Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 EVALUASI KUALITAS PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN ISO 25010: STUDI KASUS APLIKASI AUDIT MANAJEMEN SISTEM Bambang Suhartono, 2Sukriyah. Universitas Insan Pembangunan Indonesia Dosen Tetap. Universitas Insan Pembangunan Indonesia bambangsuhartono46@gmail. simplechissy@gmail. ABSTRAK Pengembangan aplikasi perangkat lunak secara langsung dapat memengaruhi kepuasan pengguna dan keberhasilan organisasi. Perangkat lunak yang berkualitas buruk tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan melalui biaya pengerjaan ulang, penarikan produk, atau hilangnya pendapatan, tetapi juga dapat merusak reputasiStandar ISO/IEC 25010:2011 diakui sebagai kerangka kerja komprehensif untuk kualitas perangkat lunak, yang mendefinisikan karakteristik kualitas inti. Implementasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi risiko proyek, dan mengoptimalkan efisiensi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak menggunakan standar ISO 25010, yang fokus pada karakteristik kualitas perangkat Studi ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi Audit Manajemen Sistem (AMS) sebagai studi kasus. ISO 25010 . Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komprehensif terhadap setiap karakteristik kualitas yang disediakan oleh ISO 25010, dengan menggunakan metode kuesioner terhadap 8 komponen ISO 25010 dengan menggunakan skala likert kepada para Responen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menentukan sejauh mana aplikasi ini memenuhi standar kualitas ISO 25010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Audit Management System (AMS) ini memiliki kinerja yang baik dalam beberapa karakteristik, seperti fungsionalitas dan kehandalan. Namun, terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti efisiensi dan keamanan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak mereka sesuai dengan standar ISO 25010. Keywords: ISO 25010. Penilaian Kualitas Perangkat Lunak. PENDAHULU Pengembangan aplikasi perangkat lunak yang berkualitas tinggi merupakan tujuan krusial dalam lanskap teknologi informasi yang terus Kualitas perangkat lunak secara langsung memengaruhi kepuasan pengguna dan secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan organisasi (Sharma et al. , 2023. Khan et al. , 2. Perangkat lunak yang berkualitas buruk tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan melalui biaya pengerjaan ulang, penarikan produk, atau hilangnya pendapatan, tetapi juga dapat merusak reputasi, membahayakan keamanan data, dan bahkan menyebabkan risiko keselamatan jiwa dalam domain kritis (Wang & Wang, 2. Perangkat lunak yang berkualitas buruk tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang besar akibat biaya pengerjaan ulang, penarikan produk, atau hilangnya pendapatan, tetapi juga dapat merusak reputasi jangka panjang, memicu masalah keamanan siber yang serius, dan bahkan membahayakan keselamatan dalam aplikasi-aplikasi vital (Chen. Wang. , & Zhang. Standar ISO/IEC 25010:2011, yang secara luas diakui sebagai kerangka kerja komprehensif untuk kualitas produk perangkat lunak, mendefinisikan delapan karakteristik kualitas inti yang esensial untuk evaluasi yang mendalam (ISO/IEC 25010:2. Penelitian oleh Bhatti et al. dan Alves et al. menyoroti peran penting standar kualitas dalam memastikan produk perangkat lunak yang andal dan efisien serta memetakan berbagai model dan standar kualitas. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Gambar 1. Kerangka Kerja ISO/ IEC 25000 (Software Product Qualit. Implementasi standar ISO 25010 dalam menjanjikan peningkatan kualitas produk, mitigasi risiko proyek, dan optimalisasi efisiensi pengembangan (Moraes et al. , 2022. Barbosa et al. , 2. Namun, adopsi dan dihadapkan pada berbagai tantangan praktis (Li & Gao, 2019. Park & Kim, 2. