Vol 2 No. 4 Oktober 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 88 - 105 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI:https://doi. org/10. 69714/z6k6r060 THARIQAH MUBASYARAH PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KELAS Vi MADRASAH TSANAWIYAH MAAoHAD AL-ZAYTUN TAHUN 2024 Izzah Khairunnissa a* a Fakultas Tarbiyah / Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, eyyokh@gmail. Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia. Indramayu. Jawa Barat. *Korespondensi ABSTRACT Learning Methods are an important component in learning. Teachers have an important role in teaching and learning activities, one of the methods that can be applied in learning Arabic is the Mubasyarah Method. The objectives of this study are . to determine the effect of Tariqah Mubasyarah on Arabic language learning . to find a solution if Tariqah Mubasyarah has no effect on Arabic language learning. The method that researchers use in this study is a Quantitative Approach, type of research Quasi Experiment, with the type of design one group pretest-posttest design. Data collection techniques using observation and tests. The research subjects consisted of 30 students of class Vi Mts Ma'had Al-Zaytun. Data analysis carried out is descriptive analysis and inferential analysis, with Hypothesis Test in the form of Wilcoxon Test. Data were analyzed using the Wilcoxon Test because the data were not normally The results of the analysis showed that between the pretest and posttest showed N : 11. Mean: 50 and Sum: 115,50. This shows that there is a decrease in the pretest and posttest scores of 11 students with an average decrease in the pretest and posttest scores. Keywords: Tariqah Mubasyarah. Arabic Language Learning. Methods ABSTRAK Metode Pembelajaran adalah komponen penting dalam pembelajaran. Pengajar memiliki peran penting dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu metode yang bisa diterapkan di pembelajaran bahasa arab yaitu Thariqah Mubasyarah. karena menekankan pada hubungan langsung antara bahasa yang dipelajari dengan pikiran tanpa perantara bahasa ibu. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Efektivitas Thariqah Mubasyarah pada pembelajaran Bahasa arab. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu Pendekatan Kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan satu kelompok uji coba sebelum dan sesudah perlakuan . ne group pretest-posttest Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Subjek penelitian adalah 30 peserta didik yang hanya tediri pada 1 kelas di MTs MaAohad Al-Zaytun. Analisis data meliputi deskriptif dan inferensial menggunakan uji hipotesis yaitu uji wilcoxon. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukan antara pretest dan posttest terdapat penurunan dari nilai pretest dan posttest sebanyak 11 peserta didik dengan rata-rata penurunan 10,50. Pada positive ranks terdapat peningkatan dari nilai pretest dan posttest sebanyak 17 peserta didik dengan rata-rata kenaikan Berdasarkan nilai output test statistic terlihat Asyimp. Sig . -taile. 042 kurang 05 maka ha diterima dan h0 ditolak. Sehingga penggunaan metode mubasyarah efektif pada pembelajaran Bahasa Arab kelas Vi MTs MaAohad Al-Zaytun. Kata Kunci: Thariqah Mubasyarah. Pembelajaran Bahasa Arab. Metode Received June 10, 2025. Revised July 8, 2025. Accepted August 5, 2025. Online Available August 8, 2025 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan bahasa yang berbeda, karena jumlah kosa kata yang lebih besar daripada bahasa Karena faktanya bahwa bahasa Arab digunakan untuk berkomunikasi di antara negara-negara, bahasa Arab dianggap sebagai bahasa internasional. Di zaman sekarang, bahasa Arab dapat dipelajari di mana saja, bukan hanya di sekolah. Untuk membuat belajar bahasa Arab lebih mudah, tidak hanya diperlukan fasilitas yang cukup, tetapi juga metode yang beragam dan inventif. Kursus bahasa Arab bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar berbahasa, yang terdiri dari empat kemampuan: mendengar . stima'), berbicara . , membaca . iro'a. , dan menulis . Oleh karena itu diharapkan bahwa mereka mampu mengakses berbagai referensi berbahasa Arab. Diharapkan peserta didik mampu menguasai empat bahasa dengan baik. Metode adalah salah satu aspek pendidikan bahasa yang paling sering diperhatikan Karena metode menentukan isi dan pendidikan bahasa, program pendidikan bahasa seringkali bergantung pada keberhasilannya (Tohri, 2. Thariqah Mubasyarah adalah terjemahan dari bahasa Indonesia metode langsung. Berbeda dengan metode al-qawaAoid wa al-tarjamah yang cenderung statis dan mekanis, metode ini, menurut Azhar Arsyad (Arsyad, 2. , menawarkan pendekatan yang lebih natural dan komunikatif. Metode ini beranggapan bahwa pembelajaran bahasa asing paling efektif jika dilakukan melalui interaksi langsung dengan bahasa tersebut, sejalan dengan cara anak kecil belajar bahasa ibu mereka (Bakri M. , 2. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor, namun metode pembelajaran memegang peranan yang sangat krusial. Seberapa baik pun materi pelajaran yang disajikan, tanpa metode yang tepat, siswa tidak akan mencapai tingkat pembelajaran yang optimal. Akibatnya, seorang pendidik harus memahami berbagai pendekatan pembelajaran untuk memilih yang terbaik untuk diterapkan di kelas. Hal ini sangat penting, terutama untuk mengajar bahasa Arab, yang sering dianggap sebagai bahasa yang sulit. Dengan memilih metode yang tepat, pendidik dapat membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal (Yeniga Helmi, 2. Metode pembelajaran ini berpusat pada praktik langsung. Peserta didik dilatih untuk mengidentifikasi objek-objek dan menggunakannya dalam konteks percakapan bahasa Arab. Dengan cara ini, diharapkan peserta didik dapat dengan cepat menguasai kosakata dan keterampilan berbicara (Qudrotulloh. Sudjani, & Indra, 2. Untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, seorang pendidik harus menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai. Metode langsung (Direct Metho. merupakan salah satu metode terbaik untuk memfasilitasi kemampuan berkomunikasi