Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORY BAHAN BAKU DAPUR BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG EFISIENSI PENGELOLAAN PERSEDIAAN Ahmad Riyadi. Muhammad Rafif Akram. Evi Lestari Pratiwi . email: ahmadriady120@gmail. com, mrafifakram@gmail. pratiwi@poliban. 1,2,3 Program Studi Sistem Informasi. Jurusan Administrasi Bisnis. Politeknik Negeri Banjarmasin Ringkasan Pengelolaan inventory bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional usaha kuliner. Proses pencatatan persediaan yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan pembaruan data stok, kesulitan dalam penyusunan laporan, serta risiko kehilangan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Inventory Bahan Baku Dapur Berbasis Web guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan persediaan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall, yang terdiri atas tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengelola data bahan baku, mencatat transaksi barang masuk dan barang keluar, memantau stok secara real-time, serta menghasilkan laporan inventory secara otomatis. Pengujian menggunakan metode Black-Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan tingkat keberhasilan pengujian sebesar 100%. Implementasi sistem memberikan dampak positif berupa peningkatan akurasi data, percepatan proses pencatatan dan pelaporan, serta kemudahan dalam pemantauan persediaan. Dengan demikian, sistem informasi inventory berbasis web yang dikembangkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih terstruktur, akurat, dan efisien. Kata Kunci : Sistem Informasi. Inventory. Bahan Baku Dapur. Laravel. Waterfall. Web PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah mendorong berbagai sektor usaha untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengelolaan data. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi yang banyak diterapkan adalah sistem informasi berbasis web yang mampu mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan akurasi data, serta mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif. Dalam lingkungan usaha kuliner, pengelolaan persediaan bahan baku . nventory managemen. menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran operasional dan keberlanjutan usaha. Ketersediaan bahan baku yang terkontrol dengan baik dapat mencegah terjadinya kekurangan maupun kelebihan stok yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha. Warung Alan merupakan salah satu usaha kuliner di Kota Banjarmasin yang masih menerapkan pencatatan persediaan bahan baku secara manual menggunakan buku catatan. Berdasarkan hasil observasi, proses tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan pembaruan data stok, kesulitan dalam menelusuri riwayat penggunaan bahan baku, serta risiko kehilangan data. Kondisi tersebut menyebabkan pemilik usaha mengalami kendala dalam melakukan pengendalian persediaan dan pengambilan keputusan terkait pembelian bahan baku. Permasalahan serupa juga banyak ditemukan pada usaha mikro dan kecil yang belum memanfaatkan sistem informasi secara optimal dalam aktivitas operasionalnya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi inventory berbasis web mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan. Lubis et al. mengembangkan sistem ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive inventory berbasis PHP dan MySQL yang mampu meningkatkan akurasi pencatatan stok. Yustiana et . membangun sistem informasi persediaan bahan baku pada rumah makan menggunakan metode prototype yang membantu mempercepat proses pengelolaan stok. Prasetyo . mengimplementasikan aplikasi inventory berbasis web yang mendukung pemantauan persediaan secara lebih terstruktur. Selain itu. Azizah dan Nurgiyatna . serta Fauzi et al. menyimpulkan bahwa sistem inventory berbasis web dapat mengurangi kesalahan pencatatan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan barang. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada perusahaan dagang atau rumah makan berskala besar, sehingga masih terdapat peluang penelitian pada usaha kuliner skala kecil yang memiliki karakteristik operasional berbeda. Dalam konteks pengembangan sistem informasi, penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi dan kolega menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi berbasis web mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi, mempercepat pengolahan data, dan mendukung penyediaan informasi yang lebih akurat bagi pengguna. Pengembangan sistem informasi yang terintegrasi terbukti dapat membantu organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas pengelolaan data (Pratiwi et al. , 2. Temuan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi proses bisnis melalui sistem informasi berbasis web dapat