Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 04 No. 02 (Juni 2. 93 Ae 104 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Studi Biblikal 1 Timotius 4:12 tentang Keteladanan Hidup Sebagai Antisipasi Cemooh terhadap Hamba Tuhan Franseda Sihite Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, fransedanehemia@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Sihite. AuStudi Biblikal 1 Timotius 4:12 tentang Keteladanan Hidup Sebagai Antisipasi Cemooh terhadap Hamba Tuhan. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 4, no. 2 (Juni 30, 2. : 93104, accessed Juni 30, 2024, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Sihite, 2024, p. Received: 6 Maret 2023 Accepted: 15 Juli 2025 Published: 30 Juni 2024 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact fransedanehemia@gmail. Franseda Sihite Abstract The example of God's servants is something that is very much needed in the church. A good example will have a positive impact on the development of the church. On the contrary, a servant of God whose life is not exemplary will bring ridicule to himself and will harm the work of God itself. The purpose of this study is to find an example that a servant of God must have based on 1 Timothy 4:12. The method used is descriptive qualitative with an exegetical The results of the research are: Firstly, forming servants of God who have exemplary behaviour in words. Second, forming servants of God who have exemplary Third, forming servants of God who are exemplary in love. Fourth, forming servants of God who have exemplary faithfulness. These five parts are the manifestations of servants of God who have exemplary lives that become one part of the anticipation of people to mock. Keywords: Exemplary. Servant of God. Mockery Abstrak Keteladan hamaba Tuhan adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam gereja. Keteladanan yang baik akan membawa dampak positif bagi perkembangan gereja. Namun sebaliknya, hamba Tuhan yang hidupnya tidak menunjukan akan mendatangkan cemooh bagi dirinya dan akan merugikan pekerjaan Tuhan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menemukan keteladan yang harus dimiliki seorang hamba Tuhan berdasarkan 1 Timotius 4:12. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksegesa. Hasil dari penelitian adalah : pertama, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam perkataan. Kedua, membentuk hamba Tuhan memiliki keteladanan dalam tingkah laku. Ketiga, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam kasih. Keempat, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladan dalam kesetiaan. Kelima bagian tersebut adalah wujud dari hamba Tuhan yang memiliki keteladanan hidup yang menjadi salah satu bagian antisipasi orang-orang untuk mencomooh. Kata Kunci: Keteladanan. Hamba Tuhan. Cemooh Pendahuluan Gereja adalah wadah persekutuan orang-orang beriman yang telah dipanggil keluar dari pengaruh dunia. Gereja merupakan suatu persekutuan kepada Kristus karena menunaikan ibadah serta melayani Allah dalam Yesus Kristus (Ima et al. , 2022. Kardianto et al. , 2. Gereja dapat disebut sebagai milik Kristus karena telah ditebus dengan pengorbanan darah Kristus lewat kematian diatas kayu salib. Pada Alkitab tubuh Kristus adalah gereja yang terdiri dari banyak anggota yang berbeda satu dengan yang lain, memiliki pemimpin ataupun imam, akan tetapi semua memperlihatkan kesatuan dan keragaman (Sproul, 2. Pada persekutuan orang percaya imam atau hamba Tuhan memiliki fungsi tugas sebagai pelayan, pemimpin, pembimbing dan penggerak dalam pertemuan ibadah. Hamba Tuhan merupakan pembina rohani bukan saja dituntut supaya cakap dalam kemampuan pelayanan namun harus juga mempunyai karakter yang sepadan dengan pelayanan. Karakter yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite menjadi keteladanan bagi jemaat harus benar-benar terjaga. Oleh karena itu sebagai seorang pemimpin yang memiliki status hamba Tuhan harus memberikan contoh dan keteladanan kepada jemaat yang dipimpinnya. Keteladanan hamba Tuhan merupakan syarat keteladanan yang tak pernah berakhir. Keteladanan menjadi sorotan bagi pihak dalam gereja maupun luar gereja. Keteladanan hamba Tuhan menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas bagi para peneliti di Indonesia. Topik keteladanan harus terus menerus digaungkan karena membutuhkan bukti hidup yang nyata. Faktanya, tidak sedikit seminar tentang keteladanan dalam kalangan Kristen, baik dalam lingkup gereja maupun akademis. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan hidup menuntut sebuah dinamika yang dapat menjawab tuntutan masyarakat sekitar sekalipun sebagai hamba Tuhan memiliki tugas rutin memberikan pembinaan rohani dalam setiap aktivitas seperti berdoa, beribadah, dan memimpin jemaat (Nainggolan et al. 2022, p. Melalui tugas rutin tersebut keteladanan hamba Tuhan dituntut dan harus dibuktikan dalam setiap aktivitas. Keteladanan hamba Tuhan selayaknya menjadi prioritas utama dalam pelayanan. Karunia-karunia dan potensi pelayanan akan semakin tidak terlihat bilamana keteladanan yang baik dari seorang hamba Tuhan tidak nyata. Hamba Tuhan yang terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam pelayanan merupakan tindakan yang baik dan penting, namun karakter pelayan juga harus menjadi perhatian sehingga dalam setiap pelayanan tidak menjadi batu sandung bagi jemaat. Karunia-karunia dan potensi pelayanan akan semakin tidak baik bilamana keteladanan yang baik dari seorang hamba Tuhan tidak nyata. Hamba Tuhan tidak boleh hanya terfokus kepada kapasitas dan kemampuan, namun harus dapat menunjukan karakter yang baik kepada semua jemaat karena keteladanan yang baik akan nyata dari karakter yang baik. Jika hamba Tuhan tidak memiliki karakter yang baik akan sangat sulit untuk menjadi pribadi yang memberikan teladan. Berdasarkan kejadian yang nyata pada masa kini yakni masih banyak hamba Tuhan yang tidak mewujudkan keteladan maka peneliti tertarik untuk menemukan cara para hamba Tuhan untuk memiliki keteladanan. Penelitian ini menawarkan perlunya pengajaran dan pembinaan kepada semua orang termasuk orang percaya dan hamba Tuhan karena pada umumnya setiap manusia tak pernah terluput dari kekurangan, maka perlu bekesinambungan dalam mendapat nasihat, bimbingan dan pencerahan, supaya tetap hidup seturut kebenaran. Hamba Tuhan yang hidup dalam kebenaran akan mampu menampilkan keteladanan yang baik yang sesuai dengan kebenaran itu sendiri. Berkaitan dengan Studi Biblikal 1 Timotius 4:12 tentang keteladan praktis, terdapat para peneliti yang pernah melakukan penelitian tertang topik tersebut. Desti Samrena . 9, . menyimpulkan bahwa kualifikasi hidup, keteladanan, dan tidak berfokus kepada perbuatan apa yang harus diterapkan akan dapat membuat tercipta sebuah keteladanan yang Sedangkan Christine Fuceria Ginting . 8, pp. 78Ae. yang penelitiannya hanya fokus kepada kepemimpinan anak muda tetapi dalam pembahasan tidak terfokus pada karakter keteladanan seorang hamba Tuhan, pembahasannya sangat meluas sehingga sampai kepada kemampuan kepemimpinan. Peneliti mendapatkan bahwa masih ada bagian yang belum diteliti secara rinci yaitu tentang perbuatan keteladanan apa saja yang harus diterapkan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite seorang hamba Kristus berdasarkan 1 Timotius 4:12. Oleh sebab itu penelitian ini akan meneliti tentang keteladanan hamba Tuhan menurut 1 Timotius 4:12 dengan kajian biblikal dan diuraikan secara praktis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bagian yang memiliki kontribusi dalam keteladanan hamba Tuhan. Menjadi bekal dan standar Karakter yang membuat para hamba Tuhan dapat dicontoh dan dapat dipercaya oleh semua kalangan. