Jurnal CyberTech Vol. No. April 2020, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Tingkat Kepuasan Orang Tua Siswa Terhadap Pelayanan Sekolah di RA BINMUDORA Menggunakan Metode Fuzzy Associative Memory (FAM) Fadillah Free Hasibuan*. Trinanda Syahputra**. Ahmad Calam** * Program Studi Mahasisea. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Dosen Pembimbing. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Kepuasan orang tua siswa merupakan konsep sentral dalam wacana bisnis dan manajemen pada suatu lembaga pendidikan. Konsekuensi kepuasan orang tua siswa sangat krusial bagi kalangan lembaga pendidikan, dan juga konsumen. Bagi lembaga pendidikan, kepuasan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Peningkatan kepuasan orang tua siswa berpotensi mengarah pada pertumbuhan siswa-siswa jangka panjang dan jangka pendek. Sedangkan, kualitas layanan adalah pendorong utama kesetiaan konsumen. Ada beberapa kriteria dalam menentukan tingkat kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan lembaga pendidikan yaitu dapat dilihat dari pendidik, materi ajar, serta sarana dan prasarana sekolah. Keyword: Kepuasan Pelanggan Sistem Pendukung Keputusan Fuzzy Associative Memory Untuk itu dikembangkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang di gunakan untuk menentukan tingkat kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan sekolah. Sistem pendukung keputusan dibangun untuk mendukung mendapatkan solusi atas suatu masalah untuk mengevaluasi suatu peluang. Dengan hasil penelitian ini adalah yang pertama sistem pendukung keputusan sangat berpengaruh untuk mengetahui tingkat kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan. Kedua, metode FAM dapat diterapkan pada sistem pendukung keputusan untuk membantu dalam proses perhitungan dan penyelesaian algoritma Ketiga, pembangunan aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis Dekstop yang digunakan dapat membantu pihak lembaga pendidikan dalam mengetahui tingkat kepuasan orang tua siswa, yaitu dengan cara menginput nilai yang diberikan oleh orang tua siswa. Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Corresponding Author: Nama : Fadillah Free Hasibuan Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: fadillahfreehsb@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pemberdayaan sumber daya manusia. Makna pendidikan adalah memberikan kebebasan kepada seseorang untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mutu suatu lembaga pendidikan merupakan suatu hal yang harus diwujudkan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada orang tua siswa serta mengahadapi tantangan pendidikan yakni persaingan antar lembaga pendidikan. Standart mutu adalah seperangkat alat ukur kinerja sistem pendidikan mencangkup masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Sistem pendukung keputusan adalah suatu cabang ilmu dari kecerdasan buatan. Ada beberapa contoh metode dalam sistem pendukung keputusan, diantaranya : Multi Factor Evaluatin Process (MFEP). Simple Additive Weighting (SAW). Weight Product (WP). Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). TOPSIS. Profile Matching. Analitycal Hierarchy Process (AHP). Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Oreste. Logika Fuzzy. Di dalam Logika Fuzzy terdapat beberapa teknik diantaranya Metode Fuzzy Assosiative Memory (FAM). METODE PENELITIAN 1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) merupakan yang dipakai untuk mendukung dalam mengambil suatu keputusan dalam suatu organisasi, lembaga atau perusahaan. Menurut Morton dan Keen . alam buku Sistem Informasi Manajeme. AuSistem Pendukung Keputusan merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu masalah yang harus dibuat oleh manajerAy. Dimana sistem informasi tersebut berbasis komputer dan dapat menghasilkan berbagai alternatif keputusan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, dengan tujuan untuk membantu dan mempermudah manajemen dalam menangani berbagai permasalahan tersebut, baik permasalahan yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model. Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Systems. Morton, et al mendefinisikan SPK sebagai AuSistem Berbasis Komputer Interaktif, yang membantu para pengambil keputusan untuk menggunakan data dan berbagai model untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak terstrukturAy. Sistem Pendukung Keputusan dirancang guna mendukung semua tahap dalam mengambil keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang berhubungan langsung dengan persoalan yang sedang diteliti dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai dengan mengevaluasi pemilihan alternatif. 1 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan Tujuan sistem pendukung keputusan dalam buku ajar sistem pendukung keputusan ( Pratiwi 2016:. Membantu lembaga/perusahaan membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur. Mendukung penilaian lembaga/perusahaan bukan mencoba menggantikannya. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan lembaga/ perusaahaan daripada efisensinya. 2 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan Karakteristik sistem pendukung keputusan (N. Setiawati 2015:. Mensupport manajer dalam proses mengambil suatu keputusan, menitik beratkan pada management dengan persepsi. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Adanya berhadapan secara langsung antara manusia/mesin dimana manusia . yang memegang kendali bagaimana proses pengambilan keputusan berlangsung. Pengambilan keputusan mendukung dalam membahas masalah semi terstruktur, tak terstruktur dan Memiliki daya muat dialog untuk mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan Memiliki bagian-bagian dari beberapa sistem yang menggabungkan dan saling berhubungan sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai kesatuan item. Memerlukan bentuk data menyeluruh yang dapat melayani, membantu kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen. 2 Definisi Kepuasan Pelanggan Menurut Tjiptono . Aukepuasan pelanggan merupakan konsep sentral dalam wacana bisnis dan Konsekuensi kepuasan pelanggan sangat krusial bagi kalangan bisnis, pemerintah, dan juga Bagi bisnis, kepuasan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Peningkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah pada pertumbuhan penjualan jangka panjang dan jangka pendek, serta pangsa pasar sebagai hasil pembelian ulangAy. Fullerton, dalam Utami . Aukualitas layanan adalah pendorong utama kesetiaan konsumen di mana kesetiaan tersebut terkait dengan perilaku konsumenAy. 3 Metode Fuzzy Associative Memory(FAM) Fuzzy Associative Memory (FAM) mengandung arti suatu model yang dilatih menggunakan jaringan syaraf, namun struktur jaringannya diinterpretasikan dengan sekelompok aturan-aturan fuzzy menurut Kasabov, 2002 . alam Kusumadewi, 2010:. Arsitektur dari sebuah sistem FAM adalah seperti pada gambar berikut : Gambar 2. 1 Arsitektur FAM Algoritma FAM adalah: Pembentukan fungsi keanggotaan Pembentukan matriks A dan B Pembentukan sistem FAM Melakuan perhitungan ANALISA DAN HASIL 1 Analisa Permasalahan Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting, karena dalam pendidikan akan menyiapkan SDM, hal tersebutlah yang menjadi tugas penting bagi tiap-tiap lembaga pendidikan. Bagaimana pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidikan akan berpengaruh terhadap siswa/siswi yang berada di lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu suatu lembaga pendidikan harus memberikan pendidikan yang sesuai dengan standart pendidikan, dan senantiasa mengikuti bagaimana perkembangan Dalam hal pendidik, lembaga pendidikan harus melihat kualitas pendidik, baik dari sedi pendidikannya maupun pengalamannya, dari segi materi pelajaran/ kurikulum yang setiap hari diajarkan , dan sarana prasarana yang memadai guna mendukung kegiatan belajar dan bermain siswa. Semakin bagus pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan maka akan membuat pelanggan dalam hal ini orang tua siswa merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya. Hal ini dibutuhkan pihak RA BINMUDORA agar lembaga pendidikan mereka semakin baik dan berkembang, maka diperlukan kebijakan pelayanan yang baik dan Ada 3 kriteria penilaian yang digunakan oleh RA BINMUDORA dalam penilaian kepuasan orang Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 tua siswa tersebut maka diolah menggunakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yaitu metode Fuzzy Associative Memory (FAM). Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan urutan langkah-langkah yang dilakukan dalam penyelesaian suatu masalah berdasarkan elemen-elemen yang saling terintegrasi dengan dituangkan ke dalam bentuk kalimat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga algoritma sistem yang jelas dan teratur sangat diperlukan dalam penyelesaian perancangan perangkat lunak. Pembentukan Fungsi Keanggotaan Dalam pembentukan fungsi keanggotaan terlebih dahulu ditentukan apa yang menjadi variabel input dari fungsi keanggotaan tersebut, dalam penelitian ini ditentukan beberapa variabel input untuk menghasilkan variabel output yaitu penilaian kepuasan orang tua siswa. Ukuran kepuasan orang tua siswa dapat diukur dari kriteria berikut : Tabel 3. 1 Kriteria Penilaian Kode Kriteria Nama Kriteria Pelayanan Pendidik Materi Ajar Sarana dan Prasarana Tabel 3. 2 Kriteria Alternatif Jawaban Keterangan Kurang Puas Puas Sangat Puas Bobot Pendidik adalah mencakup penampilan fisik pendidik, kemampuan, komunikasi, prilaku pendidik. Indikator variabel ini adalah: Guru yang mengajar berpendidikan dan berpengalaman Kemampuan guru dalam membimbing anak Guru berkomunikasi dengan orang tua tentang perkembangan anak Guru berpenampilan sopan dan rapi Prilaku guru dalam berinteraksi Materi ajar adalah segala bentuk materi yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Indikator variabel ini: Kurikulum pembelajaran yang dipai sesuai dengan standart pendidikan Buku dan alat peraga pendukung kegiatan belajar mengajar Sekolah menyediakan buku dan alat tulis kepada siswa Pengajaran pendidikan kepada anak Anak mengetahui hal baru setelah belajar di sekolah Sarana dan prasarana. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan, sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang menunjang terselenggaranya suatu proses tersebut. Indikator variabel ini: Kebersihan area sekolah Kebersihan toilet sekolah Kondisi fisik gedung sekolah dan ruang belajar anak Kondisi sarana/alat bermain anak Keamanan dan kenyamanan anak saat bermain di halaman sekolah. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Pembentukan Matriks A dan B Setelah fungsi keanggotaan ditentukan, maka akan diperoleh derajat keanggotaan setiap data pada setiap himpunan dalam variabel pendidik, materi ajar, serta sarana dan prasarana. Variabel pendidik terdiri atas 3 himpunan, yang berarti bahwa: AA. ={AAKurang Puas. AAPuas. AASangat Puas. } Variabel materi ajar terdiri atas 3 himpunan, yang berarti bahwa: AA. ={AAKurang Puas. AAPuas. AASangat Puas. } Variabel sarana dan prasarana terdiri atas 3 himpunan, yang berarti bahwa: AA. ={AAKurang Puas. AAPuas. AASangat Puas. } Satu FAM yang merupakan suatu pasangan himpunan (A. B) akan memetakan vektor input A ke vektor input Mengingat variabel input yang dimiliki ada 3 yaitu pendidik, materi ajar, serta sarana dan prasarana ,maka input vektor A akan berisi 9 elemen, yaitu: A= . ,2,3,4,5,6,7,8,. Pembentukan Sistem FAM Sistem FAM terdiri atas 27 aturan . uperimposing FAM rule. Pada setiap aturan akan memuat 27 pasangan (Ak. dengan k= l, 2, . , 27. Vektor input Ak berisi derajat keanggotaan pendidik produk ke-k pada himpunan Kurang Puas. Puas. Sangat Puas. materi ajar ke-k pada himpunan Kurang Puas. Puas. Sangat Puas. dan derajat keanggotaan sarana dan prasarana ke-k pada himpunan Kurang Puas. Puas. Sangat Puas. Selanjutnya didapat 27 matriks FAM (M1. M2. M3,. ,M. masing-masing berukuran 9x27 yang dibentuk dengan pengkodean korelasi minimum arsitektur sistem FAM seperti terlihat pada gambar FAM Rule-1 (A1,B. B1' FAM Rule-2 (A2,B. B2' Defuzzier FAM Rule-27 (A27,B. B27' FAM System Gambar 3. 