WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Pemetaan Keunggulan Program Studi PGSD di Soloraya Menggunakan Model Multidimensional Scalling Anna Febrianty Setianingtyas Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia ann4febr1@gmail. Arif Julianto Sri Nugroho Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia arifjuliantosn72@gmail. Suhud Eko Yuwono Fakultas Keguruan Ilmu Kependidikan Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia suhudekoyuwono@unwidha. Agus Santoso Program Vokasi Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia santoso1836@gmail. Harri Purnomo Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia unwidha@gmail. Abdul Haris Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten Indonesia dzulhari@gmail. Abstrak- Penelitian ini bertujuan melakukan uji peta persepsi mahasiswa terhadap enam Prodi PGSD di wilayah Soloraya meliputi Univ Sebelas Maret. Univ Veteran Sukoharjo. Univ Muhammadiyah Surakarta. Univ Slamet Riyadi Surakarta. Univ Tunas Pembangunan Surakarta dan Univ Widya Dharma Klaten berbasis kualitas mutu layanan pembelajaran. Total sampel sebanyak 200 mahasiswa sebagai Teknik pengambilan sampel dilakukan purposive sampling. Butir instrumen diuji terkait mutu layanan enam Prodi PGSD di wilayah Soloraya meliputi percaya terhadap mutu, kualitas pembelajaran, komitmen emosional, komitmen kognitif, komitmen pada tujuan, integrasi sosial, integrasi akademik, komitmen aktivitas universitas, komitmen keluarga dan komitmen lulusan diterima di pekerjaan. Multidimensional Scalling merupakan uji model menggunakan peta berdimensi menurut persepsi mahasiswa terkait mutu pembelajaran di enam Prodi PGSD sehingga dapat ditemukan titik koordinat keunggulan mutu pembelajaran baik dari aspek kualitatif maupun aspek kuantitatif. Uji kuantitatif riset meliputi deskripsi responden, uji kesahihan dan keandala instrumen serta uji Multidimensional Scalling. Hasil uji MDS memetakan posisi masing masing enam Prodi PGSD sebagai prodi unggulan, prodi penantang maupun prodi yang sedang tumbuh. Bagi manajemen universitas, hasil dari pemetaan posisi dapat diketahui posisi titik unggul maupun titik lemah serta bagaimana upaya untuk menggeser titik lemah itu menjadi satu posisi keunggulan baru Kata kunci: peta persepsi. MDS. keunggulan kompetitif. PGSD PENDAHULUAN Kompetisi menuju daya saing unggul di ranah ilmu kependidikan jenjang pendidikan tinggi di masa saat ini sudah mengarah ke aras Aured oceanAy. Perguruan tinggi yang tidak mampu bersaing di mutu akan ditinggalkan WIDYA ACCARYA 2025 calon mahasiswa dan menuju pada kematian institusi pendidikan tersebut. Kompetisi di era pasca pandemi dapat memacu lembaga pendidikan tinggi untuk merangsang strategi bersaing yang bermanfaat bagi keberlanjutan lembaga. Pada era pandemi, model pembelajaran daring mengurangi P a g e 108 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index minat dan prestasi belajar mahasiswa Prodi PGSD (Dharma. Widodo. Rsipatiningsih, 2. Strategi inovasi pasca pandemi menuju keunggulan mutu di ranah jasa pendidikan tinggi tinggi perlu perlu untuk terus dicipta guna menggapai posisi keunggulan kompetitif lembaga pendidikan tinggi dalam bersaing. Bagi Perguruan tinggi yang telah memiliki keunggulan mutu di bidang teknologi informasi dan media pembelajaran, perlu terus dilakukan upaya mempertahankan keunggulan daya saing melalui berbagai kegiatan dalam menghadapi ancaman munculnya kompetitor baru di masa mendatang (Sudarya, 2. Daya saing perguruan tinggi di ranah ilmu kependidikan merupakan suatu proses yang bersifat dinamis, bukan hanya sekedar mendapatkan jumlah mahasiswa baru, output serta outcome yang dihasilkan melainkan ada berbagai upaya melalui proses kegiatan untuk terus mencapai keunggulan daya saing. Potensi daya saing pendidikan tinggi dapat dilihat dari potensi sumber daya manusia yang dimiliki, keahlian manajerial pimpinan universitas, dosen dan tenaga akademis serta berbagai kemajuan fasilitas pembelajaran yang dimiliki. