Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica Oleracea. Pada Beberapa Media Tanam Dan Tanah (Growth And Production Of Kailan Plants (Brassica Oleracea. On Several Plant And Soil Medi. Itsnaini Izzatul Jannah*1 , dan Aisyah*2 Jurusan Agroteknologi. Universitas Gunadarma. Depok Jawa Barat Jurusan AGroteknologi. Universitas Gunadarma. Depok Jawa Barat Korespondensi email: Itsnainiizzatul29@gmail. ABSTRAK Tanaman sayuran kailan memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Kailan termasuk tanaman semusim yang dibudidayakan dalam waktu relatif singkat. Tanaman kailan memiliki tekstur daun yang renyah, bernilai gizi tinggi, dan bermanfaat bagi tubuh. Produksi kailan mengalami pasang surut, dan perlu dilakukan upaya untuk peningkatan produksi. Media tanam adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, media tanam digunakan sebagai tempat tumbuh, media perakaran dan sumber unsur hara. Dalam menentukan media tanam harus memperhatikan kondisi iklim, cuaca dan lain-lain yang berhubungan dengan faktor yang menentukan cepat lambatnya pertumbuhan tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui campuran media tanam yang dapat digunakan untuk tanaman kailan dan menetapkan campuran media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi kailan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 fator 5 perlakuan M0 : Kontrol . M1 : Tanah sekam . M2 : Tanah cocopeat . M3 : Tanah sekam padi . , dan M4: Tanah kompos . Penelitian ini diulang sebanyak 5 kali, sehingga tanaman yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 25 tanaman. Data yang didapat dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan apabila ada perbedaan nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan beberapa media tanam yang digunakan dapat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi kailan, dapat dilihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tanaman dan bobot akar tanaman. Kata Kunci: Kailan. Media tanam. Pertumbuhan dan Produksi ABSTRACT Kailan vegetable plants have high potential to be developed. Kailan is a seasonal plant that is cultivated in a relatively short time. The kailan plant has a crunchy leaf texture, high nutritional value, and is beneAcial for the body. Kailan production has experienced ups and downs, and eAorts need to be made to increase production. The purpose of this study was to determine the mix of planting media that can be used for kailan plants and to determine the best mix of planting media for growth and production of kailan. This study used a completely randomized design (CRD) 1 factor 5 treatments M0 : Control . M1 : Soil husk . M2 : Soil cocopeat . M3 : Soil rice husk . , and M4: Soil compost . This research was repeated 5 times, so that the plants used in this study were 25 plants. The data obtained was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) with a level of 5% and if there is a signiAcant diAerence, a Duncan Multiple Range (DMRT) test is carried out with a level of 5%. The results showed that some of the growing media used had a signiAcant eAect on the growth and production of kailan, which could be seen in the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, plant wet weight and plant root weight. Keywords: kailan, plant media, growth and production, physical properties of growing media . Vol. No. 2 September 2025 PENDAHULUAN Sayuran merupakan bahan pangan sumber serat, mineral dan vitamin dengan nilai ekonomis yang cukup baik. Salah satu sayuran yang menjadi potensi tinggi untuk dikembangkan adalah tanaman sayuran semusim, khususnya tanaman sayur Kailan (Brassica olerace. merupakan salah satu jenis sayuran yang dipanen saat fase vegetatif dengan bentuk produk sayuran segar . resh Kailan termasuk tanaman semusim yang dibudidayakan dalam waktu relatif singkat. Tanaman kailan memiliki tekstur daun yang renyah, bernilai gizi tinggi, dan bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin A. K, protein, mineral