peserta didik dalam bahasa Arab atau bahasa asing yang sedang ingin dipelajari. Penerapan metode pembelajaran yang tidak didasari pemahaman yang mendalam akan berdampak negatif pada proses pembelajaran. Metode yang salah dapat menghambat tujuan Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap karakteristik suatu metode sangatlah penting. Banyak pendekatan yang biasanya digunakan oleh pendidik dalam pendidikan untuk meningkatkan hasil Thariqah Mubasyarah, atau metode langsung, adalah salah satu metode untuk mengajar bahasa Arab. Pendekatan ini termasuk dalam periodesasi perkembangan pendekatan pendidikan. Ada dua kategori metode pendidikan bahasa Arab, yaitu metode tradisional atau klasik, dan metode modern. Peneliti akan mempelajari pendekatan pendidikan bahasa Arab kontemporer, yang difokuskan pada penggunaan bahasa sebagai alat. Artinya, bahasa Arab dianggap sebagai cara untuk berkomunikasi di era sekarang. Akibatnya, kemampuan untuk menggunakan dan memahami kosa kata sangat penting untuk belajar bahasa Arab. Oleh karena itu peneliti cenderung memilih meneliti Thariqah Mubasyarah dalam pendidikan bahasa Arab (Tohri, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan pendidik bahasa Arab kelas Vi MTs MaAohad Al-Zaytun, metode Mubasyarah ini belum diterapkan di kelas Vi MTs MaAohad Al-Zaytun. Karena pada umumnya pendidik hanya memakai metode diskusi dan metode ceramah saat pembelajaran bahasa Arab. Setelah itu, peneliti melakukan observasi untuk mengamati bagaimana peserta didik belajar menggunakan metode ceramah. Hasil penelitian di kelas Vi MT menunjukkan bahwa peserta didik secara umum tidak tertarik dengan metode ceramah karena mereka lebih suka bermain sendiri, berbicara, atau tertidur. Oleh karena itu peneliti ingin memperkenalkan metode Mubasyarah untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab pada kelas Vi karena cara penerapan metode ini langsung menggunakan bahasa Arab. Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs MaAohad Al-Zaytun. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya bermanfaat sebagai pedoman praktis dalam pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga sebagai referensi teoritis yang menambah wawasan dalam bidang ilmu pendidikan, khususnya pembelajaran bahasa Arab. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Thariqah Mubasyarah Kajian Teori Thariqah Mubasyarah (Metode Langsun. Thariqah Mubasyarah adalah Aumetode langsung yang mengutamakan keterampilan berbicaraAy. Metode ini muncul setelah Thariqah Tarjamah, didasarkan pada gagasan bahwa bahasa adalah organisme dan tidak mampu tersampaikan secara utuh (Rahmah. Risa, & Muzdalifah, 2. Thariqah Mubasyarah dimulai dengan pendidik memberikan materi dalam bentuk dialog ringkas yang menggunakan bahasa sehari-hari. Gerakan, isyarat, dramatisasi, atau gambar menyajikan materi secara lisan. Jika diperlukan, peserta didik dapat dibawa ke dunia nyata (Wahyudin, 2. Metode langsung menekankan hubungan langsung antara bahasa yang dipelajari dan pikiran tanpa perantara bahasa ibu. Proses belajar bahasa kedua dianggap sama seperti belajar bahasa pertama, yaitu melalui penggunaan aktif dalam komunikasi lisan (Fajrin. Walfajri, & Khotijah, 2. Dalam metode ini, peserta didik diajak untuk berbahasa Arab secara langsung dan intensif melalui kegiatan mendengarkan dan berbicara (Hapid, 2. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berpartisipasi aktif melalui aktivitas menarik seperti drama, gambar, dan permainan. Metode ini menekankan pengalaman nyata dan struktur kalimat (Baroroh & Rahmawati, 2. Pelajaran dimulai dengan percakapan bahasa target, tanpa Tata bahasa diajarkan secara induktif (Siregar & Nurhakim, 2. Metode ini mengintegrasikan tiga pendekatan: psikologi, fonetik, dan alamiah. Psikologi menekankan aspek afektif dan kognitif, fonetik fokus pada keterampilan mendengarkan dan berbicara, sedangkan alamiah menciptakan lingkungan belajar kondusif (Siregar & Nurhakim, 2. Pemilihan metode tergantung pada tujuan pembelajaran. Metode gramatika-terjemah cocok untuk membaca, sedangkan metode langsung untuk berbicara. Keselarasan antara pendekatan, metode, dan teknik sangat penting (Arif, 2. Keterampilan menyimak dan berbicara menjadi fokus. Fonologi mempelajari pola bunyi, morfologi mempelajari struktur kata, dan sintaksis menyusun kata menjadi kalimat (Maulidiah & Saragih, 2019. Fahmi & Abidin, 2. Keberhasilan metode bergantung pada kemampuan pendidik menyajikan dialog dan peserta didik Metode adalah langkah konkret dalam pengimplementasian pembelajaran (MaAorifataini. Kaidah nahwu wadhifi diajarkan melalui contoh. Peserta didik menyimpulkan kaidah dari dialog, tanpa penerjemahan ke bahasa ibu. Metode Mubasyarah menekankan penggunaan bahasa Arab langsung dalam konteks autentik (Nisa & Hasfikin, 2. Langkah-langkah penerapan Thariqah Mubasyarah Para pendidik harus memperhatikan prosedur penggunaan Thariqah Mubasyarah agar metode tersebut dapat digunakan dengan baik selama kegiatan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan materi, media, dan sumber belajar. Tahap pendahuluan memulai kegiatan pembelajaran dengan apersepsi, mendorong peserta didik menghubungkan materi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Pendidik menerapkan pendekatan aktif dengan melibatkan peserta didik secara langsung. Contohnya: A IN A: AA A N CEIA: AA A II OI O N ECEI A: AA A II IE OA: AA A I NN A: AA JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 A NN COA: AA Pendidik dapat memperagakan tindakan menulis untuk memperkuat pemahaman kata "qalam", membawa tas ke depan kelas untuk menjelaskan "haqibah", dan melakukan simulasi belanja untuk mengajarkan kata "tasyari". Peserta didik dibimbing berdiskusi bergiliran. Peserta yang lebih maju diberi kesempatan untuk berbicara sebagaimana contoh yang ditunjukkan. Contoh lisan diberikan untuk menyusun pola bahasa. ACEIA ACOA AI N NA AI NN NNA Contoh di atas menunjukkan pola mubtada Ae khabar dan diulang agar tidak keliru, dibantu dengan alat Sebagai penutup, evaluasi dilakukan melalui pertanyaan dialog. Jika waktu tidak memungkinkan, evaluasi