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia yang dimiliki universitas, semakin mudah universita merancang dan mengimplementasi berbagai rencana manajemen stratejik. Prestasi belajar mahasiswa tidak mungkin dicapai atau dihasilkan oleh mahasiswa selama tidak melakukan kegiatan sungguh sungguh melalui perjuangan yang gigih. Fenomena ini telah dilakukan riset Dharma et al . terhadap obyek mahasiswa program PGSD di STBN Raden Wijaya Wonogiri, suatu PTS di wilayah Soloraya melalui sampel 64 Universitas ini memiliki prodi PGSD dengan terus berupaya melaksanakan implementasi mutu sehingga tercipta luaran muncul peningkatan kemampuan institusi menghasilkan lulusan profesi guru berkualitas tinggi di masa mendatang. Indikator keunggulan ini dapat dibaca melalui kemampuan lulusan terserap di berbagai bidang lapangan pekerjaan dunia pendidikan melalui jaringan alumni yang Universitas yang memiliki layanan pembelajaran sehingga mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar mahasiwa melalui teknologi modern, tingginya kemampuan WIDYA ACCARYA 2025 penguasaan teknologi bagi dosen dan pegawai kependidikan bermuara pada kemampuan memperkuat reputasi perguruan tinggi menjadi universitas unggulan di benak persepsi masyarakat ( Arwildayanto. Arifin. Suking, 2. Posisi keunggulan mutu daya saing universitas dapat dihasilkan dari hasil kepemimpinan rektor dan jajaran struktural suatu lembaga terkait leadership maupun differensiasi keilmuan yang Melalui keunggulan kepemimpinan stakeholder universitas memperoleh manfaat ekonomis dari kepemimpinan individu tersebut. Suatu universitas apabila mendapatkan penilaian akreditasi A . dari lembaga BAN PT akan menjadi kebanggaan tersediri bagi segenap civitas akademika dan bermuara pada kemampuan Potensi dan posisi daya saing dimiliki oleh universitas apabila mampu digunakan secara optimal, stakeholder akan memperoleh keuntungan memperoleh layanan Kemampuan Universitas ini antara lain kemampuan melakukan efisiensi beaya serta memiliki keunggulan mutu daya saing prodi yang berbeda dengan insitusi lain . Kesemuanya mengarah kepada kemampuan Universitas menghasilkan lulusan berkualitas melalui luaran produk Tridharma. Berkualitasnya lulusan yang memiliki daya saing akan meningkatkan tingkat kepuasan, loyalitas lulusan dan wilayah layanan semakin luas. Tingginya, profitabilitas suatu universitas bermuara pada meningkatnya kesejahteraan civitas academika ( Hidayat, 2. Kemendikbud Ristek keunggulan mutu daya saing suatu universitas dapat diukur dari kualitas manajemen, aktivitas kegiatan kemahasiswaan serta penelitian dan publikasi dosen ( Wahyudin,2. Disamping pengukuran kuantitatif, daya saing universitas dapat dilihat dari aspek pertumbuhan universitas melalui stabilitas UKT, meningkatnya kualitas lulusan, semakin modern kualitas infrastruktur, meningkatnya partisipasi masyarakat pada usia pendidikan tinggi. Semakin tinggi mutu dan daya saing universitas bermuara pada meningkatnya kepercayaan publik dan pemerintah terhadap institusi universitas tersebut ( Permatasari, 2. Saat ini, kondisi persaingan untuk mendapatkan mahasiswa baru di jenjang S1 pendidikan tinggi di Indonesia sudah mengarah P a g e 109 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index bukan hanya era Aublue oceanAy tetapi mengarah kepada era persaingan sangat keras, berdarah darah dengan istilah ilmu pemasaran merambah ke era Ared oceanAo. Kualitas pembelajaran di segala lini pada universitas saat ini menjadi tumpuan perhatian masyarakat (Martono. Kegiatan merancang peta posisi daya saing mutu pembelajaran universitas merupakan upaya best- branding, universitas memiliki merek unik di benak pikiran konsumen (Luk dan L a y t o n , 2 0 0 7 ). Analisis pemetaan posisi keunggulan mutu daya saing universitas merupakan salah satu upaya agar universitas dapat memenangkan persaingan dan mamp u mengidentif i kas i pada diri masing masing dibandingkan universitas lain. Model untuk untuk menguji posisi mutu daya saing institusi, merek menurut Cronin dilaksanakan melalui tiga tahapan yakni analisis dikriminan, analisis faktor dan uji multidimensional scaling (MDS). Masyarakat maupun pemerintah saat ini m eni ngka t nya lul us an pogr am st udi P end idi kan G ur u Seko lah D asar ( PGSD ) m e la lui meni ngkat nya l ulus an ya ng memi li ki kes esua ia n keil muan dengan r anah p rakt i k di duni a ker ja. K eses uai an i ni d idukung o le h teo ri konti ngens i ki nerj a ya ng diper k enalkan oleh Li . Teori ini mer upakan das ar ko nsep kompet ensi. Teor i i ni mem apa r ka n muncul nya pers impangan f a ktor organi sas i dengan ind ividu. D i m as a mend at ang m uncul t unt ut an peker j aa n dimana