menjadi solusi yang relevan untuk berbagai jenis organisasi, termasuk usaha Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Inventory Bahan Baku Dapur Berbasis Web pada Warung Alan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall. Sistem yang dikembangkan diharapkan mampu membantu pencatatan barang masuk dan barang keluar, memantau ketersediaan stok secara real-time, serta menghasilkan laporan inventory secara otomatis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan sistem informasi inventory yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional usaha kuliner skala kecil sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. KAJIAN PUSTAKA Sistem Informasi dalam Pengelolaan Inventory Penerapan sistem informasi dalam pengelolaan inventory berperan penting dalam mendukung proses pencatatan, pemantauan, dan pengendalian persediaan secara lebih efektif. Sistem informasi memungkinkan data barang masuk, barang keluar, dan stok tersedia dapat dikelola secara terintegrasi sehingga mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada sistem manual. Selain meningkatkan akurasi data, sistem informasi juga membantu proses pengambilan keputusan terkait kebutuhan persediaan dan perencanaan pembelian bahan baku. Penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi et al. menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi berbasis web mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data dan mempercepat proses administrasi melalui integrasi data yang lebih terstruktur. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi proses operasional memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja organisasi. Pengelolaan Inventory Bahan Baku Pengelolaan inventory merupakan aktivitas penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku agar proses operasional dapat berjalan secara optimal. Pada usaha kuliner, pengelolaan inventory yang baik diperlukan untuk memastikan bahan baku tersedia sesuai kebutuhan produksi tanpa menimbulkan kelebihan stok maupun kekurangan stok. Pengendalian inventory yang tidak terstruktur dapat menyebabkan pemborosan biaya, kerusakan bahan baku, serta terganggunya pelayanan kepada pelanggan. Sistem inventory berbasis komputer memungkinkan proses pencatatan dan pemantauan stok dilakukan secara real-time sehingga kondisi persediaan dapat diketahui dengan cepat. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, pemilik usaha dapat memantau penggunaan bahan baku, mengetahui jumlah stok yang tersedia, serta memperoleh laporan inventory secara otomatis. Sistem Informasi Berbasis Web Sistem informasi berbasis web menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan karena memiliki fleksibilitas tinggi dalam akses dan pengelolaan data. Teknologi web memungkinkan pengguna mengakses sistem melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan jaringan internet tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Selain itu, sistem berbasis web mendukung Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. penyimpanan data secara terpusat sehingga memudahkan proses pengelolaan, pembaruan, dan pencadangan data. Dalam konteks usaha kuliner, sistem berbasis web memberikan kemudahan bagi pemilik usaha dalam memonitor inventory kapan saja dan dari mana saja. Hal ini mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat karena informasi persediaan dapat diperoleh secara langsung melalui Relevansi Kajian Pustaka dengan Penelitian Berdasarkan kajian pustaka yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi inventory berbasis web memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan bahan baku. Konsep sistem informasi, inventory, website. Laravel. MySQL, dan metode SDLC Waterfall menjadi landasan utama dalam pengembangan sistem yang dilakukan pada penelitian ini. Selain itu, hasil penelitian terdahulu serta penelitian oleh Evi Lestari Pratiwi et al. menunjukkan bahwa digitalisasi proses pengelolaan data mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, penerapan Sistem Informasi Inventory Bahan Baku Dapur Berbasis Web pada Warung Alan diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan pencatatan manual, meningkatkan akurasi data stok, serta mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih cepat dan tepat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian terapan . pplied researc. dengan tujuan menghasilkan solusi berupa sistem informasi inventory bahan baku dapur berbasis web yang dapat membantu pengelolaan persediaan secara lebih efektif dan efisien. Objek penelitian adalah proses pengelolaan persediaan bahan baku pada usaha kuliner yang masih dilakukan secara manual, sehingga sering menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pencatatan, kesalahan perhitungan stok, dan kesulitan dalam penyusunan laporan persediaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami alur pengelolaan inventory yang sedang berjalan, mulai dari pencatatan barang masuk, penggunaan bahan baku, hingga pelaporan stok. Wawancara dilakukan dengan pemilik usaha dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan persediaan guna memperoleh informasi mengenai kebutuhan sistem serta kendala yang dihadapi. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung berupa catatan persediaan, nota pembelian, dan dokumen terkait Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Model ini dipilih karena memiliki tahapan yang sistematis dan sesuai untuk pengembangan sistem dengan kebutuhan yang telah teridentifikasi secara jelas, seperti pada Gambar 1. SDLC Model Waterfall Sumber : Rony setiawan, 2021 Tahapan-tahapan dalam metode Waterfall adalah sebagai berikut: Requirements (Analisis Kebutuha. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Tahap analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan pada sistem yang berjalan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa pencatatan inventory masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kesalahan pencatatan dan keterlambatan informasi stok. Dari hasil analisis diperoleh kebutuhan sistem berupa pengelolaan data bahan baku, pencatatan barang masuk, pencatatan barang keluar, monitoring stok, serta pembuatan laporan inventory secara otomatis. Desain (Desig. Tahap perancangan dilakukan untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam bentuk rancangan sistem. Perancangan meliputi perancangan proses bisnis menggunakan Use Case Diagram dan Activity Diagram, perancangan basis data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD), serta perancangan antarmuka pengguna (User Interfac. Tahap ini bertujuan menghasilkan desain sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mudah digunakan. Impelemtasi (Implementatio. Pada tahap implementasi, rancangan sistem yang telah dibuat diterjemahkan ke dalam bentuk aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Implementasi mencakup pembuatan modul login, pengelolaan data bahan baku, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar, pengelolaan supplier, serta pembuatan laporan inventory. Pengujian (Testin. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black-Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. Pengujian dilakukan pada setiap modul sistem, seperti proses autentikasi pengguna, pengelolaan data bahan baku, transaksi inventory, pencarian data, dan pembuatan laporan. Hasil pengujian digunakan untuk mengetahui apakah sistem telah berfungsi dengan baik dan siap digunakan. Pemeliharaan (Maintenanc. Tahap pemeliharaan dilakukan setelah sistem selesai dikembangkan dan diuji. Kegiatan pada tahap ini meliputi perbaikan kesalahan . ug fixin. , penyesuaian fitur sesuai kebutuhan pengguna, serta peningkatan performa sistem apabila ditemukan kendala selama penggunaan HASIL DAN PEMBAHASAN FlowChart Sistem Lama Alur sistem sistem lama digunakan untuk menggambarkan proses pencatatan dan pengelolaan persediaan bahan baku yang masih bersifat manual dapat dilihat pada gambar 2. Hasil Analisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem menggunakan analisis PIECES. Berdasarkan hasil analisis PIECES, sistem inventory yang berjalan sebelumnya masih memiliki berbagai keterbatasan karena proses pengelolaan persediaan dilakukan secara manual. Permasalahan utama ditemukan pada aspek kinerja, informasi, pengendalian, dan efisiensi yang berdampak pada lambatnya proses pencatatan serta rendahnya akurasi data stok. Melalui pengembangan sistem informasi inventory berbasis web, seluruh proses pencatatan dan pengelolaan persediaan dapat dilakukan secara terkomputerisasi sehingga informasi stok menjadi lebih akurat, proses pelaporan lebih cepat, serta keamanan data lebih Selain itu, sistem juga mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pemilik usaha dalam melakukan pengambilan keputusan terkait pengadaan bahan baku secara lebih efektif. Tabel 1 Table perbandingan analisis pieces Aspek Performance (Kinerj. Information (Informas. Masalah yang Dihadapi (Sistem Lam. Proses pencatatan barang masuk dan barang keluar manual menggunakan buku sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam pencatatan dan pencarian data. Informasi stok bahan baku sering tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya karena keterlambatan pencatatan dan perhitungan stok dilakukan secara manual. Solusi dalam Penelitian (Sistem Bar. Manfaat yang Diperoleh Sistem pencatatan inventory secara digital yang tersimpan langsung ke dalam basis data. Proses pencatatan, pencarian, dan pembaruan data menjadi meningkatkan kinerja pengelolaan Sistem menampilkan informasi berdasarkan transaksi barang masuk dan barang keluar yang Informasi stok menjadi lebih akurat, terkini . eal-tim. , dan mudah diakses saat dibutuhkan. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Economy (Ekonom. Control (Pengendalia. Efficiency (Efisiens. Service (Pelayana. Penggunaan buku catatan dan dokumen fisik membutuhkan pembelian alat tulis dan penyimpanan arsip. Data inventory rentan hilang, terdokumentasi dengan baik karena disimpan dalam bentuk Penyusunan laporan stok membutuhkan waktu lama karena data harus direkap secara manual dari berbagai Pemilik usaha mengalami informasi stok secara cepat pembelian bahan baku. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Sistem mengelola seluruh data inventory secara digital tanpa ketergantungan pada dokumen Mengurangi penggunaan kertas dan biaya administrasi serta mendukung konsep paperless. Sistem penyimpanan data terpusat pada basis data. Keamanan data meningkat, risiko kehilangan data berkurang, dan proses pengawasan menjadi lebih Sistem menghasilkan laporan tersimpan dalam database. Menghemat waktu kerja dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan persediaan. Sistem menyediakan informasi inventory yang dapat diakses kapan saja melalui aplikasi berbasis web. Meningkatkan kualitas layanan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Sumber : data diolah, 2026 Gambar 2 Flowchart Sistem Lama Barang Masuk dan Keluar Hasil Perancangan Sistem Tahap perancangan sistem dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah diperoleh Perancangan bertujuan untuk menghasilkan sistem yang mampu mengelola inventory bahan baku secara terintegrasi, mulai dari pencatatan data bahan baku, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar, hingga penyusunan laporan persediaan. Perancangan proses sistem digambarkan menggunakan Data Flow Diagram (DFD) yang menunjukkan aliran data antara ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive pengguna, proses sistem, dan basis data. Melalui DFD, dapat diketahui bagaimana data inventory diproses dan disimpan sehingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. DFD yang dibuat dapat dilihat pada gambar 3. Selain perancangan proses, dilakukan pula perancangan basis data yang terdiri dari beberapa entitas utama, yaitu data pengguna, data bahan baku, data supplier, data barang masuk, dan data barang keluar. Struktur basis data dirancang untuk mendukung proses penyimpanan dan pengelolaan data secara terpusat sehingga dapat meminimalkan redundansi data serta menjaga konsistensi Relasi antar tabel memungkinkan sistem melakukan pembaruan stok secara otomatis berdasarkan transaksi yang terjadi. Perancangan antarmuka pengguna . ser interfac. dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan dan aksesibilitas sistem. Antarmuka dirancang sederhana dan intuitif sehingga pengguna dapat dengan mudah mengelola data inventory, melakukan transaksi, serta melihat laporan persediaan. Hasil perancangan ini menjadi dasar dalam tahap implementasi sistem berbasis web menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL sehingga seluruh kebutuhan pengguna yang telah diidentifikasi dapat diakomodasi dengan baik. Gambar 3. DFD data inventory Hasil Implementasi Sistem Tahap implementasi dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi inventory bahan baku dapur berbasis web menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL. Sistem yang dibangun terdiri atas beberapa modul utama yang saling terintegrasi untuk mendukung pengelolaan persediaan bahan baku. Implementasi dimulai dengan pembuatan modul autentikasi pengguna . yang berfungsi untuk membatasi akses sistem hanya kepada pengguna yang memiliki hak akses. Setelah berhasil masuk ke sistem, pengguna akan diarahkan ke halaman dashboard (Gambar . yang menampilkan ringkasan informasi inventory, seperti jumlah bahan baku, jumlah supplier, total transaksi barang masuk, total transaksi barang keluar, dan kondisi stok yang tersedia. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Gambar 4. Halaman Dashboard Pada modul pengelolaan data master, sistem menyediakan fitur untuk mengelola data bahan baku dan data supplier. Pengguna dapat menambahkan, mengubah, menghapus, serta melihat informasi bahan baku yang digunakan dalam operasional usaha. Data supplier juga dapat dikelola untuk memudahkan proses pencatatan sumber pemasok bahan baku. Seluruh data yang dimasukkan akan tersimpan secara otomatis ke dalam basis data sehingga memudahkan proses pencarian dan pengelolaan informasi di kemudian hari. Modul transaksi inventory terdiri atas fitur barang masuk dan barang keluar. Fitur barang masuk digunakan untuk mencatat penerimaan bahan baku dari supplier, sedangkan fitur barang keluar digunakan untuk