\ Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 PENGHIJAUAN DALAM UPAYA PELESTRIAN LINGKUNGAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA RISA Wira Setiawan1*. Windi2. Agus Setiawan3. Nur Afina4 1,2,3, 4Universitas Muhamadiyyah Bima *Corresponding Author e-mail: wi09102004@gmail. Abstrak Penghijauan di desa risa merupakan salah satu strategi penting dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan penanaman pohon di lahanlahan kosong dan sekitar pemukiman, penghijauan berfungsi untuk mengembalikan fungsi ekologis seperti penahanan dan penyimpanan air, pencegahan erosi, serta mitigasi bencana seperti Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, yang selain membawa manfaat lingkungan, juga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam jangka panjang, penghijauan mendukung terciptanya lingkungan desa risa yang lebih hijau, asri, sehat, dan mandiri. Catatan: Abstrak ini merupakan sintesis dari berbagai jurnal terkait penghijauan dan pelestarian lingkungan di desa, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai upaya menjaga lingkungan hidup yang lestari Kata Kunci: Penghijauan. Pelestarian Lingkungan. Pemberdayaan Masyarakat Desa. PENDAHULUAN Penghijauan memiliki peran penting sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah pedesaan yang rentan terhadap kerusakan ekosistem. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, penghijauan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menanam pohon, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk memulihkan, memelihara, dan mengoptimalkan kembali fungsi lahan yang rusak agar dapat memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi kepada masyarakat (Suryani. Di Desa Risa, upaya ini menjadi relevan mengingat kondisi lahan yang sebagian besar berupa lahan tidur dan mengalami degradasi akibat minimnya pemanfaatan dan tekanan lingkungan. Pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam proses penghijauan P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 menjadi langkah penting karena kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat menentukan keberlanjutan program tersebut (Fahmi & Ramadhani, 2. Secara ekologis, kegiatan penghijauan di Desa Risa diharapkan mampu mengembalikan estetika alam, menjaga kualitas udara, serta menjadi langkah mitigatif terhadap dampak lingkungan seperti banjir, erosi, dan penurunan daya dukung lahan. Penghijauan juga memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan daya resapan air tanah yang menjadi faktor penting dalam mencegah kekeringan dan menjaga ketersediaan sumber air untuk kebutuhan domestik dan pertanian (Hartono. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yang sedang dihadapi masyarakat pedesaan. Dari perspektif regulasi, penghijauan telah memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 disebutkan bahwa penghijauan memungkinkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup (Pemerintah Republik Indonesia, 2. Aturan ini menjadi acuan penting dalam merancang program berbasis lingkungan di tingkat desa agar kegiatan yang dilakukan memiliki landasan kebijakan yang kuat dan terarah. Selain manfaat ekologis, penghijauan juga membawa dampak pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku ramah Program ini mendorong terbentuknya karakter masyarakat yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan memahami hubungan antara lingkungan yang sehat dengan kualitas hidup mereka (Rahmawati, 2. Target utama kegiatan ini adalah terwujudnya masyarakat Desa Risa yang memiliki kesadaran lingkungan tinggi sehingga dapat menjadi pionir dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayahnya. Harapannya, program ini tidak hanya memberikan dampak P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 pada tingkat desa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan di tingkat Kabupaten Bima secara luas. Implementasi penghijauan di tingkat desa tidak lepas dari tantangan teknis maupun non-teknis, seperti ketersediaan bibit, kualitas tanah, akses air, serta keberlanjutan perawatan tanaman setelah ditanam. Banyak program penghijauan gagal bukan karena kurangnya kegiatan penanaman, tetapi karena minimnya sistem perawatan dan monitoring jangka panjang (Santoso & Haedar, 2. Oleh karena itu, keberhasilan program penghijauan di Desa Risa membutuhkan strategi yang terstruktur, termasuk penentuan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim lokal, pemetaan lahan prioritas, serta pembagian peran antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga pendukung. Upaya kolaboratif ini penting agar penghijauan tidak hanya menjadi kegiatan simbolis sesaat, melainkan perubahan ekosistem sosial yang berkelanjutan (Mahfudz, 2. Selain itu, peningkatan motivasi masyarakat dalam menjaga lingkungan juga sangat dipengaruhi oleh edukasi yang konsisten dan pembentukan budaya sadar lingkungan sejak dini. Pendidikan lingkungan yang diberikan melalui sekolah, kelompok tani, dan forum masyarakat dapat menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap alam dan sumber daya desa (Wijayanti, 2. Dalam konteks Desa Risa, penghijauan dapat dikembangkan sebagai gerakan sosial berbasis kearifan lokal yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari lingkungan yang hijau dan sehat, maka kesadaran pelestarian akan tumbuh sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar instruksi program pemerintah (Putra & Lestari, 2. Dengan demikian, penghijauan dapat menjadi pilar penting dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan program penghijauan dan dampaknya terhadap pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di Desa Risa. P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Penelitian dilakukan di lingkungan Desa Risa, yang merupakan lokasi yang telah dilaksanakannya program penghijauan. