Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Penerapan Manajemen Diri pada Penderita Hipertensi Melalui Pendampingan Anggota Keluarga Esti Dwi Widayati1. Ruti Wiyati2. Dina Indrati DS3. Herry Prasetyo4. Zaenal Amirudin5. Norma Nofianto6 1,2,3,4 Program Studi Keperawatan Purwokerto. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Program Studi Keperawatan Pekalongan. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email: estidwiwidayanti@yahoo. ABSTRAK Latar Belakang : Manajemen diri merupakan dasar untuk dapat mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan anggota keluarga dalam melaksanakan manajemen diri pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive Penelitian ini akan mengukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan one group intervensi dengan desain time series. Perlakuan yang diberikan adalah pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri yang dilakukan selama satu bulan. Metode : Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan sebelum pendampingan anggota keluarga dan sesudah pendampingan anggota keluarga pada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh responden dalam kategori normal, obesitas level I & II, responden memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol dan ada yang mengalami komplikasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks terdapat 2 responden yang mengalami penurunan skor dari pre test ke post test dengan rata-rata dan terdapat 28 orang yang mengalami peningkatan hasil pre test ke post test dengan rata-rata 25,98. Hasil Asymp Sig . -taile. menunjukkan nilai 0,00 atau < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap manajemen diri pada penderita hipertensi. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap self management pada penderita hipertensi. Kata Kunci : manajemen diri, hipertensi, pendampingan, keluarga Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Implementation of Self-Management for Hypertension Sufferers Through Assistance by Family Members Esti Dwi Widayati1. Ruti Wiyati2. Dina Indrati DS3. Herry Prasetyo4. Zaenal Amirudin5. Norma Nofianto6 1,2,3,4 Purwokerto Nursing Program Study. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Pekalongan Nursing Program Study. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email: estidwiwidayanti@yahoo. ABSTRACT Background : Self-management is the basis for being able to control hypertension and prevent complications of it. Then, the research objective is to determine the effect of assisting family members to implement self-management in hypertension sufferers. The design used in this research is experimental with a one group pre-posttest design. The population of this study were hypertension sufferers. Moreover, sampling was carried out using the purposive sampling method. This research will measure before and after treatment using one intervention group with a time series design. The treatment given is assistance by family members to hypertension sufferers to carry out elf-management which is carried out for one month. Method : Data collection uses a modified questionnaire sheet, namely the Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ), and the data obtained will be analyzed using Wilcoxon and MannWhitney to determine the differences before accompanying family members and after accompanying family members in hypertension sufferers to carry out self-management. Result : The result showed respondents' body mass index was in the normal category. Level I & II obesity, respondents had a history of smoking, alcohol consumption and some had complications. Based on the results of the Wilcoxon Signed Ranks test, there were 2 respondents who experienced a decrease in scores from pre-test to post-test with an average and there were 28 people who experienced an increase in pre-test results to post-test with an average of 25, 98. Asymp Sig . -taile. results show a value of 0. 00 or <0. Therefore, it can be concluded that there is an influence of family member assistance on self-management in hypertension sufferers. Conclusion : It can be concluded that there is an influence of family member assistance on selfmanagement in people with hypertension. Keywords : self-management. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Introduction (Pendahulua. Manajemen diri sangat penting dalam mengelola masalah hipertensi dengan adanya pendampingan dari anggota keluarga yang tinggal Masalah hipertensi merupakan sindrom multifaktorial dan multikausal yang ditandai oleh tekanan darah tinggi Dimana lebih dari 140/90 mmHg, yang biasanya berhubungan dengan gangguan metabolik, hormonal serta struktural, dan merupakan risiko utama untuk penyakit koroner. Angka prevalensi menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, 23,3 juta orang akan meninggal karena penyakit kardiovaskuler. Hipertensi atau tekanan darah tinggi banyak mengganggu kesehatan masyarakat karena sebagian besar orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menderita hipertensi (Kemenkes RI, 2. Hipertensi yang tidak