terdap at b es t f it ant ar a ki ne rj a otim al, st im ul asi d a n komitm en ya ng mampu di identif i kas i melal ui pr e st as i ker ja i ndi vid u secar a opt imal ( Li. Kapabi li t as i ndi vidu dij ela s ka n Azali a et al. mel iputi nil ai - ni la i vi si dan f i losof is prib adi, p enget a huan, kompet ensi t ahap kehid upan d an ka r ir, minat d an gaya. Aspek li ngkunga n organi sas i dipred iks i memi l iki dam pak penti ng pada kompetensi peker j aa n di mas a mendat ang. Terdapat p er an uta ma ind ividu melip uti bud aya dan i kl i m. WIDYA ACCARYA 2025 st r ukt ur da n s i st em, kem at a nga n i ndus t r i pos i si st r at e gi s. K es em uanya te rdap at asp ek li ngkunga n or gani sa s i, eko nomi, pol it ik, sos ia l l ingkunga n dan agam a. P ada ri s et i ni t eor i konti gens i ti nda kan da n ki ner j a dap at d il i ha t dar i asp ek i ndi vidu da n tunt ut an pe ker j a n per tam a yang d imi li ki ol e h lul us a n P rodi Pend idi ka n G ur u Seko la h D a s a r (PG SD ) di e nam uni ver s it as d i wi la ya h So lor aya. Penelitian ini menguji kemampuan model Multidimensional scalling mampu memberikan informasi pengukuran terkait keunggulan mutu daya saing layanan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di enam universitas di wilayah Soloraya. Berlebih saat ini di wilayah Soloraya merupakan pusat keunggulan keilmuan kependidikan di Prov Jateng. Tujuan pembelajaran pendidikan guru sekolah dasar salah satu upaya agar peserta didik dapat mengajar kepada siswa secara profesional, santun dan berbudi pekerti luhur sesuai tingkat pendidikan dasar bagi anak didik ( Zuliana et al. Riset pengukuran mutu daya saing prodi ini memiliki kebaruan memodifikasi model melalui uji multidimesional scalling melalui obyek amatan sejumlah universitas baik negeri maupun swasta yang menyajikan layanan program studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) terbaik di wilayah Soloraya. Berbasis latar belakang diatas ditarik ajuan rumusan masalah riset AuVariabel pembentuk persepsi mahasiswa apa yang dominan berbasis elemen keunggulan mutu layanan pendidikan tinggi mampu membentuk peta posisi keunggulan mutu daya saing enam prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di wilayah Soloraya Au Riset ini secara umum memiliki tujuan menguji model keunggulan mutu daya saing prodi PGSD di enam universitas di wilayah Soloraya. Secara khusus riset ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa terkait keunggulan mutu daya tarik setiap program studi sebagai tujuan studi lanjut di tingkat pendidikan tinggi. Riset ini dapat menunjukkan preferensi mahasiswa terhadap keunggulan mutu masing-masing enam PGSD di multidimensional scalling. Riset ini mampu memberikan manfaat pengembangan model strategi pemasaran terkait kekhas prodi bagi tim penerimaan mahasiswa baru di lima universitas. P a g e 110 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Hasil kegiatan riset dapat diketahui posisi kompetitif mutu layanan masing-masing prodi PGSD melalui pendekatan ilmu manajemen stratejik maupun riset ilmu kependidikan melalui indikator keunggulan mutu pembelajaran Prodi PGSD meliputi aspek mutu pembelajaran, komitmen emosional, komitmen kognitif, komitmen pada tujuan, integrasi sosial, integrasi akademik, komitmen aktivitas universitas, komitmen keluarga dan komitmen lulusan diterima di pekerjaan. Hasil riset ini mampu memberikan universitas karena dapat diketahui posisi keunggulan kompetitif mutu layanan enam prodi PGSD. Posisi keunggulan daya saing ini dapat dijadikan strategi pemasaran, perencanaan dan pengembangan bagi keberlanjutan prodi di enam universitas bersangkutan. Berbagai manfaat dapat dicapai dari kegiatan riset ini, antara lain sebagai masukan bagi Tim Penerimaan mahasiswa baru universitas dalam berusaha merancang satu sistem layanan pendidikan tinggi berkualitas sesuai tujuan pencapaian visi universitas tersebut. Berbagai riset dengan topik amatan posisioning di ranah riset kontemporer masih ditemukan hasil saling melengkapi baik sebagai suatu tesa, anti tesa sehingga dapat menjadi sintesa baru yang dapat menjadi suatu celah fenomena, celah riset maupun sebagai celah teori. Obyek amatan riset keunggulan mutu daya saing dilakukan di lima prodi yang menawarkan layanan pembelajaran pendidikan PGSD di sejumlah universitas di wilayah jawa Tengah. Sebagai upaya agar layanan yang diberikan lebih baik di masa mendatang, atau memiliki mutu terjaga secara optimal menuju era program studi PGSD unggul memiliki daya saing global, pihak universitas perlu menerapkan sistem pengendalian manajemen yang mampu memetakan posisi keunggulan mutu daya saing prodi PGSD di Kompetensi lulusan Program Studi PGSD era global industri 5. 