Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 PENGARUH HARGA JUAL DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN TENUN DI KECAMATAN BENGKALIS KABUPATEN BENGKALIS NURSAKINAH Stain Bengkalis. Bengkalis. Riau Indonesia E-mail: nursakinah092002@gmail. SITI ASIAM Stain Bengkalis asiam@kampusmelayu. BAMBANG IRAWAN Stain Bengkalis irawanlc@hotmail. Received: September, 2024 1st Revision: September. Accepted: September, 2024 ABSTRACT. Biaya adalah salah satu dari banyak faktor lain yang memengaruhi harga barang. namun, pengaruh harga jual terhadap biaya tidak dapat diabaikan. Jika produksi perusahaan berjalan lancar, perusahaan dapat memperoleh pendapatan yang optimal dari penjualan hasil produksinya, meningkatkan hasil produksi dan menurunkan biaya Bagi pengrajin tenun sendiri, harga jual ini dievaluasi sangat menentukan pendapatan yang diterima oleh mereka di samping perlu memperhatikan biaya yang dikeluarkan buat menghasilkan sebuah kain Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil observasi, wawancara dan data sekunder berupa hasil kuesioner dari pengrajin tenun. Berdasarkan hasil uji parsial . X1 nilai t hitung sebesar 1,672 sedangkan t tabel sebesar 1,746 menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,115, dan pengujian parsial . X2 nilai t hitung sebesar 1,315 sedangkan t tabel 1,746 sebesar menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,208 dan berdasarkan pengujian simultan . ji F) nilai F hitung sebesar 3,970 dengan nilai signifikan sebesar 0,041. Maka hasil tersebut menunjukkan bahwa F hitung > F tabel, yaitu 3,970 > 3,634 dan nilai signifikansi 0,041 < 0,05. Hal ini berarti bahwa harga jual dan biaya produksi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Keywords: Harga Jual. Biaya Produksi. Pendapatan Pengrajin Tenun. analisis regresi linier berganda. Pendahuluan Bisnis adalah salah satu kegiatan usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus oleh individu atau badan usaha . , seperti produksi, distribusi, dan penjualan barang atau jasa untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan. Berbagai aktivitas ekonomi dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan hidup mereka, seperti produksi, distribusi, dan penjualan barang atau jasa untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan. Industri tenun merupakan salah satu potensi industri unggulan di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Produk yang dihasilkan dalam sentra industri ini yaitu kain tenun biasa dan kain tenun dengan berbagai motif seperti bunga tabur, bunga padat, dan motif lainnya. Pengrajin tenun membutuhkan masukan atau faktor produksi untuk menghasilkan kain tenun. masukan yang diperlukan dalam proses produksi berupa bahan baku dan tenaga kerja. Untuk mendapatkan masukan tersebut diperlukan pengeluaran yaitu biaya bahan baku untuk pembelian bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung untuk membayar upah tenaga kerja. Biaya yang diperhitungkan oleh pengrajin tenun adalah biaya yang dikeluarkan secara langsung dalam proses produksi biaya ini sering disebut dengan biaya produksi langsung. Mulyadi berpendapat bahwa biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi, dan satusatunya alasan untuk biaya tersebut adalah adanya biaya. Biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan baku adalah harga bahan baku yang dibeli dan digunakan untuk membuat produk. Biaya bahan baku terdiri dari biaya pembelian bahan baku berupa benang pakan, benang lusi, enceng gondok dan akar wangi. Biaya tenaga kerja langsung adalah semua balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang manfaatnya dapat ditemukan atau dilacak sampai produk tertentu yang diproduksi oleh perusahaan. Upah penenun, cucuk, palet, dan ngeteng adalah biaya tenaga kerja langsung. Namun, biaya overhead pabrik atau biaya tidak langsung tidak diperhitungkan saat menghitung biaya produksi karena, menurut pengrajin tenun, biaya ini tidak berdampak secara langsung terhadap biaya produksi. Biaya yang termasuk biaya overhead pabrik, misalnya biaya perbaikan alat tenun dan pemeliharaan alat tenun. Menurut Anwar, jika produksi perusahaan berjalan lancar, perusahaan dapat memperoleh pendapatan