Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Yesica Cahayani Kristina Zega1, Aurora Angela  Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Maranatha, Indonesia 12  Corresponding Author Email: aurora.angela@maranatha.edu Author Email : cahayanikristina@gmail.com1 Abstract: This study is based on the increasing popularity of environmental problems and equal treatment for women, as well as the importance of non-financial information disclosure in improving corporate value. This study will look at the impact of green accounting, environmental performance, and women on boards on firm value in the energy industry listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2021 and 2023, 84 research data samples were obtained. Multiple linear regression was used to examine the impact of the variables green accounting, environmental performance, and women on board on the value of the company. Keywords: The findings indicated that while green accounting and having women on board Green Accounting, had no discernible impact on firm value, environmental performance did. Environmental Although the adoption of green accounting and the presence of women on the Performance, Women board of directors have had a significant impact on raising company value, this on Board, Company research suggests that investors and the general public have greater trust in Value, Energy Sector. businesses that perform well in terms of the environment. This study has significant ramifications for businesses looking to improve inclusive governance and increase environmental transparency. Article History: Received: June 2025 Revision: July 2025 Accepted: July 2025 Published: August 2025 Sejarah Artikel: Diterima: Juni 2025 Direvisi: Juli 2025 Disetujui: Juli 2025 Diterbitkan: Agustus 2025 Kata kunci: Green Accounting, Kinerja Lingkungan, Woman on Board, Nilai Perusahaan, Sektor Energi. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin populernya isu lingkungan dan perlakuan yang setara bagi perempuan, serta pentingnya pengungkapan informasi non-keuangan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini akan mengkaji dampak akuntansi hijau, kinerja lingkungan, dan perempuan di jajaran direksi terhadap nilai perusahaan di sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2021 dan 2023, didapatkan 84 sampel data riset. Regresi linier berganda digunakan untuk menguji dampak variabel akuntansi hijau, kinerja lingkungan, dan perempuan di jajaran direksi terhadap nilai perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun akuntansi hijau dan kehadiran perempuan di jajaran direksi tidak memiliki dampak yang nyata terhadap nilai perusahaan, kinerja lingkungan memiliki dampak tersebut. Meskipun penerapan akuntansi hijau dan kehadiran perempuan di jajaran direksi belum memberikan hasil baik kepada peningkatan nilai perusahaan, penelitian ini menunjukkan investor dan masyarakat umum memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap bisnis yang berkinerja baik dalam hal lingkungan. Studi ini memiliki konsekuensi signifikan bagi bisnis yang ingin meningkatkan tata kelola yang inklusif dan meningkatkan transparansi lingkungan. How to Cite: Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. 2025. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 (2) DOI : 10.31932/jpe.v10i2.4971 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 644 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE PENDAHULUAN Dari berbagai sektor perusahaan di Indonesia, sektor energi adalah salah satu bagian dari pertumbuhan ekonomi yang memberikan kontribusi yang signifikan selama beberapa tahun terakhir ini. Kontribusi sektor energi berasal dari pertambangan batu bara dan mineral telah menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional terlihat dari sektor ini capai Rp2.198 Triliun atau menyumbang lebih dari 10% PDB Indonesia pada tahun 2023 (ESDM, 2025) . Perusahaan ini berfungsi sebagai salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi suatu negara, serta sebagai penyedia sumber energi yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi. Sektor energi membantu Indonesia memiliki potensi energi yang melimpah, mulai dari sumber daya fosil hingga energi terbarukan. Menghadapi tantangan dunia seperti perubahan iklim dan ketergantungan pada impor energi, pengembangan sektor energi yang berkelanjutan menjadi kunci utama. Penggunaan energi terbarukan seperti solar, angin, geotermal, dan biomassa terus didorong guna untuk membangun masa depan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Namun saat ini sektor energi di Indonesia masih menjadi penghambat dalam transisi energi terbarukan, salah satunya isu tentang pengoplosan minyak yang membuat Indonesia beralih dari energi terbarukan. Akibat dari mengeksploitasi minyak berlebihan dapat berdampak pada pencemaran lingkungan (Maruto & Rahmani, 2025). Dari kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan masih melakukan pencemaran lingkungan, sehingga menunjukkan terdapat banyak Perusahaan tidak