0 di masa mendatang diperlukan kompetensi: kemampuan berfikir analistis dan inovatif, skill daya pikir kritis, skill kreatifitas, originalitas dan inisiatif, memecahkan masalah sulit, skill logika penyelesaian masalah, reasoning, kemampuan WIDYA ACCARYA 2025 analitis sistem dan evaluasi, kepemimpinan dan kemampuan memberikan pengaruh kepada lingkungan sosial budaya dan kemampuan adaptasi teknologi bagi anak didik di jenjang pendidikan dasar (Mayasari et al, 2. Kegiatan riset ini melibatkan berbagai keahlian civitas akademika untuk menjamin obyektivitas luaran. Luaran hasil penelitian memuat : . identifikasi peta posisi daya saing mutu prodi pendidikan PGSD di enam universitas pada peta posisi persaingan layanan di wilayah Soloraya, . identifikasi mekanisme penyusunan strategi pemasaran atas preferensi mahasiswa berdasarkan posisi keunggulan daya saing masing-masing prodi pendidikan PGSD berbasis kegiatan mutu layanan pembelajaran. Multidimensional Scaling (MDS) Model Multidimensional Scaling (MDS) terkait pembuatan suatu peta . yang bertujuan untuk mengetahui posisi objek amatan dibanding dengan objek amatan lain berbasis kesamaan maupun ketidaksamaan ciri objek tersebut (Stamatis, 2. Multidimensional Scaling (MDS) dikenal diranah penelitian kilmu manajemen kontemporer sebagai suatu posisi skala Peta posisi ini menggambarkan persepsi masyarakat spasial maupun visual. Keterkaitan hubungan antar obyek dapat dipersepsikan merupakan hubungan psikologis antar stimulan. Hubungan ini diwakili secara perhitungan geometris melalui berbagai titik ruang multidimensi. Representasi geometris model dapat digambarkan dalam suatu peta Sumbu- sumbu peta spasial muncul melalui asumsi berbasis ranah di ilmu psikologi dan sosial. Dimensi dasar ini dapat dipakai berbagai periset untuk membentuk suatu peta persepsi dan preferensi terhadap suatu stimuli MDS populer digunakan dalam riset pemasaran, manajemen pendidikan mengidentifikasi daya saing suatu institusi (Stamatis, 2006 ). Konsep menurut riset Stamatis . menganggap seperangkat stimuli seperti merek, produk dan disajikan dalam seperangkat titik dalam suatu ruang mutidimensi. Konsep ini bertujuan untuk mengubah penilaian konsumen mengenai kesamaan atau preferensi semisal preferensi terhadap merek, institusi. P a g e 111 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index prodi, universitas maupun produk tertentu ke dalam suatu representasi grafis dengan tata letak dan jarak ke dalam suatu ruang yang bersifat multidimensi ( Lembang et al. Perceptual Mapping Persepsi merupakan suatu proses individu melakukan seleksi, mengorganisasi dan melakukan interpretasi stimuli sehingga memberikan makna dalam suatu gambar secara keseluruhan (Stamatis, 2. Dua orang individu apabila mendapatkan suatu stimuli sama, maka cara i n d i v i d u t e r s e b u t mengintepretasikan stimuli sangat bergantung pada kebutuhan ekspektasi dan nilai setiap Persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses psikologi yang beragam serta kegiatan ini melibatkan berbagai aspek ikutan (Stamatis, 2. Proses psikologi dari individu bermula dari aktivitas melakukan pemilihan, melakukan organisasi serta mampu melakukan interpretasi individu tersebut mampu mengartikan makna dari obyek (Hasanah, et. Proses munculnya persepsi dimulai adanya stimuli yang terserap oleh berbagi panca indra individu. Fenomena ini diketahui sebagai Awal dari mana stimuli munculi sangat beragam, berbagai riset meneliti kesemuanya berasal dari luar maupun dalam individu. Apabila stimuli berasal dari faktor eksternal, fenomena ini mampu memengaruhi pilihan konsumen. Beragam pilihan itu berasal dari kontras yang mencolok, intensitas, kebaruan, besar kecil ukuran obyek, pengulangan maupun gerakan. Riset mengidentifikasi peta persepsi prodi PGSD antar universitas di wilayah Soloraya dan menggunakan variabel bauran pemasaran mutu layanan universitas. Dalam proses mutu layanan, salah satu faktor penting yang