Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Putra di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Provinsi Bengkulu Syafrial . Yahya Eko Nopiyanto2. Bayu Insanistyo3. Tria Indriani4. Ipa Sari Kardi5. Ibrahim6. Program Studi Pendidikan Jasmani. Universitas Bengkulu Program Studi Pendidikan Jasmani. Universitas Bengkulu Program Studi Pendidikan Jasmani. Universitas Bengkulu Program Studi Ilmu Keolahragaan. Universitas Cenderawasih Program Studi Ilmu Keolahragaan. Universitas Cenderawasih Program Studi Ilmu Keolahragaan. Universitas Cenderawasih Abstrak Kondisi fisik menjadi prasyarat utama bagi tercapainya prestasi optimal bagi atlet pada setiap cabang olahraga tanpa terkecuali atletik. Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah menganalisis tingkat kondisi fisik atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu. Untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan maka dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan seluruh atlet atletik putra dengan jumlah 7 atlet. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data meggunakan triangulasi data. Kondisi fisik atlet atletik putra pada setiap indikator disajikan pada tabel dikethaui bahwa secara umum berada pada kategori baik. Secara sistematis komponen daya tahan, kekuatan otot perut, power otot tungkai, kecepatan, dan kelentukan berada pada kategori baik. Sementara itu dua aspek lainnya yaitu kekuatan otot lengan dan keseimbangan berada pada kategori sangat baik. Merujuk pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik kondisi fisik atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu berada pada kategori baik. Kata Kunci: kondisi fisik, atletik, putra. PENDAHULUAN Pusat pendidikan latihan pelajar atau biasa disebut juga dengan PPLP merupakan wadah yang disediakan oleh pemerintah untuk membina atlet berbakat sehingga mampu mencapai prestasi optimal (Nopiyanto et , 2. Terdapat puluhan atlet dari beberapa cabang olahraga unggulan yang menjadi prioritas pemerintah Provinsi Bengkulu untuk dibina di PPLP, salah satu diantaranya adalah cabang olahraga atletik (Tomi et al. , 2. Atlet pada cabang olahraga atletik merupakan merupakan atlet yang memiliki peluang untuk mendapatkan banyak medali karena dalam atletik memiliki banyak nomor pertandingan diantaranya lari, lempar, dan lompat Correspondence author: Syafrial. Universitas Bengkulu. Indonesia. Email:syafrial@unib. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 Tahun 2023 | 693-703 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. (Nopiyanto & Raibowo, 2. Atlet dapat memperoleh prestasi secara optimal jika didukung oleh prasayat utama yaitu kondisi fisik yang prima sesuai dengan karakteristik cabang olahraga yang ditekuninya (Supriyoko & Mahardika 2. Kondisi fisik menjadi aspek paling fundamental untuk dapat mengoptimalkan prestasi atlet (Pujianto, 2. Menurut Jonath & Krempel mengungkapkan bahwa kondisi fisik adalah kondisi pada seseorang yang mengindikasikan dirinya prima terdiri dari kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelentukan, koordinasi, dan kelincahan (Ridwan, 2. Kondisi fisik atlet dicirikan dengan kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas latihan secara fisik tanpa mengalami penurunan performa (Susanto & Lesman. Berdasarkan pada hasil penelitian terdahulu menggambarkan bahwa atlet yang mampu mencapai prestasi terbaik adalah atlet dengan kondisi fisik prima. Kondisi fisik prima juga turut berkontribusi pada peningkatan aspek psikologis seperti kepercayaan diri atlet (Rahmad et al. , 2. Selain itu, pada tataran akademis juga diketahui bahwa kondisi fisik memliki korelasi positif terhadap kemampuan akademik (Donnelly et al. , 2. Mengingat begitu pentingnya kedudukan kondisi fisik dalam pencapaian prestasi atlet maka diperlukan kajian yang mendalam mengenai kondisi fisik pada atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian ini akan membantu pelatih dalam melakukan evaluasi mengenai pencapaian dari target yang telah