. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Analisis Pembingkaian Berita poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Waspada online dan Medan. Tribunnews. Irfan Hakim Ritonga/Syafruddin Pohan/Yovita Sabarina Sitepu Magister Ilmu Komunikasi USU Abstrak Penelitian menganalisis pembingkaian pemberitaan di media online. Objek penelitian adalah berita poligami yang dimuat di dua media online. Waspada online dan Medan. Tribunnews. Berita yang dianalisis berjumlah 4 . berita yang disajikan media online Teori-teori yang digunakan adalah kontruksi sosial Berger dan Luckman dan teori-teori framing. Adapun tekhnik analisa data menggunakan framing model Robert Entmant dengan empat pendekatan yaitu pendefinisian, penjelasan, evaluasi dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan kerangka berfikir tertentu terhadap peristiwa yang diwacanakan oleh media. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa media waspada mengemukakan persoalan ini Sedangkan Medan. Tribunnews. mengemukakan persoalan ini sebagai masalah sosial dan dalam arti sempit terkait dengan agama. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses redaksional pemberitaan. Hasil lain dari penelitian mengemukakann bahwa redaktur pelaksana merupakan faktor dominan dalam proses pemberitaan. Kata Kunci : Pembingkaian. Konstruksi Sosial. Media online Abstract This study is a qualitative study to analyze the framing of the news in online News becomes the object of research is polygamy news published in two online media. Waspada online and Medan. Tribunnews. News analyzed consists of 4 . news is presented online media. The theories used in this research is the theory of social construction Berger and Luckman and theories Framing. The technique of data analysis using a model framing Robert Entmant with four approaches, namely the definition, description, evaluation and recommendation in a discourse to emphasize certain frameworks of the events that discourse by the media. The study concluded that online vigilant media raise this issue as a private matter. While Medan. Tribunnews. com raise this issue as a social problem and in a narrow sense related to religion. Another purpose of this study was to determine how the process of editorial reporting. Another result of the study mengemukakann that the managing editor is the dominant factor in the process of reporting. Keywords : Framing. Social Construction. Media online. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 PENDAHULUAN Gatot Pujo Nugroho merupakan sosok yang sangat fenomenal. Tidak ada yang menyangka kalau beliau akan menjadi tokoh yang berpengaruh di Provinsi Sumatera Utara. Pada awalnya beliau bekerja sebagai seorang dosen di Politeknik Negeri Medan (Polme. , disamping mengajar beliau juga aktif dalam berdakwah serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Aktivitas dakwah di kampus itulah yang terus berlanjut sampai kemudian Gatot pun terlibat aktif dalam dakwah bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Seperti yang sudah jamak diketahui. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai yang dilahirkan para mahasiwa yang aktif dalam dakwah di kampuskampus se-Indonesia. Di tengah semangat dakwah ini pula beliau menemukan pasangan hidupnya Sutias Handayani dan dikaruniai 5 orang putri. Seiring waktu intensitas kegiatannya di partai semakin tinggi. Puncaknya ketika beliau dipercaya menduduki jabatan sebagai Plh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut pada tahun 2005, ketika ketua yang lama yakni Ustadz Muhammad Nuh terpilih untuk duduk di legislatif. Saat itulah Gatot memilih mengundurkan diri dari Politeknik Negeri Medan (Polme. Pada akhirnya, hal tersebut mengantarkannya menjadi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mendampingi Syamsul Arifin. Jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diserahkan kepada Musthofa Ismail. Pasangan yang populer disebut AuSyampurnoAy ini akhirnya tampil sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah gubernur langsung pertama oleh rakyat di tahun 2008. Pasangan berslogan, . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 AuRakyat tidak sakit, rakyat tidak lapar dan rakyat tidak bodoh,Ay yang dilantik 16 Juni 2008 sayangnya berpisah di tengah jalan karena Syamsul Arifin terjerat kasus korupsi ketika menjabat Bupati Langkat. Gatot Pujo Nugroho diangkat menjadi penjabat (P. Gubernur Sumatera Utara (Gubs. terhitung sejak 21 Maret 2011. Pada Pemilihan kepala daerah Gubernur Sumatera Utara 2013. Gatot pujo Nugroho kembali maju dengan pasangannya sebagai wakil T. Erry Nuriadi AugantengAy. Keduanya memenangkan Pemilukada Sumatera Utara dan menjabat untuk periode 2013-2018. Gatot Pujo Nugroho merupakan salah satu publik figure yang menjadi panutan bagi masyarakat, khususnya warga Sumatera Utara. Sosoknya yang religius membuat beliau menjadi sosok sederhana yang mudah bergaul dengan siapa saja. Tidak jarang kegiatankegiatan keagamaan yang beliau lakukan sering mencuri perhatian para jurnalis media. Tetapi semuanya berubah menjadi kontroversial ketika sekelompok massa yang mengatasnamakan dirinya kelompok AuCipayung PlusAy melakukan demo ke kantor DPRD Sumatera Utara sembari membawa foto-foto yang diduga mirip dengan Gatot Pujo Nugroho. Aksi tersebut diliput oleh media online seperti waspada online dan Medan. Tribunnews. com dengan memunculkan isu poligami yang dilakukan oleh Gatot. Poligami merupakan satu bentuk perkawinan dimana seorang lelaki mempunyai lebih dari seorang wanita pada waktu yang bersamaan (Thalib, 2004 : . Persoalan poligami ini bukanlah sesuatu yang dilarang dari sudut pandang agama tetapi ketika hal tersebut dilakukan tidak sedikit juga orang yang akan Kenyataan di masyarakat perilaku poligami dianggap Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 sebagai suatu tindakan kekerasan terhadap perempuan sehingga tidak pantas untuk dilakukan dan dijauhi. Bahkan negara juga mendapat peringatan dari masyarakat untuk segera mengesahkan aturan baru perihal poligami yang dianggap hanya mendatangkan ketertindasan bagi kaum hawa (Ngatmin, 2007 : . Di Indonesia persoalan poligami bukanlah sesuatu hal yang baru, tetapi sudah banyak dilakukan mulai dari tokoh agama, pejabat tinggi negara dan juga kepala daerah. Meskipun stigma yang melekat di masyarakat sangat buruk, poligami tetap saja berlangsung dari waktu ke waktu. Media massa memiliki andil terhadap penilaian negatif masyarakat terhadap poligami. Masih hangat dalam benak kita bagaimana reaksi masyarakat Indonesia yang dikejutkan oleh poligami yang dilakukan dai kondang. Aa gym. Seluruh media baik media elektronik dan media cetak meliput peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dampaknya pun luar biasa masyarakat seakan terbelah, banyak yang mencela tetapi tidak sedikit juga yang membela. Tetapi ada benang merah yang kita temukan dari peristiwa tersebut, bahwa cara pandang individu terhadap suatu konteks sosial tidak bisa terlepas dari media massa yang telah merekonstruksi realitas sosial sesuai dengan Ketika persoalan yang sama mendera Gubernur Sumatera Utara. Gatot Pujo Nugroho selaku kepala daerah menjadi santapan empuk pemberitaan khususnya media online. Dengan dalih kebebasan pers media mengeksploitasi pemberitaan tersebut serta merekontruksi kembali poligami dalam pandangan masyarakat. Makna kata poligami kembali jadi bahan pertentangan dan pertikaian dalam konteks sosial . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Sumatera Vol. No. 01 Januari 2020 Utara Media memanfaatkan momentum ini dalam penciptaan opini publik. Persoalan pribadi yang dipublikasikan media massa menjadikan persoalan poligami ini seakan-akan satu persoalan krusial masyarakat Sumatera Utara. Pengamatan peneliti ada dua media online yang menyajikan Gubernur Sumatera. Waspada Medan. Tribunnews. com merupakan dua media yang tidak hanya berkecimpung di media cetak. Keduanya juga merambah media online yang secara konsisten mengangkat persoalan poligami yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara dari beragam sisi dan sudut pandang yang Peneliti menemukan untuk media waspada online ada 10 berita terhitung dari tanggal 11 Agustus 2014 sampai dengan 15 Agustus 2014. Rentang waktu 5 hari tersebut waspada online memaparkan persoalan poligami dalam beragam dimensi sosial, dan bahkan dikaitkan dengan persolan korupsi. Pemberitaan di waspada online Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, mahasiswa dan pimpinan Medan. Tribunnews. com seakan tidak mau kalah, secara khusus juga memberikan liputan tentang poligami Gubernur Sumatera Utara. Temuan awal peneliti ada 12 pemberitaan terkait poligami sang Gubernur yang disajikan di laman websitenya. Pemberitaan tersebut dimulai dari tanggal 11 Agustus 2014 sampai dengan 15 Agustus 2014. Medan. Tribunnews. com menghadirkan narasumber yang sangat beragam dalam pemberitaannya mulai dari mahasiswa cipayung plus Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara sekaligus kader Partai Keadilan Sejahtera. Bahkan juga melibatkan Pegawai Negeri Sipil, dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara. Meskipun kedua media online tersebut mengangkat isu yang sama dalam pemberitaanya, tidak tertutup kemungkinan dikemas dan disajikan secara berbeda. Penggunaan bahasa dan penyampaian berita yang dikemas dengan menarik akan membuat pembaca seolah larut dalam peristiwa yang terjadi. Media online berupaya membentuk opini publik sebagaimana yang diinginkan oleh para penulis berita. Prinsip bad news is good news masih mendominasi media dan terus menerus berorientasi mengeksploitasi masalah ataupun konflik. Jika suatu peristiwa atau fenomena tidak mengandung dimensi tersebut maka hal tersebut dinilai tidak layak untuk menjadi berita. Sehingga realitas pemberitaan media menjadi sedemikian identik dengan realitas konflik, dan media selalu berada dalam hubungan antagonis dengan berbagai pihak (Sudibyo, 2009: 232-. Eksploitasi kasus poligami yang dilakukan oleh media online terhadap Gatot Pujo Nugroho dalam wacana kebebasan pers sangatlah mengganggu kehidupan privasi beliau. Sehingga muncul kesan yang negatif dan cenderung pada pembunuhan karakter beliau sehingga mengabaikan sisi positif dari pribadinya. Pada akhirnya akan memperburuk citra beliau selaku kepala daerah Sumatera Utara. Citra Gubernur Sumatera Utara. Gatot Pujo Nugroho semakin menurun dalam pandangan publik. Masyarakat menilai dari sudut . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 etika tidak pantas seorang kepala daerah yang juga publik figur memberi preseden buruk bagi warganya. Sehingga banyak asumsi muncul dibenak masyarakat dan dihubungkan dengan lemahnya kinerja pemerintah daerah selama masa kepemimpinan beliau. Dari uraian dan paparan diatas penulis melihat permasalahan ini sangat menarik sehingga penting untuk diteliti dan dikaji secara lebih dalam yang bertitik tolak dari dua pertimbangan : Terkait nama baik Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai salah satu publik figur yang semestinya menjadi contoh teladan bagi masyarakat ? Untuk melihat kredibilitas media online yang menjadi bagian dari penelitian ini. Antara lain untuk menilai apakah media com bukan merupakan bagian konspirasi dalam pemberitaan tersebut ? Dari paparan diatas peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana media online mengkrontruksi berita poligami Gatot Pujo Nugroho. Untuk lebih memfokuskan permasalahan yang akan diteliti maka perlu diberi pembatasan sehingga penelitian ini hanya terfokus pada : Bagaimana model pembingkaian berita poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho Waspada Medan. Tribunnews. Bagaimana proses keredaksian . ewsroom managemen. dalam pembingkaian berita poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di media Waspada online dan Medan. Tribunnews. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 KERANGKA PEMIKIRAN Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus menentukan cara pandang tertentu dalam melihat realitas suatu fenomena. Dalam dunia ilmu cara pandang semacam ini disebut paradigma, perspektif atau pendekatan. Peneliti harus memahami dan menjelaskan posisi metodologis yang dipakainya dalam kerangka suatu paradigma (Hidayat, 2. Menurut Mulyana . 1: . perspektif adalah suatu kerangka konseptual . onceptual framewor. , suatu perangkat, asumsi, nilai, atau gagasan yang mempengaruhi persepsi kita, dan pada gilirannya mempengaruhi cara kita bertindak dalam suatu situasi. Dengan demikian paradigma memberikan kerangka bagaimana peneliti memandang suatu realitas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan paradigma konstruktivis. Hidayat . alam Bungin, 2008: . mengemukakan dalam penjelasan ontologi paradigma konstruktivis bahwa, realitas merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Tetapi harus disadari, kebenaran suatu realitas sosial bersifat nisbi, yang berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial. Dari pengetahuan pada paradigma ini menekankan bahwa peneliti dan objek atau realitas yang diteliti merupakan kesatuan realitas yang tidak terpisahkan. Pada tataran aspek aksiologis sebagai tujuan penelitian adalah rekonstruksi realitas sosial secara dialektis antara peneliti dengan pelaku sosial yang diteliti (Kriyantono, 2012, 51-. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Paradigma konstruksionis mempunyai pandangan tersendiri terhadap media dan teks berita yang dihasilkannya. Konsep mengenai konstruksionisme diperkenalkan oleh sosiolog interpretatif. Peter L Bersama Thomas Luckman, ia banyak menulis karya dan menghasilkan tesis mengenai konstruksi sosial atas realitas (Eriyanto, 2011: . Fokus utama dari kajian Berger melihat bahwa manusia dan masyarakat adalah produk yang dialektis, dinamis, dan plural secara terus-menerus. Masyarakat adalah hasil dari produk manusia, namun Sebaliknya, manusia adalah hasil atau produk dari masyarakat dan menjadi seorang pribadi yang beridentitas sejauh ia tetap tinggal dalam masyarakatnya (Eriyanto, 2011: . Dalam studi komunikasi, paradigma konstruksionis ini seringkali disebut sebagai paradigma produksi dan pertukaran Ia sering kali dilawankan dengan paradigma positivis atau paradigma transmisi (Eriyanto, 2011:. Konstruksi Realitas Istilah konstruksi atas realitas sosial . ocial construction of realit. menjadi terkenal sejak diperkenalkan oleh Peter Berger dan Thomas Luckman melalui bukunya yang berjudul AuThe Social Construction of Reality : A Treatise in the Sociological of KnowledgeAy . Ia menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, dimana individu menciptakan secara terus menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subyektif. Teori konstruksi sosial realitas merupakan ide atau prinsip utama dari kelompok pemikiran atau tradisi kultural. Ide ini menyatakan bahwa dunia sosial tercipta karena adanya interaksi Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Cara bagaimana kita berkomunikasi sepanjang waktu mewujudkan pengertian pengertian kita mengenai pengalaman, termasuk ide kita mengenai diri kita sendiri sebagai manusia manusia dan sebagai komunikator. Dengan demikian, setiap orang pada sendiri-sendiri Teori pribadi itu menjadi model bagi manusia untuk berkemabang serta diperbaharui secara terus menerus melalui berbagai interaksi sepanjang hidupnya (Morissan, 2010 : . Asal konstruktivisme yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif yang diperkenalkan oleh Giambatissta Vico, epistemolog dari Italia. Sedangkan dalam Bartens . 3:89, . yang dikutip oleh Bungin menerangkan bahwa dalam aliran filsafat, gagasan konstruktivisme telah muncul sejak Socrates menemukan jiwadalam tubuh manusia, sejak plato menemukan akal budi dan ide. Gagasan-gagasan Aristolteles mengenalkan istilah , informasi, relasi, individu, substansi, materi, esensi dan sebagainya. (Bungin, 2008:. Sebuah realitas sosial tidak berdiri sendiri tanpa kehadiran individu, baik di dalam maupun diluar realitas tersebut. Realitas sosial memiliki makna ketika realitas sosial dikonstruksi dan dimaknakan secara subyektif oleh individu lain sehingga memantapkan realitas itu Individu mengkontruksikannya dalam dunia realitas, memantapkan realitas itu berdasarkan subyektifitas individu lain dalam institusi sosialnya (Sobur, 2004:. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 dikontruksi berdasarkan kehendaknya. Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkontruksi dunia sosialnya (Basrowi dan Sadikin, 2002:. Berger dan Lukcman . 