memengaruhi konsumen adalah bauran pemasaran, selain itu juga terdapat faktor lain, semisal citra universitas. Citra universitas merupakan kombinasi dari berbagai dimensi mutu layanan yang dapat dirasa mahasiswa dari WIDYA ACCARYA 2025 memengaruhi persepsi dalam pengambilan keputusan mahasiswa melakukan admisi pada Peubah mengidentifkasi suatu persepsi mapping dan mengetahui posisi pesaing m e l a l u i s u a t u model u j i multidimensional Scaling. P e t a M D S dapat mengetahui kemiripan maupun ketidak miripan antar atribut masing-masing mutu layanan program studi PGSD di tiap universitas II. METODE Populasi . Sampel, dan Pengumpulan Data Populasi merupakan seluruh obyek yang mampu diteliti serta memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat diidentifikasi oleh kegiatan penelitian. Karakteristik tersebut mampu dipelajari dan dapat ditarik suatu simpulan (Hair et. al, 2. Populasi dalam kegiatan ini semua mahasiswa prodi PGSD di enam universitas di wil Soloraya yang menjadi mahasiswa. Sampel merupakan bagian dari populasi. Peneliti diberi hak mengambil sampel meskipun simpulan hasil riset akan digeneralisir dalam suatu penelitian dengan aturan yang telah disepakati. Sampel dapat diambil dengan ciri mampu mewakili semua karakteristik populasi. Dalam kegiatan riset apabila sampel tidak mampu mewakili karakteristik populasi, simpulan suatu riset akan terjadi bias (Hair et. al, 2. Dalam pengambilan jumlah responden, karena ukuran populasi b e l u m d a p a t d i k e t a h u i s e c a r a pasti karena keterbatasan waktu, b e a y a d a n m e t o d e . Metode Bernoulli dapat dipilih dalam acuan penentuan jumlah sampel. Teknik kegiatan riset ini non probability s a m p l i n g . Dalam riset ini dengan tingkat kesalahan diambil () sebesar 5% dan tingkat kebenaran 95% diperoleh nilai Z= 1,96 dan nilai e= 10%. Probabilitas populasi diambil bukan sebagai sampel 0,5. Dari perhitungan lanjut, diperoleh jumlah sampel minimum dari kegiatan riset sebesar 200 responden mahasiswa di enam Data yang berhasil dikumpulkan dalam riset dilakukan analisis lanjut melalui dua tahap, yaitu deskripsi data primer. Data primer merupakan data yang berhasil diperoleh darii hasil wawancara maupun dalam pengisian Hair et. al, . menjelaskan data P a g e 112 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index primer merupakan data dari sumber asli atau sumber pertama diperoleh secara umum dari Data ini ditemukan dalam bentuk kompilasi maupun dalam bentuk file-file. Data primer kegiatan riset ini diambil melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa prodi PGSD di 5 universitas di wilayah Provinsi jawa Tengah secara purposive sampling sebanyak 200 mahasiswa. Responden yang dipilih memiliki kategori dewasa, artinya mereka memiliki pemahaman cukup untuk merasakan mutu layanan prodi PGSD di 6 universitas di wilayah Soloraya. Tahap kedua dilakukan analisis data sekunder artinya analisis berbasis sumber yang berasal dari rujukan jurnal, internet, buku maupun sumber kepustakaan lain yang relevan. Teknik Analisis Data Multidimensional Scalling (MDS) Pada tahap awal, kuesioner disebar kemudian data kuesioner diuji kesahihan. Data sahih apabila memiliki alpha Cronbach 6, tetapi apabila alpha Cronbach yang dihasilkan berada pada rentang poin 0. 6 kuesioner ini masih dapat digunakan ( Borg, 2. Hasil pra survei terhadap butir kuesioner diperoleh butir kuesioner sahih dengan uji kesahihan alpha Cronbach 0. Setelah butir atribut diajukan sahih maka data dapat diolah pada tahap selanjutnya melalui Multidimensional scalling. Tahap olah MDS terdiri dari 5 tahap yaitu uji formulasi masalah Borg . dengan asumsi masukan data, uji prosedur MDS, dengan asums i jumlah dimensi, uji konfigurasi interpretasi, serta uji kesahihan dan keandalan. Pada tahap pertama dilakukan uji formulasi masalah sehingga diperoleh hasil dari tujuan pengolahan MDS. Tahap kedua dilakukan uji bagaimana mendapatkan data serta segera dilakukan input pada model. Dalam kegiatan ini dilakukan melalui 3 cara meliputi uji persepsi tidak langsung, uji persepsi langsung serta tahap akhir melalui uji preferensi. Persepsi tidak langsung merupakan suatu persepsi mahasiswa terhadap obyek berbasis kriteria yang telah terbentuk sejak awal di benak Persepsi langsung dapat diartikan merupakan persepsi mahasiswa terhadap universitas yang