disusun pada program latihan. Melalui hasil penelitian ini juga berkontribusi bagi pelatih dalam mengembangkan program latihan secara individual sesuai dengan kebutuhan dan karakter atlet atletik putra. METODE Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena secara komprehensif menggunakan berbagai instrumen dengan tujuan untuk menjawab terjadinya suatu fenomena yang diteliti (Sugiyono, 2. Subjek dalam penelitian adalah seluruh atlet atletik putra sebanyak 7 atlet yang berasal dari nomor sprint, lari 400 meter, lompat Syafrial. Yahya Eko Nopiyanto. Bayu Insanistyo. Tria Indriani. Ipa Sari Kardi. Ibrahim Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Putra di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Provinsi Bengkulu jauh, lempar lembing, dan 110 meter gawang. Pengumpulan data semi-terstruktur. Sedangkan Instrumen yang digunakan terdiri dari lari 30 meter, standing board jump, push-up, sit and reach, strok stand, sit up, bleep test. Tabel 1. Kisi-kisi Wawancara No Indikator Item Pernyataan Bagaimana pendapat anda mengenai Sarana dan prasarana sarana dan prasarana latihan di PPLP? Program latihan Apakah pelatih telah memberikan program latihan sesuai dengan kebutuhan anda? Kondisi fisik Apakah anda merasa bahwa terdapat peningkatan kondisi fisik? Hubungan atlet-pelatih Apakah hubungan yang komunikatif dengan atlet? Teknik Analisis Data Teknik analisi menggunakan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mempermudah dalam mendeskripsikan secara naratif hasil penelitian sehingga memiliki makna. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk membantu dalam menyusun dan mengetahui kategori atau tingkatan kondisi fisik atlet. Dalam analisis data secara kuantitatif menggunakan bantuan norma penilaian tes fisik putra. Tabel 2. Norma Penilaian Tes Fisik Putra Interval Kategori Nilai > 28 Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) < 15 Sangat Kurang (SK) Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 Tahun 2023 | 693-703 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. HASIL Hasil analisis tingkat kondisi fisik atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu ditampilkan dalam tabel 3 dan gambar di bawah ini. Tabel 3. Hasil Penilaian Tes Fisik Putra Interval Kategori Frekuensi > 28 Sangat Baik Baik Cukup Kurang < 15 Sangat Kurang Berdasarkan analisis data yang disajikan pada tabel 4 diketahui bahwa sebanyak 4 atlet atletik putra memiliki kondisi fisik yang baik, dan 3 atlet memiliki kondisi yang sangat baik. Tabel 4. Hasil Analisis Pada Setiap Komponen Komponen Daya tahan Kekuatan Otot Perut Kekuatan Otot Lengan Power Otot Tungkai Kecepatan Kelentukan Keseimbangan Kondisi fisik atlet atletik putra pada setiap indikator disajikan pada tabel dikethaui bahwa secara umum berada pada kategori baik. Secara sistematis komponen daya tahan, kekuatan otot perut, power otot tungkai, kecepatan, dan kelentukan berada pada kategori baik. Sementara itu dua aspek lainnya yaitu kekuatan otot lengan dan keseimbangan berada pada kategori sangat baik. Syafrial. Yahya Eko Nopiyanto. Bayu Insanistyo. Tria Indriani. Ipa Sari Kardi. Ibrahim Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Putra di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Provinsi Bengkulu PEMBAHASAN Penelitian ini mengungkapkan kondisi fisik atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu memiliki kondisi fisik yang baik. Penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu dari bahwa atlet atletik memiliki kondisi fisik yang baik (Saketa & Akhmady, 2. Kondisi fisik yang baik pada atlet atletik putra dikarenakan didukung oleh beberapa faktor diantaranya adalah sarana dan prasarana, implementasi program latihan dari pelatih, dan adanya komunikasi interpersonal atlet-pelatih. Program pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kondisi fisik atlet tidak dapat dipisahkan dari kesediaan sarana dan prasarana (Maldi & Komaini, 2. Dari hasil dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa sarana dan prasarana untuk latihan khususnya bagi atlet atltik putra sudah terpenuhi. Hal tersebut juga didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil wawancara yang sudah dilakukan bersama atlet putra bahwa sarana dan prasarana yang ada pada PPLP Provinsi Bengkulu saat ini sudah memadahi, baik dari segi peralatan latihan ataupun dari segi lapangan yang sudah sangat memenuhi standar nasional. Hal ini juga disampaikan dalam wawancara inisial S selaku atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu . April 2. AuSarana dan prasarana yang ada di PPLP Provinsi Bengkulu ini sudah memadahiAy. Selain terdapat sarana dan prasarana latihan sesuai kebutuhan atlet putra juga didukung dengan program latihan dari pelatih. Program yang diberikan pelatih kepada atlet sudah dikatakan bahwa dapat meningkatkan kondisi fisik setiap atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu. Hal tersebut juga didukung dengan pertanyaan yang dijawab oleh inisial S selaku atlet atletik putra PPLP Provinsi Bengkulu . April 2. AuPendapat saya, pelatih telah memberikan program latihan kondisi fisik sesuai dengan kebutuhan saya karena saya merasakan terjadinya peningkatan kondisi fisikAy. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 Tahun 2023 | 693-703 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Kondisi fisik atlet atletik putra di PPLP dapat dilihat dari tujuh komponen yaitu daya tahan, kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, power otot tungkai, kecepatan, kelentukan, dan keseimbangan. Komponen daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan sistem jantung serta paru-paru secara efisien dan terus-menerus dengan intensitas yang cukup lama tampa merasa kelelahan yang berlebihan (Kharisma & Mubarok, 2. Komponen daya tahan menjadi faktor penentu keberhasilan bagi atlet atletik terutama pada nomor lari jarak menengah dan lari jarak jauh (Dwitama & Wibowo, 2. Pada penelitian ini atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu memiliki daya tahan pada kategori baik. Kekuatan membangkitkan tenaganya apabila terjadi suatu tekanan yang berat (Argantos & Hidayat, 2. Pada pelari kekuatan otot perut sangat Pada penelitian ini atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu memiliki kekuatan otot perut pada kategori baik. Sementara itu, kekuatan otot lengan merupakan kemampuan seseorang dalam mengeluarkan kekuatan secara maksimal dari otot lengan dalam mempergunakan seluruh kekuatan yang ada dalam waktu yang singkat (Muin et al. , 2. Kekuatan otot lengan sangat dibutuhkan oleh atlet khususnya pada nomor lempar dan tolak peluru. Pada penelitian ini atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu memiliki kekuatan otot lengan pada kategori sangat baik. Power otot tungkai sangatlah penting bagi seorang atlet atletik terutama pada atlet nomor lompat dan lempar. Power otot tungkai yaitu aktivitas yang dilakukan secara cepat dan mengeluarkan seluruh kemampuan ledakan dalam waktu yang singkat (Sihombing, 2. Pada penelitian ini atlet atletik putra di PPLP Provinsi Bengkulu memiliki power otot tungkai pada kategori baik. Kecepatan seseorang dalam melakukan aktivitas secara cepat pada setiap orang (Harsono, 2. Kecepatan yaitu kemampuan seseorang dalam berindah tempat atau melakukan kegiatan berulang dengan waktu yang sesingkat- Syafrial. Yahya Eko Nopiyanto. Bayu Insanistyo. Tria Indriani. Ipa Sari Kardi. Ibrahim Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Putra di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Provinsi Bengkulu singkatnya (Aryatama, 2. Kecepatan menjadi komponen penting yang harus dimiliki oleh atlet lari terutama lari cepat atau sprint. Kelentukan juga tentunya menjadi salah satu komponen kondisi fisik dimiliki seorang Kelentukan merupakan kemampuan seseorang dalam menggerakan bagian tubuh dengan seluas mungkin tampa terjadinya cedera (Aryatama, 2. Kelentukan yaitu penyesuaian tubuh seseorang dalam mempergerakan tubuh dengan seluas mungkin (Ridwan & Sumanto, 2. Kelentukan merupakan kemampuan sendi atau otot-otot seseorang dalam menggerakan ke seluruh arah dengan seluas mungkin (Nopiyanto et al. , 2. Keseimbangan juga tidak kalah pentingnya dari komponen kondisi fisik yang harus dimiliki seorang atlet atletik. Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang dalam mempertahankan keadaan tubuhnya baik keadaan diam maupun bergerak (Nopiyanto et al. , 2. Keseimbangan yakni kemampuan tubuh dalam menggendalikan organ-organ sehingga bisa mengendalikan gerakan dengan sebaik mungkin (Prima & Kartiko. Tercapainya level kondisi fisik yang baik pada atlet putra di PPLP Provinsi Bengkulu dikarenakan adanya proses latihan yang baik. Pada proses latihan berlangsung atau diluar proses latihan tentunya dukungan atau perhatian dari seorang pelatih itu sangat mempengaruhi mental atletnya terlebih lagi jika seorang pelatih membedakan perlakuannya satu antara yang lain maka itu akan menjadi dampak yang buruk bagi atlet karena atlet bisa bisa merasa tersisihkan dari yang lain. Selama proses latihan atlet atletik PPLP Provinsi Bengkulu bahwa tidak ada pelatih yang membedakan perlakukannya terhadap para atlet baik itu terhadap atlet putra maupun pada atlet putri. Hal ini juga disampaikan oleh inisial S selaku atlet atletik putra PPLP Provinsi Bengkulu . April 2. AuBagi saya tidak ada perbedaan yang diberikan pelatih antara atlet putra dan putriAy. Latihan bisa dikatakan berkualitas atau bagus terantung pada program latihan yang diberikan pelatih seperti latihan atau programprogram memang harus benar dan pastinya harus sesuai dengan porsi Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 Tahun 2023 | 693-703 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. atletnya, koreksi-koreksi serta pengawasan disetiap detail gerakan harus sangat diperhatikan, dan prinsip overload harus diterapkan (Harsono. Latihan yang diberikan oleh pelatih atlet PPLP Provinsi Bengkulu juga sudah terprogram dan terencana dan latihan kondisi fisik juga 3-4 kali dalam setiap bulannya selalu diberikan oleh pelatih kepada atlet, namun masih sangat disayangkan bahwa tes kondisi fisik pada atlet belum dilakukan secara rutin padahal tes kondisi fisik sangat perlu dilakukan secara rutin karena bisa menjadi sebuah acuan bagi seorang pelatih atau seorang atlet untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik pada atlet apakan terdapat peningkatan atau malah terjadi penurunan pada kondidi fisik Hal ini juga disampaikakan dalam pertanyaan yang diberikan peneliti kepada responden pada saat wawancara serta didukung oleh inisial S selaku atlet atletik Putri PPLP Provinsi Bengkulu . April 2. AuMenurut saya program latihan yang diberikan pelatih sudah terprogram dan bagi saya sangat penting dilakukannya tes kondisi fisik secara rutin agar bisa menjadi acuan kedepannya untuk melihat apakah ada peningkatan atau tidak terhadap atletAy. Pada penelitian ini terbatas pada kondisi fisik atlet atletik putra dengan melihat tujuh komponen yang telah disebutkan sebelumnya. Sedangkan aspek lain yang dapat mempengaruhi tercapinya level kondisi fisik belum dikaji pada penelitian ini seperti aspek indeks masa tubuh, status gizi, dan dukungan sosial. Hasil penelitian ini terbatas pada atlet atletik putra sehingga tidak dapat digeneralisasikan pada atlet lain. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet atletik putra di Provinsi Bengkulu berada pada level baik. Dari hasil penelitian ini direkomdasikan kepadaa pelatih untuk menyusun program latihan yang bervariatif sehingga dapat tercapainya level kondisi fisik pada kategori sangat baik. Syafrial. Yahya Eko Nopiyanto. Bayu Insanistyo. Tria Indriani. Ipa Sari Kardi. Ibrahim Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Putra di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Provinsi Bengkulu UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih khususnya pada atlet putra di PPLP Provinsi Bengkulu yang telah bersedia secara sukarela menjadi subjek dalam penelitian ini. REFERENSI