ketekunan siswa dalam menghafal Al-QurAoan. Guru juga perlu secara rutin melakukan evaluasi serta memberikan koreksi bacaan secara personal agar kualitas hafalan semakin optimal. Untuk Sekolah Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas pendukung pembelajaran tahfidz, seperti ruang belajar yang kondusif dan bahan ajar yang lengkap. Selain itu, pihak sekolah disarankan mengadakan pelatihan pengembangan kompetensi bagi guru tahfidz agar mampu mengaplikasikan metode pembelajaran yang efektif dan sesuai perkembangan ilmu pendidikan Al-QurAoan kontemporer. Sekolah juga perlu menjalin komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua guna mendukung keberhasilan program tahfidz. Untuk Orang Tua JBPAI Ae VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3031-8343 p-ISSN : 3031-8351. Hal. Orang tua diharapkan aktif berpartisipasi dalam proses tahfidz dengan memberikan dukungan moral, menyediakan waktu khusus, serta menciptakan lingkungan rumah yang mendukung proses penghafalan Al-QurAoan. Kerjasama erat antara orang tua dan guru sangat penting untuk memantau dan mendorong kemajuan hafalan siswa secara berkelanjutan sehingga hasil pembelajaran di sekolah dapat terintegrasi dengan suasana belajar di rumah. UCAPAN TERIMA KASIH