telah mereka kenal WIDYA ACCARYA 2025 berbasis kriteria lanjutan dari kriteria awal yang dimiliki responden. Peta preferensi dapat diartikan merupakan penilaian mahasiswa terhadap prodi PGSD di 6 universitas berdasarkan branding yang telah dibentuk di benak mereka baik branding favorit maupun branding tidak favorit. (Bijmolt, 2. Setelah dilakukan berbagai tahapan k e g i a t a n , perhitungan analisis persepsi diolah menggunakan software SPSS 21. Kegiatan tersebut dapat menjelaskan nilai rata-rata preferensi persepsi mahasiswa. Atribut dalam kuesioner yang masuk penilaian meliputi percaya emosional, komitmen kognitif, komitmen pada tujuan, integrasi sosial, integrasi akademik, komitmen aktivitas universitas, komitmen keluarga dan komitmen lulusan diterima di pekerjaan ( Hennig-Thurau et al, 2. Atribut ini dapat membentuk posisi satu prodi PGSD suatu universitas akan berbeda dengan beberapa universitas lain berbasis sumbu horisontal maupun sumbu vertikal. Kedua sumbu itu dapat diasumsikan mutu layanan keunggulan daya saing prodi PGSD dari aspek kualitatif maupun mutu layanan aspek kuantitatif. Luaran kegiatan ini secara implisit maupun eksplisit mampu menjawab tujuan yang diajukan dalam kegiatan riset, yaitu mengetahui peta persepsi mutu layanan keunggulan daya saing prodi PGSD Unwidha Klaten berbasis preferensi masyarakat dibandingkan dengan lima universitas pesaing antara laini UNS. Unisri. UTP. UMS dan Univet. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden digunakan sebagai narasi uji deskriptif obyek diteliti. Usia responden Usia responden diurai di tabel 1 Tabel 1. Usia Responden Usia Total Prosentase 18 Ae 21 22 Ae 25 Total Data primer diolah 2025 Tabel 1 memaparkan usia responden mayoritas berusia 22 sd 25 tahun . %) dan 18 21 tahun . %). Ini dapat diartikan mayoritas responden berada di semester ke 4 sd sem 10. P a g e 113 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Mereka memiliki pengalaman cukup dan telah menerima informasi memadai terkait mutu pembelajaran Prodi PGSD di enam Universitas selama mereka belajar. Uang saku bulanan Distribusi uang saku bulanan diurai di tabel 2 Tabel 2. Uang saku per bulan Uang saku Total < 800,000 Rp 000- 3. 000 Rp >3. 000 Rp Total Tabel 2 memaparkan mayoritas respoden mendapat uang saku diatas Rp 800. per bulan. Temuan riset diartikan mayoritas PGSD memiliki pendapatan menengah ke atas. Wilayah Soloraya merupakan wilayah di Prov Jateng dengan UMP menengah, beaya hidup rendah. Ini dapat diartikan mahasiswa memiliki daya beli cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan mereka selama menempuh studi Uji Kesahihan butir Uji kesahihan butir digunakan untuk mengukur butir pertanyaan dalam kuseisoner Butir pertanyaan sahih dapat diartikan butir instrumen mampu mengukur apa yang harus diukur. Uji Kesahihan butir diuji di tabel 3 dengan kajian pre tes terhadap 60 responden: Tabel 3. Uji Kesahihan Indikator R hitung percaya terhadap mutu kualitas pembelajaran komitmen emosional komitmen kognitif komitmen pada tujuan R tabel Status Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih WIDYA ACCARYA 2025 integrasi sosial integrasi akademik komitmen aktivitas universitas P1 Prosentase komitmen keluarga komitmen lulusan 10% diterima di pekerjaan Data primer diproses 2025 Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Sahih Hasil uji kesahihan butir dari tampilan tabel 3 diartikan semua butir dinyatakan sahih. Uji data primer ini membuktikan butir kuesioner mampu mengukur apa yang seharusnya diukur berbasis butir-butir instrumen keunggulan mutu pembelajaran sehingga mampu menggeneralisir model penelitian. Uji Keandalan Butir Uji Keandalan digunakan mengukur konsistensi alat. Artinya kusioner mampu mengukur ketepatan fenomena meskipun kegiatan dilakukan berulang kali. Uji keandalan butir dipaparkan di tabel 4 di bawah ini Tabel 4. Uji keandalan Butir Status Indikator R tabel percaya terhadap mutu Handal kualitas pembelajaran Handal komitmen emosional Handal komitmen kognitif Handal komitmen pada tujuan Handal integrasi sosial Handal integrasi akademik Handal komitmen aktivitas komitmen keluarga Handal Handal komitmen lulusan diterima di pekerjaan 2025 data primer diolah Handal Tabel 4 memaparkan uji keandalan, di dapat hasil diatas nilai disyaratkan sebesar 0. Berbasis paparan uji kegiatan dinyatakan