Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 DOI. 23917/jmp. p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals2. id/index. php/jmp Persepsi Siswa Terhadap Kegiatan Ekstrakurikuler Bistek Art Show di SMK Bistek Bekasi Iwan Budiarso1. Tjipto Djuhartono2. Saidatun Nafisah3 Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta Email: 1budiarso. iwan@gmail. tjiptodjuhartono@gmail. unindra@gmail. Corresponding author: 1budiarso. iwan@gmail. Diterima: 2 Juli 2025. Revisi: 10 Juli 2025. Dipublikasikan: 1 Agustus 2025 Abstract Extracurricular activity at SMK Bistek aims to develop studentsAo interests and talents. The form of extracurricular activity is packaged to be Bistek Art Show. This activity combines three fields of art, namely dance, music, and fine arts. With the hope, students can develop themselves to be creative. The reality of student creativity in Indonesia, according to Global Creativity Indonesia (GCI) research shows that Indonesia is in 67th position out of 139 countries. Indonesia is below Singapore . and Malasyia . This is a harsh whip for Education in Indonesia. Therefore, the implementation of extracurricular activities that have been running in school need to be ensured to run well. The purpose of this study is to determine studentsAo perceptions of Bistek Art Show activity that has been carried out. The research method uses quantitative descriptive with a likert scale of one to five, namely Strongly Agree. Agree. Doubt. Disagree, and Strongly Disagree. Student perceptions are measured from indicators of interest, coaching, facilities and infrastructure, implementation, and satisfaction. The research sample comes from grade X and XI students and collected data by distributing questionnaires through google forms. The results show . studentsAo perception of interest in participating in activities is very strong, 82. 11%-86. Student perception of coaching is in the strong and very strong categories, 79. 63%-82. Student perception of facilities and infrastructure show strong and very strong by 78. 88%-83. StudentsAo perception of implementation shows a strong score of 50%-80. The perception of student satisfaction with Bistek Art Show activities shows very strong with a score of 83. From the description of the score, it is concluded that studentsAo perception of Bistek Art Show activities is strong and very strong. Key words: students perception. extracurricular activities. extracurricular vocational school. Bistek Art Show. Abstrak Kegiatan ekstrakulikuler di SMK Bistek Bekasi bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat Kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud berupa kegiatan ekstrakurikuler yang dikemas dalam Bistek Art Show. Kegiatan ini penggabungan tiga bidang seni, yaitu seni tari, seni musik, dan seni Dengan harapan, siswa dapat mengembangkan dirinya menjadi kreaktif. Kenyataan tentang kreaktivitas siswa di Indonesia, menurut penelitian Global Creativity Indonesia (GCI) menunjukan Indonesia berada di posisi ke-67 dari 139 negera. Indonesia di bawah Singapura . dan Malasyia . Ini merupakan cambuk keras bagi Pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah perlu dipastikan berjalan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show yang telah Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan skala likert satu sampai This work is licensed under a Creative Common Attribution-NonCommercial 4. 0 (CC-BY-SA) International . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 lima, yaitu Sangat Setuju. Setuju. Ragu. Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Persepsi siswa diukur dari indikator minat, pembinaan, sarana dan prasarana, pelaksanaan, serta kepuasan. Sampel penelitian berasal dari siswa kelas X dan XI dan pengumpulan data dengan menyebar angket melalui google form. Hasil penelitian menunjukan . Persepsi siswa terhadap minat untuk mengikuti kegiatan sangat kuat, 82,11%-86,58%. Persepsi siswa terhadap pembinaan dalam kategori kuat dan sangat kuat, 79,63%-82,73%. Persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana menunjukan kuat dan sangat kuat sebesar 78,88%-83,48%. Persepsi siswa terhadap pelaksanaan menunjukan skor kuat sebesar 79,50%-80,50%. Persepsi kepuasan siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show menunjukan sangat kuat dengan skor sebesar 83,85%. Dari uraian skor tersebut, disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show kuat dan sangat kuat. Kata Kunci: Persepsi Siswa. Kegiatan Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler SMK. Bitek Art Show. Pendahuluan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan bagi siswa di luar jam belajar yang diselenggarakan oleh sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini, tingkat dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah. Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa sesuai yang tertuang dalam (Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, 2. dan peraturan perubahan terbaru tanggal 24 Maret 2024 tentang Kurikulum kegiatan ekstrakurikuler pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Nomor 12 Tahun 2024 Paragraf 4 Pasal 21 Ayat . (Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia, 2. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan pada satuan pendidikan setidaknya memuat enam prinsip pengembangan, yakni . ekstrakurikulikuler dikembangkan bersifat individual, artinya siswa secara individu mengikuti kegiatan berdasarkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki. ekstrakurikuler dikembangkan sifatnya pilihan, artinya siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler secara sukarela sesuai minatnya. ekstrakurikuler dikembangkan dengan keterlibatan aktif oleh siswa, artinya siswa mengikuti kegiatan sesuai minat dan penuh waktu, tidak boleh setengah-setengah. ekstrakurikuler dikembangkan atas dasar menyenangkan, artinya siswa mengikuti kegiatan dengan riang gembira. ekstrakurikuler dikembangkan atas dasar menciptakan etos kerja, artinya siswa dapat mengembangkan prinsip semangat berusaaha, bekerja secara baik dan sungguh-sungguh. ekstrakurikuler dikembangkan atas dasar kebermanfaataan bagi sosial, artinya kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif kepada khalayak umum atau masyarakat Selain enam prinsip pengembangan ekstrakurikuler, hal penting yang perlu diperhatikan adalah daya dukung dalam proses pelaksanaannya, yaitu terkait dengan bagaimana sekolah membuat kebijakan pengembangan kegiatan, bagaimana ketersediaan dan kesiapan pembina, dan bagaimana ketersediaan sarana serta prasarana untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler. Dalam proses kegiatan di sekolah perlu dilakukan penelitian agar dapat diketahui bagaimana keberlangsungan pelaksanaan ekstrakurikuler, apakah kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah atau belum. Keberhasilan dari kegiatan ekstrakurikuler tentu akan memberikan dampak positif bagi siswa dalam menggali potensi dan mengambangkan kreativitas sesuai minat Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 dan bakatnya. Sebuah penelitian dari Global Creativity Indonesia dalam (Budiarso et al. , 2. menunjukan bahwa kreativitas siswa Indonesia berada di posisi rendah, yaitu urutan ke-67 dari 139 negera. Indonesia berada di bawah Singapura dengan urutan ke-7 dan Malaysia urutan ke-24. Hal ini menandakan adanya sebuah pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia khususnya di bidang pendidikan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini karena ingin turut membantu tugas pemerintah untuk mengetahui dan memastikan sejauh mana kegiatan ekstrakurikuler telah dilaksanakan di sekolah, apakah proses pengembangan kegiatan dan daya dukung sekolah sudah optimal. Peneliti dalam penelitian ini memilih SMK Bistek Bekasi karena telah berdiri lebih dari 20 tahun dan saat ini memiliki 1000 siswa yang terbagi menjadi tiga kelas (SMK Bisnis dan Teknologi. Tentunya dengan melihat latar belakang tersebut. SMK Bistek Bekasi telah berpengalaman dalam merumuskan kebijakan terkait dengan kegiatan ektrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi ciri khas sekolah ini adalah Bistek Art Show yaitu penggabungan dari tiga seni, yaitu seni tari, seni musik dan seni rupa. Peneliti menggali informasi terkait kegiatan ekstrakurikuler Bitek Art Show yang telah dilaksanakan di SMK Bistek dengan memahami persepsi dari para siswa. Persepsi menurut Walgito dalam (Mindadari, 2. merupakan sebuah proses yang diawali oleh indera penglihatan atau proses sensoris, artinya individu menerima stimulus inderawi tersebut dan kemudian melahirkan persepsi. James dalam Midadari juga menjelaskan bahwa persepsi dibentuk