dilakukan melalui tugas rumah (Nuha, 2. Metode ini tidak menggunakan bahasa ibu. Jika peserta didik kesulitan memahami kata-kata, pendidik menggunakan pendekatan seperti memperagakan atau menunjukkan. Kreativitas pendidik sangat dibutuhkan dalam memilih dan membuat media Bahan sederhana seperti gambar, kartu, dan benda di sekitar dapat menjadi alat bantu yang menarik dan efektif. Setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan, namun dengan pemilihan tepat sesuai konteks pembelajaran, kekurangan dapat diatasi dan kelebihannya dimaksimalkan. Karakteristik Thariqah Mubasyarah Thariqah Mubasyarah adalah metode yang menekankan pada interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik. Berikut adalah karakteristik dari metode ini: Metode ini menekankan pentingnya interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik. Pendidik memberikan bimbingan, arahan, dan contoh secara langsung. Peserta didik diajak berpartisipasi aktif, tidak hanya menerima informasi, tetapi juga ikut dalam diskusi, praktik, dan refleksi. Metode ini sering menggunakan situasi nyata atau lingkungan sekitar peserta didik untuk memberikan pengalaman yang relevan. Interaksi langsung memungkinkan peserta didik mendapatkan respon segera dari pendidik untuk pembelajaran yang lebih efektif. Selain aspek kognitif, metode ini juga membentuk karakter dan sikap. pendidik menjadi teladan langsung bagi peserta didik. Hubungan emosional yang terjalin dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik. Ketepatan pelafalan dan tata bahasa ditekankan agar peserta didik terbiasa dan mampu. Kaidah bahasa diajarkan secara induktif. peserta didik diberi contoh terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan. Kelebihan dan Kekurangan Thariqah Mubasyarah Metode langsung bertentangan dengan metode tata bahasa dan terjemah karena dianggap sedikit lebih maju daripada metode sebelumnya. Di antara aspek kelebihannya adalah peserta didik dapat memperoleh keterampilan dalam menyimak dan berbicara melalui disiplin mendengarkan dan penggunaan pola dialog secara teratur, karena metode ini menekankan pada menyimak dan berbicara sebagai bagian penting dari Peserta didik memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan pendidik, yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan. Peserta didik juga dapat memiliki lafal yang relatif lebih mirip dengan penutur asli jika mendapatkan banyak latihan pengucapan yang ketat di bawah bimbingan pendidik. Selain itu, peserta didik dapat termotivasi untuk memahami kosa kata. Metode ini menggunakan model meniru dan menghafal, serta menggunakan sumber pembelajaran visual dan media yang lebih banyak. Namun, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan. Prinsip metode ini mungkin hanya dapat digunakan di sekolah dengan jumlah peserta didik yang kecil, sehingga sulit diterapkan di sekolah dengan jumlah peserta didik yang besar. Metode ini menuntut pendidik yang memiliki kemampuan berbicara setara penutur asli, serta bergantung pada kemampuan pendidik dalam menyajikan materi, bukan hanya membaca buku teks. Penghilangan penggunaan bahasa pertama atau terjemahan bisa menghambat proses pembelajaran, terutama saat menjelaskan kosa kata abstrak atau konsep yang sulit hanya dengan bahasa asing, sehingga peserta didik memerlukan waktu lebih lama untuk memahaminya. Mungkin juga terjadi kesalahan pemahaman terhadap kata atau kalimat dalam bahasa asing, dan kesalahan yang dilakukan oleh pendidik lebih sulit dikenali dibandingkan kesalahan peserta didik, karena pola kesalahan pelajar cenderung Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 lebih konsisten. Selain itu, kurangnya variasi dalam penyampaian materi juga menjadi kekurangan dari metode ini (Hermawan, 2. Penerapan Metode Mubasyarah dalam pendidikan Bahasa Arab Proses penerapan metode ini dimulai dengan tahap pendahuluan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar siap menerima materi baru. Kegiatan awal ini dapat berupa apersepsi, tes awal, atau aktivitas lain yang relevan. Pembelajaran dilanjutkan dengan dialog pendek yang informal dan menggunakan bahasa sehari-hari. Pendidik memperkenalkan kosakata baru melalui benda nyata, tindakan, atau ekspresi wajah. Peserta didik kemudian diminta meniru pengucapan dan memahami makna kata secara berulang. Selanjutnya, peserta didik diberi instruksi untuk menyimak percakapan dan menirukannya hingga lancar. Jika pendidik menilai mereka sudah memahami secara lisan, maka dialog dilakukan secara bergantian. Setelah menguasai dialog, peserta didik akan membaca teks dari buku pelajaran dengan meniru model yang diberikan pendidik. Pembelajaran tata bahasa tidak disampaikan melalui analisis aturan secara mendalam, melainkan melalui contoh kalimat yang menarik agar peserta didik dapat menyimpulkan pola-pola tata bahasa sendiri. Di akhir pembelajaran, dilakukan evaluasi berupa dialog untuk mengukur pemahaman peserta didik dan melihat kemampuan mereka mengimplementasikan materi dalam situasi nyata (Bakri M. , 2. Upaya dan Solusi untuk Meningkatkan Pengaruh Thariqah Mubasyarah Penerapan metode mubasyarah di kelas perlu dievaluasi secara mendalam, terutama terkait efektivitas penyampaian materi dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Meskipun metode ini memiliki potensi besar, hasilnya sangat tergantung pada kualitas implementasinya. Untuk meningkatkan efektivitas, penting memberikan pelatihan khusus kepada pendidik agar mereka menguasai teknik ini dengan lebih baik dan mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif. Selain itu, variasi metode juga perlu dipertimbangkan. Menggabungkan mubasyarah dengan pendekatan lain seperti komunikasi atau pembelajaran berbasis proyek dapat membantu peserta didik yang kurang cocok dengan satu metode tertentu (Aziz, 2. Penggunaan media pembelajaran seperti video, audio, dan alat peraga juga sangat disarankan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konteks pembelajaran. Keterlibatan aktif peserta didik dapat ditingkatkan melalui diskusi kelompok dan permainan bahasa, yang tidak hanya mendorong motivasi belajar, tetapi juga memperkuat kemampuan berkomunikasi. Pemberian umpan balik secara rutin juga penting agar peserta didik memahami kemajuan mereka serta area yang perlu Selain itu, materi pelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan dan minat peserta didik agar lebih relevan dan menarik (Aziz, 2. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, metode mubasyarah diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Arab peserta didik secara lebih optimal, serta menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan menyenangkan. Pembelajaran Bahasa Arab Kajian Teori Pembelajaran Bahasa Arab Di Indonesia, bahasa Arab telah diajarkan sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, mencerminkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas penguasaannya. Meskipun demikian, pembelajaran bahasa Arab masih menghadapi banyak tantangan yang bersumber dari faktor internal dan Faktor internal mencakup aspek linguistik seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, sedangkan faktor eksternal meliputi sosiokultural, historis, serta hal-hal terkait pendidik, peserta didik, sarana prasarana, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar (Zakiatunnisa. Sukma, & Faidah, 2. Untuk menjawab tantangan tersebut, metode pembelajaran bahasa Arab secara langsung (Thariqah Mubasyara. bertujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi peserta didik agar mampu berinteraksi secara fasih dalam bahasa Arab. Ciri utama dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas berbicara. Bahasa Arab digunakan sepenuhnya selama proses belajar, baik oleh pendidik maupun peserta didik. Peserta didik dilatih secara intensif untuk mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab, serta dihindarkan dari penggunaan bahasa lain. Mereka juga diajak mengembangkan dialog sendiri berdasarkan contoh yang diberikan (Siregar & Nurhakim. Pemilihan dan pengembangan bahan ajar dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan, disertai evaluasi dan penyusunan materi remedial secara terencana (Wahyudin, 2. Pembelajaran merupakan proses JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 sistematis yang bertujuan mencapai hasil belajar tertentu, sebagaimana ditegaskan dalam Q. Al-Baqarah . :31 yang menyiratkan pentingnya kemampuan untuk memahami dan menyebut nama-nama benda sebagai bentuk penguasaan bahasa. aCOIA a aAEA a aA aN IA a A aA a aAEac aIa a aaI eEa aI a aEEac aN a acIA a AaOA a aAO E aIEE aa AaCaEa a I OIO a aIa aN aaeEa Ia aE I a IA Artinya : AuDan dia mengajarkan kepada Nabi Adam semua nama benda-benda itu. Kemudian dia memberikannya kepada para malaikat dan berkata, "Jika kamu benar-benar orang yang benar, sebutkanlah nama benda-benda itu kepadaku. Ay!Ay Oleh karena itu, pendidik harus mampu mengelola interaksi antara peserta didik dan materi ajar secara Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidik, motivasi belajar peserta didik, metode, media, sarana, dan lingkungan belajar. Kesungguhan peserta didik serta keterampilan pendidik menjadi faktor utama yang perlu dioptimalkan, karena sesuatu yang dilakukan dengan sungguhsungguh akan menghasilkan hasil yang maksimal (Supriadi. Akla, & Sutarjo, 2. Selain itu, penguasaan bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan perkembangan kognitif peserta didik. Menurut Piaget, kemampuan berbahasa tergantung pada perkembangan intelektual, sedangkan Vygotsky berpandangan bahwa kemampuan bahasa dapat mempengaruhi perkembangan kognitif seseorang. Kedua teori ini sama-sama berperan dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab. Sayangnya, masih banyak pendidik yang belum memahami teori-teori ini secara mendalam, sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan belum sepenuhnya selaras dengan perkembangan kognitif peserta didik (Kurniawan. Ilmi. Authar, & Wargadinata, 2. Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum merupakan rencana sistematis yang mencakup seluruh aspek pembelajaran, mulai dari tujuan hingga metode evaluasi. Kurikulum menjadi dasar bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona. Dalam pembelajaran bahasa Arab, kompetensi kebahasaan menjadi fondasi utama, mencakup kemampuan memahami dan memproduksi bunyi, penggunaan struktur kalimat yang benar, serta penguasaan kosakata yang luas. Selain itu, kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan berinteraksi secara efektif dengan penutur asli, sedangkan kompetensi budaya menekankan pemahaman terhadap konteks sosial dan budaya penggunaan bahasa Arab. Tujuan pendidikan bahasa Arab diarahkan pada peningkatan kemampuan peserta didik dalam tiga aspek utama, yaitu: . linguistik, yang meliputi sistem bunyi, kosakata, dan tata bahasa. pragmatik, yang menitikberatkan pada penggunaan bahasa dalam berbagai situasi komunikasi. sosiokultural, yang mencakup pemahaman terhadap nilai-nilai, norma, dan adat masyarakat Arab (Setyabudi. Syamsuddin, & Hanifuddin, 2. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab bertujuan agar peserta didik dapat memahami dan menggunakan bahasa Arab secara aktif melalui keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Pembelajaran ini juga berperan dalam membentuk sikap positif terhadap bahasa dan budaya Arab. Tujuan pembelajaran bahasa Arab mencakup tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran ini merupakan proses kompleks yang mencakup berbagai komponen, sehingga pencapaian tujuan secara optimal memerlukan keselarasan antara kompetensi pendidik, motivasi peserta didik, kualitas sumber belajar, serta metode, media, dan evaluasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tujuan Metode Pembelajaran Bahasa Arab Metode pendidikan bahasa merupakan sistematika penyampaian materi yang didasarkan pada pendekatan Misalnya, pendekatan aksiomatik menghasilkan metode yang lebih prosedural. Intinya, metode adalah jalur sistematis yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa. Metode pembelajaran juga menjadi pendekatan yang digunakan pendidik untuk menciptakan interaksi efektif dengan peserta Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 