____________________ Volume 6. Number 2 AUGUST 2025 PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS ANAK MELALUI MICROTEACHING BERBASIS CLIL Aulia Dwi Amalina Wahab Universitas Mataram. Indonesia e-mail: auliawahab@unram. Received: July 04, 2025 Revised: July 29, 2025 Accepted: August 14, 2025 Published: August, 2025 Abstract This study aims to examine the application of microteaching based on the Content and Language Integrated Learning (CLIL) approach in improving the competence of prospective Early Childhood Education (PAUD) students in teaching English. The CLIL approach, which integrates foreign language learning with thematic content, is considered effective for implementation in early childhood education. Meanwhile, microteaching is a training strategy that allows students to practice pedagogical skills on a small and structured scale. The method used is a qualitative descriptive case study with 25 students from Mataram University who were randomly selected from 112 fourth-semester students as participants. Data were collected through structured observations during microteaching sessions and analyzed descriptively and quantitatively using percentages. The results showed that student competence in implementing the CLIL approach was classified as good, with the highest achievements in the cultural aspects . %) and content . %), especially in the use of interesting and contextual learning media. However, the communication and evaluation aspects of learning still need improvement, especially in encouraging children to interact actively in English and in designing objectives and assessments that are appropriate for children's development. These findings indicate that integrating CLIL into microteaching can equip students with practical and reflective skills in teaching English to early childhood, while also supporting their professional development as adaptive and competent prospective early childhood teachers. Keywords: Microteaching. CLIL. Early Childhood Teacher Competency. English Language Learning. Early Childhood Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan microteaching berbasis pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam pengajaran bahasa Inggris. Pendekatan CLIL yang mengintegrasikan pembelajaran Content from this work may be used under the terms of the Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Copyright transfer agreement. Copyright . INCARE. International Journal of Educational Resources. Aulia Dwi Amalina Wahab bahasa asing dengan konten tematik dinilai efektif untuk diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, sedangkan microteaching menjadi strategi pelatihan yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan keterampilan pedagogis dalam skala kecil dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan partisipan sebanyak 25 mahasiswa PGPAUD Universitas Mataram yang dipilih secara acak dari 112 mahasiswa semester empat. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur selama sesi microteaching dan dianalisis secara deskriptif serta kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa dalam mengimplementasikan pendekatan CLIL tergolong baik, dengan capaian tertinggi pada aspek budaya . %) dan konten . %), khususnya dalam penggunaan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Namun demikian, aspek komunikasi dan evaluasi pembelajaran masih perlu ditingkatkan, terutama dalam mendorong anak berinteraksi aktif menggunakan bahasa Inggris dan dalam merancang tujuan serta asesmen yang sesuai dengan perkembangan anak. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi CLIL dalam microteaching mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan reflektif dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini, sekaligus mendukung pengembangan profesional mereka sebagai calon guru PAUD yang adaptif dan Kata Kunci: Microteaching. CLIL. Kompetensi Guru PAUD. Pembelajaran Bahasa Inggris. Pendidikan Anak Usia Dini. Pendahuluan Dalam era globalisasi, penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini menjadi kebutuhan yang semakin penting. