Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin Dosen Pascasarjana IAIQI Indralaya Email: paizaluddinidang17@gmail. Abstrak Artikel ini berjudul AuPeranan Guru dalam Pelaksanaan Pendidikan Moderasi Keagamaan di SekolahAy. Artikel ini berupaya menganalisis strategi penerapan pendidikan moderasi beragama melalui penerapan pendidikan kecerdasan emosional di sekolah. Penerapan pendidikan moderasi keagamaan di sekolah dinilai memiliki peran strategis karena sekolah merupakan wadah yang disediakan sebagai sarana pembentukan dan pengembangan potensi Penerapan moderasi beragama di lembaga pendidikan diimplementasikan dalam bentuk kurikulum tersembunyi. Artikel ini akan membahas beberapa aspek terkait penerapan pendidikan moderasi beragama di sekolah, antara lain: Apa yang dimaksud dengan Islam moderat? Bagaimana penerapan moderasi Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Bagaimana peran guru dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui penerapan pendidikan emosi di sekolah atau madrasah?. Dari hasil analisis artikel ini berhasil disimpulkan bahwa Islam moderat adalah pemahaman Islam yang memiliki keseimbangan antara dua jalan atau dua arah yang berlawanan atau berlawanan. Contoh: konflik antara spiritualitas dan materialisme, kontekstualisme dan idealisme, konsisten dengan perubahan. Asas keseimbangan sejalan dengan hakikat penciptaan manusia dan alam yang selaras dan serasi. Umat Islam adalah umat pilihan karena diprioritaskan oleh Allah untuk berlaku adil, terbaik dalam mengamalkan ajaran Islam dan menempuh jalan lurus yang berbeda dengan jalan orang-orang yang murka (Yahud. karena meremehkan syariat dan tidak juga jalan orang yang sesat (Kriste. karena kelebihan agama. Selanjutnya untuk membentuk karakteristik dan mengembangkan kecerdasan emosional siswa dalam menerapkan moderasi beragama di sekolah, pembinaan dapat dilakukan dalam aspek-aspek berikut, yaitu: pertama, kesadaran diri, yaitu melatih kemampuan mengenali dan memahami suasana hati dan motivasi diri, sebagai serta pengaruhnya terhadap orang lain. Kedua, pengaturan diri, yang berupaya mengembangkan kemampuan seseorang untuk tidak bereaksi gegabah. Ketiga, motivasi internal, yaitu mengembangkan kemampuan siswa yang berkaitan dengan minat belajar guna melakukan perbaikan diri secara terus menerus. Keempat, empati, yaitu mengembangkan kemampuan untuk memahami reaksi emosional orang lain. Kelima, keterampilan sosial, yaitu upaya mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan sosial dan memenuhi kebutuhan tersebut atas dasar bersama, mengelola komunikasi dan membangun jaringan. Kata Kunci: Moderasi. Pendidikan Agama. Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin Abstract This article is entitled "The Role of Teachers in the Implementation of Religious Moderation Education in Schools". This article seeks to analyze the strategies for applying religious moderation education through the application of emotional intelligence education in schools. The application of religious moderation education in schools is considered to have a strategic role because the school is a place that is provided as a means of forming and developing the potential of students. The application of religious moderation in educational institutions is implemented in the form of a hidden This article will discuss several aspects related to the application of religious moderation education in schools, including: What is the meaning of moderate Islam? How is the application of Islamic moderation in the life of the nation and state? What is the role of the teacher in instilling the values of religious moderation through the application of emotional education in schools or madrasas?. From the results of the analysis of this article managed to conclude that moderate Islam is an understanding of Islam that has a balance between two paths or two opposing or opposite directions. Example: the conflict between spirituality and materialism, contextual ism and idealism, consistent with change. The principle of balance is in line with the nature of the creation of humans and nature in harmony and harmonious. Muslims are the chosen people because they are given priority by God for being fair, best in practicing the teachings of Islam and taking a straight path that is different from the way of those who are wrathful (Jew. for disparaging the Shari'a and not also the way of people who go astray (Christia. because of excess in religion. Furthermore, to form characteristics and develop students' emotional intelligence in applying religious moderation in schools, coaching can be done in the following aspects, namely: first, self-awareness, namely training the ability to recognize and understand moods and self-motivation, as well as its effects against other people. Second, self-regulation, which seeks to develop one's ability to not react rashly. Third, internal motivation, which is developing students' abilities related to interest in learning in order to make continuous self-improvement. Fourth, empathy, which develops the ability to understand other people's emotional reactions. Fifth, social skills, namely efforts to develop the ability to identify social