TRANSFORMASI NILAI-NILAIRELIGIUS RELIGIUS RANSFORAMSI NILAI-NILAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER (Studi Kasus pada Siswa SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kedir. Arnani Faiziyah Program Pascasarjana Institute Agama Islam Tribakti Kediri Abstrak Pembentukan karakter masyarakat khususnya anak usia sekolah harus terus Lebih utama lagi pembentukan karakter religious, karena dengan karakter yang baik dapat memberikan kekuatan pada mereka untuk menghadapi berbagai persaingan dalam hidupnya. Penelitian ini bertumpu pada Transformasi Nilai-Nilai religius dalam pembentukan karakter pada siswa SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri. Adapun focus penelitian adalah: . Bagaimana bentuk transformasi nilai Aenilai religius yang diterapkan SMK Arrahmah dalam membentuk karakter peserta didik. Bagaimana tanggapan guru dalam proses transformasi nilai-nilai religius dalam pembentukan karakter di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitataif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menghindari kesalahan maka diadukan pemeriksaan keabsahan temuan dengan menggunakan 3 macam yaitu: kepercayaan . Ketergantungan . , dapat dipertangjawabkan (FHUWLADEOH). Kemudian data dianalisis dengan megorganisasikan data, semua data dari lapangan sudah terkumpul, selanjutnya peneliti mengolah dan menganalisis data secara deskriptif kualitatif. Akhirnya, penelitian ini berhasil memperoleh temuan sesuai pertanyaan permasalahan yang pada garis besarnya dapat disaimpulkan swebagai berikut: . SMK Arrahmah Purwotengah papar Kediri sudah menerapkan nilai-nilai religius dalam pembentukan karakter pada peserta didiknya. Pembentukan karakter yang diarahkan di SMK Arrahmah meliputi pembentukan karakter keagamaan dan karakter kewarganegaraan. Tanggapan guru dalam penerapan kearifan lokal adalah dengan memasukan materi kearifan lokal melalui bimbingan-bimbingan dan pembelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter yang dimasukkan ke dalam Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Religius. Kata Kunci: Transformasi. Nilai-Nilai Religius, dan Karakter Konteks penelitian Salah satu yang perlu mendapat perhatian pada era globalisasi adalah identitas kebangsaan. Derasnya globalisasi dikhawatirkan mengakibatkan terkikisnya kecintaan generasi muda pada bangsa dan negara menjadi kian memudar. Dan kekhawatiran lainnya yaitu mereka tidak lagi bangga dengan budaya daerahnya . udaya Oleh karena itu penanaman budaya lokal sangat penting kepada peserta didik dan dapat juga membantu untuk menanamkan rasa Pembelajaran berbasis budaya bukan hal yang baru, karena beberapa negara telah mempraktekkannya, seperti Jepang dan Ini disebabkan juga dengan kehadiran globalisasi kontemporer telah melahirkan ancaman keberadaan identitas dan budaya 1 Sebagai contoh kesenian angklung Kenichi Ohmae. The End of Nations State. The Rise of Regional Economies (California. California University Press, 1. , 55 Transformasi Nilai-nilai Religius dalam . (Arnani Faiziya. di Jawa Barat andaikata tidak direvitalisasi oleh Mang Ujo dengan nama AuSaung mang UjoAy kemungkinan besar akan mengalami kepunahan, padahal kesenian tersebut merupakan salah satu ciri nilai-nilai religius Jawa Barat dan permainannya yang dinamis dan ceria menggambarkan karakter orang Sunda. Menurut Komarudin Hidayat, yang lebih mewarnai dan menarik perhatian generasi PXGDDGDODKGXQLDKLEXUDQ IXQDQGAOP 2 serta gaya hidup yang serba permissive. Walaupun demikian hebatnya globalisasi namun menurut Sardjiyo dan Paulina Pannen3 bahwa peran pendidikan dalam proses akulturasi menjadi sarana utama dalam pengenalan beragama budaya baru yang kemudian akan diadopsi oleh sekelompok siswa