Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. BIMBINGAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN BERAGAMA REMAJA DI DESA KRAMAT GAJAH KECAMATAN GALANG Indah Sari1. Eka Zuliana2 Universitas Al Washliyah Medan1, 2 Email, , indahsari1212kk@gmail. com 1, 2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bimbingan yang dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan kesadaran beragama remaja di Desa Kramat Gajah Kecamatan Galan, melalui penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang dilakukan melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Kesadaran beragama pada remaja di dusun I desa kramat gajah kecamatan galang tercermin pada sikap beriman kepada Allah dengan berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sikap ibadah kepada Allah dengan berusaha menjalankan ibadah shalat, puasa dan zakat, sikap akhlak tercermin dari perilaku yang suka tolong menolong, berpakaian yang sopan, bertutur kata yang baik serta berprilaku yang santun. Peran bimbingan orangtua dalam menumbuhkan kesadaran beragama remaja yakni dengan mendidik, mengarahkan dan menuntun anak-anak pada pengamalan nilai-nilai keagamaan melalui metode pembiasaan shalat ke masjid, mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan metode nasihat serta menjadi suritauladan bagi keluarganya. Kata Kunci : Bimbingan Orang Tua. Kesadaran Beragama PENDAHULUAN Memperkenalkan ajaran agama kepada anak sejak dini akan mempengaruhi pembentukan kesadaran dan pengalaman keagamaan Allah swt memerintahkan semua orang tua untuk mendidik anakanaknya dan bertanggung jawab atas pengasuhan mereka. Manusia dilahirkan sebagai makhluk yang sudah memiliki potensi alam. Oleh karena itu, di dalam Al-Qur'an, dari sudut pandang pendidikan, manusia adalah makhluk yang lahir dalam keadaan suci, dan pendidikan dapat mengubahnya dan menjadikannya konkret. (Yunahar Ilyas dan Muhammad Azhar 1999, . Kata fitrah ini disebutkan dalam AlqurAoan surat Ar-Ruum ayat 30 yang berbunyi :Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. etaplah ata. fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itula. agama yang lurus. kebanyakan manusia tidak mengetahui. Didalam hadis yang diriwayatkan oleh Aswad Ibnu SyariAo(Sayyid Ahmad Al-Hasyim Bek 1984, . Menceritakan kepada kami Al-QaAonabi dari Malik dari Abi Zinad dari Al-AAoraj dari Abu Hurairah r. a berkata: Rasulullah SAW bersabda: setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah yaitu suci bersih, kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi. Nasrani atau MajusiAy. Abdulah Nashih Ulwanmengungkapkan bahwa orang tua bertanggung jawab untuk membimbing anak-anak dengan iman dan moralitas, untuk kedewasaan intelektual dan keseimbangan fisik dan psikologis, dan untuk memiliki pengetahuan yang bermanfaat dan budaya yang beragam. Orang tua juga harus memilih guru dan pendidik bagi anaknya agar dapat menunaikan kewajiban mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya berdasarkan ajaran Aqidah, akhlak dan Islam. (Amaliati 2020, . Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. Tugas utama keluarga membesarkan anak-anak dengan meletakkan dasar pendidikan moral dan sikap religius terhadap kehidupan. Sifat dan kepribadian anak terutama diwarisi dari orang tua dan keluarga lainnya. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan mereka sangat membutuhkan bimbingan dan bimbingan untuk memahami dirinya sendiri. Sebab, keegoisan dan rasa ingin tahu mereka sangat tinggi, karena penasaran. Remaja dapat mengasah spiritualitasya mellaui kegiatan kerohanian dalam mempelajarai agama serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (Frimayanti 2015. Pada zaman modern ini, perkembangan remaja harus menjadi perhatian besar, sebab menipisnya moral dan kepercayaan manusia yang mulai terkikis masa. Apalagi remaja memiliki sikap dan minat yang sangat rendah terhadap mata pelajaran agama. Pada umumnya remaja yang rentan terhadap masalah agama karena bergantung atau menyimpang dari kebiasaan nilai-nlai yang berkembang dan tumbuh di masyakarat berdasakan nilai keIslaman, atau semangat beragama yang rendah. Padahal secara hakikat masa remaja diawali dengan kecenderungan untuk mengkaji dan memikirkan agamanya. Bereda degan masa kanak-kanak yang pemahaman agama hanya sebatas penerimaan yang dngkal. Tetapi remaja, sudah masuk kepada tahap yang lebih