P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Strategi SWOT Dalam UMKM Baso ACI JUARA Marina Ery Setiyawat1. Hermina Simanuhuruk2. Nayla Early Fitriayuni3. Siska Indah Pramesti4. Diandra Farissya5 Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana. Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Manajemen Program Sarjana. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta marinaerysetiawati@upnvj. hermina@upnvj. id :2410111140@mahasiswa. id1,2410111152@mahasiswa. 2410111160@mahasiswa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pemerataan kesempatan usaha pada UMKM, dengan studi kasus pada Baso Aci Juara di Pondok Labu. UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya modal, keterbatasan pengetahuan pasar, dan manajemen operasional yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Baso Aci Juara meliputi masalah internal dalam manajemen operasional dan SDM, serta dampak eksternal seperti persaingan pasar dan pengaruh pandemi COVID-19. Di sisi lain, terdapat peluang signifikan yang dapat dimanfaatkan, termasuk digitalisasi bisnis, kolaborasi dengan stakeholder, dan dukungan pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rekomendasi pengembangan yang diajukan meliputi peningkatan kualitas operasional, optimalisasi pendanaan, dan inovasi Dengan memanfaatkan peluang ini. UMKM dapat meningkatkan daya saingnya dan berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan pemerataan kesempatan usaha yang Kata Kunci: UMKM. Pemerataan Kesempatan Usaha. Tantangan dan Peluang. Pengembangan Ekonomi. ABSTRACT This research aims to analyze the challenges and opportunities in equalizing business opportunities in MSMEs, with a case study on Baso Aci Juara in Pondok Labu. MSMEs have a significant contribution to the Indonesian economy, but still face various obstacles such as lack of capital, limited market knowledge, and suboptimal operational management. This research uses a qualitative method with data collection through interviews, observation, and literature analysis. The results show that the main challenges faced by Baso Aci Juara include internal problems in operational management and human resources, as well as external impacts such as market competition and the influence of the COVID-19 pandemic. On the other hand, there are significant opportunities that can be leveraged, including business digitalization, collaboration with stakeholders, and government support through the People's Business Credit (KUR) program. The proposed development recommendations include improving operational Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 quality, optimizing funding, and product innovation. By taking advantage of these opportunities. MSMEs can improve their competitiveness and contribute more optimally to creating sustainable equitable business opportunities. Keywords: MSMEs. Equalization of Business Opportunities. Challenges and Opportunities. Economic Development. minimnya kreatifitas dalam membuat keterampilan individu serta skill PENDAHULUAN manajerial dan lain lain. Apalagi Usaha mikro kecil dan menengah dengan adanya efek dari globalisasi (UMKM) adalah usaha milik orang dan kemajuan teknologi yang sangat perorangan atau badan usaha perorangan cepat membuat para pelaku UMKM yang memenuhi kriteria Usaha Mikro seperti perlu lebih cepat beradaptasi agar bisa yang diatur dalam Undang-Undang. UMKM bersaing di pasar yang sangat memiliki peranan yang sangat besar dalam kompetitif, selain itu para pelaku menunjang perekonomian negara,UMKM UMKM juga terus dihantam oleh dapat membuka lapangan kerja bagi ekspektasi masyarakat maupun orang masyarakat sebagai sarana pemberantas disekitar yang terkadang malah kemiskinan,jumlah UMKM menjadi pedang bermata dua dan kementrian keuangan per 2023 yaitu menurunkan motivasi pelaku UMKM. mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Demikian tujuan penelitian kami sebesar 61,07 persen atau senilai 8. 