Ca dan Fe, serta nutrisi lainnya. Kailan bermanfaat bagi kesehatan manusia karena sebagai sumber zat besi dan memiliki kandungan karotenoid yang dapat melawan kanker (Samadi, 2. Hampir semua bagian tanaman kailan dapat dikonsumsi yaitu batang dan daunnya. Dalam 100 gram bagian kailan yang dikonsumsi mengandung 7540 IU vitamin A, 115 mg vitamin C, dan 62 mg Ca, 2,2 mg Fe (Irianto, 2. Produksi kailan yang mengalami pasang surut perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi kailan agar kedepannya produksi kailan terus meningkat dan memenuhi permintaan Berbagai komposisi media tanam masing-masing memiliki kandungan yang berbeda-beda. Jenis-jenis media tanam antara lain pasir, tanah, pupuk kandang, sekam padi, serbuk gergaji, dan sabut kelapa. Bahan Ae bahan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga perlu dipahami agar media tanam tersebut sesuai dengan jenis tanaman. Media tumbuh yang baik harus mempunyai karakteristik yaitu, bisa menopang pertumbuhan tanman, dapat menyerap dan menghantarkan air dan nutrisi, dan tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit (Aristiani dan Nurul. Bahan campuran media tanam yang dapat digunakan adalah arang sekam, cocopeat, sekam padi dan Sekam padi adalah kulit biji padi yanh sudah digiling, biasanya sekam padi digunakan berupa sekam bakar atau sekam mentah . idak dibaka. Menurut Fahmi . arang sekam dapat bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah. Arang sekam dapat meningkatkan porositas tanah menyerap air, serta cocopeat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk serta menetralkan kemasaman tanah. Sifat cocopeat tersebut, dapat digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan media tanaman dalam rumah kaca. Kompos sendiri merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik. Media tanam kompos dapat mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifatsifat tanah. Media tanam yang cocok untuk pertumbuhan kailan perlu diteliti agar kailan tumbuh secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh beberapa media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mempelajari pengaruh beberapa media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan serta menetapkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman MATERI DAN METODE Materi Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Mei 2022 di Rumah Kaca Universitas Gunadarma Kampus F7, kelapa Dua Wetan. Jakarta Timur. Jawa Barat. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, sekop, timbangan analitik, penggaris, jangka Itsnaini Izzatul Jannah , dan Aisyah : Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica Oleracea. Pada Beberapa Media Tanam Dan Tanah sorong, ember, gembor, tag nama, gunting panen, handsprayer,tray semai, gelas ukur, ring tanah, oven, desikator, cawan sampel, kamera dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih kailan, media tanam . anah, arang sekam, sekam padi, cocopeat, dan kompo. , pupuk NPK 16:16:16, dan Metode Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dengan perlakuan campuran media tanam organic. M0 = Kontrol . M1 = tanah : arang sekam . M2 = tanah : cocopeat . M3 = tanah : sekam padi . dan M4 = tanah : Pelaksanaan penelitian meliputi : . pengisian polybag, . penanaman, . Pengamatan dan pengambilan data meliputi pertubuhan tanaman . inggi tanaman, jumlah daun, diameter batan. dan produksi tanaman . obot basah tanama. serta analisis fisik media tanam . adar air, berat volume, porositas media Analisis data untuk mengetahui pengaruh campuran media tanam organic terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica oleracea. maka data yang diperoleh dari hasil pengamatan di analisis menggunakan Analysisof Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan apabila hasil meunjukkan perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). HASIL DAN PEMBAHASAN Pertumbuhan Tanaman Tinggi Tanaman Berdasarkan hasil sidik ragam dengan Analisis of Varians pada rancangan acak lengkap (RAL) bahwa penggunaan beberapa campuran media tanam terhadap tinggi tanaman Kailan berbeda nyata pada minggu 4, 5 dan minggu ke-6. Tinggi tanaman pada minggu ke-4 perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai 25. 