dan dikembangkan serta dilestarikan. Budaya baru sangat beragam, mulai dari budaya yang dibawa oleh masing-masing peserta didik dan masing-masing ilmu yang berasal bukan dari budaya setempat, budaya guru, budaya sekolah, dan lain-lain. 4 Sehingga perpaduan tersebut di atas kadangkala bisa menjadi hal negatif yang menyebabkan siswa mengalami kehilangan identitas budaya lokal maka perlu adanya rambu-rambu yang jelas yang mengatur masalah penerbitan dan peran pusbuk sangat Fokus Penelitian Bagaimana bentuk transformasinilai-nilai religius yang diterapkan SMK Arrahmah dalam rangka membentuk karakter peserta Bagaimana tanggapan guru dalam proses transformasinilai-nilai religius dalam pembentukan karakter di SMK Arrahmah Komarudin Hidayat, merawat Budaya, dalam Tonny Widiatsono . Pendidikan Manusia Indonesia (Jakarrta: Buku Kompas, 2. , 97-98. Sardjiyo adalah dosen pada FKIP Universitas Terbuka. Paulina Pannen adalah Direktur Seamolec, keduanya mengadakan penelitian yang berkaitan dengan penerapan kearifan lokal Sardjiyo dan Paulina Pannen. AuPembelajaran Berbasis Budaya: Model Inovasi Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis KompetensiAy, dalam Jurnal Pendidikan vol. 6, no. September 2005, 83-96, diakses tanggal 12 Desember 2015. Jam 13. Purwotengah Papar Kediri? Kerangka Teori Urgensi Nilai-nilai religius di Sekolah Nilai-nilai dikembangkan di sekolah-sekolah, terlebih pendidikan karakter. Namun demikian tidak semua kepala sekolah atau lembaga pendidikan dapat mengangkat hal tersebut untuk dapat mengembangkan sebagai program unggulan sekolah dalam pembentukan karakter peserta Hal ini disebabkan kekurang pahaman tentang nilai-nilai religius itu sendiri dan bagaimana mengembangkannya, oleh karena itu akan ditampilkan berkaitan dengan nilainilai religius. Beberapa pendapat ahli berkaitan dengan nilai-nilai religius di antaranya: Menurut Sartini dalam beberapa kamus bahwa nilai-nilai religius . ocal wisdo. terdiri dari dua kata: kearifan . , dan lokal . Dalam kamus bahasa inggris Indonesia John B. Echols dan hasan Sadily, local berarti setempat sedangkan wisdom . sama dengan kebijaksanaan. Maka local wisdom . earifan setempa. dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat . yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota 5 Jelas di sini bahwa nilai-nilai religius itu berkaitan dengan nilai-nilai baik yang merupakan warisan nenek moyang masa lalu dan dijadikan pedoman atau landasan berpijak oleh anggota masyarakat. Karena bangsa Indonesia merupakan bangsa timur yang religi6, maka budaya . ilai-nilai religiu. nya pun bernuansa ketimuran dan bernuansa Menurut yadi Ruyadi, mengutip pendapat Alwashilah menegaskan setiap suku bangsa Indonesia yang Bhineka memiliki Sartini. Menggali Kearifan lokal Nusantara Sebuah kajian Filsafati, http://dgi. com/wpcontent/uploads/2009/02/menggalikearifanlokalnusantara1. pdf di akses pada tanggal 20 Juni 2016 Bangsa yang religi di sini maksudnya bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah tentang masuknya agamaagama besar pernah berada dinegeri ini dan dianut oleh penduduk nusantara. | Vol. No. Mei 2017 : 12 - 21 kebusdayaan sendiri, memiliki nilai-nilai budaya luhur sendiri, dan memiliki keunggulan lokal . ocal, knowledge, local wisdo. sendiri inilah yang melahirkan pendidikan bermakna deklibretif, yaitu setiap masyarakat berusaha mentransmisikan gagasan fundamental yang berkenaan dengan hakikat dunia, pengetahuan, dan nilai-nilai. Pembentukan Karakter Pada Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Religius. Seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa nilai-nilai religious merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan pembentukan karakter seseorang, dan