4 Sistem FAM dengan 27 aturan Pengujian Pengujian dilakukan pada data yang ikut dalam aturan dan data bebas yang tidak ikut dalam aturan. Pengujian dilakukan dengan mengambil nilai setiap bobot wk=1 . = l, 2, . , . dengan metode defuzzy winner take all. Matriks BkAo tidak digunakan baik komposisi maks-min maupun komposisi maks-produk, namun digunakan perkalian matriks. Dengan menggunakan metode defuzzy winner take all, penggunaan komposisi ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah adanya flat area pada daerah solusi. Pada pengujian ini digunakan input fungsi pendidik . , materi ajar . dan sarana dan prasarana. Tabel 3. 4 Data Orang Tua Siswa Pengujian Nama Orang Tua Misri Yanti Andri Syahputra Chairul Muttaqin Rahmat Hidayat Supiyan Pelayanan Pendidik Materi Ajar Sarana dan Prasarana Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Untuk mendapatkan vektor input A sebelumnya perlu dicari terlebih dahulu derajat keanggotaan nilai tiap variabel dalam setiap himpunan. 1 = AAKurang Puas. = 0 2 = AAPuas. = 0 3 = AASangat Puas. = . = . = 1 4 = AAKurang Puas. = 0 5 = AAPuas. = 0 6 = AASangat Puas. = . = . = 1 7 = AAKurang Puas. = 0 8 = AAPuas. = =. = 0. 9 = AASangat Puas. = . = 0. Vektor input A : A=. 1: 0. diperoleh vektor input Ak untuk setiap aturan ke-k . = l, 2, 3 ,. , . sebagai berikut: 1 = . ,0,0,1,0,0,1,0,. 2 = . ,0,0,1,0,0,0,1,. 3 = . ,0,0,1,0,0,0,0,. 4 = . ,0,0,0,1,0,1,0,. 5 = . ,0,0,0,1,0,0,1,. 6 = . ,0,0,0,1,0,0,0,. 7 = . ,0,0,0,0,1,1,0,. 8 = . ,0,0,0,0,1,0,1,. 9 = . ,0,0,0,0,1,0,0,. 10= . ,1,0,1,0,0,1,0,. 11= . ,1,0,1,0,0,0,1,. 12= . ,1,0,1,0,0,0,0,. 13= . ,1,0,0,1,0,1,0,. 14= . ,1,0,0,1,0,0,1,. 15= . ,1,0,0,1,0,0,0,. 16= . ,1,0,0,0,1,1,0,. 17= . ,1,0,0,0,1,0,1,. 18= . ,1,0,0,0,1,0,0,. 19= . ,0,1,1,0,0,1,0,. 20= . ,0,1,1,0,0,0,1,. 21= . ,0,1,1,0,0,0,0,. 22= . ,0,1,0,1,0,1,0,. 23= . ,0,1,0,1,0,0,1,. 24= . ,0,1,0,1,0,0,0,. 25= . ,0,1,0,0,1,1,0,. 26= . ,0,1,0,0,1,0,1,. 27= . ,0,1,0,0,1,0,0,. Sedangkan faktor output Bk untuk setiap aturan ke-k . =1, 2, 3, . , . adalah sebagai berikut: B1=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B2=. ,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B3=. ,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B4=. ,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B5=. ,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B6=. ,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B7=. ,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B8=. ,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B9=. ,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B10=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B11=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 B12=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B13=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B14=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B15=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B16=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B17=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. B18=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,0,. B19=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,0,. B20=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,0,. B21=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,0,. B22=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,0,. B23=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,0,. B24=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,0,. B25=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,0,. B26=. ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,1,. B27= . ,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,0,. Kemudian diperoleh nilai 27 matriks FAM (M1,M2,M3,. ,M. Setelah diperoleh nilai BkAo, akan didapat nilai vektor B dari penjumlahan B kAo yaitu: B = 0 0,25 0,75 0,25 0,75 1,25 1,75 0 0,25 0,75 0,25 0,75 1,25 1,75 1 1,75 1,75 1,25 1,75 2,75 2,75 Defuzzyfikasi Pada pengujian Indomaret 1 elemen terbesar dari vektor B adalah elemen ke-26 (= 2,. , dengan menggunakan metode defuzzy winner take all diperoleh nilai y yang merupakan output, yaitu Sangat Tabel 3. 6 Hasil Perhitungan Data Kepuasan Orang Tua Siswa Nama Orang Tua Siswa Elemen ke- Nilai Misri Yanti 2,75 Flowchart Program Flowchart program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana prosedur sesungguhnya yang dilakukan oleh suatu program. Flowchart ini menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Berikut flowchart sistem yang dirancang : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 START Input Variabel Input Data Menentukan Rule Menentukan Penilaian Proses Defuzifikasi Tampil hasil Keputusan END Gambar 3. 1 Flowchart Program HASIL Keluaran yang dihasilkan oleh sistem akan disesuaikan dengan hasil perhitungan. Gambar 5. 5 Tampilan Form Perhitungan Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx E-ISSN : 2615-3475 Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Adapun disini manfaat dari gambar 5. 5 di atas ialah melakukan proses perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode FAM Gambar 5. 6 Tampilan Form Perhitungan Adapun disini manfaat dari gambar 5. 6 di atas ialah menampilkan hasil perhitungan yang dilakukan pada form perhitungan. Gambar 5. 7 Tampilan Laporan Hasil Perhitungan Pada Crystal Report Adapun disini manfaat dari gambar 5. 7 di atas ialah dan pada form laporan yang berfungsi untuk print report atau mencetak laporan hasil perhitungan dan keputusan. KESIMPULAN Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang penilaian kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan di RA BINMUDORA dengan menggunakan metode Fuzzy Associative Memory, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Sistem pendukung keputusan sangat berpengaruh dalam membantu menentukan tingkat kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan di Raudhatul Athfal BINMUDORA. Metode Fuzzy Associative Memory dapat diterapkan pada sistem pendukung keputusan untuk membantu menentukan tingkat kepuasan orang tua siswa terhadap pelayanan di Raudhatul Athfal BINMUDORA, guna membantu lembaga pendidikan dalam melihat kualitas lembaga pendidikan mereka. Selanjutnya melakukan perbaikan terhadap pendidik, materi ajar dan Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 sarana prasarana yang kurang baik, guna memenuhi kepuasan orang tua siswa, serta kebaikan dan kemajuan lembaga pendidikan . Pembangunan aplikasi atau system pendukung keputusan menggunakan metode Fuzzy Associative Memory dapat dilakukan melalui pengkodean menggunakan bahasa pemograman berbasis Desktop Programming sehingga dapat menjadi solusi dalam mempermudah menentukan tingkat kepuasan orang tua siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini dengan baik. Ucapan terima kasih teristimewa ditujukan kepada orang tua, yang telah mengasuh, membesarkan dan selalu memberikan doa, motivasi serta pengorbanan baik bersifat moril maupun materil yang tidak terhingga selama menjalani pendidikan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga ditujukan terutama kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Trinanda Syahputra. Kom. Kom. , selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Bapak Ahmad Calam. Kom. Kom. , selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan tata cara penulisan, saran dan motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Seluruh Dosen. Staff dan Pegawai di STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Wahyu Pratama, selaku Kepala Sekolah RA BINMUDORA yang telah mengizinkan melakukan Riset guna memenuhi data dan bahan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan kasus yang diangkat dan seluruh teman-teman di STMIK Triguna Dharma Medan yang telah berbagi dalam suka maupun duka dan membantu hingga terselesaikannya penelitian ini. REFERENSI