JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 8 Nomor 1. Januari 2025 PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE JIGSAW UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PAUD ANGGREK May Adelin Simanjuntak1. Nia Hoerniasih2. Abdul Muis3 1,2,3 Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia mayadelin22@gmail. com, 2nia. hoerniasih@staff. id, 3abdulmuis1961@gmail. Received: Juli, 2024. Accepted: Mei, 2025 Abstract Children's social interactions have a very important influence on children's development, because social interactions in early childhood are the foundation for developing social skills, communication and With this journal, the researcher aims to examine the importance of children's social interactions in early childhood education through a case study at PAUD Anggrek Kelapa Dua Wetan. East Jakarta. Researchers will observe how children's social interactions develop in the school environment and the surrounding environment by implementing the jigsaw method of learning by The methods used in this research are observation, interviews and documentation studies. During the research, children's interactions with teachers and peers will be observed and recorded. Interviews as supporting data will be conducted with PAUD heads, teachers and parents to obtain more information regarding the success of implementing jigsaw learning to develop children's social interaction skills. Data from observations and interviews will be analyzed to see the results of applying this method. The results of this research show that the jigsaw method of learning can develop the social interaction skills of early childhood. Not only that, young children can develop social, communication and cooperation skills both in the school environment and in the surrounding environment. Keywords: Jigsaw method learning, social interaction Abstrak Interaksi sosial anak memiliki pengaruh yang sangat penting dalam perkembangan anak, karna interaksi sosial pada anak usia dini adalah fondasi dalam mengembangkan keterampilan sosialnya, komunikasi serta kerjasama. Dengan jurnal ini peneliti bertujuan untuk mengkaji pentingnya interaksi sosial anak pada pendidikan anak usia dini melalui studi kasus di PAUD Anggrek Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur. Peneliti akan mengamati bagaimana pengembangan interaksi sosial anak pada lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar dengan diterapkannya pembelajaran metode jigsaw oleh guru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selama penelitian, interaksi anak dengan guru dan teman sebayanya akan diamati serta dicatat. Wawancara sebagai data pendukung yang akan dilakukan dengan kepala PAUD, guru dan orangtua murid untuk mendapatkan informasi lebih mengenai keberhasilan penerapan pembelajaran jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak. Data dari observasi dan wawancara akan dianalisis untuk melihat hasil dari penerapan metode tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran metode jigsaw dapat mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Tidak hanya itu anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan keterampilan sosial, komunikasi dan kerja sama baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar. Kata Kunci: Pembelajaran metode jigsaw, interaksi sosial How to Cite: Simanjuntak. Hoerniasih. & Muis. Penerapan Pembelajaran Metode Jigsaw Untuk Mengembangkan Kemampuan Interaksi Sosial Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Di PAUD Anggrek. Comm-Edu (Community Education Journa. , 8 . , 319-324 320 Simanjuntak. Hoerniasih & Muis. Penerapan Pembelajaran Metode Jigsaw Untuk Mengembangkan Kemampuan Interaksi Sosial Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Di PAUD Anggrek PENDAHULUAN Permendikbud No. 146 menetapkan perkembangan kognitif sebagai standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini. Menurut Vygotsky . alam Soetjiningsih, 2. , fungsi mental dan perkembangan kognitif memiliki hubungan dengan sosial. Percakapan dengan orang yang lebih berpengalaman, seperti orang dewasa atau teman sebaya, akan membantu anak-anak mengembangkan konsep pengetahuan yang lebih logis, rasional, dan sistematis. Yusuf . alam Kurniati, 2016: . mengatakan perkembangan sosial anak adalah kematangan anak dalam mencapai hubungan sosial. Ini juga dapat didefinisikan sebagai kematangan anak dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga, teman sebaya, dan Peran guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memantau dan memberikan bimbingan yang bermanfaat bagi