menyadari pentingnya melestarikan lingkungan. Dengan begitu perusahaan diharuskan bukan sekedar memprioritaskan kesejahteraan pemilik dan manajemennya, namun pihak termasuk konsumen, tenaga kerja, masyarakat, serta lingkungan (Dwicahyanti & Priono, 2021). Perusahaan bertanggung jawab kepada publik untuk mengenali dan mengurangi dampak buruk dari aktivitas mereka terhadap lingkungan, dan metode akuntansi lingkungan mendukung mereka dalam usah a tersebut. Perusahaan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dampak lingkungan dari operasi mereka melalui penggunaan teknik akuntansi lingkungan, yang juga bertujuan untuk mendorong kemitraan antara bisnis dan organisasi nirlaba lingkungan. Meningkatnya kinerja lingkungan memotivasi perusahaan supaya mengoptimalkan penyampaian informasi lingkungan kepada pihak luar (Wijayanto et al., 2021). Dalam mengatasi masalah lingkungan, penting untuk memanfaatkan prinsip akuntansi guna mengidentifikasi biaya lingkungan yang dihadapi oleh bisnis, praktik yang disebut sebagai akuntansi hijau. Green accounting melibatkan dokumentasi yang mencakup peristiwa, item, dan tindakan yang terkait dengan masyarakat setempat (Maharani & Handayani, 2021). Hal ini menjadi langkah strategis dalam mengelola dampak lingkungan serta meningkatkan transparansi perusahaan terhadap para pemangku kepentingan dan dengan menggunakan green accounting, perusahaan dapat mengurangi masalah lingkungan mereka dengan mempertimbangkan biaya yang terkait dengan kegiatan lingkungan environmental cost, akuntansi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 645 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. lingkungan (Dewi, 2016). Environmental cost yaitu pengeluaran yang muncul sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dalam mengelola dan mengatasi permasalahan lingkungan yang dihadapi, dengan adanya dukungan perusahaan maka praktik tersebut dapat dilakukan lewat biaya-biaya yang di keluarkan oleh perusahaan (Wirawan & Angela, 2024). Penerapan green accounting semakin relevan di perusahaan sektor energi ini termasuk dalam pemakaian emisi karbon dan minyak yang berlebih sehingga berpotensi membahayakan lingkungan dan masyarakat. Perusahaan akan melihat munculnya tren yang lebih menguntungkan, seperti penjualan dan laba yang lebih tinggi, keinginan untuk menjalankan bisnis yang lebih baik, dan peningkatan nilai industri di mata investor, sebagai hasil dari akitivitas biaya lingkungan. Hal ini menjadikannya daya pikat tersendiri bagi konsumen, karena kesadaran lingkungan telah mulai meningkat di era modern. Kinerja lingkungan suatu perusahaan merupakan komponen penting yang dapat memengaruhi nilai dan reputasinya, selain green accounting. Kinerja lingkungan mengacu pada cara perusahaan dalam mengatur sumber daya alam, limbah, dan efek merugikan lingkungan lainnya (Khanifah et al., 2020). Tahun 2002, pemerintah telah menerapkan inisiatif untuk mendorong kinerja bisnis dalam pengelolaan lingkungan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 127/MENLH/2002 yang merupakan dasar awal pelaksanaan program PROPER. Evaluasi program PROPER didasarkan pada seberapa baik kinerja perusahaan dalam melaksanakan tugas-tugas terkait pengelolaan lingkungan yang belum memenuhi standar kepatuhan serta seberapa baik kinerja perusahaan memenuhi berbagai standar peraturan. Dari warna hitam, merah, biru, dan hijau, dan emas pemerintah akan menggunakan skema warna sebagai indikator untuk mengukur kinerja lingkungan perusahaan (sekretariatproper, 2025). Selain berdampak baik pada citra dan masa depan perusahaan, program ini diharapkan dapat mendorong bisnis untuk terlibat dalam praktik ramah lingkungan, yang dapat membantu menarik lebih banyak investor. Selain memberikan dampak baik bagi citra dan masa depan perusahaan, program ini juga ditujukan untuk mendorong pelaku bisnis agar melakukan praktik ramah lingkungan yang sanggup memberikan kepercayaan investor dan mendongkrak daya saing perusahaan. Disamping isu lingkungan, isu tentang kesetaraan gender dalam dunia perkerjaan semakin mendapat perhatian, terutama terkait keberadaan perempuan dalam posisi perusahaan dan pengambilan keputusan. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kehadiran perempuan dalam jajaran direksi membawa perspektif yang lebih luas, gaya kepemimpinan yang kolaboratif, serta kecenderungan untuk mempertimbangkan aspek etika dan sosial dalam pengambilan keputusan. Hal ini menjadikan direksi wanita sebagai elemen penting dalam menciptakan keseimbangan dalam proses pengambilan keputusan yang kompleks dan multidimensional. Namun, di tengah manfaat yang signifikan tersebut, jumlah perempuan di posisi dewan masih terbatas, yang menandakan bahwa hambatan struktural dan budaya masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih inklusif dan responsif (Lestari, 2024). Keberadaan perempuan dalam dewan direksi atau yang dikenal dengan istilah woman on board membawa peningkatan nilai perusahaan dengan cara 646 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE yang tidak biasa, mendorong keragaman dan menumbuhkan kreativitas. Kehadiran direktur atau CEO perempuan memberikan keuntungan dan meningkatkan posisi perusahaan sebagai pendukung kesetaraan gender (Linggih & Wiksuana, 2015); (Zulvina, 2021); (Chen et al., 2015). Keberagaman gender ini mampu memeperkuat pengawasan terhadap manajemen, memastikan bahawa keputusan yang dibuat secara transparansi, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya perusahaan (Cahyadi & Angela, 2025). Dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui seberapa pengaruh penerapan green accounting, kinerja lingkungan, dan keberadaan woman on board terhadap nilai perusahaan pada sektor energi yang terdaftar di BEI selama periode 2022-2023. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh green accounting terhadap nilai perusahaan di sektor energi, mengkaji hubungan antara kinerja lingkungan dengan nilai perusahaan di sektor energi, serta menyelidiki pengaruh keberadaan woman on board terhadap nilai perusahaan di sektor energi. Selain itu juga bermanfaat bagi investor untuk menjadi informasi tambahan dalam pengambilan keputusan investasi dengan memperhatikan aspek setiap pelaporan. Manfaat bagi pemerintah dapat memperoleh keuntungan dari penetapan standar operasi perusahaan di Indonesia. Teori stakeholder merupakan dasar teori untuk riset ini. Perusahaan berkewajiban untuk berpertanggung jawab atas semua pihak yang berkepentingan, termasuk pemegang saham saat melakukan bisnis. Pemangku kepentingan juga harus menerima laporan dari setiap kegian lingkungan perusahaan. ini adalah hak -hak para pemangku kepentingan karena kegiatan bisnis perusahaan didukung oleh para pemangku kepentingan sendiri dengan informasi tentang kegiatan bisnis. Teori ini menyatakan bahwa informasi dari pemangku kepentingan memengaruhi faktor lingkungan dan sosial perusahaan di samping informasi keuangannya. Keberhasilan penerapan teori pemangku kepentingan bergantung pada hubungan yang kuat dan menguntungkan antara perusahaan dan pemangku (Rokhlinasari, 2019), (Damayanti & Astuti, 2022). Teori legitimasi juga menjadi dasar dari riset ini, menekankan hubungan antara organisasi dan masyarakat. Dalam teori ini menyatakan agar diakui secara sosial perusahaan harus mematuhi norma dan peraturan yang berlaku. (Andrian & Pangestu, 2022) menyatakan bahwa manajemen lingkungan sangat tergantung pada legitimasi, yang dapat ditekankan karena batas batas yang ditetapkan oleh norma dan peraturan. Perusahaan dapat menunjukkan rasa hormat mereka terhadap lingkungan dan masyarakat melalui inisiatif pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Akibatnya, legitimasi ini dapat menaikan nama baik perusahaan di antara pemegang saham dan masyarakat umum, yang seharusnya meningkatkan nilainya. Langkah awal sebuah perusahaan dalam melakukan meminimalisir masalah lingkungan di perusahaanya, dengan menerapkan akuntansi lingkungan atau green accounting. Dengan adanya penerapan green acccounting perusahaan dapat mencatat setiap laporan aktivitas perusahaan terhadap lingkungan dalam laporan keuangan. Melalui penerapan ini perusahaan memiliki suatu keunggulan kompetitif yang dapat memengaruhi keputusan investor dalam pengambilan keputusan secara tidak langsung This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 647 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. meningkatkan nilai perushaan (Maama & Appiah, 2019). Untuk memberikan para pemangku kepentingan informasi yang mereka butuhkan agar dapat memutuskan kebijakan pengelolaan lingkungan, perusahaan harus menyertakan informasi tentang semua aktivitas lingkungan yang mereka lakukan dalam laporan keuangan mereka (Hamidi, 2019). Pengelolaan biaya lingkungan yang efektif memungkinkan perusahaan untuk terus meraih keuntungan. Dalam penelitian (Al-Dhaimesh, 2020) green accounting memiliki pengaruh kepada nilai perusahaan dengan memenuhi harapan para pemangku kepentingan mengenai transparansi dampak lingkungan, sehingga memberikan kesan yang baik masyarakat terhadap perusahaan. Penenlitian ini juga didukung oleh peneliti (Dwi Wardani & Sa’adah, 2020) Menyampaikan biaya lingkungan yang dilaksanakan dan dikelola secara efektif oleh bisnis dapat membantu perusahaan membangun reputasi positif di mata investor dan masyarakat umum, yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Sehingga dirumuskan hipotesis berikut: H1: Green Accounting berpengaruh terhadap nilai Perusahaan Tingkat potensi kerusakan lingkungan harus dijaga seminimal mungkin karena kerusakan lingkungan yang signifikan dapat merusak reputasi perusahaan di mata investor dan masyarakat umum. Kinerja lingkungan suatu perusahaan akan dianggap semakin buruk jika kegiata yang merusak lingkungan semakin buruk (Chasbiandani et al., 2019). Hal ini sangat diperlukan perusahaan untuk melaksanakan aktivitas pengelolaan lingkungan yang efektif. Menurut teori legitimasi, perusahaan berusaha memenuhi tanggung jawab sosialnya melalui aktivitas pengelolaan lingkungan dengan tujuan