06 cm dan tanah cocopeat dengan nilai 24. 02 cm berbeda nyara dengan perlakuan tanah sekam (M. dengan nilai 19. 18 cm, dan tinggi tanaman pada minggu ke-5 terdapat perbedaan yang nyata dari perlakuan tanah cocopeat (M. dengan nilai 46 cm dan perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai 29. 64 cm dengan perlakuan tanah arang sekam (M. dengan nilai 26,44 cm dan tanah sekam (M. dengan nilai 24. 36 cm, begitu juga dengan tinggi tanaman minggu ke-6 terdapat perbedaan yang sangat nyata antara perlakuan tanah cocopeat (M. dengan nilai 37. 68 cm dengan perlakuan tanah sekam (M. dengan nilai 32. 66 cm. Tinggi tanaman merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan vegetatif tanaman. Proses pertumbuhan tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu diantaranya lingkungan, fisiologis dan genetika Menurut Syukur Makmur Sitompul dan Bambang Guritno . menyatakan bahwa tinggi tanaman merupakan ukuran tanaman yang sering diamati baik sebagai indikator pertumbuhan maupun sebagai parameter yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diterapkan. Pada tabel 1 menunjukkan bawah pada minggu ke-6 tinggi tanaman Kailan tertinggi terdapat pada perlakuan M2 (Tanah cocopea. dengan tinggi 68 cm. Hal ini disebabkan karena pemberian cocopeat dapat meningkatkan ketersediaan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Hal ini sesuai dengan penelitian Saputra et al . yang menyatakan bahwa cocopeat memberi pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman. Dosis yang seimbang dalam pemberian . Vol. No. 2 September 2025 cocopeat dapat memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah dan dapat memperbaiki struktur dan daya simpan air sehingga dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara makro serta mikro, dan pertukaran udara . erasi tana. Menurut Agoes . unsur hara pada cocopeat antara lain mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman yaitu kalium (K), phosphor (P), calsium (C. , magnesium (M. , natrium dan beberapa mineral lainnya. Jumlah Daun Berikut ini tersaji data rata-rata jumlah daun tanaman Kailan (Brassica olerace. dari setiap perlakuan selama 6 minggu pada Tabel 2 di bawah ini Berdasarkan hasil sidik ragam dengan Analisis of Varians pada rancangan acak lengkap (RAL) bahwa penggunaan beberapa campuran media tanam terhadap jumlah daun Kailan berbeda nyata pada perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai 6. 8 dibandingkan dengan tanah sekam (M. dengan nilai 6 pada minggu ke-3. Pada minggu ke 3, perlakuan tanah kompos (M. berbeda sangat nyata terhadap perlakuan lainnya. Jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai rataan 6. Hal ini disebabkan karena pada kompos memiliki banyak unsur hara nitrogen yang membantu dalam pembentukan organ-organ tanaman terutama daun. Jumlah daun yang tumbuh pada tanaman dipengaruhi oleh unsur hara nitrogen. Menurut Nur dan Thohari . menyatakan nitrogen dalam jumlah yang optimum berperan dalam memepercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang dan daun. Menurut Lakitan . menyatakan bahwa unsur hara yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun adalah nitrogen. Unsur ini berperan dalam proses sintesis klorofil, protein dan pembentukkan sel-sel baru sehingga mampu membentuk organorgan seperti daun. Kandungan N yang terdapat dalam tanah akan dimanfaatkan tanaman dalam pembelahan sel. Pembelahan oleh pembesaran sel-sel yang muda akan membentuk daun. Dalam penelitian Putri . menyatakan bahwa pemberian kompos mampu memberikan unsur hara nitrogen bagi tanaman. Fungsi nitrogen sendiri adalah pembentukan zat hijau daun dan menyusun protein. Adanya unsur nitrogen di dalam tanaman digunakan daun untuk berfotosintesis. Itsnaini Izzatul Jannah , dan Aisyah : Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica Oleracea. Pada Beberapa Media Tanam Dan Tanah Diameter Batang Berdasarkan hasil sidik ragam dengan Analisis of Varians pada rancangan acak lengkap (RAL) bahwa penggunaan beberapa campuran media tanam terhadap diameter batang Kailan berbeda nyata pada minggu ke-5 dan minggu ke-6. Pada minggu ke-5 perlakuan tanah (M. , tanah cocopeat (M. dan tanah kompos (M. dengan 6 mm, 2. 