DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegras. Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal Design of an Integrated Management Information System Prototype (SIM-KLINIK Terintegras. Case Study at Dipta Tegal Main Clinic Sylvia Anjani1 Oki Setiono2 Faik Agiwahyuanto3 Setya Wijayanta4 1,2,3Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Jl. Nakula I No. 5-13 Kelurahan Pandrikan Kidul. Semarang 4Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang Jl. Tirto Agung. Pedalangan. Banyumanik. Semarang E-mail : sylvia. anjani@dsn. Abstract PMK 24 of 2022 states that all health service facilities must maintain electronic medical records in accordance with the provisions of the Ministerial Regulation no later than 31 December 2023. Based on an initial survey, the current information system often experiences problems such as the emergence of duplication of patient data . , inefficiency is shown by the large number of patients who complain about long queues due to the clinic management system being manual and not yet integrated. Another thing, doctors complain about is the difficulty in tracking the patient's medical history. The aim of this research is to design an Integrated Clinical Management Information System, a qualitative research type, with primary data sources from interviews with 1 key informant who is the owner of the main clinic. Based on the research results, the design of an integrated management information system with 4 integrated components, namely patients, clinic staff, clinic doctors and pharmacies with several login facilities, patient registration, examination fees, examination results and drug Keywords: Information Management Systems. Integrated Systems. Primary Clinic Abstrak PMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan survei awal sistem informasi yang berjalan saat ini sering mengalami kendala seperti masih munculnya duplikasi data pasien . , inefisien yang ditunjukan dengan banyaknya pasien yang mengeluhkan antrian yang lama dikarenakan sistem manajemen klinik yang masih manual dan belum terintegrasi. Hal lain, dikeluhkan oleh dokter sebab kesulitan melacak riwayat penyakit pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik Terintegrasi. Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber data primer dari wawancara 1 informan kunci yang merupakan pemilik klinik utama. Berdasarkan hasil penelitian perancangan sistem informasi manajemen terintegrasi dengan 4 komponen yang terintegrasi yakni pasien, petugas klinik, dokter klinik dan apotek dengan beberapa fasilitas login, pendaftaran pasien, biaya pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan stok obat. Kata kunci: Klinik Utama. Sistem Manajemen Informasi. Sistem Terintegrasi Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pendahuluan Sebagai upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGAo. pembangunan kesehatan di Indonesia terus digencarkan, kesehatan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yakni klinik kini terus Salah satu bagian terpenting dalam kaitanya sebagai dasar pengukuran ketercapaian pembangunan kesehatan yang dapat menghasilkan informasi sebagai tolok ukur ketercapaian adalah pengelolaan data pasien atau rekam medis pasien. Saat ini teknologi terus berkembang bahkan kini sudah masuk pada era revolusi 0 dimana dalam perkembangan teknologinya saat ini telah menekankan pada pola digital ekonomi, kecerdasan buatan, big data dan lain sebagainya. Perkembangan ini tentunya merambah pula pada bidang kesehatan. Bidang kesehatan merupakan bidang yang bersifat information intensive artinya pelayanan kesehatan akan memproduksi data dan informasi yang berbeda setiap harinya. Transaksi data dan informasi seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang, diagnosa, tindakan serta pelayanan lain yang terekam pada fasilitas pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan data medis sering kita sebut sebagai rekam medis pasien. Sehingga semua informasi dalam transaksi rekam medis harus dapat terekam dengan lengkap dan jelas mulai dari proses perekaman, pengolahan serta penyimpanan data dan informasi juga harus dapat terintegrasi dan dapat diakses dengan cepat sehingga menghasilkan informasi yang akurat. Rekam medis pasien di