ISSN e-ISSN: - SOSIALISASI ANTI BULLYING. NARKOBA DAN MEROKOK MELALUI SEMINAR DI SDN 1 CEPOKOMULYO DAN SDN 2 CEPOKOMULYO Ahmad Labib1 ahmadlabib@stik-kendal. Mahmudah2 Email: mmahmudah143@gmail. Siti Chotijah3 Email: stichotijah54@gmail. Irsan Ainur Rohmat4 Email: irsanar5758@gmail. Irwan Rindho5 Email: irwanrindho52@gmail. Bahrudin6 Email: bahrudinot313@gmail. Khumaedi7 Email: khumaedi3091@gmail. Arina Manasikana8 Email: arinamanaf254@gmail. Niswah Nafiah9 Email: niswahnafiah26@gmail. Ulin Nuha10 Email: nuha08706@gmail. Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. Abstrak Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu kritis seperti bullying, penyalah gunaan narkoba, dan merokok di kalangan remaja. Ketiga masalah ini sering kali saling berkaitan dengan dampak serius pada Kesehatan mental dan fisik generasi muda. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk bisa meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan bulliying di sekolah sehingga meningkatkan kesehatan anak, memberikan pendidikan kesehatan tentang stop merokok dikalangan remaja dan, mengedukasi sesama terkait bahaya narkoba dan juga dampak yang nantinya akan didapatkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa-siswi SDN 1 Cepokomulyo dan SDN 2 Cepokomulyo kelas 6 guna memberikan bekal untuk jenjang selanjutnya. Sosialisasi dilaksanakan melalui pemutaran powerpoint, ceramah, tanya jawab, dan diskusi bersama. Kata Kunci : Sosialisasi Anti Bullying. Narkoba. Dan Merokok Abstract This socialization aims to raise awareness and understanding among the community regarding critical issues such as bullying, drug abuse, and smoking among teenagers. These three issues are often interrelated and have serious impacts on the mental and physical health of the younger generation. The objective of this community service activity is to enhance students' knowledge in preventing bullying at school, thereby improving children's well-being, providing health education on stopping smoking among teenagers, and educating them about the dangers of drug abuse and its potential consequences. This activity was conducted for 6th-grade students of SDN 1 Cepokomulyo and SDN 2 Cepokomulyo as preparation for their next educational level. The socialization was carried out through PowerPoint presentations, lectures. Q&A sessions, and group discussions. Keywords : Anti-Bullying Socialization. Drugs, and Smoking PENDAHULUAN Masa sekolah dasar (SD) sering kali dinamakan masa emas untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai baik, sehingga dapat DimaSTIKa Vol. No. 1, 2024 menciptakan moral yang baik pada anak didik. Namun, apabila pondasi dasar-dasar Pendidikan dalam pembentukan karakter, watak serta kepribadian anak tidak kuat, maka anak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif. Bullying . hingga saat ini masih menjadi masalah serius yang terjadi di lingkungan sekolah. Bullying merupakan perilaku perundungan atau agresif yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap individu lain secara berulang-ulang dengan tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi Selain di sekolah dan lingkungan sekitar, bullying juga bisa terjadi melalui media digital atau tegnologi, seperti internet, media social, pesan teks, email, atau platform online lainnya. Menjadi korban bullying adalah hal yang tidak menyenangkan, selain mambuat anak merasa tidak nyaman dan kesulitan, juga akan berdampak pada kondisi Kesehatan anak. Korban bullying biasanya rentan mengalami masalh Kesehatan fisik maupun mental, juga dapat memicu perasaan rendah diri, depresi, cemas, serta kesulitan tidur dengan nyenyak. Kondisi ini juga terkadang membuat anak ingin menyakiti diri sendiri. Selain itu anak merasa takut dan malas untuk berangkat ke sekolah. Anak yang mengalami bullying juga mungkin akan berbohong untuk dapat menutupi perilaku yang diterimanya. Anak juga akan mengalami penurunan prestasi akademik. Hal ini di karenakan anak tidak memiliki keinginan atau semangat untuk belajar atau merasa kesulitan untuk focus dalam menerima pelajaran. Dampak lainnya yaitu anak akan membalas dendam. Anak mungkin berpikir untuk melakukan kekerasan pada orang lain sebagai Upaya balas dendam atas perundungan yang di alami. Modernisasi yang sering dikatakan sebagai tonggak awal kemajuan zaman telah memberikan pengaruh dan dampak kemanusiaan yang luar biasa pada masa Faktor social ekonomi dalam masyarakat memicu individu untuk memunculkan perilaku dan pengalaman yang tidak sehat diantaranya ketidakstabilan dalam rumah tangga, kekerasan anak, orang tua perokok, orang tua Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. peminum, akses Kesehatan sulit, polusi lingkungan, perokok berat, peminum berat, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba oleh remaja. Penggunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2024 mengalami penurunan, setelah menurun secara signifikan selama pandemi COVID-19 penggunaan narkoba di kalangan remaja terus stabil pada Tingkat rendah selama empat tahun berturut-turut, menurut hasil terbaru dari survei monitoring masa depan. Kesehatan (NIH). Dengan adanya memberikan pengetahuan terhadap narkoba menjadi salah satu langkah awal pencegahan kenaikan penggunaan narkoba. Remaja adalah kelompok yang heterogeny yang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dan berkembang, tergantung pada kebutuhan dan tahap perkembangan pribadi dan keadaan hidup. Problemetika saat ini banyak remaja yang merokok hanya untuk mengikuti tren zaman yang mengakibatkan adanya kecanduan dengan rokok. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal freesex, rokok, dan narkoba, dan terlibat adanya Tindakan criminal lainnya seperti menyalahgunakan obat terlarang, merokok merupakan salah satu masalah kesehatan karena Tingkat penggunaanya masih tinggi di Indonesia. Pada kesempatan kali ini dalam kegiatan KKN STIK di Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Dalam pemberdayaan memerangi ancaman kenakalan remaja yang semakin meningkat, para mahasiswa melakukan kegiatan sosialisasi penyeluhan melalui AuSeminar anti bullying, narkoba, dan merokokAy dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa, khususnya generasi muda, mengenai bahaya narkoba, merokok, bullying, sebagai bagian dari program KKN STIK. Dari kegiatan yang diselenggarakan menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan social yang ada di masyarakat Desa Cepokomulyo. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang bullying, narkoba dan merokok, juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi generasi muda dari ancaman kenakalan remaja, serta DimaSTIKa Vol. No. 1, 2024 membangun semangat nasionalisme sebagai modal penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan kuat. METODE PENELITIAN Kegiatan PKM ini dilakukan dengan melaksanakan koordinasi dengan mitra Tujuan kegiatan ini untuk menyamakan persepsi kegiatan PkM yang akan Pendekatan dalam melaksanakan PkM dengan Kepala Sekolah dan guru dilakukan dengan komunikasi. Sasaran utama dalam kegiatan PkM kali ini adalah siswa kelas 6 SD Negeri 1 Cepokomulyo dan SD Negeri 2 Cepokomulyo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 10 February 2025 di SD Negeri 1 Cepokomulyo dan hari Selasa 11 February 2025 di SD Negeri 2 Cepokomulyo. Kegiatan dibuka oleh salah satu mahasiswa, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, setelah itu kepala sekolah memberikan sambutan. Edukasi tentang anti bullying, narkoba, dan merokok disampaikan oleh narasumber. Evaluassi kegiatan dilakukan dengan memberikan pertanyaan terbuka atau tanya jawab kepada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa tentang kegiatan yang Untuk membangkitkan semangat siswa dalam sesi ini kami menyediakan beberapa hadiah sebagai apresiasi kepada siswa yang mau bertanya atau menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab ini. Evaluasi berkelanjutan program dilakukan pemantauan setelah kegiatan selesai, kami mengadakan sedikit permainan dan tukar kado bersama siswa/siswi. HASIL DAN PEMBAHAS Hasil Setelah bersilaturahmi dan berdiskusi dengan kepala sekolah, kegiatan PKM ini dilaksanakan hari Senin, 10 february 2025 di SD Negeri 1 Cepokomulyo, dan hari selasa, 11 February 2025 di SD Negeri 2 Cepokomulyo. Antusias siswa dalam kegiatan ini sangat tinggi dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari siswa. Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah dengan metode ceramah, tanya jawab, forum diskusi, dan video. Metode ini sangat efektif digunakan karena mahasiswa dan siswa sama, keduannya memiliki peran aktif dalam proses Siswa dan pengajar bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri atau pembelajaran orang lain. Kegiatan sosialisasi anti bullying, narkob dan merokok dilingkungan sekolah meliputi : pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan kepala sekolah, perkenalan mahasiswa KKN dengan siswa/siswi SD Negri 1 Cepokomulyo dan SD Negeri 2 Cepokomulyo, sosialisasi anti bullying, narkoba dan merokok, sesi tanya jawab, penutup, acara tukar kado, foto Bersama siswa/siswi dan guru. Berikut dokumentasi kami dilapangan : SD Negeri 1 Cepokomulyo SD Negeri 2 Cepokomulyo Kami mengangkat kasus bullying, narkoba, dan merokok karena disini semakin banyak kasus kenakalan remaja yang terjadi di sekolah maupun diluar sekolah. DimaSTIKa Vol. No. 1, 2024 Kelestarian bangsa dapat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya, yaitu kualitas yang terkait dengan Kesehatan mental dan fisik terutama generasi