42 mm dan 2. 4 mm berbeda nyata dengan perlakuan tanah arang sekam (M. dengan nilai 1. 98 mm. Pada minggu ke-6 perlakuan tanah kompos (M. dan tanah cocopeat (M. dengan nilai 4. 36 mm dan 4. 02 mm berbeda dengan perlakuan lainnya. Pertumbuhan diameter batang dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara yang terserap oleh tanaman. pertumbuhan dan hasil tanaman berhubungan dengan ketersediaan unsur hara yang diserap oleh tanaman yang digunakan dalam proses metabolisme Dengan meningkatnya proses metabolisme tanaman akan berdampak positif dalam pembentukan diameter batang (Munawwar, 2. Dilihat pada Tabel 3, perlakuan tanah kompos (M. menunjukkan nilai diameter Kailan paling besar yaitu dengan nilai 4,46 mm. Hal ini disebabkan karena penambahan kompos dapat meningkatkan ketersediaan unsur harat terutama unsur N. P dan K yang baik bagi pembentukan batang, daun, akar dan jaringan baru (Nining, 2. Menurut Gardner et al . unsur N. K sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Unsur N. P dan K tersebut sangat penting bagi tanaman karena berperan dalam pembentukan asam amino, protein, asam nukleat dan karbohidrat. Vol. No. 2 September 2025 Produksi Tanaman (Bobot Basah Tanama. Berdasarkan hasil sidik ragam dengan Analisis of Varians pada rancangan acak lengkap (RAL) bahwa penggunaan beberapa campuran media tanam terhadap Bobot basah berbeda Bobot basah perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai 9. 49 gram dan tanah cocopeat (M. dengan nilai 9. gram berbeda nyata terhadap perlakuan tanah sekam (M. dengan nilai 6. Bobot basah paling berat ada pada perlakuan tanah kompos (M. dengan nilai 9. 49 gram dan paling ringan pada perlakuan tanah sekam (M. dengan bobot 6. 21 gram. Bobot basah tanaman Kailan yang ditimbang pada saat panen, perlakuan tanah kompos (M. mendapatkan nilai paling tinggi yaitu seberat 9,49 gram. Bobot basah tanaman berhubungan dengan jumlah daun tanaman yng dihasilkan . Berat segar tanaman atau bobot segar tanaman merupakan akumulasi fotosintat yang dihasilkan selama pertumbuhan, hal ini mencerminkan tingginya serapan unsur hara yang diserap tanaman untuk proses Semakin tinggi tanaman semakin banyak jumlah daunnya maka bobot segar tanaman akan semakin tinggi, hal ini dikarenakan pembentukan karbohidrat hasil asimilasi tanaman meningkat sehingga menyebabkan peningkatan pada bobot segar tanaman (Endang, 2. Perlakuan M4 pada pengamatan jumlah daun memiliki jumlah daun terbanyak . Menurut Iffa dan Nurul . bahwa dengan adanya jumlah daun yang meningkat maka berat tanaman akan meningkat pula, karena daun merupakan sink bagi tanaman. Tanaman sayuran juga merupakan organ yang banyak mengandung air, sehingga dengan jumlah daun tanaman yang semakin banyak dan kadar air tanaman akan meningkat sehingga menyebabkan berat tanaman semakin meningkat pula (Yunus, 2. KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Perlakuan beberapa media tanam berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman Kailan dapat dilihat dari parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan bobot basah tanaman. P e r l a k u a n t e r b a i k d a l a m penelitian ini adalah tanah kompos (M. karena mampu mempertahankan nilai paling baik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap jumlah daun, diameter batang, dan bobot basah tanaman. Itsnaini Izzatul Jannah , dan Aisyah : Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica Oleracea. Pada Beberapa Media Tanam Dan Tanah DAFTAR PUSTAKA