needs and meet those needs on a shared basis, manage communication and build networks. Keywords: Moderation. Education. Religious PENDAHULUAN Pendidikan sekolah/madrasah/pesantren mendesak untuk diterapkan mengingat kita . ebagai bangs. beberapa kali telah dihenyakkan oleh peristiwa yang mencerminkan tindakan intoleransi dan radikalisme di masyarakat Indonesia. Penerapan pendidikan moderasi beragama di sekolah memiliki peran strategis karena sekolah merupakan wadah yang disediakan sebagai sarana pembentukan dan pengembangan potensi para siswa yang sedang mengalami masa pertumbuhan baik fisik maupun mental. Namun demikian penerapan Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin pendidikan moderasi beragama di sekolah/madrasah/pesantren idealnya tidak mengarah pada penambahan mata pelajaran tertentu atau penambahan beban muatan kurikulum yang saat inipun sudah Aukelebihan muatanAy. Akan lebih efektif jika penerapan moderasi beragama di lembaga pendidikan diterapkan dalam bentuk hidden curriculum . urikulum Strategi penerapan pendidikan moderasi beragama dapat dilakukan melalui penerapan pendidikan kecerdasan emosi di sekolah/madrasah/pesantren. Penerapan pendidikan kecerdasan emosi tentu harus tetap mengacu kepada kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selaras dengan apa yang diamanahkan dalam UUSPN tersebut bahwa tujuan utama pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka dibutuhkan strategi penerapannya dalam kurikulum tersembunyi . idden curriculu. di sekolah/madrasah/pesantren. Sudah menjadi kebijakan Nasional banwa untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut, maka dalam implementasi Kurikulum 2013, setiap mata pelajaran dikembangkan kompetensi inti (KI-. yang mengandung muatan religius berupa keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diharapkan dapat mewarnai kompetensi yang lainnya yaitu kompetensi sosial (KI-. , kompetensi pengetahuan (KI-. , dan kompetensi keterampilan (KI-. Oleh karena itu pada ranah kompetensi inti (KI-. yang bermuatan religius inilah guru memiliki peluang yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Jika nilai-nilai moderasi beragama ini dapat diinternalisasikan dalam proses pembelajaran secara efektif, maka akan tertanam dalam jiwa peserta didik perasaan bersalah jika melakukan perbuatan dan sikap yang tidak mencerminkan nilainilai moderasi beragama. Dengan demikian peserta didik dengan sendirinya akan memiliki sikap moderat dalam beragama, karena sikap moderat dalam beragama dapat Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin dibentuk dan dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah/madrasah/pesantren. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan dibahas beberapa aspek terkait dengan penerapan pendidikan moderasi beragama di sekolah, antara lain: Apa pengertian moderasi Islam? Bagaimana penerapan moderasi Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Bagaimana peran guru dalam penanaman nilai-nilai moderasi beragama melalui penerapan pendidikan emosi di sekolah/madrasah? PEMBAHASAN Pengertian Moderasi Islam Untuk memahami pengertian Islam Moderat dapat ditelusuri dua istilah yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Pertama. Islam Wasathiyah. Jika ditelusuri dasar konseptualnya Islam Wasathiyah dapat diartikan sebagai Islam pertengahan. Dalam a A)O aA bahasa Arab moderat disebut wasatha . a yang berarti adil atau sesuatu yang berada di Pengertian ini diungkapkan oleh Ibnu Faris dalam MuAojam Maqayisil Lughah. Sementara jumhur ulama lain menambahkan bahwa makna wasath juga berarti pilihan . l-khiya. atau yang paling utama . Selanjutnya jika digali maka dapat diketahui bahwa dasar konsep Islam Wasathiyah sebenarnya terkandung dalam surat Al-Baqoroh : AuDan yang demikian itu Kami telah menjadikan kalian . mat Isla. sebagai umata wasatha . mat pertengaha. agar kalian menjadi saksi atas . manusia dan agar Rasul (Muhamma. menjadi saksi atas perbuatan kalian,AAy (QS. Al-Baqarah . : . Dalam memahami makna wasath Ibnu Faris menyatakan maknanya sepadan dengan makna pilihan . l-khiya. atau yang paling utama . Senada dengan Ibnu Faris. Imam at-Thabari mengartikan makna wasath adalah udulan . mat yang adi. a A)O aA an khiyar . At-thabari menjelaskan, wasath . a bermakna adil dan juga bisa bermakna pilihan, sebab orang yang terpilih di antara manusia adalah yang paling adil di antara mereka (Tafsir At-Thabari, 3/. Selanjutnya Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa yang dimaksud wasath dalam ayat 143 al-Baqarah tersebut adalah pilihan dan yang terbaik (Tafsir al-Qurthubi, 2/144. Ibnu katsir, 1/. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa terminologi Islam Wasathiyah mengandung makna bahwa umat Islam adalah umat pilihan karena mereka Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin diberikan keutamaan oleh Allah atas sikap adil, terbaik dalam pengamalan ajaran Islam dan menempuh jalan yang lurus yang berbeda dengan jalan orang-orang yang dimurkai (Yahud. karena meremehkan syariat dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (Nasran. karena berlebih-lebihan dalam beragama. Kedua. Islam Moderat. Untuk memahami apa itu Islam Moderat dapat ditelusuri dari pengertian secara makna kata. Moderat berasal dari kata moderasi yang bermakna suatu kegiatan memandu, menengahi, dan mengatur suatu kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Moderasi diartikan mengatur, memandu, dan menengahi suatu komunikasi interaktif. Moderat dapat juga diartikan jalan pertengahan dan padanan kata yang paling tepat untuk moderasi adalah wasath (Hanafi, 2. Dari pengertian tersebut, maka makna wasathiyah hakikatnya sama dengan moderat, karena terjemahan yang paling tepat untuk istilah wasathiyah adalah moderat. Untuk memahami makna yang lebih utuh dari istilah Islam Moderat dapat ditelusuri dari makna kata moderat . dalam rujukan pada dalil-dalil Al-QurAoan. Qardhawi . misalnya, menjelaskan bahwa di antara karakteristik ajaran Islam adalah al-wasathiyah . atau tawazun . , yakni keseimbangan di antara dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan. Contoh: pertentangan antara spritualisme dan materialisme, kontekstual dan idealisme, konsisten dengan perubahan. Prinsif keseimbangan ini sejalan dengan fitrah penciptaan manusia dan alam yang harmonis dan Sebagaimana diungkapkan dalam Al-QurAoan surat Ar-Rahman: AuDan Allah telah meninggikan langit, dan Dia telah meletakkan mizan . supaya kamu tidak melampaui batas tentang mizan itu. Ay (QS. Ar-Rahman . : 7-. Penerapan Moderasi Islam dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Dari pengertian di atas. Islam Moderat dapat dimaknai sebagai sebuah pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam secara pertengahan . idak berlebih-lebiha. dan sekaligus dapat berperan sebagai pihak yang dapat mengatur, memandu, dan menengahi antara dua kelompok yang berbeda secara ekstrim. Dua kelompok yang berbeda ini kemudian dikerucutkan kepada kelompok Islam radikal yang menuntut pemberlakuan syariat Islam di satu pihak dan kelompok yang adaptif dengan hukum-hukum Barat di pihak lain. Istilah Islam Moderat ini belakangan menjadi istilah yang bertendensi mengangkat Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin satu kelompok dan menjatuhkan kelompok lain. Istilah moderat digunakan sebagai antonim dari fundamentalis dan absolutisme. Bahkan secara salah kaprah, moderat digunakan untuk mengkategorikan orang-orang yang berpikir dan bertindak liberal dalam Sementara pihak yang secara konsisten mengamalkan ajaran agama Islam dianggap sebagai kelompok garis keras . Istilah moderat sering dieksploitasi tidak pada tempatnya, sehingga mengesankan bahwa kelompok Islam Moderat adalah kelompok yang mendukung demokrasi, menghormati HAM, respek terhadap perbedaan . , non sektarian, dan tidak Sementara pihak yang tidak termasuk ke dalam kelompok Islam Moderat dianggap kelompok radikal, fundamentalis, literalis, absolut dan label-label stigmatis dan stereotyping lainnya yang cenderung memojokkan salah satu kelompok. Pemahaman tentang makna Islam Moderat seperti di atas jika dianalisis dari dasar teoritisnya bersumber dari apa yang dikemukakan oleh pemikir-pemikir liberal. Misalnya Rand Cooperation dalam tulisannya berjudul AuBuilding Moderate Muslim NetworkAy, mendepinisikan Islam Moderat sebagai berikut: AuMuslim moderat adalah mereka yang . dan menyebarkan cara pandang nilai-nilai inti demokrasi. Termasuk mendukung demokrasi, dan HAM yang diakui secara internasional . ermasuk persamaan gender dan kebebasan beribada. , respek terhadap perbedaan, setuju terhadap sumber hukum yang nonsektarian dan menentang terorisme dan bentuk-bentuk kekerarasan yang terlarang Ay (Building Moderate Muslim Network, hlm. Disinilah letak pemahaman yang salah kaprah tersebut. Kelompok Islam Moderat tidak bisa secara parsial dipahami sebagai kelompok muslim yang permisip terhadap nilai-nilai Barat yang terbingkai dalam sebuah tatanan yang bernama demokrasi. Kemudian kelompok umat yang dikategorikan sebagai kelompok Islam Moderat dipaksa berhadap-hadapan dengan pihak yang dilabeli sebagai kelompok Islam radikal yang anti demokrasi, sektarian dan dicap sebagai kelompok terorisme. Pemahaman seperti inilah yang perlu mendapat perhatian serius. Agar masyarakat tidak salah dalam memahami makna kedua istilah tersebut dan kemudian bingung harus melakukan apa dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para ulama telah banyak memberikan pencerahan mengenai makna sebenarnya dari Islam moderat . Al-Baghawi misalnya, ia berpendapat bahwa. AuMaksud dari Islam moderat . adalah pengikut agama yang adil. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin mereka berada di antara kelompok yang berlebih-lebihan dalam beribadah dan kelompok yang teledor dalam menjalankan syariat agama, yang kedua sifat ini amat dicela dalam Ay Sementara itu, dalam Tafsir Al-Mannan. Imam As-SaAodi menjelaskan tentang umat pertengahan yaitu: AuUmat yang memiliki sifat adil dan umat yang terbaik. Sebab, bila tidak ada di pertengahan rentan mengarah kepada bahaya. Sehingga Allah menjadikan umat ini umat yang senantiasa mengambil jalan tengah di setiap permasalahan agama. Nabinya Nabi yang pertengahan di antara para Nabi. Mereka berada di pertengahan antara kaum yang berlebih-lebihan dalam beragama, dan mereka yang berperangai kasar. Mereka beriman terhadap apa pun yang datang dari-Nya, tidak membangkang, dan tidak pula meremehkan. Ay Pemaknaan ini sesuai dengan makna yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ketika ayat 143 dalam Surat al-Baqarah diturunkan. Karena sifat adil tersebut. Allah menjadikan umat ini sebagai saksi atas umat-umat lain di hari kiamat kelak. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abi SaAoid Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda. AuNabi Nuh As dipanggil pada hari kiamat, dikatakan kepada beliau: Apakah engkau telah menyampaikan Risalahmu? Beliau menjawab: Iya sudah. lalu dipanggillah kaumnya dan ditanyakan kepada mereka: Apakah dia telah menyampaikan risalahnya pada kalian? Kemudian kaumnya menjawab: Tidak ada seorang pun yang datang menyeru kepada kami. Lalu dikatakan kepada Nabi Nuh: Siapa yang bersaksi untukmu? Nuh menjawab: Muhammad dan umatnya. Rasulullah bersabda: Maka yang demikian itu Firman Allah: Dan yang demikian itu Kami telah menjadikan kalian . mat Isla. sebagai umat pertengahan. Yang dimaksud umat pertengahan adalah umat yang adil. (HR. Bukhar. Selanjutnya. Azis Ath-Tharifi mengatakan bahwa wasathiyah adalah sebuah kata yang Allah Swt gunakan untuk mensifati umat Islam, oleh karena itu pemahaman wasathiyah harus dikembalikan kepada Allah Swt. Pandangan ini didukung oleh Rasyid Ridho, ketika menafsirkan ayat 143 dalam Surat al-Baqarah. Rasyid Ridho menjelaskan, bahwa ayat 143 adalah penegasan dari ayat sebelumnya yaitu al-Baqarah 142. AuADialah yang akan memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya menuju jalan yang luru. jalannya orang-orang yang adil dalam berfikir, berakhlak dan beramal. Sehingga maksud umat terbaik dan terpilih adalah mereka yang diberi petunjuk oleh Allah Swt ke jalan yang lurus. Ay (Tafsir Al-Manar, 2/. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin Lebih jelas Rasyid Ridho menjelaskan makna Aujalan yang lurusAy ini dapat dipahami sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Fatihah . : 7. Au(Yait. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. mereka yang dimurkai dan bukan . ula jala. mereka yang sesat. Ay (QS. al-Fatihah . : . Allah Swt. , dalam ayat tersebut menegaskan bahwa jalan yang lurus itu ialah bukan jalan orang-orang dimurkai karena meremehkan syariat dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat karena berlebih-lebihan dalam beragama. Sehingga makna wasathiyah yang tepat di sini adalah adil dalam menerapkan syariat Islam secara totalitas, tidak ada yang dihilangkan atau diselewengkan dari makna yang sebenarnya. (Tafsir Al-Manar, 2/. Sedangkan Ar-Razi lebih memilih makna wasath yang berarti AupilihanAy dibandingkan dengan makna-makna lainnya, karena menurutnya secara bahasa paling dekat maknanya dan paling sesuai dengan ayat yang semakna dengannya, yaitu ayat berikut: AuKalian adalah umat terbaik yang dilahirkan ke tengah manusiay (QS. Ali Imron . : . Kemudian Syamsudin mengatakan bahwa Islam Wasathiyah tidak bisa hanya disimpulkan dengan satu atau dua kata karena ada beberapa prinsip yang dapat disampaikan kepada umat. AuIslam Wasathiyah penuh dengan toleransi, tidak terjebak ekstrimitas, mengambil jalan tengah, moderasi Islam, dan cenderung menyelesaikan masalah dengan musyarawah,Ay Islam Wasathiyah berarti Islam jalan tengah. AuTidak terlibat kekerasan, sampai pembunuhan, terbuka dan berada di atas untuk semua Beberapa penjelasan pngertian Islam wasathiyah di atas tidak bertentangan satu sama lain. Oleh sebab itu. Al-SaAodi menyimpulkan bahwa ummat wasath yang dimaksud adalah umat yang adil dan terpilih. Allah Swt telah menjadikan umat ini pertengahan . dalam segala urusan agama . ibanding dengan agama-agama lai. seperti dalam hal kenabian, syariAoat, dan lainnya. Umat Islam ini adalah umat yang paling sempurna agamanya, paling baik akhlaknya, paling utama amalnya. Allah Swt telah menganugerahi ilmu, kelembutan budi pekerti, keadilan, dan kebaikan . yang tidak diberikan kepada umat lain. Oleh sebab itu, mereka menjadi Auummatan wasathanAy, umat yang sempurna dan adil agar Aumereka menjadi saksi bagi seluruh manusia. Ay (Taisyr Al-Karym Al-Rahmyn fy Tafsyr Kalym Al-Mannyn Jil. I hal. Dari penjelasan para ahli tafsir mengenai makna wasath dalam ayat di atas dapat Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin disimpulkan bahwa sifat wasath yang disematkan pada umat Muhammad Saw adalah sesuatu yang melekat sejak umat ini menerima berbagai petunjuk dari Nabi-Nya. Ini merupakan karunia Allah Swt. kepada mereka. Saat mereka konsisten menjalankan ajaran-ajaran Allah Swt. , maka saat itulah mereka menjadi umat terbaik dan terpilih. Oleh sebab itu. Rasyid Ridho mengaitkan kata ummatan wasathan ini dengan ayat sebelumnya, yaitu AuAyahdy man yasyyAou ily shiryth al-mustadaqym (ADialah yang akan memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya menuju jalan yang luru. Bila dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka umat terbaik, terpilih, dan moderat adalah mereka yang diberi petunjuk oleh Allah Swt ke jalan yang lurus (Tafsyr Al-Manyr Jil. Jalan yang lurus . iryth al-mustadaqy. ini, sebagaimana dijelaskan dalam surat alFatihah, adalah jalan tengah di antara jalan orang-orang yang dibenci dan