573,89 kali ini berfokus pada upaya triliun rupiah. Hal ini tentunya sangat krusial UMKM bagi kesejahteraan bangsa dalam di sektor pemerataan kesempatan usaha dan perekonomian yang berkelanjutan. pendapatan, hal ini sangat penting mengingat UMKM adalah salah satu Kemudian relevansi UMKM terhadap juru kunci Indonesia dalam menaikan Indonesia dalam mewujudkan cita cita serta ekonomi negara agar dapat mencapai harapan bangsa yaitu suksesnya salah satu tujuannya yaitu Indonesia maju 2024. wacana dan gagasan Indonesia yakni Dengan adanya peningkatan akses "Indonesia emas 2024" yang pasti terhadap pelatihan, pembiayaan, serta melibatkan UMKM sebagai salah satu informasi pasar, diharapkan UMKM tombak perekonomian negara yang berguna bisa lebih berdaya saing, agar dapat bagi keberhasilan indonesia emas 2024. berkontribusi lebih optimal terhadap Sesuai dengan pilar ke-2 dari visi Indonesia Pemerataan ini juga emas 2024 yaitu pembangunan ekonomi penting guna mengurangi kemiskinan berkelanjutan. UMKM adalah kunci dan meningkatkan kualitas hidup keberhasilan Indonesia emas 2045 dengan total kontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB yang menjadi bukti akan peranannya. yang lebih baik. Akan tetapi UMKM juga memiliki banyak tantangan serta rintangan dalam keberlanjutan usahanya seperti kurangnya modal, minimnya pengetahuan mengenai pasar,keterbatasan akses transportasi. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. TINJAUAN PUSTAKA Definisi UMKM Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki definisi yang berbedabeda di setiap negara dan lembaga dunia. UMKM didefinisikan berdasarkan kriteria dan ciri yang dapat berupa jumlah tenaga kerja, kapital, omzet, teknologi, manajemen, dan orientasi pasar, dan lain sebagainya. Indonesia, sebelum UU No. 11 Tahun 2020, definisi UMKM ditetapkan oleh berbagai instansi seperti Bank Indonesia. BPS. Kementerian Koperasi dan UMKM, dan berbagai instansi lainnya yang umumnya berfokus pada omzet dan aset. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2008, usaha kecil didefinisikan sebagai berikut: Usaha produktif milik warga negara Indonesia yang berbentuk badan usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha berbadan hukum termasuk Anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi, baik langsung maupun tidak langsung, dengan usaha menengah atau besar tidak termasuk dalam kategori usaha kecil Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 100 juta per tahun. bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU. Peran UMKM dalam Perekonomian Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting Indonesia dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 63,58% dan penyerapan tenaga kerja mencapai 99,45% atau sangat besarnya jumlah unit usaha yang terlibat yakni sekitar 99,84% dari seluruh unit usaha yang ada. Berdasarkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tahun 2018 jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 64. 057 atau meningkat 2,02% dari tahun 2017. Sedangkan UMKM 631 atau meningkat 0. dari tahun 2017. UMKM juga terbukti mampu bertahan dalam krisis ekonomi, terutama pada tahun 19971998, ketika banyak usaha besar Hal ini dikarenakan UMKM menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan baku dan mendukung ketahanan ekonomi nasional. Setelah Undang Undang- Nomor 11 Tahun 2020, definisi UMKM berubah menjadi: Usaha mikro adalah usaha dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau Peran UMKM semakin strategis dalam bukan cabang perusahaan yangmasa pandemi Covid-19, terutama dengan dimiliki dikuasai atau menjadipemanfaatan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pemasaran online. Hal tersebut sudah terbukti dengan banyaknya UMKM yang tumbuh secara online seperti shopee, lazada, dan pemasaran pelaku usaha lainnya melalui Hal ini dapat meningkatkan upaya pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga secara langsung maupun tidak langsung mendukung dan memperkuat ketahanan ekonomi di masa Pandemi Covid-19. Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk membuka dan mencoba berbagai peluang bisnis seperti UMKM akan meningkatkan pertumbuhan UMKM dan juga perekonomian di Indonesia. Tantangan UMKM dalam Pemerataan Kesempatan Usaha UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di negara berkembang. Namun, di balik potensi besar tersebut. UMKM juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang menghambat perkembangan mereka. Salah satu kendala utama adalah rendahnya kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital, di mana banyak pelaku UMKM belum memiliki keterampilan atau sumber daya yang memadai untuk memanfaatkan peluang dari transformasi digital dan Tantangan ini diperburuk oleh keterbatasan sumber daya keuangan, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya tenaga kerja terampil yang mendukung pengelolaan bisnis, manufaktur, hingga pemasaran. Selain itu, hambatan lain muncul dari ketidakmerataan akses internet, rendahnya pengembangan (R&D), serta risiko keamanan data yang menjadi ancaman di era digital. Dampak pandemi COVID-19 turut menambah tekanan, seperti penurunan permintaan, gangguan rantai pasokan, hingga masalah keuangan yang mengakibatkan turunnya pendapatan. Faktor eksternal seperti korupsi. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 sulitnya akses kredit, keterbatasan infrastruktur . istrik, air, dan jala. , serta tingginya biaya bahan baku juga menjadi hambatan besar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat melalui berpihak pada UMKM agar mereka mampu bertahan dan berkembang. Peluang UMKM dalam Pemerataan Kesempatan Usaha UMKM memiliki dua potensi peluang utama. Pertama, potensi dasar yang mencakup kemampuan UMKM untuk tumbuh dan berkembang ekonomi yang ada di pasar. Potensi ini melibatkan inovasi dan kreativitas dari para pelaku usaha untuk memanfaatkan perkembangan pasar secara optimal. Kedua, kebijakan pemerintah yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan UMKM. Kebijakan ini harus terarah dan tepat sasaran untuk memastikan bahwa usaha kecil dan mikro mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk Dengan kombinasi pemerintah yang efektif. UMKM dapat meningkatkan daya saing dan Strategi Bauran Pemasaran Produk (Produc. Produk merujuk pada segala hal yang dapat dipasarkan dan memenuhi kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen tidak hanya ditentukan oleh bentuk fisik keseluruhan pengalaman yang Kepuasan ini mencakup elemen fisik, emosional, simbolis, dan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. layanan yang diberikan oleh Harga (Pric. Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Perusahaan penerimaan penjualan dari produk yang dihasilkan dan dipasarkannya dengan penetapan harga. Tempat (Plac. Secara umum, tujuan dari strategi pemilihan lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh oleh organisasi dan meminimalisir biaya yang timbul dari kegiatan usahanya Promosi (Promotio. Promosi adalah suatu bentuk aktivitas pemasaran yang berusaha mempengaruhi/membujuk, mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan METODOLOGI Penelitian metode kualitatif. Menurut Sugiono . yang mengartikan penelitian kualitatif adalah penelitian yang cocok digunakan untuk meneliti kondisi atau situasi si objek penelitian. Dan Poerwandari . penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti lapangan, gambar, foto rekaman video lain-lain. Maka, menggunakan perlakuan, seperti wawancara pengelola dan kepada beberapa pengunjung Baso Aci Juara. Wawancara menganalisis tantangan dan peluang dalam pemerataan kesempatan usaha pada UMKM. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik franchise Bakso Aci Juara yang didirikan sejak tahun 2019, terdapat beberapa temuan penting terkait tantangan dan peluang usaha Motivasi utama memulai bisnis adalah untuk mengisi waktu luang saat kuliah serta kemudahan operasional yang ditawarkan oleh sistem franchise. Dalam pengelolaan bisnis, harga produk diatur langsung oleh pihak pusat, sedangkan kualitas bahan baku dipantau oleh pemilik untuk menjaga konsistensi rasa. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kesulitan dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) karena adanya perbedaan karakter dan pemikiran antar individu, serta dampak krisis seperti pandemi COVID-19 yang mempengaruhi stabilitas usaha. Untuk bersaing dengan kompetitor, pemilik mengandalkan kualitas dan rasa produk yang lebih unggul. Dalam hal perekrutan karyawan, metode yang digunakan adalah melalui aplikasi seperti OLX serta jaringan relasi. Proses pelatihan karyawan dilakukan memastikan standar pelayanan dan operasional terpenuhi. Peluang bisnis kuliner dinilai sangat besar karena makanan merupakan kebutuhan pokok, dan variasi