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasisiwa KKN 04 UMBIMA. Kegiatan Penghijauan ini dibantu oleh beberapa warga sekitar dan juga staf Desa Risa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Risa. Sampel diambil secara purposive, yaitu dengan memilih responden yang terlibat langsung dalam program penghijauan, seperti tokoh masyarakat, petani, dan anggota kelompok tani. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian penghijauan lingkungan Penghijauan lingkungan adalah suatu upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan menanam dan memelihara tanaman, terutama pohon dan tanaman hijau lainnya, di area yang telah rusak atau terdegradasi. Tujuan utama penghijauan lingkungan adalah untuk. Mengurangi polusi udara. Mengurangi polusi suara. Mengatur iklim mikro. Mengurangi erosi tanah. Meningkatkan biodiversitas dan Meningkatkan estetika. Penghijauan di Desa Risa telah menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan, sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi warga desa risa. Dampak Lingkungan dari Penghijauan Penghijauan di Desa Risa telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Penanaman pohon di area kritis, seperti di depan halaman rumah warga dan laham kosong di setiap RT desa risa, telah berhasil mengurangi erosi tanah dan meningkatkan kualitas tanah. Dengan adanya akar pohon yang menembus tanah, struktur tanah menjadi lebih stabil. Selain itu, pohon-pohon yang ditanam berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida, yang berkontribusi dalam mengurangi efek pemanasan global. P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Kegiatan penghijauan juga berperan dalam meningkatkan keanekaragaman Dengan menanam berbagai jenis pohon dan tanaman, habitat bagi flora dan fauna lokal dapat dipulihkan. Hal ini tidak hanya mendukung ekosistem yang seimbang, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan sumber daya alam yang berkelanjutan, seperti buah-buahan dan kayu. Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat di Desa Risa melalui program penghijauan terlihat dari keterlibatan aktif warga dalam setiap tahap kegiatan. Masyarakat dilibatkan dalam pelatihan tentang teknik penanaman dan perawatan pohon, yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pengelolaan sumber daya alam. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, penghijauan dapat menghasilkan buah dari pohon-pohon yang ditanam seperti pohon jambu, sirsak, pepaya dan pohon sawo. masyarakat dapat memanfaatkan hasil dari pohon-pohon buah tersebut, sehinga dapat bermanfaat untuk Kegiatan ini juga dapat mendorong terbentuknya kesadaran Masyarakat, yang saling mendukung dalam kegiatan henghijauan lingkungan. Tantangan dan Solusi Meskipun program penghijauan di Desa Risa menunjukkan banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran dan partisipasi dari sebagian warga desa risa. Beberapa warga masih menganggap penghijauan sebagai kegiatan yang tidak memberikan manfaat langsung bagi mereka. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan yang lebih inklusif, seperti melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda dalam sosialisasi program penghijauan, serta menunjukkan manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh. Selain itu, pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat juga menjadi faktor penting. Penanaman pohon yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kegagalan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian awal untuk menentukan jenis pohon yang paling cocok dan P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara merawat tanaman yang telah Hasil Hasil dari penghijauan sebagai upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan di desa Risa dapat dilihat dari Peningkatan Kualitas Lingkungan Penghijauan membantu mengurangi erosi tanah, meningkatkan kualitas udara, dan menjaga keseimbangan Penanaman pohon dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, yang sangat penting untuk kesehatan lingkungan. Dengan menanam berbagai jenis tanaman, penghijauan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati di desa Risa. Hal ini mendukung habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna, yang pada gilirannya memperkuat ekosistem lokal. Kegiatan penghijauan juga sering melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Melalui program pelatihan dan penyuluhan, masyarakat dapat belajar tentang teknik pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, dan pentingnya menjaga Ini dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Kegiatan penghijauan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Kesadaran pentingnya menjaga lingkungan. Dengan terlibat langsung dalam penanaman dan perawatan tanaman, masyarakat menjadi lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Lingkungan yang lebih hijau dan sehat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ruang