semua butir kuesioner handal. Uji primer ini membuktikan kuesioner mampu diuji berulangulang dengan waktu berbeda dengan tetap P a g e 114 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index memiliki hasil sama atau konsisten. Hasil Uji Multidimensional Scaling Tahapan kegiatan uji kuantitatif lanjut berupa uji multivariat multidimensional scaling (MDS) menggunakan perangkat lunak SPSS (Hair et al. , 2. Uji Posisioning di tampilan peta persepsi mahasiswa diurai di gambar 1 dibawah ini : Sumber: data primer 2025 diolah Gambar 1. Peta posisi MDS enam prodi Berdasarkan uraian uji kesahihan dan keandalan butir kuesioner diurai di bab sebelumnya dinyatakan butir telah diuji secara rinci, sahih dan handal, pada tahap selanjutnya diurai di gambar 1 peta spasial posisi Prodi PGSD UNS dan PGSD UMS berada dalam satu kuadran yaitu kuadran I. Kuadran I menunjukkan posisi keunggulan mutu layanan pendidikan tinggi prodi PGSD relatif paling baik di aspek kualitatif dan aspek kuatitatif. PGSD UNS dan PGSD UMS memiliki reputasi keunggulan mutu program studi terbaik. UNS memiliki reputasi sebagai universitas negeri. UMS Muhammadiyah, memiliki akreditasi unggul dan lembaga ini telah beroperasi dengan waktu lebih lama . h nama IKIP) di wilayah Soloraya. Status PTN dan PT Muhammadiyah ini menyebabkan komitmen pendanaan Pemerintah maupun Lembaga Muhammadiyah melalui WIDYA ACCARYA 2025 Kemendiktisaintek sangat tinggi, disamping pendanaan dari UKT yang berasal dari pihak Status 4 Perguruan Tinggi lain merupakan universitas swasta dengan tumpuan pendanaan hanya dari pihak Yayasan/ Keunggulan status negri dimiliki UNS dan lembaga Muhammadiyah UMS menyebabkan respon mahasiswa di wilayah Soloraya menempatkan prodi PGSD UNS dan PGSD UMS berada pada kuadran I atau kuadran relatif paling unggul di aspek kualitatif dan Kuadran II, i dan IV ditempati PGSD Univet. PGSD Unwidha. Unisri dan UTP. Kuadran ini dimiliki oleh universitas yang memiliki keunggulan pada aspek/ dimensi dengan ciri khas kesamaan masing-masing prodi. Keempat Universitas ini memiliki Prodi dengan penilaian akreditasi Baik Sekali (B). Lokasi Unwidha berada di Kabupaten Klaten. Univet di Kabupaten Sukoharjo dan Unisri. UTP di Kota Surakarta sehingga masyarakat memiliki persepsi tersendiri terkait ciri unik dari aspek geografis, demografis keempat universitas. Kuadran II, i dan IV bagi responden memiliki kategori sebagai universitas kluster ekonomi masyarakat AutumbuhAy di pusat ekonomi kreatif lingkar pertumbuhan kluster wilayah SurakartaYogyakarta. Universitas pada posisi kuadran II i dan IV dapat dikategorikan sebagai posisi AupenantangAy posisi The Leader. Universitas ini berusaha keras untuk menyamai dalam menyajikan mutu layanan pendidikan tinggi prima sehingga di masa mendatang mampu mengejar ketertinggalan dari universitas yang memiliki kategori Unggul. PGSD Unwidha Klaten. Univet Sukoharjo. Unisri dan UTP Surakarta berada pada kuadran II, i dan IV, beberapa universitas ini memiliki akreditasi Baik Sekali sehingga terlihat berbeda posisi dengan kuadran dua universitas lain yang memiliki akreditasi Unggul. Posisioning Keunggulan Daya saing enam prodi PGSD Universitas di wilayah Soloraya Hasil riset ini membuktikan peta posisi berbasis uji Multidimensional scalling mampu menempatkan prodi PGSD masing-masing universitas pada empat kuadran berbasis persepsi Pendidikan tinggi berperan utama dalam membentuk karakter individu untuk P a g e 115 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index membentuk daya saing bangsa ( Rezai, 2017. Singh, 2. Lembaga pendidikan tinggi yang mampu menawarkan program studi PGSD unggulan di masa mendatang harus mampu berperan memberikan layanan pendidikan yang Semakin dinamis dan kompetitif layanan pendidikan tinggi di masa mendatang, semakin tinggi tuntutan masyarakat terhadap lembaga untuk memberi layanan bermutu di bidang pembelajaran ilmu PGSD. Masyarakat semakin menuntut universitas memiliki peran penting untuk menyiapkan tenaga profesional ilmu PGSD yang aplikatif serta mampu menjawab tuntutan keahlian di pasar kerja ( Cheung et. Dehghan et al, 2. Penilaian terhadap mutu layanan pendidikan tinggi yang menawarkan prodi PGSD harus dilakukan secara teratur dan mempertahankan maupun mampu meningkatkan mutu layanan prima (Teeroovengadum et al. Penempatan posisi masing-masing prodi PGSD