Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2. 2020, 52-56 http://ojs. id/ojs/index. php/JBKB ISSN 2685-0753 . ISSN 2685-2039 . PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SISWA (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS X-IPS 4 SMA NEGERI 3 AMBON) Djahra Fataruba SMA Negeri 3 Ambon Email: djahrafataruba@gmail. Abstrak Di usia remaja, peserta didik berada pada masa pencarian identitas diri. Mereka sedang mencari-cari gambaran tentang siapa dirinya, atau penilaian tentang dirinya. Penilaian terhadap diri sendiri merupakan prediksi untuk mempersiapkan diri sendiri. Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan, bahwa pandangan individu terhadap dirinya sendiri sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Pandangan dan sikap individu terhadap dirinya inilah yang dikenal dengan konsep diri. Penelitian ini difokuskan kepada Penerapan Bimbingan Kelompok untuk mengembangkan Konsep Diri Siswa dalam rangka menjawab pertanyaan tentangbagaimana siswa pada kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Ambonmampu menerapkan bimbingan kelompok yang diberikan oleh Guru, guna mengembangkan konsep diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan . ction Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti benar-benar ikut serta . dalam penerapan bimbingan kelompok untuk mengembangkan konsep diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan bimbingan kelompok dapat mengembangkan konsep diri pada siswa kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Ambon. Oleh karena itu, bimbingan kelompok dapat direkomendasikan sebagai salah satu solusi dalam membantu mengembangkan konsep diri Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri PENDAHULUAN Dalam era milinea ini, kita sedang memasuki suatu abad baru yang banyak menimbulkan perubahan dan Tantangan akibat perubahan dan kemajuan yang cepat, terjadi baik pada aspek sosial, budaya, dan Permasalahan-permasalahan yang dihadapi akibat perubahan tersebut semakin komplek, baik masalah pribadi, sosial, ekonomi, lain-lain. Untuk menghadapi tantangan ini diperlukan kesiapan individu secara fisik dan mental, agar lebih mampu mengatasi Bagaimana menghadapi tantangan yang ada bisa dimulai dengan berempati, mengubah cara pandang, mengelola emosi dan mengambil resiko. Apabila tidak memiliki referensi nilai, fokus yang positif, dan harga diri maka akan timbul kesulitan dan menemukan sumber daya batiniah yang diperlukan untuk menangani tantangan -tantangan yang beragam dalam Peserta didik di tingkat SMA berada pada usia remaja sebagai individu yang sedang berkembang mencapai taraf perkembangan pribadi secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan dan berada pada masa pencarian identitas diri. Mereka sedang mencari-cari gambaran tentang siapa dirinya, atau penilaian tentang Penilaian terhadap diri sendiri mempersiapkan diri sendiri. Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan, bahwa pandangan individu terhadap dirinya sendiri sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Menurut Burns pandangan dan sikap individu terhadap dirinya inilah Konsep diri merupakan pandangan menyeluruh individu tentang totalitas dari diri sendiri mengenai karakteristik kepribadian, nilai-nilai kehidupan, kelemahan dan segala yang terbentuk interaksinya dengan orang lain. Konsep diri penting artinya karena individu dapat memandang diri dan dunianya, mempengaruhi tidak hanya individu berperilaku, tetapi juga tingkat kepuasan yang diperoleh dalam Setiap memiliki konsep diri, tetapi mereka tidak tahu apakah konsep diri yang dimiliki itu negatif atau positif. Siswa yang memiliki konsep diri positif ia akan memiliki dorongan mandiri lebih baik, ia dapat mengenal serta memahami dirinya sendiri sehingga dapat berperilaku efektif dalam berbagai situasi. Konsep diri positif bukanlah suatu kebanggaan yang besar tentang diri tetapi berupa penerimaan Siswa yang memiliki konsep diri positif dapat memahami dan menerima bermacam-macam tentang dirinya Dalam hal ini siswa dapat menerima dirinya secara apa adanya dan akan mampu mengintrospeksi diri atau lebih mengenal dirinya, serta kelemahan dan kelebihan yang Namun siswa yang memiliki konsep diri negatif, ia tidak memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri, juga tidak mengenal diri baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya atau sesuatu yang ia hargai dalam Masalah dan kegagalan yang dialami peserta didik disebabkan oleh sikap negatif terhadap dirinya sendiri, yaitu menganggap dirinya tidak Individu yang memiliki konsep diri yang negatif adalah individu yang mudah marah dan naik pitam serta tidak tahan terhadap kritikan yang diterimanya, dengan kata lain individu kurang menerima peraturan/norma yang telah ditetapkan, sehingga ada sifat membrontak pada dirinya yang Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2. 