klinik menjadi dasar untuk bahan perencanaan, pelaporan dan evaluasi, tidak hanya untuk internal manajemen tetapi juga untuk Dinas Kesehatan di wilayahnya. Klinik juga menjadi penyedia data/informasi guna meningkatkan pembangunan kesehatan dan pembangunan bidang kesehatan. Oleh sebab itu, semua fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari tingkat pertama yakni klinik Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. dituntut untuk memiliki teknologi dan komunikasi untuk menunjang kegiatan Menurut Profil Kesehatan Tahun 2019 Jawa Tengah menjadi urutan ketiga dengan jumlah klinik pratama terbanyak yakni sebanyak 880 klinik. Sedangkan untuk klinik utama di Jawa Tengah berjumlah 22 (Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Namun belum banyak klinik di Jawa Tengah yang menerapkan teknologi dan manajemennya, salah satunya Klinik Utama Dipta yang berlokasi di Tegal. Berdasarkan survei awal sistem informasi yang berjalan saat ini sering mengalami kendala seperti masih munculnya duplikasi data pasien . , inefisien yang ditunjukan mengeluhkan antrian yang lama. Hal lain, dikeluhkan oleh dokter sebab kesulitan melacak riwayat penyakit pasien. Permasalahan tersebut mengakibatkan penurunan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan juga informasi yang ketidakakuratan, serta ketidaklengkapan. Padahal mutu pelayanan dan informasi tersebut sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi guna pengambilan keputusan kebijakan di bidang kesehatan. Sehingga apabila pelayanan klinik ini tidak dapat dikelola dengan baik mulai dari saat ini maka akan berakibat pada terjadinya penurunan mutu pelayanan kesehatan yang dapat berpengaruh pula pada keterlambatan pembangunan nasional, maka diperlukan pembenahan dalam sistem perekam medis pasien dan pelaporan dengan rekam medis Perekam medis pasien dan pelaporan yang baik di klinik dapat dilakukan dengan adanya dukungan sistem informasi manajemen klinik terintegrasi. Perancangan sistem ini juga sebagai upaya mendukung PMK 24 tahun 2022 yang menyelenggarakan rekam medis elektronik (RME) sesuai dengan ketetuan dalam Peraturan Menteri paling lambat pada Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. tanggal 31 Desember 2023 (Kementerian Kesehatan, 2. Umpan balik dari RME penting kiranya diberikan kepada tenaga klinis agar ada perbaikan dari aspek kelengkapan entry data pasien untuk menghindari terjadinya kesalahan medis (Lestari, 2. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan identifikasi dalam metode perancangan Metode prototipe dilakukan dengan menyusun rancangan system sementara yang terfokus membuat format input & output. Proses ini akan mengalami iterasi atau perulangan sampai prototipe sesuai dengan keinginan pengguna (Wijayanta et al. , 2. Sumber data diperoleh dari wawancara manajemen klinik yang berjumlah 1 informan kunci yaitu pemilik klinik, informan pengguna petugas pendaftaran pasien dan apotek serta melakukan observasi dan studi dokumentasi dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan pengolahan data di klinik mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dan apotek. Perancangan dikembangkan berbasis web, dengan PHP (Personal Home Page/ Hypertext Preprocesso. sebagai bahasa pemrograman script yang digunakan untuk memprogram situs web. MySQL manajemen basis data. Hasil dan Pembahasan Sistem informasi manajemen atau SIM perencanaan pada bagian dari pengendalian internal dalam bisnis, yang terdiri dari pendokumentasian, orang, teknologi dan prosedur dalam akuntansi manajemen (Rudini, 2. Fungsi Sistem Informasi Manajemen adalah supaya yang dihasilkan oleh sistem informasi Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. dapat berguna bagi manajamen, maka kebutuhan-kebutuhan informasi dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat . manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya (Wahyudi. Klinik merupakan pelayanan kesehatan yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang sifatnya perorangan dengan menyediakan pelayanan medis dasar ataunpun juga spesialis, yang mana penyelenggaraannya biasanya lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dengan dipimpin oleh seorang tenaga medis (Indonesia. Klinik Utama merupakan klinik pelayanan medik