Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Tersedia secara online di http://ojs. unik-kediri. id/index. php/jatiunik/issue/view/76 JATI UNIK Jurnal Ilmiah dan Teknik Industri Universitas Kadiri Perbandingan Pengendalian Persediaan dengan Metode LUC. LTC dan Silver Meal Monanda Wandita Rini*1. Nessa Ananda2 Email: mona. wandita@gmail. com*1, nessapoliteknikapp@gmail. 1,2Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika. Politeknik APP Jakarta. Jl. Timbul No. 34 Ciganjur. Jagakarsa. Jakarta Selatan Informasi Artikel Abstract Riwayat Artikel : Inventory control needs to be done to meet customer demand but also consider the costs that can be incurred. Inventory needs to be managed properly to minimize the inventory costs incurred. PT XYZ is a company engaged in the supply and distribution of This study aims to compare the inventory control of oxygen gas products for filling 1 m3 cylinders with the Least Unit Cost. Least Total Cost, and Silver Meal methods. Comparison of inventory policies is carried out by considering the total cost of inventory to obtain the method that gives the smallest total inventory cost. Based on the results of data processing and analysis that has been carried out, it is obtained that the inventory policy using the Silver Meal method provides the smallest total inventory cost compared to the other two methods, namely Least Unit Cost (LUC) and Least Total Cost (LTC). The total cost generated by using the Silver Meal method is Rp. 145,560. As for the frequency of orders generated by the Silver Meal method, namely twice for twelve months. Received : 27 Ae Agustus Ae 2021 Revised : 11 Ae September Ae 2021 Accepted : 16 Ae September Ae 2021 Kata kunci : Stock Least Unit Cost (LUC) Least Total Cost (LTC) Silver Meal Abstrak Untuk melakukan sitasi pada penelitian ini dengan format : M W Rini. N Ananda. , . Perbandingan Pengendalian Persediaan dengan Metode LUC. LTC dan Silver Meal. JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri, volume x . Halaman awal Ae Halaman akhir. Pengendalian persediaan perlu dilakukan untuk mencukupi permintaan pelanggan namun juga tetap mempertimbangkan biaya yang dapat ditimbulkan. Persediaan perlu dikelola dengan baik sehingga dapat meminimalkan biaya persediaan yang PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang penyediaan dan pendistribusian gas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengendalian persediaan produk gas oksigen untuk pengisian tabung ukuran 1 m3 dengan metode Least Unit Cost. Least Total Cost, dan Silver Meal. Perbandingan kebijakan persediaan dilakukan dengan mempertimbangkan biaya total persediaan sehingga diperoleh metode yang memberikan biaya total persediaan terkecil. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa kebijakan persediaan dengan menggunakan metode Silver Meal memberikan biaya total persediaan terkecil dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu Least Unit Cost (LUC) dan Least Total Cost (LTC). Total biaya yang dihasilkan dengan menggunakan metode Silver Meal adalah sebesar Rp 145,560. Sedangkan untuk frekuensi pemesanan yang dihasilkan dengan metode Silver Meal yaitu sebanyak dua kali selama dua belas bulan. 