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan eksegesa yang berkaitan dengan mempersiapkan orang percaya khususnya Hamba Tuhan dengan tujuan supaya memiliki keteladanan hidup yang baik menurut 1 Timotius 4:12 (Zaluchu, 2020, pp. 28Ae. Peneliti melakukan studi analisa secara biblikal untuk mendapatkan informasi tentang peran penting hamba Tuhan dan sisi nilai karakter yang harus Hasil dan Pembahasan Hamba Tuhan dan keteladanannya Hamba Tuhan adalah orang yang percaya kepada Kristus sekaligus menjadi seorang pemimpin, pembimbing serta pembawa umat Allah untuk beriman pada Kristus Yesus. Kemajemukan fungsi dan tugas hamba Tuhan bukanlah hal yang mudah. Selain bertugas membina jemaat, seorang hamba Tuhan tidak akan luput dari sorotan bahkan penilaian orang Seorang hamba Tuhan bukan hanya melayani jemaat, tapi mata orang banyak yang menyoroti setiap aspek hidup baik perkataan, perbuatan dan aktivitas lainnya. Tentu saja hal ini terjadi karena hamba Tuhan merupakan public figure yang memiliki tugas memberitakan kebenaran, pembawa kedamaian dan selalu berbicara perkara-perkara rohani. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri bahwa dari seorang hamba Tuhan dituntut supaya bersikap linier dari apa yang diperkatakan dengan apa yang diperbuat. 1 Timotius 4:12 adalah salah satu tujuan mendasar dari surat pribadi Paulus terhadap anak rohaninya yaitu Timotius yang berbicara tentang kesiapan dalam pelayanan. Kesiapan yang dimaksud bukan hanya sekedar kemapuan melayani dari segi skil, talenta dan karunia Lebih khusus lagi Paulus mengingini supaya Timotius memiliki kedewasaan Karakter. Adapun kedewasaan Karakter yang dimaksud adalah supaya Timotius mampu menampilkan semua Karakter Kristus dalam segala aspek hidupnya. Menyadari bahwa manusia sebagai ciptaan Allah yang terbuat dari daging tidak dapat luput dari kesilapan. Sebagai seorang hamba Tuhan harus dapat menyadari bahwa silap dan kesalahan adalah hal yang sering Menilik status Timotius yang dalam hal ini masih kategori muda dalam usia dan juga masih tergolong pelayan pemula yang saat itu menangani pastoral di jemaat Efesus. Tentu saja sebagai seorang hamba Tuhan yang masih berusia muda dan belum banyak pengalaman pelayanan akan menjadi perhatian khusus dari jemaat yang dibina atau dari pihak lain Paulus memprediksi bahwa usia muda dan minimnya pengalaman pelayanan seorang hamba Tuhan bisa saja akan membuat hamba Tuhan tersebut dipandang sebelah mata bahkan direndahkan. Demi antisipasi direndahkan maka Paulus menyurati Timotius dan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite berpesan supaya dalam pelayanannya harus mampu menjadi teladan yang baik bagi orangorang percaya. Sebagai hamba Tuhan atau pelayan Tuhan, segala tindakannya senantiasa dikaitkan dengan karakter, karena diharapkan karakter seorang pelayan Tuhan menjadi contoh yang baik, solusi dan perubahan positif bagi kehidupan di sekelilingnya (Tambunan, 2018, pp. 81Ae. Keteladanan dalam gereja adalah menjadi hal yang sentral, karena banyak gereja akhirnya tidak bertumbuh bahkan mengalami konflik oleh karena pupusnya keteladan hidup yang baik (Sirait et al. , 2022, pp. 115Ae. Perkembangan pelayanan akan terganggu bahkan konflik akan muncul, yang bisa saja menimbulkan perpecahan karena keteladanan buruk dari seorang hamba Tuhan (Zaluchu, 2018, p. Keteladanan yang baik adalah bagian yang mutlak dan harus dimiliki setiap orang, terlebih hamba Tuhan yang berkerja sebagai pelayan Tuhan. Paulus juga tidak hanya menasihati Timotius, tetapi juga kepada jemaat Korintus yang merupakan orang percaya dengan menyatakan bahwa keteladanan harus menjadi gaya hidup sebagi orang percaya . Korintus 11:. Ungkapan Paulus jelas bahwa pusat keteladanan harus tertuju kepada Kristus sang teladan. Paulus sebagai rasul yang meminta jemaat Korintus untuk meneladani dirinya, punya alasan yang mendasar. Sebagai alasan yang mendasar sekaligus menjadi proyek percontohan keteladanan yang dia tawarkan adalah bahwa dirinya adalah peneladan Kristus. Keteladanan Kristus yang sudah diteladaninya membuat rasul Paulus berani dan percaya diri untuk mengajak jemaat meneladani dirinya. Apa yang dilakukan oleh Paulus sudah sejalan dengan apa yang diperintahkan Yesus. Rasul Yohanes mengutip