anak-anak. Hal ini sejalan dengan. Sri Mulyani yang menyebutkan indicator kemajuan suatu bangsa berbarengan dengan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang memilikinya atau kemajuan suatu bangsa sudah pasti selalu terikat dan ditentukan oleh kualitas manusianya, demikian disampaikannya pada media online CNBC Indonesia. ( CBNC Indonesia, 2021 ). Pembentukan generasi berkualitas tergantung kelestariannya Ketika suatu bangsa terancam oleh factor lingkungan generasi itu dibentuk. Pada lembaga pendidikan anakanak maupun remaja dibentuk menjadi generasi penerus bangsa, dengan berbagai macam nama seperti sekolah, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan non Hal ini sejajar dengan pandangan Ki Hadjar Dewantara, kebudayaan Indonesia terancam oleh individualism, egoisme, dan materialisme barat dan memperingatkan bahwa tanpa menumbuhkan nilai-nilai kebudayaan dan kepribadian bangsa niscayalah kita hanya akan mendapat pergerakan borjuis, yang hanya akan memberi kenikmatan pada borjuis, yakni orang-orang kaum atasan dan pertengahan sedangkan rakyat akan terus sengsara. Pembahasan Bullying bisa saja terjadi kepada siapa saja dan dimana saja. Baik di dunia nyata seperti sekolah, rumah, maupun di dunia nyata. Bullying menjadi salah satu masalah serius yang merambah dunia Pendidikan. Bahkan bullying di sekolah sudah berujung pada kematian siswa. Bullying di sekolah bisa terjadi karena beberapa factor, di antaranya faktor orang tua, faktor lingkungan, faktor teman sebaya, faktor media social, dan faktor iklim sekolah. Setiap orang tua adalah sole model untuk anak-anaknya sehingga perilaku mereka mudah untuk ditiru. Oleh karena itu, dapat di artikan bahwa kecenderungan orang tua mendidik dengan kasar dapat memberikan dampak kepada anak untuk bersikap semaunya. Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI . , bullying ada beberapa jenis, yaitu bullying secara fisik seperti tindakan memukul, mendorong, mengigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang yang dimiliki orang Bentuk perilaku penyimpangan yang terjadi pada siswa SD tidak hanya berupa kekerasan yang merupakan salah satu bentuk dari perilaku agresif. Kenyataannya, hal-hal yang sering kita pandang sebagai perilaku yang wajar dilakukan oleh anak usia SD tergolong dalam penyimpangan perilaku. Mulai dari mengejek temannya, memukul, mencubit, menjambak, dan menjegal temannya saat sedang berjalan. Pengetahuan tentang bullying untuk anak SD sangatlah penting untuk di tingkatkan dikarenakan pada anak sekolah dasar termasuk dalam kategori anak usia sekolah yang rentan mempunyai masalah dengan temannya dan belum mampu mengontrol emosinya dengan baik sehingga dapat beresiko melakukannya pembullyian dalam bentuk fisik, verbal maupun psikologis pada setiap temannya di sekolah. Selain bullying, narkoba juga menjadi salah satu kenakalan remaja. Maraknya penyalahgunaan narkoba dikarenakan kurangnya pengetahuan, sosialisasi atau penyuluhan tentang bahaya dan dampak yang dihasilkan dari narkoba dan Penyalahgunaan ini berdampak buruk untuk kehidupan baik bagi individu . atau masyarakat. Banyaknya khasus yang terjadi akhir-akhir ini pelaku terdiri dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang Dampak penggunaan narkoba merujuk pada berbagai macam aspek baik dalam kesehatan, prikologis, material, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Bahaya penggunaannya dapat berpengaruh besar pada masyarakat sekitar. Meski sudah seringkali dianggap hal yang tabu, namun tentu tugas masyarakat lainnya harus membantu melakukan penyuluhan maupun sosialisasi tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba dengan tujuan untuk mengedukasi para masyarakat lainnya dan juga manyadarkan para oknum akan bahaya dari narkoba tersebut. DimaSTIKa Vol. No. 1, 2024 Narkoba merupakan zat adiktif berbahaya yang merupakan singkatan dari Narkotika. Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya. Selain itu narkoba juga suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis, yang digunakan untuk penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi rasa nyeri, bahkan hal lainnya. Narkotika terdiri dari tiga golongan dan setiap golongan tersebut memiliki dampak dan kegunaannya masing-masing. Narkotika juga sangat berbahaya jika dikonsumsi secara lansung dan tidak sesuai dengan kepentingan pelayanan Kesehatan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi negara Indonesia yang melarang penggunaan narkotika dalam kehidupan sehari-hari selain itu untuk kepentingan pelayanan kesehatan. Larangan dalam menggunakan narkoba karena dapat membuat rasa ketergantungan yang ditimbulkan. Melalui beberapa golongan yang diciptakan, memiliki dampak dan penggunaan yang berbeda-beda. Merokok merupakan salah satu