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Pendahuluan Manajemen persediaan merupakan aktivitas yang penting untuk menjadi perhatian dalam perusahaan. Manajemen persediaan berkaitan dengan cara mengelola persediaan yang dimiliki oleh perusahaan agar berada pada jumlah yang optimal . Dengan melakukan manajemen persediaan, perusahaan diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya resiko seperti keterlambatan pengiriman barang, ketidaksesuaian dari bahan baku yang dipesan, serta terjadinya kelebihan ataupun kekurangan persediaan . PT XYZ merupakan perusahaan yang melakukan bisnis dalam bidang penyediaan dan pendistribusian gas. Salah satu produk dari PT XYZ adalah oksigen (O. untuk pengisian tabung gas. Pada PT XYZ, permintaan produk dapat diketahui jumlahnya. Namun demikian, berdasarkan data historis, jumlah permintaan produk gas di setiap periode tidak selalu sama. Kondisi seperti ini sesuai dengan kondisi model deterministik dinamis. Penentuan ukuran jumlah pemesanan yang optimum pada model deterministik dinamis perlu dilakukan untuk dapat meminimalkan ongkos total persediaan. Jika melakukan pemesanan terlalu sering dan dalam jumlah banyak maka akan berpotensi meningkatkan ongkos pesan dan ongkos Sedangkan jika melakukan pemesanan dengan jangka waktu yang lama dan jumlah sedikit, maka berpotensi kehilangan penjualan. Oleh karena itu perlu ditentukan ukuran lot pemesanan yang optimum dengan mempertimbangkan ongkos total persediaan yang paling Namun, saat ini PT XYZ belum menggunakan metode tertentu dalam menentukan ukuran lot pemesanan yang optimum dan waktu saat pemesanan dilakukan. Hal ini berpotensi pada peningkatan ongkos total persediaan dan kehilangan peluang mendapatkan penjualan. Pada model deterministik dinamis, terdapat beberapa metode heuristik yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang optimum. Metode Least Unit Cost (LUC). Least Total Cost (LTC), dan Silver Meal merupakan tiga metode yang dapat digunakan pada model deterministik dinamis. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menggunakan metode tersebut. Metode LUC digunakan pada objek penelitian perusahaan yang bergerak di produksi cat dekoratif yang membandingkan dengan metode Lot for Lot. Pada penelitian tersebut . diperoleh hasil bahwa metode LUC memberikan ongkos total persediaan lebih kecil dibandingkan metode LFL. Selain itu, metode LUC dan LTC juga digunakan pada penelitian lain yang membandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Part Period Balancing (PPB), dan Period Order Quantity (POQ) . Objek penelitian tersebut yaitu pada perusahaan produksi meuble keperluan rumah tangga. Hasilnya diperoleh bahwa metode LUC. POQ, dan PPB memberikan nilai ongkos total 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. persediaan yang paling minimum dibandingkan metode lainnya. Metode LUC juga telah digunakan untuk efisiensi biaya persediaan untuk jenis produk lainnya contohnya produk resin alkid . Penelitian lain juga menggunakan metode LUC dan LTC sebagai metode yang dibandingkan pada industri makanan. Terdapat penelitian yang menggunakan metode LUC dan LTC. Pada penelitian tersebut . diperoleh hasil yaitu ongkos dengan metode LTC lebih kecil dibandingkan dengan metode LUC. Metode LTC juga memberikan ongkos paling minimal dibandingkan metode EOQ dan POQ . Objek penelitian tersebut dilakukan pada perusahaan manufaktur produk furniture. Metode lainnya yang juga dapat digunakan untuk pengendalian persediaan adalah metode Silver Meal. Metode Silver Meal juga dapat digunakan pada pengendalian material proyek . Terdapat juga penelitian lainnya yang membandingkan Silver Meal dan metode EOQ untuk perencanaan persediaan bahan baku pembuatan tahu . Penelitian tersebut . memberikan hasil bahwa metode Silver Meal dapat memberikan ongkos yang lebih kecil dibandingkan dengan metode EOQ. Penelitian lain juga menggunakan metode Silver Meal dalam pengendalian persediaan bahan baku tissue . Selain itu, terdapat juga penelitian yang membandingkan metode Silver Meal. POQ, dan LUC untuk optimalisasi persediaan bahan baku natrium persulfate . Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa metode model deterministik dinamis yang digunakan pada berbagai objek penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada produk oksigen untuk pengisian ukuran tabung 1 m3. Penelitian ini menggunakan tiga metode heuristik pada model deterministik dinamis yaitu metode Least Unit Cost. Least Total Cost, dan Silver Meal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan yang paling optimum dengan mempertimbangkan ongkos total persediaan yang minimum. Hasil penelitian ini dapat memberikan usulan bagi perusahaan untuk mendapatkan metode terbaik yang dapat meminimalkan ongkos total Tinjauan Pustaka Persediaan Persediaan dapat diklasifikasikan sebagai modal kerja dalam bentuk barang, dimana keberadaan dari persediaan ini tidak saja dianggap sebagai beban . karena merupakan pemborosan . namun sekaligus juga dapat dianggap sebagai kekayaan . dari perusahaan. Berdasarkan . istilah persediaan umumnya 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. merujuk pada barang-barang yang dimiliki untuk kemudian dijual kembali ataupun digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual oleh perusahaan. Terdapat tiga jenis motif mengapa persediaan diperlukan yaitu. Motif transaksi . ransaction motiv. , merupakan motif untuk menjaga kelancaran pemenuhan permintaan produk Motif berjaga-jaga . recautionary motiv. , merupakan motif untuk mencegah atau mengurangi ketidakpastian yang berasal dari pemakai maupun pemasok . Motif berspekulasi, merupakan motif untuk memperoleh keuntungan yang berlipat ganda di periode yang akan datang Manajemen Persediaan Manajemen persediaan menurut . adalah pengendalian aset yang digunakan dalam proses produksi atau diproduksi dijual dengan jalan normal dalam operasi Manajemen persediaan merupakan aktivitas yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan penentuan kebutuhan material, dan aktivitas menentukan tingkat serta komposisi persediaan untuk menjaga kelancaran proses produksi . Berdasarkan . manajemen persediaan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam pengaturan dan pengelolaan dari setiap kebutuhan barang baik barang mentah, barang setengah jadi, sehingga selalu tersedia dalam kondisi pasar apapun. Terdapat beberapa tujuan dilakukannya pengendalian persediaan diantaranya untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan dengan segera sehingga dapat memberikan kepuasan pada konsumen, menjaga kelancaran produksi agar perusahaan tidak mengalami kehabisan persediaan yang dapat mengakibatkan berhentinya proses produksi, mempertahankan dan jika mungkin dapat juga meningkatkan penjualan serta keuntungan perusahaan . Sementara . menyatakan bahwa tujuan dari manajemen persediaan adalah memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen dengan total biaya yang Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam manajemen persediaan yaitu waktu kedatangan barang yang akan dipesan kembali, kuantitas jumlah barang yang akan disimpan, dan persediaan pengamanan . afety stoc. Manajemen persediaan yang diterapkan dengan tepat dapat mempengaruhi keberlangsungan proses produksi perusahaan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen . 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Persediaan Deterministik Persediaan deterministik terjadi apabila seluruh variabel dan faktor terkait sistem persediaan bersifat pasti . Permintaan deterministik terbagi menjadi dua yaitu permintaan statis dan permintaan dinamis. Pada permintaan statis besarnya permintaan diketahui secara pasti dan sama untuk setiap periodenya. Sedangkan pada permintaan dinamis besarnya permintaan diketahui secara pasti namun nilainya berbeda . idak selalu sam. untuk setiap periodenya . Model Deterministik dinamis Terdapat beberapa metode pada model deterministik dinamis, diantaranya adalah metode Least Unit Cost (LUC). Least Total Cost (LTC), dan Silver Meal dengan penjelasan sebagai berikut . Metode