PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBASIS MEDIA ONLINE DI SMA NEGERI 1 MUARA BENGKAL TAHUN AJARAN 2021/2022 Nining Fahilda1. Yasinta Sari Pratiwi2 ABSTRAK Bimbingan klasikal merupakan strategi layanan yang diberikan oleh guru BK secara terjadwal kepada seluruh peserta didik dalam rangka mencapai perkembangan yang Dalam rangka mencapai hal tersebut, guru BK harus mengetahui persepsi peserta didik terhadap layanan yang diberikan. Hal ini dikarenakan persepsi peserta didik merupakan proses menanggapi atau menerima layanan yang diberikan oleh guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Persepsi Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Media Online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berjumlah 225 orang dansampel yang digunakan berjumlah 122 peserta didik yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket . yang diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian mengenai persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berada pada kategori sedang atau dalam penafsiran bermanfaat dengan persentase 66% artinya stimulus yang diberikan oleh guru BK berupa layanan bimbingan klasikal berbasis media online bermanfaat untuk sebagian besar peserta didik, indikator dominan paling tinggi yaitu peserta didik mendapatkan informasi yang bermanfaat dari layanan bimbingan klasikal berbasis media online berada pada kategori tinggi atau dalam penafsiran sangat bermanfaat dengan persentase 40% dikarenakan guru BK selalu memberikan materi yang berbeda setiap pemberian layanan bimbingan klasikal, indikator paling rendah yaitu peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online berada pada kategori rendah atau dalam penafsiran tidak bermanfaat dengan persentase 62% dikarenakan guru BK belum memberikan materi yang berkaitan dengan sikap asertif. Disimpulkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berada pada kategori sedang atau ditafsirkan Kata Kunci: Bimbingan Klasikal. Media Online. Persepsi ABSTRACT The rating is a service strategy that is offered by the bk teacher on a schedule to meet optimum growth. In order to achieve that, the bk teacher must know the perceptions of the participants given the service. This is because the perception of learners is a process of responding to or receiving services provided by their guidance teachers. the study aims to know how the learners' perceptions toward delivering an online-based media guidance service at state high school. This type of research is quantitative with survey methods. The population in this study is the xi and xii class xi and xii students at the state high school 1 Bengal estuaries of 225 people and the samples used were 122 trainees chosen with random sampling techniques. The data-collection technique USES an angket . , which is measured on the likert scale. The data analysis technique used is descriptive statistics. The study on the implementation of the home-based media guidance services conducted ata country high school is based on a moderate category or ina beneficial interpretation of 66% means that the bk teacher's rating of online media is beneficial to most of the participants, the highest dominant indicator that students get valuable information from Keywords: Rating guidance, online media, perceptions PENDAHULUAN Pembelajaran online adalah sistem belajar yang terbuka dan tersebar dengan menggunakan perangkat pedagogi . lat bantuan pendidika. , yang dimungkinkan melalui internet dan teknologi berbasis jaringan untuk memfasilitasi pembentukan proses belajar dan pengetahuan melalui aksi dan interaksi yang berarti (Pakpahan & Fitriani 2020:. Pembelajaran online tentunya berpengaruh kepada komponen-komponen yang ada di sekolah, salah satunya Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan diri dan potensinya secara optimal. Layanan bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara optimal agar tujuan yang diharapkan tercapai, oleh karena itu bimbingan dan konseling memiliki empat komponen layanan, yaitu . Layanan Dasar, . Layanan Responsif, . Perencanaan Individual, dan . Dukungan Sistem. Dari keempat komponen layanan tersebut terdapat strategi di setiap komponen layanan, salah satunya strategi bimbingan klasikal yang termasuk didalam komponen layanan dasar. Winkel & Hastuti . menjelaskan bimbingan klasikal merupakan istilah yang khusus digunakan dalam institusi pendidikan sekolah dan menunjuk pada sejumlah siswa yang dikumpulkan bersama untuk kegiatan bimbingan. Bimbingan klasikal termasuk ke dalam strategi untukuntuk layanan dasar yang diperuntukkan bagi semua peserta didik. Program yang telah dirancang menuntut guru bimbingan dan konseling untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas secara terjadwal. Pada layanan bimbingan klasikal guru bimbingan dan konseling memberikan materi dan informasi serta pemahaman kepada peserta didik yang berisi tentang halhal atau sesuatu yang mungkin saja sedang mereka rasakan atau mereka hadapi di kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pemberian