memperoleh legitimasi dari masyarakat dan mendapatkan respons yang positif dari pemangku kepentingan. Kinerja lingkungan dapat dinilai menggunakan skor PROPER dari lembaga yang memiliki reputasi baik, seperti Departemen Lingkungan Hidup. Program evaluasi kinerja perusahaan untuk manajemen lingkungan merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong perusahaan meningkatkan manajemen lingkungan mereka. Dalam penelitian (Budiharjo, 2019), (Sapulette & Limba, 2021), (Khanifah et al., 2020) mengungkapkan untuk mendapat reaksi positif dari investor maka perusahaan harus memiliki niat baik terhadap lingkungan sehingga investor tertarik untuk menaruh dananya pada perusahaan tersebut. Hal ini juga didukung lewat penelitian (Gunawan & Berliyanda, 2024) bahwa terdapat pengaruh positif kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, sehingga dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Kinerja lingkungan berpengaruh terhadap nilai perusahaan Kehadiran wanita dalam jajaran direksi memungkinkan perusahaan untuk berkinerja lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya dalam jajaran direksi, dan kinerja keuangan akan meningkat apabila perempuan memegang peran manajerial senior dalam perusahaan (Yogiswari & Badera, 2019). Beberapa penelitian (Seso, 2021), (Hamdani & Hatane, 2017), (Cahyadi & Angela, 2025) menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara wanita di dewan direksi dan nilai perusahaan. Proporsi wanita yang tinggi dalam dewan direksi berpotensi meningkatkan nilai perusahaan. Perempuan dalam jajaran direksi memiliki 648 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE dampak yang baik dan cukup besar terhadap keberhasilan perusahaan. Hal ini menunjukkan semakin banyaknya perempuan dalam jajaran direksi akan memberikan kontribusi terhadap keberhasilan perusahaan. Jajaran direksi memiliki peran yang signifikan dalam menentukan strategi, arah, dan tindakan perusahaan. Penelitian lain menunjukkan masuknya perempuan di jajaran komisaris dan direksi (keberagaman gender) membawa keuntungkan kepada nilai perusahaan. Berdasarkan hipotesis sebagai berikut: H3: Woman On Board berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan GREEN ACCOUNTING (X1) KINERJA LINGKUNGAN (X2) NILAI PERUSAHAAN (Y) WOMAN ON BOARD (X3) Gambar 1 Model penelitian Sumber: data peneliti, 2025 METODE PENELITIAN Populasi riset ini yaitu perusahaan dibidang sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 hingga 2023. Terdapat 87 perusahaan di bidang energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, 56 perusahaan tidak menyajikan data secara menyeluruh selama periode 20212023. Jumlah perusahaan yang memiliki data lengkap adalah 26 perusahaan dengan total pengamatan tiga tahun sehingga didapatkan sebanyak 84 sampel. Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam studi ini adalah purposive sampling. Pada purposive sampling, pemilihan sampel dilakukan berd asarkan kriteria atau persyaratan tertentu, yaitu: perusahaan sektor energi telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023, perusahaan sektor energi mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dalam website perusahaan atau website BEI selama periode 2021-2023, perusahaan sektor energi terdaftar sebagai peserta PROPER selama periode 2021-2023, mempunyai data lengkap sesuai dengan variabel yang digunakan penelitian. Tabel 1: Pengukuran Variabel Variabel Indikator Green Accounting (X) Nilai 0 = digunakan untuk perusahaan yang tidak memiliki komponen biaya lingkungan, biaya daur ulang limbah, biaya This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 649 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. Kinerja Lingkungan (X) Woman on Board (X) Nilai Perusahaan (Y) R&D lingkungan dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. Nilai 1= digunakan untuk perusahaan yang memiliki komponen biaya lingkungan, biaya daur ulang limbah, biaya R&D lingkungan dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. (Gunawan & Berliyanda, 2024) Peringkat PROPER Kategori: Emas = 5, Biru = 4, Hijau = 3, Merah = 2, Hitam = 1 (Gunawan & Berliyanda, 2024) Nilai 0 = digunakan jika tidak ada direksi wanita di laporan tahunan perusahaan Nilai 1 = digunakan jika ada direksi wanita di laporan tahunan perusahaan (Yunita & Nelvirita, 2025) (MVE + DEBT) Tobin’s Q = TA Tobin’s Q = Nilai Perusahaan MVE = Jumlah saham yang beredar x harga penutupan saham di akhir tahun DEBT = Kewajiban jangka panjang + kewajiban jangka pendek TA = Total Aset (Angela et al., 2023) Sumber: data olahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian deskriptif dimanfaatkan untuk menyajikan informasi tentang variabel yang digunakan, seperti nilai terendah, nilai tertinggi, rata-rata, dan deviasi standar pada setiap penelitian. Tujuan dari pengujian deskriptif adalah untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data agar dapat ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Tabel 2 di bawah ini menunjukkan hasil pengolahan data dari pengujian