Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Januari 2024, pp. Analisis Penerapan Metode Target Costing dalam Upaya Mengendalikan Biaya Produksi untuk Pencapaian Target Laba (Studi Kasus Pada UD. Beton Dikecamatan Puge. Yulianti1. Yulinartati2. Ibna Kamilia Fiel Afroh3 Universitas Muhammadiyah Jember. iisyulia772@gmail. Universitas Muhammadiyah Jember. yulinartati@unmuhjember. 3 Universitas Muhammadiyah Jember. kamelia@unmuhjember. Info Artikel Article history: Received October, 2024 Revised November, 2024 Accepted November, 2024 Kata Kunci: Target Costing. Biaya Produksi Keywords: Target Costing. Production Cost ABSTRAK Harga pokok yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan disebut biaya. Biaya produksi dihitung sebagai gabungan dari tiga komponen biaya: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menggunakan metode target biaya untuk mengendalikan biaya produksi untuk meningkatkan laba UD Beton. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data primer, yaitu wawancara dan observasi, dan data sekunder, yaitu dokumentasi, adalah sumber data penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode target biaya adalah salah satu alternatif yang baik dan efektif untuk mengendalikan biaya produksi UD. Beton. Ditunjukkan bahwa metode ini menghasilkan penurunan biaya produksi sebesar Rp. Target laba yang diperoleh sebelum penerapan metode ini adalah sebesar Rp. 067 sampai Rp. sedangkan target laba yang diperoleh setelah penerapan metode ini adalah sebesar Rp. Ada bukti bahwa metode target costing dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan laba. ABSTRACT The cost of goods used to generate revenue is called cost. Production costs are calculated as a combination of three cost components: raw material costs, direct labor costs, and factory overhead costs. The purpose of this study is to find out how to use the cost target method to control production costs to increase UD Beton's profits. This study uses a qualitative type of research. Primary data, namely interviews and observations, and secondary data, namely documentation, are the sources of data for this research. The results of this study show that the cost target method is one of the good and effective alternatives to control UD production costs. Concrete. It is shown that this method results in a decrease in production costs of Rp. 19,807,500. The profit target obtained before the application of this method is Rp. 9,067 to Rp. 12,117, while the profit target obtained after the application of this method is Rp. There is evidence that the target costing method can reduce production costs and increase profits. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Yulianti Institution: Universitas Muhammadiyah Jember Email: iisyulia772@gmail. PENDAHULUAN Selama era perdagangan bebas, ada persaingan yang sangat ketat di semua lini bisnis. Jenisjenis produk maupun jasa yang ditawarkan semakin beragam seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, sehingga persaingan di pasar semakin ketat. Ada kemungkinan bahwa hal ini akan berdampak baik maupun buruk bagi Indonesia. Dampak positifnya adalah bahwa orang Indonesia akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengekspor produk mereka. Dampak negatifnya adalah bahwa akan ada persaingan antara pelaku bisnis, dan perusahaan dari luar negeri akan semakin bebas memasarkan produk mereka di Indonesia. Karena itu, manajemen perusahaan harus segera menemukan solusi dengan memilih berbagai alternatif dan kebijakan untuk menjaga produk mereka bersaing di pasaran. Perusahaan harus dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi jika mereka ingin bertahan dan berkembang. Menurut Wanda Ayu Pratiwi dan Henni Andriyani Wirananda . , bisnis harus dapat menemukan cara baru untuk meningkatkan penjualan mereka. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki perencanaan yang baik saat menjalankan usahanya sehingga mereka dapat mempertimbangkan risiko yang terkait dengan menjalankan usahanya. Manajemen perusahaan harus merencanakan dengan baik untuk mengatasi situasi ini. Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menentukan biaya produksi yang jelas sesuai dengan tujuan mereka. Tujuannya adalah untuk menetapkan harga jual produk sesuai dengan harga jual yang kompetitif. harga jual yang terlalu mahal akan mencegah perusahaan bersaing, dan harga jual yang terlalu murah juga akan mencegah perusahaan mendapatkan laba yang diinginkannya. Dengan menggunakan target biaya yang jelas, perusahaan dapat mengelola biaya produksi dengan efektif. Dengan melakukan ini, mereka dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan laba yang diharapkan (Gerungai, 2. Oleh karena itu. UD Beton dapat mengurangi biaya dan menentukan harga jual yang kompetitif dengan menggunakan metode target biaya. Alat untuk mengelola biaya yang dikenal sebagai target biaya telah ada sejak tahun 1970. Darmayasa . Bisnis harus menggunakan metode target biaya untuk menghitung biaya produksi mereka agar lebih efisien dalam mengelola biaya produk mereka. Target biaya adalah sistem akuntansi biaya yang dapat digunakan oleh manajemen untuk mengelola biaya selama tahap desain dan pengembangan produk, serta membutuhkan riset lapangan. Metode ini sangat cocok untuk produksi produk dengan tingkat persaingan yang tinggi. Menurut Simanjuntak & Doloksaribu . , proses ini memerlukan banyak waktu dalan tenaga. Penelitian ini berjudul AuAnalisis Penerapan Metode Target Costing dalam Upaya Mengendalikan Biaya Produksi untuk Pencapaian Target Laba (Studi Kasus Pada UD. Beton Dikecamatan Puge. Ay bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode target costing dapat membantu meningkatkan laba pada UD. Beton. TINJAUAN PUSTAKA 1 Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi . , akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya yang berkaitan dengan pembuatan dan penjualan barang atau jasa, serta penafsirannya. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai luar perusahaan, proses akuntansi Vol. No. Januari 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A biaya dapat disesuaikan. Tiga tujuan utama akuntansi biaya adalah untuk menentukan harga produk, mengontrol biaya, dan membuat keputusan khusus. Akuntansi biaya juga bertujuan untuk membantu manajemen dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi sumber daya manusia dengan menyampaikan informasi keuangan dan nonkeuangan. 2 Definisi Biaya Biaya Widyastuti. menyatakan bahwa biaya . adalah ukuran jumlah uang yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan organisasi. Sujarweni. mengatakan bahwa biaya memiliki dua definisi: secara luas dan sempit. Dalam arti luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi dalam satuan uang untuk mencapai tujuan tertentu, apakah itu sudah terjadi atau baru Dalam arti sempit, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi dalam satuan uang untuk memperoleh aktiva. 3 Klasifikasi Biaya Menurut Asmadi . , klasifikasi biaya adalah proses mengatur biaya berdasarkan tujuan dan menghasilkan informasi tentang biaya yang disajikan untuk memberikan informasi yang akurat kepada manajemen. Salah satu tujuan klasifikasi biaya adalah untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan dan pencatatan biaya yang dikeluarkan. 4 Biaya Bahan Baku. Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan BOP 1 Biaya Bahan Baku Menurut Sujarweni. , biaya bahan baku untuk perusahaan terdiri dari dua jenis bahan, yaitu bahan baku dan bahan baku penolong. Bahan baku sendiri didefinisikan sebagai bahan yang merupakan komponen utama yang membentuk produk jadi secara keseluruhan, sedangkan bahan baku penolong adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi yang memiliki nilai kecil dan tidak dapat ditemukan dalam produk jadi. 2 Biaya Tenaga Kerja Langsung Menurut Sujarweni. , biaya tenaga kerja langsung didefinisikan sebagai biaya tenaga kerja yang muncul dari proses produksi yang memiliki hubungan langsung dengan produk yang dihasilkan. Jasa yang dihasilkan dapat ditelusuri secara langsung pada produk, dan upah merupakan komponen penting dalam proses produksi produk. 3 Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead pabrik (BOP) mencakup semua biaya produksi kecuali biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Dengan kata lain, semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan terdiri dari biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung, dan biaya produksi lainnya yang sulit untuk ditemukan secara langsung selama proses produksi. 5 Pengendalian Biaya Mengawasi dan mengevaluasi kesesuaian biaya yang terjadi di perusahaan dengan anggaran dan realisasinya dikenal sebagai pengendalian biaya. Akuntansi biaya menunjukkan anggaran dan realisasi biaya. Ini menunjukkan apakah rencana telah dipenuhi atau tidak. Sujarweni, . Menurut Caroline & Wokas . , pengendalian biaya bertujuan untuk mengontrol komponen biaya dan mengetahui biaya yang digunakan. Pengendalian biaya juga digunakan untuk mengontrol bagaimana uang digunakan secara efektif dan mencegah pemborosan. Pengendalian biaya berarti mengawasi atau mengontrol biaya. 6 Laba Ada banyak perspektif yang berbeda tentang apa itu laba. Menurut Sujarweni. laba adalah tujuan utama bisnis yang berfokus pada profit. Ini didefinisikan sebagai perbedaan antara biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut dan pendapatan yang dihasilkan selama periode waktu tertentu (Andriyani, 2. Akibatnya, akuntansi manajemen harus merencanakan laba untuk produk yang akan dijual. 