Least Unit Cost (LUC) Prinsip dari metode Least Unit Cost (LUC) adalah menggunakan sifat konveksitas ongkos satuan per-unit . ngkos pesan dan ongkos simpa. terhadap ukuran lot pemesanan sebagai dasar untuk menentukan besarnya ukuran lot pemesanan. Besarnya ukuran lot tersebut ditentukan dengan cara sebagai berikut . Menghitung ongkos satuan per-unit mulai dari ukuran lot hanya untuk memenuhi kebutuhan pada periode satu saja, kemudian ditambah dengan periode dua. Membandingkan ongkos satuannya, bila sampai dengan periode dua ongkos satuannya lebih besar dari periode satu saja, berarti ukuran lot pemesanan pada periode satu yang terbaik. Akan tetapi, jika tidak lanjutkan ke periode tiga dan seterusnya sampai pada periode ke-n dimana ongkos satuannya lebih besar dari periode ke n-1. Dengan demikian ukuran lot pemesanan ekonomisnya adalah permintaan kumulatif sampai dengan periode ke n-1. Mengulangi prosedur tersebut untuk periode selanjutnya sampai dengan periode N. Metode Least Total Cost (LTC) Prinsip dari metode Least Total Cost (LTC) adalah menentukan ukuran lot ekonomis ketika ongkos simpan seimbang dengan ongkos pesan. 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Perhitungan lot ekonomis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut . Dimulai dari periode awal saat suatu permintaan diperlukan dan tambahkan dengan permintaan periode berikutnya untuk menentukan ukuran lot yang Menghitung ongkos simpan kumulatif pada setiap kali penjumlahan permintaan dilakukan, sampai nilai ongkos simpan kumulatif tersebut mendekati ongkos pesan. Ukuran lot optimal adalah ukuran lot dimana lot tersebut memberikan nilai ongkos simpan kumulatif mendekati ongkos pesan tetapi tidak melebihi ongkos pesan tersebut. Melakukan hal yang sama . angkah satu dan langkah du. untuk periode berikutnya yang belum termasuk kedalam pemesanan sebelumnya. Metode Silver Meal Prinsip dari metode Silver Meal adalah menggunakan satuan ongkos inventori per periode terkecil sebagai ukuran kinerjanya. Perhitungan ongkos satuan inventory per periode dinyatakan sebagai berikut. ycCycIycN = ya Ea OcycN yc=1 yayc ycN a . Keterangan: ycCycIycN : Ongkos satuan inventori per-T periode ya : Ongkos satuan pesan Ea : Ongkos satuan simpan yayc : Permintaan pada periode t ycN : Jumlah periode yang dicakup Setelah nilai ycN ditentukan untuk yang menghasilkan ycCycIycN minimal, kemudian dilakukan perhitungan ukuran lot sebagai berikut. ycyc = OcycNyc=1 yaycn a . Keterangan: ycyc : ukuran lot pemesanan untuk periode t sampai dengan periode ycN yaycn : Permintaan pada periode ycn Untuk menentukan ukuran lot dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Mulai dengan lot yang hanya memenuhi periode . cN = . dan hitung ongkos 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. satuan inventory per periode . cCycIycN ) dengan menggunakan persamaan . Menambahkan permintaan pada periode berikutnya pada ukuran lot sebelumnya dan hitung ycCycIycN 1 Bila ycCycIycN 1 O ycCycIycN ) , perbesar nilai ycN dan kembali ke langkah dua. Namun, bila ycCycIycN 1 > ycCycIycN ) , berarti titik optimal dicapai pada periode ycN dan ukuran lot optimal adalah ycyc Bila semua periode belum tercakup, kembali ke langkah satu dan bila semua periode telah tercakup, iterasi dihentikan Menghitung ukuran lot pemesanan ycyc dengan persamaan . Metode Penelitian Penelitian ini berlokasi di PT XYZ yang bergerak di bidang penyediaan dan pendistribusian gas. Penelitian dilakukan pada tahun 2019, dengan fokus utama pada produk gas oksigen untuk ukuran tabung 1 m3 yang biasanya diperuntukkan untuk konsumen Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai dari mengidentifikasi masalah dengan melakukan pengamatan mengenai permasalahan pada PT XYZ. Kemudian