apa yang diperkatakan Yesus tentang keteladan. AuKarena Aku sudah memberi teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti aku perbuat kepadamuAy. Inilah keteladanan sejati, yaitu keteladanan hidup yang sesuai dengan keteladan Kristus. Pribadi Yesus Kristus dan segala Karakter ilahinya adalah menjadi fokus keteladanan orang percaya, apalagi pelayan Tuhan. Sejatinya dapat dikatakan tidak tepat bilamana seseorang minta diteladani, ditiru atau dicontoh sementara hidupnya tidak meneladani, meniru atau mencontoh keteladanan Kristus. Pada kekristenan dengan kaitannya dengan pelayan Tuhan, seorang pelayan Tuhan harus meneladani keteladanan Kristus. Dengan hal inilah hamba Tuhan layak menjadi teladan yang diikuti orang banyak. Keteladanan yang baik akan muncul dari karakter yang baik. Jika seseorang tidak memiliki karakter yang baik tidak mungkin bisa menampilkan keteladanan yang baik. Keteladan yang tidak baik akan membawa dampak negatif bagi pekerjaan Tuhan. Tidak jarang dijumpai adanya jemaat yang kecewa karena hamba Tuhan memiliki sikap yang tidak Hilangnya keteladanan dari hamba Tuhan akan membawa gereja tidak mengalami Seseorang hamba Tuhan yang kehilangan keteladanan hidup juga dapat membuat figur kehambaannya sebagi Pelayan Tuhan di tercemooh dan menjadi batu sandungan bagi orang banyak sehingga kehadirannya tertolak. Kehilangan keteladanan seseorang pelayan Tuhan akan merugikan pelayananya. Keadaan ini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri ketika dalam kehidupan keseharian tidak berhasil memperlihatkan keteladanan Kristus kepada jemaat. Jemaat yang melihat pribadi hamba Tuhan tersebut akan berbeda karena tidak ada keserasian yang diperkatakan dengan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite yang diperbuat. Oleh karena itu sebagai seorang hamba Tuhan, sekalipun banyak melakukan pelayanan seyogianya selalu mendapat masukan sebagai pembelajaran. Kata AuteladanAy dalam teks 1 Timotius 4:12 dalam bahasa Yunani ditulis EsAC, tupos yang memiliki pengertian Aumodel, gambar, ideal atau polaAy (Hasan Sutanto, 2. Kata tupos juga dapat diartikan sebagai of a figure or image yaitu Auteladan, contoh, tanda atau buktiAy. Oleh karena itu sebuah keteladanan haruslah menjadi identitas, tanda, bukti atapun pola hidup seseorang. Keteladanan hidup yang baik seyogianya menjadi sebuah idealisme orang percaya dan merupakan pola atau gambar yang tentunya dapat ditiru semua orang yang Pengajaran Paulus dalam 1 Timotius 4:12 1 Timotius 4:12 memberi penjelasan bahwa usia dan pengalaman Timotius tergolong muda. Terbaca bagi Paulus bahwa soal usia dan karir pelayanan Timotius yang masih pemula ini bisa saja menjadi kendala psikologis bagi Timotius sendiri. Kata AumudaAy dalam 1 Timotius 4:12 ditulis AuAUEC, neotys berasal dari kata neos yang artinya kebaruan, kemudaan (Hasan Sutanto, 2. Pertimbangan yang muncul dalam logika Paulus sebagai bapak rohani Timotius adalah adanya rasa kurang percaya diri Timotius mengingat usia dan pengalaman pelayanannya yang masih tergolong baru. Paulus juga memperkirakan bahwa akan ada pihakpihak tertentu yang akan meragukan bahkan merendahkan kualitas pelayanan Timotius. Hal ini terlihat dari ucapan Paulus yang berkata AuJangan seorangpun yang menganggap engkau rendahAy. Manusia pada umumnya menilai seseorang itu berdasarkan apa yang ada pada Faktor usia muda dan minimnya pengalaman menjadi kekuatiran dan keraguan bagi seseorang yang melihatnya. Kenyataan bahwa seorang pemimpin, baik itu sebagai pemimpin gereja, dalam hal ini hamba Tuhan, seringkali disangkut-pautkan dengan status usia. Adanya anggapan bahwa seorang pemimpin sewajarnya adalah seorang yang lebih tua dari orang yang dipimpinnya. Pendapat lain tentang orang muda adalah. Jiwa muda sarat dengan persoalan nafsu duniawi, oleh sebab itu banyak hal tentang orang muda dikaitkan dengan hal-hal duniawi sehingga diragukan dalam kualitas kehidupan rohaninya. Begitu juga yang dialami oleh Timotius sebagai orang muda dan