deskriptif. Tabel 2: Descriptive Statistics N Green Accounting 84 Kinerja Lingkungan 84 Minimum 0 3 Maximum 1 5 Mean .89 3.75 Std. Dev .311 .692 0 106.0 1 4825.1 .54 940.942 .502 841.4942 Woman On Board 84 Nilai Perusahaan 84 Valid N (listwise) 84 Sumber: data diolah, 2025 Tabel 2 memperlihatkan variabel green accounting, kinerja lingkungan, woman on borad masing-masing jumlah sampelnya adalah 84. Variabel green accouting nilai tertinggi 1, nilai terendah 0, nilai rata-rata 0.89, dan stadar deviasinya 650 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE 0.311, perusahaan yang memiliki biaya lingkungan adalah 75 sample sisanya 9 sampel tidak memiliki mencantumkan biaya lingkungan. Variabel kinerja lingkungan dengan nilai tertinggi 5, nilai terendah 3, nilai rata-rata 3.75, satandar deviasinya 0.692, perusahaan yang memiliki peringkat 3 ada 33 sampel, yang memiliki peringkat 4 ada 39 sampel, dan yang terakhir perusahaan yang mendapat peringkat 5 ada 12 sampel. Variabel woman on board memiliki nilai Tabel 3: Uji Asumsi Klasik Uji Nomalitas Asymp.Sig.(2(Kolmogorov) tailed) Uji Multikoneritas Green Accounting Kinerja Lingkumgan Woman On Board Uji Heterokedastisitas tertinggi 1, nilai terendah 0, nilai rata-rata 0.54 dan standar deviasinya 0.502, perusahaan yang memiliki direksi wanita ada 45 sampel sedangkan yang tidak memiliki direksi wanita ada 39 sampel. Variabel nilai perusahaan memiliki nilai tertinggi 4825.1, nilai terendah 106.0, nilai rata-rata 940.942, dan standar deviasinya 841.4942 menunjukkan sebaran data bervariasi. 0.055 Data terdistribusi normal Tolerance VIF 0.979 1.021 0.0.993 1.007 Data terbebas multikolineritas 0.975 Sig. 1.026 Data terbebas heterokedastisitas Green Accounting Kinerja Lingkungan Woman On Board Uji Autokorelasi Durbin Watson (dubir watson) Uji Kelayakan Model Sig. (uji F) Sumber: data diolah, 2025 0.586 0.024 0.263 1.611 Uji asumsi klasik menunjukkan model regresi sesuai dengan kriteria analisis. Data terdistribusi secara normal, tidak ada multikolinearitas atau heteroskedastisitas, data bebas dari autokorelasi, dan uji F menunjukkan bahwa model regresi sesuai untuk digunakan (Ghozali, 2018). Tabel 4: Uji Hipotesis Model (Constant) GA KL WB Adj R square Sumber: data diolah B 2061.450 295.716 330.085 273.879 0.023 t 3.800 1.027 2.567 1.530 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Data terbebas autokorelasi Model layak untuk diuji Sig. 0.000 0.308 0.012 0.130 0.078 Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 651 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. Hasil hipotesi diatas nilai koefesien konstantanya 2061.450 dan nilai T 1.027 dengan nilai signifikansinya 0.308 > 0.05 yang berarti tidak terdapat pengaruh, (H1) ditolak. Selanjutnya, nilai koefesien konstanta sebesar 2061.450 dan nilai T 2.567dengan nilai signifikansinya sebesar 0.012 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh, (H2) diterima. Dan yang terakhir nilai koefesien konstanta sebesar 2061.450 dan nilai T sebesar 1.530 dengan nilai signifikansinya sebesar 0.130 yang lebih beasr dari alpha 0.05 yang berarti tidak terdapat pengaruh, (H3) ditolak. Maka dihasilkan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y= β0+ b1X1+ b2X2+ b3X3 + ε Y = 2061.450 + 295.716 X1 + 330.085 X2 + 273.879 X3 + ε Y merupakan nilai perusahaan, X1 green accounting, X2 kinerja lingkungan, X3 woman on board, β0 konstanta, b1 b2 b3 koefisien regresi, ε error term. Nilai adjusted R square sebesar 0.078 atau diartikan model dalam penelitian ini mampu menguraikan sekitar 7,8% dari variasi nilai perusahaan. Variabel green accounting, kinerja lingkungan, dan woman on board memberikan kontribusi kecil pada nilai perusahaan, sedangkan sisanya 92,2% dijelaskan oleh variabel lain. Oleh karena itu, meskipun kontribusinya belum besar, hasil ini tetap memberikan gambaran awal yang penting tentang bagaimana keberlanjutan dan tata kelola perusahaan dapat berkaitan dengan nilai perushaan. Pengaruh Green Accounting terhadap Nilai Perusahaan Dalam hasil pengujian penelitain ini menunjukkan hipotesis ditolak dengan nilai siginifikan 0,308 yang artinya alpha lebih besar dari 0.05, maka green accounting dinyatakan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dapat diketahui banyak perusahaan belum menerapkan green accounting karena praktik akuntansi lingkungan memerlukan biaya sehingga menjadi beban bagi pelaporan keuangan perusahaan. Penerapan green accounting belum menjadi pertimbangan utama dalam penilaian investor terhadap nilai perusahaan. Banyak perusahaan sektor energi belum secara konsisten menerapkan atau mengungkapkan informasi lingkungan sesuai standar. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Egbunike & Okoro, 2018) mengatakan bahwa green accounting tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap nilai perushaan dan didukung oleh penelitian (Saputri et al., 2023) yang mengatakan green accounting tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dalam hasil penelitian ini membuktikan bahwa green accounting belum memberikan keyakinan bagi investor dalam memberikan nilai perusahaan, hal ini sejalan dengan penelitian (Fernando et al., 2024). Temuan ini bertolak belakang dengan penelitian (Al-Dhaimesh, 2020), (Chasbiandani et al., 2019) yang mengungkapkan bahwa green accounting memiliki pengaruh positif dengan nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan green accounting masih menjadi pertimbangan bagi banyak perusahaan di sektor energi Indonesia. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan Temuan ini menunjukkan kinerja lingkungan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sehingga hipotesisnya diterima oleh variabel-variabel penelitian dengan nilai siginifikan 0.012 < 0.05. Hal ini membuktikan kinerja lingkungan memberikan dampak baik bagi perusahaan 652 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE dan membuat para investor untuk memberikan dananya di perusahaan tersebut agar dapat meningkatkan nilai perusahaannya. Sesuai dengan teori legitimasi bahwa dengan adanya peraturan yang di buat perusahaan wajib mengikuti aturan yang berlaku. Salah satunya aturan yang dibuat oleh pemerintah yaitu PROPER, dengan begitu perusahaan harus melakukan kinerja lingkungan dengan baik sehingga mendapatkan respon yang baik dari masyarakat atau sosial, dan pemerintah, juga membuat investor tertarik menanamkan sahamnya lewat pembuktian pelaporan tahunan tentang lingkungan. Perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik, yang tercermin melalui skor PROPER tinggi, lebih dipercaya oleh masyarakat dan investor. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. Penelitian ini didukung oleh (Khanifah et al., 2020) kinerja lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan sejalan dengan (Duan et al., 2023). Hal ini membuktikan bahwa kinerja lingkungan membuat perusahaan untuk menaati setiap aturan yang dibuat sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membeli produk dan menanamkan modal pada perusahaan sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Temuan sebelumnya green accounting yang diproksikan oleh biaya lingkungan mempunyai pengaruh tidak signifikan terdahap nilai perusahaan, sedangkan kinerja lingkungan yang diproksikan oleh PROPER memiliki pengaruh signifikan meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini disebabkan karena PROPER merupakan indikator kinerja kepatuhan lingkungan yang peringkatnya diberikan oleh langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLKH) diumumkan melalui SK Peringkat PROPER setiap tahunnya yang dapat di akses pada https://proper.menlhk.go.id/proper, dampaknya perusahaan-perusahaan yang mendapatkan peringkat baik pada PROPER mencerminkan patuh regulasi lingkungan, berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sehingga reputasinya akan meningkat, mendapat kepercayaan pemangku kepentingan dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Sedangkan pengukuran dengan proksi biaya lingkungan (environmental cost) belum dipahami secara menyeluruh oleh investor karena untuk investor jangka pendek akan berpikir bahwa adanya biaya lingkungan akan mengurangi profit sehingga dampaknya pada nilai perusahaan belum signifikan pada riset ini. Pengaruh Woman on Board terhadap Nilai Perusahaan Hasil uji regresi menunjukkan woman on board tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan hasil signifikan sebesar 0.130>0.05. Meskipun keberadaan perempuan di dewan direksi dianggap mampu membawa perspektif baru, pada kenyataannya, hal ini belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap nilai perusahaan di sektor energi. Dikarenakan masih rendahnya representasi perempuan dalam posisi strategis (keberadaan direksi wanita memiliki presentase yang rendah dalam jabatan dibandingkan pria). Selain itu, karena mayoritas perempuan dalam jajaran direksi yang berkecimpung di ranah publik memiliki peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier, peran ganda tersebut dapat berdampak pada kinerja mereka di perusahaan menjadi This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 653 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. kurang optimal, dan pada akhirnya peran direksi wanita menjadi tidak signifikan pada nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Melinda Rizka Septiane & Suzan, 2021) yang mengatakan bahwa keberadaan direksi wanita dalam perusahaan tidak membawa banyak pengaruh terhadap nilai perusahaan. Riset ini sejalan dengan (Pradana & Khairusoalihin, 2021) yang mengatakan bahwa tidak ada pengaruh proposisi perempuan dalam memimpin, dikarenakan perempuan memiliki toleransi risiko lebih rendah dibandingkan pria. Hasil riset ini bertolak belakan dengan (Cahyadi & Angela, 2025), (Chen et al., 2015) mengatakan adanya direksi wanita dalam perusahaan membawa pengaruh yang sigifikan bagi nilai perusahaan, karena dapat mengurangi risiko, membuat penilaian etis, mendorong distribusi yang adil, dan menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap manajemen perusahaan. PENUTUP Green accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Woman on board tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini tidak lepas dari sejumlah kendala, seperti 56 perusahaan yang tidak mempublikasikan data secara lengkap di laporan keuangan untuk periode 2021-2023. Ini menyebabkan sebagian besar perusahaan yang seharusnya dapat menjadi sampel perusahaan terpaksa harus dikeluarkan. Lebih lanjut, keterbatasan informasi di laporan keuangan oleh BEI memberikan potensi pengaruh terhadap penelitian yang dilakukan semakin berkurang. Saran praktik, disarankan untuk meningkatkan komitmen terhadap pelaporan dan praktik green accounting secara menyeluruh, agar dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan. Perusahaan juga perlu meningkatkan kinerja lingkungan, tidak hanya untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga untuk memperkuat citra dan keberlanjutan usaha di mata publik dan investor. Terkait woman on board, perusahaan sebaiknya tidak hanya memperhatikan kuantitas tetapi juga kualitas peran perempuan dalam dewan direksi. Perlu adanya pelatihan dan pemberdayaan agar kehadiran perempuan dapat berkontribusi nyata dalam pengambilan keputusan strategis. Saran untuk peneliti selanjutnya agar mempertimbangkan penambahan variabel moderasi seperti kepemilikan oleh manajer. DAFTAR PUSTAKA Al-Dhaimesh, O. H. (2020). Green accounting practices and economic value added: An applied study on companies listed on the Qatar stock exchange. International Journal of Energy Economics and Policy, 10(6), 164–168. https://doi.org/10.32479/ijeep.10199 Andrian, T., & Pangestu, A. (2022). Social Responsibility Disclosure: Do Green Accounting, Ceo Power, Board Gender, and Nationality Diversity Matter? Corporate Governance and Organizational Behavior Review, 6(4), 110–121. https://doi.org/10.22495/CGOBRV6I 4P10 Angela, A., Hidayat, V. S., & Eunike, E. (2023). Working Capital Management, Free Cash Flow, Profitability and Firm Value. Jurnal Proaksi, 10(2), 172–181. 654 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE https://doi.org/10.32534/jpk.v10i2.39 80 Budiharjo, R. (2019). The Effect of Environmental Performance on Financial Performance and Firm Value. International Journal of Academic Research in Accounting, 9(2), 65–73. https://doi.org/https://doi.org/10.6007 /IJARAFMS/v9-i2/6030 Cahyadi, A., & Angela, A. (2025). Pengaruh Intellectual Capital, Cost Of Capital, Dan Woman On Board Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Teknologi Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(1), 273–286. https://doi.org/https://doi.org/10.3581 4/relevan.v2i2.3231 Chasbiandani, T., Rizal, N., & Satria, I. (2019). Penerapan Green Accounting Terhadap Profitabitas Perusahaan Di Indonesia. Accounting and Financial Review, 2(2), 126–132. https://doi.org/https://doi.org/10.2690 5/afr.v2i2.3722 Chen, J., Leung, W. S., & Evan, K. P. (2015). Female board representation, corporate innovation and firm performance. Journal of Empirical Finance, 2(1), 1–55. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.10 16/j.jempfin.2018.07.003 Damayanti, A., & Astuti, S. B. (2022). Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan dan Industri Kimia yang terdaftar di BEI periode 2017-2020). Jurnal Riset Akuntansi, 2(2), 116–125. https://doi.org/https://doi.org/10.3581 4/relevan.v2i2.3231 Dewi, S. R. (2016). Pemahaman Dan Kepedulian Penerapan Green Accounting: Studi Kasus Ukm Tahu Di Sidoarjo Understanding and Application of Green Accounting Awareness: a Tofu Sme Case Study in Sidoarjo. Ekonomi & Bisnis, 497– 511. Duan, Y., Yang, F., & Xiong, L. (2023). Environmental, Social, and Governance (ESG) Performance and Firm Value: Evidence from Chinese Manufacturing Firms. Sustainability (Switzerland), 15(17). https://doi.org/10.3390/su151712858 Dwi Wardani, D., & Sa’adah, L. (2020). Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening. AKTIVA Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 5(1), 15–28. https://doi.org/https://doi.org/10.3583 5/AKTIVA.V5I1.82 Dwicahyanti, R., & Priono, H. (2021). Pengaruh Penerapan Akuntansi Lingkungan dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Serta Pengungkapan Informasi Lingkungan sebagai Variabel Intervening. Junal Syntax Transformation, 75(17), 399– 405. https://doi.org/https://doi.org/10.4679 9/jst.v2i6.295 Egbunike, A., & Okoro, G. (2018). Does green accounting matter to the profitability of firms? A canonical assessment. Ekonomski Horizonti, 20(1), 17–26. https://doi.org/10.5937/ekonhor18010 17e ESDM. (2025). Kontribusi Minerba pada PDB 2023 Capai Rp2.198 Triliun. Www.Esdm.Go.Id. https://www.esdm.go.id/en/mediacenter/news-archives/kontribusi- This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 655 | Yesica Cahayani Kristina Zega, Aurora Angela. PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN, DAN WOMAN ON BOARD TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. minerba-pada-pdb-2023-capairp2198-triliun? Fernando, K., Jocelyn, H., Frista, F., & Kurniawan, B. (2024). The Effect of Green