orang-orang yang sesat. Menariknya, ayat yang menjelaskan kata wasathiyah ini disebutkan oleh Allah Swt. , beriringan dengan ayat perpindahan kiblat. Artinya, ada satu hikmah dimana Allah Swt. , hendak menjadikan umat Islam ini memiliki indetitas sendiri yang berbeda dengan umat-umat sebelumnya. Lalu di penghujung ayat itu Allah Swt. , menjelaskan bahwa perpindahan kiblat itu hakikatnya hendak menguji keimanan kaum muslimin, seperti saat kejadian IsraAo MiAoraj, apakah akan mengikuti perintah Allah atau tidak. Allah juga hendak memisahkan secara total antara muslim dan Ahlul Kitab. Firman Allah Swt. AuDan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu . melainkan agar Kami mengetahui . upaya nyat. siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh . emindahan kibla. itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Ay (QS al-Baqarah 2:. Berdasarkan penjelasan dan contoh singkat di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bertindak moderat . sesuai dengan petunjuk al-Quran adalah dengan cara secara konsisten mengikuti hidayah . yang diajarkan oleh Allah Swt melalui Nabi-Nya dan ditransmisikan melalui para ulama yang saleh. Semakin kita taat dan tunduk pada ajaran Allah Swt. , maka kita sebetulnya semakin moderat. Sebab, ajaran Islam itu sendiri telah membawa karakternya yang moderat sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Sejauh ini perdebatan keras di Indonesia hari ini mengenai konsep Islam moderat Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin . adalah melibatkan dua pihak, yakni pendukung demokrasi dan pendukung konsep khilafah. Penulis merekomendasikan sebuah jalan tengah untuk mengklarifikasi perbedaan pandangan ini dengan kembali merujuk konsep Islam wasathiyah dalam penyebaran Islam di Indonesia yang pada intinya adalah melarutkan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam budaya lokal dengan arif dan bijaksana dan dengan berpedoman kepada garis-garis petunjuk dalam Al-QurAoan dan As-Sunnah agar pelarutan nilai-nilai ajaran Islam tersebut tidak keluar dari aqidah tauhid dan tetap berprinsif sesuai dengan rukun iman dan Islam dalam hal ibadah mahdoh. Dalam konteks ini bangsa dan Negara Indonesia telah berproses sejak kemerdekaan dengan kesepakatan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan merangkul segala keragaman . yang ada di dalamnya dalam bingkai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta membentuk kerangka negara demokrasi dengan UUD 1945 sebagai pondasi hukumnya. Nah, pada posisi ini Islam wasathiyah telah masuk sebagai moderasinya. Jadi tidak urgen memaksakan perubahan bentuk Negara dengan dalil untuk penerapan Islam kaffah, lalu melupakan bagaimana Islam telah masuk dan berkembang dengan memberi warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara merangkul budaya lokal dan berhasil dengan sukses. Kewajiban yang harusnya dilakukan adalah bagaimana terus memasukkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lilAoalamin ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan cara terus menerus meningkatkan kualitas generasi muslim dan mendorong umat untuk terlibat secara aktif dalam pengelolaan Negara, sehingga umat Islam berperan sebagai yang mewarnai bukan yang diwarnai. Sejauh ini peran umat Islam di Indonesia sangat signifikan dan berhasil membawa kedamaian dan kerukunan terhadap umat lain. Karena terbukti dalam perjalanan sejarah bahwa apabila umat Islam mayoritas dan berada pada lingkaran kekuasaan maka terciptalah kedamaian dan kemakmuran di kawasan tersebut sebagai ejawantah dari wajah ramah Islam wasathiyah. Penanaman Nilai-nilai Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Kecerdasan Emosi dan Pembiasaan Positif di Sekolah Kata AuemosiAy diturunkan dari bahasa Prancis, emotion, dari emouver artinya AukegembiraanAy. Kata AuemosiAy juga dapat ditelusuri dari bahasa Latin yaitu AuemovereAy, dari e- . arian eks-) artinya AuluarAy dan AumovereAy artinya AubergerakAy. Dengan demikian Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin emosi dapat diartikan perasaan intens atau reaksi yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu keadaan/ kejadian. Emosi dapat ditunjukan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut kepada sesuatu (Feldman, 2012: . Kebanyakan para ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Sebagai contoh, bila seseorang bersikap kasar, manusia akan merasa marah. Perasaan intens kemarahan tersebut mungkin datang dan pergi dengan cukup cepat tetapi ketika sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang dapat merasa tidak enak untuk beberapa jam. Goleman menyatakan bahwa untuk mengidentifikasi karakteristik kematangan emosi seseorang ada beberapa komponen yang bisa kita gunakan sebagai parameter Berikut gambaran singkat mengenai komponen tersebut (Syukur, 2011: . Self-awareness atau kesadaran diri. Berupa kemampuan mengenali dan memahami suasana hati dan motivasi diri, serta dampaknya terhadap orang lain. Untuk bisa mencapai ini, kita harus bisa memantau keadaan emosi diri sendiri. Self-regulation atau pengendalian diri. Kemampuan seseorang untuk tidak bereaksi secara gegabah. Komponen ini juga menunjukkan cara kita untuk mengekspresikan