Vol. 6, No. 1, Juni 2025, pp 30-39 https://doi.org/10.36590/jagri.v6i1.1377 http://salnesia.id/index.php/jagri jagri@salnesia.id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENGABDIAN Optimalisasi Kelapa dan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Suka Maju di Desa Namangkewa Optimization of Coconut and Empowerment of Suka Maju Women Farmers Group in Namangkewa Village Rikardus Nasa1*, Mariana Sada2, Nur Chotimah3 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Muhammadiyah Maumere, Kota Maumere, Indonesia 2 Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Maumere, Kota Maumere, Indonesia 3 Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Maumere, Kota Maumere, Indonesia Abstract The utilization of coconut in Namangkewa Village was previously limited to personal consumption, despite the fact that the village possessed significant potential that had not yet been optimized to enhance its economic value. The objective of this community service initiative was to empower KWT Suka Maju through comprehensive training in coconut fruit processing. The training approach encompassed socialization, practical training, implementation, and subsequent evaluation. Results from this initiative revealed a marked improvement in participants' skills in transforming coconuts into high-value products. Processed products such as Virgin Coconut Oil demonstrated strong potential to substantially boost the household income of KWT members. The program also fostered greater awareness among participants regarding the importance of leveraging local resources to strengthen the village's economic stability. Despite challenges related to access to production equipment and marketing, continuous guidance was considered crucial to ensure the sustainability of integrated coconut processing ventures. This program proved that skill development in coconut processing could be a viable strategy for the economic upliftment of rural communities. Keywords: empowerment, integrated coconut processing, VCO Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Submitted 19 Desember 2024 Revised 16 Juni 2025 Accepted 18 Juni 2025 Email: info@salnesia.id, jagri@salnesia.id Phone: +62 85255155883 30 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Abstrak Pemanfaatan buah kelapa di Desa Namangkewa masih terbatas pada konsumsi pribadi, padahal desa ini memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju melalui pelatihan pengolahan kelapa secara terpadu. Metode pelatihan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pelaksanaan, dan evaluasi pasca pelatihan. Program ini menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi, khususnya Virgin Coconut Oil (VCO), yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan ketahanan ekonomi desa. Adanya tantangan dalam akses alat produksi dan pemasaran, mengharuskan adanya pendampingan yang berkelanjutan agar usaha pengolahan kelapa terpadu dapat berlanjut. Program ini membuktikan bahwa pengembangan keterampilan dalam pengolahan kelapa dapat menjadi strategi yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan. Kata Kunci: pemberdayaan, pengolahan kelapa terpadu, VCO *Penulis Korespondensi: Rikardus Nasa, email: rikardusnasa@gmail.com This is an open access article under the CC–BY license Highlight: • • Pelatihan terpadu berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), melalui proses praktik langsung dan pendampingan teknis. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui pendampingan berkelanjutan, strategi pemasaran digital, dan pengemasan produk, yang mendorong terbentuknya usaha lokal berbasis sumber daya kelapa secara berkelanjutan. PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya agraris, memiliki potensi yang signifikan dalam sektor pertanian dan perkebunan, termasuk komoditas kelapa. Tanaman kelapa dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah tropis seperti Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Buah kelapa tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang memiliki nilai tinggi jika dikelola dengan baik. Salah satu permasalahan pokok yang dihadapi oleh petani kebun kelapa adalah minimnya pengetahuan tentang nilai guna ekonomi dari hasil buah kelapa (Wiraguna et al., 2022). Desa Namangkewa, yang terletak di Kabupaten Sikka, memiliki sumber daya kelapa yang melimpah. Sayangnya, pemanfaatan buah kelapa di desa ini masih dilakukan secara tradisional dan terbatas, sehingga nilai ekonominya belum maksimal. Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju di Desa Namangkewa merupakan salah satu kelompok yang aktif dalam bidang pertanian dan memiliki potensi besar untuk 31 Nasa1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 diberdayakan. Keberadaan KWT yang terdiri dari petani perempuan diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membantu petani perempuan untuk menjadi lebih produktif dan mandiri melalui berbagai program pemberdayaan, serta memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk belajar mengelola dan mengolah hasil pertanian dengan lebih baik (Rahmawati et al., 2023). Pemberdayaan merupakan proses transformasi hubungan sosial yang terjadi di tingkat keluarga, masyarakat, hingga negara, dan bertujuan meningkatkan kapasitas serta kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi (Ismiasih et al., 2023; Prayuti et al., 2023). Adanya implementasi program pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan KWT Suka Maju dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam mengolah buah kelapa menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, seperti minyak kelapa murni. Minyak kelapa murni, yang dikenal dengan sebutan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah produk yang dihasilkan melalui modifikasi proses pembuatan minyak kelapa. Ciri khasnya meliputi kadar air dan asam lemak bebas yang rendah, penampilan yang bening, aroma yang harum, serta kemampuan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama, yaitu lebih dari 12 bulan (Maharani dan Dewi, 2021). VCO terdiri dari komponen utama berupa asam lemak jenuh dengan jumlah ikatan ganda yang terbatas. Selain itu, VCO juga tahan terhadap pengaruh panas, cahaya, dan oksigen (Sabariyah et al., 2023). Jadi, tidak hanya akan terjadi peningkatan pendapatan, tetapi juga diversifikasi produk yang dihasilkan desa, yang pada gilirannya akan mendukung ketahanan ekonomi dan kemandirian masyarakat setempat. Tujuan dari program pemberdayaan ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota KWT Suka Maju dalam pengolahan buah kelapa secara terpadu. Hal yang diharapkan melalui program ini yaitu KWT Suka Maju dapat mengembangkan produk unggulan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian desa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri para wanita tani dalam mengelola potensi sumber daya lokal secara optimal. Adanya kolaborasi antara potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam program ini, Desa Namangkewa dapat mengalami perkembangan yang lebih baik dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan potensi kelapa sebagai komoditas unggulan. Strategi pemberdayaan dapat dilakukan melalui kerjasama antara pemerintah dengan pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi (Fuadi et al., 2021). METODE Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memperkaya keterampilan dan pengetahuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju dalam mengolah buah kelapa secara terpadu, dengan harapan dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Metode pelatihan yang akan digunakan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dalam kegiatan pelatihan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan dan sarana yang diperlukan tersedia dengan baik, serta peserta berada dalam kondisi yang siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada tahap ini, dilakukan identifikasi kebutuhan melalui diskusi awal bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju guna menggali kebutuhan pelatihan serta mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai teknik pengolahan kelapa. Tim pengabdian kepada masyarakat juga memastikan ketersediaan alat dan bahan 32 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 yang akan digunakan selama pelatihan berlangsung. Pelatihan kemudian dilaksanakan secara langsung dengan pendekatan partisipatif, sehingga peserta dapat terlibat aktif dan memperoleh pemahaman yang menyeluruh. Kegiatan pelatihan mencakup sosialisasi