dilanjutkan dengan mempelajari literatur yang terkait dengan topik penelitian dan studi lapangan untuk melihat kondisi aktual Selanjutnya dilakukan pengumpulan data yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dan Hasil dari pengumpulan data berupa data demand produk setiap bulan, data biaya pesan dan data biaya simpan. Hasil pengumpulan data kemudian diolah menggunakan model deterministik dinamis, yaitu dengan Metode Least Unit Cost (LUC). Least Total Cost (LTC), dan Silver Meal untuk mencari ukuran lot pemesanan yang optimal. Data yang telah diolah kemudian dianalisis untuk menentukan metode pengendalian persediaan yang optimal diantara ketiga metode tersebut dengan mempertimbangkan biaya total persediaan Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan untuk menjawab permasalahan Hasil dan Pembahasan PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada penyediaan dan pendistribusian Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT XYZ adalah Oksigen (O. Konsumen dari PT XYZ berasal dari industri, rumah sakit, dan perorangan. Terdapat beberapa ukuran 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. tabung gas oksigen yaitu ukuran 1 m3, 6m3, dan 7m3. Penelitian ini berfokus untuk produk gas oksigen untuk pengisian tabung dengan ukuran tabung 1 m3. Produk oksigen dengan ukuran tabung 1 m3 biasanya diperuntukkan untuk konsumen perorangan. Data permintaan produk oksigen dengan ukuran tabung 1 m3 dari periode Januari 2019 sampai Desember 2019 dapat ditunjukkan pada Tabel 1. Produk akan diterima sesuai dengan jumlah yang dipesan dan tiba pada periode yang sama dengan periode saat melakukan pemesanan. Biaya pesan yaitu sebesar Rp 50,000 untuk setiap kali pemesanan. Sedangkan biaya simpan yaitu sebesar Rp 40 per unit per bulan. Penelitian ini membandingkan penentuan lot pemesanan yang optimum dengan menggunakan metode Least Unit Cost. Least Total Cost, dan Silver Meal. Berdasarkan perhitungan dari ketiga metode tersebut dipilih satu kebijakan lot pemesanan yang optimum berdasarkan total ongkos terendah. Tabel 1. Permintaan Produk Gas Oksigen 1 m3 Periode Permintaan Gas 1 m3 Januari 2019 Februari 2019 Maret 2019 April 2019 Mei 2019 Juni 2019 Juli 2019 Agustus 2019 September 2019 Oktober 2019 November 2019 Desember 2019 Sumber: PT. XYZ 1 Perhitungan dengan Metode Least Unit Cost Pada metode Least Unit Cost (LUC) menggunakan kriteria dalam penentuan ukuran lot pemesanan optimum berdasarkan lot yang memberikan ongkos satuan per unit terkecil . Tabel 2 berisikan perhitungan lot pemesan optimum dengan metode LUC. Pada Tabel 2 terlihat bahwa ukuran lot pemesanan pertama diperoleh dengan menggabungkan permintaan dari periode Januari sampai Oktober yaitu sebesar 309. Lot pemesanan kedua diperoleh dengan menggabungkan permintaan periode November dan Desember yaitu sebesar 83. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Metode LUC, didapatkan kebijakan persediaan dengan metode LUC seperti pada Tabel 3. Pemesanan dilakukan pada 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. bulan Januari sebesar 309 dan pada bulan November sebesar 83. Produk akan tiba pada periode saat pemesanan dilakukan. Ukuran lot pemesanan yang pertama mencakup kebutuhan permintaan bulan Januari sampai Oktober. Sementara itu, ukuran lot pemesanan kedua mencakup kebutuhan permintaan bulan November dan Desember. Ongkos pesan yang dihasilkan sebesar Rp 100,000 dan ongkos simpan sebesar Rp 63,240. Ongkos total untuk metode LUC diperoleh sebesar Rp 163,240. Harga barang tidak menjadi pertimbangan dalam penentuan metode dikarenakan asumsi yang digunakan adalah seluruh permintaan terpenuhi 100% sehingga untuk ketiga metode pasti menghasilkan ongkos beli yang sama sesuai dengan harga produk per unit dan jumlahnya. Tabel 2. Perhitungan Lot Pemesan Optimum dengan Metode LUC Periode Cakupan Periode Ukuran Lot Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Nov Des 1 sd 2 1 sd 3 1 sd 4 1 sd 5 1 sd 6 1 sd 7 1 sd 8 1 sd 9 1 sd 10 1 sd 11 11 sd 12 Ongkos Pesan (R. 