dalam kegiatan riset ini berdasarkan kinerja tiap universitas yang telah mendapatkan penilaian masyarakat. Prodi PGSD yang memiliki posisi kurang baik terkait mutu daya saing di aspek kualitatif maupun kuantitatif harus mampu meningkatkan kinerja untuk mampu menggeser posisi di kuadran yang lebih baik, dengan kata lain harus mampu mendaya guna segala sumber daya yang dimiliki untuk mengejar keunggulan kompetitor (Diez-Busto et al, 2. Temuan masing-masing keunggulan daya saing prodi PGSD di enam universitas dalam peta posisioning ini selaras dengan temuan riset melalui berbagai obyek amatan pada bisnis retail Walundungo et al. Lembang et al. Nasihardani et al. ( 2. dan Amanah et al. Obyek amatan mirip dengan tema riset ini terutama pada layanan pendidikan tinggi dilakukan oleh Hasanah et al. Kemampuan model multidimensional scalling mampu memrediksi berbagai obyek amatan, menjadikan temuan dari model riset ini memiliki kebaruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset ilmu pemasaran stratejik dan ilmu kependidikan. Riset ini telah dilakukan kaidah akademik semestinya sesuai prinsip penelitian ilmiah oleh Sekaran ( 2. WIDYA ACCARYA 2025 sebagai Aothe hallmarks of scientific research,Ay antara lain purposiveness, rigor, testability, obyectivity, generalizability dan parsimony. Peta hasil riset terkait posisi berbasis Multidimensional scalling bersifat dinamis. Peta masing-masing daya saing prodi PGSD universitas dapat bergeser sesuai perubahan selera Agresivitas tiap-tiap universitas dalam mengejar mutu pembelajaran berpengaruh posisi masing-masing universitas. Tuntutan semakin tinggi konsumen menuntut pengelola universitas mampu menawarkan layanan pembelajaran ilmu PGSD unggulan serta tidak boleh memiliki pola pikir lamban (Sudarya. Tuntutan era disruptive terkait bisnis model pendidikan tinggi ilmu PGSD di masa mendatang menuntut semakin tingginya agresivitas pola pikir pengelola untuk meningkatkan mutu daya saing lembaga secara revolusioner. Pembelajaran pendidikan tinggi ilmu PGSD merupakan peubah nir kendali dari pengelola universitas. Temuan riset ini dapat diartikan mahasiswa di enam universitas memiliki kepercayaan diri kuat terhadap keyakinan untuk menilai masing-masing kinerja tiap universitas. Di masa mendatang tuntutan mereka untuk dilayani secara prima merupakan peubah nir kendali bagi pengelola program studi untuk semakin menawarkan pembelajaran ilmu PGSD unggulan. IV. SIMPULAN Berbasis keunggulan kinerja mutu layanan pembelajaran pendidikan tinggi di enam Prodi PGSD terkait aspek kualitatif dan kuantitatif sesuai gambar peta Mulidimesional Scalling yang telah diurai di bagian pembahasan, terhadap enam universitas memiliki masing masing nilai untuk menentukan posisi keunggulan mutu layanan pendidikan tinggi. Masing-masing universitas memiliki sebaran nilai posisi tertinggi dan terendah terkait dimensi aspek mutu layanan. Prodi PGSD UNS dan PGSD UMS memiliki posisi kinerja mutu layanan pendidikan paling Sedangkan Prodi PGSD Unwidha. Unisri. UTP dan Univet memiliki posisi kategori tumbuh dan penantang untuk mengejar ketertinggalan dari aspek mutu layanan pendidikan PGSD baik dari aspek fisik maupun aspek non fisik. Terdapat titik titik lemah pada masing-masing universitas di benak persepsi mahasiswa yang dapat dijadikan P a g e 116 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index masukan tindak lanjut perbaikan posisi mutu daya saing layanan pembelajaran menuju program studi PGSD unggulan pada masingmasing universitas. Setiap universitas harus meningkatkan daya saing mutu layanan. Penguatan kapasitas mutu layanan pendidikan tinggi terutama program studi PGSD secara kualitatif dan kuantitatif harus terus dilakukan untuk meningkatkan derajat mutu layanan pendidikan tinggi masyarakat di wilayah Prov Jawa Tengah. Perlu dicermati dan dilaksanakan saran-saran konstruktif, masih adanya keluhan yang muncul dari respon mahasiswa pada mutu layanan setiap universitas. Perlu dilakukan survei secara mendalam dan berkelanjutan sebagai akibat berubahnya selera dan preferensi masyarakat terkait harapan, keinginan dan kebutuhan terhadap mutu layanan pendidikan Kesemuanya menghadapi semakin berat tantangan dengan berkembangnya teknologi maju di ranah pendidikan tinggi di era revolusi industri 5. 0 di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA