JAFA : Jurnal Ilmiah Akuntansi. Finance, & Auditing Volume 4 Nomor 1 PEMBELAJARAN BERBASIS DIALOGIS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI AKUNTANSI Hasan Bisri1*. Hafidza NashAoul Amrina2. Dina Alafi Hidayatin3 1,2,3 Program Studi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Abstract This article is motivated by the awareness that education must give freedom to learners in the process of producing and reproducing knowledge through the learning process. Realizing that education can bring changes to social realities, the educational paradigm must be changed to lead to an innovative learning culture. Therefore, this paper provides inspiration from the thoughts of an educational philosopher, namely Paulo Freire. The focus is on how Paulo Freire's thoughts can be useful for developing accounting education and scholarship as an alternative to critical paradigms. Relevant literature review is used as a research approach to describe ideas of thought. Dialogic education will encourage the realization of emancipatory and transformative goals. This article can have at least two First, accounting can be understood more broadly in the perspective used to see the social reality of accounting where a critical approach can be an alternative that strengthens the contribution of accounting as an active science. Second, to achieve the first goal, the conventional approach used for knowledge transfer must also be transformed into a liberating dialogical approach to give learners the courage to be more innovative and creative in seeing their social reality. Keywords: accounting education, critical accounting, dialogic education. Paulo Freire's thoughts Abstrak Artikel ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa pendidikan harus memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam proses produksi dan reproduksi pengetahuan melalui proses pembelajaran. Menyadari bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada realitas sosial, maka pendekatan pendidikan konvensional tidak dapat lagi dijalankan. Paradigma pendidikan harus diubah untuk mengarah pada budaya belajar yang inovatif. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menyajikan pendekatan alternatif dalam pendidikan akuntansi yang terinspirasi dari pemikiran seorang filsuf pendidikan, yaitu Paulo Freire. Fokus artikel ini adalah bagaimana pemikiran-pemikiran Paulo Freire dapat bermanfaat untuk mengembangkan pendidikan dan keilmuan akuntansi sebagai alternatif dari paradigma kritis. Tinjauan pustaka yang relevan digunakan sebagai metode untuk mendeskripsikan ide- ide pemikiran. Pendidikan dialogis akan mendorong terwujudnya tujuan emansipatoris dan Artikel ini setidaknya dapat memiliki dua implikasi. Pertama, akuntansi dapat dipahami secara lebih luas dalam perspektif yang digunakan untuk melihat realitas sosial akuntansi dimana pendekatan kritis dapat menjadi salah satu alternatif yang memperkuat kontribusi akuntansi sebagai ilmu yang aktif. Kedua, untuk mencapai tujuan pertama, pendekatan konvensional yang digunakan untuk transfer ilmu juga harus diubah menjadi pendekatan dialogis nan membebaskan untuk memberikan keberanian kepada pembelajar agar lebih inovatif dan kreatif dalam memandang realitas Kata Kunci: pendidikan akuntansi, akuntansi kritis, pendidikan dialogis, pemikiran-pemikiran Paulo Freire ----------------------------------------------------------------------------------------*Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Jl. Cendekia No. Plelen. Ngampel. Kapas. Kabupaten Bojonegoro e-mail: bisri15@gmail. Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Pendidikan bukanlah ruang yang bebas dari intervensi dan praktik politik, ia harusnya diposisikan sebagai arena pertarungan pengetahuan, budaya, dan nilai- nilai. Filsafat Freire menekankan bahwa pendidikan juga harus dikontekstualisasikan, yaitu, harus muncul dari pengalaman nyata para anak didik, dan dari apa yang akrab bagi mereka. Pemahaman realitas tidak terjadi melalui hubungan mekanis antara tanda - kata tertulis, tetapi oleh interaksi dialektik subjek-realitas-subjek, di mana tanda-tanda dan hal-hal lainnya hanyalah sesuatu yang menghubungkan diri mereka dalam konteks politik, budaya dan ekonomi. Konsep pendidikan ala Freire memiliki setidaknya tiga peran kunci untuk pendidikan