dari pemerolehan data dari linkungan yang diserap oleh indera. Selain itu, persepsi diperoleh dari lingkungan dan pengolahan ingatan atau memori yang menjadi sebuah pengalaman. Persepsi dapat dipahami bahwa seseorang mempunyai pandangan terhadap peristiwa atau kejadian dalam bentuk penyimpulan, penilaian, pemikiran atas dasar atau setelah menerima stimulus yang dirasakan oleh pancainderanya. Sebagai upaya untuk memperkuat penelitian ini, peneliti melakukan studi literatur untuk mengkaji yang bersifat empiris (Sukmadinata, 2. Peneliti mencari topik yang sebidang untuk menguatkan alasan kenapa sebuah persepsi tentang kegiatan ekstrakurikuler siswa itu menarik dan perlu untuk dikembangkan serta dikaji lebih dalam. Pertama, penelitian oleh (Harseptiana et al. , 2. membahas persepsi siswa terhadap kegiatan ektrakurikuler tari di SMK Pertiwi 1 Padang. Penelitian ini membahas persepsi penerimaan siswa, pemahaman, dan penilaian kegiatan Hasil penelitian ini dikatakan baik karena para siswa cenderung aktif mengikuti kegiatan ektrakurikuler tari di sekolah. Kedua, penelitian oleh (Krisna et al. , 2. mengkaji tentang persepsi dan sikap siswa terhadap kegiatan ekrtrakurikuler pramuka. Penelitian ini menguji hubungan persepsi dan sikap siswa terhadap kegiatan pramuka. Hasilnya menunjukan adanya korelasi positif artinya semakin tinggi persepsi siswa, maka sikap yang dilakukan semakin baik Ketiga, penelitian oleh (Tamara et al. , 2. meneliti tentang persepsi siswa terhadap kegiatan ektrakurikuler pramuka pada SMK di Kecamatan Padang Timur. Hasil penelitian ini menunjukan persepsi siswa dilihat dari aspek minat yang masih rendah, aspek sikap masih rendah, motivasi masih rendah, perhatian masih rendah, aspek apresiasi dan harapan juga masih rendah. Keempat, penelitian oleh (Yolanda Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 et al. , 2. membahas persepsi siswa kelas XI terhadap pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SMK Negeri. Hasil penelitian ini memperlihatkan aspek perencanaan dalam kategori baik, aspek pengorganisasian baik, aspek pelaksanaan baik, dan pengawan juga baik. Kelima, penelitian oleh (Vebryanti et , 2. mengangkat tentang persepsi siswa terhadap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikurikuler di SMK Negeri Kota Padang Panjang. Penelitian ini membahas ekstrakurikuler secara umum tidak memberikan spesifik jenis kegiatannya. Indikator dan hasil penelitain yang diperoleh menunjukan jadwal baik, partisipasi baik, fasilitas cukup, pembina baik, dan pelaksanaan baik. Keenam, penelitian oleh (Angga et , 2. merupakan pembahasan survei persepsi siswa terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler di MAN 1 Banyuasin. Penelitian ini mambahas ekstrakurikuler secara menyeluruh, tidak menyebut spesifik jenis kegiatannya. Hasil penelitian survei ini dalam kategori cukup dan terdapat indikator yang menjadi perhatian khusus yaitu peningkatan fasilitas. Ketujuh, penelitian oleh (Tanjung et al. , 2. mengkaji persepsi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler drumben di SMP N 11 Muaro Jambi. Indikator yang diambil yaitu tentang minat siswa dan hasil penelitiannya menunjukan skor yang sangat baik. Dari ketujuh penelitian tersebut di atas, dapat dipahami bahwa kajian persepsi siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pandangan siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang telah dilaksanakan di sekolah. Selain itu, peneliti memahami ketujuh penelitian persepsi tersebut lebih banyak mengangkat ekstrakurikuler pramuka. Adapun beberapa penelitian mengkaji ekstrakurikuler secara umum, yaitu ekstrakurikuler tari dan ekstrakurikuler drumben. Oleh sebab itu, penelitian persepsi yang diangkat oleh peneliti merupakan sebuah keterbaruan dengan tujuan mengkaji persepsi siswa terhadap ekstrakurikuler yang dikemas dalam kegiatan Art Show. Art Show merupakan penggabungan dari tiga jenis seni, yaitu seni tari, seni musik, dan seni rupa yang dipahami dari lima indikator minat, pembinaan, sarana dan prasarana, pelaksanaan, dan kepuasan. Selanjutnya, peneliti menentukan rumusan masalah menjadi bagaimana persepsi siswa, . eberapa kuat perseps. tentang minat, persepsi pembinaan, persepsi sarana dan prasarana, persepsi pelaksanaan, dan persepsi kepuasan siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show. Peneliti