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 Ongkos Simpan (R. Ongkos Total (R. Ongkos Total Per Unit (R. 3,120 6,480 11,280 17,680 25,600 35,680 47,520 61,560 77,960 1,680 50,000 50,960 53,120 56,480 61,280 67,680 75,600 85,680 97,520 111,560 127,960 50,000 51,680 2,173. 1,084. 1,219. (Sumber: Olah Data, 2. Tabel 3. Kebijakan Persediaan dengan Metode LUC Periode Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Demand Ukuran Lot Pemesanan Saat Pemesanan (Sumber: Olah Data, 2. 2 Perhitungan dengan Metode Least Total Cost Ukuran lot pemesanan optimum pada metode Least Total Cost (LTC) ditentukan berdasarkan ukuran lot yang memberikan nilai ongkos simpan kumulatif seimbang dengan ongkos pesan . Namun demikian nilai ongkos simpan kumulatif tidak melebihi nilai ongkos pesan. Tabel 4 berisikan perhitungan lot pemesan optimum dengan metode LTC. Pada Tabel 4 terlihat bahwa ukuran lot pemesanan pertama diperoleh dengan menggabungkan permintaan dari periode Januari sampai September 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. yaitu sebesar 270. Lot pemesanan kedua diperoleh dengan menggabungkan permintaan periode Oktober sampai Desember yaitu sebesar 122. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode LTC, diperoleh hasil kebijakan persediaan dengan metode LTC seperti pada Tabel 5. Pemesanan dilakukan pada bulan Januari sebesar 270 dan pada bulan Oktober sebesar 122. Produk akan tiba pada periode saat pemesanan dilakukan. Ukuran lot pemesanan yang pertama mencakup kebutuhan permintaan bulan Januari sampai September. Sementara itu, ukuran lot pemesanan kedua mencakup kebutuhan permintaan bulan Oktober sampai Desember. Ongkos pesan diperoleh dari jumlah pemesanan yang dilakukan dikalikan dengan ongkos pemesanan untuk setiap kali pesan. Ongkos simpan diperoleh dengan mengkalikan jumlah unit barang yang disimpan, jumlah periode barang disimpan, dan ongkos simpan per unit per periode. Harga barang tidak menjadi pertimbangan dalam penentuan metode dikarenakan asumsi yang digunakan adalah seluruh permintaan terpenuhi 100% sehingga untuk ketiga metode pasti menghasilkan ongkos beli yang sama sesuai dengan harga produk per unit dan jumlahnya. Ongkos pesan yang dihasilkan dari metode LTC sebesar Rp 100,000 dan ongkos simpan sebesar Rp 52,520. Ongkos total untuk metode LTC diperoleh sebesar Rp 152,520. Tabel 4. Perhitungan Lot Pemesan Optimum dengan Metode LTC Periode Ukuran Lot Periode Simpan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Okt Nov Des Ongkos Simpan (R. 2,160 3,360 4,800 6,400 7,920 10,080 11,840 14,040 1,640 3,360 Ongkos Simpan Kumulatif (R. 3,120 6,480 11,280 17,680 25,600 35,680 47,520 61,560 1,640 5,000 (Sumber: Olah Data, 2. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode LTC, diperoleh hasil kebijakan persediaan dengan metode LTC seperti pada Tabel 5. Pemesanan dilakukan pada bulan Januari sebesar 270 dan pada bulan Oktober sebesar 122. Produk akan tiba pada periode saat pemesanan dilakukan. Ukuran lot pemesanan yang pertama mencakup kebutuhan permintaan bulan Januari sampai September. Sementara itu, ukuran lot pemesanan kedua mencakup kebutuhan permintaan bulan Oktober sampai Desember. 