diri secara tepat sehingga setiap tindakan tidak diatur oleh aspek emosi saja. Internal Motivation atau motivasi diri. Merupakan kemampuan seseorang yang berkaitan dengan minat belajar dalam rangka melakukan perbaikan diri secara terus Misalnya saja, rasa inisiatif dan komitmen untuk menyelesaikan Empati. Merupakan kemampuan untuk memahami reaksi emosional orang lain. Hal ini hanya bisa dicapai jika kita sudah mencapai kesadaran diri. Contohnya sikap proaktif untuk mengantisipasi kebutuhan orang lain. Sosial Skill Merupakan mengidentifikasi kebutuhan sosial dan memenuhi kebutuhan tersebut dengan landasan bersama, mengelola komunikasi dan membangun jaringan. Dari pendapat Goleman di atas dapat dipahami bahwa ada 3 lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi seorang siswa, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial masyarakat. Dalam posisi ini guru sangat berperan dalam mengembangkan kecerdasan emosi siswa di lingkungan sekolah. Sekolah menjadi wadah yang sangat penting karena lembaga ini merupakan alat bantu Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin seseorang dalam pengembangan potensi diri dalam hal ini terutama aspek pengembangan dan pembinaan kecerdasan emosi siswa. Kedewasaan setiap insan ini bisa didapatkan dari proses pembelajaran yang terjadi dalam lingkungan kelas sekolah. Kemudian setiap individu akan mendapatkan pengetahuan, pemahaman terhadap nilai-nilai dan cara bersikap. Menurut Hurlock, sekolah memiliki peran dalam perkembangan kepribadian anak. Hurlock mengatakan bahwa sekolah adalah penentu dalam cara berpikir, bersikap dan berperilaku. Oleh karenanya, seorang guru di sini memiliki peran krusial dalam mengontrol perilaku anak selama berada di lingkungan sekolah (King, 2010: . Dalam kedekatan hubungan antara guru dan siswa, sang guru dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar bisa melakukan self-awareness atau kesadaran diri terhadap tujuan penciptaan manusia sebagai Abdullah . ntuk mengabdi kepada Alla. dengan mewujudkan rahmatan lilAoalamin. Dengan kesadaran ini, maka para siswa menjadi paham bahwa tujuan hidup manusia di muka bumi adalah untuk sepenuhnya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta menyebarkan kedamaian di muka bumi. Selanjutnya guru bisa melatih dan mengembangkan kemampuan self-regulation atau pengendalian diri. Siswa dilatih dan dibiasakan untuk tidak bereaksi secara gegabah dalam merespon setiap gejala yang ada disekitarnya. Maka jika siswa menjumpai adanya perbedaan dalam hal agama, suku, ras, budaya, bahasa dan lain-lain, maka siswa bisa melakukan pengendalian diri untuk mengapresiasi, menghormati, dan menjalin kebersamaan dengan pihak yang berbeda tersebut. Kemudian siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan internal motivation atau motivasi diri. Peningkatan kemampuan siswa dalam meningkatkan minat belajar dan melakukan perbaikan diri secara terus menerus ini dalam bidang pemahaman keagamaan sehingga mampu memberikan dorongan kepada siswa untuk selalu memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman keagamaan. Demikian juga dengan upaya guru dalam menumbuhkan sikap empati siswa. Empati merupakan kemampuan untuk memahami reaksi emosional orang lain. Hal ini hanya bisa dicapai jika kita sudah mencapai kesadaran diri. Guru dapat mengasah empati siswa dengan cara selalu mengajak siswa untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada teman mereka yang sakit walaupun mereka berbeda suku dan agama, membantu Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin teman yang terkena musibah walaupun mereka berbeda keyakinan. Pembinaan sosial skill atau keterampilan sosial juga merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa agar bisa mengidentifikasi kebutuhan sosial dan memenuhi kebutuhan tersebut dengan landasan bersama, mengelola komunikasi dan membangun jaringan tanpa adanya sekat-sekat karena dipisahkan oleh perbedaan agama dan budaya lainnya. Siswa dibiasakan menjalin persatuan dan kerjasama . dengan berbagai pihak. Sosial skill ini juga perlu dikembangkan dalam diri siswa agar mampu menempatkan diri secara tepat dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat serta memiliki kemampuan yang cukup dalam berkomunikasi dan membangun kerjasama tim. Kecerdasan emosi sejatinya telah dimiliki dalam mekanisme alami otak manusia sebagai anugerah Allah SWT. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa ada satu bagian di otak manusia yang disebut sistem limbik yang mengatur tentang Aumekanisme emosiAy. Sistem ini, misalnya yang mengatur otot yang melingkari mata kita ketika tersenyum, yang tidak bisa kita kontrol secara sadar. Pada senyum spontan dan tulus, otot ini akan berkontraksi, tetapi pada senyum palsu kontraksi itu tidak akan terjadi (Pasiak, 2009: Selain mekanisme emosi yang alami pada sistem limbik, otak manusia ternyata juga memiliki neuroplastisitas, yaitu sel-sel saraf yang bersifat plastis. Sel-sel saraf ini dapat mengubah bentuk menjadi struktur sel yang permanen jika selalu dipakai atau selalu menerima informasi yang sama. Sebaliknya, sel-sel saraf ini akan hilang, jika tidak sering dipakai (Hawari, 1996: . Neuroplastisitas memberikan