Accounting Disclosure on the Firm Value of Listed Mining and Agriculture Companies in Southeast Asia Countries. International Journal of Energy Economics and Policy, 14(1), 377–382. https://doi.org/10.32479/ijeep.15151 Ghozali, H. I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 Edisi 9. Gunawan, B., & Berliyanda, K. L. (2024). Pengaruh Green Accounting, Pengungkapan Emisi Karbon, dan Kinerja Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 8(1), 33–50. https://doi.org/10.18196/rabin.v8i1.2 2027 Hamdani, Y., & Hatane, S. E. (2017). Pengaruh Wanita Dewan Direksi terhadap Firm Value melalui Firm Performance sebagai Variabel Intervening. Business Accounting Review, 5(1), 121–132. Hamidi. (2019). Analisis Penerapan Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Equilibiria, 6(2), 238–239. https://doi.org/10.4324/97813155611 03-15 Khanifah, K., Udin, U., Hadi, N., & Alfiana, F. (2020). Environmental performance and firm value: Testing the role of firm reputation in emerging countries. International Journal of Energy Economics and Policy, 10(1), 96–103. https://doi.org/10.32479/ijeep.8490 Lestari, A. (2024). Kesetaraan Gender dalam Industri Tambang dan Energi : Tantangan dan Harapan. Nikel.Co.Id. https://nikel.co.id/2024/09/11/kesetar aan-gender-dalam-industri-tambangdan-energi-tantangan-dan-harapan/ Linggih, A. D., & Wiksuana, I. (2015). The Effects of Gender Diversity in The Boardroom on Firm Financial Performance in Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 151(2009), 10–17. https://doi.org/https://doi.org/10.2484 3/JEKT.2018.v11.i02.p07 Maama, H., & Appiah, K. O. (2019). Green accounting practices: lesson from an emerging economy. Qualitative Research in Financial Markets, 11(4), 456–478. https://doi.org/10.1108/QRFM-022017-0013 Maharani, P., & Handayani, S. (2021). Pengaruh Green Accounting pada Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan. Jurnal Edumaspul, 5(1), 220–231. https://doi.org/https://doi.org/10.2513 4/jrka.v11i1.11578 Maruto, R., & Rahmani, N. P. (2025). Praktik pengoplosan BBM terjadi pada 2018--2023. Antara News, 1–2. Melinda Rizka Septiane, & Suzan, L. (2021). Pengaruh Board Diversity Dan Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan ( Studi kasus pada Perusahaan BUMN Go Public yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 – 2018 ). E-Proceeding of Management, 8(1), 94–103. Pradana, M. T., & Khairusoalihin, K. (2021). Pengaruh Board Diversity, Kompensasi Dewan Direksi Dan Kepemilikan Manajerial Dewan Direksi Terhadap Nilai Perusahaan. Analisis, 11(1), 1–20. 656 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10, Nomor 2, 2025 http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE https://doi.org/10.37478/als.v11i1.82 4 Rokhlinasari. (2019). Teori –Teori dalam Pengungkapan Informasi Corporate Social Responbility Perbankan. Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syari’ah, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.24235/amwal.v7i1. 217.g195 Sapulette, S. G., & Limba, F. B. (2021). Pengaruh Penerapan Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020. Kupna Akuntansi: Kumpulan Artikel Akuntansi, 2(1), 31–43. https://doi.org/10.30598/kupna.v2.i1. p31-43 Saputri, S. A., Maharani, B., & Prasetya, W. A. (2023). Pengaruh Kinerja Lingkungan, Pengungkapan Lingkungan, Dan Biaya Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaan. JUARA: Jurnal Riset Akuntansi, 13(1), 94– 111. sekretariatproper. (2025). Pengumuman Daftar Peringkat PROPER 20232024. Proper.Menlhk.Go.Id. Seso, D. J. (2021). The Influence of Woman on Board of Commissioner and Woman on Board of Director on Company Financial Performance. Journal of Economics, Finance and Management Studies, 04(04), 224– 231. https://doi.org/10.47191/jefms/v4-i402 Wijayanto, A., Winarni, E., & Mahmudah, D. S. (2021). Pengaruh Penerapan Akuntansi Lingkungan. Yos Soedarso Economics Journal, 3(1), 99–136. https://doi.org/10.53027/yej.v3i1.205 Wirawan, E. R., & Angela, A. (2024). Green Accounting , Intellectual Capital. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 6(3), 1050–1065. https://doi.org/https://doi.org/10.2403 6/jea.v6i3.1833 Yogiswari, N. L. P. P., & Badera, I. D. N. (2019). Pengaruh Board Diversity Pada Nilai Perusahaan Dalam Perspektif Corporate Governance. EJurnal Akuntansi, 26, 2070. https://doi.org/10.24843/eja.2019.v26 .i03.p15 Yunita, V., & Nelvirita. (2025). Pengaruh Dualitas CEO, Kualitas Audit Eksternal, dan Dewan Perempuan terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 - 2023. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 7(2), 768–784. https://doi.org/https://doi.org/10.2403 6/jea.v7i2.2634 Zulvina, Y. (2021). Women Director, Financial Performance and Firm Value: Evidence Mining Sector Companies Listed in Indonesian Stock Exchange. Research Journal of Finance and Accounting, 12(16), 60– 70. https://doi.org/10.7176/rjfa/12-1607 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright ©2025, The Author(s) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528