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi global, tetapi juga menjadi sarana untuk mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi kemampuan berbahasa yang kuat pada anak (Adijaya. A, 2023. Erk & RuseviN, 2021. Grifenhagen & Dickinson. Lucas et al. , 2. Namun demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini tidak dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional, melainkan memerlukan strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu pendekatan yang dianggap efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini adalah Content and Language Integrated Learning (CLIL). Pendekatan ini mengintegrasikan pembelajaran konten dengan pembelajaran bahasa asing secara simultan (Smala, 2. CLIL memungkinkan anak-anak belajar bahasa Inggris tidak secara terpisah sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab melalui kegiatan tematik dan kontekstual yang bermakna (Cruz, 2021. Garcya Mayo & Lyzaro Ibarrola, 2015. Hussain, 2022. Mahan, 2. Melalui pendekatan ini, bahasa dipelajari bukan hanya sebagai objek, melainkan sebagai media untuk memahami dan mengekspresikan pengetahuan. Dengan kata lain. CLIL berorientasi pada pengembangan kompetensi bahasa dan kognitif secara bersamaan. Dalam konteks pendidikan guru, khususnya bagi mahasiswa calon guru PAUD, penerapan pendekatan CLIL sangat relevan (Busse, 2. Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan pemahaman teoritis tentang bahasa dan perkembangan anak, tetapi juga dengan keterampilan praktis dalam mengintegrasikan bahasa Inggris ke dalam kegiatan pembelajaran tematik anak usia dini. Salah satu strategi yang efektif untuk melatih kompetensi tersebut adalah melalui kegiatan microteaching. Microteaching merupakan suatu bentuk pelatihan mengajar dalam skala kecil yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan mengajar secara spesifik dan terarah (Ismail, 2011. Tastepe, 2025. Woods, 2023. Yan & He, 2. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat mensimulasikan proses pembelajaran di kelas dengan skenario nyata namun dalam suasana yang lebih terkontrol dan reflektif. Dengan menggabungkan pendekatan CLIL ke dalam praktek microteaching, mahasiswa calon guru PAUD dapat mengembangkan kompetensi pedagogik dan linguistik secara lebih efektif. Mereka belajar merancang dan menyampaikan pembelajaran tematik dengan menggunakan Bahasa Inggris secara fungsional, serta menyesuaikan kegiatan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia Penerapan microteaching berbasis CLIL juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berlatih penggunaan media pembelajaran yang menarik, teknik komunikasi yang sesuai dengan anak-anak, serta evaluasi pembelajaran yang berbasis ketercapaian konten dan bahasa. Namun, di lapangan masih banyak mahasiswa calon guru PAUD yang belum memiliki pengalaman langsung dalam mengimplementasikan pendekatan CLIL, baik karena keterbatasan metode pelatihan yang digunakan di perguruan tinggi maupun kurangnya pembekalan dalam mengintegrasikan bahasa dan konten secara Oleh karena itu, penerapan microteaching berbasis CLIL merupakan inovasi strategis dalam program pendidikan guru yang dapat menjembatani kesenjangan tersebut. Dengan demikian, penting untuk meneliti dan mengembangkan model implementasi microteaching berbasis CLIL dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa PGPAUD dalam mengajar Bahasa Inggris pada anak usia dini secara kontekstual dan bermakna. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa integrasi CLIL dalam pelatihan guru berdampak positif terhadap kemampuan berbahasa dan kreativitas dalam INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab merancang pembelajaran. (Chen, 2. menemukan bahwa guru yang menerapkan CLIL memiliki rasa percaya diri lebih tinggi dalam mengajar bahasa asing, sedangkan (Korosidou & Griva, 2. menegaskan bahwa CLIL membantu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata anak. Di Indonesia, penelitian CLIL sebagian besar masih berfokus pada siswa SD dan SMP (Fadilah, 2. , sementara penelitian yang mengintegrasikan CLIL ke dalam pelatihan calon guru PAUD masih sangat terbatas. Hal ini menunjukkan adanya research gap bahwa penerapan CLIL dalam program pendidikan calon guru PAUD, khususnya melalui microteaching, belum banyak dikaji. Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi penerapan microteaching berbasis CLIL sebagai model pelatihan profesional bagi mahasiswa PGPAUD. Jika sebelumnya penelitian CLIL lebih banyak menyoroti praktik pembelajaran di kelas formal untuk anak, maka penelitian ini mengkaji implementasi CLIL dalam tahap persiapan guru, khususnya pada lingkup pendidikan tinggi di program studi PGPAUD. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keunggulan serta kelemahan mahasiswa dalam aspek konten, komunikasi, berpikir, dan budaya. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur tentang implementasi CLIL dalam pendidikan guru PAUD di Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan memberikan masukan bagi program studi PGPAUD dalam merancang strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris anak usia dini. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis deskriptif kuantitatif . ualitative dominant, quantitative supporte. untuk mengeksplorasi kompetensi calon guru pendidikan anak usia dini dalam microteaching yang berbasis pada Content Language Integrated Learning (CLIL). Pendekatan kualitatif dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konten, praktik, dan keterampilan pedagogis calon guru dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris. Desain studi kasus dianggap tepat karena memungkinkan investigasi terfokus terhadap fenomena spesifik, dalam hal ini konten dan Bahasa kelompok calon guru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur dalam kegiatan microteaching yang disampaikan oleh calon guru. Sesi yang diamati dievaluasi menggunakan kriteria yang telah ditentukan, termasuk pemilihan cerita, penggunaan bahasa, pengenalan kosakata, dan teknik penyampaian. Data kemudian INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab dianalisis secara deskriptif, dan hasilnya dikuantifikasi menggunakan rumus persentase untuk menggambarkan distribusi kompetensi yang diamati. Populasi penelitian terdiri dari 112 mahasiswa semester empat yang terdaftar dalam program Pendidikan Anak Usia Dini di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Mataram. Teknik pengambilan sampel secara acak diterapkan untuk memilih 25 orang calon guru. Pendekatan pengambilan sampel ini memastikan bahwa data yang dikumpulkan mencerminkan variasi yang bermakna dalam kemampuan mendongeng dan kesiapan mengajar di antara calon pendidik. Triangulasi data digunakan untuk memastikan kredibilitas temuan, dengan menggunakan beberapa koder yang secara independen meninjau dan menginterpretasikan data observasi. Selain itu, rubrik terperinci digunakan untuk menjaga konsistensi dalam proses evaluasi. Hasil dan Pembahasan Hasil penilaian Content Language Integrated Learning (CLIL) mahasiswa calon guru PAUD dilihat dari empat aspek. yaitu konten/isi, komunikasi, berpikir, dan budaya (Busse, 2. Tabel 1. Penilaian Microteching berbasis CLIL mahasiswa calon guru Aspek Indikator Persentase Tujuan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. Penyampaian materi yang Konten/ Isi menarik, mudah dimengerti, dan dekat dengan kehidupan anak. Media belajar yang menarik, bisa dimainkan, dan membantu anak mengenal kosakata baru. Intonasi dan pelafalan yang tepat, kata-kata dalam bahasa Inggris digunakan Komunikasi dengan jelas dan benar. Berbicara dengan hangat, mendorong anak berbicara dalam bahasa Inggris. Pengelolaan kelas yang baik, sehingga anak fokus dan senang belajar. INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab Berpikir Budaya Ide yang kreatif dalam membuat kegiatan, media, atau menyampaikan materi. Evaluasi sederhana seperti pertanyaan, gerakan, atau pengulangan kosakata Kegiatan melibatkan lagu, permainan, dan cerita dalam bahasa Inggris untuk memperkenalkan budaya. Keterangan: Persentase Kategori 90Ae100% Sangat Baik 78Ae89% Baik 53Ae77% Cukup Baik O52% Kurang Grafik 1. Persentase CLIL mahasiswa calon guru PAUD Hasil penilaian terhadap implementasi pembelajaran berbasis Content and Language Integrated Learning (CLIL) oleh mahasiswa calon guru PAUD menunjukkan bahwa secara umum kemampuan mahasiswa berada pada kategori Aspek Konten mendapatkan rata-rata tertinggi dengan capaian 87%, terutama dalam penggunaan media belajar yang menarik, interaktif, dan mendukung penguasaan kosakata anak. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memilih dan memanfaatkan media yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan anak usia dini (Settiawan, 2. Tujuan pembelajaran juga mulai INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab diarahkan sesuai dengan tahap perkembangan anak dengan persentase 75%, meskipun masih perlu penyempurnaan lebih lanjut. Aspek Komunikasi menunjukkan hasil cukup baik dengan rata-rata 77%. Mahasiswa umumnya sudah menggunakan intonasi dan pelafalan yang tepat saat berbicara dalam bahasa Inggris, namun kemampuan menciptakan interaksi yang hangat dan mendorong anak untuk aktif berbicara masih perlu ditingkatkan. Hal ini penting agar suasana belajar menjadi menyenangkan dan merangsang rasa percaya diri anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Pada aspek Berpikir, mahasiswa dinilai cukup kreatif dalam merancang kegiatan dan media pembelajaran, yakni sebesar 79%, serta mampu mengelola kelas dengan baik agar anak tetap fokus dan senang belajar . %). Namun, keterampilan dalam melakukan evaluasi sederhana seperti memberikan pertanyaan, mengulang kosakata, atau menggunakan Gerakan mendapatkan hasil sebesar 75%, yang berarti masih perlu peningkatan agar tujuan pembelajaran dapat terukur dengan lebih efektif. Sementara itu, aspek Budaya memperoleh skor cukup tinggi, yakni sebesar Hal ini mencerminkan bahwa mahasiswa telah berhasil mengintegrasikan unsur budaya melalui lagu, permainan, dan cerita dalam bahasa Inggris. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar anak tetapi juga memperkenalkan nilainilai budaya yang terkandung dalam bahasa tersebut. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan bahwa mahasiswa memiliki kompetensi dasar yang kuat dalam mengimplementasikan pendekatan CLIL, namun masih perlu penguatan di beberapa area, khususnya pada perumusan tujuan pembelajaran dan evaluasi. Pembinaan berkelanjutan serta praktik microteaching yang terarah akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan profesional mereka sebagai calon guru PAUD yang kompeten dalam pengajaran bahasa Inggris berbasis CLIL. Pembahasan Pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) merupakan strategi pedagogis yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing dengan konten tematik secara bersamaan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. CLIL memberikan pengalaman belajar yang holistik dengan menggabungkan pembelajaran kognitif, linguistik, dan afektif (Rizqi, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru PAUD telah menunjukkan kompetensi yang menjanjikan dalam menerapkan CLIL, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan. Aspek Konten INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab Capaian tertinggi dalam penelitian ini terdapat pada aspek konten, khususnya dalam pemanfaatan media belajar yang menarik dan mendukung penguasaan kosakata anak, dengan skor sebesar 87%. Media yang interaktif dan kontekstual terbukti efektif dalam membantu anak usia dini memahami konsep dan memperluas kosakata bahasa Inggris mereka. Dalam konteks CLIL, penggunaan media seperti gambar, boneka, flashcard, dan aplikasi edukatif sangat dianjurkan karena mampu menggabungkan elemen visual, kinestetik, dan linguistik dalam proses pembelajaran (Sobhy, 2. Namun demikian, capaian untuk indikator perumusan tujuan pembelajaran hanya berada pada angka 75%, menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dalam mengembangkan tujuan yang benar-benar selaras dengan tahapan perkembangan anak. Tujuan pembelajaran dalam CLIL seharusnya tidak hanya berfokus pada capaian bahasa . anguage outcome. , tetapi juga pada capaian konten . ontent outcome. yang sesuai dengan kemampuan berpikir anak usia dini (Firmayanto et al. , 2. Kurangnya pemahaman mahasiswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran disebabkan oleh keterbatasan pengalaman mengajar secara langsung atau belum optimalnya integrasi teori perkembangan anak dalam perencanaan Aspek Komunikasi Kemampuan komunikasi mahasiswa dalam menggunakan bahasa Inggris menunjukkan nilai yang cukup baik dengan skor rata-rata 77%. Penggunaan intonasi dan pelafalan yang tepat sangat penting dalam konteks pembelajaran anak usia dini, karena anak-anak lebih mudah meniru bunyi dan pola bicara yang mereka dengar secara berulang dan jelas. Dalam CLIL, bahasa digunakan sebagai alat untuk belajar, bukan hanya sebagai tujuan belajar, sehingga kejelasan dalam berbahasa menjadi sangat esensial (Fadilah, 2. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang mendorong anak berbicara dalam bahasa Inggris masih kurang optimal. Mahasiswa perlu meningkatkan strategi komunikasi interaktif yang ramah anak, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, pengulangan, dan penguatan positif agar anak merasa nyaman untuk mencoba menggunakan bahasa Inggris. Menurut (Pena, 2. , keberhasilan CLIL sangat dipengaruhi oleh suasana kelas yang menyenangkan dan komunikatif, terutama di tingkat pendidikan anak usia Aspek Berpikir Aspek berpikir dalam penelitian ini menilai kreativitas mahasiswa dalam merancang kegiatan dan media pembelajaran, serta kemampuan dalam INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab mengelola kelas dan melakukan evaluasi sederhana. Kreativitas mahasiswa dalam merancang kegiatan dan media tercermin dari nilai yang cukup tinggi yaitu 79%, sementara pengelolaan kelas mendapatkan nilai 78%. Kedua capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah mampu merancang pembelajaran yang menarik dan menjaga keterlibatan anak dalam proses belajar. Pengelolaan kelas merupakan keterampilan penting dalam CLIL karena anak usia dini memiliki rentang perhatian yang terbatas, sehingga guru perlu memastikan suasana kelas tetap dinamis namun terstruktur. Namun, evaluasi pembelajaran masih menjadi tantangan dengan skor hanya 75%. Evaluasi dalam CLIL untuk anak usia dini sebaiknya dilakukan secara informal dan menyenangkan, seperti melalui permainan, pertanyaan singkat, gerakan, atau pengulangan kosakata yang telah dipelajari (Hyttner, 2. Kelemahan dalam melakukan evaluasi sederhana bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang asesmen formatif yang tepat untuk anak usia dini (Rijadi et al. , 2. Aspek Budaya Aspek budaya menunjukkan hasil tertinggi dalam penelitian ini dengan skor 90%, yang menunjukkan bahwa mahasiswa telah berhasil mengintegrasikan unsur-unsur budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui kegiatan seperti lagu, cerita rakyat, dan permainan tradisional berbahasa Inggris. Salah satu prinsip utama dalam CLIL adalah pengenalan budaya asing secara kontekstual, karena bahasa tidak bisa dipisahkan dari budaya yang melatarbelakanginya (Wahyuningsih. Putri, 2. Mengajarkan bahasa kepada anak melalui cerita dan lagu dari budaya target akan memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik dan Dalam konteks PAUD, pengenalan budaya melalui kegiatan seperti menyanyi lagu anak-anak berbahasa Inggris atau menceritakan dongeng klasik dari negara berbahasa Inggris dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya sekaligus memperkaya kosakata anak (Kamumu, 2. Capaian yang tinggi pada aspek ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki sensitivitas budaya dan mampu mengemas pembelajaran yang tidak hanya linguistik, tetapi juga membentuk nilai dan pemahaman global anak. Hal ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kompetensi global dan pemahaman antarbudaya sejak usia dini. Simpulan Penelitian mengenai penerapan microteaching berbasis Content and Language Integrated Learning (CLIL) pada mahasiswa calon guru PAUD menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk kompetensi INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab pedagogis dan linguistik yang relevan dengan dunia anak usia dini. Mahasiswa mampu memilih tema pembelajaran yang sesuai, menggunakan bahasa Inggris secara fungsional, serta menstimulasi keterlibatan kognitif anak melalui aktivitas Selain itu. CLIL membuka ruang bagi pengenalan nilai budaya lokal dan global dalam pembelajaran. Namun, masih terdapat kelemahan dalam variasi pengembangan konten, kelancaran berbahasa, strategi berpikir kritis, dan integrasi budaya secara eksplisit yang perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih Secara keilmuan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pendidikan guru PAUD yang mengintegrasikan pendekatan CLIL dan microteaching. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran bahasa berbasis konten . ontent-based instructio. dengan menekankan pentingnya kontekstualisasi dan integrasi budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini. Hasil penelitian juga mendukung paradigma bahwa pembelajaran bahasa asing pada anak usia dini seharusnya bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada aspek linguistik tetapi juga pada pengembangan kognitif, sosial, dan budaya. Implikasi teoretis dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan framework CLIL yang lebih adaptif dengan karakteristik perkembangan anak usia dini dan konteks kultural Indonesia. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain sampel yang terbatas pada satu universitas sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara Selain itu, penelitian hanya berfokus pada observasi microteaching tanpa melibatkan uji coba langsung di kelas PAUD yang sesungguhnya. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan cakupan sampel yang lebih luas dan beragam, serta menguji efektivitas model microteaching berbasis CLIL dalam setting kelas PAUD yang riil. Penelitian juga dapat dikembangkan dengan mengeksplorasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi CLIL di berbagai konteks sosio-kultural, serta mengintegrasikan teknologi digital dalam pengembangan model microteaching berbasis CLIL untuk calon guru PAUD. Daftar Rujukan Adijaya. Implementation of Content and Language Integrated Learning (Cli. in Teaching English To Technical Students in Algerian Higher Education. International Journal of Education and Language Studies, 04. , 32Ae45. https://doi. org/10. 47832/2791-9323. INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab Busse. Content and Foreign Language Integrated Learning. Contributions to Multilingualism in European Contexts. System, 40. , 316Ae318. https://doi. org/10. 