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Ongkos pesan diperoleh dari jumlah pemesanan yang dilakukan dikalikan dengan ongkos pemesanan untuk setiap kali pesan. Ongkos simpan diperoleh dengan mengkalikan jumlah unit barang yang disimpan, jumlah periode barang disimpan, dan ongkos simpan per unit per periode. Harga barang tidak menjadi pertimbangan dalam penentuan metode dikarenakan asumsi yang digunakan adalah seluruh permintaan terpenuhi 100% sehingga untuk ketiga metode pasti menghasilkan ongkos beli yang sama sesuai dengan harga produk per unit dan jumlahnya. Ongkos pesan yang dihasilkan dari metode LTC sebesar Rp 100,000 dan ongkos simpan sebesar Rp Ongkos total untuk metode LTC diperoleh sebesar Rp 152. Tabel 5. Kebijakan Persediaan dengan Metode LTC Periode Demand Ukuran Lot Pemesanan Saat Pemesanan Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des (Sumber: Olah Data, 2. 3 Perhitungan dengan Metode Silver Meal Pada metode Silver Meal, ukuran lot optimum adalah lot yang memberikan nilai satuan ongkos total persediaan per periode yang terkecil . Ongkos total yang dimaksud merupakan penjumlahan dari ongkos pesan dan ongkos simpan. Tabel 6 berisikan perhitungan lot pemesan optimum dengan metode Silver Meal. Pada Tabel 6 terlihat bahwa ukuran lot pemesanan pertama diperoleh dengan menggabungkan permintaan dari periode Januari sampai Agustus yaitu sebesar 233. Lot pemesanan kedua diperoleh dengan menggabungkan permintaan periode September sampai Desember yaitu sebesar 159. Tabel 6. Perhitungan Lot Pemesan Optimum dengan Metode Silver Meal Periode Cakupan Periode Ukuran Lot Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Sep Okt Nov Des Ongkos Pesan (R. 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 50,000 Ongkos Simpan (R. 3,120 6,480 11,280 17,680 25,600 35,680 47,520 1,560 4,840 9,880 Ongkos Total (R. 50,000 50,960 53,120 56,480 61,280 67,680 75,600 85,680 97,520 50,000 51,560 54,840 59,880 Ongkos Total per Periode (R. 50,000 25,480 17,707 14,120 12,256 11,280 10,800 10,710 10,836 50,000 25,780 18,280 14,970 (Sumber: Olah Data, 2. 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Hasil kebijakan persediaan dengan metode Silver Meal dapat ditunjukkan pada Tabel Pemesanan dilakukan pada bulan Januari sebesar 233 dan pada bulan Agustus sebesar Produk akan tiba pada periode saat pemesanan dilakukan. Ukuran lot pemesanan yang pertama mencakup kebutuhan permintaan bulan Januari sampai Agustus. Sementara itu, ukuran lot pemesanan kedua mencakup kebutuhan permintaan bulan September sampai Desember. Ongkos pesan diperoleh dari jumlah pemesanan yang dilakukan dikalikan dengan ongkos pemesanan untuk setiap kali pesan. Ongkos simpan diperoleh dengan mengkalikan jumlah unit barang yang disimpan, jumlah periode barang disimpan, dan ongkos simpan per unit per periode. Harga barang tidak menjadi pertimbangan dalam penentuan metode dikarenakan asumsi yang digunakan adalah seluruh permintaan terpenuhi 100% sehingga untuk ketiga metode pasti menghasilkan ongkos beli yang sama sesuai dengan harga produk per unit dan jumlahnya. Ongkos pesan yang dihasilkan dari metode Silver Meal sebesar Rp 100,000 . ua kali pemesana. dan ongkos simpan sebesar Rp 45,560. Ongkos total untuk metode LTC diperoleh sebesar Rp 145,560. Tabel 7. Kebijakan Persediaan dengan Metode Silver Meal Periode Demand Ukuran Lot Pemesanan Saat Pemesanan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des (Sumber: Olah Data, 2. 4 Analisis Perbandingan Kebijakan Persediaan Setelah menghitung ukuran lot pemesanan optimum dengan metode LUC. LTC, dan Silver Meal maka selanjutnya dilakukan analisis perbandingan untuk menentukan kebijakan persediaan yang paling optimum. Tabel 8 menunjukkan perbandingan kebijakan persediaan dari metode LUC. LTC, dan Silver Meal. Pada ketiga metode tersebut didapatkan frekuensi pemesanan dari Januari sampai Desember sebesar 2 kali Namun demikian, terdapat perbedaan ukuran lot pemesanan untuk masing-masing metode berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan. Oleh karena itu, ongkos pesan