pemula dalam pelayanan, sehingga ada orang yang meragukan kemapuan dan memandang rendah (Barclay, 2001, p. Stigma tentang kepemimpinan dengan asas usia yang tua seharusnya sudah sepantasnya ditinggalkan karena persoalan pelayan Tuhan pada masa sekarang ini lebih ditekankan pada persoalan kompetensi dan Karakter keteladanan yang baik (Rinukti, 2019, pp. 33Ae. Sebuah penelitian menemukan bahwa ada keterkaitan yang erat antara anak muda dan pesoalan inovasi, kreatif dan energik dalam berkarya (El Hasanah, 2018, p. Bahkan faktor yang membuat karir anak-anak muda banyak yang sukses oleh karena memiliki potensi dalam berinovasi (Suyatna & Nurhasanah, 2018, p. Memahami akan usia muda dan status pelayanan Timotius yang masih tergolon pemula maka Paulus mengambil langkah bijak melalui pemberian motivasi penguatan. Paulus seolah berkata bahwa seseorang yang melayani Tuhan bukanlah seseorang yang harus berusia cukup atau pengalaman yang cukup. Bagi Paulus dalam melayani jemaat Tuhan hal keteladanan hidup adalah sangat prioritas. Bukan berarti bahwa karunia-karunia, talenta-talenta, bahkan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite keahlian dalam pelayanan diabaikan. Namun, yang menjadi model dan pola kehidupan hamba Tuhan sebagai pelayan Tuhan adalah menampilkan contoh atau keteladan hidup yang baik bagi orang-orang disekitarnya. Karakter hamba Tuhan yang sepadan dengan Karakter Kristus sudah pasti akan mampu memunculkan keteladanan yang baik yang sesuai dengan teladan Yesus. Keteladan dan Karakter akan membuat sesorang menjadi terhormat dan tidak Kata AurendahAy pada 1 Timotius 4:12 dalam Bahasa Yunani ditulis EIAO kataphroney yang punya arti. terhina, tercemooh, diabaikan. Kata EIAO kataphroney juga memiliki makna dipandang remeh (Haubeck et al. , 2010, p. Katafroneo dalam bentuk datif artinya menghina, mencemooh, meremehkan Paulus menasehati Timotius supaya jangan sampai minder atau kurang percaya diri, sekalipun ada pihak yang meragukan kualitas pelayanan Timotius mengingat usianya yang masih tergolong muda. Dengan demikian, bagi Paulus bahwa hal yang merendahkan seorang hamba Tuhan bukanlah usia muda atau keterbatasannya dalam keahlian pelayanan, akan tetapi ketika tidak mampu memberi keteladanan yang baik dalam kehidupan. Seseorang hamba Tuhan yang tidak bisa menjadi teladan dalam semua aspek hidup kemungkinan bersar akan direndahkan oleh jemaat. Berikut nasihat keteladanan hidup Paulus kepada Timotius mencakup sebagi berikut: Keteladanan seorang hamba Tuhan dalam perkataan Sebagai orang percaya atau hamba Tuhan selalu dituntut supaya menampilkan keteladanan yang bisa dicontoh oleh sekitarnya. Oleh karena itu mereka harus memiliki sikap kehatihatian yang harus dijaga supaya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Salah satu penerapan keteladanan hamba Tuhan yang banyak menjadi perhatian oleh orang lain adalah Surat Yakobus memberi peringatan bahwa setiap manusia berpotensi untuk berbuat kesalahan. Yakobus mengarisbawahi bahwa barang siapa yang tidak bersalah dalam perkataan orang tersebut layak disebut orang yang sempurna yang mampu mengendalikan semua aspek kehidupannya (Yakobus 3:. Hal ini memberi indikasi bagi semua manusia bahwa perkataan adalah salah satu bagian yang dapat menimbulkan masalah serius oleh sebab itu jemaat atau hamba Tuhan harus cakap dalam mengelola dan melakukannya. Pada kontek 1 Timotius 4. 