setelah ditampilkan di atas masing-masing daerah di Indonesia memiliki nilai-nilai religius yang berbeda-beda. Oleh karena itu Wuri Wuryandari dalam artikelnya tentang AuIntegrasi Nilai-Nilai Religius dalam Pembelajaran Untuk Menanamkan Nasionalisme di Sekolah DasarAy, menyatakan guru dalam melakukan pembelajaran diupayakan untuk memanfaatkan nilai-nilai religius sebagai sumber pembelajaran untuk peserta didik. Nilai-nilai religius memanfaatkan nilai-nilai religious sebagai sumber pembelajaran untuk peserta didik. Nilai-nilai religius yang ada di sekitar sekolah dan siswa diintegrasikan dalam pembelajaran. Penggunaan sumber belajar ini diharapkan akan ikut beerperan serta dalam meningkatkan rasa nasionalisme peserta didik. 8 Sebagaimana Hawasi dalam AuNilai-nilai religius yang terkandung dalam sastra mistik jawaAy pada bagian kesimpulan diakatakan kearifan yang terdapat pada sastra Jawa banyak dipengaruhi oleh agama Islam, dalam hal ini tasawuf yang bersinergi dengan nilai-nilai mistik kebatinan Yadi Ruyadi. AuPendidikan karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal (Penelitian terhadap masyarakat adat Bendakerep cirebon. Jawa barat Untuk Pengembangan Pendidikan Karakter di SekolahAy, . http:// edu/Direktori/PROCEEDING/UPI-PSI/2010/ Book3? MODEL_PENDIDIKAN_KARAKTER_ , di akses 2 Juni 2016 Wuri Wuryandari. AuIntegrasi Nilai-Nilai religious dalam Pembelajaran Untuk menanamkanNasionalismediSek olahDasarAy,KWWSVWDIIXQ\DFLGVLWHVGHIDXOWAOHV%,1TEGRASI20NILAINILAIRELIGIUSDALAMPEMBELAJARANUNTUKMENANAMKANNASIONALISME DI SEKOLAH DASAR. pdf di akses 25 Juli 2016 Jawa yang bermuara pada aajaran-ajaran tentang pengetahuan . dan cinta serta etika atau ajaran moral. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Apabila dilihat dari sudut pandang bidang keilmuan, maka penelitian yang penulis lakukan dalam tesis ini termasuk jenis penelitian Yang mana, tujuan dilakukan penelitian pendidikan adalah menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan, dan mengendalikan kejadiankejadian dalam lingkungan pendidikan. Ditinjau dari tempat penelitian, penelitian ini termasuk dfalam penelitian lapangan (Filed Researc. yang berusaha meneliti atau melakukan satudi terhadap realita kehidupan Sementara jika daitinjau dari sudut kemampuan atau kemungkinan suatu penelitian dalam memberikan informasi, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Artinya, data yang diperoleh . erupa kata-kata, gambar, dan perilak. tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka atau frekuensi. Hawasi. AuDalam Kearifan Lokal yang Terkandung Dalam Sastra Mistik JawaAy. D39. Proceeding PESAT (Psikologi. Ekonomi. Sastra. Arsitek dan SDipi. Auditorium Gunadarma, http://search. mywebsearch/GGmain. jhtml?searchfor=kearifan loka l terkadang dalam sastra mistik di akses tanggal 5 Juni 2016. 10 DjamAoan Satori & Aan Komariyah. Metodologi penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. , 25 11 Arif Furchan. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif (Surabaya: Usaha Nasional, 1. , 45 12 Suharsini Arikunto. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 9 13 Ibid, 43 Transformasi Nilai-nilai Religius dalam . (Arnani Faiziya. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memberikan gambaran mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Bentuk Transformasi Nilai-Nilai Religius di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri Pengembangan budaya setempat yang ada nilai-nilai religiusnya penting sebagai manusia budaya, manusia mengenal susila, mengenal moral. Manusia selain tahu apa yang benar dan apa yang salah . , manusia juga tahu barang apa yang baik dan barang apa yang buruk, dapat berbuat baik, tetapi dapat juga berbuat buruk . Manusialah yang dapat menghayati norma-norma dan nilai-nilai dalam kehidupannya, sehingga orang dapat menetapkan tingkah laku mana yang baik dan tingkah laku mana yang tidak boleh dilakukan karena buruk atau tidak pantas. Manusia mengahayati tata tertib hidup kemasyarakatan. Di sinilah letak peranan dan pengembangan nilai-nilai religius dalam menjaga harmonisasi hubungan manusia dengan khaliknya (Allah SWT) serta antara manusia dengan manusia lainnya . asyarakat sekita. menjadi lebih baik lagi. Terkait dengan wilayah penelitian penulis yaitu daerah Kediri. Kabupaten Kediri hingga saat ini telah berkembang pesat menjadi kota bernuansa metropolitan. Berbagai mall dan perumahan banyak dibangun di berbagai pelosok kota. Bahkan sebentar lagi kabupaten Kediri berencana akan membangun Bandar Udara. Diferensiasi profesi penduduk sudah semakin lebar. Berbagai profesi dapat ditemukan bdengan mudah di kabupaten ini. Begitu pula keragaman penduduknya, baik dari sisi sosiologis, budaya maupun agama, hingga berdampingan sejak lama. Penduduk asli atau lebih dikenal dengan sebutan Kediri Asli pun menerima berbagai perbedaan dengan tangan Walaupun di sebagian wilayah muncul NRQyALN EHUQXDQVD 6$5$ VDPSDL VDDW LQL EHOXP WHUGHQJDU NRQyALN \DQJ EHUNHSDQMDQJDQ 14 Nurul Zuriah. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 94 15 Ki Fudyartanta, membangun Kepribadian watak Bangsa Indonesia yang harmonis dan Integral (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 99 dan mengancam ide pluralisme. Penduduk Kabupaten Kediri cukup dewasa menerima berbagai perbedaan pandangan ideology, agama, dan kultur masing-masing warganya. Kesenian barongsay dapat bebas ditampilkan bersanding dengan acara keislaman. Begitu pula anak-anak sekolah bisa bebas belajar di berbagai sekolah tanpa ada pembatasan sekat-sekat sosiologis. Hampir semua suku atau ras ada dan tinggal di Kediri. Kita dengan mudah menemukan rumah orang Korea berdampingan dengan warga yang berasal dari Sumberejo Kandat Kediri. Begitu indahnya keberagaman yang ditampilkan oleh warga Kediri. Dari gambaran sekilas tentang daerah penelitian di atas tentunya juga sedikit banyak akan mempengaruhi budaya sekolah, yang dampaknya pun akan dirasakan pada pengembangan budaya tersebut di sekolah. Hal ini juga tergambar pada SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri yang menjadi obyek Tanggapan Guru Proses Transformasi Nilai-Nilai Religius Dalam Pembentukan Karakter di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri Pengembangan nilai-nilai religius di sekolah tentunya berkaitan dengan peran guru/pembimbing di sekolah. Membimbing itu juga bisa terjadi antara seseorang dengan orang lainnya, tanpa memandang tingkatan usia, derajat-derajat, dan status sosialnya. Kedalaman pemahaman akan permasalahan, dan ketulusan niat seseorang dapat juga menyebabkan seseorang dimintai bimbingan oleh orang lain. Dari uraian di atas bahwa guru khususnya guru di SMK Arrahmah salah satu tugas/tupoksinya adalah memberikan bimbingan kepada peserta didik tanpa adanya diskrim,inasi dan memberikan pemahaman atas masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, membimbing dengan nurani adalah mengarahkan . orang lain kearah yang lebih positif, tanpa membuat mereka merasa Membantu seseorang menyelesaikan | Vol. No. Mei 2017 : 12 - 21 masalahnya dengan memberikan masukanmasukan yang konstruktif, dengan cara yang arif, sehingga yang dibantu tidak merasa diajari dan tidak ada kesan Ausaya lebih hebat dari kamuAy. Proses seharusnya tidak amenggurui, otoriter dan distruktif, namun diusahakan pembimbingan itu dilakukan dengan searif mungkin. Dalam arti memanusiakan anak didik. Tantangan terbesar bagi guru di SMK Arrahmah adalah