di masyarakat mana pun (Thompson dan Bebbington, 2. Pertama, pendidikan memainkan peran konstitutif dalam proses Kedua, pendidikan dapat menjadi kekuatan menindas jika ia digunakan untuk mempertahankan perbedaan kekuatan berpengetahuan serta jika ia hanya untuk membuat orangorang tetap berada di Autempat merekaAy . idak ada kemajuan yang terjad. Ketiga, pendidikan dapat memiliki peran transformatif karena pendidikan memungkinkan pembelajarnya untuk membentuk pandangan dunia sehingga terdorong untuk selanjutnya mengubah dunia. Freire menganalogikan perbankan untuk menggambarkan pendekatan konvensional terhadap pendidikan (Freire, 1994:157. Thompson dan Bebbington, 2. Keprihatinan atas pola pendidikan seperti inilah yang melatarbelakangi tulisan artikel ini. Dalam pendekatan ini, informasi seolah disimpan ke dalam diri anak didik . ang artinya pasi. yang kemudian kapanpun pengetahuan tersebut dapat ditarik kembali dari simpanan informasi mereka lalu mengulang menyimpan kembali ke dalamnya. Dua asumsi yang mendasari pendekatan terhadap pendidikan tersebut setidaknya memberikan dua implikasi berikut ini. Pertama, informasi yang disampaikan kepada anak didik . iswa/mahasisw. dapat diasimilasikan dengan pendekatan Ini akan menunjukkan bahwa pengetahuan adalah Autidak bergerak, statis, terkotakkotak dan dapat diprediksiAy. Kedua, anak didik tidak pernah menjadi pihak yang aktif . emperluas metafora perbankan ini, bahwa tidak ada AubungaAy yang terakumulasi pada pengetahuan yang disimpa. Jadi pendidikan perbankan mencerminkan Auaparatus aksi sosial yang paternalistikAy di mana semua Pendidik . uru, dose. yang mengetahui akan mengendalikan proses pendidikan dan mendidik siswa secara pasif yang hanya akan membuat mereka bodoh karena hanya memberikan kembali apa yang telah diberikan kepada mereka. Sebaliknya, pendekatan dialogis terhadap pendidikan berusaha menyediakan konteks di mana kedua pihak yang terlibat dalam pendidikan . uru dan siswa di bawah pendekatan perbanka. datang bersamasama untuk mewakili dan merefleksikan Ausituasi masalahAy yang ditemui dalam realitas. Tujuannya adalah untuk menciptakan proses komunikasi berulang yang memecah struktur otoritas vertikal pendidikan perbankan dimana kedua pihak saling berbagi tanggung jawab untuk saling belajar. Siswa menjadi rekan penyelidik sang Guru yang kritis dalam suatu proses dialog, terdapat kesempatan bagi siswa untuk melakukan pertimbangan, meninjau ulang, serta adanya kesempatan mengekspresikan pandangan mereka sendiri. Intinya, pendidikan membutuhkan hubungan aktif antara guru dan siswa. Kedua pendekatan perbankan dan dialogis memiliki perbedaan dalam hal tujuan pendidikan yang diinginkan. Pendekatan perbankan secara inheren konservatif, yang bertujuan mempertahankan baik kurikulum tersembunyi dan status quo. Sebaliknya, akhir dari pendekatan dialogis yang berhasil adalah praksis, yang digambarkan Freire sebagai Aurefleksi dan aksi di dunia untuk mengubahnyaAy. Menilik apa yang terjadi di Indonesia, setidaknya hampir dua tahun terakhir dunia Pendidikan diminta memperbaiki ekosistem Pendidikan nasional demi tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) (Kemendikbud, 2020. Paradigma pendidikan memang harus JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan berubah mengarah pada kultur pembelajaran yang inovatif. Kebijakan Pendidikan AuMerdeka BelajarAy dan turunan praktisnya disegerakan di berbagai tingkatan jenjang pendidikan secara Program Kampus Merdeka salah satunya yang akhirnya memberikan AuruangAy bagi pembelajar untuk mendapatkan pengalaman belajar di kelas kolaboratif dan partisipatif di luar kampus utamanya, bahkan juga di industri (Kemendikbud, 2020. Momentum ini juga menjadi refleksi atas bagaimana peran pendidik, bagaimana memaknai waktu belajar, yang akhirnya mengajak setiap pemangku kepentingan memikirkan ulang strategi aksi apa yang dapat dilakukan untuk bersama memberikan kontribusi bagi Pendidikan nasional yang lebih baik (Kemendikbud. Ini juga berarti bahwa kampus dapat melakukan pengembangan proses pembelajarannya lebih otonom dan fleksibel. Artikel ini dilatarbelakangi oleh suatu kesadaran bahwa pendidikan haruslah AumembebaskanAy anak didik dalam proses produksi dan reproduksi pengetahuan melalui proses belajar dari si Selain itu, menyadari dapat menghantarkan pada suatu perubahan bagi realitas sosial jika ia sejatinya dijalankan untuk tujuan tersebut, maka tak bisa lagi menjalankan pendekatan pendidikan yang konvensional. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menyajikan secara reflektif suatu pendekatan alternatif dalam pendidikan akuntansi yang terinspirasi dari ide-ide pemikiran seorang tokoh filsuf yang perhatian pada problema pendidikan yaitu Paulo Freire. Beberapa prinsip pemikiran Freire masih sangat relevan jika dibawa ke konteks fenomena pendidikan saat ini. Fokus penekanan yang ingin dijawab melalui tulisan artikel ini adalah kontribusi pemikiran Paulo Freire dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan akuntansi khususnya sebagai suatu pilihan alternatif paradigma kritis. Kajian literatur yang relevan digunakan sebagai metode untuk memaparkan ide artikel ini. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Kajian literatur digunakan sebagai pendekatan penelitian untuk memahami realitas yang Pembahasan diuraikan secara deskriptif untuk memperolah gambaran pemikiran secara utuh. Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data dikumpulkan dari berbagai sumber referensi literatur ilmiah maupun sumber bacaan yang relevan dengan topik. Sumber data sekunder ini diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku serta sumber- sumber digital lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengkategorisasikan tema literatur yang dikumpulkan lalu kemudian mensintesakan pemikiran dari setiap sumber literatur untuk dapat disusun dalam suatu tulisan artikel yang dapat menunjukkan ide pemikiran peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Dialogis pada proses dari Pengajaran Proses dialogis memiliki struktur yang mendasari yaitu tahapan determinasi isi dari program pendidikan, tahapan desain proses pendidikan, dan tahapan proses aksi yang terkait dengan pertemuan yang ada dalam proses pendidikan tersebut (Thompson dan Bebbington, 2. Tiga tahap yang signifikan dan saling terkait dari proses pendidikan dialogis disajikan dalam Gambar 1 yang disajikan pada bagian akhir artikel ini. Uraian ilustratif atas hal tersebut disajikan pada bagian ini. Tahap-tahap ini digambarkan sebagai proses berurut dalam praktiknya yang senantiasa JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan berulang namun prosesnya bisa saja terjadi pada saat yang sama sehingga secara keseluruhan prosesnya bersifat sirkular. Diawali dari perancangan program pendidikan . ducational programm. , lalu diperkuat dengan melanjutkannya dengan proses pendidikan . ducational proces. itu sendiri yang kemudian ditujukan untuk suatu proses aksi . ction proces. Suatu pendekatan dialogis membutuhkan penyajian ulang yang terorganisir, sistematis, dan dikembangkan kepada individu-individu atas sesuatu hal yang ingin mereka ketahui lebih Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa yang disebut sebagai limit situation . al-hal yang menindas kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat dan yang akan menjadi subjek dari proses pendidikan selanjutny. Suatu limit situation dapat menimbulkan, misalnya pertanyaan seperti: bagaimana saya dapat mencari nafkah, bagaimana fungsi masyarakat saya, peran apa yang dimainkan akuntansi dalam masyarakat, sudahkah distribusi sumber daya saat ini adil, apakah Enron adalah peristiwa outlier, atau bagaimana kita bisa mengejar perkembangan yang berkelanjutan? Merancang program pendidikan untuk mengatasi limit situation memerlukan lebih banyak interaksi untuk menentukan faktor-faktor yang berdampak pada isu ini. Pada akhir proses ini, beberapa gagasan awal tentang apa yang mungkin perlu dikembangkan oleh program pendidikan dan masalah yang akan diselidiki kemudian dijelaskan secara holistik . engan mempertimbangkan kompleksitas kekuatankekuatan yang saling berinteraksi yang ada pada suatu titik wakt. Oleh karena itu, hal yang kontras antara banking education dan pendidikan dialogis pada tahap ini adalah bahwa anak didik . i pembelaja. sudah terlibat dalam pengembangan program pendidikan. Freire memprediksi bahwa keterlibatan awal ini akan membantu memastikan bahwa program pendidikan memenuhi tujuan yang ditetapkan untuk mereka karena mereka memperhitungkan akun Aupeople-in-a-situationAy. Pendekatan semacam itu juga meningkatkan kemungkinan