produk seperti bakso aci dapat memenuhi keinginan konsumen yang mencari alternatif dari makanan utama seperti nasi. Tren makanan yang berpengaruh dalam meningkatkan penjualan, karena dapat menarik minat masyarakat terhadap produk tersebut. Pemilik telah melakukan ekspansi Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. usaha ke wilayah Cirendeu satu bulan yang lalu, menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif. Selain itu, promosi melalui media sosial dianggap efektif dalam meningkatkan penjualan, karena mampu menarik perhatian konsumen secara luas. Dukungan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pelatihan kewirausahaan juga memberikan pengembangan usaha ini. PEMBAHASAN Profil UMKM Baso Aci Juara Sejarah dan Perkembangan Usaha Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik cabang. Baso Aci Juara didirikan pada tahun 2019 sebagai bagian dari franchise yang operasional dalam menjalankan bisnis kuliner. Latar belakang pendirian usaha ini bermula dari keinginan pemilik Baso Aci Juara untuk mengisi waktu luang selama Pemilik cabang melihat peluang untuk memanfaatkan menjanjikan dan memiliki potensi pasar yang baik di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Selain itu, sistem franchise yang ditawarkan Baso Aci Juara menjadi daya tarik tersendiri, karena memberikan panduan dan standar operasional yang jelas, sehingga pemilik cabang dapat lebih mudah memulai usaha tanpa harus merancang konsep dari nol. Struktur Organisasi Manajemen Struktur manajemen Baso Aci Juara sederhana namun efektif, sehingga mendukung kelancaran operasi Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 sehari-hari. Pemilik berperan sebagai pengelola utama dan bertanggung jawab atas beberapa bagian bisnis, seperti pengambilan keputusan strategis, pengawasan kualitas produk, dan manajemen keuangan. Sebagai bagian dari franchise, usaha ini mendapatkan panduan operasional yang jelas dari pusat terutama terkait standar harga, kualitas produk, dan branding, sehingga mempermudah untuk melakukan Dalam operasional harian, karyawan dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian produksi dan Karyawan di bagian produksi mengolah bahan baku menjadi baso aci siap saji, sedangkan bagian layanan pelanggan bertanggung jawab untuk melayani pelanggan dan menjaga area makan agar tetap Pemilik melakukan proses rekrutmen dengan menggunakan platform online, yaitu OLX dan jaringan relasi. Pelatihan untuk karyawan diberikan langsung oleh pemilik setelah proses rekrutmen yang mencakup standar penyajian, kebersihan, dan pelayanan untuk konsistensi produk tetap terjaga. Analisis Tantangan UMKM Baso Aci Juara Tantangan Internal Manajemen Operasional Pemilik cabang Baso Aci Juara terlibat langsung dalam proses produksi dan pelayanan untuk mengawasi stok serta menjaga kualitas produk agar tetap sesuai standar. Ia meyakini bahwa pengawasan yang intensif sangat penting untuk menjaga P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. memastikan bahwa prosedur produksi diikuti dengan tepat. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi UMKM ini berasal dari aspek sumber daya manusia, yaitu perbedaan pola pikir antara pemilik dan karyawan dalam menjalankan proses produksi. Untuk mengatasi hal ini, pemilik memberikan pelatihan langsung kepada karyawan, terkait dengan tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan, guna menyelaraskan pemahaman karyawan terhadap mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pengelolaan Keuangan Dalam penetapan harga. Baso Aci Juara mengikuti standar harga bahan baku dan harga jual yang ditetapkan perusahaan untuk menjaga kestabilan finansial. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan omzet yang berdampak pada arus kas dan kesulitan dalam memulihkan kondisi keuangannya seperti Adapun pengaruh fluktuasi harga bahan baku yang dapat berpengaruh pada struktur biaya dan harga produk, efisiensi dan kualitas produk, juga stabilitas pasokan bahan baku. Namun, pemilik cabang Baso Aci Juara percaya bahwa produknya dapat bersaing dan bertahan dalam adaptasi fluktuasi harga bahan baku. Hal ini terbukti dari kemampuan Baso Aci Juara yang tetap bertahan, bahkan ketika sejumlah pesaing mengalami penutupan usaha. Dengan harga yang konsisten dan pengelolaan keuangan yang hatihati. Baso Aci Juara berhasil mempertahankan posisinya di pasar yang semakin kompetitif. Tantangan Eksternal Persaingan Pasar Sebagai salah satu pelaku usaha dalam pasar kuliner. Baso Aci Juara tentu saja dihadapi persaingan dengan para pelaku usaha baik yang menawarkan produk serupa maupun tidak Hal ini mencakup persaingan harga, cita rasa, langsung dan digital, juga akses distribusi atau pasar. Salah satu contoh persaingan pasar yang ditemui oleh pemilik cabang Baso Aci Juara adalah para pedagang kaki lima, banyaknya pedagang kaki lima tentu menjadi salah satu pesaing terutama dalam aspek akses distribusi atau pasar terlebih lagi dengan pengaruh preferensi konsumen yang dapat berubahubah. Dalam hal persaingan pasar. Baso Aci Juara menawarkan cita rasa yang lebih unggul dan menu pedagang kaki lima dengan harga yang tidak jauh berbeda, ia juga menjamin bahwa kualitas produk yang ia tawarkan selalu dijaga oleh pusat dan dimonitori sendiri. Pemilik optimis karena percaya pada kualitas produk yang unggul dalam berbagai aspek persaingan pasar dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran. Baso Aci Juara juga berhasil beradaptasi dengan harga tanpa sehingga Baso Aci Juara masih bertahan hingga saat ini. Regulasi dan Kebijakan Regulasi dan kebijakan tantangan bagi keberlangsungan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. mengharuskan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan standar, aturan, waktu, biaya, dan aspek Namun, pemahaman dan persiapan yang baik. Baso Aci Juara berhasil mengelola tantangan ini dan terus berkembang sesuai dengan aturan yang berlaku. Selama operasinya, pemilik cabang Baso Aci Juara mengungkapkan bahwa usaha ini telah menerima bantuan finansial melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah berupa dana tunjangan usaha dengan bunga rendah, sehingga sangat usaha mereka. Analisis Peluang UMKM Baso Aci Juara Peluang Pengembangan Usaha Ekspansi Pasar Baso Aci Juara memiliki ekspansi pasar jika dilihat Meskipun harganya murah, tetapi porsi makanan dan minuman yang diberikan sepadan, bahkan pelanggan Baso Aci Juara tidak hanya datang untuk makan atau minum, tetapi juga merental PS. Karena Lokasinya yang dekat dengan UPN Veteran Jakarta. Baso Aci Juara sering dijadikan tempat untuk nongkrong atau tempat kerja kelompok oleh mahasiswa, ini memungkinkan Baso Aci Juara untuk melakukan ekspansi dan membuka cabang di sekitar kampus lain. Dari wawancara yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hal yang paling banyak dikritik adalah tempatnya yang panas, disini Baso Aci Juara bisa membuat sirkulasi udara yang lebih baik dan menambahkan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 kipas angin. Baso Aci Juara juga perlu mengembangkan varian produknya, karena jenis produk makanan dan minuman yang Mereka dapat melakukan riset untuk mengetahui jenis makanan dan minuman yang sedang disukai oleh konsumen saat ini Digitalisasi Bisnis Baso Aci Juara sudah menerapkan digitalisasi dalam bisnisnya dengan hadir di aplikasi belanja makanan online seperti Gojek. Grab, dan ShopeeFood. Ini memungkinkan semua orang dapat membeli produk Baso Aci Juara tanpa perlu pergi ke tempatnya langsung. Baso Aci Juara juga sudah menerapkan menggunakan kode QR, yang dapat dibayar menggunakan berbagai e-wallet, seperti OVO. GoPay. Dana, dan lainnya. Hal ini mempermudah pembayaran karena lebih cepat dan praktis, dibandingkan dengan membayar dengan uang tunai. Baso Aci Juara dapat memanfaatkan media sosial untuk pemasaran yang lebih luas. Akun sosial media mereka dapat diisi oleh menu makan dan minuman serta konten menarik lainnya, sehingga orang-orang dapat lebih cepat mengenali produk yang mereka tawarkan. Selain itu, bekerja sama dengan food blogger atau influencer juga dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek dan menarik pelanggan baru, terutama anak muda yang selalu mencari tren kuliner. Peluang Kolaborasi Dukungan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kerjasama Dengan Stakeholder Baso Aci Juara memiliki peluang besar untuk bekerjasama dan mendapatkan dukungan dengan berbagai stakeholder yang Dalam wawancara juga disebutkan bahwa ada beberapa