terbuka hijau dapat digunakan untuk rekreasi, pendidikan, dan kegiatan sosial, yang pada akhirnya memperkuat ikatan komunitas. Selanjutnya, upaya penghijauan yang dilakukan secara bersama-sama dapat memperkuat solidaritas sosial di antara masyarakat. Ketika orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama, seperti menanam pohon atau merawat taman lingkungan, mereka membangun rasa percaya satu sama lain dan saling ketergantungan yang positif. Ini menciptakan fondasi untuk bekerja sama dalam gotong royong dalam menjaga lingkungan. Melalui kerja sama dan solidaritas dalam upaya penghijauan, komunitas dapat menciptakan perubahan yang signifikan menuju P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 kelestarian lingkungan yang lebih baik, sambil memperkuat hubungan sosial yang positif di antara sesama. Gambar 1. Penerimaan bibit pohon Mahasisiwa KKN POSKO 04 UMBIMA menerima sekitar 100 bibit pohon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Saat penerimaan bibit pohon kita melakukan pemeriksaan kondisi tanaman yang diterima, mencatat jenis dan jumlah tanaman, serta mempersiapkan lokasi penanaman. Penting untuk memastikan tanaman dalam kondisi sehat dan sesuai dengan pesanan sebelum melakukan penanaman. Selain itu, proses verifikasi dan penyiapan lahan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan serta kebutuhan spesifik setiap jenis tanaman. Tahapan ini mencakup pemeriksaan karakteristik tanah, ketersediaan sumber air, dan jarak tanam agar tanaman dapat tumbuh optimal. Penataan lahan yang baik tidak hanya membantu dalam mempermudah proses penanaman, tetapi juga meningkatkan peluang keberhasilan pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang. Beberapa literatur menegaskan bahwa persiapan lokasi tanam yang tepat sangat menentukan tingkat adaptasi bibit terhadap lingkungan barunya (Sutaryo, 2. Oleh karena itu, kegiatan P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 survei lahan dan penyesuaian kondisi lingkungan menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan penanaman dilakukan. Gambar 2. Melalukan penanaman pohon Proses melakukan penanaman tanaman yang sebelumnya mahasisiwa KKN POSKO 04 UMBIMA sudah diberi oleh dinas lngkungan hidup (DLH) sekitar 100 bibit pohon, disini juga kita melakukan penanaman bibit pohon disetiap dusun di desa risa, dan pada saat melakukan penanaman ini semua tanaman dalam kondisi siap untuk ditanam harapannya semua tanaman ini dapat hidup sehingga dapat menimbulkan dampak positif bagi lingkungan di desa risa yang dapat menjadi salah satu dorongan untuk bisa terus melakukan hal-hal yang sama untuk menciptakan ruang hijau untuk bersama. P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 Gambar 3. Membersihkan Sampah dan rumput liat minggu ke-2 setelah melakukan penanaman bibit pohon, di sini kita membersihkan sampah dan rumput liar disekitar pohon untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar pohon tersebut. Pembersihan rumput liar ini penting agar pohon dapat tumbuh dengan baik tampa gangguan dari tanaman liar yang bisa mengambil nutrisi dan air dari tanah di sekitsr pohon. Membersihkan area sekitar bibit pohon juga memungkinkan air hujan dan air penyiraman meresap ke akar lebih baik sehingga akar mendapatkan cukup air. Lingkungan yang bersih dari sampah dan rumput liar tidak hanya membantu pertumbuhan tanaman tetapi juga menambah P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 keindahan dan kenyamanan, sehingga mendukung kelestarian lingkungan hijau yang Gambar 4. Penyiraman tanaman Disini kita melakukan penyiraman bibit pohon sebagai bagian dari perawatan agar tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan optimal, dan mencegah terjadinya kerusakan akar sehingga bibit dapat tumbuh kuat dan berfungsi sebagai bagian dari upaya penghijauan lingkungan. Penyiraman yang cukup membantu tanaman mendapatkan air yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis dan pertumbuhan. Tabel 1. Data Rebiosasi Penghijauan di desa risa : NO. NAMA DUSUN JUMLAH POHON TGL/BULAN/THN DUSUN LAHEKO 20/ JULI/ 2025 DUSUN LAWONTU 20/ JULI/ 2025 DUSUN DORO LOPI 21/ JULI/ 2025 DUSUN GUNAWAKTU 21/ JULI/ 2025 JUMLAH KESIMPULAN Tujuan dari kegiatan penghijauan lingkungan ini untuk menghidupkan kembali estetika alam, pohon sebagai freshner udara, serta mitigasi banjir. Hasil yang diperoleh meliputi terciptanya suasana yang segar, sehat, dan sejuk, alam menjadi terawat dan bersih, serta bertambahnya pengetahuan baru untuk melakukan penghijauan melalui penanaman bibit pohon. Penulis memberikan saran kepada warga untuk bersama-sama mengatur jadwal membersihkan lingkungan dan memanfaatkan sedikitnya lahan demi upaya penghijauan yang menjadikan alam sebagai sumber kehidupan. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat di desa risa tentang manfaat penghijauan lingkungan semakin meningkat. Masyarakat dapat berperilaku bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan menjadi rapi dan bersih. P-ISSN 3047-4027 | E-ISSN 3046-4838 Jurnal Penelitian. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. 2 September 2025 lingkungan perumahan terlihat lebih hijau dan asri dengan ditanamnya beberapa jenis tanaman yang hasilnya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar. Menciptakan ruang terbuka hijau baru di lingkungan desa risa yang sebelumnya tidak DAFTAR PUSTAKA