bahwa anak didik akan mengambil minat aktif dalam proses pendidikan. Pemahaman mereka saat itu diajukan sebagai masalah yang akan menantang mereka dan diteruskan dalam respon intelektual dan tindakan. Setelah program pendidikan telah ditentukan bersama antara anak didik dan pendidiknya . ahasiswa dan Dose. , pengajaran itu sendiri terjadi sebagai serangkaian pertemuan dialogis dengan anak didik. Pertemuan dialogis ini didasarkan pada masalah yang saling terkait yang diidentifikasi dalam limit situation. Pertemuan dialogis melibatkan mahasiswa dan Dosen yang mengabstraksikan tema, peristiwa dan ide dari situasi, mengkodifikasi abstraksi- abstraksi, menyajikan kodifikasi ini kepada orang lain dan menerima kodifikasi lainnya. Pengkodean membutuhkan pemindahan dari bagian-bagian ke keseluruhan dan kemudian kembali ke bagian-bagiannya. Dalam proses mendekodekan pandangan dunia mereka, mengenali diri mereka sendiri dalam situasi tertentu dan bagaimana individu yang berbeda memahami dan menggambarkan situasi yang sama. Ketika kelompok menjadi sadar akan situasi bukan sebagai limit situation yang tidak dapat diubah tetapi merupakan masalah, maka solusi potensial akan diperkenalkan ke dalam dialog. Solusi potensial ini dapat diajukan ke kelompok sebagai masalah yang memerlukan analisis kritis melalui pengkodean, proses decoding. Proses ini dapat diulang sesering yang diperlukan sampai ada beberapa bentuk konsensus bahwa program harus diubah atau dihentikan karena AumasalahAy telah AudiselesaikanAy atau didefinisikan ulang . embutuhkan program pendidikan Unsur terakhir dalam gambar di atas berhubungan dengan praksis . ni sering dipandang sebagai salah satu ciri yang membedakan pendidikan dialogi. Pendidikan dialogis berusaha untuk mengenali bahwa selama semua tahap proses pendidikan, mereka yang terlibat dalam JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan proses masih berpartisipasi di dunia nyata dan tindakan mereka akan cenderung terinformasi / diubah oleh apa yang telah mereka pelajari. Dimensi praksis pendidikan dialogis mencoba menghubungkan proses pendidikan dengan situasi dunia nyata yang berubah ini. Praksis adalah kombinasi dari tindakan dan refleksi yang diarahkan pada struktur dan isu-isu yang memerlukan transformasi . ebagaimana didefinisikan dalam limit situatio. Praksis juga memungkinkan pengujian praktis dari penerapan solusi yang muncul dari pertemuan dialogis. Sama seperti proses dialogis, praksis juga melibatkan proses melingkar, yaitu kombinasi aksi dan refleksi. Pola pendekatan pendidikan akuntansi yang seperti ini dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Pemikiran Freire menegaskan untuk diakhirinya pendidikan gaya bank dan digantikan dengan pendidikan andragogi, yang menempatkan Dosen dan mahasiswa secara egaliter, serta membangun kesadaran kritis dan kesadaran transformative (Hanif, 2. Lebih lanjut, pemikiran pendidikan Freire dapat diterjemahkan dalam desain pembelajaran yang Pertama, filsafat pendidikan Freire merupakan suatu usaha untuk menganalisis secara filosofis yang berangkat dari asumsi bahwa pendidikan adalah proses pembebasan dari sistem yang menindas. Konsekuensinya, pendidikan tidak pernah terbebas dari kepentingan politik pihak yang berkuasa dalam sebuah rezim. Pendidikan merupakan suatu sarana untuk memproduksi kesadaran dalam rangka mengembalikan sifat kemanusiaan setelah terjadinya proses Kedua, menurut Freire Aueducation as the practice of freedomAy pendidikan pembebasan adalah membuat mereka yang tertindas . stilah yang digunakan Freir. atau terbelenggu atas suatu keadaan menjadi diubahkan kepada suatu kemerdekaan, kemandirian, tak terikat atau terjerat dalam keadaan yang mendominasi dirinya. Ketiga. Freire mengecam metode belajar-mengajar yang sering dijumpainya di dalam kelas-kelas yang ia sebut sebagai Aubanking concept of educationAy. Konsep pendidikan seperti inilah yang menurutnya telah menjadi alat untuk AumenindasAy kesadaran akan realitas yang sejati sehingga menyebabkan seseorang menjadi pasif dan menerima begitu saja keberadaannya. Keempat. Freire menawarkan pendidikan pembebasan dengan cara merevisi pendidikan gaya bank diganti dengan pendidikan yang dialogis secara refleksi-aksi secara berkelanjutan. Kelima, pendidikan dilakukan dengan cara Auhadap-masalahAy. Sebagai lawan