mengenai optimalisasi pemanfaatan buah kelapa, pelatihan pengolahan kelapa terpadu, serta pelatihan pengemasan dan strategi pemasaran produk. Setelah pelatihan, dilakukan evaluasi dan tindak lanjut untuk menilai efektivitas program, termasuk pengetahuan peserta dalam menguasai keterampilan yang diberikan. Evaluasi dilakukan melalui uji coba sederhana, yang mengharuskan peserta untuk mempraktikkan kembali teknik yang telah dipelajari, sebagai bentuk penilaian terhadap kemampuan mereka dalam menerapkan materi pelatihan secara mandiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju yang berfokus pada pengolahan terpadu buah kelapa di Desa Namangkewa telah dilaksanakan melalui serangkaian tahapan, termasuk sosialisasi, pelatihan, pelaksanaan pengolahan kelapa terpadu, serta pendampingan berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah buah kelapa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing yang baik. Sosialisasi Pada tanggal 10 Agustus 2024 tim PKM melaksanakan sosialisasi dengan tema ”Optimalisasi Pemanfaatan Buah Kelapa Terpadu dan Strategi Pemasarannya untuk Peningkatan Ekonomi Lokal.” Sosialisasi dihadiri oleh mitra yaitu ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Suka Maju Desa Namangkewa. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan pengetahuan bagi mitra terkait peningkatan nilai ekonomis buah kelapa melalui pengolahan buah kelapa terpadu. Selain itu, sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan kepada mitra terkait strategi pemasaran yang efektif yang dilakukan secara langsung maupun melalui pemanfaatan teknologi berbasis digital. Gambar 1. Sosialisasi oleh tim PKM kepada mitra Pelatihan pengolahan buah kelapa terpadu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan pelatihan pengolahan buah kelapa terpadu pada tanggal 10 dan 11 Agustus 2024, yang dihadiri oleh mitra dari 33 Nasa1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada anggota KWT dalam mengolah buah kelapa, sehingga nilai ekonomisnya dapat meningkat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota KWT dapat memaksimalkan pemanfaatan potensi lokal buah kelapa, yang pada gilirannya dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga dan perekonomian masyarakat di sekitar. Pengolahan buah kelapa secara terpadu dimulai dengan proses pemilihan buah kelapa yang memenuhi kriteria tertentu, seperti tingkat kematangan dan kualitas fisik. Setelah pemilihan, buah kelapa yang terpilih akan dikupas untuk mengambil dagingnya. Daging kelapa tersebut kemudian dicuci hingga bersih untuk memastikan produk tetap higienis. Selanjutnya, daging kelapa akan diparut sebagai bagian dari proses pengolahan lebih lanjut. Prosedur ini disusun agar peserta dapat memahami setiap tahapan dengan baik dan mampu menerapkannya secara mandiri di masa depan. Gambar 2. Proses pemarutan daging buah kelapa Setelah itu, daging buah kelapa yang sudah diparut kemudian dicampur dengan air dan diperas sehingga terpisah antara santan dengan ampasnya. Santan kemudian didiamkan di bawah sinar matahari selama 2 jam hingga menghasilkan krim santan. Krim santan kemudian didiamkan selama 6 sampai 18 jam. Pada tahap tersebut akan menghasilkan 3 hal yang terpisah yaitu minyak VCO, blondo dan air. Minyak VCO yang dihasilkan akan melalui proses penyaringan dengan menggunakan arang aktif sebanyak 3 kali untuk menghasilkan VCO dengan kualitas tinggi. Gambar 3. Proses pemisahan VCO, blondo dan air Blondo yang dihasilkan melalui proses pengolahan mengalami pemanasan selama 34 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 15 sampai 25 menit. Pemanasan ini bertujuan untuk memisahkan kandungan minyak dari blondo, sehingga dapat diolah lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat. Proses ini memerlukan pengaturan suhu yang tepat agar minyak yang dihasilkan berkualitas baik dan tidak mengalami kerusakan akibat panas yang berlebihan. Selain itu, pemanasan yang optimal juga memastikan bahwa blondo kering yang dihasilkan memiliki tekstur yang sesuai untuk digunakan sebagai pakan ternak. Minyak yang dihasilkan dari proses ini dimanfaatkan sebagai minyak goreng, yang merupakan produk dengan nilai ekonomi yang tinggi. Minyak goreng ini dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga atau dipasarkan sebagai produk lokal yang kompetitif. Terlepas dari kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, keyakinan bahwa minyak kelapa secara signifikan menurunkan kadar lipid serum dan kadar hs-CRP pada pasien sindrom koroner akut, yang menunjukkan potensinya sebagai suplemen makanan untuk meningkatkan kesehatan (Chan et al., 2022). Sementara itu, blondo kering yang tersisa tidak dibuang, melainkan diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak. Kandungan nutrisi dalam blondo kering menjadikannya sebagai sumber makanan tambahan yang bergizi bagi hewan ternak. Dengan demikian, seluruh hasil dari proses pengolahan ini dapat dimanfaatkan secara efisien, mendukung prinsip pengolahan terpadu yang berkelanjutan. Pengemasan dan pemasaran produk Produk yang telah diolah kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya tarik bagi konsumen. Kemasan yang menarik tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk menarik perhatian pembeli. Desain kemasan yang sederhana namun estetis diharapkan dapat menciptakan kesan positif terhadap kualitas produk, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional. Kemasan yang menarik sebagai hasil akhir berfungsi sebagai media komunikasi, membentuk penilaian terhadap kualitas dan keselamatan produk, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian (Yadav, 2024). Gambar 4. Proses pengemasan VCO Pemilihan bahan kemasan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek higienitas, keamanan, dan daya tahan produk agar tetap terjaga selama proses distribusi. Proses pengemasan produk saat ini masih dilakukan secara manual tanpa dukungan teknologi atau mesin. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan alat yang belum tersedia. Pengemasan secara manual memang tidak efektif untuk produksi dalam skala besar karena adanya frekuensi gerakan yang berulang-ulang, yang dapat mengakibatkan peningkatan tingkat 35 Nasa1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 kelelahan serta penurunan produktivitas (Teixeira et al., 2022). Meskipun demikian, langkah ini tetap merupakan bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk. Di masa depan, diharapkan mitra dapat mengakses teknologi pengemasan yang lebih modern untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk secara keseluruhan. Produk berupa minyak kelapa murni atau VCO dikemas dalam botol yang telah ditempelkan dengan design menarik yang berisikan informasi tentang komposisi dan kegunaan dari VCO tersebut. Karena potensi VCO yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan, harga jual VCO di pasar menjadi sangat tinggi, berkisar antara Rp. 85.000,00 hingga Rp. 200.000,00 (Setianingsih et al., 2023). Untuk keperluan ini, digunakan botol plastik berkapasitas 100 mL. Pemilihan botol tersebut dimaksudkan untuk menjaga kualitas produk. Botol kecil lebih tepat digunakan daripada botol besar seperti botol minyak goreng, karena VCO digunakan dalam jumlah yang sedikit. Pemasaran produk dilakukan melalui dua metode utama, yaitu pemasaran langsung dan pemasaran daring. Pemasaran langsung melibatkan pendekatan tatap muka, di mana produk ditawarkan secara langsung kepada masyarakat. Pemasaran langsung merupakan suatu bentuk komunikasi yang dirancang untuk mempromosikan perusahaan, mempererat hubungan dengan klien, serta membangun loyalitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja bisnis (Ukaj, 2016). Metode ini memberikan kesempatan bagi produsen untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumen, sehingga dapat menciptakan hubungan yang lebih intim dan memperoleh umpan balik dengan cepat. Pendekatan ini sangat efektif dalam menjangkau konsumen di sekitar area produsen, terutama bagi mereka yang mungkin belum terbiasa dengan teknologi digital. Pemasaran digital saat ini dilakukan melalui berbagai platform media sosial, termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Tujuan dari strategi ini adalah untuk mempermudah proses pemasaran, memperluas jangkauan konsumen, serta meningkatkan efisiensi dalam promosi produk. Strategi pemasaran online atau daring memiliki peranan yang krusial bagi para produsen dalam upaya meningkatkan penjualan serta menjaga pertumbuhan di tengah persaingan yang semakin sengit (Sanbella et al., 2024). Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, produsen memiliki kemampuan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan di luar area lokal, dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan metode pemasaran konvensional. Perubahan perilaku konsumen yang semakin condong ke platform digital menyebabkan UMKM yang belum menerapkan praktik pemasaran digital menghadapi tantangan dalam menjangkau target pasar mereka (Mariam dan Ramli, 2023). Gambar 5. VCO dalam kemasan botol 36 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Berdasarkan hasil evaluasi, anggota KWT Suka Maju menunjukkan semangat yang tinggi untuk melanjutkan produksi serta mengembangkan variasi produk. Pendampingan yang dilakukan secara berkala memberikan dukungan dalam mengatasi kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Keberlanjutan ini mencerminkan bahwa pelatihan telah berhasil memotivasi anggota KWT untuk terus meningkatkan keterampilan dan usaha mereka. Aspek keberlanjutan ini sangat krusial agar hasil pemberdayaan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam menjadikan Desa Namangkewa sebagai pusat produksi kelapa terpadu. Keberlanjutan program Peningkatan kapasitas teknologi adalah langkah yang sangat penting untuk memperbesar skala produksi dan meningkatkan kualitas produk KWT Suka Maju. Modernisasi peralatan harus dilakukan melalui penambahan atau pembaruan alat yang digunakan, seperti mesin peras, alat penyaring, dan alat pengemasan yang lebih efisien. Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi serta menjamin kualitas produk yang stabil. Hal tersebut dibenarkan oleh (Tampubolon et al., 2022) yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk dapat dicapai melalui penggunaan teknologi yang tepat dalam kegiatan produksi UKM. Hal penting lainnya yaitu pelatihan lanjutan dalam teknologi pengolahan juga diperlukan, yang meliputi penyelenggaraan pelatihan teknis mengenai penggunaan alat baru dan teknik pengolahan yang lebih efisien, termasuk pengolahan produk turunan berbasis kelapa. Mitra akan mampu mengoperasikan mesin yang lebih kompleks dan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi dengan peningkatan keterampilan. Pengembangan variasi produk baru dan perluasan lini produk berbahan kelapa harus dilakukan untuk menambah nilai ekonomi bagi kelompok serta menarik minat pasar yang lebih luas. Inovasi dalam variasi produk baru dapat meningkatkan pendapatan ekonomi melalui peningkatan jumlah konsumen yang melakukan pembelian (Balamakin et al., 2023). Rencana inovasi produk mencakup pengembangan produk turunan kelapa yang memiliki nilai jual tinggi, seperti sabun kelapa, tepung kelapa, dan kerajinan dari serabut kelapa. Selain itu, peningkatan kualitas produk dan standar sertifikasi sangat diperlukan, termasuk pengurusan sertifikasi produk seperti izin edar, agar produk KWT Suka Maju dapat memenuhi standar pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Peningkatan kualitas kemasan juga penting untuk menarik perhatian konsumen. KESIMPULAN Program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju melalui Pengolahan Buah Kelapa Terpadu di desa Namangkewa telah dilaksanakan dengan baik dan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok melalui pelatihan dan pendampingan teknologi, mulai dari teknik pemrosesan hingga pengemasan dan pemasaran produk. Ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis anggota dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi dari buah kelapa. Program ini berhasil mengolah buah kelapa menjadi produk turunan seperti minyak kelapa murni atau VCO yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Program ini juga menjadi titik awal yang menjanjikan dalam upaya peningkatan kapasitas ekonomi yang berlandaskan potensi lokal secara berkelanjutan. 