12 sebagai pelayan Tuhan diminta untuk memperhatikan setiap tutur kata yakni menjadi teladan melalui perkataan. Kata AuperkataanAy ditulis U berasal dari kata UC . yang dalam Bahasa Ingeris AuspeechAy, embodying an idea, a statement, yang artinya ucapan, pernyataan, perwujudan ide (Hasan Sutanto, 2. Dari pemahaman tersebut didapatkan bahwa perkataan itu bukan saja menyangkut sesuatu yang terucap akan tetapi lebih dari pada itu termasuk ide dan gagasan yang ada didalam ide. Adanya perbedaan perkataan dengan perbuatan akan membawa dampak yang Hamba Tuhan yang tidak melakukan seperti yang ucapkan dapat mengakibatkan jemaat menjadi tidak percaya dan kecewa. Seimbangnya perkataan dengan perbuatan akan menjadi ukuran jemaat dalam menilai kualitas integritas. Hamba Tuhan harus memiliki nilainilai spiritual yang mampu membangkitkan pendengar atau jemaat. Hamba Tuhan juga harus senantiasa menjaga tutur kata dan jangan sampai menyakiti hati orang lain seperti perkataanperkataan kotor, hinaan, makian, umpatan, kebencian, menghakimi bahkan perkataan negatif Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite Rasul Paulus dengan nada yang sama pernah mengingatkan jemaat Efesus supaya keteladanan dalam bertutur kata harus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Paulus, kata-kata kotor, kata yang sia-sia, dan kata-kata yang sembrono adalah perkataan yang tidak pantas diucapkan (Efesus 5:. Kata AupantasAy dalam efesus 5. 4 dalam bahasa yunani AO . yang artinya adalah pas, cocok, tepat. Jadi para hamba Tuhan haruslah menjahui perkataan-perkataan yang demikian untuk menjadi teladan bagi jemaat dan Rasul Paulus selalu mengingatkan jemaat-jemaat supaya memiliki perkataanperkataan yang memiliki nilai spiritual. Seperti jemaat Korintus yang diingatkan juga supaya setiap ucapan-ucapan yang keluar harus memiliki nilai-nilai yang mendatangkan berkat bagi orang lain, membangun, menasehati dan menguatkan . Korintus 14:. Selanjutnya kepada jemaat Kolose juga dilakukan hal yang sama yakni supaya sesama jemaat dapat membangun komunikasi yang baik dengan memakai perkataan-perkataan Kristus yang sifatnya mengajar, menegor kesalahan bahkan dalam menyanyikan mazmur dan puji-pujian, semuanya itu harus mendatangkan kemuliaan bagi Kristus (Kolose 3:16-. Setiap ucapan-ucapan yang memiliki nilai-nilai kerohanian akan menggambarkan sikap Yesus berkata, orang yang yang baik dan jahat akan mengeluarkan hal-hal yang baik atau jahat dari perbendaharaannya (Matius 12:. Firman yang ada dalam hati dan yang menguasai akan keluar melalui perkataan dan perbuatan yang menguatkan jemaat dan orang Jadi, seseorang yang memiliki perkataan yang selalu mendatangkan keberkahan bagi orang lain, maka orang tersebut memiliki perbendaharaan firman dalam hatinya. Satu kepastian bagi orang percaya adalah bahwa mereka yang hidup dalam Kristus pasti memiliki kekayaan Kristus yang salah satunya adalah kaya dalam perkataan. Kaya dalam perkataan yang dimaksud adalah memiliki hikmat sehingga dalam setiap ucapan yang keluar mendatangkan hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. Keteladanan seorang hamba Tuhan dalam tingkah laku 1 Timotius 4:12 kata Autingkah lakuAy dalam bahasa Yunani adalah AEEAI anastrophe yang artinya AuperilakuAy atau Aucara hidupAy . anner of life, conduct, behavio. (Hasan Sutanto. Hal ini menegaskan bahwa keteladan dalam tingkah laku mencakup semua perilaku atau cara hidup dalam semua aspek hidup. Senada dengan tingkah laku. Rasul Paulus juga mengingatkan jemaat Korintus supaya melakukan semua hal dengan standar mempermuliakan nama Tuhan. Bukan hanya bersikap, bertindak atau berkata-kata, akan tetapi rutinitas yang tidak melibatkan orang lain seperti makan, minum atau hal lain harus mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan . Korintus 10:. Pada kekristenan. Yesus Kristus menjadi model keteladanan dalam semua hal Setiap pengikut-Nya wajib meneladani. Setiap orang percaya yang mengenal Dia dengan benar akan dapat meneladani-Nya. Namun, seseorang yang tidak mengenal Yesus yang sejati, maka tidak akan ada keteladanan yang baik yang akan mengubah tingkah lakunya (Sabdono, 2020, p. Setiap orang percaya yang meresponi dengan sungguh-sungguh akan keteladanan tingkah laku Yesus maka akan dapat meneladani tingkah lakunya. Dengan demikian setiap hamba Tuhan yang meneladani Yesus Kristus akan terlihat karakter yang sama. Hamba Tuhan yang demikian akan menjadi saksi dan berkat dalam setiap pelayanan. Selain menjadi berkat, hamba Tuhan tersebut memiliki potensi besar untuk Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite diterima, tidak tertolak, tidak menjadi batu sandungan dan mampu memberikan solusi, jawaban, dan perubahan bagi para jemaat dan sekelilingnya (Tambunan, 2018, pp. 81Ae. Keteladanan seorang hamba Tuhan dalam kasih Keteladanan yang harus diterapkan dalam kehidupan hamba Tuhan adalah kasih. Kata AukasihAy dalak konteks 1 Timotius 4:12 dalam teks Yunani ditulis AA, agape artinya cinta, kebajikan, niat baik (Love, benevolence, good wil. (Hasan Sutanto, 2. Kasih adalah perbuatan dan mencakup banyak hal. Himbauan Paulus kepada Timotius adalah praktek kasih, bukan hanya sekedar perkataan. Pelayanan kasih merupakan pelayanan yang palin kuat dan langsung dirasakan oleh orang-orang yang menerimanya. Kekuatan kasih melebihi kekuatan motivasi. Paulus membuat perbandingan pelayanan kasih dengan pelayanan narasi. Pelayanan narasi ataupun pelayanan kata-kata . eperti khotba. diibaratkan seperti gong yang berkumandang atau canang yang gemerincing bila tidak disertai dengan pelayanan kasih. Hal ini menjelaskan bagi semua orang percaya bahwa pelayanan narasi itu terbatas dampaknya. Berbelaskasihan adalah bukti nyata dari sebuah perwujudan pelayanan berdasarkan kasih. Keteladanan seorang hamba Tuhan dalam kesetiaan Kesetiaan adalah sikap hati yang tak mudah dipertahankan. Kesetiaan seseorang bisa saja berubah bilamana seseorang tidak menerima apa yang diharapkan. Kesetiaan juga akan bisa lenyap dari seseorang bila dia berada dalam kondisi yang tertekan atau dalam situasi yang Pada kitab Amsal, raja Salomo berkata. AuBanyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia siapakah menemukannya?Ay (Amsal 20:. Ucapan Salomo tersebut memberi pemahaman bahwa kesetiaan seseorang akan sukar untuk dipertahankan sehingga sangat suli untuk menemukan orang yang setia. Kata AukesetiaanAy dalam 1 Timotius 4:12 Bahasa Yunaninya ditulis AEEC pistis yang artinya adalah iman, keyakinan dan bukti (Hasan Sutanto, 2. Kesetiaan adalah ketaatan yang tidak dapat dikalahkan dan tidak peduli akan akibatnya. Kesetiaan kepada Kristus menjadi ciri khas bagi seorang hamba Tuhan sekalipun harus diperhadapkan pada tantangan berat dan berbagai kesulitan lainnya (Barclay, 2001, p. Oleh sebab itu kesetiaan dipandang sebagai bukti iman, bukti percaya dan bukti mengasihi Tuhan. Hamba Tuhan dalam kaitannya sebagai pelayan yang melayani Tuhan melalui tindakan melayani jemaat yang digembalakan akan diuji dalam hal kesetiaan. Pelayanan masa kini menunjukan bahwa gereja merupakan wadah pelayanan yang tidak bisa luput dari berbagai Tantangan sering terjadi dari dalam maupun luar gereja. Tantangan tersebut akan menguji kesetiaan hamba Tuhan. Hamba Tuhan yang lari dan meninggalkan pelayanan oleh karena persoalan dalam gereja membuktikan bahwa dirinya adalah hamba Tuhan yang belum mampu menunjukkan keteladanan kesetiaan (Rahardjo & Marini, 2020, p. Oleh sebab itu kesetiaan sangat berkaitan dengan iman yaitu siap menyerahkan diri secara konsisten dan berkesinambungan kepada jemaat yang dipercayai untuk dibimbing. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite Keteladanan seorang hamba Tuhan dalam kesucian Kesucian dalam Alkitab selalu dikaitkan dengan kekudusan hidup. Kata suci dalam 1 Timotius 4:12 ditulis dengan kata AA, hagneia, purity, sinlessness of life yang artinya kemurnian dan ketidak berdosaan dalam hidup (Hasan Sutanto, 2. Kata hagneia berasal dari kata hagnos yang artinya kebersihan . ualitas khusus kesucian hidu. Maksud kata kesucian yaitu kemurnian dan yang menjadi tuntutan kesucian adalah tidak ternodai, tidak tercemari sehingga tetap murni tanpa terkontaminasi. Istilah noda atau kecemaran adalah Dosa tidak hanya disebabkan dari luar diri manusia namun juga terletak pada kodrat dalam diri manusia itu sendiri (Sabdono, 2016, p. Hamba Tuhan sebagai pemimpin gereja dituntut keteladanan dalam hal kesucian. Oleh sebab itu dia harus sanggup berjuang melawan semua rupa-rupa dosa. Hidup suci yang dimaksud adalah hidup murni tanpa