dari banking concept of education. Freire memperkenalkan apa yang disebutnya AuProblem Posing MethodAy (PPM), yaitu metode pendidikan yang tidak AumenindasAy dan bertujuan untuk membangkitkan kesadaran akan realitas. Keenam. Conscientizacao menggambarkan keberanian orang untuk menjemput risiko tak terelakkan demi perubahan. Banyak orang menafsirkan conscientizacao dengan segala perbedaannya, namun ini akan memperkaya maksud dari Conscientizacao berarti Aukebanggaan etnisAy, bagi kelompok lain bisa berarti Auaksi politikAy, dan ada juga yang menganggapnya sebagai Aupenolakan terhadap penindasan. Ketujuh, hakikat tujuan dasar proses pendidikan adalah melakukan proses penyadaran terhadap individu. Penyadaran mengenai realitas yang ada di sekitarnya. Individu melalui proses penyadaran ini akan mampu berpikiran secara kritis mengenai permasalahan yang dihadapinya. Kesadaran siswa perlu digeser dari kesadaran magis, dan kesadaran nayf diganti menjadi kesadaran kritis dan kesadaran transformatif. Terakhir, kedelapan, desain pembelajaran model Paulo Freire menginspirasi model pendidikan andragogi yaitu pendidikan orang dewasa, secara dialogis, guru berposisi sebagai fasilitator. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh minat Freire yang sudah bergelut lama di bidang adult education (Pramono, 2015:. JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan Perubahan Sosial melalui Pendidikan Akuntansi Kritis Auwe . can no longer be satisfied with only interpreting the world we must behave as an active catalyst for change. Ay (Dillard, 1. Pendidikan merupakan jalur permanen pembebasan yang berada dalam dua tahapan (Pramono, 2015:. Pertama, tahap dimana orang menjadi sadar dari penindasan mereka dan melalui praksis mereka mengubah keadaan tersebut. Kedua, tahapan yang dibangun dari tahap sebelumnya dimana seseorang kemudian melakukan proses permanen melalui aksi pembebasan. Refleksi dan aksi merupakan suatu keharusan yang tak terpisahkan. Penindasan adalah sesuatu yang tidak manusiawi, dehumanisasi, sesorang seolah dibenamkan dalam Aukebudayaan bisuAy. Dalam rangka pemanusiaan dan pembebasan itulah, mengapa penyadaran merupakan inti dari proses pendidikan. Itu bukanlah teknik atau transfer informasi, atau suatu latihan ketarampilan, melainkan suatu proses dialogis menghantarkan individu secara bersama-sama memecahkan masalah - masalah eksistensialnya. Tujuan pendidikan akuntansi kritis adalah Auprocess of becomingAy (McPhail, 2. Praktik pendidikan demokratis dan kritis radikal harus didasarkan pada dua tujuan yaitu penyadaran . dan aktualisasi diri . elf-actualizatio. McPhail mendasarkan pandangannya pada filosofi pemikiran Freire. Terkait dengan tujuan pertama, membangkitkan penyadaran, akuntansi dikarakteristikkan seperti metafora bank account dimana dunia statis benda-benda akuntansi disimpan dalam diri para mahasiswa. Dalam konsep pendidikan perbankan seperti ini, pengetahuan adalah seolah seperti gift yang diberikan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan atas orang-orang yang mereka anggap tidak tahu apa-apa. Semakin banyak anak didik bekerja untuk menyimpan deposito yang dipercayakan kepada mereka, semakin sedikit mereka mengembangkan kesadaran kritis yang akan dihasilkan dari intervensi mereka di dunia sebagai transformer dunia. Peran pendidik dalam mode pendidikan ini adalah sebagai pihak yang menceritakan materi dan berusaha untuk mengisi anak didiknya dengan pengetahuan akuntansi yang seolah asing, terfragmentasi, terisolasi dan bertentangan dengan situasi eksistensial mereka sendiri. Pendidik akuntansi dengan demikian mengatur bagaimana cara dunia memasuki para anak didik ini. Sementara pendekatan bank account mungkin memberikan para anak didik suatu penyadaran akan dunia akuntansi, namun hal tersebut tidak membuat mereka memiliki kesadaran akan dunia ini . unia di luar akuntans. Oleh karenanya, tujuan utama dari pendidikan akuntansi kritis harus karenanya menjadi suatu resolusi dari kontradiksi gurumurid ini dan AupenyadaranAy akan dunia akuntansi dan realitas yang mengitarinya. Tujuan kedua yaitu aktualisasi diri . elf-actualizatio. terkait dengan kesadaran individu atas relasi antara proses akuntansi dan situasi eksistensial mereka. Perspektif teoritis dari teori kebanyakan mengimplikasikan suatu subjektifitas, yang