7 Harga Jual Menurut LM Samryn . , harga adalah salah satu jenis informasi penting yang diberikan kepada pelanggan tentang suatu produk. Penetapan harga juga berkaitan dengan semua tujuan Vol. No. Januari 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Harga jual dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal perusahaan. 8 Rekayasa Nilai (Value Engeneerin. Rekayasa nilai (Value Engineerin. menurut Hansen. dapat diartikan sebagai sebuah metode sistematis untuk meningkatkan AunilaiAy atau value barang maupun jasa dengan cara menganalisis fungsi barang dan jasa tersebut. Dengan demikian, nilai . diartikan sebagai rasio antara fungsi . dan biaya . Berikut adalah rumus dari rekayasa nilai: Penghematan = biaya sebelumnya Ae biaya sesudahnya 9 Metode Traditional Costing Setiap usaha kecil menengah menggunakan metode biaya tradisional karena mereka tidak selalu tahu tentang metode biaya yang tepat untuk menjalankan operasi produksi mereka. Pada akuntansi biaya tradisional perusahaan, biaya produksi dan biaya administrasi dan pemasaran tidak dimasukkan ke dalam biaya produk. sebaliknya, biaya ini dianggap sebagai biaya usaha dan dikurangkan langsung dari laba bruto untuk menghitung laba bersih perusahaan. 10 Target Costing Menurut Witjaksono . , harga target adalah suatu sistem di mana harga pokok produk harus sesuai dengan yang diinginkan, atau target, sebagai dasar penetapan harga jual produk yang akan menghasilkan laba yang diinginkan, atau harga jual yang akan dibayar oleh pelanggan. Manfaat utama dari harga target adalah menjadikan harga pokok produk sebagai dasar penetapan harga sehingga target laba yang diinginkan dapat dicapai. Menurut Witjaksono . , ada tiga langkah untuk menentukan target biaya: menentukan biaya yang diizinkan, menghitung biaya penghitungan, dan mengembangkan nilai. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif. Menurut Agustinova. penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan observasi, wawancara . , analisis isi, dan metode pengumpulan data lainnya untuk menunjukkan perilaku subjek dan tanggapan mereka. Metode penelitian ini berbasis pada filsafat postpositivisme, yang lebih menekankan pada aspek pemahaman mendalam tentang fenomena. Data penelitian ini berasal dari dua sumber: data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari sumber aslinya, yaitu wawancara, jajak pendapat, dan hasil observasi dari objek, kejadian, atau pengajuan . Laporan keuangan UD Beton dan transaksi pengeluaran biaya produksi merupakan data sekunder dalam penelitian ini. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan informasi dari perusahaan tentang biaya produksi, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik di UD Beton. Selanjutnya, perusahaan menentukan target laba yang diinginkannya, menentukan target biaya, menghitung drifiing cost, melakukan analisis biaya produksi jika metode target biaya diterapkan pada perusahaan. Kusen 1 pintu, 2 pintu, dan jendela adalah beberapa produk UD Beton yang digunakan dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis biaya produksi UD. Beton terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya listrik, bahan penolong, dan cetakan. Biaya produksi tahunan untuk kusen jendela, kusen satu pintu, dan kusen dua pintu adalah sebagai berikut. Tabel 1. Biaya Produksi dalam 1 Tahun UD. Beton No. Keterangan Biaya Bahan Baku Jumlah Rp 659. Vol. No. Januari 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Biaya Penyusutan Bangunan Rp 6. Biaya Listrik Rp 4. Biaya Bahan Penolong Rp 97. Biaya Cetakan Rp 7. Total BOP Total Biaya Produksi Rp 70. Rp 116. Rp 845. Sumber: UD. Beton, 2024 Penulis menawarkan opsi untuk perusahaan mempertimbangkan saat membuat keputusan untuk memenuhi target biaya yang sesuai dengan keuntungan yang diinginkan. Menggunakan value engineering, prisip target costing, adalah alternatif yang tepat. Biaya overhead pabrik, yaitu bagian biaya bahan penolong, akan berubah jika rekayasa nilai atau pengenalan nilai ini dilakukan. Perhitungan dengan metode pengenalan nilai pada UD. Beton dapat menghemat biaya overhead pabrik sebesar Rp. Dalam penelitian ini, pengenalan nilai hanya digunakan untuk biaya bahan penolong. Tabel 2. Penghematan Biaya Produksi UD. Beton Biaya Biaya sesudah Penghematan Keterangan Jenis Produk Kusen Biaya bahan baku Rp 146. Kusen 1 Rp 219. Kusen 2 Rp 293. Biaya tenaga kerja Rp 70. Rp 70. Biaya overhead pabrik Rp 97. 000 Rp 77. Rp 19. Dengan demikian perhitungan biaya produksi UD. Beton dalam 1 tahun setelah menggunakan metode value engeneering adalah sebagai berikut: Tabel 3. Biaya Produksi dalam 1 Tahun UD. Beton No. Keterangan Jumlah Biaya Bahan Baku Rp 659. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 70. Biaya Overhead Pabrik Biaya Penyusutan Bangunan Rp 6. Biaya Listrik Rp 4. Biaya Bahan Penolong Rp 77. Biaya Cetakan Rp 7. Total BOP Rp 96. Total Biaya Produksi Rp 825. Sumber: UD. Beton, 2024 Vol. No. Januari 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Dapat dilihat pada tabel 4. 2 diatas bahwa pada saat value engeneering hanya mengurangi pada bagian biaya bahan penolong saja, dan untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tetap seperti perhitungan pada saat biaya produksi di awal sebelum penerapan target Sehingga setelah diketahui bahwa biaya produksi sebelum diterapkannya value engeneering adalah sebanyak Rp. 000 dan setelah diterapkannya value engeneering pada produk kusen adalah sebanyak Rp. Dengan perubahan biaya produksi yang telah dilakukan maka hal tersebut dapat mempengaruhi pada peningkata laba yang diinginkan oleh perusahaan, maka dari itu perbandingan laba yang diperoleh UD. Beton sebelum menggunakan metode target costing dan yang setelah menggunakan metode target costing dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Perbandingan Laba yang Diperoleh UD. Beton Sebelum dan Sesudah Menerapkan Target Costing dalam Pengendalian Biaya Produksi UD. Beton Jenis Produk Harga Jual Rp. Biaya Produksi Sebelum Target Costing Rp. Kusen Jendela Kusen 1 Pintu Kusen 2 Pintu Rp. Rp. Laba Sebelum Target Costing Rp. Biaya Produksi Sesudah Target Costing Rp. Laba Sesudah Target Costing Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber: UD. Beton, 2024 Dapat dilihat pada tabel 4 diatas bahwasannya biaya produksi mengalami penurunan setelah menggunakan metode target costing, dapat dilihat juga bahwa terjadi peningkatan laba pada saat setelah diterapkannya metode target costing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode target biaya adalah alternatif yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menurunkan dan mengendalikan biaya produksi sehingga mereka dapat mengelola bisnis mereka dengan harga pasar yang kompetitif. Dengan menggunakan metode target biaya ini, perusahaan dapat mengawasi pengeluaran dengan lebih baik daripada dengan metode yang telah mereka gunakan sebelumnya. Ini berarti bahwa perusahaan dapat meningkatkan pengawasan terhadap pengeluaran mereka dan menghasilkan hasil yang lebih baik untuk perusahaan mereka. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan dengan metode value engineering yang diterapkan pada UD. Beton, perusahan dapat menghemat biaya overhead pabrik sebesar Rp. 500, dan dengan penghematan ini, perusahan dapat memperoleh keuntungan Dalam rencana dan kebijakan perusahaan sebelumnya, manajemen gagal merencanakan biaya yang seharusnya dikeluarkan, terutama selama proses produksi. Akibatnya, biaya yang seharusnya dikeluarkan tidak terkendali, yang membuat sulit bagi perusahaan untuk menentukan berapa banyak atau berapa jumlah keuntungan yang seharusnya diperoleh. Dengan menggunakan value engineering, alat dari metode target costing, perusahaan UD. Beton dapat merencanakan bagaimana mendesain ulang biaya dengan mengganti komponen yang mempengaruhi tingginya atau besarnya biaya produk sebelumnya. Dengan menggunakan target costing, perusahaan dapat menetapkan harga yang tepat sehingga mereka dapat memperoleh laba yang diinginkan. Dengan demikian, target costing membuat perusahaan UD. Beton dapat memperoleh laba yang diinginkan. Vol. No. Januari 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Penulis berharap dengan telah dilakukannya penelitian tentang penerapan metode target costing dalam pengendalian biaya produksi dan dari hasil-hasil yang didapatkan, dapat membantu manajemen perusahaan dalam mengatasi permasalah yang selama ini ada pada perusahaan khususnya dalam hal pengendalian biaya produksi. KESIMPULAN Dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan target costing pada UD. Beton dalam mengelola dan mengendalikan biaya produksinya. Berdasarkan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut : Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode target costing, yang menunjukkan bahwa UD. Beton menggunakan metode target costing untuk mengontrol biaya produksinya dengan lebih efisien dibandingkan dengan tindakan sebelumnya oleh perusahaan. Ada penurunan biaya produksi sebesar Rp. Dengan menggunakan metode target biaya. UD Beton dapat mengendalikan biaya produksi dengan lebih baik dan efektif. Ini akan membuat penjualan turun setiap tahun dan berharap penjualan naik secara signifikan. Ini karena metode target biaya memungkinkan perusahaan untuk melihat biaya produksi mana yang harus dikendalikan agar harga produknya dapat bersaing di pasar. DAFTAR PUSTAKA