peluang pada proses pendidikan emosi melalui metode pengulangan atau pembiasaan bersikap positif. Sistem kejujuran dalam diri seseorang juga dibangun antara lain oleh gyrus cingulata, thalamus, hippocampus, nucleus basal, prefrontal cortex, dan amygdala. Tiga dari komponen ini berada di kulit otak, tempat pikiran sadar atau rasional. Sisanya berada di bagian bawah otak rasional . ebut saja otak emosiona. Dari sini jelas bahwa sistem kejujuran itu melibatkan juga pikiran sadar. Jadi, inti dari kecerdasan emosi sebenarnya adalah kejujuran dan ketulusan (Hawari, 1996: . Demikianlah otak manusia sebenarnya telah memiliki mekanisme sendiri yang terstruktur untuk membentuk sistem kejujuran. Allah SWT telah menciptakan piranti khusus di dalam otak kita yang dalam neurologi dikenal dengan nama sistem limbik, thalamus, amigdala, neuroplastisitas, serta protein AuFosBAy. Semuanya bersinergi Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin membentuk sistem kejujuran dalam otak, sehingga menciptakan AukeseimbanganAy dalam tubuh manusia. AuKeseimbanganAy inilah yang pada gilirannya akan menyehatkan manusia dan membawanya pada kebaikan seperti yang diisyaratkan oleh al-QurAoan. Oleh karena itu, untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembiasaan sikap jujur, empati, toleransi, guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Hubungan baik akan membuat jembatan menuju kesuksesan puncak siswa dalam berbicara dengan bahasa hati siswa. Membina hubungan baik bisa memudahkan guru melibatkan siswa dalam memberikan pembiasaan-pembiasaan bersikap toleransi dan berempati terhadap perbedaan dalam lingkungan sosial . Pembiasaan seperti ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk bersikap moderat dalam pemahaman dan perilaku keagamaannya. Dalam teori-teori psikologi dikenal dengan beberapa teori pembiasaan. Dalam kesempatan ini akan dikemukakan 2 . teori dasar, yaitu: Pertama, teori pembiasaan klasik . lassical conditionin. Ivan Pavlov . Teori ini didasarkan atas reaksi sistem tak terkontrol di dalam diri seseorang dan reaksi emosional yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah menerima stimulus dari luar (Aunurrahman, 2009 : . Pada dasarnya clasical conditioning adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya reflex Berdasarkan eksperimen tersebut, semakin jelaslah bahwa belajar adalah perubahan yang ditandai dengan adanya hubungan antara stimulus dan respons. Kesimpulan yang dapat kita tarik dari hasil eksperimen Pavlov ialah apabila stimulus yang diadakan . onditioned stimulus/CS) selalu disertai dengan stimulus penguat . nconditioned stimulus/UCS), stimulus tadi (CS) cepat atau lambat akhirnya akan menimbulkan respons atau perubahan yang kita kehendaki . onditioned response/CR) (Oviyanti, 2013: . Kedua, teori pengulangan . Dalam Al-Quran terdapat sebuah ayat yang menjelaskan pentingnya metode AupengulanganAy . AuDan sesungguhnya dalam Al QurAoan ini Kami telah ulang-ulangi . , agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menyebabkan mereka tidak suka . erhadap pelajaran yang diberika. (QS: al-Isaraa . Al-QurAoan menegaskan bahwa AupengulanganAy bertujuan untuk memperkokoh Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin Demikian juga dengan contoh yang ditunjukkan Rasulullah SAW: Dari Aisyah R. , ia berkata: AuRasulullah SAW bila mengucapkan suatu kalimat, beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga pendengarnya memahaminya. Apabila beliau datang kepada suatu kaum, maka beliau memberi salam kepada mereka tiga kali. Ay (H. Bukhar. Rasulullah SAW mencontohkan kepada umat Islam untuk menggunakan metode repetation . agar mempercepat proses pemahaman audiens. Zakiah Daradjat menjelaskan bahwa hendaknya setiap pendidik menyadari bahwa dalam pembinaan pribadi anak sangat diperlukan pembiasaan-pembiasaan dan latihan-latihan yang cocok dan sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena pembiasaan dan latihan tersebut akan membentuk sikap tertentu pada anak, yang lambat laun sikap itu akan bertambah jelas dan kuat, akhirnya tidak tergoyahkan lagi, karena telah masuk menjadi bagian dari pribadinya (Daradjat, 1970: 61-. Hal ini berkaitan erat dan berhubungan positif dengan proses alami yang terjadi di dalam otak manusia. Informasi yang berulang-ulang kita dengar, apalagi jika melibatkan semua indera, berpeluang mengubah bentuk sel saraf kita. Jika setiap hari kita memberikan informasi yang sama, molekul-molekul itu akan mengatur diri untuk mengubah struktur sel saraf yang menyimpan ingatan itu. Pembelajaran harus AudiulangAy beberapa kali agar AyketerkaitanAy yang dihendaki tertanam dalam gugusan pikiran atau mind manusia. Dalam ilmu psikologi dan neurologi modern, pengulangan atau repetition juga dikaitkan dengan intensity. Apa yang hendak ditanam harus terus diulangi secara intensif (Oviyanti, 2013: . Mencermati mekanisme kerja otak yang unik karena di dalamnya dapat tersusun sel-sel saraf yang bersinergi memapankan memori serta perilaku jujur pada diri seseorang, maka setidaknya ada dua hal yang dapat kita pelajari. Pertama, secara fitrah potensi otak manusia telah memiliki piranti khusus yang dapat mendukung terciptanya sikap dan perilaku