artinya juga bahwa teori tidak pernah dilihat sebagai suatu pernyataan yang statis, tapi lebih kepada suatu proses AumenjadiAy . , sesuatu yang terus menerus menjadi ada. Ketika proses AumenjadiAy terletak di dalam struktur hegemonik pendidikan akuntansi, individu beradaptasi dengan tujuan kepentingan kekuasaan yang dominan dan kehilangan beban untuk memilih tujuan mereka sendiri. Bentuk pendidikan akuntansi yang melibatkan dan mendorong siswa untuk memainkan bagian yang lebih aktif dalam diri mereka sendiri merupakan bagian terpenting dari pendidikan. Aktualisasi diri bukan tentang individualisme, ini adalah tentang bagaimana anak didik . belajar mengambil otoritas dan tanggung jawab atas diri mereka sendiri. Masalah aktualisasi diri harus ditempatkan secara JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan Profesi akuntan seolah telah mengkultuskan pengetahuan, daripada mereka tampil sebagai aktor publik. Misalnya saja para siswa ini jarang didorong untuk mempertimbangkan alasan ekonomi dan sosial untuk belajar tentang akuntansi ataupun konsep profesi mereka. Oleh karena itu penting bagi pendidik akuntansi kritis untuk mendahulukan aktualisasi diri akuntan individu pada redefinisi akuntansi sebagai praktik moral dan publik. Pengalaman pendidikan akuntansi yang dirasakan oleh para anak didik ini yang kemudian akan menjadi pengalaman demokrasi adalah cara untuk memulai redefinisi tersebut. JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan Praktik pendidikan akuntansi kritis diperlukan sebagai respon dari apa yang disajikan di atas. Beberapa pemikiran tentang bagaimana tujuan ini dapat diterjemahkan ke dalam pendidikan akuntansi kritis dalam praktik akan dijelaskan pada bagian ini. Dari analisis di atas, tiga isu epistemologis yang tampaknya penting dalam mengembangkan praktik pendidikan akuntansi kritis adalah pertama, pengetahuan yang dimiliki siswa ketika mereka datang ke pendidikan akuntansi. kedua, pengetahuan yang disampaikan kepada siswa ketika mereka belajar akuntansi. dan akhirnya cara pengetahuan disampaikan kepada siswa. McPhail . menjelaskan hal tersebut berikut ini. Pengetahuan yang dimiliki siswa ketika mereka datang ke pendidikan akuntansi. Kita seharusnya menyadari bahwa pendidikan akuntansi terletak di dalam lingkungan struktural dan budaya yang lebih luas. Pendidik akuntansi seharusnya tidak membatasi diri pada pendidikan akuntansi saja. Bentuk yang lebih penting dari pendidikan akuntansi mengharuskan akademisi akuntansi untuk memainkan peran aktif dalam wacana di mana habitus calon mahasiswa akuntansi dibentuk dan harapan mereka tentang pendidikan akuntansi dibangun. Selain itu, pendidikan akuntansi kritis perlu didasarkan pada situasi eksistensial siswa akuntansi individu. Panduan tentang bagaimana proses ini dapat diformulasikan disediakan dalam metodologi Friere untuk mengajarkan literasi kepada petani di Brazil . ahap investigasi, tematisasi, dan problematisasi. ini akan dibahas lebih detail pada bagian selanjutnya dari tulisan in. Tujuan program keaksaraan . ini tidak hanya untuk mengajarkan para petani cara membaca tetapi, mulai dari konteks spesifik mereka sendiri, memungkinkan mereka untuk menghasilkan pembacaan kritis terhadap situasi eksistensial mereka. Pengetahuan yang disampaikan kepada siswa. Yang terpenting disini adalah bagaimana pengetahuan akan dikonseptualisasikan dalam bentuk pendidikan akuntansi yang lebih bernilai. Dalam akuntansi konvensional, tubuh pengetahuan yang disampaikan kepada siswa akuntansi memberi mereka seperangkat makna yang kemudian memberikan tindakan mereka dalam arti yang sangat pasif. Bentuk pendidikan akuntansi yang akan mengkonseptualisasikan pengetahuan sebagai alat aktif yang dapat digunakan siswa untuk Aumenghasilkan makna mereka sendiriAy dan memahami dunia kehidupan mereka, daripada sekumpulan makna atau bahkan hanya kata- kata, yang AudisimpanAy dalam siswa . lustrasi banking account yang disampaikan Freir. Misalnya saja, tahapan investigasi tematik dalam metode literasi Freire yang berusaha untuk pengetahuan melalui proses organik daripada hanya mengirimkan pengetahuan dari Sang Guru kepada si Murid. Mengajar pengetahuan. Ini merupakan problem berikutnya yang berkaitan dengan bentuk yang harus diambil oleh pendidikan akuntansi kritis. Mengubah pengetahuan