didik, agar mereka termotivasi belajar. Oleh karena itu, pendidik perlu terus mengembangkan metode agar materi pelajaran tersampaikan secara baik dan mudah dipahami (Saharudin, 2. Dalam perkembangan pembelajaran bahasa Arab, terdapat tiga metode utama yang dinilai efektif. Pertama, metode qowaid wa tarjamah, yang berfokus pada penguasaan tata bahasa dan penerjemahan teks klasik. Metode ini menekankan kemampuan membaca dan memahami literatur Arab klasik, memahami kaidah bahasa seperti nahwu dan sharaf, serta menganalisis struktur kalimat dengan pemahaman kontekstual yang mendalam (SyaAoroni, 2. Kedua, metode langsung (Thariqah Al-Mubasyara. yang dimulai dengan latihan pengucapan kata sehari-hari secara berulang, kemudian berkembang ke kalimat dan dialog. Peserta didik didorong membuat kalimat sendiri dan berinteraksi secara aktif dalam bahasa Arab. Media non-verbal digunakan untuk membantu pemahaman tanpa bergantung pada bahasa ibu. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan kontekstual, serta mendorong penguasaan bahasa secara aktif dan menyeluruh (SyaAoroni, 2. Ketiga, metode eklektik (Thariqah al-Intiqaiyya. yang menggabungkan berbagai pendekatan Peserta didik dilatih melalui kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan materi relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka belajar menghafal kosakata, menyusun kalimat, serta menulis pengalaman harian. Selain itu, mereka juga diajarkan aturan-aturan bahasa yang penting dalam percakapan sehari-hari (SyaAoroni, 2. Dengan demikian, metode memiliki peran sentral dalam proses belajar mengajar. Setiap kegiatan pembelajaran membutuhkan metode sebagai cara untuk menyampaikan materi dan mencapai tujuan pembelajaran (Hamid. Baharuddin, & Mustofa, 2. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Belajar Bahasa Arab Terdapat sejumlah faktor yang menentukan sejauh mana peserta didik dapat menguasai bahasa Arab. Faktor pertama adalah pendidik, yang merupakan sosok sentral dalam proses pembelajaran. Selain memberikan ilmu, pendidik juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik. Melalui bimbingan yang tepat, pendidik dapat membantu peserta didik mengembangkan potensinya. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kualitas pendidik, baik dari segi kemampuan menyampaikan materi maupun antusiasme dalam mengajar. Faktor kedua adalah metode pembelajaran. Keberhasilan belajar bahasa Arab sangat ditentukan oleh pemilihan metode yang sesuai. Metode yang tepat akan membuat proses pembelajaran lebih efektif dan Dalam pembelajaran bahasa asing, efektivitas metode sangat dipengaruhi oleh penguasaan materi oleh pendidik serta pemilihan strategi yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Metode yang baik harus memiliki tujuan yang jelas dan variasi untuk menjaga minat belajar. Faktor ketiga adalah lingkungan . l-biAoa. Lingkungan bahasa, baik visual maupun auditori, sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Keluarga sebagai lingkungan pertama memiliki peran penting dalam membentuk minat dan prestasi belajar anak. Lingkungan yang mendukung akan mendorong perilaku belajar yang positif, sementara lingkungan yang kurang kondusif dapat menjadi Oleh karena itu, orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat perlu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung proses belajar anak (Hisbulloh. MaAoarif, & Al-Ngarifin, 2. Media Pembelajaran Keberhasilan dalam belajar bahasa Arab juga sangat dipengaruhi oleh media pembelajaran. Dengan memanfaatkan berbagai jenis media yang tersedia, proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif, menarik, dan bermakna. Penggunaan berbagai media seperti buku, audio, video, dan aplikasi pembelajaran dapat memperkaya proses belajar. Fasilitas Ketersediaan fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium bahasa, dan akses internet sangat berpengaruh terhadap efektivitas proses pembelajaran. Infrastruktur yang kurang memadai, terutama jumlah ruang kelas yang terbatas, dapat menghambat interaksi optimal antara pendidik dan peserta didik. Kelas yang overkapasitas menyulitkan pengelolaan dan menurunkan kualitas pembelajaran. Fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium bahasa, dan internet menjadi elemen penting dalam mendukung proses belajar. Kondisi fisik sekolah, termasuk jumlah ruang kelas, turut mempengaruhi kualitas pembelajaran. Sarana dan JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 prasarana seperti buku pelajaran. LKS, meja, kursi, dan perpustakaan membantu peserta didik dalam Perpustakaan memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat membaca dan membantu menyelesaikan tugas. Dengan perpustakaan, peserta didik dapat mengakses berbagai sumber belajar dan menjadi lebih mandiri, sehingga meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran (Hisbulloh. MaAoarif, & Al-Ngarifin, 2. Penelitian Relevan Dalam penelitian ini, penulis akan menuliskan kajian terdahulu agar tidak menemukan duplikasi dalam kajian terdahulu ini berpedoman dengan penelitian-penelitian yang sebelumnya. Berdasarkan hasil studi oleh Nurhidayati. Ummah. Fitriyah. Zaenuri, dan Junaedi . yang berjudul AuPenerapan Metode Langsung (Thariqah Mubasyara. pada Pembelajaran Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharah Kalam Kelas IX MTsN Gresik,Ay menunjukkan bahwa metode ini cocok untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test, berbeda dengan penelitian ini yang menggunakan pendekatan dan teknik pengambilan data yang lain. Berdasarkan penelitian oleh Mulyani. Razi, dan Mulyana . yang berjudul AuPengaruh Penggunaan Thariqah Mubasyarah Terhadap Minat Belajar Bahasa Arab Peserta Didik Kelas VII di Sekolah QurAoan Indonesia Megamendung,Ay diketahui bahwa metode ini memengaruhi minat belajar secara simultan maupun parsial. Penelitian ini hanya menggunakan post-test, sedangkan penulis menggunakan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik. Penelitian oleh Fitriani. Kaharuddin, dan Irwan dalam AuPenerapan Al-Thariqah Mubasyarah Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa ArabAy menunjukkan bahwa nilai peserta didik meningkat dari 61,76 menjadi 85,88. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pre-test dan post-test seperti yang digunakan oleh penulis. Rahmah. Muzdalifah, dan Wijaya . dalam AuPenggunaan Thariqah Mubasyarah sebagai Pembelajaran yang EfektifAy menggunakan kajian literatur. Isi penelitiannya menekankan bahwa metode Mubasyarah tidak menggunakan bahasa ibu dan menekankan penguasaan mufrodat sehari-hari. Partisipasi aktif pendidik dan peserta didik merupakan indikator keberhasilan. Berdasarkan studi oleh Nurhadi . dalam AuEfektivitas Metode Thariqah Mubasyarah dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Peserta Didik,Ay ditemukan bahwa metode ini meningkatkan keberanian dan keaktifan dalam berbicara. Ia menekankan pentingnya lingkungan belajar yang Penelitian oleh Hamzah . menyoroti penerapan Thariqah Mubasyarah di kelas Vi. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara tetapi juga menulis. Peserta didik lebih terampil mengekspresikan ide secara lisan dan tulisan setelah dilatih berbicara METODOLOGI PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh metode Thariqah Mubasyarah terhadap pembelajaran bahasa Arab (Sugiyono, 2. Desain penelitian: O1 = Pretest X = Perlakuan (Metode Mubasyara. O2 = Posttest Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas Vi MTs MaAohad Al-Zaytun sebanyak 401 orang (Sugiyono, 2. Peneliti mengambil 30 peserta didik dari kelas Vi-B-02 sebagai sampel dengan teknik purposive sampling karena dianggap representatif. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dan r tabel. Soal dianggap valid jika r hitung > r tabel. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Semakin tinggi nilainya . , semakin reliabel instrumen tersebut (Lestari & Yudhanegara, 2. Instrumen Penelitian Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Instrumen berupa soal tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Tes menggunakan 20 soal, namun hanya 5 soal pilihan ganda yang valid. Kisi-kisi disusun berdasarkan indikator kompetensi dan taksonomi Bloom (Fauziyah et al. , 2. Teknik Pengumpulan Data Peneliti menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Tes terdiri dari pretest . ebelum perlakua. dan posttest . etelah perlakua. untuk mengukur kemampuan bahasa Arab. Dokumentasi diperoleh dari arsip sekolah seperti data peserta didik, pendidik, dan fasilitas (Salim & Haidir, 2. Analisis Data Analisis data bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis (Sugiyono, 2. Uji Normalitas digunakan untuk memastikan distribusi data. Jika signifikansi > 0. 05, data berdistribusi Uji Wilcoxon digunakan saat data tidak normal. A Ha: Terdapat pengaruh metode Mubasyarah A H0: Tidak ada pengaruh metode Mubasyarah Jika nilai Asymp. Sig . -taile. < 0. 05 maka Ha diterima. Uji Hipotesis dilakukan dengan uji-t untuk melihat pengaruh penggunaan metode Thariqah Mubasyarah. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Ma'had Al-Zaytun adalah Madrasah Tsanawiyah Swasta yang berlokasi di Blok Sandrem. Desa Mekarjaya. Kecamatan Gantar. Kabupaten Indramayu. Jawa Barat. Indonesia. MTS MaAohad Al-Zaytun didirikan pada tahun 1999 dan terletak di kawasan pondok pesantren MaAohad Al-Zaytun, yang beroperasi di Gedung Ali bin Abi Thalib. Adapun identitas dari sekolah MTS MaAohad Al-Zaytun adalah sebagai berikut: Tabel 1. Deskripsi Umum Sekolah Nama Sekolah Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Akreditasi NPSN NSM Alamat Sekolah Blok Sandrem. Desa Mekarjaya. Kec Gantar. Kab Indramayu. Jawa Barat, indonesia Email mts@al-Zaytunsch. Status Tanah Milik Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Status Sekolah Swasta Sumber : Hasil Penelitian Penulis Berikut beberapa deskripsi umum sekolah MTS MaAohad Al-Zaytun: Visi dan Misi Visi : Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian menuju Masyarakat sehat, cerdas dan Manusiawi. Misi : Mempersiapkan peserta didik beraqidah kokoh kuat terhadap Allah dan SyariAoatnya, menyatu dalam Tauhid, berakhlaqul karimah, berilmu pengetahuan luas, berketrampilan tinggi yang tersimpul dalam basthotan fi al-AoIlmi wa al-jismi sehingga siap dan mampu hidup secara dinamis di lingkungan Negara bangsanya dan Masyarakat antar bangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi maupun A Tujuan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia dengan melaksanakan pendidikan yang mempunyai spesifikasi dan ciri khusus . Penguasaan Al-QurAoan secara mendalam JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Terampil berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa antar bangsa yang dominan Berpendekatan Ilmu pengetahuan dan Teknologi Berketrampilan Tinggi Berbadan Sehat Berjiwa Mandiri Penuh perhatian terhadap aspek dinamika kelompok dan bangsa Berdisiplin tinggi Berkesenian yang memadai Penerapan Ilmu yang faktual Struktur Organisasi Berikut adalah struktur organisasi dari MTS MaAohad Al-Zaytun: Tabel 2. Struktur Organisasi MTS MaAohad Al-Zaytun No Struktur Organisasi Nama Kepala Sekolah Rizal Eka Sumadya. Pd. Komite Sekolah Barkah Nugraha. Wakil kepala Sekolah Alvi. Ag. Wakil Kepala Sekolah 2 Ery Setiawan bag Kurikulum Zayn Fuadi. Kep. bag Kepeserta didikan Gustira 7 Kep. bag Sapras Sigit Suswanto. Pd. 8 Kep. bag Keuangan Sri Kanthi. Sumber : Hasil Penelitian Penulis Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana yang dimiliki Mts MaAohad Al-Zaytun adalah sebagai berikut : Tabel 3. Sarana dan Prasarana Ruang Kelas Ruang Kepala Madrasah Ruang Pendidik Perpustakaan Ruang Podcast Kamar Mandi Gudang Tata Usaha Kepeserta didikan Ruang ICT Laboratorium Fisika Laboratorium Bahasa Inggris Laboratorium Bahasa Arab Ruang Seni Laboratorium Biologi Sumber : Hasil Penelitian Penulis Pembuktian Hipotesis Laporan penelitian ini menyajikan temuan-temuan empiris yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian di Hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah penerapan Thariqah Mubasyarah dalam pembelajaran Bahasa Arab digambarkan dalam data hasil pre-test dan post-test. Instrumen penelitian yang digunakan telah melalui proses validasi dan uji reliabilitas untuk menjamin keabsahan dan kehandalan data yang diperoleh. Hipotesis adalah tanggapan yang belum pasti terhadap cara masalah penelitian dirumuskan. Mungkin tidak pasti atau sementara karena jawaban ditentukan hanya dengan penelitian dan kajian teoritis, bukan fakta yang langsung diperoleh peneliti melalui penelitian pengumpulan data. Akibatnya, data yang dikumpulkan harus memvalidasi hipotesis. Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Untuk menguji hipotesis, penulis akan menggunakan program SPSS. Sebelum memulai uji hipotesis, peneliti akan menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian atau evaluasi hasil penelitian. Dalam bagian ini, akan dipaparkan perolehan data berdasarkan hasil pengumpulan data tes. Data pre- dan post-test menunjukkan bagaimana peserta didik belajar bahasa Arab sebelum dan sesudah menggunakan metode Berikut adalah hasil penelitian terkait validitas dan reabilitas yang telah dilakukan: Uji Validitas Validitas adalah ukuran yang menunjukkan apakah alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut perhitungan validitas yang dilampirkan di bawah ini, penelitian ini menemukan bahwa dari 10 soal pilihan ganda yang disajikan, ada 10 yang tidak valid dan harus Akibatnya, jumlah soal yang digunakan untuk pretest dan posttest berjumlah 5. Berdasarkan Gambar 1 Hasil Uji Validitas data yang valid yaitu soal 3, soal 6, soal 7, soal 9 dan soal 10. Karena nilai rhitung > rtabel sehingga dianggap valid. Keabsahan butir soal juga bisa dinilai dari Sig . -taile. < 0,05, maka soal tersebut dianggap sah. Alasan beberapa soal yang tidak valid karena nilai rtabel lebih tinggi dari Gambar 1. Hasil Uji Validitas Sumber : Hasil Penelitian Penulis Penggunaan soal yang terlalu sederhana sebagai instrumen penilaian dapat menurunkan validitas hasil Untuk meningkatkan validitas butir soal, diperlukan pengembangan soal yang sistematis dengan variasi tingkat kesulitan dan relevansi terhadap tujuan pembelajaran. Pelatihan bagi penyusun soal serta analisis butir soal secara berkala merupakan langkah penting untuk mencapai hal tersebut. Dengan demikian, pengujian validitas dapat lebih efektif dalam mengukur kompetensi peserta didik secara komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas proses pembelajaran. Uji Reliabilitas JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Setelah memastikan bahwa instrumen pengukuran yang digunakan valid, peneliti kemudian menguji kemampuan alat untuk menghasilkan hasil yang konsisten apabila digunakan berulang kali dalam kondisi yang sama. Untuk mengukur tingkat konsistensi internal butir-butir soal, peneliti menggunakan teknik analisis reliabilitas CronbachAos Alpha. Pengujian alpha cronbach bertujuan untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara butir-butir item dalam alat ukur dan mengevaluasi konstruk yang sama. Hasil uji reliabilitas pada Gambar 2 berdasarkan analisi dengan program SPSS Gambar 2. Hasil Uji Reliabilitas Sumber : Hasil Penelitian Penulis Nilai CronbachAos Alpha dalam penelitian ini adalah 0,898. Nilai alpha yang lebih tinggi dari 0,60 menunjukkan bahwa data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Selain itu, jika Cronbach's Alpha kurang dari 0,60, maka data tersebut dianggap tidak kredibel, seperti yang ditunjukkan oleh data Cronbach's Alpha yang valid, yang berjumlah 0. Karena 0. 898 lebih dari 0. 6 maka kelima soal tersebut dinyatakan reliabel. Jika diinterpretasikan pada kategori koefisien tingkat reliabilitas data tersebut masuk ke kategori reliabel tinggi. Uji Normalitas Uji Normalitas digunakan untuk menentukan apakah data penelitian berdistribusi normal. Keputusan dibuat bahwa nilai signifikasi kurang dari 0. 05 menunjukkan distribusi tidak normal dan nilai signifikasi lebih dari 05 menunjukkan distribusi normal. Pada pengujian normalitas ini menggunakan Uji Shapiro Wilk karena sampel kurang dari 50 orang. Karena sampel yang digunakan peneliti berjumlah 30 responden. Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Sumber : Hasil Penelitian Penulis Berdasarkan data pada Gambar 3 diatas terlihat hasil signifikasi uji normalitas shapiro-wilk pada pretest Namun, untuk posttest, nilainya 0,016, karena signifikansi kedua data kurang dari 0. sehingga data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu untuk menguji perbedaan antara Pretest dan posttest, peneliti menggunakan uji Wilcoxon yang merupakan uji non-parametrik. Uji T Test (Wilcoxo. Uji Wilcoxon merupakan uji non parametrik untuk melihat apakah terdapat rata-rata pada dua data. Uji ini tidak perlu data berdistribusi normal sehingga sesuai dengan penelitian ini. Pengambilan keputusannya yaitu apabila Asyimp. Sig . -taile. kurang dari 0. 05 maka ha diterima dan h0 ditolak. sebaliknya, jika Asyimp. Sig . -taile. lebih dari 0. 05 maka ha ditolak dan h0 diterima. Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Gambar 4. Hasil Uji Wilcoxon Sumber : Hasil Penelitian Penulis Gambar 5. Statistik Wilcoxon Sumber : Hasil Penelitian Penulis Berdasarkan data pada Gambar 4 terlihat negative ranks antara pretest dan posttest menunjukan N : 11. Mean : 10,50 dan Sum : 115,50. Hal tersebut menunjukan terdapat penurunan dari nilai pretest dan posttest sebanyak 11 peserta didik dengan rata-rata penurunan 10,50. Pada positive ranks menunjukan N : 17. Mean : 17. 09 dan Sum : 290. hal tersebut menjelaskan bahwa tedapat peningkatan dari nilai pretest dan posttest sebanyak 17 peserta didik dengan rata-rata kenaikan yaitu 17. pada ties menunjukan angka 2, dimana hal tersebut menjelaskan bahwa terdapat kesamaan antara nilai pretest dan posttest sebanyak 2 peserta didik. Berdasarkan nilai output test statistic pada Gambar 5 terlihat Asyimp. Sig . -taile. 042 kurang dari 0. 