Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2024, pp. Potensi Pajak Daerah Atas Objek Wisata dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Malang Jawa Timur Loso Judijanto1. Ahmad Junaidi2 1IPOSS Jakarta. losojudijantobumn@gmail. Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. ahmadjunaidi76588@gmail. Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini menginvestigasi potensi pajak daerah pada objek wisata di Malang. Jawa Timur, sebagai sarana untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei yang diberikan kepada 170 wisatawan yang mengunjungi berbagai objek wisata di Malang. Penelitian ini menguji hubungan antara kebijakan perpajakan, perilaku wisatawan, dan PAD dengan menggunakan analisis korelasi dan Temuan ini menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kebijakan perpajakan dan PAD, yang mengindikasikan bahwa persepsi yang baik terhadap kebijakan perpajakan berhubungan dengan tingkat pendapatan daerah yang lebih tinggi. Selain itu, pengeluaran dan kedatangan wisatawan ditemukan sebagai prediktor yang signifikan terhadap PAD, yang menekankan pentingnya pariwisata secara ekonomi dalam mendorong pembangunan daerah. Namun, pola pengeluaran tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap PAD. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya strategi perpajakan yang efektif dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan di Malang. Received May, 2024 Revised May, 2024 Accepted May, 2024 Kata Kunci: Pajak pariwisata. Pendapatan daerah. Malang. Jawa Timur. Perilaku wisatawan. Manajemen Keywords: Tourism tax. Regional revenue. Malang. East Java. Tourist behavior. Fiscal management ABSTRACT This study investigates the potential of local taxes on tourist attractions in Malang. East Java, as a means to increase Local Original Revenue (PAD). Using a quantitative approach, data was collected through a survey given to 170 tourists who visited various tourist attractions in Malang. This study examines the relationship between tax policy, tourist behavior, and PAD using correlation and regression analysis. This finding shows a significant positive correlation between tax policy and PAD, indicating that a good perception of tax policy is associated with higher levels of local income. In addition, tourist spending and arrivals were found to be significant predictors of PAD, emphasizing the economic importance of tourism in driving regional development. However, spending patterns did not show a significant impact on PAD. The results of this study underscore the importance of effective taxation strategies in increasing revenues from the tourism sector for sustainable regional development in Malang. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Jawa Timur. Indonesia, khususnya kota Malang, menonjol sebagai pusat pariwisata karena warisan budaya dan keindahan alamnya yang kaya (Christiana et al. , 2. Pertumbuhan ekonomi Malang telah didorong oleh berbagai sektor, termasuk pariwisata, yang telah ditingkatkan dengan upaya untuk mempertahankan keaslian dan mempromosikan tempat-tempat wisata (Apriyanti et , 2. Wilayah ini juga memiliki potensi geowisata, dengan desa Purwodadi yang memiliki situs geologi yang dapat dikembangkan untuk tujuan pariwisata (Pertiwi & Sukmana, 2. Selain itu, pengembangan tempat wisata seperti Wisata Panorama Petung Sewu di Kabupaten Mojokerto menyoroti peran pemerintah dalam mendorong pariwisata, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan fasilitas dan layanan (Faris et al. , 2. Selain itu, inisiatif untuk meningkatkan kepuasan pengunjung di taman-taman seperti Taman Singha dan Taman Bunga di Malang menggarisbawahi upaya yang sedang berlangsung untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan pariwisata (Primasworo et al. , 2. Sektor pariwisata di Malang memberikan peluang dan tantangan bagi pemerintah daerah (Astari et al. , 2023. Hardianto et al. , 2023. Idris et al. , 2023. Putri et al. , 2023. Rina, 2. Meskipun pariwisata berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata juga membebani infrastruktur, sumber daya lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi dengan keberlanjutan, pemerintah daerah semakin banyak menggunakan alat fiskal seperti pajak daerah pada tempat wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendanai proyek-proyek pembangunan. Dengan menerapkan kombinasi strategis seperti kolaborasi penta-helix, mempromosikan aspek budaya, dan meningkatkan infrastruktur pariwisata, pemerintah daerah bertujuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari pariwisata sambil mengurangi dampak negatif seperti penangkapan ikan berlebihan dan degradasi lingkungan. Pendekatan ini selaras dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan pariwisata berkelanjutan yang bermanfaat bagi ekonomi lokal dan masyarakat luas. Kebijakan perpajakan daerah memainkan peran penting dalam memanfaatkan keuntungan ekonomi dari sektor pariwisata untuk pembangunan daerah. Penelitian di berbagai daerah seperti Madura. Kota Langsa, dan Samarkand telah menyoroti kontribusi pajak dan retribusi daerah yang berfluktuasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Eliza et al. , 2023. Rohma, 2. , efektivitas penerimaan pajak dari berbagai sektor seperti restoran dan hotel (Safarov et al. , 2. , dan dampak pajak terhadap profitabilitas entitas pariwisata (Rina, 2. Selain itu, penelitian di kawasan Pasar Besar di Kota Malang menekankan pentingnya mengoptimalkan area komersial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah (Puspitasari et al. , 2. Memahami dampak pajak dan retribusi daerah terhadap belanja modal dan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah seperti Gerbangkertosusila semakin menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan kebijakan perpajakan dengan tujuan pembangunan yang lebih luas. Penelitian ini berusaha untuk mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan ini dengan melakukan analisis kuantitatif terhadap potensi pajak daerah pada objek pariwisata di Malang. Jawa Timur. Dengan mengevaluasi secara sistematis hubungan antara kedatangan wisatawan, kebijakan perpajakan, dan PAD, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan empiris yang dapat menginformasikan pembuatan kebijakan berbasis bukti dan intervensi strategis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lanskap pariwisata di Malang. Jawa Timur, secara komprehensif, dengan memeriksa status saat ini, mengidentifikasi tren. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A tantangan, dan peluang utama. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji kebijakan perpajakan daerah yang mengatur kegiatan pariwisata, menganalisis ruang lingkup, struktur, dan Selain itu, penelitian ini berusaha untuk menilai secara kuantitatif dampak dari pajak-pajak ini terhadap ekonomi lokal, khususnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan menggunakan metodologi statistik untuk melihat pola dan hubungannya. Pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan strategi perpajakan guna meningkatkan aliran pendapatan daerah dan menyelaraskannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Perpajakan Pariwisata dan Peningkatan Pendapatan Pajak pariwisata memainkan peran penting dalam menghasilkan pendapatan bagi daerah yang sangat bergantung pada pengeluaran pengunjung, berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendanai infrastruktur, konservasi, dan inisiatif pelestarian budaya (Gykta & yNetin, 2023. Rohma, 2023. Safarov et al. , 2. Kebijakan perpajakan yang dirancang dengan baik sangat penting untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari pariwisata sambil memastikan keseimbangan di antara kepentingan para pemangku kepentingan (Legowo et al. , 2021. Nugrahanti et al. , n. Nugrahanti & Jahja, 2. Strategi ini tidak hanya menghasilkan pendapatan tetapi juga memberikan insentif bagi praktik pariwisata berkelanjutan dan mendorong pemerataan manfaat bagi masyarakat lokal (Cao et al. , 2024. Siagian et al. , 2. Memahami kesediaan wisatawan untuk membayar pajak ini sangat penting, karena hal ini mempengaruhi nilai optimal dari pajak pariwisata dan membantu mengembangkan daerah secara efektif dengan tetap menjaga keberlanjutan. 