37 Nasa1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah mendanai program Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada Rektor dan Ketua LP3M Universitas Muhammadiyah Maumere yang telah mendukung segala proses selama program ini berlangsung. DAFTAR PUSTAKA Balamakin, V.D., Mahala, M.R.I., Putri, K.C.L., Laumay, P.C., Bekti, R.D., 2023. Peningkatan Kualitas Produk Saka Granola melalui Pendampingan Variasi Produk Baru. Jurnal Dharma Bakti 6(1), 1-7. http://dx.doi.org/10.34151/dharma.v6i1.4075 Chan, C.M., Abdullah, S.S.S., Abdullah, K.L., Abidin, I.Z., Wah, Y.B., 2022. A Pilot Study on the Effect of Virgin Coconut Oil on Serum Lipid Profile and HS CRP Level Among Post Acute Coronary Syndrome Patients: A Randomized Controlled Trial. Clinical and Experimental Health Sciences 12(4), 799-804. https://doi.org/10.33808/clinexphealthsci.1005784 Fuadi, D.S., Akhyadi, A.S., Saripah, I., 2021. Systematic Review: Strategi Pemberdayaan Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Digital melalui Aksi Sosial. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 5(1), 1-13. http://dx.doi.org/10.21831/diklus.v5i1.37122 Ismiasih, I., Trimerani, R., Dewi, C.W.A., Afroda, H., 2023. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani “Sri Rejeki” melalui Budidaya Tanaman Sayuran di Bantul, DIY. Madani Indonesian Journal of Civil Society 5(1), 61-71. https://ejournal.pnc.ac.id/index.php/madani. Maharani, N.L.E., Dewi, P.P., 2021. Pengembangan Produk Olahan Kelapa sebagai Sektor Unggulan di Desa Tibubeneng, Bali. Empowerment 4(1), 97-103. https://journal.uniku.ac.id/index.php/empowerment/article/view/3030 Mariam, S., Ramli, A.H., 2023. Pelatihan dan Pendampingan Membangun Praktik Digital Marketing Unggul untuk Peningkatan Pemasaran UMKM di Kota Jakarta Barat. Indonesian Collaboration Journal Community Service 3(4), 379390. https://doi.org/10.53067/icjcs.v3i4.149 Prayuti, Y., Atqia, D.Y., Fitriyani, A., Munawarah, U., Indriyani, M., Agustina, A., 2023. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Jatisari melalui Pelatihan dan Pemanfaatan Digitalisasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 13(2), 283-290. https://ojs.uninus.ac.id/index.php/JPKM/article/view/2901 Rahmawati, A.S., Komariah, S., Abdullah, M.N.A., 2023. Optimalisasi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mawar Bodas di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan, Sosial, dan budaya 9(2), 537544. https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/1305. Sabariyah, S., Septriani, S., Fathurahmi, S., 2023. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil bagi Anggota Kowunat Palu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi 2(1), 30-36. https://doi.org/10.34312/ljpmt.v2i1.17709 Sanbella, L., Versie, I.V., Audiah, S., 2024. Online Marketing Strategy Optimization to Increase Sales and E-Commerce Development: An Integrated Approach in the 38 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Digital Age. Startupreneur Businness Digital 3(1), 54-66. https://journal.pandawan.id/sabda/article/view/492 Setianingsih, N.L.P.P., Sudiarta, I.W., Pardita, D.P.Y., Prasetiawati, S.A.M.G., Jiwantara, G.N.O., 2023. Training on Virgin Coconut Oil (VCO) Processing in Banjar Lantangidung, Sukawati District, Gianyar District, Bali. Asian Journal of Community Service 2(8), 617-626. https://doi.org/10.55927/ajcs.v2i8.5757 Tampubolon, H., Sigit, S., Muharom, M., 2022. Peningkatan Kapasitas Produksi dengan Mesin Teknologi Tepat Guna Pembuatan Kue Bakpia untuk UKM di Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi 1(1), 1-6. https://www.neliti.com/id/publications/591254/peningkatan-kapasitas-produksidengan-mesin-teknologi-tepat-guna-pembuatan-kue-b. Teixeira, R.C.M., Guimarães, W.P.S., Ribeiro, J.G., Fernandes, R.A., 2022. Analysis of the Reduction of Ergonomic Risks through the Implementation of an Automatic Tape Packaging Machine. International Journal of Environmental Research and Public Health 19(22), 1-11. https://doi.org/10.3390/ijerph192215193. Ukaj, F., 2016. Direct Marketing: An Imperative in Building Effective Comunication in Hospitality Enterprises. European Scientific Journal 12(10), 240-248. https://doi.org/10.19044/esj.2016.v12n10p240 Wiraguna, R.T., Lubis, D.Z., Winarno, A., 2022. Optimalisasi Alat Sentrifugal VCO untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Pantai. Jurnal Graha Pengabdi 4(3), 262-272. http://dx.doi.org/10.17977/um078v4i32022p262-272. Yadav, S., 2024. The Influence of Packaging on Consumer Perception. International Journal of Scientific Research in Engineering and Management 8(4), 1-5. https://doi.org/10.55041/IJSREM32315 39