yang optimal dari penjualan hasil produksinya, meningkatkan hasil produksi dan menurunkan biaya produksi. Harga jual dapat didefinisikan sebagai jumlah uang yang dibayarkan atau diberikan untuk suatu barang atau jasa, atau nilai tukar dari keuntungan karena memiliki atau menggunakan barang atau jasa tersebut. Perusahaan biasanya berusaha menentukan harga yang akan memaksimalkan nilai mereka, menurut penelitian Maratul Jannah dan Rivandi. Harga yang ditetapkan untuk sebuah produk atau jasa akan mempengaruhi pendapatan dan pada akhirnya keuntungan perusahaan. Harga jual sangat berhubungan dengan pendapatan karena harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan terhadap produk atau jasa yang dijual akan memberikan pendapatan atau keuntungan kepada perusahaan. Dengan demikian, harga jual memainkan peran penting dalam bisnis dan menentukan seberapa besar atau rendah pendapatan perusahaan. Biaya adalah salah satu dari banyak faktor lain yang memengaruhi harga barang. namun, pengaruh harga jual terhadap biaya tidak dapat diabaikan. Penetapan harga jual yang berorientasi biaya adalah teknik perhitungan di mana biaya akan datang digunakan untuk menghitung biaya produksi dan non-produksi. Menurut data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Bengkalis, ada 120 pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis pada tahun 2017, 109 di tahun 2018, dan 110 di Dari data ini dapat dilihat bahwa jumlah pengrajin tenun mengalami pasang surut atau menurun dan tidak meningkat konstan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan modal yang terbatas, kemampuan pengoperasian yang kurang dan kurangnya kemampuan dalam pemasaran. Bagi pengrajin tenun sendiri, harga jual ini dievaluasi sangat menentukan pendapatan yang diterima oleh mereka di samping perlu memperhatikan biaya yang dikeluarkan buat menghasilkan sebuah kain tenun. Dari kondisi diatas, maka diperlukan pengrajin tenun bisa mengelola biaya produksinya secara optimal sehingga bisa menaikkan hasil produksi. Peningkatan tersebut diharapkan menambah pendapatan atau keuntungan yang diterima pengrajin tenun demi keberlanjutan usaha serta perkembangan usaha. Atas dasar latar belakang diatas, maka peneliti tertarik buat mengadakan penelitian dengan judul AyPengaruh Harga Jual dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Pengrajin Tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten BengkalisAy. Telaah Pustaka Harga Jual Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, harga merupakan nilai barang yang ditentukan dengan uang. Dari Philip Ktoler dan Gary Armstrong. Harga ialah jumlah yang ditagihkan pada barang atau jasa. Secara umum, harga merupakan nilai yang diberikan ke pelanggan buat memperoleh laba dari barang atau jasa yang dibeli. Harga jual ialah penjumlahan dari harga pokok penjualan, biaya administrasi, serta keuntungan yang diharapkan. Harga jual dalam pandangan ekonomi Islam diyakini bisa menghasilkan produksi domestic dan neraca pembayaran yang positif, di mana harga pada pandangan Islam artinya kadar nilai tukar satu barang dengan barang lainnya, barang dengan jasa atau sesuatu yang bisa dijadikan menjadi alat tukar. Harga merupakan ketetapan atas kesepakatan produsen dan konsumen dimana konsumen yang puas akan memberikan bayaran serta produsen menerima keuntungan. Harga jual dalam Islam melarang adanya penetapan harga yang merugikan orang lain. Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Harga jual ialah sejumlah nilai barang yang di tawarkan. Harga bisa di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut yaitu dari kualitas barang. Semakin baik kualitas barang maka harga barang semakin mahal. Faktor kedua permintaan. semakin tinggi permintaan barang maka harga barang semakin meningkat. Ketiga yaitu persediaan barang. Bila persediaan sedikit maka harga akan Abdurahman menjelaskan ada faktor-faktor yang mempengaruhi harga yaitu: Persepsi nilai sang konsumen. Bila konsumen menduga harga lebih besar dari nilai produk maka konsumen tidak akan membeli produk. Pertimbangan internal dan eksternal. Seorang pengrajin tenun harus mempertimbangkan keadaan dan permintaan pasar serta harga pesaing. Biaya-biaya produk. Biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan barang yang di jual. Biaya Produksi Dari Hansen dan Mowen, biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan produksi komoditas serta penyediaan jasa. biaya produksi bisa diklasifikasi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Biaya produksi artinya total pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan buat mendanai kegiatan produksi. Meskipun biaya produksi diharapkan mampu minimal, namun harus dipahami dalam hubungannya dengan proses produksi. Biaya produksi dibagi menjadi dua yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah jenis biaya yang besar kecilnya tidak bergantung pada besar kecilnya produksi, biaya yang jumlahnya cukup tetap. Biaya variabel merupakan biaya yang besar kecilnya uang yang tergantung pada kuantitas barang yang diproduksi, biaya variabel ini sifatnya berubah-ubah tergantung pada seberapa kecil produksi yang di inginkan. Biaya produksi sendiri merupakan bagian dari kegiatan produksi. Teori produksi dalam Islam mengutamakan konsep maslahah dikarenakan setiap kegiatan produksi bertujuan buat menyediakan barang serta jasa yang harus berkeadilan serta terdapat nilai maslahah. Produksi dalam Islam adalah upaya meningkatkan kondisi material serta yang lebih krusial adalah menaikkan moralnya menjadi salah satu sarana mencapai falah atau tujuan dunia juga di akhirat. Adapun prinsip produksi yaitu yang diproduksi ialah halal dan bisa menjaga sumber produksi itu sendiri, bagian dari sumber produksi itu artinya biaya produksi yang sangat krusial buat diperhatikan, pada praktik ekonomi Islam biaya produksi berpedoman pada Al-quran dan hadist, dimana sumber biaya produksi merupakan halal, proses serta cara mendapatkannya juga halal, berkeadilan serta menimbulkan maslahah. Pendapatan Pendapatan ialah komponen yang sangat krusial pada sebuah usaha perdagangan, karena waktu melakukan suatu usaha tentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang hasilkan selama melakukan usaha tersebut. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia pada PSAK nomor 23 perihal pendapatan memberikan pengertian pendapatan merupakan arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang muncul dari kegiatan normal entitas selama suatu periode bila arus tersebut menyebabkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Seorang Muslim dalam kegiatan ekonomi sebaiknya berorientasi pada peningkatan keimanan, bila tanpa keimanan kemuliaan dan keberkahan akan sulit diperoleh. Seorang Muslim yang melakukan kegiatan ekonominya dengan orang lain artinya bagian dari bentuk sikap pemenuhan tanggung jawabnya kepada Allah SWT, selain itu seorang muslim saat bekerja tidak hanya memenuhi kebutuhan materi namun juga buat memenuhi kebutuhan spiritualnya. Jika dalam bekerja seorang muslim tersebut selalu melandasinya dengan keimanan kuat dalam hatinya maka secara tidak langsung akan memberikan dampak terhadap yang akan terjadi maupun pendapatan yang akan diterima. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan, yaitu: Kesempatan kerja yang tersedia Semakin banyak jumlah pilihan pekerjaan yang tersedia maka semakin besar potensi penghasilan yang mampu diperoleh dari pekerjaan tersebut. Kecakapan dan keahlian Kemampuan serta pengalaman tingkat tinggi bisa meningkatkan produktivitas serta efektivitas yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan. Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Motivasi Jumlah penghasilan juga di pengaruhi oleh motivasi, semakin besar dorongan seseorang untuk melakukan pekerjaan, semakin besar juga penghasilan yang di dapatkan. Ketekunan dalam kerja Ketekunan disamakan dengan kesungguhan keberanian untuk menghadapi segala macam Apabila saat menghadapi kegagalan maka kegagalan tersebut dijadikan bekal pembelajaran untuk meneliti ke arah kesuksesan dan keberhasilan. Banyak sedikitnya modal Besar kecilnya modal yang digunakan sangat mempengaruhi besar kecilnya usaha yang dilakukan seseorang. Suatu perusahaan yang besar akan dapat menawarkan peluang yang sangat baik terhadap pendapatan yang akan diperoleh. Konsep Operasional Konsep operasional menjelaskan metode tertentu yang digunakan peneliti untuk mengukur . konstruksi menjadi variabel penelitian yang dapat dituju. Kerlinger menyatakan bahwa variabel adalah sifat atau struktur yang akan memungkinkan peneliti lain untuk melakukan replikasi . pengukuran dengan cara yang sama atau mencari metode pengukuran konstruk yang lebih baik. Variabel Bebas . ariabel independe. (X). Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab berubahnya atau timbulnya variabel dependen . , variabel ini sering disebut variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam penelitian ini variabel bebasnya yaitu biaya produksi dan harga jual. Variabel Terikat . ariabel depende. (Y). Variabel terikat atau sering di sebut dengan variabel output, kriteria, konsekuensi merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya yaitu pendapatan yang menjadi tolak ukur untuk keberlangsungan suatu usaha. Dalam penelitian ini variabel terik atnya yaitu pendapatan. Hipotesis Hipotesis merupakan anggapan dasar yang kemudian membuat suatu teori yang masih harus diuji kebenarannya. Berdasarkan pada masalah pokok dan landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Hubungan variabel harga jual terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Ho1 : Harga Jual tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Ha1 : Harga Jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Hubungan variabel biaya produksi terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Ho2 : Biaya Produksi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Ha2 : Biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin tenun di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang berfokus pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan proses statistik. Berdasarkan sumbernya, penulis mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk proposal skripsi ini menggunakan data primer dan Dalam penelitian ini data yang diperlukan untuk memperoleh sumber data adalah data primer. Data primer berasal dari data yang diperoleh langsung dari sumbernya, data tersebut bisa dikumpulkan langsung dari subjek penelitian dan dapat pula berasal dari lapangan diamati dan di catat untuk diteliti Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 dan dianalisis. Data tersebut didapatkan secara langsung dari sumber utamanya yaitu responden yang dirasa membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, baik dengan cara observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi. Data ini didapatkan dengan cara menyebar kuesioner dan melakukan wawancara kepada pengrajin tenun secara langsung, hasil dari data tersebut berupa jawaban atas pertanyaan atau pernyataan yang sesuai degan rumusan masalah dalam penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain berupa data olahan yang memperkuat data primer. Sumber data sekunder bisa didapat melalui bukti-bukti tulisan . , jurnal, artikel, internet, dan studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan kepada para pengrajin tenun di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Waktu dalam penelitian ini pada bulan April 2024. Objek dalam penelitian ini adalah adalah biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin tenun untuk 1 buah/unit kain yang siap jual dan harga jual dari kain tenun tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah pengrajin tenun yang ada di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel dari populasi yang dianggap representatif . Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti disini adalah Nonprobability Sampling dengan Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu. Kriteria dalam penelitian ini yaitu diantaranya sebagai berikut : Pengrajin tenun yang merupakan pelaku home industry yang berada di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Pengrajin tenun yang merupakan pelaku home industry yang sudah berdiri minimal 3 tahun. Dari kriteria yang telah di tentukan pada penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 18 sampel pengrajin tenun yang memiliki kriteria yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Alat analisisnya berupa metode statistik dengan menggunakan alat analisis berupa SPSS. Hasil dan Pembahasan Objek pada penelitian ini adalah Home Industry Tenun yang berada