untuk ketiga metode tersebut bernilai sama yaitu Rp 100,000. Hal ini diperoleh dengan mengalikan ongkos pemesanan yaitu Rp 50,000 dengan frekuensi pemesanan yaitu 2 kali pemesanan. Sedangkan untuk ongkos simpan, terdapat perbedaan yang dihasilkan dari masing-masing metode dikarenakan ukuran lot pemesanan yang berbeda pada setiap metode. Ongkos simpan yang diperoleh dari metode LUC yaitu sebesar Rp 63,240, metode LTC yaitu Rp 52,520, dan metode 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Silver Meal yaitu Rp 45,560. Ongkos total persediaan dari setiap periode didapatkan dengan menjumlahkan ongkos pesan dan ongkos simpan. Kebijakan persediaan dengan metode LUC menghasilkan ongkos total persediaan sejumlah Rp 163,240. Metode LTC memberikan ongkos total persediaan sejumlah Rp 152,520. Sedangkan untuk metode Silver Meal menghasilkan ongkos total persediaan sejumlah Rp 145,560. Hal ini berarti bahwa pada penelitian ini, metode LUC memberikan ongkos total persediaan terbesar dibandingkan metode LTC dan metode Silver Meal. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu . Pada penelitian tersebut . didapatkan bahwa metode LUC memberikan ongkos terbesar dibandingkan metode LTC dan Silver Meal. Selain itu, pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa kebijakan persediaan dengan metode Silver Meal dapat memberikan ongkos total persediaan paling minimum dibandingkan dengan metode LUC dan LTC. Hal ini sesuai juga dengan penelitian yang terdahulu yaitu metode yang memberikan hasil ongkos terkecil adalah metode Silver Meal. Metode Silver Meal juga memberikan ongkos lebih kecil jika dibandingkan dengan metode EOQ . Hasil penelitian lainnya juga diperoleh bahwa metode Silver Meal juga memberikan ongkos total paling. minimum dibandingkan dengan metode Part Period Balancing . Dengan demikian, metode penentuan ukuran lot pemesanan yang paling optimum adalah dengan menggunakan metode Silver Meal. Tabel 8. Perbandingan Kebijakan Persediaan dengan Metode LUC. LTC, dan Silver Meal Metode Jumlah Frekuensi Pemesanan Ongkos Pesan (R. Ongkos Simpan (R. Ongkos Total (R. Least Unit Cost 100,000 63,240 163,240 Least Total Cost 100,000 52,520 152,520 Silver Meal 100,000 45,560 145,560 (Sumber: Olah Data, 2. Kesimpulan dan Saran Penelitian ini membandingkan tiga metode heuristik pada model deterministik dinamis untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang paling optimum. Metode yang dibandingkan adalah metode LUC. LTC, dan Silver Meal. Ketiga metode tersebut menghasilkan frekuensi pemesanan dari Januari sampai Desember sebanyak dua kali pemesanan dengan ukuran lot yang berbeda pada setiap metode. Metode LUC memberikan ongkos total sebesar Rp 163,240, metode LTC memberikan ongkos total sebesar Rp 30737/jatiunik. *Corresponding author : mona. wandita@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 41 Ae 55 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. 152,520, dan metode Silver Meal menghasilkan ongkos total sebesar Rp 145,560. Oleh karena itu, metode penentuan ukuran lot pemesanan paling optimum adalah metode Silver Meal yang memberikan ongkos total persediaan paling minimum. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi usulan bagi perusahaan dalam menentukan ukuran lot pemesanan yang paling optimum sehingga dapat meminimalkan ongkos total persediaan yang dihasilkan. Selain itu juga, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang penerapan metode heuristik untuk model determinik dinamis dalam menentukan kebijakan persediaan optimum. Pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan perbandingan metode deterministik lainnya selain metode LUC. LTC, dan Silver Meal dengan objek penelitian pada area industri atau perusahaan yang berbeda juga. Daftar Pustaka