yang disampaikan akan berdampak kecil jika diajarkan dengan cara didaktik sama dan dinilai dengan menggunakan yang sama . endekatan yang paling umum dan sering dilakukan Dosen di kela. Bentuk- bentuk baru pendidikan akuntansi kritis akan memerlukan Auemansipasi hermeneutik dari konteks pendidikan di mana pembelajaran berlangsungAy (Freire & Romos, 1972 dalam McPhail, 2. Ini akan melibatkan baik anak didik dan pendidik secara aktif berinteraksi dengan apa yang diajarkan dalam kondisi yang saling menghormati melaluipertukaran ide yang terbuka dan Pendidikan akuntansi yang diharapkan akan melibatkan sekaligus menyediakan siswa suatu pengalaman hidup pemberdayaan dan JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan ini akan secara fundamental melibatkan rekonstruksi akuntansi dan keuangan program studi akuntansi dalam suatu universitas sebagai ranah publik yang demokratis. Bentuk pendidikan akuntansi yang seharusnya dijalankan demi tujuan ini adalah bentuk yang lebih dialogis yang didasarkan pada empat kondisi: cinta, iman, kerendahan hati dan harapan. Pendidikan kritis akan dimotivasi oleh cinta, komitmen, dan keyakinan pada orang. Daripada memproyeksikan ketidaktahuan ke orang lain, peserta dalam dialog akan dicirikan oleh kerendahan hati dan komitmen terhadap tugas umum pembelajaran. Seperti yang diungkapkan Freire bahwa Aupada titik pertemuan tidak ada ignoramus atau orang bijak yang hanya ada orang yang mencoba, bersama, untuk belajar lebih banyak daripada yang mereka ketahui sekarangAy. Karena dialog memiliki tujuan kreatif, maka cinta dibutuhkan disini. Pendidikan akuntansi berbasis cinta inilah yang mampu melepaskan dari hegemoni korporasi menuju pendidikan yang memberdayakan serta melalui konsepsi pembelajaran AumelampauiAy (Mulawarwan, 2. Pendidikan akuntansi harus penuh dengan AumempertanyakanAy untuk dapat meningkatkan pengembangan kapasitas mahasiswa, tak hanya teknis pendidikan akuntansi saja, misalnya pertanyaan atas darimana asal keuntungan atau dampak sosial maksimasi keuntungan. Yang diperlukan adalah tantangan diskursus bagaimana berbagai pengukuran akuntansi berdampak pada distribusi kekayaan dan implikasi moralsosial berbagai prosedur pengukuran. Tetapi ternyata di hampir seluruh textbooks pesan- pesan ini tidak pernah muncul. Pemanfaatan Metode Literasi dipahami lebih dari sekedar melek huruf, dalam pengertian yang lebih luas literasi dapat diartikan sebagai melek informasi dan pengetahuan. Terdapat empat pendekatan dalam praktik literasi yang sudah ada di praktik namun justru dianggap gagal oleh Paulo Freire (Subkhan, 2016:. Pertama, pendekatan akademik yang berfokus pada pencapaian strandar kelas elit serta peningkatan standar kemampuan membaca, memahami dan pengembangannya justru dianggap mengabaikan pengalaman hidup, sejarah dan praktik berbahasa dan komunikasi anak didik. Pendekatan ini juga tidak berani menyentuh arena sosio-politik yang artinya sama saja dengan mereproduksi makna dan nilai-nilai budaya dominan. Kedua, pendekatan utilitarian dimana penekanannya diarahkan sebagai kendaraan untuk meningkatkan kualitas ekonomi pada akhirnya hanya berfungsi untuk mendukung kebutuhan dasar ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga, pendekatan kognitif yang penekanannya pada konstruksi makna dengan melibatkan seseorang dalam interaksi dialektis antara dirinya dengan realitas sosial. Pendekatan inipun gagal dalam melahirkan proses pemecahan masalah. Keempat, pendekatan romantik dimana fungsi literasi sebagai aktivitas pemenuhan identitas diri dan pengalaman yang menyenangkan dalam diri individu tersebut sehingga pemahaman atau makna lahir dari dalam diri orang tersebut . ukan hasil interaksi seperti di kogniti. Pendekatan ini gagal dalam melihat problem konflik sosial, gender, dan ketidakadilan, ini juga mengabaikan modal kultural karena mengasumsikan bahwa setiap orang punya akses yang sama terhadap literasi. Pendekatan ini gagal dalam melihat relasi kuasa yang tidak imbang di dalam masyarakat dominan. Dari keempat pendekatan tersebut. Freire menganggap semuanya telah mengabaikan fungsi bahasa dan literasi sebagai kekuatan utama dalam membangun subjektifitas diri manusia. Karenanya. Freire menawarkan model pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kritis atau yang sering disebut sebagai literasi