merujuk pendapat ahli untuk mendeskripsikan masing-masing Tujuan pendeskripsian ini untuk menguraikan pengertian secara detail dan menggambarkan kondisi ideal tentang minat, pembinaan, sarana dan prasarana, pelaksanaan, serta kepuasan. Pendeskripsian pertama adalah minat. Minat atau interest dapat diartikan sebagai kegembiraan, perhatian, kesungguhan, motivasi, dan niat menggapai sebuah tujuan. Selain itu, minat merupakan kecenderungan jiwa terhadap sesuatu (Sirait, 2. Ciri-ciri siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu, paling tidak mempunyai dalam dirinya lima hal, di antaranya senang dan asyik, tidak bosan, berperan aktif mengerjakan semua tugas, tekun melakukan meskipun dengan waktu yang lama, dan tentu memiliki gairah yang besar dalam melakukannya (Hadis & Nurhayati, 2. Kedua yaitu pendeskripsian tentang pembinaan. Hidayat dalam (Asrivi, 2. menjelaskan pembinaan sebagai sebuah usaha untuk meningkatkan keterampilan dan sikap siswa dengan cara melakukan tindakan-tindakan, seperti Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 mengarahkan, membimbing, mengembangkan, menstimulasi, mengawasi untuk mencapai tujuan. Usaha tersebut dilakukan secara sadar, terencana, terarah, dan (Tanzeh, 2. mengartikan pembinaan sebagai bentuk bantuan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa sehingga tercapainya harapan. Pendeskripsian ketiga yaitu tentang sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana mempunyai pengertian yang berbeda. Menurut (Mulyasa, 2. sarana merupakan peralatan dan perlengkapan yang digunakan secara langsung dalam proses belajar, seperti media pengajaran, alat-alat pengajaran, meja kursi, ruang kelas, atau gedung. Sedangkan, prasarana berupa fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar, seperti halaman sekolah, taman sekolah, dan jalan menuju sekolah. Sebagai catatan, apabila halaman sekolah, taman sekolah, jalan menuju sekolah dijadikan tempat belajar, maka dapat juga diartikan sebagai (Sinta, 2. menyatakan bahwa kesuksesan sebuah program pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan keberadaan sarana dan prasarana. Berikutnya adalah pendiskripsian tentang pelaksanaan. Peneliti merujuk pendapat Westa dalam . com, 2. yang menyebut bahwa pelaksanaan adalah usaha-usaha atau aktivitas untuk melaksanakan semua rencana atau kebijakan yang telah ditetapkan dan dirumuskan sebelumnya dengan melengkapi kebutuhan-kebutuhan, semua alat yang diperlukan, siapa yang bertanggungjawab untuk melakukan, di mana tempatnya, dan bagaimana teknis pelaksanannya. (Tjokroadmudjoyo, 2. menggambarkan sebuah pelaksanaan sebagai proses dalam bentuk rangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan ini dimulai dari perumusan atau penetapan kebijakan untuk mencapai tujuan dan kemudian diturunkan menjadi program. Pendeskripsian terakhir yaitu perihal kepuasan. Menurut Aktan dalam (Putra, 2. kepuasan adalah sebuah kondisi perasaan di mana harapan, keinginan, dan kebutuhan dapat terpenuhi dari hasil pelayanan. Dalam hal ini, siswa memberikan respon atas kegiatan yang dilakukan berdasarkan perbandingan antara harapan dan kenyataan sehingga apabila sesuai harapannya, maka mereka merasa (Atikah, 2. menambahkan seorang siswa dengan tingkat kepuasan tinggi menunjukan sikap yang positif. Dari pendeskripsian semua indikator di atas, tampak jelas bagaimana persepsi siswa tentang kegiatan ekstrakurikuler di SMK Bistek Bekasi digali, ditafsirkan sehingga menghasilkan simpulan. Oleh karena itu, peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi SMK Bistek Bekasi dan Sekolah Kujuran lainnya di penjuru tanah air untuk terus majaga kualitas program kegiatan ekstrakurikuler untuk menggali potensi siswa sesuai minat dan bakat. Selain itu, semoga peneliti lain dapat mengembangkan dengan mengangkat indikator-indikator lain yang belum dikaji dalam penelitian ini. Metode Metode penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif. Artinya jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Deskriptif bermakna menggambarkaan keadaan atau nilai variable secara mandiri. Kuantitatif dapat dipahami sebagai data penelitian berupa angka-angka (Sugiyono, 2. Penelitian Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 ini berlangsung selama tiga bulan, dari November 2023 sampai dengan Januari Populasi berasal dari siswa kelas