2020, 52-56 http://ojs. id/ojs/index. php/JBKB ISSN 2685-0753 . ISSN 2685-2039 . menentang aturan tersebut. Perilaku siswa yang menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah disebabkan oleh pandangan negatif terhadap dirinya, yaitu dirinya tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Sekolah merupakan salah satu tempat pendidikan bagi siswa untuk dapat mengembangkan diri melalui layanan bimbingan dan konseling. Layanan merupakan salah satu jenis layanan memberikan kontribusi pada siswa untuk mengembangkan konsep diri Layanan bimbingan kelompok memanfaatkan dinamika kelompok guna mencapai suatu tujuan tertentu. Layanan yang diberikan dalam suasana kelompok selain itu juga bisa membantu siswa menyusun rencana dalam membuat keputusan yang tepat sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi siswa yang nantinya akan menumbuhkan konsep diri yang Selain itu apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik maka anggota kelompok saling menolong, menerima dan berempati dengan tulus. Bimbingan kelompok merupakan lingkungan yang kondusif yang penerimaan diri dan orang lain, memberikan ide, perasaan, dukungan bantuan alternatif pemecahan masalah dan mengambil keputusan yang tepat, dapat berlatih tentang perilaku baru dan bertanggung jawab atas pilihan yang ditentukan sendiri. Suasana ini dapat menumbuhkan perasaan berarti bagi anggota yang selanjutnya juga dapat menambah konsep diri yang METODE PENELITIAN Penerapan Bimbingan Kelompok untuk Mengembangkan konsep diri penelitian tindakan dilakukan dalam beberapa tahapan. Secara umum, tahapan penelitian tindakan dapat dilihat pada bagan berikut : Gambar. Tahapan Penelitian Tindakan (Sumber : Hidayat& Badrujaman, 2. Siklus I Kegiatan Pengumpulan Data Analisissituasi: Adanya permasalahan yang dialami siswa sehubungan dengan konsep diri. Perencanaan Hal-hal yang direncanakan : - Penyusunan rencana Tindakan . cenario bimbingan kelompo. - Membuat bimbingan kelompok - Instrument pengumpulan data - Format evaluasi konsep diri - Indikator keberhasilan siklus I Perencanaan Analisis Situasi Sebelum menyusun rencana penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan pengumpulan data awal atau studi pendahuluan di kelas X IPS4 SMA Negeri 3 Ambon. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran konsep diri Rancangan Siklus Penelitian Tahap Perencanaan Kegiatan prosedur awal dari sebuah Langkah perencanaan yang dilakukan adalah : Merencanakan yang akan diterapkan . kenario Membuat satuan layanan bimbingan kelompok Menyiapkan Siklus I Pengamatan : - Observasi - Wawancara - Angket Konsep Diri - Dokumentasi Pengamatan pengumpulan data Mengembangkan evaluasi . kala penilaia. Menetapkan keberhasilan siklus I Tahap Tindakan Dalam penelitian ini, tindakan yang akan diterapkan sebagai realisasi dari perencanaan di Tahap tindakan disusun berdasarkan tahapan- tahapan dalam bimbingan kelompok Tahap Pembentukan Tahap Peralihan Tahap Kegiatan Tahap Pengakhiran Tahap Pengamatan/ Observasi Tahap pengamatan dilakukan bimbingan kelompok dan tentang proses bimbingan yang Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2. 2020, 52-56 http://ojs. id/ojs/index. php/JBKB ISSN 2685-0753 . ISSN 2685-2039 . dengan tindakan yang telah Pengamatan dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dan dosen PDS Tahap Refleksi Pada setiap akhir satu siklus kelompok, hasil pengumpulan data observasi, wawancara dan direfleksikan, dicek ulang dan disimpulkan pemaknaannya. Hasil digunakan untuk perencanaan tindakan disiklus selanjutnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dengan demikian dapat disimpulkan . Penerapan mengembangkan konsep diri pada siswa kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Ambon. Bimbingan kelompok dapat salah satu solusi dalam membantu mengembangkan konsep diri sisiwa. Saran . Guru Bimbingan Konseling Hasil direkomendasikan bagi guru konseling/konselor bimbingan dan konseling di SMA Negeri 3 Ambon agar dapat diintegrasikan ke dalam komponen program bimbingan dan konseling di sekolah, sehingga menjadi program mengembangkan konsep diri . Siswa Melalui hasil penelitian ini, diharapkan agar siswa dapat lebih giat lagi belajar dan kelompok sebagai sarana untuk mengembangkan konsep diri siswa. DAFTAR PUSTAKA