lingkungannya. Anak-anak akan belajar melalui interaksi sosial, yang sangat berkaitan dengan aspek perkembangan kognitif. Konsep Zona Proximal Development yang dikemukakan oleh Vygotsky menunjukkan bahwa tugas-tugas yang sulit dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan teman sebaya atau orang dewasa, jadi perlu adanya kemampuan interaksi sosial yang baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada Pendidikan Anak Usia Dini, guru memiliki kesempatan untuk memasukkan aktivitas yang mendorong interaksi sosial ke dalam program pendidikan mereka. Dengan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran dan strategi interaksi sosial, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan beradaptasi dalam berbagai Cara yang bagus untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya bekerja sama dan bagaimana berperilaku dengan teman sebaya adalah dengan berbagi cerita, bermain kelompok, dan berbicara. Jika anak usia dini didorong dengan baik oleh guru dan orang tua, mereka akan belajar berinteraksi dengan orang lain sejak dini. Dalam pembelajaran, guru biasanya memberikan stimulus melalui pendekatan pembelajaran yang efektif. Perubahan yang terlihat pada anak usia dini menunjukkan keberhasilan suatu pendekatan pembelajaran. Salah satu contohnya adalah anak pada awalnya sibuk dengan dunianya sendiri di kelas. Namun, ketika guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif, akhirnya anak mulai berubah dan mau berbaur dengan teman sebayanya. Salah satu tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah, untuk mendorong potensi anak untuk tumbuh menjadi orang yang beriman, bertakwa, sehat, berilmu, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Namun, observasi menunjukkan bahwa beberapa anak masih kurang mampu berinteraksi sosial, seperti tidak mampu mengatakan maaf ketika berbuat salah, meminta tolong ketika mereka membutuhkan pertolongan, atau bertanggung jawab membersihkan alat atau permainan yang baru saja mereka pakai. Menurut penelitian, faktor yang menyebabkan anak kurang dalam interaksi sosial adalah ketidakmampuan guru untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang efektif. guru hanya memberikan ceramah yang membosankan anak. Jadi, agar anak-anak dapat lebih baik dalam berinteraksi sosial, peneliti akan menggunakan pembelajaran metode jigsaw di PAUD Anggrek Kelapa Dua Wetan Jakarta Timur. Selain itu, seperti yang dinyatakan oleh Rusman . 8: . , dalam metode pembelajaran jigsaw, siswa memiliki kesempatan untuk mengemukakan pendapat, memperoleh informasi, dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi mereka. Mereka juga memiliki kemampuan Volume 8. No. Mei 2025 pp 319-324 untuk meningkatkan ketuntasan materi yang mereka pelajari dan menyampaikan hasilnya kepada teman kelompok mereka. Seperti yang dinyatakan Lie . alam Majid, 2. , pembelajaran jigsaw adalah model belajar kooperatif adalah di mana anak-anak bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga enam orang. Menurut Lie, model ini adalah model belajar kooperatif atau kelompok di mana anak-anak belajar bekerja sama satu sama lain dan memiliki tanggung jawab satu sama lain. Penerapan pembelajaran metode jigsaw di PAUD diharapkan dapat mendorong perkembangan interaksi sosial anak. Ini adalah salah satu pendekatan yang inovatif bagi pendidik anak usia Peneliti kemudian menggunakan teknik jigsaw untuk memecahkan masalah di salah satu PAUD di Kelapa Dua Wetan. Jakarta Timur, di mana siswa masih ada yang memiliki keterampilan interaksi sosial rendah. Oleh karena itu, diharapkan bahwa metode pembelajaran jigsaw akan membantu mengatasi masalah masyarakat. Adapun langkah-langkah pembelajaran metode jigsaw Menurut Stepen, dkk. alam Majid, 2. , dalam pelaksanaan pada kegiatan pembelajaran, diantaranmnya: Sebelum melakukan pembelajara terlebih dahulu guru memberi stimulus seperti melakukan pendekatan dan menjelaskan teknis dari pembelajaran metode jigsaw, lalu guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 peserta didik yang dinamakan kelompok asli. Setiap peserta didik yang sudah membentuk kelompok mendapatkan materi yang berbedabeda. Pada peserta didik yang memiliki tugas yang sama, membentuk kelompok baru yang dinamakan kelompok ahli dan bersama-sama menyelesaikan materi yang telah ditugaskan. Setelah kelompok ahli berdiskusi dan menyelesaikan materi yang ditugaskan peserta didik kembali ke kelompok asli mereka untuk saling menjelaskan setiap tugas yang sudah mereka selesaikan kesetiap anggota kelompok mereka. Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan setiap hasil tugas mereka Guru memberi nilai METODE Dalam penelitian berjudul "Penerapan pembelajaran metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial dalam pendidikan anak usia dini" menggunakan metode studi Metode studi kasus dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan pembelajaran jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak dalam pendidikan anak usia dini di lingkungan PAUD Anggrek secara menyeluruh dan terperinci. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti dapat memeriksa aspek-aspek khusus dan kompleksitas penerapan pembelajaran metode jigswak untuk mengembangkan interaksi sosial dalam situasi nyata di lingkungan PAUD Anggrek yang sesungguhnya. Tahap awal pada penelitian ini, yaitu pemilihan PAUD Anggrek sebagaisabjek pada studi kasus Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak dengan diterapkannya pembelajaran metode jigsaw. Data dikumpulkan melalui berbagai teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan di PAUD Anggrek untuk mengamati interaksi sosial anak dengan guru dan teman sebayanya pada saat pembelajaran metode jigsaw diterapkan. Observasi dilakukan pada situasi berinteraksi dalam kelompok asal atau kelompok ahli. Catatan yang diambil selama observasi yaitu mencatat mengenai proses dan faktor pendukung dan penghambat 322 Simanjuntak. Hoerniasih & Muis. Penerapan Pembelajaran Metode Jigsaw Untuk Mengembangkan Kemampuan Interaksi Sosial Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Di PAUD Anggrek penerapan pembelajaran metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial Wawancara akan dilakukan dengan kepala Sekolah dan guru PAUD Anggrek untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang penerapan pembelajaran metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak. Tak hanya itu orangtua siswa juga dilibatkan dalam wawancara untuk dapat memahami tentang keberhasilan penerapan pembelajaran metode jigsaw dan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan anak. Tak hanya itu, studi dokumentasi juga penting dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kurikulum pendidikan atau kebijakan yang digunakan dalam penerapan pembelajaran metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak di PAUD Anggrek. Dokumen dapat menggambarkan bagaimana proses penerapan pembelajaran metode jigsaw tersebut. Setelah data terkumpul, langkah selanjtnya adalah menganalisis data tersebut untuk melihat keberhasilan penerapan pembelajaran metode jigsaw untuk mengbangkan interaksi sosial anak usia dini di PAUD Anggrek. Hasil dari analisis tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan interaksi sosial anak dapat dikembangkan dengan pembelajaran metode jigsaw pada saat Secara keseluruhan, pendekatan studi kasus dapat memungkinkan peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana penerapan pembelajaran jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak pada saat pembelajaran di PAUD Anggrek. mengharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik dan kontribusi positif untuk pengembangan kemampuan interaksi sosial anak. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan beberapa temuan penting tentang pentingnya interaksi sosial dalam pendidikan anak usia dini di PAUD Anggrek. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi sosial sangat penting untuk membangun interaksi sosial anak usia dini. Interaksi sosial juga membentuk identitas sosial anak-anak. Anak-anak belajar tentang peran mereka dalam kelompok, menjadi lebih percaya diri, dan menemukan ciri-ciri mereka sebagai individu melalui interaksi dengan orang lain. Anak-anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan diri secara sosial dan emosional dalam lingkungan taman kanak-kanak yang mendorong interaksi sosial yang positif. Dengan itu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk para tenanga pendidik dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini dengan menerapkan pembelajaran metode jigsaw. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang diperoleh dari penelitian penerapan metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial berasal dari guru dan orangtua peserta didik. Sebelum diterapkannya metode jigsaw dalam pembelajaran terdapat beberapa siswa yang memiliki kemampuan interaksi rendah, data tersebut diperoleh dari observasi pra lapangan. Penelitian ini memberikan dampak yang besar bagi anak usia dini terutama pada kemampuan interaksi sosial mereka. Sebelum diterapkan metode jigsaw, guru di PAUD menyatakan bahwa pada saat proses pembelajaran menggunakan metode klaksikal yang membuat peserta didik merasa Volume 8. No. Mei 2025 pp 319-324 bosan dan jarang berinteraksi dengan guru maupun teman sebayanya, hal tersebut membuat interaksi sosial peserta didik tidak berkembang. Pada saat proses pembelajaran metode jigsaw, peserta didik dapat saling berinteraksi satu masa lain, peserta didik dapat bekerja sama memecahkan setiap materi yang telah ditugaskan. Dengan diterapkannya metode jigsaw peserta didik juga dapat saling menghargai dengan cara menerima teman kelompoknya. Dengan itu peserta didik dapat mengembangkan kemampuan interaksi sosialmnya sedikit demi sedikit. Setelah diterapkan pembelajaran metode jigsaw, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan sosialnya seperti selalu mengucap salam disaat berjumpa, meminta maaf jika berbuat kesalahan, mengucap terima kasih dan minta tolong disaat sedang kesusahan. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan komunikasinya, peserta didik dapat saling berinteraksi dengan berkomunikasi kepada satu sama lain dengan topik yang menarik lawan bicaranya dan mampu bekerja sama baik dalam hal pembelajaran dan di saat sedang bermain. Tak hanya guru yang memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini, pada penelitian ini orang tua juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Orang tua dan anak harus memiliki komunikasi yang terbuka satu sama lain sangat penting untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan sosial anak. Orang tua juga membantu anak-anak belajar keterampilan sosial, menangani konflik, dan memahami pentingnya bekerja Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dijelaskan bahwa salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini yaitu dengan diterapkan pembelajaran metode jigsaw pada proses belajar. Karna jika anak hanya menggunakan pembelajaran klaksikal anak tidak dapat mengembangkan kemampuan interaksi sosialnya. Pada saat pembelajaran terutama pada peserta didik kembali ke kelompok ahli untuk saling menerangkan setiap jawaban yang mereka dapat kepada teman kelompoknya, disitulah interaksi sosial anak di asah. Menurut Rusman . 8: . dengan pembelajaran metode jigsaw anak akan mengasah kerja sama, komuniasi, mengumumkan pendapat serta memperoleh informasi. Sejalan dengan hasil yang didaptkan peneliti, ternya penerapan pembelajaran metode jigsaw berpengaruh besar dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosial. Jika pembelajaran jigsaw diterapkan pada setiap proses belajar, anak yang kurang aktif semakin lama akan belajar dan terbiasa untuk saling berinteraksi dengan teman sebayanya, lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Dari hasil penelitian ini peneliti juga mendapatkan fakta bahwa motivasi dan minat seorng anak akan lebih membantu anak dalam mengembangkan kemampuan interaksi sosialnya. Jika anak memiliki motivasi dan minat terutama pada proses pembelajaran jigsaw, anak akan lebih cepat berbaur dan beradaptasi dengan sekelilingnya. Berbeda dengan anak yang kurang dalam minat dan motivasi, anak cenderung akan diam pada saat proses pembelajaran. pada proses pembelajaran metode jigsaw tidak hanya interaksi sosial yang diperoleh anak, kemampuan komunikasi serta kerja sama yang baik. KESIMPULAN Untuk kesimpulan pada penelitian ini ada terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diterapkannya pembelajaran metode jigsaw untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran metode jigsaw dapat 324 Simanjuntak. Hoerniasih & Muis. Penerapan Pembelajaran Metode Jigsaw Untuk Mengembangkan Kemampuan Interaksi Sosial Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Di PAUD Anggrek mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Seteralh diterapkannya pembelajaran metode jigsaw, peserta didik tidak hanya mengembangkan kemampuan interaksi sosialnya, bahkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan komunikasi serta kerja Pada saat proses pembelajaran guru juga harus selalu memberikan suasana belajar yang menyenangkan kepada setiap peserta didik, supaya peserta didik dapat mengembangkan kemampuan interaksi sosialnya dengan saling berinteraksi dengan teman sebayanya maupun dengan guru. Interaksi sosial juga membentuk identitas sosial anak-anak. Anak-anak membangun rasa percaya diri, memahami peran mereka dalam kelompok, dan mengidentifikasi karakteristik mereka sebagai individu melalui interaksi dengan teman sebaya dan guru. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan guru untuk menciptakan lingkungan yang inklusif di mana anak-anak dapat berpartisipasi secara aktif dalam interaksi sosial yang positif. DAFTAR PUSTAKA