Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. REPRESENTASI ANAK USIA DINI DI MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF GURU RA AL-BARKAH Sofni Indah Arifa Lubis1 1Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Email: sofni. lubis@dosen. Abstrak Orangtua mengabadikan tingkah laku anaknya dalam foto dan video adalah sebuah hal yang Jika dulu seluruh foto dan video hanya dilihat oleh orangtua serta keluarga dekat maka sekarang foto dan video tersebut menjadi konsumsi public. Media sosial ramai dengan unggahan foto dan video tentang anak usia dini. Konten yang diunggah ini menjadi jejak digital bagi anak. Era digital secara dramatis menggeser konteks pribadi ke konteks public. Pergeseran ini menjadi perhatian 15 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menganalisis jejak digital anak usia dini sebagai sebuah dilemma. Di satu sisi, unggahan konten tentang anak di media sosial dilihat sebagai bentuk mengikuti tren dan di sisi lain bertentangan dengan hak anak untuk mendapatkan privasi. Kajian kualitatif ini menggunakan metode wawancara semi struktur dan bertujuan untuk menganalisis fenomena jejak digital anak usia dini di era digital ini. Teknologi digital saat ini sering dianggap sebagai ruang untuk membentuk, mewakili, dan mengekspresikan identitas. Namun dalam konteks anak usia dini, ruang tersebut perlu digunakan dengan baik agar tidak memberikan implikasi negative bagi anak di masa depan dan yang lebih penting lagi menghormati hak anak. Di era digital ini, ketergantungan terhadap teknologi digital terus berkembang dan kita harus bijaksana menggunakannya untuk kepentingan terbaik anak. Kata Kunci : Anak Usia Dini. Hak Anak. Jejak Digital, . Media Sosial. Guru Abstract Parents taking pictures and videos of their childrenAos actions is a common activity. In old times all pictures and videos were only for parents and close relatives but now those photos and videos are for public consumption. Social media is full of photographs and videos of young children. These contents become the children`s digital footprint. The era digital has dramatically shifted the private context to the public realm. This paradigm shift has caught the attention of 15 Early Childhood Teachers who analyse the early childhood digital footprints in social media as a dilemma. On one side, the contents of children in their early ages are seen just to follow the trend. However, on the other side, it conflicted with the child's right to privacy. This qualitative study used semi-structured interviews and aimed to analyse the phenomenon of early childhood digital footprints in this digital era. Nowadays digital technology is often considered as a place to construct, represent, and t express identity. However, in the early childhood context, that particular space must be used wisely in order not to provide negative implications for the children in the future and most important to respect their rights. The dependency DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 211 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 towards digital technology in this era is continuously rising and we have to use it well for the best interest of the child. Keywords: Child Rights. Digital Footprints. Early Childhood. Social Media. Teacher Corresponding author: Email Address: sofni. lubis@dosen. Received 27 June 2024. Accepted 26 July 2024. Published 04 August 2024 PENDAHULUAN Anak-anak yang dilaksanakan dengan menggunakan tahun 2010 ke atas dikategorikan Generasi Alpha dicetuskan oleh Mark McCrindle pada 2008 1 . Mereka lahir di masa beragam aplikasi digital diciptakan dan digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Sejak anak-anak tersebut sudah dikenalkan dengan teknologi sehingga mereka tumbuh perkembangan teknologi. Mulai dari belajar, bermain, dan berkomunikasi Berbagai kajian tentang anak Amrit Kumar Jha. AoGen Alpha_AmritAo. PsyArxiv. June, 2 Upik Elok Endang Rasmani and others. Simple Technologies in Early Childhood Learning: Benefits. Advantages Disadvantages (Atlantis Press SARL, 2. . Teresa Mwoma. Nyakwara Begi, and Catherine Murungi. AoSafety and Security in Preschools : A Challenge in Informal Settlements Safety and Security in Preschools : A Challenge in Informal aktivitas yang menggunakan teknologi dan internet sudah umum dilakukan oleh anak-anak usia dini. Data Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2022 menunjukkan 62,43% dari 210 juta pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak dari kelompok usia 5-12 tahun. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Kebudayaan UNICEF-UNO- Settlements School Safety Is Defined as Measures Put in Place by Staff . Parents . Learners and OtherAo. September, 2018. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. AoPentingnya Literasi Digital Untuk AnakAnakAo. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, . 