2 Manajemen Fiskal di Daerah yang Berpusat pada Pariwisata Daerah-daerah yang berpusat pada pariwisata menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola sumber daya fiskal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, seperti yang disoroti dalam berbagai makalah penelitian. Kompleksitasnya terletak pada bagaimana menyeimbangkan perolehan pendapatan dengan pelestarian lingkungan dan keaslian budaya (Manea & Cozea, 2. Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam hal ini dengan memanfaatkan otonomi mereka untuk merancang kebijakan perpajakan yang menyelaraskan tujuan ekonomi dengan kebutuhan masyarakat (Grizane, 2. Menerapkan praktik fiskal yang transparan dan akuntabel sangat penting untuk membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan, mendorong lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan inklusif dan kemakmuran jangka panjang (Dwyer, 2. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pariwisata berkelanjutan, yang menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek-aspek tersebut ke dalam strategi pengelolaan fiskal (Sezerel & Karagoz, 2. 3 Tantangan dan Peluang di Sektor Pariwisata Malang Sektor pariwisata di Malang menghadapi tantangan ganda dalam memanfaatkan atraksi budaya dan pemandangannya untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus memitigasi dampak negatif dari ekspansi pariwisata yang cepat terhadap infrastruktur, lingkungan, dan aspek sosial-budaya (Astari et al. , 2023. Fristin & Dwinugraha, 2. Pandemi COVID-19 semakin menyoroti kerentanan ekonomi yang bergantung pada pariwisata terhadap guncangan eksternal, sehingga menekankan perlunya strategi adaptif untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan (Idris et al. , 2023. Razali et al. , 2023. Risfandini et al. , 2. Strategi seperti kolaborasi penta-helix, paket stimulus ekonomi, dan rencana manajemen krisis sangat penting untuk menavigasi kompleksitas pengelolaan ekonomi yang digerakkan oleh pariwisata di Malang, menyeimbangkan peluang ekonomi dengan konservasi lingkungan dan pelestarian sosial-budaya untuk mendorong keberlanjutan dan ketahanan jangka Sektor pariwisata Malang menghadapi berbagai tantangan, namun juga menawarkan peluang untuk inovasi dan pertumbuhan. Memanfaatkan teknologi digital, seperti tur museum Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A virtual (NafiAoah et al. , 2. dan jejaring sosial untuk pemasaran (Astari et al. , 2. , dapat meningkatkan daya saing. Mendorong keterlibatan masyarakat, mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan seperti ekowisata gastronomi berbasis kelautan (Osijo, 2. , dan berfokus pada dimensi keberlanjutan di desa-desa wisata warisan budaya (Lei et al. , 2. sangatlah penting. Investasi strategis dalam infrastruktur, strategi pemasaran seperti konsep pariwisata halal (Idris et , 2. , dan pengembangan sumber daya manusia sangat penting bagi Malang untuk menjadi tujuan utama pariwisata yang bertanggung jawab, mendorong pertumbuhan yang inklusif dan kemakmuran bersama. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut. Malang dapat menarik wisatawan yang cerdas dan memposisikan diri sebagai destinasi yang berkelanjutan dan menarik bagi wisatawan. 4 Kerangka Teori Beberapa kerangka teori mendasari studi perpajakan pariwisata dan manajemen fiskal di daerah yang berpusat pada pariwisata. Model Tourism Area Life Cycle (TALC) menjelaskan evolusi destinasi wisata dari waktu ke waktu, menyoroti peran kebijakan perpajakan dalam membentuk daya saing dan keberlanjutan destinasi. Demikian pula, pendekatan Triple Bottom Line (TBL) menekankan perlunya menyeimbangkan pertimbangan ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pengembangan pariwisata, dengan perpajakan sebagai alat untuk mempromosikan hasil yang 5 Kesenjangan dan Peluang Penelitian Meskipun literatur yang ada memberikan wawasan yang berharga mengenai dinamika perpajakan pariwisata dan manajemen fiskal, ada beberapa kesenjangan yang perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian empiris yang terbatas mengenai dampak kebijakan perpajakan tertentu terhadap PAD di Malang menghambat pengambilan keputusan berbasis bukti dan menghambat efektivitas intervensi. Penelitian di masa depan harus mengadopsi pendekatan interdisipliner, dengan menggabungkan wawasan dari ilmu ekonomi, sosiologi, dan ilmu lingkungan, untuk memahami secara komprehensif interaksi yang kompleks antara pariwisata, perpajakan, dan pembangunan daerah. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk menguji potensi pajak daerah pada objek wisata di Malang. Jawa Timur, dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendekatan survei cross-sectional akan digunakan untuk mengumpulkan data primer dari wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Malang. Instrumen survei akan menggunakan skala Likert mulai dari 1 hingga 5 untuk mengukur persepsi dan sikap responden terhadap kebijakan perpajakan dan kesediaan mereka untuk berbelanja. Ukuran sampel akan ditentukan dengan menggunakan rumus statistik yang sesuai untuk mencapai tingkat presisi yang diinginkan, dengan target jumlah sampel sebanyak 170 responden. 2 Pengumpulan Data Data primer akan dikumpulkan melalui survei tatap muka yang diberikan kepada wisatawan di berbagai tempat wisata di Malang. Kuesioner survei akan terdiri dari pertanyaanpertanyaan pilihan ganda dan skala Likert, yang mencakup informasi demografis, perilaku perjalanan, pola pengeluaran, dan persepsi terhadap kebijakan perpajakan. Enumerator survei yang terlatih akan mendatangi wisatawan di lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan dan mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Responden akan dijamin kerahasiaan dan anonimitasnya, dan informed consent akan diperoleh sebelum pengumpulan data. 3 Pengambilan sampel Teknik pengambilan sampel acak bertingkat akan digunakan untuk memastikan representasi demografi dan atraksi wisata yang beragam. Lokasi wisata akan dikategorikan berdasarkan popularitas dan signifikansinya, dengan sampel proporsional yang dipilih dari setiap Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Target jumlah sampel sebanyak 170 responden akan didistribusikan di seluruh objek wisata yang dipilih, dengan jumlah survei yang sama di setiap lokasi. Kriteria inklusi untuk responden akan mencakup individu berusia 18 tahun ke atas yang mengunjungi Malang untuk tujuan 4 Analisis Data Analisis data akan dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar deviasi, akan dihitung untuk meringkas karakteristik demografis responden, perilaku perjalanan, dan persepsi kebijakan Teknik statistik inferensial, seperti analisis korelasi dan pemodelan regresi, akan digunakan untuk menguji hubungan antar variabel dan menilai kekuatan prediksi kebijakan perpajakan terhadap PAD. Signifikansi statistik akan ditentukan dengan menggunakan uji yang sesuai, dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada p < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Deskriptif Responden Sebanyak 170 survei berhasil diberikan kepada wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata di Malang. Jawa Timur. Tabel 1 menyajikan karakteristik demografis responden. Tabel 1. Karakteristik Demografis Responden Demographic Variable Frequency (%) Age . Over 60 10 . Gender Male 86 . Female 84 . Nationality Indonesian 110 . Foreign 60 . Education High School or Below 45 . Diploma 30 . Bachelor's Degree 70 . Master's Degree 25 . Income Level Low 40 . Moderate 70 . High 60 . Mayoritas responden berusia antara 25 dan 40 tahun, dengan distribusi yang relatif sama antara partisipan pria dan wanita. Sampel terdiri dari berbagai kewarganegaraan, yang mencerminkan status Malang sebagai tujuan wisata internasional. Tingkat pendidikan responden bervariasi, dengan sebagian besar responden memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi. Tingkat pendapatan juga beragam, dengan sebagian besar responden melaporkan tingkat pendapatan yang sedang hingga tinggi. 