X dan kelas XI pada SMK Bistek Bekasi. Populasi merupakan keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah inferensi atau Elemen populasi ini yang akan diukur atau unit yang diteliti. Populasi memiliki bagian dari jumlah dan karakteristik yang disebut sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara random karena sampel homogen, tidak dibedakan, meskipun populasinya dari kelas X dan XI. Jumlah keseluruhan dari kelas X dan XI adalah 647 siswa dan peneliti mengambil sampel sebesar 25% dari total populuasi yaitu sejumlah 161 siswa. Pengumpulan data penelitian dengan menyebar angket yang dikemas dalam google form dan angket tersebut menggunakan skala likert. Dengan skala likert berarti variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator Selanjutnya, peneliti melihat data yang diperoleh berdasarkan skala satu sampai dengan lima, yaitu Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Ragu-Ragu (RR). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Data tersebut peneliti olah sehingga menghasilkan nilai prosentase rata-rata. Dari nilai prosentase rara-rata ini, dilihat apakah bernilai atau berkategori sangat kuat, kuat, cukup, tidak kuat, dan sangat tidak kuat. Pengkategorian nilai ini berdasarkan pendapat Sugiyono . , jika nilai 0 Ae 20 berarti sangat tidak kuat, 21-40 berarti tidak kuat, 41-60 berarti cukup, 61-80 berarti kuat, 81-100 berarti sangat kuat. Setelah semua data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Proses analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan variable, mentabulasi data atau menyajikan data dalam bentuk tabel, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, artinya data dikumpulkan, diringkas dan disimpulkan (Leuwol et al. , 2. Statistik deskriptif ini mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah didapat sebagaimana adanya tanpa ada maksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Jadi, statistik deskriptif ini peneliti gunakan untuk mendeskripsikan data sampel secara umum (Emzir, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan dari penelitian ini dapat dipahami dari lima indikator, yaitu . minat, . pembinaan, . sarana dan prasarana, . pelaksanaan, dan . Indikator-indikator tersebut memiliki 13 pernyataan. Sesuai dengan pendapat Sugiyono . dari total pernyataan dilihat prosentasi nilai rata-ratanya, apakah bernilai sangat kuat . , kuat . , cukup . , tidak kuat . , dan sangat tidak kuat . Secara rinci, peneliti jabarkan hasil dan pembahasan penelitian sebagai berikut: Indikator Minat Hasil penelitian persepi siswa terhadap minat untuk mengikuti kegiatan Bistek Art Show dapat dilihat dari tabel rekapitulasi berikut ini: Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Tabel 1. Rekapitulasi Persepsi Siswa Indikator Minat tentang Kegiatan Bistek Art Show Indikator Minat Nilai Prosentase Rata-Rata Kategori Kegiatan Bistek Art Show dapat mengembangkan potensi dan bakat 86,58% Sangat Kuat Kegiatan Bistek Art Show diminati oleh 82,11% Sangat Kuat Mengikuti kegiatan Bistek Art Show karena kesadaran diri dan ingin mengembangkan potensi diri. 83,85% Sangat Kuat Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi siswa terhadap minat untuk mengikuti kegiatan Bistek Art Show sangat kuat . ,11%-86,58%). Siswa memiliki pandangan bahwa kegiatan Bistek Art Show dapat mengembangkan potensi dan bakatnya secara optimal sehingga mereka memiliki minat yang sangat baik dengan kesadaran diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian di atas sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Tanjung et al. , 2022 tentang persepsi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 11 Muaro Jambi dengan skor sangat baik. Hasil penelitian ini apabila dilihat dari indikator minat juga sejalan dengan pendapat Sirait . bahwa ketika siswa memiliki minat yang sangat kuat, maka memiliki kecenderungan terhadap apa yang diminati, seperti memiliki rasa gembira, perhatian, kesungguhan, motivai, dan niat yang sungguh-sungguh tanpa adanya paksaan. Hadis dan Nurhayati . menambahkan ciri-ciri siswa yang memiliki minat yang sangat kuat, maka ia merasa senang, asyik, tidak bosan, berperan aktif, melaksanakan suatu hal yang menjadi tugasnya, tekun, dan gairah yang besar. Hasil yang diperoleh dari persepsi minat ini sesuai dengan lampiran i Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada bagian B, yaitu prinsip pengembangan ekstrakurikuler. Dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler harus dilaksanakan dengan suasana yang menggembirakan . bagi siswa sehingga terciptanya minat yang sangat baik dari siswa tanpa ada paksaan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan. Indikator Pembinaan Hasil penelitian tentang persepsi siswa terhadap pembinaan kegiatan Bistek Art Show dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Tabel 2. Rekapitulasi Persepsi Siswa Indikator Pembinaan tentangKegiatan Bistek Art Show Indikator Pembinaan Nilai Prosentase Rata-Rata Kategori Proses pelatihan oleh pembina untuk mempersiapkan kegiatan Bistek Art Show berjalan baik. 82,73% Sangat Kuat Jadwal latihan persiapan kegiatan Bistek Art Show berjalan baik dan tepat waktu. 80,75% Kuat Evaluasi setiap latihan persiapan kegiatan Bistek Art Show selalu dilakukan oleh 79,63% Kuat Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi siswa terhadap pembinaan dalam mengikuti kegiatan Bistek Art Show menunjukan kategori kuat dan sangat kuat. Siswa mempunyai penilaian bahwa pembinaan kegiatan Bistek Art Show dalam proses pelatihan yang dilakukan oleh pembina sangat kuat . ,73%). Jadwal latihan yang telah ditentukan juga berjalan baik . ,75%) dan tepat waktu serta selalu dilakukan evaluasi oleh pembina dengan baik . ,63%). Artinya, jadwal latihan kegiatan yang telah ditentukan dan ketepatan waktunya dalam kategori kuat. Hasill penelitian tersebut sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh Vebryanti et al. 2021 bahwa persepsi siswa terhadap jadwal latihan berkategori baik dan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler juga baik. Pembinaan yang dilaksanakan di SMK Bistek Bekasi dapat diartikan telah melalui proses pengarahan, pelatihaan, pembimbingan, penstimulasian, dan pengawasan secara terencana, terarah, dan teratur. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Hidayat dalam Asrivi . Selain itu. Tanzeh . mengungkapkan apabila pembinaan dilakukan dengan baik, maka kemampuan atau potensi siswa yang diharapkan dapat tercapai sehingga tujuan pelaksanaan ekstrakurikuler yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riser dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 dapat terpenuhi. Tujuan tersebut tertulis bahwa kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan kemampuan atau potensi siswa dalam upaya pembinaan menuju manusia seutuhnya. Indikator Sarana dan Prasarana Hasil penelitian yang diperoleh untuk mengetahui persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana dalam kegiatan Bistek Art Show dapat dipahami dalam tabel berikut ini: Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Tabel 3. Rekapitulasi Persepsi Siswa Indikator Sarana dan Prasarana tentang Kegiatan Bistek Art Show Indikator Sarana dan Prasarana Nilai Prosentase Rata-Rata Kategori Sarana dan Prasana saat latihan dan juga pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show memadai dan menunjuang kegiatan tersebut. 78,88% Kuat Jika terdapat kekurangan terkait sarana dan prasarana segera dipenuhi oleh pihak sekolah. 79,38% Kuat Sarana dan prasarana di sekolah yang sudah ada, selalu dirawat dan dijaga dengan baik. 83,48% Sangat Kuat Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana kegiatan ekstrakurikuler Bistek Art Show dalam kategori kuat dan sangat kuat. Siswa menilai bahwa sarana dan prasarana pada saat latihan memadai dan dapat menunjang kegiatan. Prosentasi nilai yang diberikan oleh siswa sebesar . ,88%), artinya kuat. Kemudian, apabila terdapat kekurangan terkait sarana dan prasarana, maka pihak sekolah merespon untuk segera mengadakan kekurangan Nilai prosentasi ini juga dalam kategori kuat, sebesar . ,38%). Adapun penilain siswa sangat baik dalam hal perawatan dan penjagaan sarana dan prasarana di sekolah yang sudah ada, sebesar . ,48%). Dari hasil penelitian di atas menunjukan bahwa SMK Bistek Bekasi telah menyediakan sarana dan prasarana dengan baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Mulyasa . bahwa proses pembelajaran berjalan baik, apabila pihak sekolah menyediakan peralatan dan perlengkapan yang digunakan secara langsung dalam proses belajar, seperti media pengajaran, alat-alat pengajaran, meja kursi, ruang kelas, atau gedung. Selain itu, sekolah perlu menyediakan