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi yang komprehensif dan terperinci mengenai implementasi standar ISO 25010 dalam konteks pengembangan aplikasi Evaluasi ini akan mencakup analisis mendalam terhadap setiap karakteristik kualitas yang relevan, identifikasi praktikpraktik terbaik yang diterapkan, serta eksplorasi tantangan dan kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Penelitian oleh Martynez-Fernyndez et al. menekankan pentingnya kerangka kerja yang efektif untuk mengevaluasi implementasi model kualitas perangkat lunak, dan studi oleh da Silva et al. memberikan tinjauan sistematis mengenai adopsi dan manfaat seri standar ISO 25000. Penelitian oleh Nguyen & Johnson . menyediakan analisis komparatif mengenai model kualitas perangkat lunak, menyoroti relevansi berkelanjutan dari ISO 25010, dan studi oleh Li & Gao . faktor-faktor memengaruhi implementasi standar kualitas. Akhirnya, studi oleh Park & Kim . faktor-faktor memengaruhi adopsi standar kualitas perangkat lunak, yang relevan untuk (Martynez-Fernyndez et al. , 2016. Moraes et , 2. Dalam penelitian ini nantinya akan menjawab beberapa rumusan masalah: Komponen apa saja yang ada pada ISO Bagaimana evaluasi penilaian terhadap aplikasi Audit Management Sistem dengan menggunakan ISO 25010 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris baik secara teoretis maupun praktis terhadap studi evaluasi perangkat lunak berbasis ISO 25010 dalam konteks audit internal di Indonesia. Secara teoretis, penelitian ini akan mengenai penerapan standar kualitas pengembangan aplikasi, melengkapi tinjauan sistematis sebelumnya mengenai adopsi dan manfaat seri standar ISO 25000 Secara praktis, temuan penelitian ini akan menawarkan wawasan berharga dan panduan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pengembang perangkat lunak, manajer proyek, dan organisasi dalam mengadopsi dan mengimplementasikan standar ISO 25010 secara efektif untuk menghasilkan aplikasi dengan kualitas unggul. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi implementasi standar ISO 25010 secara mendalam dalam konteks pengembangan Pendekatan studi kasus dipilih karena pemahaman yang kaya dan mendalam mengenai fenomena kompleks dalam setting dunia nyata (Yin, 2. Fokus studi kasus akan tertuju pada 2 kegiatan pengembangan aplikasi yang secara eksplisit menyatakan atau menunjukkan upaya implementasi standar Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 ISO 25010 dalam proses pengembangannya. Pemilihan kasus akan didasarkan pada kriteria seperti ketersediaan akses data, tingkat kematangan implementasi standar kualitas, dan variasi jenis aplikasi yang dikembangkan. mengidentifikasi dan memahami bagaimana standar ISO 25010 diinterpretasikan dan diterapkan dalam praktik pengembangan Fase deskriptif akan fokus pada pendokumentasian dan analisis secara detail mengenai tingkat implementasi setiap karakteristik kualitas ISO 25010, tantangan yang dihadapi, manfaat yang dirasakan, dan praktik-praktik terbaik yang muncul. Desain Penelitian Desain penelitian ini bersifat eksploratif dan Fase eksploratif bertujuan untuk Adapun Komponen pada ISO 25010 yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 1 Komponen ISO 25010 Kategori Model Karakteristik Kualitas Sub-karakteristik Penjelasan Model Kualitas Produk Functional Suitability Completeness. Correctness. Appropriateness Tingkat di mana produk menyediakan fungsi yang memenuhi kebutuhan pengguna yang dinyatakan dan tersirat. Performance Efficiency Time Behaviour. Resource Utilisation. Capacity Kinerja produk terkait dengan sumber daya yang digunakan . aktu, sumber daya, kapasita. dalam kondisi tertentu. Compatibility Co-existence. Interoperability Tingkat di mana produk dapat bertukar informasi/berfungsi dengan produk, sistem, atau lingkungan lain sambil berbagi sumber daya. Usability Appropriateness Recognisability. Learnability. Operability. User Error Protection. User Interface