ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K. PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR SMPN 7 TENGGARONG Fahrizal Bakri 1. Yuswal Subhy 2. Viva Oktaviani 3 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : fajhrizalbakri@gmail. ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. merupakan faktor penting dalam rangka perlindungan dunia kerja, dan juga sangat penting untuk produktivitas dan kelangsungan dunia Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) adalah salah satu hak dasar bagi pekerja yang merupakan komponen dari hak asasi manusia (HAM). Sistem Manajemen K3L bertujuan melindungi pekerja atas eselamatannya dalam melakukan pekerjaan demi kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja, dan memelihara serta menggunakan sumber-sumber produksi secara aman dan efisien. Kebijakan perlindungan tenaga kerja bertujuan untuk mewujudkan ketenangan bekerja dan berusaha, sehingga tercipta hubungan industrial yang serasi antara pekerja dan pengusaha, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Untuk itu semua pihak diharapkan berperan secara proaktif dalam upaya pelaksanaan K3L sesuai dengan hak, kewajiban dan tanggung-jawabnya masing-masing. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat tingkat risiko pada pekerjaan pembangunan gedung kantor SMPN 7 Tenggarong dengan responden berjumlah 35 orang. Variabel risiko kegiatan berjumlah 16 kegiatan dengan total 39 jenis kegiatan pekerjaan. Hasil penelitian dapat dilihat dari total 39 jenis kegiatan terdapat 26 variabel valid dan 13 variabel tidak valid, serta terdapat 7 variabel kegiatan yang memiliki tingkat risiko sedang dan 19 variabel kegiatan memiliki tingkat risiko rendah. Kata Kunci : Keselamatan Kerja. Kesehatan Kerja. SMPN 7 Tenggarong. ABSTRACT Occupational Health and Safety (K. is an important factor in the context of protecting the world of work, and is also very important for productivity and business continuity. Occupational Health and Safety (K3L) is one of the basic rights for workers which is a component of human rights (HAM). The K3L Management System aims to protect workers for their safety in doing work for the welfare of life and increasing national production and productivity, ensuring the safety of everyone else in the workplace, and maintaining and using production resources safely and efficiently. The labor protection policy aims to create peace of mind at work and in business, so as to create harmonious industrial relations between workers and employers, which in turn will improve the welfare of workers and their families. For this reason, all parties are expected to play a proactive role in efforts to implement K3L in accordance with their respective rights, obligations and responsibilities. This study was intended to see the level of risk in the construction work of the SMPN 7 Tenggarong office building with 35 respondents. The activity risk variables are 16 activities with a total of 39 types of work The results of the study can be seen from a total of 39 types of activities, there are 26 valid variables and 13 invalid variables, and there are 7 activity variables that have a moderate risk level and 19 activity variables have a low risk level. Keyword : Occupational Safety. Occupational Health. SMPN 7 Tenggarong. PENDAHULUAN Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. sebagai landasan perlindungan dalam lingkup kerja sangatlah penting. K3L juga dianggap sebagai hak dasar pekerja yang tak terpisahkan dari hak asasi manusia. Tujuan Sistem Manajemen K3L adalah melindungi pekerja, meningkatkan produksi, serta memastikan keselamatan di tempat kerja. Program K3 dengan target jelas diyakini tidak hanya meningkatkan produktivitas dari segi K3, tetapi juga mendukung citra Pemerintah menegaskan pentingnya penanganan bersama terhadap kecelakaan kerja melalui pembangunan sistem yang jelas. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. di perusahaan diatur oleh UU Nomor 13 tahun 2003 sebagai kewajiban untuk menciptakan kondisi kerja yang aman dan produktif. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui bagaimana keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pembangunan SMPN 7 Tenggarong. Untuk mengetahui bagaimana prosedur keselamatan dan kesehatankerja pada pembangunan SMPN 7 Tenggarong. Untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerjaterhadap pekerja pembangunan gedung SMPN 7 Tenggarong. METODE Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk melakukan penelitian ini adalah data primer dan data Data primer diperoleh dengan cara observasi atau pengamatan langsung dan melalui kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan kegiatan konstruksi. Data sekunder diperoleh melalui jurnal-jurnal atau studi pustaka penelitian yang berkaitan. Teknik Analisis Data Tahap analisis merupakan tindak lanjut setelah pengolahan data selesai dilakukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisi kuantitatif dan analisa kulitatif. Analisa kuantitatif dilakukan berdasarkan pengukuran hasil usaha (K. berupa tingkat frekuensi atau kekerapan cidera cacat dan tingkat severity atau kekerapan cidera cacat. Analisa kualitatif dalam proses pengevaluasiannya di sesuaikan dengan kriteria menurut teori dari International Labour Organization (ILO) dan teori Edwin B. Flippo. Desain Penelitian Desain Penelitian atau Flowchart merupakan metode untuk menggambarkan tahap Aetahap penyelesaian masalah (Prosedu. Adapun Flowchart penelitian ini sebagai berikut. Gambar 3. 2 Bagan Alur Penelitian ANALISA PEMBAHASAN Gambaran Umum Kegiatan Berikut ini adalah metode secara umum dalam melakukan penelitian pengukuran risiko K3. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses identifikasi, yaitu identifikasi variabel risiko K3. Variabel risiko didapat dari hasil studi pustaka, pengamatan langsung dilapangan . Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan pendekatan terstruktur menggunakan kuesioner kepada responden yang telah dipilih sebelumnya penelitian dilanjutkan dengan melakukan pengujian validitas yang menggunakan metode pearson product moment. Tujuannya ialah mengetahui hasil valid maupun tidak validdari risiko K3 yang telah diidentifikasi sebelumnya. Dalam melakukan survey utama, responden diberi selebaran melalui kuesioner mengenai tingkat probabilitas dan dampak yang terjadi pada suatu risiko K3 menurut responden. Langkah selanjutnya adalah menganalisa data dari hasil survey utama untuk mengetahui tingkat besaran probabilitas/kekerapan dan dampak terjadinya risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil analisa diatas akan dikonversi dengan bentuk angkakedalam pengukuran probabilitas-dampak untuk mengetahui tingkat risiko. Dari hasil tersebut selanjutnya dilakukan pengukuran risiko sehingga dapat diketahui risiko mana saja yang berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja/kecelakaan kerja. Resume Hasil Analisa Berdasarkan hasil identifikasi variabel risiko dan pengolahan data yang awalnya terdapat 39 variabel risiko menjadi 26 variabel risiko setelah melewati proses uji validitas yang dimana terdapat 13 variabel yang tidak valid. Berdasarkan presentase risiko diatas pada gambar 4. dijabarkan sesuai tingkat risiko masing-masing variable beserta respon risikonya sebagai berikut: Tabel 4. 15 Variabel risiko sedang Sumber : Hasil analisa, 2022 Cara mengatasi terhadap risiko ini yang berada dalam level sedang yang artinya risiko masih dapat diterima tapi perlu dilakukan respon atau mengurangi risiko hingga dapat menurunkan level risiko menjadi rendah, dengan cara dikurangi (Risk Reducin. Tabel 4. 16 Variable risiko rendah Sumber : Hasil analisa, 2022 Cara mengatasi terhadap risiko ini dimana variable risiko tersebut dapat diterima tanpa dilakukan langkah untuk mengurangi risiko jadi bisa diabaikan (Risk Ignorin. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Identifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan pembangunan gedung kantor SMPN 7 Tenggarong terdapat 39 variabel resiko penelitian dengan 16 jenis Berdasarkan hasil pengukuran tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K. pada kegiatan konstruksi pembangunan gedung kantor SMPN 7 Tenggarong dapat disimpulkan bahwa dari 39 variabel risiko penelitian dengan 16 jenis kegiatan, dari hasil uji validasi terdapat 26 variabel valid dan 13 variabel tidak valid dengan 16 jenis kegiatan, dimana dari 39 variabel valid tersebut didapatkan hasil sebagai berikut : Tingkat risiko yang memiliki risiko sangat tinggi (Very High Ris. berjumlah 0 . Tingkat risiko yang memiliki risiko tinggi (High Ris. berjumlah 0 variabel. Tingkat risiko yang memiliki risiko sedang (Medium Ris. berjumlah 18 variabel, . Tingkat risiko yang memiliki risiko rendah (Low Ris. berjumlah 21 variabel. Saran Sebaiknya peralatan atau penunjang keselamatan dan kesehatan kerja (K. di lapangan lebih di lengkapi, karena di lokasi peneliti menemukan kurang lengkapnya alat pelindung diri (APD). Sebaiknya sebelum memulai jenis kegiatan apapun pihak kontraktor memberi arahan atau mengingatkan agar pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD). Sebaiknya saat jenis kegiatan konstruki berlangsung pihak kontraktor mengecek kembali pekerja apa sudah menggunakan alat pelindung diri (APD). DAFTAR PUSTAKA