jujur, empati, toleransi, untuk pengembangan kecerdasan emosi pada diri manusia. Kedua, adanya neuroplastisitas di otak manusia memberikan kepastian bahwa kecerdasan emosi dapat AudipelajariAy. Jika kita hubungkan dengan sikap moderat dalam beragama, maka proses pendidikan emosi ini dapat dilakukan melalui kegiatan AupengulanganAy atau latihan atau pembiasaan bersikap empati, toleransi, mengambil sikap Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin pertengahan dalam pemahaman keagamaan tidak masuk ke dalam kelompok ekstrim dalam pandangan keagamaan tetapi juga tidak abai atau lalai dalam menjalankan syariat dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. SIMPULAN Islam moderat adalah pemahaman keislaman yang memiliki keseimbangan di antara dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan. Contoh: pertentangan antara spritualisme dan materialisme, kontekstual dan idealisme, konsisten dengan perubahan. Prinsif keseimbangan ini sejalan dengan fitrah penciptaan manusia dan alam yang harmonis dan serasi. Umat Islam adalah umat pilihan karena mereka diberikan keutamaan oleh Allah atas sikap adil, terbaik dalam pengamalan ajaran Islam dan menempuh jalan yang lurus yang berbeda dengan jalan orang-orang yang dimurkai (Yahud. karena meremehkan syariat dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (Nasran. karena berlebih-lebihan dalam beragama. Selanjutnya bertindak moderat . sesuai dengan petunjuk al-Quran adalah dengan cara secara konsisten mengikuti hidayah . yang diajarkan oleh Allah Swt melalui Nabi-Nya dan ditransmisikan melalui para ulama yang saleh. Semakin kita taat dan tunduk pada ajaran Allah Swt. , maka kita sebetulnya semakin moderat. Sebab, ajaran Islam itu sendiri telah membawa karakternya yang moderat sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merangkul segala keragaman . yang ada di dalamnya dalam bingkai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta membentuk kerangka negara demokrasi dengan UUD 1945 sebagai pondasi hukumnya. Nah, pada posisi ini Islam wasathiyah telah masuk sebagai Jadi tidak urgen memaksakan perubahan bentuk Negara dengan dalil untuk penerapan Islam kaffah, lalu melupakan bagaimana Islam telah masuk dan berkembang dengan memberi warna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara merangkul budaya lokal dan berhasil dengan sukses. Kewajiban yang harusnya dilakukan adalah bagaimana terus memasukkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lilAoalamin ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan cara terus menerus meningkatkan kualitas generasi muslim dan mendorong umat untuk terlibat secara aktif dalam pengelolaan Negara. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin Dalam kedekatan hubungan antara guru dan siswa, sang guru dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar bisa melakukan self-awareness atau kesadaran diri bahwa tujuan hidup manusia di muka bumi adalah untuk sepenuhnya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta menyebarkan kedamaian di muka bumi. Selanjutnya guru mengembangkan kemampuan self-regulation atau pengendalian diri agar mampu mengendalikan diri untuk mengapresiasi, menghormati, dan menjalin kebersamaan dengan pihak yang berbeda tersebut. Juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan internal motivation atau motivasi diri yang mampu memberikan dorongan kepada siswa untuk selalu memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman Sikap empati merupakan kemampuan untuk memahami reaksi emosional orang Hal ini hanya bisa dicapai jika kita sudah mencapai kesadaran diri. Guru dapat mengasah empati siswa dengan cara selalu mengajak siswa untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada teman mereka yang sakit walaupun mereka berbeda suku dan agama, membantu teman yang terkena musibah walaupun mereka berbeda keyakinan. Pembinaan sosial skill atau keterampilan sosial juga merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa agar bisa mengidentifikasi kebutuhan sosial dan memenuhi kebutuhan tersebut dengan landasan bersama, mengelola komunikasi dan membangun jaringan tanpa adanya sekat-sekat karena dipisahkan oleh perbedaan agama dan budaya lainnya. Siswa dibiasakan menjalin persatuan dan kerjasama . dengan berbagai pihak. Social skill ini juga perlu dikembangkan dalam diri siswa agar mampu menempatkan diri secara tepat dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat serta memiliki kemampuan yang cukup dalam berkomunikasi dan membangun kerjasama tim. Selanjutnya pendidikan kecerdasan emosi ini diterapkan dalam bentuk pembiasaan. Pertama, teori pembiasaan klasik . lassical conditionin. yang didasarkan atas reaksi sistem tak terkontrol di dalam diri seseorang dan reaksi emosional yang dikontrol oleh sistem urat syaraf otonom serta gerak refleks setelah menerima stimulus dari luar. Kedua, melalui pengulangan . Maksudnya pembiasaan sikap positif yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus akan dapat membentuk karakteristik siswa yang moderat dalam beragama. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. Juni 2021 Peran Guru Dalam Penerapan Pendidikan Moderasi Beragama Di Sekolah Paizaluddin DAFTAR PUSTAKA