jenis dukungan dari pihak eksternal, serta potensi kerjasama yang dapat ditingkatkan di masa Salah satu bentuk dukungan yang sudah dirasakan adalah dari pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pemilik usaha kecil seperti Baso Aci Juara, pembelian bahan baku. Selain itu, pemerintah secara teratur seminar kewirausahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengusaha dalam Dengan mengikuti pelatihan ini. Baso Aci Juara mengembangkan strategi bisnis Baso Aci Juara memiliki peluang besar untuk bekerja sama dengan organisasi kampus atau komunitas mahasiswa, mengingat lokasinya yang strategis di sekitar Kerjasama dilakukan melalui sponsorship acara di kampus, seperti bazar atau festival kuliner, di mana Baso Aci Juara dapat membuka gerai dan menjual produknya Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga berfungsi sebagai strategi branding yang bagus untuk memperkenalkan produk kepada target pasar utama, yaitu Analisis Kepuasan Pelanggan Sebagian besar pelanggan menilai cita rasa Baso Aci Juara sebagai keunggulan utama. Rasa yang khas dan konsisten menjadi daya tarik yang kuat, didukung oleh variasi menu yang beragam seperti tambahan topping dan pilihan tingkat kepedasan. Harga produk berkisar antara Rp10. hingga Rp30. 000, dinilai cukup terjangkau dan sesuai dengan kualitas serta cita rasa yang Harga ini juga bersaing dengan produk sejenis di pasaran, menjadikannya pilihan yang menarik, khususnya bagi mahasiswa dengan anggaran Dari pelanggan merasa puas dengan keramahan dan responsivitas staf. Kecepatan pelayanan dinilai cukup baik, meskipun ada penyajian saat tempat sedang Kebersihan tempat usaha juga mendapatkan penilaian yang cukup baik, tetapi pelanggan terutama dalam hal frekuensi pembersihan dan pelatihan staf Lokasi strategis di dekat kampus UPN AuVeteranAy Jakarta dan area pemukiman memberikan keunggulan tersendiri bagi Baso Aci Juara. Selain itu, kemitraan dengan platform online seperti Shopeefood. Gofood. Grabfood memperluas jangkauan pasar, memudahkan pelanggan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. yang berada di luar area untuk menikmati produk. Kualitas produk yang konsisten dan fasilitas tambahan, seperti rental PS, menjadi nilai tambah yang menarik bagi mahasiswa dan anak muda yang mencari tempat Umpan balik pelanggan menunjukkan kepuasan terhadap pelayanan yang cepat dan ramah, namun terdapat beberapa saran Beberapa pelanggan menyarankan penambahan kipas di area makan untuk mengatasi suhu yang panas, peningkatan jumlah staf saat tempat ramai, serta perbaikan fasilitas toilet agar lebih nyaman. Selain itu, pelanggan juga mengusulkan penambahan variasi topping dan peningkatan porsi menu baso aci. Masukan ini menjadi peluang besar bagi Baso Aci Juara untuk terus meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat loyalitas mereka. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai tantangan dan peluang dalam pemerataan kesempatan usaha pada UMKM Baso Aci Juara, dapat UMKM memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian lokal dan nasional, namun masih menghadapi Tantangan utama yang dihadapi meliputi manajemen operasional yang kurang optimal, perbedaan pola pikir antara pemilik dan karyawan, serta keterbatasan akses terhadap modal dan pasar yang Pandemi COVID-19 turut memberikan dampak negatif pada penurunan omzet, yang menambah beban pada UMKM Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 dalam upaya mempertahankan kelangsungan usaha. Meskipun demikian. Baso Aci Juara memiliki digitalisasi bisnis dan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti platform layanan pesan antar makanan dan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Peluang ini dapat dimanfaatkan dengan mengoptimalkan strategi pemasaran digital, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memperluas jaringan kolaborasi dengan komunitas lokal. Dengan langkah-langkah UMKM Baso Aci Juara diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya kesempatan usaha yang lebih baik dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan cabang dan staf yang telah memberikan dukungan, bimbingan, dan kontribusi yang tak ternilai dalam kegiatan penelitian Strategi SWOT Dalam UMKM Baso ACI JUARA DAFTAR PUSTAKA