mencatat penggunaan bahan baku dalam kegiatan operasional. Setiap transaksi yang dilakukan akan secara otomatis memperbarui jumlah stok yang tersedia pada sistem. Dengan mekanisme tersebut, pengguna dapat memantau kondisi persediaan secara real-time tanpa perlu melakukan perhitungan stok secara manual seperti pada sistem sebelumnya. Selain itu, sistem menyediakan modul laporan yang berfungsi untuk menyajikan informasi inventory secara cepat dan akurat. Pengguna dapat melihat laporan stok bahan baku, laporan barang masuk, dan laporan barang keluar berdasarkan data transaksi yang tersimpan dalam basis data. Laporan dapat ditampilkan secara langsung melalui sistem maupun dicetak sesuai kebutuhan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa seluruh modul yang dikembangkan telah terintegrasi dengan baik dan mampu mendukung proses pengelolaan inventory bahan baku secara lebih efektif, efisien, dan terstruktur dibandingkan metode pencatatan manual yang digunakan sebelumnya. Pengujian Tahap pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fungsi pada sistem informasi inventory bahan baku dapur berbasis web berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan pada tahap analisis. Metode yang digunakan adalah Black-Box Testing, yaitu pengujian yang berfokus pada fungsi sistem berdasarkan masukan . dan keluaran . tanpa memperhatikan struktur kode program. Pengujian dilakukan pada seluruh fitur utama yang terdapat dalam sistem, mulai dari proses autentikasi pengguna, pengelolaan data master, transaksi inventory, hingga pembuatan Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem mampu melakukan validasi data masukan, menyimpan data ke dalam basis data, memperbarui stok secara otomatis berdasarkan transaksi yang dilakukan, serta menampilkan laporan inventory dengan benar. Selain itu, tidak ditemukan kesalahan fungsional yang dapat mengganggu proses operasional sistem. Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan fungsional yang ditetapkan pada tahap analisis dan dinyatakan layak untuk digunakan dalam membantu proses pengelolaan inventory bahan baku dapur. Tabel 2. Pengujian dengan blackbox testing untuk Halaman Login ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Nama Fungsi Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Input Username password valid Username password salah Data bahan baku Perubahan bahan baku Login Sistem Login Sistem Tambah Data Bahan Baku Edit Data Bahan Baku Hapus Data Bahan Baku ID bahan baku Tambah Data Supplier Data supplier baru Edit Data Supplier Perubahan Hapus Data Supplier ID supplier Transaksi Barang Masuk Data barang masuk Transaksi Barang Keluar Data barang keluar Validasi Stok Barang Keluar Pencarian Data Bahan Baku Jumlah melebihi stok Kata kunci pencarian Menampilkan Dashboard Data Laporan Barang Masuk Perintah Laporan Barang Keluar Laporan Stok Bahan Baku Perintah Perintah Logout Sistem Tombol logout dipilih Output Berhasil masuk ke Pesan gagal login Data tersimpan ke Data Data Data Data Data Stok bertambah Stok Muncul Data ditampilkan sesuai pencarian Ringkasan data Laporan barang Laporan barang keluar ditampilkan Laporan Keluar dari sistem Hasil Ket. Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Sesuai Valid Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100% pada seluruh skenario pengujian yang dilakukan, sehingga sistem dinyatakan layak untuk diimplementasikan pada lingkungan Pembahasan Perbandingan Sistem Lama dan Sistem Baru Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi inventory bahan baku dapur berbasis web yang dikembangkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ditemukan pada sistem Pada sistem lama, seluruh aktivitas pencatatan bahan baku masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta keterlambatan dalam memperoleh informasi stok. Melalui sistem yang dikembangkan, seluruh data inventory dapat dikelola secara terintegrasi dalam basis data sehingga proses pencatatan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diakses. Implementasi sistem juga memberikan kemudahan dalam proses monitoring persediaan bahan Setiap transaksi barang masuk dan barang keluar akan secara otomatis memperbarui jumlah stok yang tersedia pada sistem. Kondisi ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi stok secara real-time tanpa harus melakukan perhitungan manual. Selain meningkatkan akurasi data, fitur tersebut membantu pengguna dalam mengendalikan persediaan dan mengurangi risiko kehabisan stok yang dapat mengganggu operasional usaha. Dari sisi pelaporan, sistem mampu menghasilkan laporan inventory secara otomatis berdasarkan data transaksi yang tersimpan dalam basis data. Jika sebelumnya proses penyusunan laporan memerlukan rekapitulasi manual yang cukup memakan waktu, maka