bagaimana agar pilihan-pilihan, pengajaran-pengajaran dan pembelajarn-pembelajaran dan menjadi keniscayaan pada budaya kita mendapatkan makna secara spiritual bagi peserta didik. Walaupun jadi bersifat negatif. Hal itu dapat terjadi ketika lingkungan, kultur dan struktur yang melingkupi SMK Arrahmah kehilangan lagi roh aslinya sehingga mereka tidak lagi memiliki Merawat tradisi sekolah, termasuk menumbuhkan sikap kritis dan waspada, serta mau mengevaluasi diri terus menerus agar apa yang sudah terwariskan selama ini merupakan hal-hal yang baik. Ada dimensi korektif dan kritis dalam menjaga dan merawat tradisi Bentuk Transformasi Nilai-Nilai Religius di SMK Arrahmah Pembentukan pengintegrasian nilai-nilai religius di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri telah diuraikan pada bab sebelumnya membutuhkan berbagai pendekatan dan dukungan dari berbagai pihak demi keberhasilannya. Namun pada akhirnya adalah bagaimana kegiatan tersebut kemanfaatnya dapat dirasakan terutama pada peserta didik dan umumnya semua stake holder pendidikan. Selanjutnya proses pendidikankarakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia . ognitif, afektif, psikomotori. dan fungsi totalitas sosiokultural pada konteks interaksi dalam keluarga, satuan pendidikan serta Pengkategorian nilai didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia . ognitif, afektif, dan psikomotori. dan fungsi totalitas sosial-kultural dalam konteks interaksi . alam keluarga, satuan pendidikan, dan masyaraka. dan langsung sepanjang KD\DW . RQAJXUDVL NDUDNWHU GDODP NRQWHNV totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam: . olah hati. olah pikir. olahraga/kinetetik. olah rasa dan karsa. Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi, serta masing-masingnya secara konseptual merupakan gugus nilai luhur yang di dalamnya terkandung sejumlah nilai. Pada bab ini tentunya akan diuraikan lebih mendalam pembentukan karakter yang diharapkan pada peserta didik pada kegiatan tersebut kaitannya: dengan karakter Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan terdapat hal-hal lain selain tiga tersebut di atas. Untuk lebih detail dan jelasnya akan diungkapkan pada sub bab di bawah ini. Karakter Keagamaan Seperti telah diuraikan pada bab IV bahwa daeerah Purwotengah papar Kabupaten Kediri dan daerah sekitar yang berdekatabn dengan Nganjuk memiliki kesamaan pada tradisi maupun keagamaannya dengan waerga asli suku Jawa. Karena memang sebenarnya mereka masih ada ikatan keturunan. Karena penanaman, pengembangan, pengintegrasian nilai-nilai religius dan karakter bukan hanya terkait dengan masyarakat sekitar, tetapi juga berhubungan dengan sekolah, patut disimak juga pernyataan dari pakar pendidikan karakter Doni Koesoema A, bahwa corak hubungan antar pribadi dalam sebuah sekolah yang memiliki jiwa pengembangan pendidikan karakter selalu bersifat interpersonal, timbal balik dan mengatasi batas-batas pagar sekolah. 16 Fasli Djalal dkk. Panduan Pendidikan karakter. Kementerian Pendidikan Nasional . adan Penelitian dan Pengembangan Kurikulu. , 2011, 9-10 Transformasi Nilai-nilai Religius dalam . (Arnani Faiziya. Ini terjadi karena tanggung jawab guru sebagai pendidik karakter tidak berhenti selepas jam Guru tetaplah pendidik karakter di manapun dia berada dalam perjumpaan dengan rekan-rekan guru dan para siswa. Kekeliruan memahami corak relasional dasar dalam pendidikan karakter, bisa membuat program pendidikan karakter itu berhenti atau gagal. utama diharapkan peserta didik setelah selesai melaksanakan proses pembelajaran maupun setelah lulus dari sekolah memiliki salah satunya karakter kenegaraan yang kuat sebagai bentuk kecintaan mereka kepada negara dan tanah airnya. Sehingga berbagai