05 maka h a diterima dan h0 ditolak. Sehingga penggunaan metode mubasyarah berpengaruh pada pembelajaran Bahasa Arab kelas Vi Mts MaAohad Al-Zaytun. Pembahasan Pengaruh Thariqah Mubasyarah pada pembelajaran bahasa arab kelas Vi MTs MaAohad Al-Zaytun merupakan tujuan dari bagian pembahasan ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan mubasyarah berdampak pada bagaimana peserta didik belajar bahasa Arab di kelas Vi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh Thariqah Mubasyarah (Metode Langsun. sebelum dan sesudah diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa Arab di kelas Vi. Setelah melakukan analisis data uji wilcoxon, hasil hitung ditemukan. Berdasarkan nilai output tes statistik pada Gambar 5, terlihat bahwa Asyimp. Sig . -taile. adalah 0,042. Karena 0,042 kurang dari 0. 05, ha diterima dan h0 ditolak. Sehingga penggunaan metode mubasyarah berpengaruh pada pembelajaran Bahasa Arab kelas Vi Mts MaAohad Al-Zaytun. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas Vi. Penelitian dilakukan selama empat pertemuan. Pada pertemuan pertama, yang berlangsung pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2024, peneliti melakukan presentasi dan melakukan pretest. Pada tahap ini peneliti mengambil data peserta didik sebelum dilakukan pembelajaran bahasa arab tentang a Oa Oa IOacaIaAdengan Thariqah Mubasyarah. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dengan 10 soal. Kertas tes diletakkan di meja setiap siswa dan dikerjakan secara individu selama ujian. Pertemuan kedua, dilaksanakan pada hari rabu tanggal 21 Agustus 2024 dengn materi tentang Aa Oa OaIOacaIaA khususnya paragraf pendek AuKegiatan Sehari-hariAy. Media yang digunakan adalah fotokopi materi dan buku paket belajar bahasa arab kelas Vi. Materi tersebut adalah a"A" aO OIOUcaIaA JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 88 - 105 Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 a Aa E aI aaOA a AaIa. AIA ,A aO aNa aO EEaO a. aA a eEaEIOacA a AIAA a a EacIA a AEA a AOA aa AI A aa aIa a IA ca A AO EA a AO E aI aA a AI aA a aAN aaOA. AIA AOA a A aONaNa a A. a EacIaOO aac eEaEIOacA a AEA a AOA a A aINaa aI aa A ca A AO EA a a E aOA a A a AO E aI aA a AI aA a aAOA A a eE aOaca eEaEIO aacA a AE a a AA ca AO EA ca AEA a a EaIa AO E aI aA a A aI aN aI O aa a aA,a aO aA a AOIa NA a AA aa Ia aOCA a IIA a A AA. A O a a AAO a A Oa aI OI aa aIaOIA a AO aOA a AI aI a a aIa AA aa AI Ia aEA aa AIaA ca AO EA a A IaIaa a a. a AA aA I IA a A a AO aI a CaOA a a a AAEA a AO E a acIA a A a acaI Ia aaOaca a AA,aAE aA a AEIac O aI AA ca aEaa EA ca A aA a A a aIA a AO EacA a AOA a aA a acIa IA,AIA ca aE EA a A IaaI aaO aEa Ea aa AOA: ANA AaEA a A a aO IaIa aIa CaEOA aa A a acIa Ia a OA,aA a eEa EEA a A aO a a. AaOIa aAO aE aA a AACa aNaa AO IaA a OCa aN . aaO a A aa AAO aa a aE aA a Aa e aA AO EEaO aa OaCa aaE a A ca A a O EA: aE E aAeA a aA aIA a IaIaa Ia C aa a ECa aIA: AA aaE E aI eA aa A aOaIaa a E aA,aAEacA ca AEA a A aO a e aA. aCa OA A aE a ECa a aI aIa a A aA aOIa aI aa aIa a aIaa EIaaI aaOEa E a a AO E aOA a aO E aI a a acIa I a aa uaEA a E aI IE acOA a AIaa aOIa aI aaE E aO aA aa A IaA: aE EaA a Aa e aA a AI IaaE aa aa OA a aI aEOIA a A a acaI IaIa aaI aI aEOIaa EaO Ia aOCA Indikator yang harus dicapai peserta didik adalah peserta didik dapat mendemonstrasikan ketrampilan membaca tentang A Oa OaIOacaIaAdengan tepat. Pada tahap awal, peneliti memberikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Kemudian, mereka menggunakan metode mubasyarah untuk mengajar. Dan sedikit menjelaskan tentang teks sederhana Aukegiatan sehari-hariAy selanjutnya peserta didik diarahkan untuk menyimak teks yang akan dibacakan oleh peneliti dengan suara yang lantang dan jelas. Peserta didik dibimbing untuk membaca teks-teks tersebut secara bersama dan bergantian, selanjutnya peneliti mendemonstrasikan kosa-kata yang ada di teks kepada peserta didik menggunakan bahasa arab tanpa menggunakan bahasa ibu . ahasa sehari-har. Peneliti pun melakukan tanya jawab dengan kata tanya a ,ANEA a AaEIA,A OIA, dan lain-lain sesuai tingkat kesulitan peserta didik. Setelah proes pembelajaran berakhir, peneliti berbicara dengan peserta didik tentang apa yang telah dipelajari pada pertemuan ini dan memberi mereka instruksi tentang apa yang harus mereka pelajari untuk digunakan dalam tes setelah pertemuan berikutnya. Pertemuan ketiga, dilaksanakan pada hari rabu 18 September 2024 pada pertemuan ini, peneliti melakukan tes akhir atau posttest, di mana data peserta didik dikumpulkan setelah pembelajaran tentang A Oa eO Ia OacaIaAdengan Thariqah Mubasyarah . etode langsun. telah dilakukan dengan baik dan berjalan sesuai materi dan tujuan pembelajaran dengan lancar. Dan peserta didik memberikan respons yang baik, yang memudahkan pemahaman. Adapun tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh metodo mubasyarah pada pembelajaran bahasa Arab kelas Vi Mts, sekaligus melihat kekurangan dan kelebihan dalam metode ini saat di aplikasikan pada pembelajaran bahasa arab. Untuk sampel berjumlah 30 peserta didik yang berasal dari kelas Vi B02. Dan untuk desain yang peneliti pakai adalah Pre-Test PostTest Group Design. Tahapan berikutnya peneliti mengungkapkan temuan dari studi yang sudah dikumpulkan dan dianalisis data-data tersebut. Pada proses penelitian peneliti hanya melibatkan 1 kelas. KESIMPULAN DAN SARAN Ada beberapa kesimpulan yang dapat dibuat berdasarkan hasil diskusi, analisis data, diskusi tentang hasil penelitian dan interpretasi, dan data lapangan, yaitu sebagai berikut: Penggunaan metode mubasyaroh di MTs Ma'had Al-Zaytun, yang berarti mengajar bahasa arab dengan mufradat yang lebih mudah sehingga peserta didik merasa familiar dengan mufradat yang mereka kemudian para peserta didik menirukannya. Pendidik mungkin tidak cukup menjelaskan materi atau kosa kata kepada peserta didik. Maka pendidik harus membuat peserta didik senang, dan mereka juga harus bersemangat saat mengajar. Dari hasil Uji statistik Wilcoxon, dihasilkan bahwa pengaruh metode mubasyarah Thariqah Mubasyarah Pada Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Vi Madrasah Tsanawiyah MaAohad Al-Zaytun Tahun 2024 (Izzah Khairunniss. Izzah Khairunnissa / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 88 Ae 105 Ucapan Terima Kasih Jika perlu berterima kasih kepada pihak tertentu, misalnya sponsor penelitian, nyatakan dengan jelas dan singkat, hindari pernyataan terima kasih yang berbunga-bunga. DAFTAR PUSTAKA