melalui sistem yang dikembangkan laporan dapat ditampilkan secara langsung dan siap digunakan sebagai bahan evaluasi maupun pengambilan keputusan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem informasi inventory berbasis web tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas informasi yang Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian Lubis et al. Yustiana et al. , dan Prasetyo . yang menyatakan bahwa penerapan sistem inventory berbasis web mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan, mempercepat akses informasi, dan mengurangi kesalahan pencatatan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung digitalisasi pengelolaan inventory bahan baku pada usaha kuliner. Dampak Implementasi Sistem pada Efisiensi Operasional Implementasi Sistem Informasi Inventory Bahan Baku Dapur Berbasis Web memberikan dampak positif terhadap proses pengelolaan persediaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas pencatatan data karena seluruh transaksi barang masuk dan barang keluar tercatat secara otomatis ke dalam basis data. Kondisi ini mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada sistem manual serta meningkatkan akurasi informasi persediaan yang tersedia. Dari aspek operasional, sistem memberikan kemudahan dalam proses monitoring stok bahan Pengguna dapat mengetahui jumlah persediaan yang tersedia secara real-time tanpa harus melakukan pengecekan fisik atau perhitungan manual. Informasi stok yang selalu diperbarui membantu pemilik usaha dalam melakukan perencanaan pembelian bahan baku dan menghindari terjadinya kekurangan maupun kelebihan persediaan yang dapat mengganggu kegiatan operasional. Implementasi sistem juga berdampak pada peningkatan efisiensi kerja. Proses pencarian data, pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama dapat dilakukan dengan lebih cepat melalui sistem. Selain itu, laporan inventory dapat dihasilkan secara otomatis berdasarkan data transaksi yang tersimpan sehingga mengurangi beban administrasi dan mempercepat proses pelaporan. Dari sisi keamanan data, penggunaan basis data terpusat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan penyimpanan dalam bentuk dokumen fisik. Data inventory menjadi lebih mudah dikelola, dicadangkan, dan ditelusuri kembali apabila diperlukan. Dengan demikian, implementasi sistem informasi inventory berbasis web tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan persediaan, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat melalui penyediaan informasi yang akurat, cepat, dan terintegrasi. KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Inventory Bahan Baku Dapur Berbasis Web berhasil dikembangkan menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL untuk mendukung pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih efektif dan Sistem yang dibangun mampu mengintegrasikan proses pengelolaan data bahan baku, data supplier, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar, monitoring stok, serta pembuatan laporan inventory dalam satu platform yang terpusat. Hasil pengujian menggunakan metode Black-Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Sistem mampu melakukan pencatatan transaksi secara otomatis, memperbarui stok secara real-time, serta menghasilkan laporan inventory secara akurat. Selain itu, implementasi sistem berhasil mengatasi berbagai permasalahan yang terdapat pada sistem manual, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan pembaruan data, kesulitan pencarian informasi, dan lamanya proses penyusunan laporan. Dengan demikian, sistem informasi inventory bahan baku dapur berbasis web yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan, mempercepat akses informasi, meningkatkan akurasi data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasarkan informasi stok yang tersedia secara real-time. Saran Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem dapat ditingkatkan dengan menambahkan fitur notifikasi stok minimum sehingga pengguna dapat memperoleh informasi ketika jumlah persediaan mencapai batas tertentu. Fitur tersebut dapat membantu mencegah terjadinya kekurangan bahan baku yang berpotensi mengganggu operasional usaha. Selain itu, sistem dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan modul pembelian dan penjualan sehingga proses pengelolaan inventory dapat dilakukan secara lebih komprehensif. ISSN 1412-5609 (Prin. ISSN 2443-1060 (Onlin. Jurnal INTEKNA : Informasi Teknik dan Niaga Volume 26. No. Mei 2026 http://ejurnal. id/index. php/intekna/issue/archive Pengembangan dashboard analitik dan visualisasi data juga dapat menjadi alternatif untuk mendukung proses monitoring persediaan serta membantu pengguna dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan yang lebih efektif DAFTAR PUSTAKA