1016/j. Chen. Nian. Wei. Guest Editorial: Grand Challenges and Research Directions in e. Learning of the 21st Century. Journal of Educational Technology and Society, 16 Number 2. Cruz. CLIL Approach and the Fostering of AuCreactical SkillsAy towards a Global Sustainable Awareness. MEXTESOL Journal, 45. https://eric. gov/?id=EJ1295004 Erk. , & RuseviN. Early English language acquisition: How early is early enough? Suvremena Lingvistika, 47. , 141Ae163. Fadilah. Ahmad. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) pada Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas IV SDN 86 Kaur. Jurnal Pembelajaran Dan Pengajaran Pendidikan Dasar, 6. , 88Ae102. https://doi. org/10. 33369/dikdas. Firmayanto. Heliawati. , & Rubini. Hakikat materi: Berbasis content and language integrated learning (CLIL) dan literasi sains. Penerbit Lindan Bestari. Garcya Mayo. del P. , & Lyzaro Ibarrola. Do children negotiate for meaning in task-based interaction? Evidence from CLIL and EFL settings. System, 54, 40Ae54. https://doi. org/10. 1016/j. Grifenhagen. , & Dickinson. Preparing Pre-Service Early Childhood Teachers to Support Child Language Development. Journal of Early Childhood Teacher Education, 44. , 95Ae117. https://doi. org/10. 1080/10901027. Hussain. Content and Language Integrated Learning (CLIL) in ELT as a Link between Language Learning and Content Development. Arab World English Journal, 13. , 386Ae400. https://doi. org/10. 24093/awej/vol13no2. INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab Hyttner. ELF and Content and Language Integrated Learning. The Routledge Handbook of English as a Lingua Franca, 481Ae493. https://doi. org/10. 4324/9781315717173-39 Ismail. Student TeachersA Microteaching Experiences in a Preservice English Teacher Education Program. Journal of Language Teaching and Research, 2. https://doi. org/10. 4304/jltr. Kamumu. Nardiansyah. Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam Kurikulum ABEKA Sekolah Internasional. Korosidou. , & Griva. Au ItAos the same world through different eyesAy: A content and language integrated learning project for young EFL learners. Colombian Applied Linguistics Journal, 18. , 116Ae132. Lucas. Hood. , & Coyle. Blossoming in English: Preschool ChildrenAos Emergent Literacy Skills in English. Journal of Research in Childhood Education, 35. , 477Ae502. https://doi. org/10. 1080/02568543. Mahan. The comprehending teacher: Scaffolding in content and language integrated learning (CLIL). The Language Learning Journal, 50. , 74Ae88. https://doi. org/10. 1080/09571736. Pena. Agreement morphology errors and null subjects in young . CLIL learners. Vigo International Journal of Applied Linguistics, 18, 59Ae95. https://doi. org/10. 35869/VIAL. V0I18. Rijadi. Parto. Mutiah. , & Syukron. Content Language Integrated Learning (CLIL) Design in Indonesian Language Learning Oriented to Pancasila Student Profiles to Build Global Diversity. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 7. , 63Ae69. https://doi. org/10. 33258/birle. Rizqi. Challenges In Implementing Content Language Integrated Learning (CLIL) For Preschool Learners Pekalongan [Undergraduate_thesis. UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalonga. https://perpustakaan. INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025 Aulia Dwi Amalina Wahab Settiawan. Dodi. Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Pendidikan (M. Pd. ) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Pendidikan Agama Islam. Smala. Introducing: Content and Language Integrated Learning (CLIL). Sobhy. Pragmatics in CLIL: A comparison of CLIL and non-CLIL studentsAo requests. Revista Espayola de Lingyystica Aplicada/Spanish Journal Applied Linguistics, 31. , 467Ae494. https://doi. org/10. 1075/resla. Tastepe. The Effect of Sustainability-Based Microteaching Practices on the Beliefs and Pedagogical Reflections of Primary School Mathematics Teacher Candidates. Sustainability, 17. , https://doi. org/10. 3390/su17167318 Wahyuningsih. Putri. Indah. Pengembangan Media Interaktif Berbasis Adobe Flash dengan Pendekatan Content And Language Integrated Learning (CLIL) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa SD. Jurnal Basicedu, 6. , 1990Ae2001. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Woods. Microteaching through the practice curriculum: Developing new practice educators. Yan. , & He. Pair microteaching:an unrealistic pedagogy in pre-service methodology courses? Journal of Education for Teaching, 43. , 206Ae218. https://doi. org/10. 1080/02607476. INCARE: Volume 6 Number 2 AUGUST, 2025