0, dalam Bungin 2008:14-. mulai AokenyataanAo dan AopengetahuanAo. Realitas diartikan sebagai kualitas yang terdapat di dalam realitas-realitas yang diakui sebagai memiliki keberadaan . yang tidak tergantung kepada kehendak kita Sedangkan pengetahuan didefenisikan sebagai kepastian bahwa realitas-realitas itu nyata . dan memiliki karakteristik yang Seperti teori-teori lainnya, teori konstruksi realitas juga memiliki arah pemikiran. Berger dan Luckman mengatakan institusi masyarakat tercipta dan dipertahankan atau diubah melalui tindakan dan interaksi manusia. Kenyataan tersebut dibangun dari secara bersama-sama oleh masyarakat, dalam pengertian bahwa individuindividu dalam masyarakat itulah yang membangun masyarakat. Oleh karena itu pengalaman individu menjadi tidak terpisahkan dari Berger memandang manusia sebagai pencipta kenyataan sosial yang objektif, melalui tiga momen dialektis yang simultan, yaitu eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi. Eksternalisasi yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik ke dalam kegiatan mental ataupun fisik. Ini sudah menjadi sifat dasar manusia. Ia akan selalu mencurahkan diri ke tempat dimana ia berada. Manusia berusaha menangkap dirinya, dalam proses inilah dihasilkan suatu dunia dengan kata lain Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 manusia menemukan dirinya sendiri dalam suatu dunia (Eriyanto, 2011 : . Objektivasi merupakan hasil yang telah dicapai, baik mental maupun fisik dari kegiatan eksternalisasi manusia tersebut. Hasil itu menghasilkan realitas objektif yang bisa jadi akan menghadapi si penghasil itu sendiri sebagai suatu faktisitas yang berada diluar dan berlainan dari manusia yang menghasilkannya (Eriyanto, 2011:16-. Hal objektivasi adalah pembuatan signifikansi, yakni pembuatan tanda bahasa dalam simbolisasi terhadap benda yang disignifikansi, melakukan tifikasi terhadap kegiatan seseorang yang kemudian menjadi objektifikasi linguistik yaitu pemberian tanda verbal maupun simbolisasi yang kompleks (Bungin, 2008:. Internalisasi merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa, sehingga subjektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial. Berbagai macam unsur dunia yang telah terobjektifikasi tersebut akan ditangkap sebagai gejala realitas diluar kesadarannya, sekaligus sebagai gejala internal Melalui internalisasi manusia menjadi hasil dari dari masyarakat (Man is social produc. (Eriyanto, 2011 : . Eksternalisasi, objektifikasi dan internalisasi merupakan tiga dialektika yang simultan dalam proses reproduksi. Ketiganya merupakan proses dialektika antara individu dan masyarakatnya atau masyarakat dengan individu. Individu merupakan agen-agen sosial yang mengekternalisasi realitas sosial secara terus menerus sehingga menghasilkan pemahaman yang objektif. Kemudian melalui proses ekternalisasi dan objektifikasi individu akan dibentuk sebagai suatu . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 hasil dari produk sosial. Dengan demikian setiap individu akan mengalaminya secara berbeda sesuai dengan konteks sosial yang Sehingga dapat dikatakan bahwa individu akan memiliki pengetahuan dan identitas sosial sesuai dengan peran institusional yang terbentuk ataupun yang diperankannya. Menurut Berger dan Luckman pada akhirnya realitas itu tidak terbentuk secara alamiah, tetapi sebagai sesuatu yang dibentuk dan Dalam konteks media massa, sangat memungkinkan sebuah realitas memiliki makna lebih dari satu, dan setiap individu memiliki konstruksi yang berbeda atas realitas yang mereka dapati. Framing Pada dasarnya, analisis pembingkaian . merupakan versi menganalisis teks media. Gagasan mengenai framing, pertama kali dilontarkan oleh Beterson tahun 1955. Pada awalnya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan wacana, dan yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. (Sudibyo, 2001 : . Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Goffman . yang mengandaikan framing sebagai kepingankepingan perilaku . tips of behaviou. yang membimbing individu dalam membaca realitas (Sobur, 2004 :. Pengertian menggambarkan proses penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita oleh media. Kajian framing dalam ranah ilmu komunikasi mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan atau persfektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena ataupun aktivitas komunikasi, khususnya dalam studi komunikasi massa. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Ada beberapa definisi framing dalam Eriyanto . 1, 77-. Definisi tersebut dapat diringkas dan yang disampaikan oleh beberapa Meskipun berbeda dalam penekanannya dan pengertian. Masih ada titik singgung utama dari definisi tersebut, yaitu antara lain: Menurut Robert Etman Proses seleksi di berbagai aspek realitas sehingga aspek tertentu dari peristiwa itu lebih menonjol dibandingkan aspek lainnya. Ia juga menyatakan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada sisi lainnya. William A. Gamson Cara bercerita atau gugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana. Cara bercerita itu terbentuk dalam sebuah kemasan . Kemasan itu semacam skema atau struktur pemahaman yang digunakan individu untuk mengkonstruksi makna pesan-pesan yang ia sampaikan, serta untuk menafsirkan makna pesan-pesan yang ia terima. Menurut Todd Gitlin Strategi bagaimana realitas atau dunia dibentuk dan disederhanakan sedemikian rupa untuk ditampilkan kepada khalayak. Peristiwaperistiwa ditampilkan dalam pemberitaan agar tampak menonjol dan menarik perhatian khalayak pembaca. Itu dilakukan dengan seleksi, pengulangan, penekanan dan presentasi aspek tertentu dari realitas. Menurut David Snow dan Robert Benford Pemberian makna untuk ditafsirkan peristiwa dari kondisi yang Frame . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 diwujudkan dalam kata kunci tertentu, seperti anak kalimat, citra tertentu, sumber informasi dan kalimat tertentu. Menurut Amy Binder Sebagai skema interpretasi yang digunakan oleh individu untuk menempatkan, menafsirkan, mengidentifikasi, dan melabeli peristiwa secara langsung atau tidak langsung. Frame mengorganisir peristiwa yang kompleks ke dalam bentuk dan pola yang mudah dipahami dan membantu individu untuk mengerti makna peristiwa. Menurut Zhongdan dan Pan Konsicki Sebagai konstruksi dan memproses berita. Perangkat kognisi yang digunakan dalam mengkode informasi, menafsirkan peristiwa dihubungkan dengan rutinitas dan konvensi pembentukan berita. Kajian perspektif komunikasi, analisis framing dipakai untuk membedah cara-cara atau ideologi media saat mengkonstruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai Dengan kata lain, framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita (Sobur, 2004: Imawan . alam Sobur, 2004: . menyatakan karenanya, berita menjadi manipulatif dan bertujuan mendominasi keberadaan subjek sebagai sesuatu yang legitimate, objektif, alamiah, wajar atau tak Robert N. Entman yang meletakkan dasar-dasar bagi analisis pembingkaian . menekankan bagaimana teks komunikasi di tampilkan dan bagian mana yang ditonjolkan atau dianggap penting Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 oleh pembuat teks. Kata penonjolan ini dapat didefinisikan sebagai upaya untuk memperjelas informasi yang disampaikan, lebih bermakna ataupun agar lebih mudah tertanam di benak khalayak sehingga lebih mudah untuk diingat. Dengan demikian apa yang disampaikan lebih mudah tersimpan dalam memori dibandingkan dengan cara penyajian yang biasa saja (Eriyanto 2011: . Penonjolan aspek tertentu dari suatu isu akan berhubungan erat dengan cara menuliskan fakta. Pada proses penulisan fakta ini mau tidak mau sangat berhubungan erat dengan bahasa sehingga menjadi realitas yang dibaca oleh khalayak. Sehingga diyakini pemilihan kata-kata tertentu tidak sekedar tekhnik jurnalistik, tetapi menciptakan realitas tertentu Kata-kata dan tidak hanya memfokuskan perhatian khalayak pada suatu masalah melainkan juga membatasi persepsi dan mengarahkan pada cara berpikir dan keyakinan tertentu. Tetapi yang lebih penting bagaimana kata-kata mampu mengarahkan logika tertentu untuk memahami persoalan (Eriyanto 2011: . Proses framing sangat terkait dengan strategi media dalam mengolah dan menyajikan informasi dalam hubungannya dengan rutinitas dan konvensi profesional jurnalistik. Dominasi sebuah frame dalam suatu wacana berita dipengaruhi oleh proses produksi berita dimana hal ini melibatkan unsur-unsur redaksi : reporter, redaktur, dan lain-lainnya. Dengan kata lain, proses framing merupakan bagian integral dari proses redaksional media massa dan menempatkan media dan wartawan pada posisi strategis (Sudibyo, 2009: . Analisis framing akan bekerja dan mencari tahu melalui proses konstruksi, dimana ada suatu penggalan berita atau informasi yang . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 akan dihilangkan, ditambahkan atau bahkan diubah sekalipun. Fungsinya adalah bukan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi digunakan untuk menjelaskan detail bagaimana dan dengan cara seperti apa suatu perisitiwa dibingkai dalam suatu pernyataan lewat bahasa, yang dihilangkan, diubah, atau diganti sesuai dengan tujuan diterapkannya teori pembingkaian itu sendiri. Analisis framing menunjukkan bahwa struktur dan bahasa dalam berita memberikan suatu pengaruh terhadap aspek lainnya. Framing merupakan suatu pondasi yang memimpin suatu persepsi serta representasi realitas. Pembingkaian berita pada akhirnya jadi penentu apa yang menjadi pusat perhatian dari khalayak. Perangkat Framing Robert Entmant Pada penelitian ini, penulis menggunakan analisis framing model Entmant. Menurut Entman framing adalah proses seleksi dari berbagai aspek sehingga bagian tertentu dari peristiwa lebih menonjol dibanding aspek lainnya. Ia juga menyertakan penempatan informasi dalam konteks yang khas sehingga sisi tertentu mendapatkan alokasi yang lebih besar dari sisi lainnya (Eriyanto, 2011 :. Robert N. Entmant sebagai seorang ahli yang meletakkan dasar-dasar bagi analisis framing untuk studi isi media. Pertama, level makrostruktural yang dapat kita lihat sebagai pembingkaian dalam tingkat wacana. Kedua level mikrostruktural yang memusatkan perhatian pada bagian atau sisi mana dari sebuah peristiwa tersebut yang pembahasannya berkaitan dengan pemilihan fakta, sudut Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 pandang berita dan narasumber. Konsep framing Entmant digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan penonjolan aspek tertentu dari realitas media. Entman melihat framing dalam dua dimensi, yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan isu, seperti yang dapat peneliti jelaskan pada tabel dibawah ini : Tabel 1 Perangkat Framing Entmant Seleksi isu Seleksi Aspek diseleksi untuk ditampilkan ? Ada dimasukkan . dan ada juga yang dikeluarkan . Tidak ditampilkan, wartawan memilah dan memilih aspek tertentu dari suatu isu Penonjolan aspek tertentu dari isu Bagian ini berhubungan dengan penulisan fakta. Dalam hal ini dilihat aspek yang dituliskan ? Hal ini berkaitan erat dengan pemakaian kata, kalimat, gambar dan citra tertentu yang akan ditampilkan kepada khalayak Sumber : Eriyanto, 2011 : 223 . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Realitas Media Fungsi menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, kontrol sosial, dan mempengaruhi masyarakat semata. Saat ini media massa telah melakukan fungsi dalam pembentukan pendapat umum dan juga proses mediasi, (Mc Quail, 1987:83. Nimmo dalam Mc Quail, 1996:1-20 dan Mc Nair, 1995:2-. dengan menghubungkan realitas objektif dengan realitas yang ada dalam pengalaman khalayaknya (Harahap, 2013: . Karena sifat dan faktanya bahwa pekerjaan media massa adalah menceritakan peristiwa-peristiwa, maka kesibukan utama media massa adalah mengkonstruksikan berbagai realitas yang akan Media menyusun realitas dari berbagai peristiwa yang terjadi hingga menjadi cerita atau wacana yang bermakna. Pembuatan berita di media pada dasarnya adalah penyusunan realitas-realitas hingga membentuk sebuah cerita atau wacana bermakna (Hamad, 2004: . Sejalan dengan pendapat Hamad. Burhan Bungin dalam sebuah bukunya, juga mengungkapkan realitas media adalah realitas yang ditampilkan dalam berita dibangun dari sejumlah fakta sedangkan fakta dari suatu realitas itupun sangatlah dinamis menyesuaikan dengan dinamika dari peristiwa itu sendiri. Pada akhirnya menurut Bungin, sesuai penjelasan ontologi paradigma konstruktivis realitas merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Walau ada AokebenaranAo disana namun kebenaran suatu realitas bersifat nisbi, yang berlaku sesuai konteks spesifik yang dinilai relevan oleh pelaku sosial (Bungin, 2008:. Max Weber melihat Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 realitas sosial sebagai perilaku sosial yang memiliki makna subjektif, karena itu perilaku memiliki tujuan dan motivasi (Bungin, 2008: . Masuknya unsur kapital, menurut Sobur . 4: . , media massa mau tidak mau harus memikirkan pasar, media bertarung dalam menyajikan beritanya untuk memperoleh keuntungan . baik dari oplah penjualan medianya juga mencari pemasukan sebesarbesarnya dari iklan. Pekerjaan media massa menurut Sobur adalah menceritakan peristiwa-pertistiwa, maka seluruh isi media adalah realitas yang telah dikonstruksikan . onstucted realit. Jadi bisa disimpulkan bahwa isi media . pada hakikatnya adalah hasil konstruksi realitas dengan bahasa sebagai perangkat dasarnya. Media memiliki realitas yang disebut realitas media. Realitas yang ditampilkan oleh media tidak bisa dikategorikan sebagai fakta dari suatu peristiwa, melainkan hasil dari pandangan tertentu dari pembentukan realitas (Eriyanto, 2011:. Media menyusun realitas tersebut berdasarkan berbagai peristiwa yang terjadi sehingga menjadi cerita atau wacana bermakna (Hamad, 2004 :. Sehingga media memainkan peran khusus dalam mempengaruhi budaya tertentu melalui penyebaran informasi. Peran media akan menampilkan sebuah cara dalam memandang realita, sebagaimana ungkapan Volosinov Auwhenever a sign present, ideology is present tooAy (Sobur, 2004:. Isi yang ditampilkan merupakan peristiwa yang didasarkan pada kejadian di dunia nyata, namun isi media menampilkan dan menonjolkan elemen tertentu, dan logika struktural media dipakai dalam penonjolan elemen tersebut. Bahkan media tertentu cenderung membatasi dan menyeleksi sumber berita, menafsirkan komentar- . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 komentar sumber berita, dan memberi porsi yang berbeda terhadap persfektif lain. Dampaknya selanjutnya yang terjadi adalah penonjolan tertentu terhadap pemaknaan suatu realitas (Sudibyo, 2001 : . Menurut Lippmann, media bertanggung jawab membentuk persepsi publik terhadap dunia. Ia menegaskan bahwa gambaran realitas yang diciptakan media hanyalah pantulan . dari realitas sebenarnya dan karenanya terkadang mengalami pembelokan atau distorsi. Gambaran yang diberikan media massa mengenai dunia menciptakan apa yang disebutnya dengan lingkungan palsu atau Aopseudo-environmentAo yang berbeda dengan realitas Aolingkungan sebenarnyaAo. Dengan demikian publik tidak memberikan respon pada peristiwa yang sesungguhnya terjadi di lingkungan masyarakat, tetapi pada Aogambaran yang ada di kepala merekaAo (Morissan, 2013:. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari unsur nilai, kepentingan dan kekuatan atau kekuasaan yang ada pada media tersebut sehingga media tidak bisa netral dalam pemberitaannya. Sebagaimana dikatakan Mc Luhan Authe medium is the messageAy, medium itu sendiri merupakan pesan. AuApa-apa yang dikatakanAy ditentukan secara mendalam oleh medianya. Terlebih lagi jika disadari bahwa di balik pesan-pesan yang disalurkan lewat media ada mitos sebagai sistem signifikansi, mengandung muatan ideologis yang berpihak kepada kepentingan mereka yang berkuasa (Sobur, 2004 : . Keberpihakan media tidak terlepas dari ideologi sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi isi media. Ideologi diartikan sebagai suatu mekanisme simbolik yang berperan sebagai kekuatan pengikat dalam masyarakat. Tingkat ideologi menekankan pada Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 kepentingan siapakah seluruh rutinitas dan organisasi media itu bekerja (Soemaker dan Reese, 1996:. Shoemaker dan Reese . 6: . menjelaskan tentang faktorfaktor yang dapat mempengaruhi isi dari suatu media. Faktor faktor tersebut antara lain, faktor individu pekerja media . ndividual leve. , faktor rutinitas media . edia routines leve. , faktor organisasi media (Organization leve. , faktor eksternal media . xtra media leve. , dan faktor ideologi . deological leve. Gambar 1. Model hirarki yang mempengaruhi pemberitaan media (Sumber. Shomaker dan Reese, 1996 : . TEMUAN PENELITIAN Poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara menjadi suatu topik yang disajikan oleh kedua media online tersebut. Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan data berupa berita poligami di waspada online dan Medan. Tribunnews. com sebagai . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Tabel 4. Judul berita di media online tentang kasus poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho MEDIA PERIODE 14 Agustus WASPADA ONLINE WASPADA ONLINE 14 Agustus JUDUL BERITA Brillian : Gatot tak cocok jadi ikon KB Diterpa Isu Poligami Gatot Pujo Nugroho Berkilah Dugaan Sumut. MEDAN 13 Agustus Gubernur TRIBUNNEWS. COM Hidayat : Saya segan Nanya Mas Gatot Ditanya MEDAN 15 Agustus TRIBUNNEWS. COM Mesra. Soal Foto Gubernur Gatot Malah Cerita tentang Jalan Tol Tabel 4. Paparan singkat berita tentang kasus poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di media online. MEDIA JUDUL BERITA TANGGAL ISI BERITA NARASUMBER WASPADA Brillian : 14 Agustus Ketua komisi Brillian ONLINE Gatot tak E DPRD Mochtar. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 cocok jadi Sumut. Azhari ikon KB Brillian Mochtar isu poligami WASPADA Diterpa 14 Agustus Namun, saat Gatot Pujo ONLINE Isu di tanya Nugroho Poligami mengenai foto Brillian Gatot Pujo mesra tersebut Mochtar Nugroho dan dugaan Berkilah Gatot Gatot lalu ke berbagai topik aktual. MEDAN Dugaan 13 Agustus Ketua fraksi Hidayatull TRIBUNNE PKS DPRD WS. COM Gubernur Sumut . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Sumut. Hidayat : Gatot Saya Nanya Mas Gatot MEDAN Ditanya 15 Agustus Gatot Gatot Pujo TRIBUNNE Soal Foto Nugroho WS. COM Mesra. Gubernur Gatot ke berbagai Malah topik aktual Cerita Jalan Tol krisis listrik dan jalan tol Frame Waspada Frame Berita 1 Waspada online tanggal 14 Agustus 2014. Brillian : Gatot Tak Cocok Jadi Ikon KB Pada Agustus menghadirkan narasumber seorang anggota DPRD dari partai yang sering berseberangan pendapat dengan partai pengusung Gatot Pujo Nugroho. Tetapi apa yang disampaikan oleh narasumber lebih pada satu pembelaan serta mengingatkan adanya batasan-batasan bagi anggota dewan sekalipun dalam mengkritisi persoalan pemerintahan. INTERPRETASI Berita yang disajikan oleh waspada online sangat menarik dengan menyajikan dua pandangan yang berbeda dalam menyoroti Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 kasus poligami Gubernur Sumatera Utara. Waspada online mengemas berita tersebut secara berimbang dan terkesan tidak memihak. Waspada online dalam memposisikan pelaku poligami lebih memilih kata mirip Gubernur Sumatera Utara. Rumor ini menjadi sorotan karena posisi pelaku yang juga seorang kepala daerah. Media melakukan pemilihan judul sudah pasti didasarkan pada penilaian dan kriteria tertentu. Judul berita secara singkat menjadi penilaian pertama khalayak dalam menilai suatu berita. Pemilihan mengindikasikan pengaburan makna dari pemberitaan. Isi berita seakan menjadi pengalihan isu dari konten berita yang sebenarnya. Inti penyimpangan APBD yang ditandai dengan maraknya korupsi. Waspada memunculkan empati dari masyarakat terhadap rumor ini. Wanita yang diisukan memiliki hubungan spesial dengan Gubernur Sumatera Utara, telah memberikan keturunan seorang putera yang tidak beliau dapatkan dari istri sebelumnya. Dalam kultur masyarakat Sumatera Utara yang dominan menganut sistem patrineal, maka anak laki-laki memiliki kekhususan sebagai pewaris marga ataupun silsilah. Dalam membingkai berita terkait poligami tersebut, media waspada online menghadirkan narasumber Brillian Mochtar. Beliau merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Beliau merupakan kebijakan-kebijakan pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Seperti yang kita ketahui partai PKS dan PDIP sering berseberangan dalam sikap-sikap politik. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Apalagi pada Pemilihan Gubernur yang telah lalu partai pendukung Gubernur Sumatera Utara bersaing sengit dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Komentar narasumber Brillian Mochtar seakan penegasan terhadap rumor poligami Gubernur Sumatera Utara yang menilai bahwa persoalan poligami yang mendera Gubernur Sumatera Utara masih dalam ranah persoalan pribadi. Penilaian tersebut terkesan diplomatis dan tidak memojokkan pelaku. Meskipun demikian ada kritisi yang beliau sampaikan bahwa persoalan ini lebih kepada penilaian etika dan moral. Beliau menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai kepantasan poligami yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara di tengah carut marut pembangunan Sumatera Utara. Beliau juga mengkritisi peran Gubernur Sumatera Utara selaku ikon Kb dengan slogan AuDua Anak CukupAy. Peran tersebut dinilai kurang tepat mengingat Gubernur memiliki banyak anak sehingga kontradiktif dengan tujuan KB. Penilaian peneliti apa yang beliau sampaikan hanya pelengkap dari komentar-komentar sebelumnya. Kritik cukup keras disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU). Azhari Sinik. waspada online menyajikan kritik narasumber yang mempersoalkan kebobrokan Gatot dalam memimpin Sumatera Utara. Selain hal tersebut konteks berita secara halus menggiring opini pembaca akan keterkaitan perilaku poligami dengan maraknya kasus korupsi di periode pemerintahan Gatot Pujo Nugroho. Penyelesaian masalah yang dihadirkan dalam berita adalah tuntutan yang meminta Gatot Pujo Nugroho untuk legowo dan Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Permintaan yang didasarkan kepada wujud ketidakpuasan terhadap kepemimpinan beliau sebagai Kepala Daerah. Beliau dianggap tidak lagi meneruskan jabatan karena Tuntutan ini dalam konteks berita berulang-ulang, yang selalu dikaitkan dengan poligami Gubernur Sumatera Utara. Frame Berita 2 Waspada online tanggal 14 Agustus 2014. Diterpa Isu Poligami Gatot Pujo Nugroho Berkilah INTERPRETASI Waspada online dalam menyajikan berita poligami Gubernur Sumatera Utara dalam kacamata penulis terasa lebih lembut. Pemilihan judul Diterpa isu poligami Gatot Pujo Nugroho berkilah tidak terlalu tendensius memojokkan beliau. Bahasa yang digunakan oleh waspada online dengan pemilihan rangkaian kata-kata tersebut sedikit menghaluskan substansi berita. Pemilihan judul Gatot Pujo Nugroho lebih menonjolkan individu dan mengabaikan jabatan beliau selaku kepala daerah. Waspada online juga menyoroti persoalan poligami, dimana titik fokus pemberitaan adalah pada pelaku poligami yakni Gubernur Sumatera Utara. Banyaknya pengulangan pertanyaan yang sama merupakan penekanan terhadap frame berita. Dimana realitas tersebut dinarasikan kepada pembaca sehingga menimbulkan kesan negatif pada khalayak pembaca. Pemilihan kata di media waspada online dalam amatan penulis lebih halus dimana pemilihan kata foto lebih banyak di banding foto mesra yang tercatat hanya sekali. Berita waspada online lebih berimbang dengan menghadirkan narasumber lain. Patut untuk dicermati bahwa narasumber ditinjau . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 dari hierarchy of influences on media content, yang dikemukakan oleh Shoemaker dan Reese dapat mempengaruhi isi media. Tawaran persfektif lain tentang persoalan poligami yang dikemukakan oleh beliau tidak lebih hanya persoalan pribadi dan individu, bukannya persoalan publik. Pada pemberitaan yang tidak terlalu memojokkan posisi Gubernur Sumatera Utara. Informasi tambahan yang disampaikan tentang wanita tersebut kiranya dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat sehingga lebih bisa menerima realitas tersebut. Meskipun identitas sumber tersebut tidak diungkapkan tetapi dari sudut pandang jurnalistik hal tersebut merupakan salah satu hal yang lumrah. Seleksi isu yang dimunculkan pada berita waspada online lebih pada posisi Gubernur selaku pelaku poligami. Sedangkan aspek realitas yang lebih dominan dalam pemberitaan adalah Gubernur yang tidak mau berkomentar tentang poligaminya. Bagaimana para wartawan berulang kali menanyakan persoalan tersebut dan hal tersebut juga dituliskan dalam teks berita. Dengan demikian ada upaya dari waspada online menciptakan opini dan merekonstruksi pesan dengan penonjolan aspek realitas bahwa Gubernur Sumatera Utara tidak mau berkomentar tentang persoalan tersebut. Frame Berita Medan. Tribunnews. Frame Berita 1 Medan. Tribunnews. com tanggal 13 Agustus Dugaan Poligami Gubernur Sumut : Saya Segan Nanya Mas Gatot INTERPRETASI Pemberitaan Medan. Tribunnews. memojokkan posisi Gubernur Sumatera Utara. Kritikan yang Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara yang juga merangkap Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera seakan memperlihatkan ketidakharmonisan Gatot dengan partai Komentar yang disampaikan secara jelas dapat dicerna sebagai suatu perlawanan dengan narasi kalimat seperti Aocitra cinta perempuan dan uang dari partainyaAo, pada kalimat yang lain Aojadi kalau ada yang melakukan ini saya melihatnya anehAo. Seleksi isu dalam pemberitaan tersebut menyoroti persoalan poligami Gatot yang seharusnya diumumkan ke publik. Simpang-siur kondusifitas di tengah-tengah masyarakat. Penekanan aspek realitas yang ditonjolkan adalah bagaimana posisi pelaku poligami ditinjau dari sudut pandang agama. Sekalipun Partai Keadilan Sejahtera berbasiskan Islam tetapi sudut pandang melihat poligami tidaklah Secara umum masyarakat masih menilai negatif terhadap pelaku poligami. Kritik yang sangat keras juga disampaikan yang seakan memarjinalkan pelaku poligami dengan penggunaan konotasi Bahkan tidak berhenti sampai disitu, dikhawatirkan perilaku poligami seperti yang ditunjukkan Gatot akan membuat PKS semakin buruk dalam persepsi masayarakat. Perilaku poligami telah banyak melibatkan pejabat-pejabat yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Luthfi Hasan Ishaq, seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera yang tersandung kasus korupsi impor sapi. Dampak dari pemberitaan kasus tersebut Partai Keadilan Sejahtera identik dengan poligami dan korupsi. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Pemberitaan yang disajikan Medan. Tribunnews. com terkesan sepihak dan tidak memberikan perimbangan dari narasumber lainnya. Terkesan menajamkan friksi yang ada antara Gatot dan partai Hubungan yang tidak harmonis tersebut diduga sudah muncul sebelum Pemilukada Gubernur 2013. Frame Berita 2 Medan. Tibunnews. com tanggal 15 Agustus 2014. Ditanya Soal Foto Mesra. Gubernur Gatot Malah Cerita tentang Jalan Tol. INTERPRETASI Peristiwa Sumatera Utara menimbulkan beragam reaksi dari kalangan masyarakat khususnya kepada kaum permpuan telah diberitakan secara konstruktif oleh media online. Medan. Tribunnews com sebagai salah satu media online dikota Medan menyoroti permasalahan ini dengan sangat keras. Pemilihan judul yang disampaikan Medan. Tribunnews. cenderung agitatif dan menyamarkan poligami. Judul berita yang dimuat di Medan. Tribunnews. com tanggal 15 Agustus 2014 AuDitanya Soal Foto Mesra. Gubernur Gatot Malah Cerita tentang Jalan TolAy. Pemilihan judul tersebut terkesan memanipulasi khalayak, yang pada akhirnya merasa tertarik membaca berita. Esensi foto mesra dan poligami sangat jauh berbeda. Poligami bukanlah sesuatu yang dilarang dalam pandangan Islam tetapi konotasi foto mesra bisa membawa pemikiran yang bermacam-macam. Pada artikel berita Medan. Tribunnews. com hadir dengan nuansa pemberitaan yang mencampuradukkan opini redaksi . dan Pemanfaatan kata-kata seakan, terkesan memberi dampak negatif terhadap pemberitaan yang seharusnya bersesuaian dengan cover both side sebagai kaedah jurnalistik. Berita Medan. Tribunnews. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 tidak menggunakan pengutipan narasumber yang kompeten dan sumber-sumber Seyogyanya pemberitaannya agar pemberitaan sifatnya tidak sepihak dan terkesan Sehingga khalayak pembaca menemukan berita yang Penonjolan Medan. Tribunnews. com adalah bagaimana Gubernur Sumatera Utara yang tetap kukuh tidak mengomentari pertanyaan wartawan terkait foto mesra beliau dengan seorang wanita. Teks berita yang berulangkali memperlihatkan hal tersebut menurut peneliti akan mengarahkan pembaca pada penarikan kesimpulan yang sama. Poligami yang dilakukan oleh Gubernur memang benar adanya. Medan. Tribunnews. com dalam pemberitaannya menganggap bahwa dari sudut etika dan moral seorang kepala daerah tidak seharusnya melakukan poligami. Pelaku poligami yang dijadikan titik Sehingga Medan. Tribunnews. com memindahkan titik sentral pemberitaan kepada oknum pelakunya, yaitu Gubernur Sumatera Utara. Tidak ada muatan politis dalam pemberitaan ini dalam pengamatan peneliti, tetapi lebih kepada suatu usaha media untuk memberitahukan kepada khalayak Aubeginilah kepala daerah kitaAy. Hal ini ditunjukkan dengan tidak menghadirkan narasumber selain beliau yang tetap tidak mau berkomentar tentang persoalan tersebut. Sehingga pemberitaan ini sangat didominasi sepihak dan tidak menawarkan pandangan dari narasumber lain, baik yang mendukung . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 ataupun menentang yang bisa menjadi pertimbangan bagi para pembaca dalam menganalisa kasus poligami tersebut. Hal ini tentu berdampak negatif pada Gubernur Sumatera Utara sehingga kecenderungan yang muncul nantinya adalah penajaman konflik dari masyarakat terhadap kinerja Gubernur. Padahal sampai saat ini tidak ada penelitian yang secara jelas membuktikan bahwa poligami membawa dampak negatif. Apalagi informasi terbaru mengenai poligami Gubernur tersebut terjadi semasih beliau menjabat Wakil Gubernur Sumatera Utara. Disamping makhluk sosial Gubernur Sumatera Utara juga mahkluk individu yang harus kita hargai hak kebebasannya. Sedangkan disisi lain, banyak kita lihat bahwa pelaku poligami justru adem ayem dalam menjalani kehidupannya. Dalam media massa, penggunaan bahasa atau rangkaian kata ikut menentukan konstruksi realitas yang sekaligus menentukan makna yang muncul di benak khalayak. Hal ini tentu akan Medan. Tribunnews. com dalam pemberitaannya banyak menggunakan kata foto mesra dibanding kata poligami. Secara tidak langsung Medan. Tribunnews. com menyiratkan tekanan bahasa yang kuat dan menggiring benak khalayak kepada perbuatan asusila. Medan. Tribunnews. com dalam mendukung berita tersebut menyajikan foto sebagai pendukung. Dalam dunia jurnalistik foto bisa lebih banyak bercerita dibanding ilustrasi yang dituliskan. Foto dihadirkan untuk memperkuat frame berita. Dimana pada foto yang ditampilkan Medan. Tribunnews. com adalah foto Gubernur Sumatera Utara. Gatot Pujo Nugroho bersama seorang wanita. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Penonjolan aspek realitas yang ditonjolkan dalam pemberitaan oleh Medan. Tribunnews. com adalah bagaimana Gubernur Sumatera Utara yang tetap kukuh tidak mengomentari pertanyaan wartawan terkait foto mesra beliau dengan seorang wanita. Teks berita yang merupakan upaya dari media untuk mengarahkan pembaca pada penarikan kesimpulan yang sama. Poligami yang dilakukan oleh Gubernur memang benar adanya. Sedangkan seleksi isu yang ditemukan dalam teks berita lebih Gubernur Sumatera Utara. Pemilihan fakta ini yang menunjukkan bagaimana sebuah media online memaknai suatu peristiwa. Persoalan Sumatera Utara dengan beragam krisis yang melanda menjadi kontradiksi dengan fakta Seakan pembangunan di Sumatera Utara. Media online memiliki kelebihan seperti yang telah diuraikan penyampaian berita. Dengan kondisi tersebut berita di media online prosesnya memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum berita tersebut di publikasikan di media online. Tetapi harus disadari kondisi ini juga bisa menjadi satu penghalang bagi media online untuk menghadirkan tulisan yang memenuhi kriteria jurnalistik. Karena tuntutan deadline, situs media online sering mengabaikan kaidah jurnalistik dalam penulisan artikel berita yang lengkap, misalnya kekurangan dalam unsur 5W 1H. Hasil analisis yang telah dilakukan menemukan adanya konteks kalimat yang secara jelas mengarahkan dan menggiring opini . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 pembaca kepada satu kondisi dan tujuan tertentu. Disadari atau tidak hal ini sering terjadi, sehingga wartawan cenderung terbawa suasana hatinya Auworld viewAy dalam melihat satu fenomena sosial yang akan dituliskan menjadi suatu berita. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam penulisan suatu berita melibatkan beragam pihak yang terlibat dalam suatu media. Ada tahapan-tahapan yang dilewati mulai dari konsep berita yang dituliskan oleh wartawan. Tetapi berita tersebut masih mengalami editing atau pemolesan oleh redaktur/pelakasana sebelum berita Pada proses redaksional ini berita akan dikonsep ulang sesuai dengan kebijakan umum media online tersebut. Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan informasi objektif yang berkualitas dan bebas dari segala bias akan sulit didapatkan. Dari semua artikel yang membahas masalah poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara maka peneliti melihat bahwa persoalan poligami yang dipertentangkan lebih pada konteks pelaku selaku seorang kepala daerah sehingga persoalan ini menjadi sorotan media. Dengan demikian ada usaha dari media yang berusaha menjadikan hal ini sebagai satu persoalan publik disamping persoalan umat islam. Media online memiliki kelebihan seperti yang telah diuraikan dalam kerangka teori, dimana memiliki kecepatan dalam penyampaian Dengan kondisi tersebut berita di media online prosesnya memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum berita tersebut di publikasikan di media online. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 DISKUSI DAN PEMBAHASAN Framing Berita Pada awal penelitian telah penulis kemukakan bahwa ada dua permasalahan dalam penelitian ini yang akan dijawab, yaitu bagaimana model pembingkaian berita yang dilakukan oleh media terhadap poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugrorho di media dan , dan bagaimana proses keredaksian dalam pembingkaian berita poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di media dan Medan. Tribunnews. Ketika suatu peristiwa yang menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik muncul di tengah masyarakat dan menjadi suatu topik perbincangan di tengah-tengah masyarakat akan menjadi liputan bagi media massa. Baik itu media cetak, elektronik dan juga media online akan berlomba-lomba menyajikan berita tersebut. Terlebih suatu peristiwa yang selalu menjadi pertentangan di tengahtengah masyarakat seperti poligami gubernur Sumatera Utara yang di beritakan dua media online di kota medan yaitu waspada online dan Medan. Tribunnews. Penulisan berita di kedua media online tersebut berangkat dari suatu fakta peristiwa yang terjadi. Tetapi pada penulisan berita. Medan. Tribunnews. com terkait poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara sedikit berbeda. Hal ini disebabkan cara pandang media yang berbeda dalam memaknai suatu peristiwa. Media online dalam menyampaikan pemberitaan poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara. Gatot Pujo Nugroho Selaku . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 menyampaikan informasi kepada khalayak luas maka informasi yang disampaikan akan merekonstruksi pemahaman publik terhadap suatu Sudut pandang konstruksi sosial media massa seperti yang telah dikemukakan membuktikan kalau wartawan adalah produk sosial masyarakat yang mengalami proses ekternalisasi, internalisasi dan Selaku makhluk individu dan mahluk sosial wartawan tidak bisa terlepas dari sistem sosial dimana ia tinggal. Keberpihakan media bukanlah sesuatu yang baru dalam kajian Media bukanlah lembaga yang netral dan independen dalam pemberitaan sesuatu isu yang beredar di masyarakat. Temuan penelitian seperti yang penulis paparkan merupakan sesuatu yang disengaja dengan beragam motif yang mendasari hal tersebut. Temuan penelitian yang dipaparkan sebelumnya seakan mempertegas hasil dan kesimpulan penelitian-penelitian yang telah Keberpihakan Media Indonesia penelitian Gema Mawardi pada kasus berita mundurnya Surya Paloh dari partai Golkar merupakan intervensi pada tataran pemilik sehingga merekonstruksi berita masyarakat yang berpihak padanya. Karena hal tersebut peneliti melihat bahwa hubunganhubungan antar lembaga juga dapat mempengaruhi cara pandang media dalam menyoroti suatu isu. Khususnya persoalan yang melibatkan kelembagaan seperti isu poligami Gubernur Sumatera Utara. Tekanan-tekanan pemberitaannya akan disikapi dan menyesuaikan pemberitaan sesuai dengan porsi yang sewajarnya, atau memasang sikap kontra dengan pandangan yang sewajarnya. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Wartawan memaknai suatu fakta dan realitas tersebut dengan Aoworld viewAo yang melekat padanya. Dengan cara pandang inilah wartawan memaknai apa-apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Pengalaman yang didapatkan oleh wartawan dimakanai dalam bingkai tersebut. Nilai-nilai yang dianut olehnya, maka dapat disimpulkan juga nilai tersebutlah yang berlaku dilingkungannya. Sehingga ada kecenderungan yang sama pada sistem sosial dalam Oleh karena itu peneliti melihat akan sangat sulit bagi wartawan menghadirkan realitas seobjektif fakta yang terjadi. Sisi humanis yang ada pada setiap wartawan merupakan awal terjadinya Framing yang dilakukan oleh media pada dasarnya merupakan unsur kesengajaan. Penitikberatan yang dilakukan oleh media adalah upaya dari media untuk memunculkan isu-isu sentral. Media mengangkat isu yang seksi dan kemudian di blow up sedemikian rupa. Dengan demikian media memproduksi beritanya dengan judul yang sangat agitatif, manipulatif yang pada dasarnya upaya dari media untuk menarik minat khalayak pembaca. Khususnya di media online dimana yang menjadi acuan adalah jumlah pengunjung ataupun Tentu segmentasi khalayak media cetak dan media online sangat berbeda. Media online biasanya merupakan orang-orang yang melek tekhnologi. Media online mensiasatinya dengan menjalin jejaring sosial dengan para pembaca. Sosial media yang sering digunakan untuk memfasilitasi hal tersebut adalah twitter, fan page facebook dan intsagram. Setiap ada berita terbaru maka pemberitahuan . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 akan dikirimkan oleh media online ke khalayak melalui jejaring sosial Untuk itu peneliti melihat bahwa memang ada unsur kesengajaan di balik pemilihan judul berita. Pemanfaatan bahasa salah satunya, bagaimana media dengan menggunakan bahasa juga membentuk dan merekonstruksi realitas tersendiri di benak khalayak. Dari hasil temuan penelitian bagimana bahasa memberi andil dalam pemberitaan. Narasi yang dituliskan dalam kalimat, ataupun penggunaan kata-kata yang digunakan untuk merujuk sesuatu peran dalam merekonstruksi berita. Penggunaan kata poligami dan beristri dua ataupun beristri lebih dari dua merujuk pada banyak istri. Tetapi bagi penafsiran khalayak, penggunaan kata-kata tersebut memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Kata poligami lebih halus dari kata beristri dua, dan beristri dua memiliki makna yang berbeda dengan beristri lebih dari Peneliti ketertarikan bagi khalayak dengan berusaha meyakinkan pembaca. Penggunaan bahasa yang berupaya membangun dan menggiring opini publik pada satu titik tertentu. Serta tidak memberikan penawaran lain dari satu persoalan yang ditulis oleh media. Realitas media tidaklah sama dengan fakta yang telah terjadi. Konstruktivis memunculkan isu-isu sentral di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian media berupaya menjadikan isu tersebut menjadi semacam persalan bersama. Media secara simultan berusaha menyamakan agenda media dan agenda publik. Tentu hal ini sangat berhubungan erat dimana framing merupakan salah satu alat bagi media untuk Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 memunculkan isu yang sensitif di tengah-tengah masyarakat. Sehingga media menjadikan isu tersebut prioritas dalam pemberitaan. Dari temuan penelitian juga ditemukan bagaimana satu fakta yang sama menghasilkan konstruksi berita yang berbeda. Media waspada online dan Medan. Tribunnews. com dalam memaknai isu poligami yang dilakukan oleh gubernur Sumatera Utara memiliki frame tersendiri. Waspada online bersikap lebih objektif dengan menghadirkan sisi pemberitaan yang berimbang yang dikenal dengan istilah jurnalistik Aocover both sideAo ataupun liputan dua sisi. Sementara Medan. Tribunnews. com dalam menghadirkan berita tersebut terkesan pemberitaan satu sisi. Frame yang dibangun oleh media ini tidak terlepas dari kepentingan-kepentingan yang ada di balik media. Dari analisis yang telah dilakukan ditemukan adanya konteks kalimat yang secara jelas mengarahkan dan menggiring opini pembaca kepada satu kondisi dan tujuan tertentu. Disadari atau tidak hal ini sering terjadi, sehingga wartawan cenderung terbawa suasana hatinya Au world viewAy dalam melihat satu fenomena sosial yang akan dituliskan menjadi suatu berita. Penulisan berita di kedua media online tersebut berangkat dari suatu fakta peristiwa yang terjadi. Tetapi pada penulisan berita, konstruksi Medan. Tribunnews. com terkait poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara bisa saja berbeda. Hal ini disebabkan cara pandang media yang berbeda dalam memaknai suatu peristiwa. Hal ini pertanyaan yang sama. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Faktor yang Mempengaruhi Pemberitaan Untuk menjawab permasalahan bagaimana proses keredaksian dalam pembingkaian berita poligami Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di media waspada online dan Medan. Tribunnews. Oleh karena berita sebagai hasil produksi suatu media yang melalui beberapa tahapan sebelum disajikan kepada khalayak, maka peneliti melihat adanya keterkaitan organisasi media secara keseluruhan. Maka peneliti mencoba menggunakan pendekatan yang diperkenalkan oleh Shoemaker dan Reese. Dimana keduanya memperkenalkan hierarchy of influences on media content, dimana Shoemaker dan Reese . 6: . menjelaskan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi isi dari suatu media. Faktor faktor tersebut antara lain, faktor individu pekerja media . ndividual leve. , faktor rutinitas media . edia routines leve. , faktor organisasi media (Organization leve. , faktor eksternal media . xtra media leve. , dan faktor ideologi . deological leve. Hasil temuan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan keseluruhan faktor tersebut dalam proses redaksional Faktor-faktor pemberitaan waspada online dan Medan. Tribunnews. Pada level individu, dari hasil wawancara yang telah dilakukan, dapatlah disimpulkan bahwa berita yang dituliskan oleh wartawan pada dasarnya hanyalah bahan baku dalam penulisan Apa yang dituliskan oleh wartawan merupakan konstruksi ulang dari suatu fakta atau peristiwa yang terjadi. Dalam menuliskan berita tersebut, wartawan menafsirkan fakta atau peristiwa tersebut didasarkan pada cara pandangnya akan suatu peristiwa. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 Wartawan selaku makhluk sosial yang berfikir dan bertindak Disamping kemasyarakatan, organisasi kerja juga memberi dampak yang tidak sedikit sehingga mempengaruhinya dalam memandang suatu realitas. Sehingga wartawan tidak terlepas dari subyektivitasnya dalam membuat berita. Sudut pandang yang ditekankan oleh wartawan dalam penulisan berita merupakan bagian dari framing yang dilakukan. Meskipun apa yang dituliskan wartawan secara keseluruhan boleh jadi masih mengalami penyuntingan dari redaksi. Tidak jarang banyak kesalahan pemaknaan terhadap berita tersebut dalam representasi redaktur pelaksana, padahal si wartawan menilai apa yang dia tuliskan sudah cukup mewakili terhadap fakta realitas yang ada. Level External Media Pemberitaan seperti yang telah dikemukakan sebelumnya mempertentangkan suatu permasalahan. Pro dan kontra yang terjadi merupakan suatu hal yang lumrah, meskipun demikian media memiliki kecenderungan dalam melihat persoalan tersebut. Akibat memanfaatkan narasumber untuk mengkritisi persoalan tersebut. Sesuai dengan ideologi yang dimiliki oleh media, maka berdampak pada pemilihan narasumber yang dilakukan. Waspada online dalam pemberitaannya menyajikan berita yang berimbang dan tidak terkesan memihak, memilih narasumber yang menguatkan sudut pandang tersebut. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Sedangkan Vol. No. 01 Januari 2020 Medan. Tribunnews. kecenderungan yang terlihat berupaya mengkritisi persoalan poligami yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara. Pemberitaan yang terang-terangan mempermasalahkan hal tersebut semakin membuktikan asumsi Pemberitaan yang terkesan sepihak dan bersifat menghakimi akan memunculkan opini yang negatif di kalangan masyarakat. Faktor Rutinitas Media Media adalah satu organisasi yang memiliki struktur dan bagian-bagian yang berfungsi sebagai penyokong jalannya roda Media juga memiliki aturan dan kewenangan bagi setiap Oleh karena itu dalam proses redaksional berita wartawan merupakan bagian kecil dari organisasi itu sendiri. Tiap-tiap komponen tersebut memiliki kepentingan tersendiri yang bisa saja tidak saling bersesuaian. Ada koordinasi diantara organisasi media khususnya dalam proses redaksional suatu berita. Wartawan yang menginformasikan fakta/peristiwa akan diedit lagi oleh redaktur pelaksana. Kemudian redaktur pelaksana akan meminta foto kepada redaktur foto sebagai pelengkap berita. Foto dan berita adalah satu kesatuan frame berita yang saling menguatkan pemberitaan. Faktor Ideologi Media. Pemilik media pada prinsipnya lebih mengedepankan faktor ekonomi dalam menjalankan organisasi media. Oleh karena itu pemilik media berusaha melakukan penekanan kepada pihak redaksi untuk mencari isu-isu yang sexi dalam benak khalayak. Sehingga pada akhirnya memberi keuntungan bagi pemilik media. Hal ini seperti yang telah diungkapkan redaktur pelaksana Medan. Tribunnews. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 dimana media online berusaha mengejar banyaknya pengunjung . Ideologi media massa ditanamkan dari lingkungan organisasi media sehingga mempengaruhi cara media bersikap dan bertindak. Perbedaan yang terlihat dalam kasus poligami Gubernur Sumatera Utara Medan. Tribunnews. com disebabkan oleh unsur ideologi tersebut. Perbedaan kontruksi realitas yang disajikan pada akhirnya juga berbeda sesuai dengan keinginan media. Waspada online dan Surat Kabar Harian Waspada merupakan media lokal di Kota Medan. Keduanya bernaung pada Waspada Group dan selama ini terkenal berhubungan baik dengan birokrasi Sehingga hal tersebut menjadi satu faktor yang mempengaruhi ideologi media dalam menyampaikan pemberitaan. Sedangkan Medan. Tribunnews. com yang merupakan bagian dari Tribun Medan tidak memiliki kedekatan yang khusus dengan Bahkan cenderung menyerang birokrasi pemerintahan dan hal ini sering terjadi. Menurut penulis hal tersebut juga merupakan faktor ideologi media dalam pemberitaan. Frame konstruksi berita yang disajikan waspada online dalam pemberitaan tersebut lebih halus dan objektif dengan liputan pemberitan dua sisi. Sedangkan Medan. Tribunnews. com secara jelas terlihat sangat agresif dan terkesan pemberitaan satu sisi. Secara tidak langsung apa yang dipaparkan oleh media dalam pemberitaanya secara tidak langsung merupakan sikap media terhadap persoalan . RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Fungsi Redaktur Pelaksana sebagai Gatekeeper Mencermati apa yang disampaikan oleh John R. Bittner maka fungsi gatekeeper di media online ada pada redaktur pelaksana. Redaktur pelaksana memiliki peranan dalam mengorganisir wartawan dan memajemen pemberitaan di media online. Seperti yang disampaikan oleh redaktur pelaksana . ews room manage. Medan. Tribunnews. T Agus Khaidir yang mengatakan. AuRedaktur berkoordinasi dengan petugas online untuk menshare informasi tersebut di kalangan wartawan melalui aplikasi sosial media. Kemudian memastikan berita itu tidak bermasalah, dari datanya, susunan kalimat-kalimatnya, sampai masalah non tekhnis, serta mempertimbangkan pantas tidaknya berita tersebut dan apa imbas pemberitaan tersebut kepada pihak-pihak lainAy. Dengan tugas dan fungsi seperti itu redaktur pelaksana memiliki kewenangan dalam melakukan editing suatu berita agar sesuai dengan kebijakan redaksional yang dianut oleh masing-masing setiap media online. AuBerita yang diinformasikan wartawan dari lapangan ke petugas media online akan diteruskan ke redaktur bidang yang bersangkutan kemudian disampaikan kepada saya selaku redaktur pelaksana. Ketika suatu berita telah di acc dalam arti memenuhi syarat untuk dipublikasikan. Tahapan informasi tersebut dari wartawan ke redaktur bidang kemudian ke saya, apabila sudah oke dan semuanya memenuhi syarat berita tersebut disampaikan ke petugas online untuk memuatnya di media onlineAy Dengan tugas dan fungsi seperti itu redaktur pelaksana memiliki kewenangan dalam melakukan editing suatu berita agar sesuai dengan kebijakan redaksional yang dianut oleh masing-masing setiap media online, sebagaimana diungkapkan oleh T. Agus Khaidir. Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 AuBerita yang diinformasikan wartawan dari lapangan ke petugas media online akan diteruskan ke redaktur bidang yang bersangkutan kemudian disampaikan kepada saya selaku redaktur pelaksana. Ketika suatu berita telah di acc dalam arti memenuhi syarat untuk dipublikasikan. Tahapan informasi tersebut dari wartawan ke redaktur bidang kemudian ke saya, apabila sudah oke dan semuanya memenuhi syarat berita tersebut disampaikan ke petugas online untuk memuatnya di media onlineAy Sedangkan redaktur pelaksana waspada online. Agus Utama juga mengungkapkan hal yang sama. AuBiasanya editing yang dilakukan oleh redaktur mulai dari kata-katanya, editing kesalahan makna pemberitaannya, ataupun mungkin hal-hal yang bertentangan dengan delik hukum, pemilihan judul, menghilangkan beberapa kata atau kalimat yang maknanya sangat kasar, dan melakukan pemilihan kata ataupun kalimat yang lebih halus sehingga bahasanya lebih halus, sehingga tidak terlalu kejamlah menurut kita. Kalau dimedia kita hal tersebut merupakan fungsi dan tugas redaktur sesuai dengan kontennya. Artinya pemberitaanAy. Wartawan Wartawan Petugas Online/ Sosial Media Wartawan Petugas Online/ Sosial Media Redaktur Bidang Redaktur Pelaksana/ Newsroom Manager Gambar. Proses Redaksional Medan. Tribunnews. RECEIVER. Studi Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. No. 01 Januari 2020 Gambar. Proses Redaksional Waspada Online Redaktur Pelaksana Asisten Redaktur Pelaksana Editor Korlip/Wartawa Web Entri Fotografer Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa berita selaku produk dari media online bukanlah hasil individual melainkan hasil institusi secara keseluruhan. Walaupun ada sedikit perbedaan Medan. Tribunnews. com, tetapi secara garis besar fungsi dan peranan masing-masing hampir sama. Oleh karena pembagian tugas tersebut maka ada proses tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum berita diposting di media Artinya dalam proses tahapan-tahapan tersebut bisa saja masing-masing individu menafsirkan realitas sesuai dengan apa yang ada dibenaknya sehingga berita yang dihasilkan sangat subyektif atas realitas yang terjadi. Redaktur pelaksana berperan penting dalam mengarahkan Kewenangan redaktur pelaksana sangat dominan dalam menjalankan roda organisasi media online. Fungsi redaktur pelaksana harus mampu memahami ideologi media dan organisasi. Serta menjadi simpul penghubung antara pemimpin redaksi dan wartawan Analisis Pembingkaian Berita Poligami GubernurA P-ISSN: 2527-7359 sehingga kebijakan pemimpin redaksi menjadi pedoman kerja dalam proses pemberitaan. Meskipun berita adalah produk hasil dari institusi media tetapi pada tataran redaksional pemimpin redaksi hanya berfungsi sebagai Dari penelusuran yang telah dilakukan oleh peneliti maka tidak terlihat peranan dari pemimpin redaksi pada proses redaksional berita, baik di waspada online maupun di Medan. Tribunnews. Bisa dikatakan kalau pengolahan berita tersebut di media online. Daftar Pustaka