kritis . ritical literac. atau literasi pembebasan . mancipatory literac. JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan Salah satu hasil karya besar Freire adalah metode literasi, yang dikembangkan pada tahun 1960-an. Baik Tygel dan Kirsch . dan McPhail . dalam studinya mengusulkan pengadopsian elemen Metode Literasi Freire untuk digunakan dalam jalur pedagogis menuju literasi data. Studi Tygel dan Kirsch . bertujuan untuk melacak kesejajaran antara refleksi Freire tentang pendidikan literasi dan pemahaman kritis dunia melalui data dengan menggunakan elemen karya Freire untuk memahami fenomena baru literasi data. Hal ini tentu sangat penting untuk literasi data kritis, sebagai metodologi pedagogis yang berorientasi untuk memahami realitas sehingga dapat mengubahnya. Sementara McPhail . berupaya menyajikan beberapa teori pendidikan kritis yang mapan untuk mengeksplorasi operasi hegemonik kekuasaan dalam pendidikan akuntansi, dan untuk menggunakan wawasan ini sebagai dasar untuk mengembangkan beberapa pemikiran tentang bagaimana pendidikan akuntansi kritis seharusnya terlihat dalam praktik. Mereka menyadari bahwa analisis kritis tentang cara-cara khusus di mana kekuasaan dapat beroperasi melalui pendidikan akuntansi, atau bentuk-bentuk yang mungkin diambil oleh pendidikan yang lebih kritis. atau masalah teoritis dari ketegangan dialektis yang ada di antara kedua kemungkinan . aitu antara emansipasi dan dominas. masih sangat sedikit dibicarakan dalam literatur. Metode Literasi Freire memiliki tiga tahap utama yaitu tahapan investigasi, tematisasi, dan problematisasi, serta satu tahapan tambahan yaitu sistematisasi (Tygel dan Kirsch, 2016. McPhail, 2. Keempat tahapan ini sangat penting dalam membentuk pendidikan akuntansi yang AumelekAy akan realitas di sekitarnya. Membentuk akuntan yang berkesadaran akan membuat mereka memiliki mental kritis terhadap sekitarnya . aik secara keilmuan, profesi, lingkungan yang mengitari keberadaan dari diri akuntan dan profesi itu sendir. Hal tersebut akan diuraikan dalam bagian berikut ini. Tahap Investigasi (Investigation Stag. Tema dan kata-kata yang membentuk realitas para pendidik didefinisikan pada tahap ini. Tema-tema ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pendidik, dan sangat akrab bagi mereka. Ide utama di balik tahap investigasi adalah bahwa proses pendidikan harus dimulai dari realitas para pendidik. Dengan demikian, pendidik berkomitmen untuk berdialog dengan para anak didik tentang tema-tema yang harus dilakukan dalam aspek-aspek konkret dari kehidupan mereka. Tema ini dapat dihasilkan dari alam semesta, budaya, politik, ekonomi, dan akuntansi khususnya. Tema ini menyatakan situasi yang terbatas, yang bagi Freire, ia sebut sebagai sebagian besar adalah situasi yang menindas. Tahap Tematisasi (Thematisation Stag. Ini adalah tahap di mana tema dikodekan dan diterjemahkan, di samping diskusi tentang makna sosial mereka di dunia. Elaborasi tematik menghubungkan tema generatif dengan aspekaspek realitas tertentu atau konjungtural, dan pada saat yang sama, mengatur proses pembelajaran dalam urutan yang diartikulasikan. Sumbu tematik berusaha untuk menjembatani diagnostik dan pertanyaan teoritis, memupuk aksi-refleksi-aksi dialektika dari kelompok yang terlibat dalam proses pembelajaran. Seperti yang dinyatakan oleh Freire, salah satu cara menangani sumbu tematik dalam proses pembelajaran adalah dengan proses pengkodean, yaitu representasi dunia menggunakan simbol sebagai bahasa dan gambar. Dengan demikian, decoding adalah proses menafsirkan kode-kode ini. JAFA | Vol 4. No 1. Juni 2025 Bisri. Amrina. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan Tahap Problematisasi (Problematisation Stag. Pada tahap ini, fokusnya adalah mempertanyakan makna yang telah dibahas sebelumnya, dengan perspektif mengubah realitas. Refleksi menghasilkan pertanyaan tentang mitos seputar realitas hidup sendiri. Kenyataan yang dimanifestasikan dalam Tahap Investigasi, yang dikodekan dan diuraikan lebih lanjut, kemudian dipahami sebagai sesuatu yang dapat diatasi. Proses konstruksi kolektif pengetahuan dari tema generatif dan sumbu tematik, yang muncul dari realitas yang hidup, diberi nama Sistematisasi Pengalaman. Ini juga harus dimasukkan sebagai tahap keempat dalam metode literasi. DAFTAR PUSTAKA