di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni Home Industry Tenun ini berada di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Desa Senderak merupakan desa pemekaran dari Desa Sebauk. Desa Senderak awalnya berada di bawah naungan Pemerintah Desa Sebauk dibawah kepimimpinan Kepala Desa yang pertama yaitu Saudara H. Abdullah dan berakhir dengan Kepala Desa Meftahuddin pada pertengahan Bulan Desember Tahun 2013. berdasarkan hasil Musyawarah dengan segenap Masyarakat Desa Sebauk pada tanggal 30 September Tahun 2011 mendapat kata sepakat bahwa Wilayah Desa Sebauk yang di mekarkan berada di bagian timur Desa Sebauk yang di berinama Desa Senderak. Desa Senderak diakui oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 08 Tahun 2012 maka secara resmi Desa Senderak berdiri sendiri dan di pimpin oleh Seorang Penjabat Kepala Desa pertama yang bernama Awaluddin. Ag. PdI. Desa Senderak sendiri terdiri dari 2 Dusun dan 8 RT yang masing-masing Dusun terdiri dari 4 RT. Kependudukan Desa Senderak dapat dilihat dari tabel di bawah ini: Tabel 4. Jumlah Penduduk Desa Senderak Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber Data: website Desa Senderak, 2024 Jumlah 373 Jiwa 302 Jiwa 675 Jiwa Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Mata pencaharian penduduk Desa Senderak terdapat berbagai macam, hal ini dilakukan demi keberlangsungan hidup dan untuk mencukupi kebutuhan baik itu sendiri maupun rumah tangga. Selain dari usaha home industry tenun beberapa masyarakat ada yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. Wiraswasta. Petani. Pedagang, maupun Buruh. Pada penelitian ini, responden yang diambil sebagai sampel adalah pelaku Home Industry Tenun yang berada di Desa Senderak Kecamatan Bengkalis. Responden yang merupakan objek dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 responden. Berdasarkan data dari 18 responden melalui hasil pernyataan dari kuesioner yang telah disebar didapat kondisi responden tentang jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan lamanya usaha. Gambaran responden sebagai objek pada penelitian ini dilakukan dengan penggolongan untuk mengetahui secara jelas dan akurat mengenai data responden. Hasil Pengujian Instrumen Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat . dan variabel bebas . keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini peneliti melakukan uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogrov smirnov yaitu sebagai berikut: Table 4. Uji Normalitas One Sample Kolmogrov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 1,49717793 Most Extreme Absolute ,209 Differences Positive ,132 Negative -,209 Kolmogorov-Smirnov Z ,887 Asymp. Sig. -taile. ,411 Test distribution is Normal. Calculated from data. Berdasarkan tabel 4. 3 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. adalah sebesar 0,411. Hal ini memenuhi persyaratan data berdistribusi normal, yakni nilai sig > 0,05 atau 0,411 > 0,05. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data berdistribusi normal. Multikolinieritas Cara mendeteksi multikolinieritas adalah dengan melihat hasil nilai Tolerance dan VIF pada tabel Coefficients. Jika tolerance > 0,1 dan VIF < 10 maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinieritas antar variabel. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Model 1 (Constan. Harga Jual Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF -4,372 6,750 -,648 ,527 ,745 ,446 ,388 1,672 ,115 ,811 1,233 Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Biaya ,517 ,393 Produksi Dependent Variable: Pendapatan ,305 1,315 ,208 ,811 1,233 Sumber: Pengolahan Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel 4. 4 dapat dilihat bahwa nilai tolerance variabel bebas Harga Jual = 0,811. Biaya Produksi = 0,811. Sedangkan nilai VIF Harga Jual = 1,233. Biaya Produksi = 1,233. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak adanya multikolinearitas antar variabel bebas . dalam model regresi karena setiap nilai tolerance > 0,1 dan memenuhi persyaratan 0,1 F tabel, yaitu 3,970 > 3,634 dan nilai signifikansi 0,041 < 0,05. Hal ini berarti bahwa harga jual dan biaya produksi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Dengan demikian Ha menyatakan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara harga jual dan biaya produksi terhadap pendapatan diterima, dan Ho ditolak. Uji Signifikansi Parsial (Uji . Uji t pada dasarnya digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh satu variabel bebas . arga jual dan biaya produks. secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat . Hal ini dapat dilihat dari taraf signifikan yang dihasilkan dengan perhitungan <0,05 maka hipotesis diterima, tetapi jika sebaliknya taraf siginifikan yang dihasilkan dalam perhitungan > 0,05 maka hipotesis ditolak. Adapun tabel hasil uji parsial . adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Signifikan Parsial (Uji . Coefficientsa Model Standardiz Unstandardized Coefficient Coefficients Std. Error Beta -4,372 6,750 ,745 ,446 ,388 ,517 ,393 ,305 (Constan. Harga Jual Biaya Produksi Dependent Variable: Pendapatan -,648 1,672 1,315 Sig. ,527 ,115 ,208 Sumber: Pengolahan Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel 4. 9 diatas, peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan pengujian parsial . nilai t hitung sebesar 1,672 sedangkan t tabel sebesar 1,746 menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,115 karena signifikan lebih besar dari 5% . ,115 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial Harga Jual (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan (Y). Berdasarkan pengujian parsial . nilai t hitung sebesar 1,315 sedangkan t tabel 1,746 sebesar menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,208 dan signifikan lebih besar dari 5% . ,208 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial Biaya Produksi (X. tidak berpengaruh mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan (Y). Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Kesimpulan Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan dengan model analisis regresi linier berganda maka dapat ditarik Kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji parsial . nilai t hitung sebesar 1,672 sedangkan t tabel sebesar 1,746 menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,115 karena signifikan lebih besar dari 5% . ,115 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial Harga Jual (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan (Y). Berdasarkan pengujian parsial . nilai t hitung sebesar 1,315 sedangkan t tabel 1,746 sebesar menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel dengan signifikan sebesar 0,208 dan signifikan lebih besar dari 5% . ,208 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial Biaya Produksi (X. tidak berpengaruh mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan (Y). Berdasarkan pengujian simultan . ji F) nilai F hitung sebesar 3,970 dengan nilai signifikan sebesar 0,041. Dengan menggunakan taraf signifikan 5% atau 0,05 , maka hasil tersebut menunjukkan bahwa F hitung > F tabel, yaitu 3,970 > 3,634 dan nilai signifikansi 0,041 < 0,05. Hal ini berarti bahwa harga jual dan biaya produksi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Dengan demikian Ha menyatakan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara harga jual dan biaya produksi terhadap pendapatan diterima, dan Ho ditolak. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, dari penelitian ini penulis menyarankan beberapa hal Bagi mahasiswa Diharapkan bagi peneliti seleanjutnya yang membahasa mengenai judul yang sama agar dapat untuk penyempurnaan penelitian ini baik dengan perpanjangan waktu periode penelitian, maupun penambahan variabel atau meneliti variabel faktor yang mempengaruhi pendapatan yang belum ada pada penelitian ini agar mendapatkan hasil yang akurat dan lebih Bagi pemilik usaha Diharapkan bagi pemilik usaha tenun agar senantiasa memperhatikan biaya produksi maupun penentuan harga jual sehingga laba atau keuntungan yang diperoleh akan semakin Bagi pemerintah Diharapkan untuk pemerintah agar lebih memperhatikan pada pengusaha-pengusaha kecil seperti Home Industry di Kecamatan Bengkalis terutama kaitannya dengan bantuan modal usaha sehingga bisa membantu dan meningkatkan ekonomi masyarakat atau pengusaha-pengusaha kecil dalam meningkatkan ekonominya. Nursakinah 1. Siti Asiam 2. Bambang Irawan 3 ISSN 0000-0000 Daftar Pustaka