layanan bimbingan klasikal harus dilakukan secara optimal agar materi dan informasi serta pemahaman yang diberikan tersampaikan dengan baik kepada peserta didik, baik dilakukan secara tatap muka maupun menggunakan media online. Berdasarkan hasil wawancara studi pendahuluan dengan guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Muara Bengkal, pemberian layanan bimbingan klasikal selama pembelajaran online diberikan melalui media online yaitu Google Classroom. Selama pemberian layanan bimbingan klasikal menggunakan media online guru bimbingan dan konseling mengatakan bahwa sangat jauh berbeda dari pemberian layanan bimbingan klasikal secara tatap muka . ace to fac. Kurangya chemistry sangat dirasakan saat pemberian layanan. Guru bimbingan dan konseling juga mengatakan bahwa biasanya selama pemberian layanan bimbingan klasikal menggunakan google classroom beliau memberikan materi berupa video atau file, menugaskan peserta didik untuk mencari materi di google, kemudian peserta didik mencatat materi yang diberikan dan sewaktuwaktu catatan materi diminta untuk dikumpulkan. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik membaca atau menyerap materi yang diberikan selama pemberian layanan. Dampak dari perubahan metode dalam pemberian layanan yang awalnya tatap muka . ace to fac. menjadi melalui media online bukan hanya dirasakan oleh guru bimbingan dan konseling, tetapi juga dirasakan oleh sasaran layanan yakni peserta didik. Oleh karena itu pentingnya mengetahui persepsi atau tanggapan dari peserta didik terhadap pemberian layanan bimbingan klasikal menggunakan media online. Hasil dari wawancara peneliti terhadap 14 peserta didik mengenai bagaimana pandangan mereka terhadap bimbingan klasikal selama pembelajaran online, mereka menyatakan bahwa selama menerima layanan bimbingan klasikal mereka tidak mengetahui bahwa layanan tersebut merupakan layanan bimbingan klasikal, peserta didik juga tidak mengetahui tujuan dari layanan bimbingan klasikal dikarenakan guru bimbingan dan konseling tidak pernah menyampaikan tujuan dari bimbingan klasikal Kemudian setelah selama ini mendapatkan layanan bimbingan klasikal mereka masih belum mengetahui potensi yang mereka miliki, sedangkan salah satu tujuan bimbingan klasikal yaitu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Dari 14 peserta didik 3 diantaranya memiliki persepsi yang tinggi dan 11 diantaranya menyatakan beberapa hal seperti mereka merasa bosan dan takut saat menerima layanan bimbingan klasikal, mereka bosan dikarenakan guru bimbingan dan konseling setiap memberi layanan hanya mengirimkan materi atau menugaskan peserta didik untuk mencari materi sendiri dan merangkum materi tersebut, setelah itu mengumpulkan rangkuman kepada guru bimbingan dan konseling. Rasa takut yang muncul disebabkan jika terdapat peserta didik yang melakukan kesalahan maka guru bimbingan dan konseling akan langsung memarahi atau menyindir peserta didik tersebut disaat pemberian layanan bimbingan klasikal. Terdapat pernyataan peserta didik bahwa layanan bimbingan klasikal sama dengan mata pelajaran yang lain dikarenakan guru bimbingan dan konseling hanya memberikan materi kemudian dicatat/rangkum setelah itu dikumpulkan, mereka juga mengatakan bahwa materi yang diberikan dirasa kurang bermanfaat bahkan tidak bermanfaat dikarenakan materi yang diberikan sangat umum, kemudian 2 peserta didik mengatakan bahwa tidak apa-apa jika layanan bimbingan klasikal tidak diberikan secara terjadwal dan satu diantaranya mengatakan bahwa layanan bimbingan klasikal diberikan hanya karena ingin mengisi kekosongan jadwal pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik belum mengetahui pentingnya layanan bimbingan klasikal yang diberikan kepada mereka setiap minggunya dikarenakan guru bimbingan konseling yang tidak benar-benar menerapkan Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Atas yang menjelaskan bahwa kegiatan layanan bimbingan klasikal bertujuan membantu peserta didik/konseli dapat mencapai kemandirian dalam kehidupannya, perkembangan yang utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir, serta mencapai keselarasan antara pikiran, perasaan dan perilaku (Kemendikbud Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, 2016:. Penjelasan diatas menjadikan penelitian ini penting dilakukan karena sebagai guru bimbingan konseling juga perlu mengetahui persepsi atau tanggapan peserta didik mengenai layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan media online yang telah diberikan agar kedepannya guru bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi khususnya layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan media Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Persepsi Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Media Online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal. METODE Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistika Budiwanto . menjelaskan statistika deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel-variabel penelitian yang diperoleh dari hasil tes dan pengukuran menggunakan angka-angka. Asep . menjelaskan bahwa dalam penelitian kuantitatif deskriptif penggunaan hipotesis tidak terlalu penting, karena penelitian kuantitatif deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis, tetapi hanya untuk mendeskripsikan data, menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka pada karakteristik individu ataupun kelompok. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik kelas XI dan XII SMA Negeri 1 Muara Bengkal pada tahun ajaran 2021/2022. Peneliti memilih peserta didik kelas XI dan XII dikarenakan pada kelas tersebut telah mendapatkan layanan bimbingan klasikal berbasis media online selama lebih dari satu tahun, sedangkan kelas X masih baru memasuki Sekolah Menengah Atas dan belum banyak menerima layanan bimbingan klasikal. Dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dalam penelitian ini peneliti menentukan jumlah sampel dengan taraf kesalahan 10%, yaitu dari 225 peserta didik peneliti mengambil sampel sebanyak 122 peserta didik yang disesuaikan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Teknik analisis data yang peneliti digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik Sugiyono . menjelaskan bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan rumus kategorisasi. Kategorisasi digunakan untuk memudahkan dalam menentukan kriteria hasil dari data yang diperoleh. Azwar . menjelaskan bahwa untuk mengkategorikan hasil dari pengukuran yaitu menjadi tiga kategori. Pedoman yang bisa digunakan dalam menentukan kriteria atau klasifikasi yaitu: Tabel 3. Rumus Kategorisas Kategorisasi Tinggi X Ou (AA 1E) Sedang (AA-1E) O X < (AA 1E) Rendah X O (AA-1E) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian mengenai persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berada pada kategori sedang atau dalam penafsiran bermanfaat dengan persentase sebesar 66% atau sebanyak 80 peserta didik. Kemudian, yang berada pada kategori tinggi atau dalam penafsiran sangat bermanfaat dengan persentase sebesar 20% atau sebanyak 25 peserta didik, dan yang berada pada kategori rendah atau dalam penafsiran tidak bermanfaat sebesar 14% atau sebanyak 17 peserta didik. Artinya stimulus yang diberikan oleh guru bimbingan konseling berupa layanan bimbingan klasikal berbasis media online bermanfaat untuk sebagian besar peserta didik, tetapi masih terdapat peserta didik yang masih memiliki persepsi yang rendah atau dalam penafsiran tidak bermanfaat. Persepsi yang ditimbulkan merupakan hasil proses dari pemberian stimulus oleh guru bimbingan dan konseling melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online yang diterima oleh peserta didik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lalu Abdurrachman Wahid. Noffiyanti & Etty Setiawati . yang menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling oleh guru BK di SMA Negeri 5 Mataram masuk ke dalam kategori baik yakni sebesar 68,38%. Persepsi siswa terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling oleh guru BK di SMA Negeri 5 Mataram dipengaruhi oleh stimulus yang diberikan oleh guru BK saat pemberian layanan bimbingan dan konseling. Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh Arima Ansari . yang menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 2 Padang berada pada kategori baik yakni sebesar 68,18%, artinya sebagian peserta didik sudah memiliki persepsi yang baik terhadap fungsi dan tujuan layanan bimbingan dan konseling. Setelah penjabaran pembahasan variabel diatas, selanjutnya dapat dilihat penjelasan mengenai indikator dominan paling tinggi dan indikator paling rendah dari variabel. Penjelasannya sebagai berikut: Indikator Peserta Didik Mendapatkan Informasi yang Bermanfaat dari Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Media Online Indikator peserta didik mendapatkan informasi yang bermanfaat dari layanan bimbingan klasikal berbasis media online merupakan indikator dominan paling tinggi dibandingkan dengan indikator lain. Persentase pada kategori tinggi atau dalam penafsiran sangat bermanfaat dengan persentase sebesar 40% atau sebanyak 49 peserta didik. Hal ini dikarenakan guru bimbingan dan konseling selalu memberikan materi yang berbeda setiap pemberian layanan bimbingan klasikal, oleh karena itu peserta didik akan mendapatkan informasi yang berbeda setiap menerima layanan bimbingan klasikal secara online. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Agus Supriadi . bahwa peserta didik yang menyatakan pentingnya materi yang dibahas atau disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal secara daring dengan menggunakan media google form sebesar 93%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa informasi yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online merupakan informasi yang bermanfaat. Indikator Peserta Didik Mampu Menumbuhkan Sikap Asertif melalui Layanan Bimbingan Klasikal berbasis Media Online Indikator peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online merupakan indikator paling rendah dibandingkan dengan indikator lain. Persentase pada kategori rendah atau dalam penafsiran tidak bermanfaat dengan persentase sebesar 62% atau sebanyak 81 peserta Berdasarkan hasil tersebut, sebagian besar peserta didik belum mampu menumbuhkan sikap asertif. Hal ini dikarenakan guru bimbingan dan konseling belum memberikan materi yang berkaitan dengan sikap asertif. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ngatini & Yeni Kameli . mengungkapkan bahwa peserta didik harus dalam bimbingan dan senantiasa dilakukan pengembangan dan juga arahan, hal ini untuk meminimalisir kecenderungan menurunnya perilaku asertif siswa, dan guru bimbingan dan konseling harus memberikan layanan yang dapat meningkatkan perilaku asertif peserta didik, perilaku asertif peserta didik berada pada kategori sedang sebesar 66,08%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis media online ditafsirkan tidak bermanfaat dalam menumbuhkan sikap asertif peserta didik, hal ini dikarenakan guru bimbingan dan konseling belum memberikan materi terkait sikap asertif. Akan lebih baik ketika guru bimbingan dan konseling menggunakan media online bukan hanya untuk pemberian layanan bimbingan klasikal saja untuk menumbuhkan sikap asertif, tetapi media online bisa digunakan dalam pemberian layanan bimbingan kelompok untuk menumbuhkan sikap asertif peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Febby Rahmawati. Heris Hendriana & Tita Rosita . mengungkapkan bahwa bimbingan kelompok berbasis online yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling di MA Al-Mukhtariyah menunjukkan bahwa pada peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif, seperti siswa menjadi terbuka, percaya diri, mampu mengungkapkan pendapat dan keinginannya dengan baik tanpa menyinggung atau menyangkal hak-hak orang lain. Kemudian, dikarenakan pemberian layanan pada saat ini sudah diberikan secara tatap muka . ace to fac. , maka dari itu guru bimbingan dan konseling bisa memberikan layanan bimbingan klasikal dengan metode psikodrama dalam menumbuhkan atau meningkatkan perilaku asertif peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Eka Yulia Wijayanti . yang menunjukkan bahwa perilaku asertif dapat ditingkatkan dengan bentuk layanan bimbingan klasikal melalui metode psikodrama dengan hasil peningkatan pada post test siklus 2 yaitu sebesar 10% pada tingkat sangat tinggi. Dari penjabaran diatas, hal ini dipandang perlu untuk guru bimbingan dan konseling sebagai saran dan bahan evaluasi dalam menumbuhkan atau meningkatkan sikap asertif pada peserta didik KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal tahun ajaran 2021/2022 berada pada kategori sedang atau ditafsirkan Artinya stimulus yang diberikan berupa tujuan, fungsi dan manfaat bimbingan klasikal berbasis media online bermanfaat untuk sebagian besar peserta didik. Walaupun begitu, terdapat persepsi peserta didik berada pada kategori rendah atau ditafsirkan tidak bermanfaat pada salah satu indikator, yaitu indikator peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media Hal ini dikarenakan guru bimbingan dan konseling belum memberikan materi yang berkaitan dengan sikap asertif selama pemberian layanan bimbingan klasikal berbasis media online. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, adapun beberapa saran dari peneliti terkait hal tersebut yaitu sebagai berikut: Bagi guru bimbingan dan konseling, diharapkan memberikan materi yang berkaitan dengan sikap asertif agar persepsi peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal. Bagi peserta didik, diharapkan agar lebih aktif dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan klasikal. Bagi sekolah, diharapkan dapat bekerjasama dalam mendukung program layanan bimbingan dan konseling khususnya layanan bimbingan klasikal DAFTAR PUSTAKA Akbar. Ali. Menguasai Internet Plus Pembuatan Web. Bandung: Penerbit M2 Ansari. Arima. Persepsi dan Harapan Ssiwa Terhadap Layanan BK di SMA Negeri 2 Padang. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Budiwanto. Setyo. Metode Statistika Untuk Mengolah Data Keolahragaan. Malang: Universitas Negeri Malang Fara. Elly Leo. Bimbingan Klasikal yang Menyenangkan. Bandung: CV. Rasi Terbit Kurniawan. Asep. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Ngatini, dan Yeni Karneli. Tingkat Perilaku Asertif Siswa dan Implikasi dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling. Indonesian Journal of Guidance and Counseling. Vol. No. Pakpahan, dan Yuni Fitriyani. Analisa Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19. Journal of Information System. Applied. Management. Accounting and Research. Vol. No. Hal. Rahmawati. Febby dkk. Bimbingan Kelompok berbasis Online Pada Siswa Ma AlMukhtariyah Mande yang Memiliki Perilaku Asertif Rendah. FOKUS. Vol. No. Rakhmat. Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Sarwono. Sarlito Wirawan. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT. Raja rafindo Sobur. Alex. Psikologi Umum. Bandung: CV. Pustaka Setia