fasilitas yang secara tidak langsung untuk menunjang jalannya proses belajar, seperti halaman sekolah, taman sekolah, dan jalan menuju sekolah. Hal ini dapat dipahami juga bahwa SMK Bistek Bekasi telah mengoptimalkan dan memanfaatkan keberadaan sarana dan prasarana dengan baik. Senada dengan pendapat Sinta . bahwa kesuksesan sebuah program pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada. Selain itu, dapat diartikan bahwa SMK Bistek Bekasi telah memberikan daya dukung pengembangan dan pelaksanaan ekstrakurikuler sesuai yang tertuang dalam lapiran i Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 pada bagian F tentang daya dukung sekolah untuk memujudkan proses pendidikan. Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Indikator Pelaksanaan Hasil yang diperoleh untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show dapat dilihat dari tabel rekapitulasi berikut ini: Tabel 4. Rekapitulasi Persepsi Siswa Indikator Pelaksanaan tentang Kegiatan Bistek Art Show Nilai Prosentase Rata-Rata Kategori Pelaksanaan Bistek Art Show sesuai rencana dan rundown . usunan acar. yang sudah dibuat sebalumnya. 80,50% Kuat Pelaksanaan Bistek Art Show sesuai dengan persiapan dan evaluasi pada saat latihan . roses pelaksanaa. 80,25% Kuat Evaluasi . dilakukan setelah kegiatan Bistek Art Show selesai. 79,50% Kuat Indikator Pelaksanaan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi siswa terhadap pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show berkategori kuat. Siswa berpandangan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Bistek Art Show berjalan sesuai rencana . yang sudah dibuat sebelumnya, prosentasinya sebesar . ,50%). Kemudian, pelaksanaan Bistek Art Show sesuai dengan apa yang telah direncanakan . dan evaluasi saat latihan . roses kegiata. memperoleh nilai . ,25%). Adapun evaluasi . setelah kegiatan selesai memperoleh nilai sebesar . ,50%). Hasil penelitian ini menunjukan kesamaan dengan penelitian Harseptiana et al. , 2024, yaitu persepsi pemahaman tentang pelaksanaan sesuai rencana dan evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan berjalan menghasilkan nilai Hasil penelitian di atas juga menunjukan bahwa SMK Bistek Bekasi telah melaksanakan mekanisme kegiatan ekstrakurikuler sesuai yang ditetapkan dalam lampiran i Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 pada bagian D nomor 2 tentang pelaksanaan dan nomor 3 tentang penilaian atau asesmen. Artinya, pelaksanaan ekstrakurikuler perlu direncanakan atau dirancang di awal tahun ajaran oleh pembina dan siswa perlu mendapat penilaian atau asesmen yang dideskripsikan dalam rapor. Kriteria penilaian merujuk pada proses . ermasuk proses latiha. dan hasil capaian kompetensi ektrakurikuler yang dipilih oleh siswa. Indikator Kepuasan Hasil yang diperoleh untuk mengetahui persepsi kepuasan siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show dapat dilihat dari tabel berikut ini: Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Tabel 5. Rekapitulasi Persepsi Siswa Indikator Kepuasan tentang Kegiatan Bistek Art Show Indikator Kepuasan Nilai Prosentase Rata-Rata Kategori Pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show sangat berkesan . dan dapat menggali potensi diri siswa, mengembangkan kepribadian . dalam bersosialisasi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan menyiapkan masa depan atau karir di masa mendatang. 83,85% Sangat Kuat Hasil penelitian menunjukan bahwa pesepsi kepuasan siswa terhadap pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show berada dalam katogori sangat kuat dengan pemerolehan skor sebesar 83,85%. Kepuasan siswa terlihat dari pernyataan bahwa pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show sangat berkesan dan dapat menggali potensi diri siswa, mengembangkan kepribadian dalam bersosialisasi, dan menyiapkan masa depan atau karir di masa mendatang. Kepuasan siswa tersebut. Putra . menggambarkannya sebagai kondisi perasaan di mana harapan, keinginan, dan kebutuhan dapat terpenuhi dari hasil pelayanan sekolah. Dalam proses pemberian nilai kepuasan ini, siswa memberikan respon dengan melakukan perbandingan antara harapan dan kenyataan. Apabila kenyataan yang diterima atau dialami sesuai dengan apa yang diinginkan atau yang dibutuhkan, maka mereka merasa Kepuasan tersebut menurut Atikah . melahirkan sebuah sikap siswa yang positif untuk mengambangkan potensi dan bakatnya. Hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa SMK Bistek Bekasi dalam penyelenggaraan ekstrakurikuler Bistek Art Show telah menerapkan fungsi dan tujuan ekstrakurikuler sehingga persepsi kepuasan siswa memperoleh skor 83,85%. Pemerolehan ini menunjukan persepsi kepuasan siswa yang sangat kuat terhadap kegiatan Bistek Art Show yang diselanggarakan di SMK Bistek Bekasi. Hal ini sesuai dengan poin-poin yang tertuang dalam lampiran i Peraturan Menteri Pendidikan. Kebuduyaan. Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 bagian A nomor 2 tentang fungsi dan tujuan ekstrakurikuler. Pertama, kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung siswa dalam perluasan minat, mengembangkan potensi bakat serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk membentuk karakter dan mendapatkan pelatihan kepemimpinan. Kedua, kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial siswa, seperti memperluas pengalaman sosial, penerapan nilai moral dan keterampilan sosial di Ketiga, kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk menciptakan suasana kehidupan sekolah lebih menarik dan menantang bagi siswa. Keempat, kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan diri siswa dalam upaya persiapan karir di masa mendatang sesuai dengan kapasitas yang telah dikembangkan. Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Kesimpulan Dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan sebagai Persepsi siswa terhadap minat untuk mengikuti kegiatan Bistek Art Show sangat kuat. Pencapaian skor ini terlihat dari tiga pernyataan, masing-masing memperoleh skor. pertanyaan kesatu sebesar 86,58%, pernyataan kedua sebesar 82,11%, dan pernyataan ketiga sebesar 83,85%. Persepsi siswa terhadap pembinaan kegiatan Bistek Art Show menunjukan kategori sangat kuat dan kuat. Hal ini terlihat dalam pernyataan kesatu, berkategori sangat kuat sebesar 82,73%, pernyatan kedua dan ketiga menempati kategori kuat sebesar 80,75% dan 79,63%. Persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana dalam kegiatan Bistek Art Show berada di posisi kuat dan sangat kuat, dengan perincian. pernyataan pertama dan kedua masing-masing memperoleh skor sebesar 78,88% dan 79,38% serta pernyataan ketiga mendapatkan skor sangat kuat dengan pemerolehan skor sebasar 83,48%. Persepsi siswa terhadap pelaksanaan kegiatan Bistek Art Show menunjukan nilai kuat dengan pencapaian skor pernyataan kesatu sebesar 80,50%, pernyataan kedua sebesar 80,25%, dan pernyataan ketiga sebesar 79,50%. Persepsi kepuasan siswa terhadap kegiatan Bistek Art Show menunjukan nilai yang sangat kuat dengan pemeroleh skor sebesar 83,85%. Dari uraian simpulan di atas, persepsi siswa tentang kegiatan Bistek Art Show berada dalam kategori kuat dan sangat kuat, artinya kegiatan yang diselenggerakan telah berjalan dengan semestinya sesuai dengan yang telah diundangkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024. Namun demikian. SMK Bistek Bekasi perlu terus melakukan evalusi untuk perbaikan secara berkesinambungan . ontinuous improvemen. agar kegiatan ekstrakurikuler benar-benar memberikan dampak positif bagi siswa dalam menggali potensi sesuai minat dan bakatnya. Selanjutnya, peneliti berharap untuk meningkatkan khasanah keilmuan di bidang pendidikan atau konsentrasi manajemen pendidikan, diharapkan peneliti lain agar melakukan penelitian dengan memilih topik yang sama, yaitu tentang persepsi siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler agar turut membantu pemerintah memastikan program atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah berjalan baik. Namun tentunya, penelitian yang akan dilakukan mengambil variable atau indikator yang Terakhir, peneliti memberikan saran kepada Dinas Pendidikan terkait agar memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah kejuruan yang berada di wilayahnya, dapat melakukan kunjungan untuk memastikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berjalan baik. Intinya adalah memberikan dorongan penuh kepada sekolah-sekolah untuk terus meningkatkan kreativitas siswa sesuai minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Persepsi Siswa Terhadap A Iwan Budiarso. Tjipto Djuhartono. Saidatun Nafisah Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 253 - 266 Daftar Pustaka