terkontrol menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit gagal jantung dan gagal ginjal. Maka penderita hipertensi sangat penting menerapkan self management hipertensi untuk mencegah dan mengurangi dampak dari Indonesia termasuk wilayah negara Asia Tenggara yang kejadian hipertensinya tergolong Hasil Riset Kesehatan Dasar . , hipertensi mengalami peningkatan 34,1 % lebih tinggi dibanding hasil Survey Indikator Kesehatan Nasional . , yaitu 32,4%. Daerah Jawa Tengah tahun 2016 kejadian hipertensi tergolong tinggi yaitu 603 kasus (Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Berdasarkan prevalensi di Jawa Tengah menggambarkan penyakit hipertensi tergolong tinggi, maka perlu pengendalian untuk mencegah Komplikasi hipertensi mengakibatkan kematian 51 % karena stroke. Diprediksi tahun 2030 akan meningkat hingga 23,3 juta kematian (Kemenkes RI, 2. Maka penderita hipertensi sangat penting dalam menerapkan self management hipertensi untuk mencegah dan mengurangi dampak dari komplikasi. Salah satu program pemerintah untuk memberikan pengetahuan, kesadaran dan cara self management penyakit hipertensi dengan membentuk Prolanis, yang merupakan program pelayanan kesehatan proaktif terintregasi melibatkan peserta, fasilitas dan peserta BPJS agar penderita meningkatkan kualitas hidup dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien (BPJS Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Pendampingan anggota keluarga pada kasus penyakit tidak menular yaitu hipertensi, dimana penyakit tersebut memerlukan pengobatan dalam waktu yang relatif Panjang. Penderita hipertensi diharapkan untuk menerapkan self management sangatlah perlu, oleh karena dapat sebagai motivasi Self management merupakan landasan untuk dapat mengontrol. Pada penelitian ini diaplikasikan untuk mengontrol hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi hipertensi. Self Management berperan penting dalam melakukan aktifitas-aktifitas pengelolaan penyakit kronik, management koping dan mengatur kondisi-kondisi yang disebabakan oleh penyakit kronik. Methods (Metod. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental dengan one group-pre-post test Pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling method. Sampel dipilih dengan kriteria inklusi yaitu penderita hipertensi baik laki-laki maupun perempuan yang menderita hipertensi maksimal 6 bulan, mempunyai anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah baik pasangan atau yang lainnya dan tinggal di wilayah Karangtengah. Kemangkon. Kabupaten Purbalingga. Selanjutnya besar sampel akan ditentukan berdasarkan rumus proporsi atau tabel Issac & Michael dengan tingkat signifikasi 5 %. Besar populasi penelitian ini yaitu 50 orang, dengan tingkat signifikasi 5 %, maka besar sampel penelitian adalah 30 orang. Selanjutnya penelitian ini mengukur sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan dengan menggunakan satu kelompok intervensi dengan desain deret waktu. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi pada keluarga tersebut untuk menerapkan perilaku self Intervensi diberikan selama satu Sebelum diberikan perlakuan dilakukan pretest untuk mengetahui perilaku self management penderita hipertensi dan dilakukan post- test untuk mengetahui perilaku self management setelah dilakukan pendampingan anggota keluarga selama periode intervensi. Results (Hasi. Tabel 1 Karakteristik responden Karakteristik Pendampingan keluarga merupakan suatu Usia proses atau cara, perbuatan mendampingi anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan. Copyright @20xx. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Page 3 Of 8 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . 69 tahun Ou 70 Jenis kelamin Perempuan Pendidikan Penghasilan UMR IMT Laki- SMP SMA < UMR Normal Kelebihan Obesitas 1 Obesitas 2 Jumlah Berdasarkan tabel 1dapat ketahui bahwa responden merupakan lansia yang berusia lebih dari 50 tahun, dan mayoritas memiliki usia 60-69 tahun sebanyak 18 orang . %). Mereka berjenis kelamin yang terdiri dari laki-laki sebanyak 12 orang . %) dan perempuan sebanyak 18 orang . %). Tingkat pendidikan mereka terbagi menjadi 3 kategori yaitu. SD sebanyak 13 orang . ,3%). SMP 12 orang . %), dan SMA 5 orang . ,7%). Penghasilan dapatan perbulan mayoritas responden berada di kategori < UMR sebanyak 22 orang . ,3%) dan sisanya berada pada kategori > UMR sejumlah 8 orang . ,7%). Responden penelitian ini juga memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) pada kategori Normal sebanyak 8 orang . ,7%). Kelebihan sebanyak 13 orang . ,3%). Obesitas tingkat 1 sebanyak 8 orang . ,7%) dan Obesitas tingkat 2 sebanyak 1 orang . ,3%). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik responden yang terlibat dalam penelitian merupakan penderita hipertensi dengan rentang usia diatas 50 tahun yang telah masuk kedalam kategori lansia yang mayoritas memiliki usia 60-69 tahun sebanyak 18 orang . %), memiliki tingkat pendidikan SD sebanyak 13 orang . ,3%) dan SMP sebanyak 12 orang . %), dan besaran pendapatan perbulan mayoritas berkisar