yang menjadi masalah internasional, meskipun telah banyak kampanye yang telah mengedukasi tentang bahayanya merokok, angka perokok terutama dikalangan remaja masih tinggi. Sosialisasi ini bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dampak merokok, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Akibat yang dapat ditimbulkan dari rokok menjadi penyumbang peningkatan kematian di dunia. Masa remaja juga disebut sebagai masa perubahan, ini termasuk perubahan emosi, kinerja tubuh, minat dan pola piker dan pola perilaku. Relevansi perokok remaja usia 10-18 tahun di Indonesia meningkat setiap tahunnya, remaja mulai dapat meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk dapat mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa, namun banyak remaja yang berperilaku negative yaitu perlaku merokok. Salah satu faktor perilaku perokok pada remaja pria dapat berhubungan dengan orang tua yang perokok, terkadang perokok pada remaja dihubungkan Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. dengan keluarga yang mengalami perceraian yang menyebabkan peningkatan kebiasaan merokok serta prestasi akademik yang rendah. Metode hypnoterapi menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk membantu berhenti merokok. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk dapat merubah perilaku dengan menggunakan pendekatan secara psikologis merupakan relaksi yang terarah, peningkatan konsentrasi dan perhatian yang terfokus pada terapis untuk mengerjakan perintah tertentu sambil menghapus akses gangguan secara bersama. Keluarga serta teman-teman dianggap sebagai system pendukung, dan juga kemauan yang kuat dan keinginan memiliki faktor yang membantu untuk berhenti merokok. SIMPULAN Upaya pemberantasan bullying yang paling efektif adalah menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda. Secara garis besar, masalah yang dibahas adalah kesadaran generasi muda akan perannya sebagai agent of change bagi persoalan bullying di Indonesia. Generasi muda harus memiliki cukup pengetahuan tentang bullying, bentuk-bentuk bullying dan dampaknya. Hanya saja terkadang pengetahuan yang cukup itu belum di ikuti dengan kehendak untuk melakukan Tindakan bullying di sekolah khususnya. Artinya terdapat kelemahan dalam diri generasi muda terkait kesadaran untuk mengembangkan budaya kasih saying dalam dirinya sehingga perlu diadakannya penyuluhan atau pemahaman mereka tentang bahaya bullying agar dapat membantu menumbuhkan kesadaran mereka untuk berperilaku anti bullying. Penyuluhan ini bertujuan untuk membuat generasi muda sadar bahwa perilaku bullying menjadi sumber bencana bagi masa depan bangsa dan jiwa generasi muda, karena generasi muda merupakan tonggak terlaksananya perubahan-perubahan dalam suatu bangsa. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan melibatkan guru, orang tua, dan masyarkat dalam Upaya membantu mengatasi bullying di sekolah. Guru harus berulangkali memberikan nasehat-nasehat kepada siswa, khususnya guru kelas DimaSTIKa Vol. No. 1, 2024 yang harus memperhatikan tingkah laku siswanya, memberikan peran baik sebagai pendidik agar siswanya dapat menjadi lebih baik lagi. Serta mempaparkan bagaimana bahayanya dari perilaku bullying bagi kesehatan fisik maupun mental diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekolah yang kondusif membantu mencegah terjadinya bullying. Selain itu perlu adanya kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat yang harus dilakukan oleh siswa agar dapat membangun interaksi yang baik serta dapat bersosialisasi dengan baik di sekolah maupun di lingkungan Narkoba adalah zat adiktif berbahaya yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropikka, dan bahan adiktif lainnya. Selain itu narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi rasa nyeri, bahkan hal lainnya. Psikotropika mempunyai 4 golongan, yaitu untuk edukasi, obat berkhasiat, pengobatan terapi, dan pengobatan berkhasiat yang menimbulkan Dari beberapa golongan ini menunjukkan betapa beratnya bila disalah Meski banyak orang yang mengerti bahwa narkoba berbahaya, namun masih banyak yang belum teredukasi akan penggunaan dan bahayanya narkoba karena masih dianggap tabu oleh beberapa orang. Hal ini dapat dilihat dari beberapa oknum yang menyebarkan secara diam-diam bahkan ada yang terangterangan seperti di online shop yang dikemas dalam makanan, pada rokok dan Maraknya penyalahgunaan narkoba juga disebabkan oaleh kurangnya sosialisasi akan bahayanya yang dihasilkan. Penyalahgunaan ini memiliki dampak buruk pada kehidupan masyarakat maupun individu. Dampaknya bisa dari berbagai macam aspek, baik aspek kesehatan, psikologis, material, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Ahmad Labib, dkk. Sosialisasi Anti BullyingA. DAFTAR PUSTAKA