pendekatan pembelajaran untuk menuju pembentukan karakter tersebut dicoba. Sebagai contoh pendidikan karakter yang dipahami secara sempit sekedar proses pembelajaran nilai yang sifatnya monolog. Satu arah, dari guru menuju siswa, dan cakupan tanggung jawabnya dibatasi ketika guru ada di sekolah membuat proses pendidikan karakter menjadi fragmentaris, parsial, dan Situasi ini lama kelamaan membuat dioskrepansi anatar peranan guru didalam dan diluar sekolah. Jika ini terjadi, pendidikan karakter hanya terjadi di sekolah saat siswa berjumpa dengan guru, namun setelah itu, tidak ada lagi unsur tanggung jawab dari masingmasing individu untuk menjaga keutuhan dan konsistensi dalam mengembangkan karakter. 0DND\DQJWHUMDGLDGDODKUHODVLVHPXPXQDAN yang hanya baik kalau berada dalam relasi formal, terutama saat guru mengajar di kelas. Diluar itu, hubungan antar individu itu sama sekali tidak relevan dan tidak berhubungan. Gejala seperti ini banyak di sekolah kita karena pendidik masih menganggap bahwa tugas utama mendidik mereka di sekolah, sedangkan diluar sekolah adalah tanggung jawab orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu pendidikan karakter di SMK arrahmah merupakan upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk menanamkan nilai-nilai perilaku peserta didik yang berhubungan dengan Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Walaupun bukan hal yang mudah untuk meraih sebagaimana dijelaskan oleh para pakar di atas namun semangat yang ingin dicapai oleh SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kwediri dalam kegiatan tersebut, dan merupakan program sekolah, disambut antusias oleh pesertra didik. Hal ini terbukti berdasarkan hasil angket seperti yang tertera di atas. Semuanya dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah yang merupakan target/ sasaran harus dicapai dalam waktu 5-10 tahun ke depan Karakter Kenegaraan Dalam pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah apaun mata pelajarannya tuntutan Sementara kegiatan pembelajaran di SMK Arrahmah dalam kerangka pengembangan karakter peserta didik dapat menggunakan pendekatan belajar aktif seperti pendekatan belajar kontekstual, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran pelayanan, pembelajaran berbasis kerja, dan ICARE (Intrioduction. Connection. Appllication, 5HyAHFWLRQ ([WHQVLRQ GDSDW GLJXQDNDQ XQWXN pendidikan karakter. Pengetahuan tentang moral bisa didapat seseorang dengtan adanya nilai-nilai- lalu nilainilai itu dapat mempengaruhi diri seseorang juga bisa mempengaruhi manusia sesamanya. Lalu kesemuanya akan membentuk karakter/ kepribadian seseorang. Kepribadian yang baik itu tentunya moral feeling dan moral action, sehingga seseorang akan menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik. Tentunya disebabkan salah satu dari lingkungan yang baik, baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Ini dimungkinkan juga karena lingklungan tersebut telah memiliki kearifan yang diciptakan oleh pendahulu mereka. Lalu SMK Arrahmah melanjutkannya dengan cara melaksanakan nilai-nilai religius. Atau bisa dengan melihat dampak lingkungan yang akan membentuk para peserta didik ketika mereka nanti kembali pada masyarakatnya. Oleh karena itu SMK Arrahmah mengantisipasinya dengan cara | Vol. No. Mei 2017 : 12 - 21 mempersiapkan bisa diterima oleh lingkungan dalam stragle of life . empertahankan dir. Kenyataan ini ditangkap oleh SMK Arrahmah Purwotengah Papar kediri karena lingkungan sekitar merupakan daerah industri, sudah pasti mnemilikinm potensi besar menghasilkan produk-produk tentunya diperlukan lulusan SMA dan sederajat yang dapat memiliki kreativitas dalam mencipta dan mengolah Dengan ini pula maka diharapkan kecintaan mereka