terkontaminasi akan dosa dunia. Dosa dapat berupa keinginan mata, keinginan hati, dosa perkataan, dosa perbuatan dan rupa dosa lainnya, yang dapat mencemarkan hidup. Dosa tidak hanya tindakan perbuatan yang melanggar moral seperti membunuh, mencuri, berjinah dan sejenisnya, tetapi juga menyangkut semua hal yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Seorang hamba Tuhan harus memiliki kesucian hidup dengan berjuang sampai menang menahlukkan rupa dosa. Kesucian hidup adalah wujud dari pribadi yang memiliki karakter yang diperkenan Allah. Kesucian adalah komitmen dalam standar Kristus. Seorang hamba Tuhan yang secara umum disebut sebagai orang percaya harus memiliki standar kehormatan hidup. Hal ini membutuhkan pengendalian diri. Setiap usaha dalam berjuang untuk memenangkan diri dari dosa bukan tindakan yang mudah. Adanya pandangan dan pendapat bahwa kesucian hanya dapat dialami di sorga, maka hidup dibumi tidak mungkin untuk sempurna dalam kesucian dan bumi bukanlah tempat manusia untuk dapat mencapai kesucian (Sabdono, 2016, p. Namun sekalipun demikian, tuntutan sebagai hamba Kristus harus berjuang menampilkan keteladanan dalan kesucian hidup yaitu kemurnian hidup tanpa noda dan cela. Keteladanan hamba Tuhan ternoda dan bercela akan menjadi akar masalah dan latar belakang dari hancurnya pekerjaan Tuhan. Iman kepada Yesus Kristus merupakan bukti bahwa manusia sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus didalam hidupnya. Semua orang yang percaya pada Yesus Kristus telah disucikan. Proses penebusan yang dilakukan Yesus di Golgata merupakan satu momentum penyucian bagi orang percaya yang telah berdosa (Triposa et al. 2021, p. Namun, tidaklah berarti bahwa ketika sudah ditebus oleh Salib Yesus maka semua orang akan otomatis hidup suci untuk selama-lamanya. Kesucian hidup adalah proses yang berkesinambungan dimana sebagai orang percaya harus berjuang dan berupaya tetap hidup kudus dihapan Tuhan (Assa & Arifianto, 2022, p. Oleh karena itu setiap umat harus dapat memaknai hidup setelah disucikan oleh pengorbanan Yesus maka selanjutnya penyucian itu harus dijaga dengan cara berupaya untuk tidak berbuat dosa lagi. Peristiwa Salib dan percaya akan Yesus Kristus menjadi titik awal kebangkitan untuk berjuang mempertahankan kesucian hidup. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Franseda Sihite Kesimpulan Perjalanan kehidupan manusia menimbulkan begitu banyak kejadian atau peristiwa yang disengaja ataupun tidak. Peristiwa dan kejadian tersebut akan berdampak buruk maupun baik. Dampak yang terjadi dapat mengarah kepada kehidupan orang lain, tetapi yang berpeluang besar untuk terdampak adalah diri sendiri. Setiap manusia meskipun sebagai seorang hamba Tuhan, tentu tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Fakta didalam pelayanan, kesalahan dan kekurangan hamba Tuhan atau pelayan Tuhan seringkali menjadi pemicu sehingga terjadinya permasalahan dalam gereja. Oleh karena itu sebagai pelayan Tuhan sepatutnya selalu berbenah diri dan siap untuk berproses. Timotius sebagai hamba Tuhan yang berusia muda dinasihatkan Paulus bahwa seorang pelayan Tuhan sangat membutuhkan karakter Kristus yang mampu memberikan keteladanan yang baik dalam segala hal . Timotius 4:. Keteladanan menuntut sebuah proses dimana harus siap menjadi teladan dalam setiap perjalanan hidup. Keteladan yang baik akan membuat seseorang menjadi terhormat dan akhirnya tidak direndahkan oleh orang lain. Pada kajian 1 Timotius 4:12 terdapat solusi pengajaran sebagai berikut: pertama, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam perkataan. Kedua, membentuk hamba Tuhan memiliki keteladanan dalam tingkah laku. Ketiga, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam kasih. Keempat, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladan dalam kesetiaan. Kelima bagian tersebut adalah wujud dari hamba Tuhan yang memiliki keteladanan hidup yang menjadi salah satu bagian antisipasi orang-orang untuk mencomooh. Daftar Pustaka