2 Perilaku Perjalanan dan Pola Pengeluaran Analisis rinci mengenai perilaku perjalanan dan pola pengeluaran responden selama kunjungan mereka ke Malang disajikan di bawah ini: Rata-rata lama tinggal responden adalah Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A sekitar 4 hari. Mengenai tujuan kunjungan, 80% responden mengunjungi Malang untuk tujuan rekreasi dan wisata, sementara 10% berkunjung untuk alasan bisnis, dan 10% sisanya berkunjung untuk tujuan lain, seperti mengunjungi teman atau kerabat. Preferensi akomodasi bervariasi, dengan 45% responden menginap di hotel, 30% memilih guesthouse, 15% memilih homestay, dan 10% sisanya memilih jenis akomodasi lainnya. Pengeluaran harian rata-rata per responden adalah sekitar $80. Temuan ini menunjukkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Malang sebagian besar melakukan kegiatan rekreasi dan tamasya, dengan porsi yang signifikan untuk menginap beberapa hari di berbagai jenis akomodasi. Selain itu, wisatawan berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi lokal melalui pengeluaran harian mereka untuk akomodasi, makan, transportasi, dan kegiatan terkait pariwisata lainnya. Memahami perilaku perjalanan dan pola pengeluaran ini sangat penting untuk manajemen destinasi dan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mempromosikan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Malang. 3 Persepsi terhadap Kebijakan Perpajakan Tabel 2. menyajikan hasil persepsi responden terhadap kebijakan perpajakan pada objek wisata di Malang. Tabel 2. Persepsi terhadap Kebijakan Perpajakan Perception Statement Mean Score . Taxes on tourism activities in Malang are fair. I am willing to pay additional taxes to support tourism. Taxation policies have influenced my spending decisions. Secara keseluruhan, responden menyatakan sikap positif terhadap kebijakan perpajakan, dengan mayoritas setuju bahwa pajak untuk kegiatan pariwisata di Malang adil dan dapat Selain itu, sebagian besar responden menyatakan kesediaan mereka untuk membayar pajak tambahan untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah tersebut. Dampak yang dirasakan dari kebijakan perpajakan terhadap keputusan pengeluaran bervariasi di antara para responden, dengan beberapa responden mengakui pengaruhnya terhadap pilihan pengeluaran di tempat-tempat wisata. 4 Analisis Korelasi Analisis korelasi dilakukan untuk menguji hubungan antar variabel, termasuk pengeluaran wisatawan, kebijakan perpajakan, dan PAD. Hasilnya disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Matriks Korelasi Variable Tourist Spending Taxation Policies PAD Tourist Spending 1. Taxation Policies 0. PAD *Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Analisis korelasi menunjukkan beberapa temuan yang signifikan. Pertama, terdapat korelasi positif yang moderat antara pengeluaran wisatawan dan PAD . = 0,632, p < 0,. , yang menunjukkan bahwa ketika pengeluaran wisatawan meningkat, pendapatan daerah juga cenderung Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah secara keseluruhan. Kedua, terdapat korelasi positif yang moderat antara kebijakan perpajakan dan pengeluaran wisatawan . = 0,528, p < 0,. Hal ini menyiratkan bahwa persepsi yang baik terhadap kebijakan perpajakan berhubungan dengan tingkat pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan mungkin lebih bersedia untuk membelanjakan uang mereka di destinasi yang mereka anggap memiliki kebijakan perpajakan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Terakhir, terdapat korelasi positif yang moderat antara kebijakan perpajakan dan PAD . = 0,437, p < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan perpajakan memiliki hubungan positif dengan pendapatan daerah, yang mengindikasikan bahwa strategi perpajakan yang efektif dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi daerah. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 5 Analisis Regresi Analisis regresi berganda dilakukan untuk menguji kekuatan prediksi kebijakan perpajakan terhadap PAD (Pendapatan Asli Daera. , dengan tetap mengontrol variabel lain seperti pengeluaran wisatawan, kedatangan wisatawan, dan pola pengeluaran. Hasilnya dirangkum dalam Tabel 4. Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Predictor Variable Beta Coefficient Standard Error t-value p-value Constant <0. Tourist Spending <0. Taxation Policies <0. Tourist Arrivals Expenditure Patterns -. Model regresi menunjukkan beberapa temuan yang signifikan. Pertama, kebijakan perpajakan menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan PAD . oefisien Beta = 350, p <0,. , yang mengindikasikan bahwa persepsi yang baik terhadap kebijakan perpajakan berhubungan dengan tingkat pendapatan daerah yang lebih tinggi. Kedua, pengeluaran wisatawan juga muncul sebagai prediktor yang signifikan terhadap PAD . oefisien Beta = 0,75, p <0,. , yang menyoroti pentingnya pengeluaran wisatawan dalam menghasilkan pendapatan. Ketiga, kedatangan wisatawan ditemukan berhubungan positif dengan PAD . oefisien Beta = 0,30, p = 0,. , yang menunjukkan bahwa tingkat kunjungan yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Namun, pola pengeluaran tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap PAD dalam model regresi . = 0,. PEMBAHASAN Hasil analisis regresi memberikan wawasan yang berharga mengenai hubungan antara kebijakan perpajakan, perilaku wisatawan, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Malang. Jawa Timur. Bagian diskusi ini akan menginterpretasikan temuan-temuan dalam konteks literatur yang ada, menyoroti implikasinya terhadap pembangunan daerah, dan membahas keterbatasan Hubungan positif yang signifikan antara kebijakan perpajakan dan PAD menggarisbawahi pentingnya manajemen fiskal dalam meningkatkan pendapatan pariwisata untuk pembangunan Persepsi yang baik terhadap kebijakan perpajakan di kalangan wisatawan ternyata berhubungan dengan tingkat pendapatan daerah yang lebih tinggi, yang mengindikasikan potensi kebijakan perpajakan yang dirancang dengan baik untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik Strategi perpajakan yang transparan dan adil memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai Gheorghe Manea dan Andreea Cozea menekankan pentingnya mengintegrasikan faktor lingkungan ke dalam praktik pariwisata untuk memastikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan dampak sosial yang positif (Manea & Cozea, 2. Selain itu. C Marques dkk. pentingnya tata kelola yang transparan dan dapat diandalkan dalam mengelola data untuk pengambilan keputusan yang efektif dalam kebijakan publik untuk pengembangan pariwisata daerah (Gykta & yNetin, 2. Lebih lanjut. Pablo Juan Cyrdenas-Garcya dkk. menyoroti potensi perpajakan pariwisata sebagai alat untuk mengumpulkan sumber daya untuk meningkatkan keberlanjutan dan meningkatkan pengalaman wisatawan di destinasi (Marques et al. , 2. Wawasan-wawasan ini secara kolektif menggarisbawahi peran penting strategi perpajakan yang transparan dan adil dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan dan mendorong manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam industri pariwisata. Pengeluaran wisatawan muncul sebagai prediktor PAD yang signifikan, yang menekankan signifikansi ekonomi dari pengeluaran pengunjung dalam mendorong pertumbuhan pendapatan Hubungan positif antara pengeluaran wisatawan dan PAD menegaskan kembali peran Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A penting pariwisata sebagai pendorong utama kemakmuran ekonomi di Malang. Model Tourism Area Life Cycle (TALC), seperti yang diusulkan oleh Richard W. Butler pada tahun 1980-an (Rodrigo et al. , 2. , menekankan pada evolusi destinasi wisata dari waktu ke waktu. Penelitian yang menggunakan pemodelan kurva pertumbuhan laten . atent-growth curve modeling/LGCM) telah menunjukkan proses koevolusi antara pembangunan hotel dan kedatangan wisatawan, yang mengindikasikan adanya pengaruh timbal balik yang berkontribusi terhadap keberlanjutan destinasi (Wong et al. , 2. Selain itu, dampak pariwisata terhadap keberlanjutan spasial telah disoroti, dengan meningkatnya kedatangan pengunjung yang mengarah pada urbanisasi dan perubahan di area terbangun, yang mempengaruhi keaslian lokasi wisata (Piramanayagam et al. Selain itu, pentingnya pembangunan berkelanjutan dan perencanaan strategis dalam mengelola dampak pertumbuhan pariwisata terhadap kehidupan penduduk dan lingkungan telah digarisbawahi (Nunna & Banerjee, 2022. Salida & Rusdiansyah, 2023. Santoso & Rusdiansyah, 2. Oleh karena itu, pernyataan bahwa peningkatan pengeluaran wisatawan berkontribusi pada pematangan dan keberlanjutan tujuan wisata sejalan dengan prinsip-prinsip model TALC dan implikasi yang lebih luas dari pengembangan pariwisata yang dibahas dalam makalah penelitian. Selain itu, kedatangan wisatawan ditemukan berhubungan positif dengan PAD, yang mengindikasikan bahwa tingkat kunjungan yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemasaran destinasi dan upaya promosi dalam menarik wisatawan ke Malang. Investasi strategis dalam kampanye pemasaran destinasi, pengembangan infrastruktur, dan diversifikasi produk memainkan peran penting dalam menstimulasi permintaan wisatawan dan meningkatkan pendapatan daerah. Penelitian menekankan pentingnya investasi dalam komponen infrastruktur pariwisata seperti transportasi, akomodasi, dan fasilitas rekreasi untuk menarik pengunjung internasional (Akhunova & Solijonova. Selain itu, strategi diversifikasi pasar pariwisata (TMD) telah terbukti dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi destinasi dengan meminimalkan risiko dan menstabilkan jumlah wisatawan mancanegara dan penerimaan pariwisata (Peng et al. , 2. Selain itu, pengembangan bisnis pariwisata di destinasi ekonomi dan sosial regional sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang membutuhkan penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan investasi dalam perekonomian untuk meningkatkan efisiensi layanan dan efektivitas produksi (Kalinichenko et al. , 2022. Kyrylov et al. , 2022. Nguyen, 2. Dengan berinvestasi secara strategis di bidang-bidang ini, daerah dapat meningkatkan industri pariwisata mereka, menarik lebih banyak pengunjung, dan pada akhirnya meningkatkan aliran pendapatan. Namun, perlu dicatat bahwa pola pengeluaran tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap PAD dalam model regresi. Meskipun tidak terduga, temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain yang tidak tertangkap dalam penelitian ini dapat mempengaruhi dinamika pendapatan daerah. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel-variabel tambahan seperti musim pariwisata, citra destinasi, dan iklim investasi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perolehan pendapatan di daerah-daerah yang berpusat pada Selain itu, penting untuk mengetahui potensi keterbatasan penelitian ini. Sifat crosectional dari data membatasi kemampuan untuk membangun hubungan sebab akibat antar Selain itu, penelitian ini hanya berfokus pada persepsi dan perilaku wisatawan, mengabaikan perspektif pemangku kepentingan lain seperti bisnis lokal dan pejabat pemerintah. Penelitian di masa depan dapat menggunakan desain longitudinal dan menggabungkan perspektif berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan pemahaman yang lebih bernuansa tentang dinamika perpajakan pariwisata dan pembangunan daerah. KESIMPULAN Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti peran kebijakan perpajakan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Malang. Jawa Timur. Temuan ini menyoroti hubungan positif Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A antara persepsi yang baik terhadap kebijakan perpajakan dan tingkat pendapatan daerah yang lebih tinggi, yang menekankan pentingnya manajemen fiskal yang transparan dan adil dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Selain itu, pengeluaran dan kedatangan wisatawan muncul sebagai prediktor yang signifikan terhadap PAD, menggarisbawahi pentingnya pariwisata sebagai pendorong kemakmuran daerah. Meskipun pola pengeluaran tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap PAD, studi ini memberikan wawasan yang berharga tentang dinamika perolehan pendapatan di daerah yang berpusat pada pariwisata. depannya, para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dapat menggunakan temuan ini untuk menginformasikan strategi berbasis bukti yang bertujuan untuk mengoptimalkan perolehan pendapatan, mendorong pertumbuhan yang inklusif, dan meningkatkan daya saing Malang secara keseluruhan sebagai tujuan wisata. DAFTAR PUSTAKA