terhadap tanah airnya semakin tinggi. Itulah gambaran yang sedang dilakukan oleh SMK Arrahmah dalam rangka pembentukan karakter kenegaraan dari kegiatan pelaksanaan nilai-nilai religius. Kenyataan ini yang mendorong sekolah mencanangkan visi dan misinya untuk melaksanakan nilai-nilai Sekaligus menjaga mutu lulusan di masyarakat dan mempertahankan keimanan, di era industrialisasi dan globalisasi di daerah Karakter Kewarganegaraan Untuk menguraikan tentang bagaimana pembentukan karakter kewarga negaraan ada baiknya kita amati pendapat ahli tentang warga negara/masyarakat Indonesia. Dibyorini . 5: 158-. mengutip pendapat Nasikun. Nort. Geertz, dan Magnis Suseno tentang kemajemukan masyarakat Indonesia. Nasikun mengatakan masyarakat Indonesia sebagai sesuatu yang unik. Secara horisontal masyarakat Indonesia ditandai dengan kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, perbedaan agama, adat, perbedaan kedaerahan, dan Sedangkan secara veretikal, struktur masyarakat Indonesia ditandai dengan adanya perbedaan antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam. Selanjutnya Nort menyatakan bahwa masyarakat majemuk dapat dibedakan dalam tiga jenis, yaitu: pertama, kemajemukan ketimpangan distribusi barang-barang yang dibutuhkan, karena persiapan terbatas. Hanya masyarakat yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi, nmaka akan mendapatkan barangbarang yang diinginkan. Kemajemukan ini sering dikatakan sebagai kemajemukan didasarkan pada ukuran ekonomi. Keda, menurut difefrensiasi fungsional, yaitu berdasarkan pembagian kerja dalam suatu organisasi yang muncul karena melaksanakan pekerjaan yang berlainan, baik berdasarkan keahlian, keterampilan, pendidikan maupun yang lainnya. Ketiga, adalah kemajemukan menurut adat, yaitu aturan-aturan untuk berperilaku yang dianggap tepat bagi suatu masyarakat sesuai dengan waktu dan tempat yang digunakan. Dengan demikian setiap masyarakat memiliki aturan bagi warganya, dan aturan yang berlaku pada masyarakat tertentu belum tentu sama dapat diterapkan pada masyarakat yang lain. Aturan inilah yang sering disebut dengan tata cara, kebiasaan atau adat istiadat. Pembentukan karakter kewarga negaraan pada kegiatan nilai-nilai religius di sekolah memiliki multi dimensional yang terdiri dari empat dimensi pokok yaitu . dimensi pribadi, . dimensi sosial, . dimensi spasial dan . dimensi temporal. Model untuk menanamkan nilai-nilai positif pada peserta didik ternyata sangat mungkin untuk dimplementasikan di sekolah, sekalipun sekolah itu memiliki fasilitas pembelajaran yang relatif terbatas, asalkan gurunya mempunyai semangat untuk mengimplementasikannya. Komitmen dan kemauan guru dalam mengembangkan aspek nilai-nilai religius dalam pembentukan karakter sangat penting. Komitmen guru akan menjadi pengarah sekaligus sumber energi dalam mewujudkan sasaran yang diinginkan. Beban mengajar seerta segala kompleksitas masalahnya dapat mengesampingkan niat mengembangkan aspek pembentukan karakter. Tanpa kemauan yang kuat sangat mungkin guru akan kembali terjebak pada pembelajaran yang hanya mengejar materi dan nilai semata. Pengembangan aspek pembentukan karakter Memasukkan aspek pembentukan karakter GDODP SHPEHODMDUDQ PHQXQWXW NUHDWLAWDV JXUX dalam mengelola kelas. Guru perlu memiliki Transformasi Nilai-nilai Religius dalam . (Arnani Faiziya. pemahaman dan kemampuan menerapkan bertbagai model, teknik, metode, pendekatan, dan strategi mengemas nilai-nilai religius yang ada dalam nmembentuk karakter peserta didik. Tidak ada lilin padam menerangi lingkungan, tidak pula ada orang buta menjadi penunjuk Hanya guru kompeten yang dapat mengembangkan aspek pembentukan karakter dalam pembelajaran. Dari pembahasan di atas, maka dapat