kritis. Bahkan, orang tua saat ini, diakui atau tidak, sering mendisiplinkan anak-anaknya karena kesibukannya. Orang tua menuntut anak-anak mereka untuk mematuhi perintah ini tanpa bertanya atau membahas terlalu banyak pertanyaan. Anak-anak diperlakukan seperti robot tanpa mempertimbangkan efek psikologis pada mereka. Pada saat yang sama, semakin sedikit orang tua yang memberikan waktu kepada anakanaknya, keintiman mereka dengan orang tua menurun tajam, membuat anak-anak mereka merasa tidak nyaman dan jiwa mereka mandul. Oleh Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. karena itu, mereka cenderung mencari jalan keluar untuk memuaskan keinginannya yang selama ini belum diterima dari orang tuanya. (Hawi 2014. Dengan demikian, orang tua adalah aktor utama dalam membesarkan anak-anaknya. Tingkah laku anak sangat tergantung pada perkembangan, bimbingan orang tua. Orang tua bertanggung jawab penuh dalam membesarkan anak-anaknya. Orang tua mencontohkan peran anak dalam lingkungan keluarga dalam berbagai hal, mulai dari ibadah, bahasa, sikap, perilaku hingga etika sehari-hari. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang menuntut anak untuk menyesuaikan diri dengan baik sesuai usia dan Orang tua adalah sumber belajar pertama dan terpenting bagi seorang anak untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang secara Kualitas pengasuhan orang tua mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Orang tua adalah penopang nilai-nilai sosial dan standar Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Maka peneliti mengangkat permasalahan mengenai Aubimbingan orang tua dalam menumbuhkan kesadaran beragama remaja di Desa Kramat Gajah Kecamatan Galang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk memahami fenomena yang terjadi di lokasi penelitian, dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata atau narasi dari suatu fenomena, dan tidak untuk mencari hubungan variabel, ataupun menguji hipotesis. (Azwar 1998, . Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan tentang kesadaran orangtua dalam meningkatkan pendidikan agama Islam pada anak remaja yang diterapkan di lingkungan tersebut. Jadi, penulis akan menguraikan dan menganalisa sejauh mana berfungsinya kesadaran orangtua dalam meningkatkan pendidikan agama Islam pada anak remaja, khususnya di desa Kramat Gajah Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang, baik berupa sikap orangtua sesuai dengan data yang diperoleh. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data merupakan tahap yang penting dan menentukan dalam penelitian (Andi Mappiare AT 2009, . Menurut miles dan Huberman, kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi (Nazir 2003, . Untuk memeriksa data yang diproleh dalam penelitian ini digunakan teknik teknik triangulasi, untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (J 2009, . Dengan demikian, triangulasi berarti cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan zaman yang semakin pesat, menciptakan generasi baru yang terpengaruh oleh perkembangan zaman, maraknya kasus-kasus asusila, dan pelanggaran syariat Islam dan konstitusi yang sebagian besar pelakunya adalah remaja, dan terjadinya kasus-kasus tersebut. kesadaran beragama yang mengakar dalam jiwa remaja. Kesadaran beragama remaja dapat dipengaruhi oleh tumbuhnya kesadaran beragama, baik dalam kualitas akhir masa kanak-kanak maupun dalam perkembangan remaja. Selain itu, kesadaran beragama dipengaruhi oleh aspek lain dari jiwa dan keadaan lingkungan anak muda. Agama adalah pedoman hidup atau kehidupan manusia yang diyakini dapat mewakili ikatan yang kuat, membimbing jalan yang lurus, dan menunjukkan cara untuk mencapai kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketentraman jiwa. Kesadaran beragama yang muncul sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT terdiri dari menjalankan segala perintahnya, menjauhi segala larangan, shalat lima waktu, berpuasa, dan membaca Alquran. Diharapkan dapat mengamalkannya dengan sungguh-sungguh dan mengambil pelajaran dari ibadah tersebut. Di Desa Kramat Gajah Dusun I pandangan remaja-remaja tentang ibadah mulai berkembang dan hampir semua remaja menyadari bahwa beribadah kepada Allah itu wajib, namun tetap menjalankan ibadah, terjadi ketidak stabilan. Pemuda di Desa Kramat Gajah. Dusun I, mengaku sering melewatkan shalat lima waktu. Dari lima waktu shalat yang ada, shalat yang paling banyak ditinggalkan adalah shalat subuh, disusul dengan shalat Ashar, dan para remaja meyakini bahwa shalat itu wajib. Oleh karena itu, pentingnya kesadaran beragama pemuda memerlukan pembinaan dan pengembangan. Hal ini menunjukka bahwa besar keterkaitan antara unsur kognitif, emosional, dan psikomotor seseorang untuk dapat menentukan bentuk sikap religius seseorang. Mengembangkan sikap kesadaran beragama dan pengalaman beragama pemuda, mengembangkan dan mengembangkan potensi jasmani dan rohani pemuda, agar bermoral, pribadi dan berakhlak Karena manusia diciptakan Tuhan di dunia ini dan bertindak sebagai harifas untuk memakmurkan bumi, memperkuat alam semesta, dan membangun peradaban, ketertiban, dan kedamaian hidup. Adanya kesadaran beragama dapat menjadikan hidup manusia lebih terarah dan memenuhi kewajibannya sebagai khalifah dengan baik. Peran orang tua kepada anak-anaknya yaitu membimbing untuk beribadah kepada Tuhan. Meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT, melaksanakan perintahnya, dan mampu menghindari segala larangannya. Untuk menentukan baik tidaknya kepribadian seorang anak tergantung dari perkembangan orang tua, orang tua harus menjadi sumber belajar pertama bagi anak dan orang tua harus dapat menjadi panutan bagi anak. Kesadaran beragama remaja berasal dari bimbingan dan perhatian orang tua. Sebagai orang tua, saya membiasakan anak-anak saya untuk sholat di masjid setelah Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. kegiatan hari besar Islam. Adalah tugas orang tua untuk mendirikan organisasi kepemudaan sebagai aset fundamental kehidupan di masyarakat. Contoh berbagi tentang bagaimana mengajari anak-anak apa komitmen mereka untuk beribadah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pada hakekatnya semua orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh dan berbakti, baik orang tua, maupun dapat membantu masyarakat. Bagi umat Islam, kepemimpinan berarti tidak hanya menaati alam, tetapi juga menjalankan perintah Allah. Ada beberapa cara dan langkah untuk meningkatkan kesadaran beragama: . Kebiasaan dan metode model. Orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya untuk mendidik dan membangun kepribadian yang baik. Orang tua mencerminkan perilaku anaknya dan selalu mengajak anaknya untuk mengamalkan agama ini secara benar dan Menjalankan ibadah dengan baik dan benar. Bimbingan orang tua sangat urgen dalam membina kesadaran beragama, di satu sisi orang tua bertanggung jawab atas keturunannya, di sisi lain orang tua adalah pendidik, motivator dan fasilitator bagi tumbuh kembang anaknya serta berfungsi sebagai pribadi. Sebagaimana dalam firman Allah dalam Q. Luqman ayat 17-19, yang berbunyi: Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah . mengerjakan yang baik dan cegahlah . dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan . leh Alla. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara Ayat di atas, menjelaskan peran orang tua dalam membimbing anakanaknya untuk meningkatkan kesadaran beragama. Sebagai orang tua, kita perlu membimbing remaja untuk selalu beribadah kepada Tuhan. Selanjutnya saya akan menjelaskan lebih detail tentang pentingnya pendidikan agama yang harus diberikan kepada anak-anak sebagai generasi Tujuan pembinaan/pendidikan adalah untuk mempersiapkan anakanak untuk pekerjaan duniawi dan akhirat saat mereka tumbuh dewasa. PENUTUP Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang Tugas utama keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orangtuanya dan dari anggota keluarga lainnya. Kesadaran beragama pada remaja di dusun I desa kramat gajah kecamatan galang tercermin pada sikap beriman kepada Allah dengan berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sikap Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. ibadah kepada Allah dengan berusaha menjalankan ibadah shalat, puasa dan zakat, sikap akhlak tercermin dari perilaku yang suka tolong menolong, berpakaian yang sopan, bertutur kata yang baik serta berprilaku yang Peran bimbingan orangtua dalam menumbuhkan kesadaran beragama remaja yakni dengan mendidik, mengarahkan dan menuntun anakanak pada pengamalan nilai-nilai keagamaan melalui metode pembiasaan shalat ke masjid, mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan dan metode nasihat serta menjadi suritauladan bagi keluarganya. Referensi