4 Tracey Burns and Francesca Gottschalk. AoWhat Do We Know about Children and Technology?Ao. Educational Research and DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 212 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 UNESCO 5 , perkembangan teknologi media sosial yang tersebar luas dan turut serta menggeser aspek sosial, dapat diakses dengan mudah oleh budaya, ekonomi, pendidikan, dan siapapun secara langsung ataupun penghidupan dalam lingkungan dan diri kita. Setiap dari kita menggunakan pemikiran dan perilaku orang yang menghubungkan sekaligus membuka Setiap diri pada dunia luar. Saat ini sudah umum kita lihat di berbagai aplikasi media sosial anak-anak usia dini tampil dalam video singkat dengan tujuan seorang individu. Bagi beberapa orang, memberikan edukasi tentang tumbuh identitas digital berkembang secara kembang anak atau sekedar hiburan. natural mengikuti tren terbaru di Ruang digital yang terbuka bagi media sosial sedangkan bagi beberapa siapapun telah menciptakan sebuah orang, identitas digital sudah dibentuk kebudayaan baru. Transformasi ini dari awal menjadi bagian dari media memberikan dampak yang signifikan Dalam konteks anak usia dini, pada perkembangan anak usia dini. identitas digital mereka dimulai sejak Tumbuh dan berkembang dalam era dalam kandungan atau sejak lahir tanpa mendapatkan persetujuan dari belajar anak dan kesempatan bagi anak Perkembangan anak, tingkah untuk mengenal diri sendiri serta orang laku anak, dan segala sesuatu yang lain dari dunia maya. Konten-konten di berhubungan dengan keseharian anak Innovation, 1Ae16 . 7 G. Aswathy Prakash. AoParental Role in Creation and Preservation of Digital Identity of ChildrenAo. Test Engineering and Management, 81. 11Ae12 . , 4907Ae11. Stacey B. Steinberg. AoSharenting: ChildrenAos Privacy in the Age of Social MediaAo. Emory , 66 . , 839. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 213 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 dibagikan di media sosial baik oleh pertanyaan ini, peneliti mewawancarai orangtua anak ataupun orang lain yang 15 orang guru Pendidikan Anak Usia menggunakan konten tersebut. Dini Jejak (PAUD) Al-Barkah. PAUD? Perspektif mereka memberikan kontribusi yang kajian tersendiri sejak teknologi sudah konstruktif dalam mengkaji posisi anak diakses luas oleh berbagai kalangan usia dini sebagai seorang individu dan masyarakat dari berbagai kelompok bagian dari masyarakat. Pembentukan merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri secara luas dan seperti sudah menjadi keharusan di era digital ini 8 . Anak usia dini yang direpresentasikan dalam media sosial terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan jejak digital mereka berjalan runut mulai dari mereka dalam kandungan ibu sampai setiap pencapaian tumbuh Seluruhnya dibagikan tanpa Pertanyaan Mengapa pembentukan jejak digital mereka dan apa faktor yang membuat orangtua membagikan postingan anak di media Untuk menjawab pertanyaan- 8 Camilla Hyllgren and yIsa Bjyrk. AoYoung PeopleAos Identities in Digital WorldsAo. International Journal of Information and METODE Penelitian Teknik pengumpulan data adalah observasi. Lokasi penelitian adalah RA Al-Barkah Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan dan dilaksanakan selama bulan Januari-Maret 2024 atau 3 bulan. Subyek penelitian adalah 15 orang Analisis data penelitian ini kualitatif Mile dan Huberman. Proses secara interaktif dan Mulai Learning Technology, 40. , 49Ae61 . DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 214 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 211-224 konten tersebut dengan kehidupan verifikasi informasi, dan penarikan mereka, dan peran teknologi digital Uji validitas dilakukan dalam keseharian mereka. dengan menggunakan bahan referensi Anak-anak yang menjadi bagian artikel ilmiah dan laporan dari dua Perserikatan Bangsa-Bangsa teknologi digital dipengaruhi oleh latar (PBB) yang berkaitan dengan jejak belakang sosial ekonomi, geografis, digital anak. pendidikan, gender, dan usia dari HASIL DAN PEMBAHASAN orangtua atau orang dewasa yang Teknologi digital memberikan mengasuh mereka 10 . Pola pikir dan peluang yang luas bagi anak-anak filosofi hidup juga turut berperan penggunaan teknologi digital. Faktor- imajinasi, dan memperluas kehidupan faktor ini menjadi tolok ukur dalam sosial tanpa perlu ke luar dari rumah9. Teknologi Temuan digunakan untuk pendidikan atau menirukan ucapan orang-orang yang ranah pribadi individu. Batasan antara mereka tonton di media sosial, seperti ruang pribadi dan ruang publik sangat Dilan Cepmek yang populer dengan tipis atau bahkan tidak ada batasan kalimat tanya,AyKamu nanya? Kamu bertanya-tanya?Ay. Anak-anak didik para Anak-anak anak-anak berkembang dalam konteks digital. Mereka kalimat tanya ini ke rekan sebaya konsumen konten-konten berdasarkan Bahkan narasumber pernah akses yang mereka miliki, relevansi melihat konten di media sosial yang 9 Burns and Gottschalk. Sonia Livingstone. Daniel Kardefelt, and Marium Hussein. AoGlobal Kids Online Comparative ReportAo. Innocenti Research Report. November, 2019,