spesialis atau keduanya . elayanan medik dasar dan spesiali. (Permatasari, 2. Klinik Utama Dipta Tegal berlokasi di Jl. KS. Tubun No. Slerok. Kec. Tegal Tim. Kota Tegal. Jawa Tengah 52415. Berdiri pada tahun 2008 berawal dari berdirinya Apotek kemudian menjadi klinik utama dengan 2 . dokter spesialis yaitu spesialis syaraf dan spesialis THT. Saat ini Klinik Utama Dipta sedang mempersiapkan laboratorium tambahan serta fasilitas rawat inap berjumlah 10 kamar. Klinik tersebut memiliki petugas Kesehatan yang memiliki latar Pendidikan sesuai kompetensinya. Hal pengembangan sistem, sebab petugas tersebut merupakan user dari sistem yang akan dirancang. Menurut hasil penelitian Sylvia. Pendidikan hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan internet dan komputer (Anjani. Rachmani. Wulandari, & Agiwahyuanto. Tahap-tahap perancangan prototipe sistem informasi sebagai berikut : Mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan Mengidentifikasi masalah yang dilihat dari hambatan dan permasalahan yang Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. timbul pada sistem lama sehingga menyebabkan sistem tersebut tidak dapat mendukung kegiatan manajemen. Proses untuk mengidentifikasi masalah pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa Klinik Utama belum memiliki rekam medis elektronik, saat ini rekam medis pasien masih berupa kertas atau manual. Sistem yang berjalan saat ini hanya pada keuangan dan manajemen stok obat . Selanjutnya identifikasi peluang yang dimiliki manajemen untuk dapat merancang sistem informasi manajemen. Berdasarkan hasil studi observasi diketahui bahwa klinik utama memiliki 3 unit komputer yang terletak pada bagian pendaftaran, admin dan apotek. Komputer tersebut terhubung satu sama lainnya dengan localhost sistem, serta memiliki pegawai yang mampu untuk mengoperasionalkan sistem klinik berbasis Berdasarkan kenyataan dan hal yang ditemui di lapangan, bahwa pegawai yang bekerja di klinik tersebut mampu menerapkan digital rekam medis atau secara keseluruhan yaitu sistem informasi klinik dengan baik, selain itu klinik tersebut mampu menerapkan modul-modul di dalam SIM Klinik yang terintegrasi mulai dari pendaftaran pasien hingga pelayanan farmasi dan pelayanan administrasi. Hal tersebut sudah mencerminkan rekam medis elektronik yang saling terintegasi. Integrasi menjadi salah satu syarat dalam penerapan rekam medis elektronik, sistem harus terhubung dengan sistem lain sehingga memungkinkan berbagi informasi dengan lancar. Dengan begitu dapat mengurangi kesalahan, dan memungkinkan akses yang lebih mudah. (Anjani & Abiyasa, n. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Alur pengelolaan data pasien Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa perekaman data dan informasi meliputi data pasien, penjadwalan dokter, riwayat pemeriksaan pasien, riwayat pengobatan pasien, stok obat dan keuangan, menggunakan penyimpanan merupakan penyimpanan internal yang dimiliki klinik, kemudian data yang terkumpul dilakukan pengelolaan oleh manajemen klinik. Selain itu klinik siap untuk menyediakan jaringan localhost sehingga menghasilkan pelaporan baik untuk internal manajemen maupun eksternal manajemen. Dari segi kebutuhan . pengguna terdiri dari 3 entitas yakni entitas untuk petugas pendaftaran . , entitas klinik dan entitas apotek. Admin memiliki entitas terhadap data pasien, keluhan pasien, pembayaran atas pelayanan yang dikenakan, cetak pembayaran pasien. Klinik memiliki entitas terhadap data hasil pemeriksaan pasien baik rawat jalan maupun rawat inap. Sedangkan Apotek terhadap data ketersediaan obat. Menentukan syarat serta pemecahan Berdasarkan hasil studi obsevarasi Klinik memiliki 3 unit komputer yang terletak pada bagian pendaftaran, admin dan apotek. Klinik memiliki jaringan Serta memiliki petugas yang sudah Sehingga klinik memungkinkan untuk dapat menerapkan sistem informasi klinik Menganalisis kebutuhan sistem Rancangan Diagram Alir Data (DAD) adalah turunan dari diagram konteks yang lebih terperinci yang bertujuan untuk mendefinisikan proses apa saja yang terdapat dalam sistem yang akan dibangun seperti pada Gambar berikut ini: Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Gambar 1. Gambaran Sistem Klinik (Sumber: Data Prime. Rancangan entity relationship diagram (ERD) Gambar 2. Rancangan ERD Klinik Utama (Sumber: Data Prime. Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa sistem informasi manajemen klinik dibagi menjadi 4 komponen penting yaitu pasien, petugas klinik, dokter klinik dan apotek. Pasien pemeriksaan, menerima obat sesuai yang diresepkan, serta pembayaran Petugas Klinik merupakan entitas yang diberikan kepada pasien sesuai dengan pencatatan/perekaman data demografi pasien, menerima serta mencetak biaya Dokter Klinik merupakan entitas yang diberikan kepada dokter klinik sesuai dengan kebutuhannya seperti mencatat dan mengakses data pemeriksaan pasien, serta mengirimkan resep. Apotek merupakan entitas yang diberikan kepada Apotek sesuai dengan pengecekan stok obat, entri data obat, serta cetak biaya obat. Merancang Sistem Rancangan unified modeling language (UML) perancangan sistem yang berorientasi pada Adapun tujuan utama UML antara lain untuk memberikan model yang siap pakai, bahasa visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum, memberikan bahasa pemodelan pemrograman dan proses rekayasa dan menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan (Dwinda Etika Profesi, 2. Berdasarkan UML Klinik Utama dapat diketahui model perancangan sistem. Pada tahap ini dilakukan tahapan perancangan system, digunakan untuk memberikan gambaran bagaimana hasil sistem yang akan Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Gambar 3. UML Klinik Utama Rancangan input untuk sistem infomasi manajemen klinik terdiri dari: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Berikut ini akan ditampilkan bentuk tampilan menu yang telah di printscreen dari system informasi manajemen klinik: Halaman Login/Tampilan Awal Halaman login digunakan untuk membatasi hak akses pengguna dalam melalukan pengoperasian sistem. Tujuannya untuk mendukung keamanan data dan Untuk dapat mengakses sistem informasi, pengguna harus memasukan didaftarkan sebelumnya oleh admin. Tabel 1. Rancangan Input No. Jenis Data an klinik Format Form Alat Keyboard Data Rawat Jalan Tujuan Pasien Data Penjualan Apotek Form Keyboard Form Keyboard Data Klinik Form Keyboard Petugas Admin Klinik. Dokter Klinik Admin Klinik. Dokter Klinik Admin Klinik. Petugas Farmasi Admin Klinik Gambar 4. Halaman Login Tampilan menu utama Tampilan menu utama disesuaikan dengan kebutuhan dan hak akses pengguna sesuai dengan kebutuhan pengguna. Menu tampilan digunakan sebagai alat untuk masuk menu yang di perlukan pengguna. Rancangan basis data bertujuan untuk memudahkan dalam penyimpanan, perubahan dan pembacaan data. Rancangan pendekatan ERD (Entity Relationship Diagra. Tabel 2. Rancangan Basis Data dengan ERD No. Entitas Keterangan Pendaftaran Pasien Data Biaya Pemeriksaan Data Hasil Pemeriksaan Data Stok Obat Data stok obat Gambar 5. Tampilan Menu Utama Tampilan menu proses Menu proses merupakan menu proses pemasukan data mulai dari pendaftaran, pemeriksaan sampai dengan ketersediaan Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 1 (Maret 2. Gambar 6. Tampilan menu proses Tampilan menu laporan Tampilan menu laporan digunakan sebagai alat untuk menampilkan laporan. Tampilan menu laporan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan hak akses pengguna sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk pasien dan pengelola Klinik Utama. Gambar 7. Tampilan Menu Laporan Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian prototipe sistem informasi manajemen klinik di Klinik Utama dapat disimpulkan sebagai berikut. Pelaksanaan manajemen klinik yang berjalan saat ini memiliki hambatan dan masalah pada belum tersedianya rekam medis elektronik dan sistem yang tersedia hanya keuangan dan ketersediaan obat dimana sistem tersebut juga belum Sistem informasi manajemen klinik telah dikembangkan untuk mendukung terwujudnya rekam medis elektronik sesuai peraturan PMK No. 24 Tahun Rancangan sistem informasi manajemen berbasis web, dengan PHP (Personal Home Page/ Hypertext Preprocesso. sebagai bahasa pemrograman script yang digunakan untuk memprogram situs web. MySQL digunakan sebagai sistem manajemen basis data. Pengembangan manajemen klinik dapat diakses menggunakan web ataupun localhost dengan instalasi sistem ke perangkat keras terlebih dahulu. Ucapan Terima Kasih