peneliti katakan bahwa pembentukan karakler nmelalui transformasi nilai-nilai religius mempunyai tujuan pwmbelajaran yang lebih unggulan dalam pendidikan karakter, maka hendaknya lebih serius tidak setengah hati Lalu diadakan penelitian lebih mendalam terhadap keunggulan setempat yang benar-benar dapat dijadikan model pengembangannya. Tidak seolah-olah merupakan program dadakan dan hanya pemenuhan sesaat. Sehingga kebermaknaan program tersebut dapat dirasakan oleh stake holder sekolah terutama peserta didik Guru hendaknya memasukkan penerapan nilai-nilai religius dalam kurikulum, sehingga tidak hanya menjadi kurikulum Kesimpulan Setelah melakukan penelitian dan pembahasan dengan menggunakan metode yang telah disebutkan, sampailah peneliti pada hasil pewnelitian ini yang peneliti simpulkan sebagai berikut: Bentuk transformasi nilai-nilai religius di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri program PBNR (Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Religiu. di antaranya pembiasaan sholat dhuha, shalat duhur berjamaah, istighosah, dan halal bi bahal. Tanggapan guru terhadap pelaksanaan transformasi nilai-nilai religius dalam pembentukan karakter pada peserta didik di SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kediri 90% mendukung dan hanya 10% yang netral dan dalam aplikasinya guru sudah menerapakan nilai-nilai religius dalam setiap pembelajaran namun belum tertuang secara eksplisist dalam silabus dan RPP. Saran Dari hasil penelitian tentang transformasi nilai-nilai religius dalam pembentukan karakter . tudi kasus pada SMK Arrahmah Purwotengah Papar Kedir. maka peneliti memberikan saransaran sebagai berikut: Untuk lebih fokus disarankan kepada sekolah hendaknya jika ingin menjadikan nilai-nilai religius menjadi program DAFTAR PUSTAKA Almandari. Syarifudin. Rumahku Sekolahku-DNDUWD3XVWDND=DKUD Arikunto. Suharsini. Prosedur Jakarta: Rineka Cipta Bernard. Henry. AuThe American Journal of educationAy, volume 10, 174 Syarif. Al-jufri dkk. Reorientasi Ilmu Pendidikan di Indonesia. Jakarta Education: IKIP Muhammadiyah Jakarta Press Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya. Bandung: J-Art Departemen Pendidikan nasional. AuMetodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai BudayaAy, http://rumahinspirasi. com/18-nilaidalampewndidikan-karakter-bangsa/ bahan Pelatihan Penguatan Metodologi pembelajaran berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan karakter bangsa, di akses pada tanggal 25 Juli Direktorat Pendidikan Dasar. Policy Brief Pendidikan karakter Untuk membangun Karakter bangsa. Jakarta | Vol. No. Mei 2017 : 12 - 21 Djalal. Fasli, dkk. Panduan Pendidikan Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbangku. Furchan. Arif. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional. Hawasi. Aydalam kearifan Lokal yang terkandung dalam sastra mistik JawaAy. D39. Proceeding PESAT (Psikologi. Ekonomi. Sastra, arsitek, dan Sipi. AuditoirumGunadharma,http://search. com/mywebsearch/ GGmain. jhtml?searchfor=kearifan l okal terkadang dalam sastra mistik di akses tanggal 5 Juni Hidayat. Komarudin. Merawat Budaya. Kompas Isjoni. AuPendidikan Sebagai Investasi Masa DepanAy. Jakarta: Yayasan Obor Kartono. Kartini. Tinjauan Politik Mengenai Kririk dan Sugesti. Jakarta: PT. Pradnya Paramita Kementerian Pendidikan Nasional. Panduan Pelaksanaan Pendidikan karakter. Balitbang Puskurbuk Koesoema. Doni. Pendidikan karakter Strategi mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo Krishna. Anand. AuWedhatama Bagi Orang ModernAy, http://localwisdom. FRPTXRYDGLVSHQGLGLNDQ html di akses tanggal 20 Desember jam 0DDULI$6\DAL Islam dalam Bingkai HLQGRQHVLDDQ 6HEXDK 5HyAHNVL Sejarah. Jakarta: PT. Mizan Pustaka