Aesthetics. Accessibility Tingkat di mana produk dapat digunakan oleh pengguna yang ditentukan untuk mencapai tujuan dengan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan dalam konteks penggunaan yang ditentukan. Reliability Maturity. Fault Tolerance. Recoverability Tingkat di mana produk melakukan fungsi yang ditentukan tanpa kegagalan dalam kondisi dan periode waktu yang Security Confidentiality. Integrity. Authenticity. Accountability. Nonrepudiation Tingkat di mana produk melindungi informasi dan data dari akses, penghancuran yang tidak sah, sambil kinerja untuk pengguna yang berwenang. Maintainability Modularity. Reusability. Analysability. Modifiability. Testability Tingkat di mana produk dapat dimodifikasi secara efektif dan efisien oleh pemelihara yang dituju. Portability Adaptability. Installability. Replaceability Tingkat di mana produk dapat ditransfer secara efektif dan efisien dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Dalam Penelitian ini responden melakukan pengisian dengan pertanyaan tertutup sebanyak 30 pertanyaan , dengan masingmasing menggunakan skala likert . : Sangat Tidak Setuju, 2:Tidak Setuju , 3:Netral, 4:Setuju, 5:Sangat Setuj. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Jakarta pada sebuah Perusahaan Swasta . Waktu penelitian akan berlangsung selama 3 bulan dengan melakukan pengumpulan data yang memadai dan analisis yang mendalam. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data akan dilakukan melalui triangulasi metode untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan (Creswell & Creswell, 2. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan meliputi: A Wawancara Mendalam (In-depth Interview. : Wawancara semi-terstruktur pemangku kepentingan yang terlibat pengembangan aplikasi. Ini termasuk: o Manajer Proyek: Untuk memahami o Lead Engineer : Untuk mendapatkan persyaratan kualitas diterjemahkan ke dalam kode dan praktik pengembangan. o Pengembang Perangkat Lunak/ Developer : Untuk mendapatkan persyaratan kualitas diterjemahkan ke dalam kode dan praktik pengembangan. o Penguji Kualitas (Quality Assurance/Teste. : Untuk memahami proses pengujian yang dilakukan untuk memverifikasi kualitas perangkat lunak berdasarkan karakteristik ISO 25010. o Analis Bisnis: Untuk memahami persyaratan fungsional dan nonfungsional serta ekspektasi kualitas dari perspektif bisnis dan pengguna. o Analis Sistem : Untuk memahami persyaratan fungsional dan non- fungsional serta ekspektasi kualitas dari perspektif bisnis dan pengguna. o Implementator : Untuk memahami proses implementasi sistem yang bersifat fungsional dan non-fungsional serta ekspektasi kualitas dari perspektif bisnis dan pengguna. o Pengguna Akhir . ika relevan dan dapat diakse. : Untuk mendapatkan umpan balik mengenai kualitas aplikasi dari Panduan wawancara akan mencakup pertanyaan terbuka yang dirancang untuk menggali evaluasi setiap karakteristik kualitas ISO 25010 . unctional suitability, performance efficiency, compatibility, maintainability, portabilit. dalam konteks proyek. Wawancara akan direkam . engan izin responde. dan ditranskripsikan untuk analisis lebih Observasi Non-Partisipan: Observasi akan dilakukan terhadap proses pengembangan aplikasi, termasuk rapat tim, sesi praktik-praktik Fokus observasi adalah untuk memahami bagaimana aspek-aspek diimplementasikan dalam kegiatan seharihari tim pengembangan. Catatan lapangan yang detail akan dibuat selama observasi. Analisis Dokumen (Document Analysi. Berbagai dokumen proyek yang relevan akan dikumpulkan dan dianalisis. Ini o Rencana Kualitas: Dokumen yang menjelaskan strategi dan pendekatan untuk memastikan kualitas perangkat o Spesifikasi Persyaratan (Functional and Non-Functional Requirement. Untuk mengidentifikasi bagaimana persyaratan kualitas didefinisikan dan o Laporan Pengujian (Test Plans. Test Cases. Test Result. Untuk mengevaluasi bagaimana pengujian karakteristik kualitas. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 o Dokumentasi Desain Implementasi: Untuk dipertimbangkan dalam arsitektur dan implementasi aplikasi. o Umpan Balik Pengguna Seperti survei atau laporan masalah pengguna yang dapat memberikan wawasan tentang kualitas dari perspektif pengguna. dari semua partisipan sebelum pengumpulan Informasi mengenai tujuan penelitian, prosedur pengumpulan data, dan jaminan kerahasiaan serta anonimitas akan diberikan kepada partisipan. Data yang terkumpul akan disimpan dengan aman dan hanya digunakan untuk tujuan penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Data kuesioner dari 9 responden dengan berbagai peran (Manajer Proyek. Lead Engineer. Developer. Business Analyst. System Analyst. Database Administrator. Quality Assurance. Implementator. Use. telah dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi persepsi mereka terhadap kualitas produk aplikasi berdasarkan model ISO 25010. Skala penilaian yang digunakan adalah 1 (Sangat Tidak Setuj. hingga 5 (Sangat Setuj. Adapun rekapitulasi hasil pengisian terhadap responden didapatkan hasil sebagai Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan di atas pada kasus penilaian ISO 25010 adalah Analisis Deskriptif Sederhana. Berikut adalah rinciannya: A Perhitungan Rata-Rata (Mea. : Teknik utama yang digunakan adalah menghitung nilai rata-rata . dari skor yang diberikan oleh seluruh responden untuk setiap karakteristik kualitas ISO 25010. Ini memberikan gambaran umum tentang keseluruhan untuk setiap aspek kualitas. A Perbandingan Deskriptif Antar Kelompok (Pera. : Selain rata-rata keseluruhan, dilakukan perbandingan deskriptif antara kelompok responden berdasarkan peran Ini melibatkan pengamatan dan interpretasi perbedaan skor rata-rata atau tren penilaian yang mungkin muncul antara berbagai peran . User vs. Developer. QA vs. Manajer Proye. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi apakah ada perbedaan signifikan dalam persepsi kualitas berdasarkan perspektif peran yang berbeda. A Identifikasi Pola dan Tren: Analisis juga melibatkan identifikasi pola atau tren umum dalam data. Misalnya, karakteristik mana yang secara konsisten mendapatkan skor tinggi atau rendah di seluruh responden atau di kelompok tertentu. A Interpretasi Subjektif: Pembahasan melibatkan interpretasi subjektif terhadap angka rata-rata dan perbandingan antar kelompok untuk menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi. Ini melibatkan menghubungkan skor dengan Tabel 2. Hasil rekapitulasi penilaian responden terhadap 8 komponen ISO 25010 Karakteristik Kualitas Functional Suitability Performance Efficiency Compatibility Usability Reliability Security Maintainability Portability Rata-Rata Skor Pembahasan Tingkat Karakteristik Kualitas: Functional Suitability . Karakteristik ini mendapatkan skor ratarata tertinggi, menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju bahwa aplikasi menyediakan fungsi yang mereka butuhkan, menghasilkan hasil yang benar, dan sesuai dengan tujuan Ini merupakan indikator positif terhadap pemenuhan kebutuhan dasar aplikasi. Usability . : Usabilitas juga Pertimbangan Etis Penelitian ini akan dilakukan dengan prinsip-prinsip Persetujuan tertulis akan diperoleh Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 cenderung setuju bahwa aplikasi mudah dipelajari, dioperasikan, dan memiliki antarmuka yang cukup baik. Namun, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama pada aspek perlindungan kesalahan pengguna dan aksesibilitas. Reliability . : Skor reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa responden umumnya percaya bahwa aplikasi jarang mengalami kegagalan dan dapat pulih dengan baik jika terjadi masalah. Ini penting untuk kepercayaan pengguna terhadap aplikasi. Performance Efficiency . Security . Portability . Compatibility . Maintainability . Karakteristik-karakteristik mendapatkan skor yang moderat. Ini aplikasi dianggap cukup baik dalam aspek-aspek ini, ada potensi untuk Misalnya, mungkin merasakan adanya sedikit kelambatan, kekhawatiran terhadap keamanan . eskipun tidak signifika. , kesulitan dalam integrasi dengan sistem lain, atau anggapan bahwa pemeliharaan dan portabilitas bisa lebih baik. Manajer Proyek cenderung memberikan skor yang cukup seimbang di semua area, mungkin karena mereka memiliki pandangan yang lebih holistik terhadap proyek. A Lead Engineer vs. Maintainability dan Portability: Lead Engineer memberikan Maintainability dan Portability . ata-rata . , yang mungkin mencerminkan fokus mereka pada arsitektur dan desain sistem yang mendukung pemeliharaan dan Database Administrator juga memberikan skor yang cukup tinggi untuk Performance Efficiency dan Security, yang relevan dengan tanggung jawab mereka. A Business Analyst dan System Analyst: Kedua peran ini cenderung memiliki pandangan yang cukup mirip, dengan skor yang moderat hingga tinggi di sebagian pemahaman mereka terhadap kebutuhan bisnis dan teknis aplikasi. A Implementator: Persepsi Implementator cenderung mirip dengan Developer, dengan skor yang moderat, mungkin karena mereka berhadapan langsung dengan tantangan teknis saat penyebaran Perbandingan Persepsi Antar Peran: Untuk perbandingan, kita akan melihat beberapa contoh perbedaan persepsi antar peran: A User vs. Developer: Pengguna (Use. memberikan skor yang sangat tinggi . untuk hampir semua karakteristik, terutama Functional Suitability dan Usability. Ini menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari perspektif pengguna akhir. Sebaliknya. Developer cenderung memberikan skor yang sedikit lebih rendah, mungkin karena mereka lebih memahami batasan teknis dan potensi masalah internal aplikasi. A Quality Assurance vs. Manajer Proyek: Tim Quality Assurance memberikan skor yang relatif tinggi untuk Reliability dan Security, yang sesuai dengan fokus peran Potensi Area Peningkatan: Berdasarkan rata-rata skor dan perbandingan antar peran, beberapa area yang berpotensi untuk ditingkatkan meliputi: A Performance Efficiency: Mengoptimalkan kecepatan respons dan penggunaan sumber A Compatibility: Meningkatkan kemampuan integrasi dengan sistem atau aplikasi lain. A Security: Terus memperkuat aspek A Maintainability: Meningkatkan modularitas dan kemudahan analisis kode. A Portability: Memastikan aplikasi dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Jurnal IPSIKOM Vol 13 No. 1 Ae Juni 2025 e-ISSN : 2686-6382 Adapun detil dari pengisian kuesioner yang dilakukan oleh masing-masing Responden terlihat pada table dan gambar dibawah ini. Tabel 1 Hasil isian Responden terhadap komponen ISO 25010 Grafik 1. Hasil penilaian Responden terhadap komponen ISO 25010 KESIMPULAN Dalam penelitian ini diberikan Kesimpulan, komponen pada ISO 25010 terdiri dari : aspek Functionl Suitability. Performance Efficiency. Compatibility. Usability. Reliability. Security. Maintainability. Portability. Secara umum, aplikasi Audit Management System (AMS) dinilai cukup baik oleh para responden, terutama dalam hal fungsionalitas, usabilitas, dan reliabilitas. Namun, ada beberapa area dengan skor yang lebih rendah yang menunjukkan potensi untuk perbaikan. Perbedaan persepsi antar peran memberikan wawasan yang berharga. Misalnya, tingginya kepuasan pengguna adalah indikator positif, tetapi pandangan yang lebih kritis dari tim teknis (Developer. QA. Lead Enginee. menyoroti area di mana perbaikan teknis dapat Adapun saran yang perlu dilakukan dalam penelitian berikutnya adalah sebagai Melakukan analisis lebih mendalam terhadap umpan balik kualitatif responden untuk memahami alasan di balik skor yang diberikan. Penilaian terhadap evaluasi sebuah aplikasi tidak hanya menggunakan pengecekan secara langsung serta melakukan pengujian untuk mendapatkan hasil yang optimal. DAFTAR PUSTAKA